Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Ppt osteomielitis

6,543 views

Published on

  • Be the first to comment

Ppt osteomielitis

  1. 1. Osteomielitis adalah infeksi tulang yangbiasanya disebabkan oleh bakteri, tetapikadang-kadang disebabkan oleh jamur. Jikatulang terinfeksi, bagian dalam tulang yanglunak (sumsum tulang) sering membengkak.Karena pembengkakan jaringan ini menekandinding sebelah luar tulang yang kaku, makapembuluh darah di dalam sumsum bisatertekan, menyebabkan berkurangnya alirandarah ke tulang. Tanpa pasokan darah yangmemadai, bagian dari tulang bisa mati.Infeksi juga bisa menyebar keluar dari tulangdan membentuk abses(pengumpulan nanah)di jaringan lunak di sekitarnya, misalnya diotot.
  2. 2. 1. Menurut kejadiannya terbagi 2 yaitu ◦ Osteomyelitis Primer ◦ Osteomyelitis Sekunder2. Sedangkan menurut perlangsungnya dibedakan atas • Steomyelitis akut • Steomyelitis kronis3. Osteomyelitis menurut penyebabnya adalah osteomyelitis biogenik yang paling sering : ◦ Staphylococcus (orang dewasa) ◦ Streplococcus (anak-anak) ◦ Pneumococcus dan Gonococcus
  3. 3. Tulang, yang biasanya terlindungdengan baik dari infeksi, bisa mengalamiinfeksi melalui 3 cara:◦ Aliran darah◦ Penyebaran langsung◦ Infeksi dari jaringan lunak di dekatnya.
  4. 4.  Pada perjalanan alamiahnya, abses dapat keluar spontan; namun yang lebih sering hars dilakukan insisi dan drainase oleh ahli bedah. Abses yang terbentuk dalam dindingnya terbentuk daerah jaringan mati, namun seperti pada rongga abses pada umumnya, jaringan tulang mati (sequestrum) tidak mudah mencair dan mengalir keluar. Rongga tidak dapat mengempis dan menyembuh, seperti yang terjadi pada jaringan lunak. Teradi pertumbuhan tulang baru (involukrum) dan mengelilingi sequestrum. Jadi meskipun tampak terjadi proses penyembuhan, namun sequestrum infeksis kronis yang tetap rentan mengeluarkan abses kembuhan sepanjang hidup pasien. Dinamakan osteomyelitis tipe kronik.
  5. 5.  Pada anak-anak, infeksi tulang yang didapat melalui aliran darah, menyebabkan demam dan kadang-kadang di kemudian hari, menyebabkan nyeri pada tulang yang terinfeksi. Daerah diatas tulang bisa mengalami luka dan membengkak, dan pergerakan akan menimbulkan nyeri. Jika suatu infeksi tulang tidak berhasil diobati, bisa terjadi osteomielitis menahun (osteomielitis kronis). Kadang-kadang infeksi ini tidak terdeteksi selama bertahun-tahun dan tidak menimbulkan gejala selama beberapa bulan atau beberapa tahun.
  6. 6.  Diagnosis berdasarkan gejala-gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Pada skening tulang dengan teknetium, area yang terinfeksi menunjukkan kelainan, kecuali pada anak-anak. Tetapi hal ini tidak akan muncul pada foto rontgen sampai lebih dari 3 minggu setelah gejala pertama timbul. CT scan dan MRI juga bisa menunjukkan daerah yang terinfeksi.
  7. 7.  Penanganan infeksi local dapat menurunkan angka penyebaran hematogen. Penanganan infeksi jaringan lunak pada mengontrol erosi tulang. Pemilihan pasien dengan teliti dan perhatian terhadap lingkungan operasi dan teknik pembedahan dapat menurunkan insiden osteomyelitis pascaoperasi. Antibiotika profilaksis, diberikan untuk mencapai kadar jaringan yang memadai saat pembedahan dan selama 24 jam sampai 48 jam setelah operasi akan sangat membantu. Teknik perawatan luka pascaoperasi aseptic akan menurunkan insiden infeksi superficial dan potensial terjadinya osteomyelitis.
  8. 8.  Daerah yang terkena harus dimobilisasi untuk mengurangi ketidaknyamanan dan mencegah terjadinya fraktur. Dapat dilakukan rendaman salin hangat selama 20 menit beberapa kali per hari untuk meningkatkan aliran darah. Sasaran awal terapi adalah mengontrol dan menghentikan proses infeksi, kultur darah dan kultur abses dilakukan untuk mengidentifkasi organisme dan memilih antibiotika yang terbaik. Kadang, infeksi disebabkan oleh dari satu patogen.
  9. 9. 1. PENGKAJIAN ◦ Identifikasi awitan gejala akut : nyeri lokal, pembengkakan, eritema, demam atau keluarnya pus dari sinus disertai nyeri sedang dan demam sedang . ◦ Kaji adanya faktor risiko : lansia, DM, terapi kortikosteroid jangka panjang, cedera infeksi dan riwayat bedah ortopedi sebelumnya. ◦ Dapatkan data penunjang  hasil pemeriksaan lab & radiologi
  10. 10.  Nyeri b/d inflamasi dan pembengkakan Kerusakan mobilitas fisik b/d nyeri/ketidaknyamanan Resiko terhadap penyebaran infeksi b/d fungsi proteksi kulit hilang
  11. 11. DX 11. Observasi dan catat lokasi, beratnya (skala 0-10) dan karakter nyeri (menetap, hilang timbul).R/ Membantu membedakan penyebab nyeri dan memberikan informasi tentang kemajuan/perbaikan penyakit, terjadinya komplikasi, dan keefektifan intervensi.2. catat terhadap respon obat, dan laporkan pada dokter bila nyeri hilang.R/ Nyeri berat yang tidak hilang dengan tindakan rutin dapat menunjukkan terjadinya komplikasi/kebutuhan terhadap intervensi lebih lanjut.3. pantau tanda vital, catat peninggian suhu.R/ peninggian frekuensi jantung dapat menunjukkan peningkatan nyeri/ketidaknyamanan atau terjadi respons trhadap demam dan proses inflamasi.

×