Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

MODEL-MODEL SUPERVISI KEPERAWATAN KLINIK

7,325 views

Published on

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

MODEL-MODEL SUPERVISI KEPERAWATAN KLINIK

  1. 1. MODEL-MODEL SUPERVISI KEPERAWATAN KLINIK Supratman* Agus Sudaryanto**AbstrakIn Indonesia, supervision still orient an observation; non a tuition activity of observation and assessment;appraisal. despitefully there is no a model of clinical supervision. In some western countries have beenrecognized and application a model of clinical supervision where its purpose is quality of care. Modelsrecognized by: developmental model, academic model, experiential model and 4S model. Four applicationmodel have in hospital at the UK and US because education’ degree have established with the compared toIndonesia. Beside that, nursing care delivery have also become a well established system with the nurseRNS as role and leader.Keyword: supervision, model, clinis* Supratman Dosen Jurusan Keperawatan FIK UMS, Jl. Ahmad Yani Tromol Pos I Pabelan Kartasura** Agus Sudaryanto Dosen Jurusan Keperawatan FIK UMS, Jl. Ahmad Yani Tromol Pos I Pabelan KartasuraPENDAHULUAN supervisi keperawatan–fakta menunjukkan pelaksanaan supervisi keperawatan di berbagai Pelayanan kesehatan di rumah sakit berjalan rumah sakit belum optimal. Penelitian Mularsosecara sinergis antar disiplin profesi kesehatan dan (2006), menemukan bahwa kegiatan supervisinon kesehatan. Perawat memberikan pelayanan lebih banyak pada kegiatan ‘pengawasan’; bukandan asuhan menggunakan suatu sistem pada kegiatan bimbingan, observasi dan penilaian.management of nursing care delivery (Woke, Di Indonesia model supervisi klinik keperawatan1990). Dalam studinya, Woke menyebutkan juga belum jelas seperti apa dan bagaimanamanajemen pelayanan keperawatan di rumah sakit implementasinya di rumah sakit.terintegrasi dengan pelayanan kesehatan lain,karena sasaran yang ingin dicapai ialah pasien.Pelayanan keperawatan di berbagai negara relatifsama, hanya saja di Indonesia memiliki keunikan DEFINISI DAN PERAN SUPERVISORtersendiri mengingat faktor kemajemukan Supervisi keperawatan adalah upaya yangpendidikan perawat (Nurachmah, 2000). berupa dorongan, bimbingan dan kesempatan bagiKemajemukan ini membawa dampak pada tidak pertumbuhan keahlian dan kecakapan para perawatkonsistennya sistem pelayanan keperawatan. (Depkes, 1999). Supervisi dapat juga diartikanFungsi manajemen tidak mampu diperankan oleh sebagai proses yang memacu anggota unit kerjaperawat di sebagian besar rumah sakit di untuk berkontribusi secara aktif dan positif agarIndonesia. Salah satu fungsi manajemen ialah tujuan organisasi tercapai (Marquis & Huston,directing dimana didalamnya terdapat kegiatan 1998). Di rumah sakit yang disebut perawat Model-Model Supervisi Keperawatan …(Supratman dan Agus Sudaryanto) 1 193
  2. 2. supervisor adalah 1) Kepala ruang rawat (Karu). penting. Peran supervisor dapat menentukanKaru bertanggung jawab dalam supervisi apakah pelayanan keperawatan (nursing carekeperawatan kepada pasien. Karu merupakan delivery) mencapai standar mutu atau tidak.ujung tombak tercapai tidaknya tujuan pelayanan Penelitian Hyrkäs dan Paunonen-Ilmonen (2001),keperawatan di rumah sakit. Ia bertanggungjawabmengawasi perawat pelaksana dalam melakukan membuktikan bahwa supervise klinik yangpraktik keperawatan. 2) Pengawas perawatan. dilakukan dengan baik berdampak positif bagiPengawas bertanggung jawab terhadap supervisi quality of care.pelayanan keperawatan pada areanya yaitubeberapa Karu yang ada pada Unit Pelaksana Tabel 1 Perbandingan berbagai modelFungsional (UPF). supervisi keperawatan klinikTUJUAN DAN PRINSIP SUPERVISI Model Proses Tujuan Swansburg & Swansburg (1999) menyatakan Developmental Change agent, Improve jobbahwa tujuan supervisi keperawatan antara lain: 1) (Dixon, 1998) Counselor, performance Training/memperhatikan anggota unit organisasi disamping Teachingitu area kerja dan pekerjaan itu sendiri. 2)memperhatikan rencana, kegiatan dan evaluasi dari Academic Educative, Nurse (Farington, Supportive, performancepekerjaannya. 3) meningkatkan kemampuan 1995) Managerialpekerjaan melalui orientasi, latihan dan bimbinganindividu sesuai kebutuhannya serta mengarahkan Experiential Training, Nursekepada kemampuan ketrampilan keperawatan. (Milne & James, Mentoring performance 2005) Menurut Keliat (1993) prinsip supervisi 4S (Page & Structure, Quality of carekeperawatan adalah sebagai berikut: 1) supervisi Wosket, 1995) Skills,dilakukan sesuai dengan struktur organisasi RS. 2) Support,supervisi memerlukan pengetahuan dasar Sustainabilitymanajemen, ketrampilan hubungan antar manusia,kemampuan menerapkan prinsip manajemen dankepemimpinan. 3) fungsi supervisi diuraikan MODEL DEVELOPMENTALdengan jelas dan terorganisir dan dinyatakanmelalui petunjuk, peraturan dan kebijakan dan Model ini diperkenalkan oleh Dixon padauraian tugas standar. 4) supervisi adalah proses rumah sakit mental dan southern cost addictionkerjasama yang demokratis antara supervisor dan technology transfer center tahun 1998. Model iniperawat pelaksana. 5) Supervisi menggunakan dikembangkan dalam rumah sakit mental yangproses manajemen termasuk menerapkan misi, bertujuan agar pasien yang dirawat mengalamifalsafah, tujuan dan rencana yang spesifik untuk proses developmental yang lebih baik. Maka semua ini menjadi tugas utama perawat.mencapai tujuan. 6) Supervisi menciptakan Supervisor diberikan kewenangan untuklingkungan yang mendukung komunikasi efektif, membimbing perawat dengan tiga cara, yaitumerangsang kreativitas dan motivasi. change agent, counselor, dan teacher. KegiatanMODEL-MODEL SUPERVIS KLINIK change agent bertujuan agar supervisorKEPERAWATAN membimbing perawat menjadi agen perubahan; kegiatan tersebut nantinya ditransfer kepada pasien Di beberapa negara maju terutama US dan sehingga pasien memahami masalah kesehatan.Eropa, kegiatan supervisi klinik keperawatan di Kegiatan counselor dilakukan supervisor denganrumah sakit dilakukan dengan sangat sistematis. tujuan membina, membimbing, mengajarkanPeran dan kedudukan perawat supervisor begitu kepada perawat tentang hal-hal yang berkaitan194 Berita Ilmu Keperawatan, ISSN 1979-2697, Vol. 1 No. 4 ,Desember 2008, 193-196
  3. 3. dengan tugas (task) rutin perawat (contoh: MODEL EXPERIENTIALsupervisor membimbing perawat melakukanpengkajian fisik). Kegiatan teaching bertujuan Model ini diperkenalkan oleh Milne danmengenalkan dan mempraktikkan ‘nursing James di Newcastle University UK danpractice’ yang sesuai dengan tugas perawat Department of Health US tahun 2005 yang(contoh: supervisor di ICU mengajarkan teknik merupakan adopsi penelitian Milne, Aylott danpengambilan darah arteri, analisa gas darah dsb). Fitzpatrick. Dalam model ini disebutkan bahwa kegiatan supervisi klinik keperawatan meliputi training dan mentoring. Dalam kegiatan training, supervisor mengajarkan teknik-teknik keperawatanMODEL ACADEMIC tertentu yang belum dipahami perawat pelaksana Model ini diperkenalkan oleh Farington di (contoh: pemasangan infus pada bayi, melakukanRoyal College of Nursing UK tahun 1995. vena sectie, teknik advance life support dsb).Farington menyebutkan bahwa supervisi klinik Training biasanya dilakukan secara berjenjangdilakukan untuk membagi pengalaman supervisor kepada setiap perawat, misalnya training padakepada para perawat sehingga ada proses perawat pemula (beginner), perawat pemula-lanjutpengembangan kemampuan professional yang (advance). Dalam kegiatan mentoring, supervisorberkelanjutan (CPD; continuing professional lebih mirip seorang penasihat dimana ia bertugasdevelopment). Dilihat dari prosesnya, supervisi memberikan nasihat berkaitan dengan masalah-klinik merupakan proses formal dari perawat masalah rutin sehari-hari (contoh: bagaimanaprofessional (RN’s) untuk support dan learning mengurus ASKES pasien, mencari perawatsehingga pengetahuan dan kompetensi perawat pengganti yang tidak masuk, menengahi konflik,dapat dipertanggungjawabkan sehingga pasien mengambil keputusan secara cepat, tepat dan etismendapatkan perlindungan dan merasa aman dsb). Kegiatan ini lebih mirip kegiatan supportive dalam model academic.selama menjalani perawatan. Dalam modelacademic proses supervise klinik meliputi tigakegiatan, yaitu a) educative, b) supportive, c)managerial. Kegiatan educative dilakukan dengan: MODEL 4S1) mengajarkan ketrampilan dan kemampuan(contoh: perawat diajarkan cara membaca hasil Model ini diperkenalkan oleh Page danEKG); 2) membangun pemahaman tentang reaksi Wosket dari hasil penelitian di Greater Manchesterdan refleksi dari setiap intervensi keperawatan UK dan New York tahun 1995. Model supervisor(contoh: supervisor mengajarkan perawat dan ini dikembangkan dengan empat (4) strategi, yaitumelibatkan pasien DM dalam demontrasi injeksi Structure, Skills, Support dan Sustainability.SC); 3) supervisor melatih perawat untuk meng- Dalam model ini, kegiatan structure dilakukan olehexplore strategi, teknik-teknik lain dalam bekerja perawat RN’s dalam melakukan pengkajian dan(contoh: supervisor mengajarkan merawat luka asuhan pasien dimana perawat yang dibina sekitardekubitus dengan obat-obat jenis baru yang lebih 6-8 orang. Tujuan kegiatan ini adalah untukbaik). Kegiatan supportive dilakukan dengan cara: mengembangkan pengalaman perawat dalam halmelatih perawat ‘menggali’ emosi ketika bekerja konsultasi, fasilitasi dan assisting. Kegiatan skills(contoh: meredam konflik antar perawat, job dilakukan supervisor untuk meningkatkanenrichment agar mengurangi burn out selama ketrampilan praktis (contoh: menjahit luka,bertugas). Kegiatan managerial dilakukan dengan: interpretasi EKG, pasang CAPD dsb). Kegiatanmelibatkan perawat dalam peningkatkan ‘standar’ support dilakukan dengan tujuan untuk will keep(contoh: SOP yang sudah ada dikaji bersama practice fresh, sharing, kebutuhan-kebutuhankemudian diperbaiki hal-hal yang perlu). training tertentu yang bernilai kebaruan (contoh: Model-Model Supervisi Keperawatan …(Supratman dan Agus Sudaryanto) 195
  4. 4. pelatihan emergency pada keadaan bencana). transfer pengalaman supervisor kepada perawatKegiatan sustainability bertujuan untuk tetap pelaksana (contoh: supervisor membuat modulmempertahankan pengalaman, ketrampilan, nilai- tentang berbagai ketrampilan teknik yangnilai yang telah dianut perawat. Kegiatan ini dibagikan kepada semua perawat pelaksana).dilakukan secara kontinyu dengan cara men-DAFTAR PUSTAKADixon GD, (1998), Clinical supervision: a key to treatment success, available from: www.scattc.org.Farington A, (1995), Models of clinical supervision, British Journal of Nursing 4(15):876-78.Hyrkäs K.,& Paunonen-Ilmonen M, (2001), The effects of clinical supervision on the quality of care: examining the results of team supervision, Journal of Advanced Nursing, 33(4): 492-502.Marquis, B.L. and Huston, C. 2006. Leadership roles and management function in nursing : theory and application. 5th Ed. Philadelphia: Lip.Milne D.,& James IA, (2005), Clinical supervision: ten test of a model, Clinical Psychology Forum 151: 6-9.Mularso, (2006), Supervisi keperawatan di RS Dr.A. Aziz Singkawang: Studi kasus, Tesis: Prog.S2 MMR UGM.Nurachmah E, (2000), Prinsip pencatatan askep klien, Jurnal Keperawatan Indonesia 4(2).Page S.,& Wosket V, (1995), Clinical Supervision for Nurses and Allied Health Professionals: the 4S Model, Routledge & New York, Available from: www.northwestsolutions.co.uk.Swansburg, R.C., & Swansburg, R.J. 1999. Introductory management and leadership for nurses, 2nd ed. Boston: Jones and Bartlett Publisher.Woke MM, (1990), Nursing care delivery system: status and vision, Journal of nursing administration 20 (5): 34-40.196 Berita Ilmu Keperawatan, ISSN 1979-2697, Vol. 1 No. 4 ,Desember 2008, 193-196

×