Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Askep glaukoma

2,627 views

Published on

  • Be the first to comment

Askep glaukoma

  1. 1. GLAUKOMA Rosyidah Arafat
  2. 2. Pendahuluan
  3. 3. Glaukoma ???Penyakit progresif optik neuropati dengan hilangnyaneuron retina & lapisan jaringan nervus, yang dapatmengakibatkan kebutaan.Diawali dengan adanya bintik buta ; biasanya tidakterdeteksi sampai nervus optikus mengalamikerusakan.Glaukoma berhubungan erat dengan peningkatantekanan intra okuler (TIO)
  4. 4. Con’tTIO normal : 12 sampai 20mmHg : 15mmHgTIO ditentukan oleh tahanan terhadapaliran keluar humor aquosus darikamera okuli anterior kedalam kanalisschlemm.
  5. 5.  Cairan mata yang bersirkulasi didalam mata disebut aquosus humor. Terus menerus dibentuk & direabsorbsi Keseimbangan tersebut mengatur volume total & tekanan cairan intraokuler. Berfungsi : mempertahankan tekanan yang cukup pd bola mata untuk menjaga distensinya.
  6. 6. Klasifikasi Glaukoma1. Glaukoma sudut terbuka2. Glaukoma sudut tertutupKlasifikasi lain ;Glaukoma kongenital, glaukoma juvenil, glaukoma sekunder.
  7. 7. Glaukoma Terbuka Glaukoma Tertutup
  8. 8. Con’t Glaukoma TertutupGlaukoma terbuka Obstruksi pada  Drainase sudutretikulum trabekuler trabekuler diblok diiris Sudut okuli anterior  TIO meningkat sangatterbuka cepat Adanya “cupping” b/d • Gejala lebih parah ;kematian sel ganglion sakit kepala, mataretina merah, dan malaise. TIO > 21 mmHg, • Kondisi emergensiasimptomatik yang segera harus ditangani.
  9. 9. Normal Cupping
  10. 10. Penatalaksanaan Farmakologis & Pembedahan1. Untuk menurunkan produksi aquosus humor.2. Untuk meningkatkan aliran aquosus humor.
  11. 11. Farmakologis Menurunkan produksi aquosus humor : Beta blockers (levobunolol, timolol, carteolol, betaxolol) Alpha-2 agonists (apraclonidine, brimonidine) Carbonic anhydrase inhibitors (acetazolamide, dorzolamide) Meningkatkan aliran aquosus humor : Adrenergic agonists (epinephrine, dipivefrin) Parasympathomimetics (pilocarpine, carbachol, echothiophate) Prostaglandins (atanoprost)
  12. 12. PembedahanLaser (argon laser trabeculoplasty) - Meningkatkan aliran aquosus humorSurgical (trabeculectomy) - Membuat jalan alternatif untuk humor aquosus - Biasanya pada glaukoma terbuka
  13. 13. KATARAKLensa :Disintesis oleh protein1. Capsule2. Cortex3. nucleus
  14. 14. Katarak Terjadinya opasitas pada lensa (lensaberkabut) sehingga bayangan yangdifokuskan menjadi kabur diakibatkanoleh denaturasi protein lensa.
  15. 15. Faktor Risiko Usia Penyakit okuler & sistemik Steroid Trauma Kongenital
  16. 16. Tanda & GejalaPenurunan ketajaman penglihatanMononuclear diplopiaPenglihatan kaburWarna tidak jelasPeka terhadap cahaya
  17. 17. Con’tAkumulasi molekul radikal bebas yangtidak stabil :merokok & terpapar sinarmatahari.Penggunaan lensa kontak dalamjangka waktu lama yang merubahprotein jaringan lensa.
  18. 18. PenatalaksanaanKacamata: kacamata dengan lensa konveks untuk refraksiyang lebih kuat.Pembedahan: Jika penglihatan tidak membaik dengankacamata.Teknik Pembedahan Phacoemulsification Extracapsular Intracapsular
  19. 19. PENGKAJIANPerubahan aktivitasMual/muntah (Glaukoma)Penglihatan kabur/tidak jelasSinar terang ; silauGangguan fokus penglihatanMerasa diruang gelap (katarak)Tampak lingkaran cahaya disekitarsinar
  20. 20. CON’TKehilangan penglihatan periferFotofobia (glaukoma)Nyeri akibat tekanan disekitar mataSakit kepala (glaukoma akut)Mata berair ( glaukoma kronis)Riwayat keluarga
  21. 21. Pemeriksaan Diagnostik Pemeriksaan ketajaman penglihatan & lapang pandang Pengukuran tonografi Pengukurangonioskopi Tes Provokatif Pemeriksaan Oftalmoskop Darah Lengkap
  22. 22. Diagnosa KeperawatanGangguan sensori perseptual penglihatan b/dgangguan penerimaan sensori.Ansietas b/d perubahan status kesehatanKurang pengetahuan b/d pemajananinformasi yang kurangRisiko tinggi terhadap cedera b/dpeningkatan TIO, perdarahan intraokulerRisiko tinggi Infeksi b/d prosedur ivasif
  23. 23. Gangguan sensori-perseptual penglihatanMengkaji ketajaman penglihatan, matakabur, dan iritasi mataMengorientasikan terhadap orang &lingkungan sekitarnya.Penggunaan kacamata katarakMendekatkan barang & peralatan yangdibutuhkan…Kolaborasi : farmakologis &pemebdahan
  24. 24. Ansietas & kurang pengetahuanMengkaji tingkat ansietas &pengetahuanMemberikan informasi yang lengkaptentang kondisi , pengobatan ,perawatan hal yang harus dihindari.Ajarkan teknik pemberian tetes matayang benar.
  25. 25. Risiko tinggi terhadap cedera Mengkaji adanya ketidaknyamanan, nyeri, dan perdarahan pada mata, edema Pengaturan Posisi Pembatasan aktivitas Membantu dalam ambulasi Manajemen Stress
  26. 26. Risti terhadap infeksiTeknik aseptikMembersihkan mata dari dalam keluarMenghindari pemajanan yang tidakperluAntibiotik & steroidAntiemetikAnalgetik
  27. 27. Thanks…

×