Successfully reported this slideshow.

Power point (penanaman plasenta)

6,169 views

Published on

  • Be the first to comment

Power point (penanaman plasenta)

  1. 1. PENANAMAN PLASENTA/RETENSIO PLASENTA “INKAR SERATA” OLEH : KELOMPOK 4
  2. 2. Pengertian Retensio Plasenta Dan Plasenta Inkar Serata
  3. 3. Fisiologi Plasenta
  4. 4. Tanda-tanda pelepasan plasenta  Perubaha bentuk uterus.  Tali pusat memanjang  Semburan darah tiba-tiba
  5. 5. Cara mengetahui lepasnya plasenta :  Kustner, dengan meletakkan tangan disertai tekanan pada atas simfisis, tali pusat di tegangkan maka bila tali pusat masuk (belum lepas), jika diam atau maju ( sudah lepas).  Klein, saat ada his, rahim kita dorong sedikit, bila tali pusat kembali ( belum lepas), diam atau turun ( sudah lepas).  Strassman, tegangkan tali pusat dan ketok fundus bila tali pusat bergetar (belum lepas), tidak bergetar (sudah lepas), rahim menonjol di atas simfisis, tali pusat bertambah panjang, rahim bundar dank eras, keluar darah secara tiba – tiba.
  6. 6. Tanda Dan Gejala Retensio Plasenta “Inkar Serata” :  Konsistensi uterus       keras TFU 2 jari bawah pusat Bentuk uterus globular Perdarahan sedang Tali pusat terjulur Ostium uteri terbuka Separasi plasenta sudah lepas  Syok jarang
  7. 7. Gambaran dan dugaan penyebab retensio plasenta : Gejala Separasi/ akreta parsial Plasenta inkarserata Plasenta akreta Konsistensi uterus Kenyal Keras Cukup Tinggi fundus Sepusat 2 jari bawah pusat Sepusat Bentuk fundus Diskoid Agak globuler Diskoid Perdarahan Sedang-banyak Sedang Sedikit/tidak ada Tali pusat Terjulur sebagian Terjulur Tidak terjulur Ostium uteri Terbuka Konstriksi Terbuka Separasi plasenta Lepas sebagian Sudah lepas Melekat seluruhnya syok sering jarang Jarang sekali
  8. 8. Jenis-jenis penanaman plasenta/retensio plasenta :  Plasenta adhesiva adalah implantasi yang kuat dari jonjot korion plasenta sehingga menyebabkan kegagalan mekanisme separasi fisiologis.  Plasenta akreta adalah implantasi jonjot korion plasenta hingga mencapai sebagian lapisan miometrium, perlekatan plasenta sebagian atau total pada dinding uterus. a) plasenta akreta vilii b) Plasenta akreta kompleta c) Plasenta akreta yang parsialis
  9. 9. NEXT ......  Plasenta inkreta adalah implantasi jonjot korion plasenta hingga mencapai / melewati lapisan miometrium.  Plasenta perkreta adalah implantasi jonjot korion yang menembus lapisan miometrium hingga mencapai lapisan serosa dinding uterus.  Plasenta inkar serata adalah tertahannya plasenta didalam kavum uteri, disebabkan oleh kontriksi ostium uteri
  10. 10. KOMPLIKASI :  Perdarahan  Infeksi  Dapat terjadi plasenta inkar serata.  Terjadi polip plasenta sebagai massa proliferative yang mengalami infeksi sekunder dan nekrosis
  11. 11. Penatalaksanaan Retensio Plasenta  Sikap umum bidan : melakukan pengkajian data secara subyekitf dan obyektif antara lain : keadaan umum penderita, apakah ibu anemis, bagaimana jumlah perdarahannya, keadaan umum penderita, keadaan fundus uteri, mengetahui keadaan plasenta, apakah plasenta inkaserata, melakukan tes plasenta dengan metode kustner, metode klein, metode strastman, metode manuaba, memasang infus dan memberikan cairan pengganti.  Sikap khusus bidan : pada kejadian retensio plasenta atau plasenta tidak keluar dalam waktu 30 menit bidan dapat melakukan tindakan manual plasenta yaitu tindakan untuk mengeluarkan atau melepas plasenta secara manual (menggunakan tangan) dari tempat implantasinya dan kemudian melahirkannya keluar dari kavum uteri (Depkes, 2008).
  12. 12. MANUAL PLASENTA
  13. 13. Tekhnik Manual Plasenta Gambar 1: Meregang Tali Pusat Dengan Jari-Jari Membentuk Kerucut
  14. 14. Gambar 2 : Ujung Jari Menelusuri Tali Pusat,Tangan Kiri Diletakkan Di Atas Fundus
  15. 15. Gambar 3 : Mengeluarkan Plasenta
  16. 16. Catatan :  Bila tepi plasenta tidak teraba atau plasenta berada pada dataran yang sama tinggi dengan dinding uterus maka hentikan upaya plasenta manual.  Bila hanya sebagian dari implantasi plasenta dapat dilepaskan dan bagian lainnya melekat erat maka hentikan pula plasenta manual.
  17. 17. Komplikasi Tindakan Plasenta Manual  Terjadi perforasi uterus karena tipisnya tempat implantasi plasenta.  Terjadi infeksi asenden : terdapat sisa plasenta atau membran dan bakteria terdorong ke dalam rongga rahim.  Terjadi perdarahan karena atonia uteri.
  18. 18. THE END !!

×