Jong Arsitek!Mei08

6,102 views

Published on

SELAMAT HARI KEBANGKITAN NASIONAL!

Edisi keempat JongARSITEK!.

untuk BANGKITNYA pemikiran arsitektural bangsa ini...

untuk sementara bisa dibaca di :
http://www.slideshare.net/jongrsitek

link untuk mengunduh akan segera menyusul...

bagi rekan-rekan yang ingin berkontribusi, memberi masukan, saran,
kritik atau mungkin sumpah serapah, bisa langsung menyapa tim penyusun di

jongarsitek@gmail.com


jongArsitek!
adalah media bulletin kegiatan arsitek yang tujuannya
sebagai media dokumentasi kegiatan karya dan wadah
berkarya kita-kita orang arsitek yang dibuat oleh kita
dikerjakan oleh kita untuk siapa saja. Siapa saja bisa
berkontribusi dan meluangkan pikiran maupun wujud
desain yang memiliki makna yang terkadang di lewatkan
oleh orang lain, bahkan bos-kita. Gratis dibagikan
dan disebarkan dalam bentuk digital, fotokopi, print
out maupun di mading kampus-kampus, kantor, jadwal
kerja, atau sebagai poster di kamar anda, sebagaimana
bisa disebarkan sebagai berita baik, doktrinasi maupun
propaganda arsitektur dan issue-nya.
Awas penipuan dalam bentuk uang, laporkan ke Polisi
terdekat bila media ini di distribusikan secara komersial.
selamat membaca, desain menginspirasi

JongARSITEK!

Published in: Business, News & Politics
1 Comment
3 Likes
Statistics
Notes
  • sukses buat personil jong ARSITEK! pembahasan dar tiap2 edisinya smakin berbobot.., ok maju terus buat arsite2 muda kita...saya tungg edisi berikutnya
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
No Downloads
Views
Total views
6,102
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
18
Actions
Shares
0
Downloads
336
Comments
1
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Jong Arsitek!Mei08

  1. 1. when an architec- tural design draws solely from tradition and only repeats the dictates of the site, i sense the lack of a genuine concern with the world and the emanations of contemporary life. if a work of architec- ture speaks only of contemporary trends and sophisticated visions without tri- gering vibrations in its place, this work is not anchored in its site, and i miss the specific gravity of the ground it stands on. (Zumthor, Peter: thinking architec- ture, p.42) jongArsitek! arsitekmuda@googlegroups.com Selamat menikmati.. Desain menginspirasi Except where otherwise noted, content on this magazine is licensed under a Creative Commons Attribution 3.0 License
  2. 2. JongEDITORIAL ! Kontributor tanpa basa basi, anda bisa mengecek profil mereka langsung ke oleh : Danny Wicaksono edisi ini adalah edisi yang spesial. di terbitkan bertepatan dengan 100 tahun kebangkitan frenster dan media sosialweb lainnya. nasional, edisi ini menandai langkah JongAR- SITEK! menuju sebuah kelebihbaikan dalam membuat sebuah publikasi arsitektur yang gra- this edition is a special one. published in the time of tis. walaupun masih sebagian, tapi tim edito- our nations 100 years of awakening, it marks anoth- rial telah memutuskan untuk, mulai sekarang, er JongArsitek!’s step towards refinement in making menerbitkan JongARSITEK dalam format dwi- a free architectural publication. though still partial, bahasa. bukan hanya karena mulai edisi ini but the editorial team has decided to start making kedepan kita akan mempunyai kontributor dari this publication in bilingual. not just because starting negara lain, tapi juga karena kami ingin mem- this edition forward we will have contributors from perkenalkan arsitektur indonesia baik yang ter- other countries, but also because we want to in- bangun maupun masih konsep dan pemikiran troduce built or conceptual indonesian architecture, arsitek-arsitek muda indonesia kepada dunia. and the thoughts of young indonesian architects to kami percaya dengan melakukan semua hal itu, the world. we belief by doing so, we will always have the awareness needed to keep on refining our ar- kita akan selalu memiliki kesadaran untuk terus Bert de Muynck chitecture, and pushing ourself to keep setting new “menajamkan” arsitektur kita, dan mendorong http://movingcities.org/ bars and standard in architecture in order to speak- diri kita untuk terus menetapkan batasan dan adikritz standar baru dalam arsitektur untuk dapat ber- up more in the international architectural scene. bicara lebih di dunia internasional. http://profiles.friendster.com/adikritz aside from our regular contributor and Yoga, this edition brings us our friends from mexico, Produc- disamping yoga dan kontributor-kontributor tora. Carlos Bedoya, Victor Jaime, Abel Perles, and kita yang lawas, edisi ini kedatangan teman-te- Wonne Ickx are emerging young architects whose man baru. dari meksiko ada Productora. Carlos works have been published in several international Bedoya, Victor Jaime, Abel Perles dan Wonne publications. Another cool person to be involved in Ickx adalah arsitek-arsitek muda dari meksiko this edition is Bert de Muynck. along with Monica yang sedang “tampil”, beberapa karya mereka Carrico they founded and direct MovingCities, a sudah mendapatkan banyak publikasi interna- beijing based think-thank that investigates the role sional. teman asik lainnya yang juga ada di edisi that architecture and urbanism play in shaping the contemporary city (taken from movingcities.org). ini adalah Bert de Muynck. bersama Monica danny wicaksono Carrico mereka mendirikan dan mengarahkan http://profiles.friendster. Bert also has write for many internationally known PRODUCTORA media such as MARK, DOMUS,Archined, etc. Movingcities, sebuah badan riset yang berbasis com/3982445 Margareta Amelia Miranti di beijing. Movingcities menyelidiki peran yang http://www.productora-df.com.mx/ having them contributing for our free magazine are di mainkan arsitektur dan urbanisme dalam http://www.facebook.com/profile. two great things!! membentuk sebuah kota kontemporer. Bert php?id=725640933 juga telah menulis untuk beberapa media yang it’s 100 years of our nation’s awakening, let’s do all sudah lebih TERKENAL seperti MARK, DO- the real things! MUS, Archined, dll. jadi, kedatangan mereka di edisi adalah dua hal yang luar biasa buat kami!! sudah 100 tahun sejak negara kita bangkit. mari lakukan semua hal yang nyata! Wiyoga Nurdiansyah Paskalis Khrisno Ayodyantoro substudio99@gmail.com rafael arsono www.facebook.com/profile. http://profiles.friendster. php?id=547254387 com/8063285
  3. 3. p4 jongArsitek! mei 2008 | desain menginspirasi jongEditorial sambutan dari redaksi kita p8 jongTulisan Mediocrity and The Metropolis p10 jongSketsa Toraja 2006 p12 jongTulisan Arsitek Muda dan Kebangsaan kita2 p16 jongTulisan Kebangkitan Arsitektur Nasional p20 jongGambar Limac p26 jongGambar Rumah Arsitektur Reduksi p32 jongReportase Membangun denyut kota dengan Arsitektur
  4. 4. Mediocrity and When in China, it is hard to tell whether might produce something new. What one we see a translation of a Western can see here is the denial of the ideal forms of urban development, a strange hierarchy of the crucial and the incidental. dialogue between Western and East- The urban and architectural development the Metropolis ern forms or a continuation of Eastern concepts. of Beijing, or of any large city in China that combines in its urban progress a mix Beijing‘s urban evolution benefited from of anonymous blocks, ill-shaped people- a strange form of equality. In its rush to scrapers, robust government buildings, become a modern city, or at least having sharp museum sites, iconic office build- the appearance of one, its planners and ings, small parks,... is the conquest of developers unconsciously, or deliberately, urban space, a performance that can mixed up the eminent with the poor be compared with the “true wrestling” by Bert de Muynck architects, the sharks with the piranha’s, as analysed by the French philosopher co-existing in one fishtank, and opened and linguist Roland Barthes in his book the door for second-class and third- Mythologies (1970). What could be hap- grade foreign architects. Someone even pening here, and nobody actually seems said that China opened its doors for to know what is happening, is architec- unqualified architects. Even if that would ture conceived, planned and designed in be true, one couldn’t spot the difference second-rate offices, by the avant-garde between all their designs. Consequently, or the large design institutes, the objec- Beijing presents to its inhabitants and tive is to present a spectacular nature. To visitors a city where good and bad paraphrase Roland Barthes: “the public designs are harmoniously intermingled. is completely uninterested in knowing When in Beijing, know that this evolu- whether the urban development is good tion is not unique to the Capital City, but or not, and rightly so, it abandons itself potentially could be the way how all cit- to the primary virtue of the spectacle, ies in developing countries are or will be which is to abolish all motives and all dealing with their progress. consequences, what matters is not what it thinks but what it sees.” When in China, deal with speed. When in China, deal with the understanding of the speed within the country itself, as well the speed it forces upon the understanding of rest of the world. This new organization of the world is both based on the invasion of architecture on previously unexplored territories as on what Paul Virlio describes as the recapitulation of the world “a sort of recapitulation of the world obtained by the ubiquity, the suddenness of military presence, a pure phenomenon of speed, a photo by Bert de Muynck © phenomenon on the way to the realization photo by Bert de Muynck © of its absolute essence.” When in China, When in China, make sure to explain ev- deal with the mediocrity that speed is When in China, inhaling and exhaling the ever present perfume of construction sites, erything, even if it makes no sense at all imposing on the city. being exposed to the constant change of cities, when trying to understand and being part of an urban flight forward, it can be at times very difficult to understand what and when in the need to do so, remember the words of Fei Qing who stated that Bert de Muynck is an architect, writer and is really happening. The question one asks oneself when floating in the eye of the storm is how to force a standstill, how to suspend one’s enthusiasm, how to put one’s from the point of view of Chan (the Chan director of movingcities.org. He lives and Sect of Buddhism, known in the West by work in Beijing, China. feet back on solid ground? How to cope with the exhausting and narcotic nature of transformation? How to stay away from notions of transition and move into a more the Japanese name Zen, which emphasiz- appealing, fundamental and necessary way of analysing, debating, participating and es simplicity, spontaneity and self-expres- designing. sion), putting unrelated things together
  5. 5. jongArsitek! mei 2008 | desain menginspirasi 10 11 Toraja, Copyright Margareta Amelia Miranti, 2005
  6. 6. arena alah k jongArsitek! mei 2008 | d e s a i n m e n g i n s p i r a s i k ita ad roduk lahan p ng Kesa iru adalah tar belaka l- kita t an la hasi k g selalu a, bu t men yang ran merek reka dapa erja dan k i e k an pemi embuat m reka. Etos n pemikir m e ka yang mikiran m enghasil put dari e m lu kan p itas yang hal yang nyakan m ental menjadi rena keba pemalas lalu , ka ah itu se atan kita nesia adal yang ada m nga usia indo apa pe deng an kan an ita bu dari m ukup puas Bangsa k emilih c a. m yang an merek rena kita an bangsa a d i tang enemu k akai. Buk kehilan- sa p adi pem takut ah bang enj erlalu c un tuk m h karena t kan peme ya elaja penj nyamana ban n. Bu yakan han ata. y e ke hal n gan k h karena a berbuat rsitektur l a d a masa luh daripa an bahwa han dan meng e ata rla ena Keny erjalan pe mang kar k lal ub sif me ba nya adi se rogre rlalu kita j kurang p karena te r seharus- ak an sa - tamp faktor, d paling be aktor-fak f b anyak api kritik n kepada masing r. T ka g- . fakto ujukan bu ada masin angsa ini - ny a dit etapi kep ada di b rhu bun in, t yang ng be tor la u arsitek esuatu ya ra ini n uman id la s ega alu a daa kekag ikir indiv Sega unan di n gkan. Terl saya ang gun diri, Bagi ap buah p b tang h membin tur itu sen Mud Kit ad ng an ten si k iha n terh lah hal ya galan. g mang ma iluar arsite li arsitek. a erleb ing ada ting me al, d enda tidak bis al sitekgsaan an ruang b as lalu k e ng se - yak h iluar k ek n alam sing d h mereka ya orang at kita se orang asi kan ban berada d rarti arsit institusio Ar an adi a i ole a u emb an bahw a anya al yan g an b li. Secara ugas dari e Menj k diis buat s m kin dari k eb hh i buk a t ya , mem a Keya ih hebat sia) adala i Tetap mbil kend nang dan al ini IAI, lebi h ban superior” n berusah u leb g indone Berada d men ga wewe , dalam h iluar IAI Keb g lal n g “ al, ya n yan teryakini ngamati d ari merek k a a n . a mang si kita gd asion a (ora salah 6 (ad ni me fe a yan intern unia pilih a yang anyak me eberapa d entar untu g kit ternyata iantara ng as- i osiasi pro berarti kit a-apa. ono r tektu uruh d am lebih b b eb yan yang ensi itu, d esia) ora dar as i bukan ap orang aks i arsi u dal genal diri s ritas ukan mua k y Wic kon l frens ik dari se pektif bar getiran untuk men . Menarik am inferio angan ko nfer ari indon t saya sa tetap isa melak tah dan se utuh untu : D ann buah ng menar buah pers a. Ada ke d alam ir i dal i perbinc mem- ang d membua i besar tid ak b Pem erin acana. B ih e gah s ek pali ni ng lebih sisikan d erbaga 4 or a d w leb oleh h-ten ikan se ta du m ya kuka n n, ing lainny ka menja mereka butuh yang ang di t tenga biro arsi r member ya di ma ksi beraga onesia. m empo yakini. B g saya la adaran lai me re an g a ega ra ini preseden t desain y B erada oleh 100 nar-bena sitekturn aksi-rea tur di ind nai sela lu ter atan yan buah kes r dengan b ahwa ublikasi y an. Ketik n di n lihatkan k meliha rsitektur diri be n ar Re tek nge gam se jaja ap atk dia r di pe utuh untu melihat a bahwa ada di ha s Herzog, onesia da g dimulai. ntang arsi buruk me ta. Bukan dan pen a kedalam ya bisa se narnya karen n dan dap an, kemu g B k Jac que sisi Ind pan yan hua n te lik asi kt ur ki asalah a say sebenarn hwa sebe leh baw kita la kuka ublikasik n apa yan baik. utuh untu ereka tahu tentang at po percaka ketidakta ntang pub tang arsite ahas m n ba imiliki o kalah terp aka di yang ik. B , agar m ebih baik ruang melih setiap te n b a a bahw . Keyakin yang d a telah , seakan- enja ba k l n ndak an engar aik te a mem rupny tidak ca m agian g bai yang aupu dalam nya mena ak mend ta-berita b ar merek entang ko n kenal m ereka arsitektur depan kita wa saya terba lakukan udian seb yang yan ungkinan ng kota m il. y i g t a r h rek a m a c a n r semu a lebih ba ingkan be a menden timur atau eka tahu d tas te ba iki kuali pa arsitek eyakinan ih memil ran me g benar. K meniru a na e pa kem Baik ru ih ke . g leb k d tik Mere sia di ban ngkan ke ia di timo nyakan m r- er be bera ka. K saya) mas ik pemiki palin kita akan kan, kare u ruang skala yan ere e a indon g menyen sasi manu yang keb s a an m an deng nyak tem sampai d ang mere - itit ka k arsite ereka lak gganggap u it dalam an a h m e n hal y garan hak , tapi itula ba k y (dan patan untu sitektural ketika me n tel ak yang m ar. li ah g ta a pelan ntahan ki . k esem capaian ar dapatkan esentasik bany aling ben ri a en ya pr p peme indonesi dan p Hal ini sa reka mem a akan di yang ng . e r tenta i milik diantara m yang seg e a hat 2 ran merek ki pemi . n b angu
  7. 7. jongArsitek! mei 2008 | desain menginspirasi mlah an ju dian u deng kir kemu ak din gkan ya pi yang ini? ( pel - ip erban ta IAI, sa kualitas d i Siapa peran kon jika d n anggo an la- bil ulang a? deng isa se engam finisi d mi lis da kit arsitek ta tidak b n atau in asi ak an m ng mende kinkah an gota ang terlalu s edi . Ki i ini n pak Si laba ka s i-nom embuat aman ya s ) mung neger mere mina bisa m j a masih ta-rata di g-agungka ngagumi pernah an no a - orerit .. ra un me nia (d seharusny ntuk mem kta temp nya anda. n du ral, - atas ngag an hidup yang sud engkh- ah jaiba itektu nsi u a. Fa arus un ke isa me ea a 7 k ran ars pote kit H 0 tah m anya angun d lang apa seperti m dap bahw ri kit a ber p singkat definisi ang at 10 a hanya b n ha ki u n y a Rom o M efinisi u saya itu ka ter u Fakta uah pemi setiap da alam hid untuk me sadaran Dalam sem angsa, sa gat itu ak end n. Bagi pa m kuka aan mere anya selal hb wa dala pikir bah ban duni berpoten i sebuah ad si ke gun kita nb n sema yata dari tan cint am , a) a ban bang ap bahwa bih n ka la an ke sa sel nomo ainny ) ber eajai dian enjad mem mere edikasi d ta tidak bi , Adi Pur diri di l a (arsitek ya, satu k gun kemu rusnya m ncang dan kita r berha ud nyata, rika. le id i ianat tur. Pun, k ndra Mat sedang be in r kit kn n a etida ng kita ba daban, seh daran me ab profes an bahwa ra i ewuj buah reto s m arsite k A ng buat, apa ya h per a sa ng ja w ngata k se ankan ekara sia. m ke ahwa aan sebua a kedala an tanggu ofesor me a-biasa sa p dari h ja. anya elu h mengedep ja yang s ur indone bih ban- b kata erk a sa ekt le g da y ba w at d kebu elalu kita h martab a seorang sa yang b bahwa se rapa p r ia s tia kata- dan b banyak dan siap epan arsit tu nya ada n tua, yan n ber angkitan ebat terd dah wak u - s la d yang tinggi ini ndengar a ita ini ban saya yaki i. Dan be aing g n be kit da ri keb Berd dak akan bah garda tau p eleng bang a 14 ti me ru Su uda a ereka. M emberi . se me r, k pi dir ers Mari selamat h 15 ilis ek m kita Saya ngsa besa dari itu, ta endiri-sen ita bisa b untuk di m dak akan n. Hanya -arsit dengan m onesia. M gan yata. l... kesah ya. Ti a rsitek g d n an ba ih setuju ran kita s n bahwa es Herzog bukti k n na n nyata em- yak a bersandin sitektur In onesia de ng i buk b a a nasio guna an dan ke g akan m milis ri erdi jalanan ar d ur In i dunia. Ya k ita in ak bisa le an kebes embuktik leh Jacqu ah sebuah tural a n i b kt id n g o al k kead orang ya i tenar d h ke- per arsite saing d . Atau . Saya t hirkan de ada yang m diberikan ra ini) ad iran arsite yang t d kapi lain bagi milis n a a s ediki a. Menja a meruba end- a p at ber i selebriti terbangu ki ta dil da sudah kuan yang k sement tas pemik uk mereka terlalu ny is c warn s yang da an lag ur asi mu ga ntu la nt h baca berarti b kita yang alan ta k sitekt ublik ekan r. Pen ia, (u siona gun u adala kan sitektur dan ber j kuali tuhkan bu al tanpa ar l nyata. P l atau r dunia lua k Indones an interna gilan ban uruk kita erusaha bu u r ha ktura di site aku ng an b b n ar rut ng kita b a arsitektu n adalah arsite ng ar peng ah pa biasa tanpa sala- adaa carut ma yakan ya ian acan a butuhka pemikiran alitas nya ta 2 ora gi adanya ligus sebu nesia. Ke m-kagum gulagi ke kang g n d w a Indo rkagu n r bela erun pat. Keba tru kemu cara- kit ng ku erting . Sek n me Yang litas tenta un dengan pa t ak bangsa ya arsitek ya bisa te kemudia ukan lata d i tem milis jus banyak a k a g ej auh a an iri n ha n da n a. B an. di di ya berku tur terban ihat s isa aku d yang ama, anny gkatk tenar ersuara hkan ban un- ek a mel rbangun b n meng dari kita tik yang s k pemikir uknya. di tin harus b a m arsit rata-rata. s100 say tur te ka i t arus yang tidak diskusi, b pernah n s rdo ek emah bany ak apai t produ mben ang h n a a ak hu diata Di O tang arsit i menterj ana menc a, meniru s yang me bangun y sia moder harus bis acar yang tid ta alam n ada n ten teknolog . Bagaim untuk ng sam talita a kualitas n Indone baru yang un dari h . D ngkin a an ya en mala a sekali ap bula api na tek an an m ad gu un ng m i kemu . Bagaima porer arsi kam deng hal-hal h mikiran d angsa ini ayaan ban aan bang dayaan ba c ul sa -rata set is AMI. T r tarik n kontem tu dibung etail dan pe Di b ebud Kebuday gan kebu ak- ata il tu di gk a kar ini, r sting di m ak arsitek ngan ikira gkinan i entang d ah karya a t entan ukukan. tual den i. semu o y e pem mun t kiran rb u i atas 260 p rapa ban epadan d lis ak alam t sebu narny Pemi un dan te iskursus m di dunia in reaks be s u ketid ran mend membua a kita sebe kan g n bagai ada gun yang yang tert a se- ki ng an ah n d terba g dan ber dayaan lai muncul s e n d pemi ya ya gaim sar, b in terba s wacana kir jika a uara, ecil lainn kerja. Ba jadi sebe a di muka bersa yaan-keb tentik yan u g ta i rs k e k d a kuali s? Saya p yang be h ktur b i untu ang a kita ebud ang o ini. ili ng bi arsite iki potens apa saja y benarnya ama, k ntukan ru al bangsa di m k itu ora edikit le angun emil si se g s e on a s b m r dari ahwa i yan r- B ristik regi bany snya ada ektur ter baik ebih besa mikiran b an potens ita mempe te ru it ih l ni. P e ng k seha k lagi ars ang leb g. umi i i ciptakan h bagaim de ana a y n b bany n kualitas a sekara ad ala enga yang ad semu erbeda ad rsebut. d apa ya ng b otensi te dari an p lakuk photo by adikritz
  8. 8. jongArsitek! mei 2008 | desain menginspirasi Kebangkitan 10 tahun telah berlalu dari krisis mon- eter, pembangunan segar kembali, kota dan arsitektur kembali hidup. Bagaima- na pun juga bangsa ini masih carut- marut, berbagai masalah saling bersam- “Arsitektur” but. Masalah kemiskinan paling terasa, apalagi baru saja harga BBM naik lagi, rasanya makin mencekik. Namun yang lebih parah lagi—mengutip almarhum Sophan Sophian—masalah sesungguh- nya adalah merosotnya kecintaan orang The South Corner of Borobudur, taken from Gabisa Motonia Indonesia pada bangsanya sendiri. Nasional under creative common license in http://www.flickr.com/pho- tos/gabisa_motonia/2517540/ Lalu bagaimana kita, sebagai arsitek, mencinta bangsa ini? Jika anda mendengar pertanyaan ini klise, berarti anda berada di antara telah/sedang berbuat sesuatu atau Oleh Rafael Arsono 16 seorang pesimis tentang masa depan 17 negeri ini. Bung Karno pernah meletakkan dasar-dasar kota modern pada Jakarta. Koridor Thamrin-Sudirman adalah axis-nya. Sebagai presiden pertama Indonesia, beliau tahu betul kita butuh Tokoh senior perfilman, mercu suar. Gelora Bung Karno, Hotel Indonesia, MONAS, adalah salah satu sophan sophian, wafat Gelora Bung Karno, taken from Visual Of Maitra under bukti bahwa arsitektur bisa digunakan creative common license in http://www.flickr.com/photos/vi- dalam kecelakan sepeda sualofmaitra/144525051/ sebagai political tools. Indonesia pun langsung mendapat sorotan dunia. motor, merangka road- Keberadaannya masih bisa kita awasi show jelang hari kebang- sampai sekarang, MONAS masih men- jadi tempat favorit lari pagi walaupun kitan nasional. Beliau dipagar, serta Hotel Indonesia yang di- dikenal sebagai pribadi implants oleh monster dibelakangnya. Paling tidak Gelora Bung Karno masih yang cinta tanah air. Ket- utuh dan sering dipakai untuk—seperti erlibatannya dalam dunia beberapa pekan lalu misalnya—tempat perayaan Hari Kebangkitan Nasional, politik adalah salah satu dan sehari sesudahnya menyambut kekalahan timnas sepak bola Indonesia bukti kepeduliannya Bunderan HI taken from Antonius Armand under creative dari FC Hollywood (Bayern Munchen) pada negeri ini. common license in http://www.flickr.com/photos/antoniusar- mand-d70/242560/ 1-5. hmmm…..
  9. 9. jongArsitek! mei 2008 | desain menginspirasi Adalah H.W. Daendels, gubernur VOC yang memindahkan pusat pemerintahan dari Batavia Arsitektur mengalami perkembangan positif mengingat makin banyak penghargaan yang di- ke Weltevreden—saat ini area lapangan Banteng berikan pada arsitek maupun karya arsitektur yang dinilai inspiratif. Media membahas arsitektur dan sekitarnya. Menurutnya downtown Batavia pun menjamur —terlepas dari sekedar muatannya yang instant dan kitsch. Arsitek pun makin telah tumbuh tak beraturan, gelap dan banyak populer dan diterima masyarakat. Di tengah majunya pekembangan ini, saya rasa negeri ini penyakit. Weltevreden dibayangkan sebagai butuh mercu suar-mercu suar baru. Yang kontroversial namun akhirnya dibanggakan, yang gi- kawasan pemerintahan yang baru, tertata rapi gantik dan bikin melek dunia. Yang filosofis dan bermakna dalam bagi bangsanya, penuh makna dan elit, sebuah uppertown. Dari sinilah Bung simbolik yang disukai masyarkat Indonesia. Arsitektur penerima awards dari arsitek-arsitek Karno kemudian mematok Koningsplein sebagai beken negeri ini telalu terprivatisasi. Bukan hanya karena ‘mereka’ kebanyakan bangunan privat kawasan MONAS, sebuah urban square Jakarta Istiqlal Mosque taken from HKmPUA under creative (rumah tinggal), tapi juga kesempatan yang langka dalam sebuah proyek arsitektur. yang optimis menggapai masa depan. Sejarah common license in http://www.flickr.com/photos/ bisa menjadi inspirasi yang luar biasa. hleung/227775505/ Di samping itu, negeri ini butuh lebih banyak pendekar arsitektur. Soejodi-baru, Silaban-baru, Mangunwijaya di era digital. Saya pahami globalisasi meracau lewat TV, majalah, internet, na- Namun masyarakat sekarang tidak bisa kita mun proses cinta tanah air juga butuh proses “cuci otak”. Saya mengalaminya selama kerja seb- samakan dengan jaman Bung Tomo. Lifestyle-nya agai arsitek di bawah Yori Antar, sosok yang patut dikagumi atas kecintaannya pada Indonesia. berbeda. Dulu sama rasa, sama rata. Sekarang Selama tiga tahun di Han Awal Partners, saya dapat kesempatan ‘keliling’ Indonesia dalam mati rasa. Dulu anak-anak main layangan, lari-lari berbagai keperluan, kalau tidak kerjaan kantor, ya jalan-jalan bersama seluruh arsitek kantor. Di di lapangan. Sekarang anak-anak kecil di desa Pulau Nias, kami keluar-masuk sungai, naik-turun bukit, hujan-hujan,di desa Gomo. Gotong- mainnya Playstation di warung sepulang sekolah. gotong motor, masuk hutan, memburu rumah tradisional Nias. Tiba disana seperti masuk mesin waktu, jatoh ke jaman batu karena arsitekturnya yang rough dan primitif dilatari pemandangan Mengutip Andre Hirata, penulis kuatrologi Laskar alam langit biru, sawah hijau, pohon kelapa miring kesana-kemari, serta pegunungan, benar- Pelangi, we gotta have self-respect!. Arsitek mesti benar nyiur melambai, khas Indonesia. 1 1 lebih berperan dalam berbagai aspek kehidupan. Budi Utomo tahun 10 yang dikenal sebagai Tanpa disadari perasaan ini merasuk. Semangat itu muncul. Ok, enough concerning our gov- Monumen Nasional taken from elbisreverri under Kebangkitan Nasional dipelopori kelompok para creative common license in http://www.flickr. ernment’s rapid incapabilities conserving our national heritage, but you really has to be there!. Dokter. Bukan tidak mungkin dengan self-respect com/photos/elbisreverri/11447/ Memang banyak kontroversi pada roadshow almarhum Sophan Sophian yang dinilai terlalu dan pride being Indonesian, gerakan Kebangkitan mewah dengan moge (motor gede) dalam mengelilingi pulau Jawa. But hey, you really have Nasional berikutnya dipunggawai para arsitek. to travel around to love this country, dude! No matter how!. Jalan-jalan keliling Indonesia, kunjungi sampai ujung-ujungnya. Ketahuilah negeri sendiri sebanyak negeri orang. Selayaknya Ketahui dan hargai diri sendiri sebagai bangsa In- Romo Mangun. donesia. Terdengar sedikit old-fashioned?? Sama sekali tidak… Teringat tahun 2005, dalam keberangkatan menuju presentasi final sayembara Menara Ma- luku di kota Ambon. Sehari sebelumnya, sekitar jam 2.00 WIB saya bersama Yori Antar dan Jay Subyakto, seorang artistic director jebolan Paskalis Khrisno, mengalami masalah dalam bagasi karena bawaan sebongkah peti isi maket, arsitektur, selalu menyuarakan kecintaan pada yang menyebabkan gagal berangkat. Saat itu saya benar-benar pusing seketika karena saya tanah air dalam tiap kesempatan, baik dalam yang melakukan koordinasi, termasuk mengurus bungkus maket dan perjalanan tersebut. Dunia perbincangan sehari-hari maupun karya-karya rasanya mau ambruk, kerja-keras dua bulan penuh sia-sia, rasanya seperti mimpi buruk. Di ten- videoclip HUT-Indonesia yang patriotik. Bangsa gah saya minta maaf atas miskalkulasi tersebut, Yori menyatakan, “Tenang saja Rafael, seperti ini sedang tertidur, orang-orang lupa akan harta kata Bung Karno pada sayembara MONAS, cuma orang-orang yang benar-benar cinta tanah karun bumi Indonesia, begitu ujarnya. Dalam air-lah yang bisa ikut dan memenangi sayembara ini!. Kita cari cara bagaimana sampai kesana. karyanya, Jay banyak menyiratkan simbol-simbol Nggak peduli pakai sampan, naik balon udara, pokoknya kita harus tuntaskan ini semua dan persatuan, seperti formasi berputar membentuk hadir disana besok!”. lingkaran, di-shoot dari atas. Tombak-panah yang dilempar ke langit saling bertemu. Penggambaran And with God wills, we happened to be there, and won the first biggest national competition sekelompok orang keluar—bak zombie—dari ever held. lumpur, simbol bangkit dari segala musibah yang menimpa negeri ini, khususnya lumpur Lapindo. Hidup Arsitektur Indonesia!! Menara Maluku Copyright 2005 Han Awal Partners and Architects, Designed By Yori Antar, Djuaneni, Rafael Arsono, Paskalis Khrisno Ayodyantoro
  10. 10. Limac (Museum of Contemporary Art, Lima) Lima, Peru P R O D U C T O R A Project: Museum of Contemporary Art Client: Sandra Gamarra (www.li-mac.org) Date: September 2006 (project) Location: Lima, Perú Total surface: aprox. 12.000 m2 Type: public building Architects: PRODUCTORA (Carlos Bedoya, Wonne Ickx, Victor Jaime, Abel Perles) Colaborators: Jorge Cárdenas, Gerardo Galicia, Valeria Marini, Ivan Villegas, Paulina Santoyo. Renders: Exterior render in D by Gerardo Galicia. 20 21 The project for the LiMac combines two distinct museum typologies: the nineteenth-century museum, which consists of a succession of rectangular rooms (the classical exhibition space), and the museum space of the twen- tieth century, the white open space of the loft or gallery (the free floor-plan with columns). A gradation of volumes in the central area of the LiMac is developed as a series of columns on a free floor plan at one side of the space, and an exhibition hall converted into a group of square rooms divid- ed by corridors on the other side. As a result, the museum space creates an ambiguous relationship between the contained exhibition “rooms” and the open space that flows in between the volumes. A perimeter of auxiliary spaces is organized around this central exhibition space and is illuminated and ventilated through vast green patios cut out of the landscape.
  11. 11. jongArsitek! mei 2008 | desain menginspirasi Render of museum in desert landscape. (by Gerardo Galicia) 22 2 LiMac is an invisible museum. The in- ternational impact of expressive, daring, and loud museums—like Frank Gehry’s Guggenheim Museum in Bilbao, Spain, or Zaha Hadid’s museum in Wolfsburg, Germany—made us question this evolu- tion in contemporary museum architecture. The idea of building a museum hidden in the desert’s topography offered an attrac- tive alternative. We thought of a building without facade or silhouette—a building absorbed by the landscape—hiding a mysterious space inside, almost like an Egyptian tomb. We imagined a labyrinthine space lit by patios and roof lights, perceiv- able only as a series of excavations or 0 25 m triangular surfaces breaking the existing drawing plans topography—an abstract composition in the Peruvian landscape. Organized almost Finally, this museum represents an ambition. It not only expresses our be- exclusively on one level to eliminate costs lief in the necessity for a center for contemporary art in a metropolis such for personal and freight elevators, the as Lima, but it also communicates our desire to build an architecture of museum also minimizes the use of air con- spatial mystery and delight. An architecture that refers to forgotten pasts, ditioning through its underground place- generates new experiences, and leaves—like a Nazca drawing—a trace in ment, where temperature and humidity lev- the desert. It is a manifestation of contemporary culture and architecture in els are far more balanced then in the open the landscape of Peru. desert of Peru. section
  12. 12. jongArsitek! mei 2008 | desain menginspirasi PRODUCTORA info@productora-df.com.mx www.productora-df.com.mx All drwing’s copyrights belong to PRODUCTORA.
  13. 13. jongArsitek! mei 2008 | desain menginspirasi 26 27 Rumah Arsitektur Reduksi Nama Proyek : Rumah Bintaro Lokasi : Bintaro, Tangerang Desain : 2005 Selesai Dibangun : 2006 Rumah Bintaro merupakan perwujudan konsep arsitektur reduksi. Semua elemen desain seolah ditempatkan ke titik terrendah. Mulai dari pemampatan fungsi ruang, penyederhanaan bentuk, dan penggunaan material mentah, sehingga pada akhirnya dapat menekan biaya pemban- gunan. Ruang ruang direduksi seminimal mungkin untuk mendapatkan fungsi ruang yang Arsitek : Wiyoga Nurdiansyah Struktur : Alex Kontraktor : Alex Luas Tanah : 0 m2 Luas Bangunan : 5 m2 maksimal,walau dengan luasan yang minimal.

×