Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Pengaruh Pola Komunikasi Keluarga dalam Fungsi Sosialisasi Keluarga terhadap Perkembangan Anak

6,905 views

Published on

  • Be the first to comment

Pengaruh Pola Komunikasi Keluarga dalam Fungsi Sosialisasi Keluarga terhadap Perkembangan Anak

  1. 1. Jurnal Komunikasi PembangunanISSN 1693-3699 Juli 2010, Vol. 08, No. 2 Pengaruh Pola Komunikasi Keluarga dalam Fungsi Sosialisasi Keluarga terhadap Perkembangan Anak A. Sari, A. V. S. Hubeis, S. Mangkuprawira, dan A. Saleh Institut Pertanian Bogor, Mayor Komunikasi Pembangunan, Gedung Departemen KPM IPB Wing 1 Level 5, Jalan Kamper Kampus IPB Darmaga, Telp. 0251-8420252, Fax. 0251-8627797AbstrakThis research explain that the family communications pattern analysis, function of socialization of family, form ofcommunication happened at family who live in setlement and countrified in Bekasi City. Besides, also to knowdevelopment of child of of the the family. Method which in using in this research is descriptive method usesdescriptive survey design, data analysis Statistik by using Lisrel version 8.70. Result of research indicates thatcommunications pattern to family in setlement is more usingly is combination pattern between patterns laisez-faire,protektif, pluralistik, and konsensual. Its use in corresponding to various conditions and situation when mothering.Function of active socialization, passive and radical in using in combination by family who live in setlement andcountrified. In mother tongue usage ( area), both types of the family applies for inuring and recognition to child ofchild of they.Keyword: Family communications pattern, Function of socialization of family, form of communication.1. Pendahuluan menghadapi masa depannya dengan Anak merupakan sumberdaya segala kemungkinan yang timbul.insani muda usia yang membutuhkan Untuk berhubungan dengan orang lain dibutuhkan komunikasi yangperhatian orang dewasa. Anakmerupakan generasi penerus keluarga baik. Komunikasi hanya bisa terjadisehingga perlu dipersiapkan sejak dini apabila menggunakan sistem isyaratagar kelak menjadi manusia yang yang sama Komunikasi antar pribadi akan sering terjadi dalam pembentukkanberkualitas sesuai dengan kesepakatancita-cita bangsa. Interaksi antara karakter seseorang. Menurut Verdeberorangtua dan anak sangat menentukan (1986) dalam Rahkmat (2007) komunikasi antar pribadi merupakandasar pembekalan pada seorang anak.Agar proses tumbuhkembang anak suatu proses interaksi dan pembagianterjamin dan berlangsung secara makna yang terkandung dalam gagasan-optimal. Kebutuhan dasar anak di gagasan maupun perasaan. Komunikasi antarpribadi yang dilakukan dalamtingkat keluarga harus terpenuhi.Kebutuhan dasar tersebut meliputi keluarga bertujuan untuk mempererat hubungan sosial di antara individu yangkebutuhan akan perhatian dan kasihsayang orangtua maupun anggota ada dalam keluarga. Pola komunikasi keluarga yangkeluarga lainnya. Lingkungan pertama dan utama dikemukakan oleh McLeon dan Chafee dalam Reardon (1987) terdiri dari polayang dapat mengarahkan seorang anakuntuk menghadapi kehidupannya adalah laissez-faire, protektif, pluralistik dankeluarga. Melalui keluarga, anak konsensual. keempat pola yang disampaikan McLeon dan Chafee adadibimbing untuk mengembangkankemampuan dan kreativitasnya serta pada masyarakat tradisional maupunmenyimak nilai-nilai sosial yang ber- masyarakat industri. Penelitian inilaku. Keluarga pulalah yang dilakukan terhadap keluarga yang tinggal di permukiman dan keluargamemperkenalkan anak kepada ling- yang tinggal di perkampungan dengankungan yang lebih luas, dan di tangan tujuan sebagai berikut:keluargalah anak dipersiapkan untuk
  2. 2. A. Sari, et al.1. Seperti apa pola komunikasi 2.2 Desain penelitian keluarga, fungsi sosialisasi keluarga, Penelitian ini memakai desain dan bentuk komunikasi yang terjadi survei, dengan teknik pengambilan pada keluarga yang tinggal di sampel menggunakan teknik dis- permukiman dan perkampungan di proporsional random sampling. Sampel Kota Bekasi? pada tiga kecamatan berjumlah 1562. Sejauh mana tingkat perkembangan responden yang diklasifikasi ber- anak pada keluarga yang tinggal di dasarkan keluarga dari keluarga yang permukiman dan perkampungan di tinggal di perumahan dan di Kota Bekasi? permukiman.2. Metode Penelitian 3. Hasil dan Pembahasan2.1 Lokasi dan Waktu 3.1 Pola Komunikasi Keluarga Penelitian ini dilakukan di Kota Pola komunikasi keluargaBekasi dengan contoh penelitian adalah komunikasi yang terjadi dalamkeluarga yang tinggal di tiga kecamatan keluarga dimana sumber adalahdi Kota Bekasi, yaitu keluarga yang orangtua kepada anaknya ataupun anaktinggal di Kecamatan Bekasi Utara, kepada orangtua yang mempunyai pola-Kecamatan Pondok Gede, Kecamatan pola tertentu. Pola komunikasi keluargaPondok Melati. Pelaksanaan penelitian dalam penelitian ini adalah poladi lakukan pada bulan Mei sampai Juli komunikasi laissez-faire, pola2010. komunikasi protektif, pola komunikasi pluralistik dan pola komunikasi konsensual, sebagaimana di jelaskan dalam tabel berikut:Tabel 1Pola Komunikasi Keluarga di Permukiman dan PerkampunganPola Komunikasi Permukiman PerkampunganKeluarga Tidak Pernah Sering Selalu Tidak Pernah Sering Selalu Pernah PernahPola Laisez-faire 0 9 56 13 0 13 52 13Pola Protektif 0 19 43 16 1 17 48 12Pola Pluralistik 0 13 50 15 0 14 49 15Pola Konsensual 0 9 62 7 0 12 54 123.1.1 Pola Laissez-faire membiarkan anak main sendiri didalam dan diluar rumah, hal ini di mungkinkan Pola laissez-faire yangdilakukan di keluarga yang tinggal di karena keluarga yang tinggal di perkampungan tinggal diantara keluargapermukiman dan yang tinggal diperkampungan termasuk dalam ka- luas.tegori sering. 3.1.2 Pola Protektif Hal utama yang dilakukan olehkeluarga yang tinggal di permukiman Keluarga yang tinggal didalam pola laissez-faire adalah saat permukiman maupun yang tinggal diorangtua membiarkan anak bermain perkampungan. 99,4% respondensendiri. Keluarga di perkampungan menyatakan pernah, bahkan cenderung 37
  3. 3. Pengaruh Pola Komunikasi Keluarga dalam Fungsi Sosialisasi Keluarga terhadap Perkembangan Anaksering dan selalu menggunakan pola tinggal di perkampungan termasukkomunikasi keluarga dengan pola dalam kategori sering dan cenderungprotektif dalam berinteraksi dengan kepada selalu digunakan dalam interaksianak-anaknya. Hal utama yang selalu dengan anggota keluarga, terutamadilakukan oleh para orangtua adalah terhadap anak-anaknya. 74% darimenemani bermain dan menjelaskan responden yang tinggal di dua lokasisetiap yang ditanyakan oleh anak-anak penelitian menyatakan sering memberimereka. Sebagian dari orangtua kebebasan kepada anak-anak merekamengarahkan anak-anak mereka dengan dalam bermain, mereka tidak melarangpermainan yang menurut orangtua lebih karena mereka menganggap anak-anakbaik, dan rata-rata anak mereka patuh sudah mengerti apa yang di lakukandan tidak pernah menolak. Larangan- anak-anak mereka. Rata-rata orangtualarangan yang harus diketahui anak, mempercayai apa yang dilakukan olehlebih dahulu dijelaskan sebelum anak- anak-anaknya. Mereka beranggapananak mereka melakukan aktivitas. bahwa anak-anak mereka sudah mengerti apa resiko dari pilihan3.1.3 Pola Pluralistik permainan mereka. Keluarga yang tinggal dipermukiman dan keluarga yang tinggal 3.2 Fungsi Sosialisasi Keluargadi perkampungan termasuk dalam Fungsi Sosialisasi keluargakategori sering dan cenderung dalam dalam keluarga merupakan suatu proseskategori selalu di gunakan dalam dimana orangtua melakukan penanamanberinteraksi dengan anak-anaknya. nilai dan norma kepada anak-anak atauKeluarga yang tinggal di permukiman anggota keluarga. Norma merupakan nilai yang dijunjung tinggi olehdan keluarga yang tinggaldiperkampungan memberikan masyarakat dan di sosialisasikan kepadakebebasan kepada anak-anak dalam anggota keluarga agar mereka mampumengemukakan pendapat tentang berperan menjadi orang dewasamainan yang akan di pilih dan dikemudian hari. Harapan dalammembiarkan anak bertanya sesuai melakukan fungsi sosialisasi keluargadengan perkembangan kemampuannya. adalah agar anak-anak dalam setiap keluarga dapat berperilaku sesuaiDalam aktivitas bermain, orangtuamemberikan kesempatan kepada anak- patokan yang berlaku dalamanaknya untuk memilih permainan yang masyarakat. Nilai yang ditanamkan merupakan hal dasar yang fundamentalakan di mainkan, orangtua menjelaskanresiko dari akibat permainan tersebut. seperti antara lain tentang nilaiLarangan tidak dilakukan oleh orangtua kejujuran, keadilan, budipekerti, pendidikan dan kesehatan. untukapabila permintaan anak sudahdisampaikan oleh anak dan orangtua menegakkan nilai-nilai itu diperlukan sejumlah norma atau aturan berperilakumemahami maksud dari permintaantersebut. sebagai patokan bagi anggota masyarakat sehingga dapat mengindahkan nilai dimaksud dalam3.1.4 Pola Konsensual kehidupan bersama atau masyarakat. Pola komunikasi konsensual Sebagaimana di jelaskan dalam tableyang terjadi di keluarga yang tinggal di berikut:permukiman dengan keluarga yang38
  4. 4. A. Sari, et al.Tabel 2Fungsi Sosialisasi Keluarga di Permukiman dan PerkampunganFungsi Sosialisasi Permukiman PerkampunganKeluarga Tidak Pernah Sering Selalu Tidak Pernah sering Selalu Pernah PernahSosialisasi Aktif 0 9 44 25 0 4 48 26Sosialisasi Pasif 0 10 49 19 0 4 43 31Sosialisasi Radikal 0 19 43 16 0 16 48 133.2.1 Fungsi Sosialisasi Aktif di lakukan saat anak bermain bersama Sosialisasi aktif yang teman-teman sebayanya. Orangtuadilakukan orangtua didalam penelitian membiarkan anak memilih teman, tanpaini adalah aktif dalam mengarahkan mengarahkan siapa yang harus di pilih sebagai teman. Saat menonton Televisianak-anaknya kepada kehidupan yangsesungguhnya. Orangtua yang tinggal di bersama, anak di biarkan menonton, kalau ada pertanyaan baru di arahkanpermukiman cenderung melakukansosialisasi aktif dengan cara menuntun sesuai dengan pertanyaan yang diajukananak untuk mengerti dan memahami anak. Pada saat anak mandi, beberapaapa yang menjadi norma di lingkungan keluarga di permukiman membiarkanmasyarakat. Keluarga yang tinggal di anak-anak mereka bermain sambilpermukiman maupun yang tinggal di mandi di kamar mandi, sambilperkampungan termasuk dalam kategori mengajarkan apa yang di lakukan anakpernah, sering dan bahkan cenderung saat mandi.selalu melakukan fungsi sosialisasi 3.2.3 Fungsi Sosialisasi Radikalsecara aktif dalam memjelaskan arti darisetiap yang ingin di ketahui oleh anak- Berdasarkan data, 78% keluargaanak mereka. Orangtua mengarahkan di permukiman dan keluarga dianaknya untuk mengenal lingkungan perkampungan menerapkan fungsidan nilai-nilai secara baik. Keluarga sosialisasi radikal dalam kategori seringyang tinggal di permukiman maupun dan selalu. Data di lapanganyang tinggal di perkampungan sama- menunjukkan bahwa keluarga lebihsama mengarahkan anak untuk radikal atau keras kepada anak-anaknyamelakukan perilaku sopan kepada siapa apabila menyangkut agama yang dianut.saja yang mereka temui, mereka Para orangtua di perkampungan lebihdiajarkan untuk mengucapkan salam keras dalam mendidik anak-anakketika bertemu dengan orang yang lebih mereka dan mewajibkan mengikutitua. pendidikan qur’ani yang diadakan di lembaga-lembaga Islam dilingkungan3.2.2 Fungsi Sosialisasi Pasif rumah mereka. Bagi keluarga yang Keluarga yang tinggal di beragama Khatolik dan Protestan,permukiman dan di perkampungan mereka menerapkan fungsi sosialisasi radikal pada saat anak ke sekolahlebih menggunakan fungsi sosialisasipasif pada saat-saat tertentu seperti minggu di gereja, merekamengenal teman bermain dengan mendisiplinkan waktu harus ke gereja. Keluarga di permukiman dan disendirinya. Mengambil mainan di perkampungan melakukan hal yangtempat main sendiri. sama dalam menerapkan sangsi kepada Data lapangan menunjukkan anak-anak mereka.bahwa sosialisasi pasif lebih Dominan 39
  5. 5. Pengaruh Pola Komunikasi Keluarga dalam Fungsi Sosialisasi Keluarga terhadap Perkembangan Anak3.3 Bentuk Komunikasi kepada anak laki-laki kesayangan untuk Bentuk komunikasi yang meminta anaknya tidur), “Buyung.. jaanmuncul dalam komunikasi sehari-hari main jauh-jauh yo” (bagi keluargaadalah bentuk verbal ataupun bentuk Minang dalam melarang anak untuknonverbal. Hal yang di harapan dalam tidak bermain jauh-jauh dari rumah).berkomunikasi adalah terciptanya suatu “neng geulis…” Bahasa daerah bagiproses penyampaian verbal pikiran, keluarga Sunda terhadap anakperasaan dan emosional yang dapat perempuannya. Penggunaan bahasadiungkapkan dengan berbagai cara yang mudah di mengerti oleh anaksehingga dimengerti orang lain, dan termasuk sering di pakai oleh keluargaterjadi perubahan tingkah laku pada baik yang tinggal di permukimanindividu yang diharapkan tersebut. maupun keluarga yang tinggal di perkampungan.3.3.1 Komunikasi Verbal Nada bicara saat interaksi Bentuk komunikasi verbal, dengan anak menunjukkan bahwa rata- rata orangtua sering menggunakan nadadilihat berdasarkan penggunaan bahasa,intonansi, nada saat bicara ataupun rendah untuk memberitahu sesuatulogat, dialek, merupakan objek dalam kepada anak-anaknya. mereka mencobamemahami bentuk komunikasi verbal. merendahkan nada ketika marah kepadaBentuk komunikasi verbal jika anak-anaknya. Begitu juga saat anak-dikaitkan dengan pola komunikasi anak bertanya tentang mainan,keluarga dalam penerapan fungsi menanyakan kegunaan mainan, rata-rata keluarga menyatakan kepada merekasosialisasi keluarga terhadapperkembangan anak, dapat dikatakan dengan merendahkan nada bicara ketikabahwa bagaimana orangtua, terutama anak bertanya.ibu yang mengasuh anak melakukan Aktivitas anak dilarang dengankomunikasi secara verbal kepada menggunakan kata”jangan”, ”Tidak”,anaknya. larangan ini disampaikan dengan Data menunjukkan bahwa menekankan kata, sehingga anak menangkap sebagai larangan yang haruspenggunaan bahasa pada keluarga yangtinggal di permukiman dan di dipatuhi.perkampungan menunjukkan pada taraf 3.3.2 Komunikasi nonverbalsama yaitu dalam kategori pernah dansering menggunakan bahasa ibu atau Komunikasi nonverbal meliputibahasa daerah dalam berinteraksi komunikasi yang dapat disampaikandengan anak-anak maupun dengan dalam berbagai cara, misalnya dengananggota keluarga lainnya. Data gerakan anggota tubuh, ekspresi wajah,lapangan menunjukkan bahwa 146 tatapan mata, penampilan dan gayaresponden (90%) menyatakan pernah gerak. Komunikasi nonverbal sangatdan sering menggunakan bahasa daerah membantu dan memperkuat komunikasiuntuk menjelaskan sesuatu kepada verbal. Komunikasi nonverbal dalamanak-anaknya. Bahasa daerah yang penelitian ini adalah Intonansi, mimik,dipakai oleh orangtua saat berinteraksi kinesik, proximiti, haptik, kekasaran,dengan anaknya lebih cenderung sentuhan.mengenai pembiasaan ucapan ataupun Data menunjukkan bahwa dalamperintah singkat seperti ”tole..turu”, pengucapan kata lebih sering di(bahasa Jawa yang di gunakan ibu tekankan pada kata-kata yang ingin40
  6. 6. A. Sari, et al.dingat oleh anak. Baik keluarga yang proximiti kepada anaknya dengantinggal di permukiman maupun mengendong anak ketika merajuk ataukeluarga yang tinggal di perkampungan ketika mengamuk karena tidak sukatermasuk dalam kategori sering dan dengan mainannya. Rata-rata anak yangselalu menekankan kata-kata penting tinggal di permukiman maupun diyang harus di lakukan oleh anak-anak perkampungan menunjukkan ke-mereka. Dalam menjelaskan kata- kata senangan kepada mainan dilakukanpenting juga termasuk dalam kategori dengan tertawa-tawa dan melonjak-sering dan selalu. lonjak. Anak dari kedua wilayah Keluarga yang tinggal di penelitian menunjukkan kesedihannyapermukiman maupun yang tinggal di dengan menangis.perkampungan termasuk sering me- Orangtua pada keluarga dinunjukkan kemarahan kepada anak permukiman termasuk dalam kategoridengan menggunakan mimik wajah. selalu menyentuh wajah anaknya padaBegitu juga dalam mengungkapkan rasa saat akan menyisir rambut anaknya,sayang kepada anak di ungkapkan begitu juga pada saat akan mengajakdengan mimik wajah yang me- tidur. Belaian pada rambut anak juganunjukkan rasa sayang. Melarang anak sering dilakukan oleh keluarga yanguntuk tidak melakukan kesalahan atau tinggal di permukiman. Mereka jugahal-hal yang keliru, para orangtua membiasakan mencium ubun-ubunmenggunakan mimik wajah yaitu anaknya. Membelai rambut anakdengan mendelikkan mata tanda tidak sambil mengatakan ” kamu cakepsetuju dengan perbuatan anak. sayang”, merupakan kata-kata yang Memeluk anak sambil bermain, termasuk kategori pernah diucapkansambil menonton televisi termasuk oleh orangtua yang tinggal didalam kategori sering dilakukan oleh permukiman maupun di perkampungan.keluarga yang tinggal di permukiman, Menciumi anak sambil mengatakansedangkan keluarga di perkampungan ”anak pinter” merupakan perilaku dantidak pernah melakukan memeluk anak kata-kata yang termasuk dalam kategorisambil bermain atau sambil menonton pernah dilakukan oleh oranhgtua yangtelevisi. tinggal di permukiman dan di Saat anak bermain, memanjat perkampungan. Rata-rata orangtua yangkursi atau menaiki tangga, bagi bekerja, ketika mereka pulang sampaikeluarga di permukiman di perhatikan dirumah dan bertemu anaknya, merekadan selalu dituntun untuk menaiki kursi membiasakan menyentuh wajahataupun tangga. Sedangkan keluarga anaknya sambil menyapa berkata ”apayang tinggal di perkampungan tidak kabar sayang”menuntun anak saat menaiki tanggaatau memanjat kursi, hal ini karena 3.4 Kondisi Anak pada Saat Penelitianmereka selalu membiarkan anak- di lakukananaknya untuk bermain dengan 3.4.1 Perkembangan Fisik Anaksendirinya, tanpa di tuntun maupun di Anak dalam penelitian iniperhatiankan secara mendetail. adalah anak yang berusia antara 0 s/d 6 Proximiti atau kedekatan tahun yang diasuh oleh orangtua yangorangtua kepada anak ditunjukkan lengkap. Umur anak pada penelitian inidengan mengendong pada saat berada dalam umur 2 tahun s/d 6 tahun.menangis. Keluarga yang tinggal di Perkembangan anak jika dikaitkanpermukiman dan keluarga yang tinggal dengan usianya, sudah sesuai dengandi perkampungan menunjukkan perilaku 41
  7. 7. Pengaruh Pola Komunikasi Keluarga dalam Fungsi Sosialisasi Keluarga terhadap Perkembangan Anakbatas kemampuan anak dalam usia tahun di ungkapkan dengan menangisbalita. Keluarga di permukiman dan dan berteriak-teriak. Dalam penelitiankeluarga di perkampungan mempunyai ini perkembangan emosi diungkapkanpola yang sama dalam mengadopsi dengan kecengengan dan tindakan yanginformasi dari puskesmas ataupun dari menunjukkan ketidak sukaan. Hal yangdokter yang mereka kunjungi. utama yang dituntut dari pengasuhPengetahuan Ibu dan Ayah pada kedua terutama ibu adalah bagaimanawilayah penelitian di nilai cukup membaca dan memperlakukanmengerti dengan perkembangan anak keinginan anak agar terjalin kembalisesuai dengan umur anak. Mereka para kesamaan makna, sehingga anak tidakorangtua mengerti apa yang harus menunjukkan kemarahan ataupundilakukan pada saat anak bertambah kejengkelan terhadap sesuatu.bulan dan tahun usianya. Hasil penelitian menunjukkan Keluarga di permukiman bahwa keluarga yang tinggal dimemberikan perlakuan sama kepada permukiman terlihat bahwa ibuanak laki-laki dan anak perempuan. membujuk anak lebih dengan caraPara orangtua menganggap anak laki- mengendong anak, menciumi wajahlaki maupun anak perempuan adalah anak, membujuk sambil memuji, begitusama, sehingga mereka tidak mem- juga dengan keluarga yang dibedakan perilaku dalam pengasuhan. perkampungan hampir melakukan halJika di kaitkan dengan memilih yang sama. Ibu-ibu dari keluarga yangpermainan, karena sudah menjadi tinggal di permukiman memiliki carakebiasaan dan adanya performance lain yaitu memberikan kue yang dimedia, seperti film kartun ninja, power sukai anak yang telah di siapkan diranger, Conan, mereka membedakan dalam kulkas ataupun di meja makan.jenis mainan bagi anak laki-laki dan Juga memberikan mainan yang sangatanak perempuan. Sedangkan keluarga di di sukai anak, seperti mobil-mobilanperkampungan tidak membuat ataupun boneka.perbedaan secara spesifik. Perkembangan fisik dan motorik 3.4.3 Perkembangan Kognitifanak, pola pandai berjalan terhadap Perkembangan kognitif anakanak di permukiman dan di yang tunjukkan dengan bisa bicara,perkampungan termasuk pola normal. rata-rata anak dari keluarga diPerkembangan motorik kasar untuk permukiman maupun keluarga diberjalan lancar antara 11 bulan-16 perkampungan bisa bicara pada umur 6bulan. Perkembangan fisik lainnya yaitu bulan s/d 15 bulan. Ada beberapaperkembangan terhadap tumbuh gigi keluarga mengalami perkembanganpada umur 6 bulan s/d 12 bulan. bicara anak mereka pada umur di atas 15 bulan, hal ini karena anak mereka3.4.2 Perkembangan Emosi Anak pernah mengalami sakit secara fisik Perkembangan emosi pada anak seperti: panas yang berakibat pernahmerupakan proses pengungkapan mengalami kejang 1 kali, dan akibatperasaan dan keinginan anak terhadap yang bisa mereka amati dan merekasesuatu, termasuk dalam pola-pola ceritakan adalah anak mereka lama bisaperilaku dalam menghadapi rasa tidak bicara.nyaman atau tidak menyenangkan. Perkembangan kognitif lainnyaPerkembangan anak pada anak usia 3-6 adalah pola pertanyaan anak pada saat42
  8. 8. A. Sari, et al.melihat atau menonton televisi. Secara perkembangan psiko-Perkataan yang muncul adalah ”apakah sosial anak dalam masa pertumbuhanitu”, data menunjukkan bahwa 49% dan perkembangannya, anak-anak padaresponden mengatakan bahwa anak keluarga yang tinggal di permukimanmereka selalu menggunakan kata maupun di perkampungan memasukitersebut. Dan 18% responden masa psikososial normal. Datamengatakan bahwa anak mereka menunjukkan anak bermain sendiri, halmenggunakan pertanyaan ”kenapa ini di sebabkan karena ada aturanbegitu”, serta 25.5% anak-anak di kedua orangtua yang harus mereka patuhiwilayah penelitian menanyakan ” setiap sehingga mereka dibatasi bermain, yangapa yang di tonton” kepada orang yang berakibat mereka akhirnya bermainmendampingi mereka menonton, serta sendiri. Ada anak bermain bersama6,5% menanyakan ” tokoh di film” yang orangtua, hal ini karena orangtua yangmereka tonton. Berdasarkan data menyadari pengaruh lingkungan ter-tersebut dapat di jelaskan bahwa secara hadap anaknya, mereka meluangkanperkembangan kognitif anak balita yang waktu untuk menemani anak-anaktermasuk dalam perkombangan kognitif mereka bermain di rumah. Keluargatahap pra-operasional, dimana pada yang tinggal di permukiman lebihtahap ini anak berada pada apa yang di menyadari pengaruh lingkungan,sebut dengan ”object permanent” yang sehingga pola protektif terhadap anak diarti pada masa ini anak akan seimbangkan dengan meluangkanmengartikan objek yang tampak sesuai waktu untuk bermain bersama.dengan kemampuannya, sehingga dia Perkembangan psikososialingin tahu dan akan bertanya dengan lainnya adalah adaptasi anak dalammenggunakan pertanyaaan ”apakah keluarga. Pada kedua wilayah penelitianitu?”, ”kenapa begitu”, ”itu Siapa?’, dan menunjukkan bahwa mereka ketikalain sebagainya. Berdasarkan teori bertemu dengan anggota keluarga dariPiaget, mengatakan bahwa hal-hal yang keluarga luas (extended family) perilakuperlu di perhatikan pada anak masa ini awal mereka adalah malu-malu,adalah membatasi objek yang akan di kemudian setelah lima menit berikutnyalihat secara indera mereka, kepada hal- baru mereka bisa akrab dan bermainhal yang mudah dicerna mereka. dengan ceria. Penanaman nilai dalamSehingga orangtua harus mendampingi pembinaan anggota keluarga merupakansetiap aktivitas anak, baik dalam tanggungjawab yang tidak kalahmenonton televisi maupun dalam pentingnya bagi keluarga. hal inimelihat lingkungan sosial yang mereka termasuk dalam indikator per-lihat. kembangan psikososial anak terhadap kehidupan bermasyarakat. Keluarga di3.4.4 Perkembangan Psikososial Anak permukiman mengajak anak-anak Perkembangan psikososial anak mereka ikut dalam pengajian minggudalam bermain menunjukkan bahwa yang mereka lakukan di lingkungananak mengembangkan jiwa sosial dalam tempat tinggal, sedangkan keluargacara bermain, dengan cara bermain yang tinggal di perkampungan tidak mengajak anak ikut kepengajiandengan temannya bertukar mainan,bermain sepeda, bermain petak umpet, lingkungan, tetapi mereka mengaji bersama di rumah dengan anggotamain manten-mantenan, ada anak yang keluarga lainnya. Ada juga keluarga dibermain sendiri dan ada anak bermain permukiman mengatakan bahwa denganbersama bapak atau ibunya di rumah. menegakkan disiplin dalam setiap 43
  9. 9. Pengaruh Pola Komunikasi Keluarga dalam Fungsi Sosialisasi Keluarga terhadap Perkembangan Anakaktivitas anak dan mengajarkan berdo’a 5. Sarankepada sang pencipta merupakan cara 1. Perkembangan anak merupakanmemberikan contoh penanaman nilai tanggung jawab keluarga terutamapada anak. orangtua, maka sudah sepatutnya orangtua memperlakukan anak4. Simpulan sesuai dengan pertumbuhan dan1. Pola komunikasi keluarga, yang perkembangan usia anak. Pola terjadi pada keluarga yang tinggal komunikasi keluarga yang dilaku dipermukiman dan di perkam- secara kombinasi dalam interaksi pungan merupakan pola komunikasi keluarga sangat di sarankan, untuk dilakukan secara kombinasi antara di lakukan pada interaksi keluarga, pola komunikasi laissez-faire dan karena situasional pengasuhan protektif, antara pluralistik dan sangat berbeda pada setiap konsensual. Fungsi sosialisasi keluarga. keluarga secara radikal digunakan 2. Bagi orangtua sebaiknya memakai saat menanamkan nilai kepada anak, komunikasi verbal dengan sosialisasi pasif dikembangkan menggunakan bahasa yang di- keluarga pada saat anak-anak mengerti anak, hal ini merupakan memilih bermain dan memilih bentuk komunikasi yang baik. teman, serta sosialisasi aktif Penggunaan nada rendah yang dilakukan dalam memperkenalkan bersifat keramahan dapat mem- anggota keluarga lainnya dan bantu anak untuk menyesuaikan mengajak dalam pengenalan nilai diri dan memberi kesempatan sosial kemasyarakatan. Bentuk kepada anak mengembangkan komunikasi verbal lebih banyak kreatifitasnya. digunakan saat keluarga mem- 3. Untuk mengurangi kekerasan perkenalkan sesuatu nilai ataupun dalam rumah tangga, maka hal-hal yang baru, pengenalan komunikasi verbal dan nonverbal komunikasi nonverbal ditunjukkan secara kata-kata kasar yang disertai untuk mengenalkan simbol pukulan, teriakan yang disertai kemarahan, ataupun kesenangan mimik wajah kemarahan dihindari, kepada anak. karena perilaku tersebut dapat2. Perkembangan anak secara fisik, memicu untuk melakukan tindakan emosi, kognitif dan psikososial yang lebih keras dan bisa mengarah termasuk dalam kategori normal, kriminal. sesuai dengan fase pertumbuhan anak secara umum. Anak dalam Daftar Pustaka penelitian ini, menunjukkan bahwa DeVito JA. 1997. Komunikasi Antar perkembangan mereka berada pada Manusia. Indonesia Professional batasan normal. Komunikasi verbal Books, Jakarta. bahasa, komunikasi verba dan Guhardja S 1996 Studi Transisi nonverbal secara proximity dan Keluarga, Konsumsi Pangan dan kata-kata dapat mempengaruhi Gizi dan Perkembangan perkembangan anak secara positif Kecerdasan Anak Intitut Pertanian dalam taraf nyata. Bogor, Bogor. Gunarsa. 2002. Dasar dan Teori Perkembangan Anak. Cetakan44
  10. 10. A. Sari, et al. keenam. BPK Gunung Mulia, Jakarta.Kusnendi. 2008 Model-model Persamaan Struktural, satu dan multigroup sample dengan LISREL. Alfabeta, Bandung.Limbong. 1996, Hubungan Pola Komunikasi Keluarga dengan Perkembangan Kemampuan Sosialisasi dan Perkembangan Kemampuan Komunikasi Anak Usia Prasekolah pada Ibu Bekerja dan Ibu tidak Bekerja di Jakarta. [tesis], Program Studi Psikologi UI, Jakarta.Mulyana R. 2005. Membangun Iklim Komunikasi Keluarga, Jurnal MAPI September 2005, Jakarta.Rakhmat J. 2007. Psikologi Komunikasi. Remaja Karya, Bandung.Rambe. 2004. “Alokasi Pengeluaran Rumahtangga dan Tingkat Kesejahteraan (kasus di Kecamatan Medan Kota Sumatera Utara).” [tesis] Sekolah Pascasarjana IPB, Bogor.Reardon KK 1987. Interpersonal Communication Where Winds Meet. Wadsworth Publishing Company, California.Riduwan. 2004. Metode dan Teknik Menyusun Tesis, Alfabeta, Bandung.Turner B & West C, 2006, The Family Communication Sourcebook, SAGE Publication, Inc.Widodo AM 2009. “Pengaruh Komunikasi Keluarga Terhadap Pencegahan Remaja dalam Menyimpan Gambar Porno di Handphone” (tesis) Unitomo, Surabaya. 45

×