Kota Pangkal Pinang : Pusat Ekonomi BabelJonathan Reynaldi9 C / 22SMP DON BOSCO IIJalan Pulo Mas Barat V, Jakarta TimurDes...
iJonathan Reynaldi9 C / 22Kota Pangkal Pinang : Pusat Ekonomi BabelSMP Don Bosco IIJalan Pulo Mas Barat V, Jakarta TimurDe...
iiLEMBAR PERSETUJUANPembimbing Materi( Yustina Periyanti )-Wali Kelas( Elisabeth Sri Haryatni )-Kepala SMP Don Bosco II( D...
iiiPENGANTARPuji dan syukur penulis haturkan kepada Tuhan YME karena atas bimbinganNyapenulis diperbolehkan untuk menyeles...
DAFTAR ISIHalaman Judul .....................................................................................................
3.3 Kondisi Geografi......................................................................................143.3.1 Topograf...
1BAB IPENDAHULUAN1.1 Latar BelakangPemilihan kota “Pangkal Pinang” sebagai judul karya tulismemiliki alasan yaitu karena k...
2ke kota ini, seperti suku Batak, Minangkabau, Palembang, Sunda, Jawa,Banjar, Bugis, Manado dan Ambon. Dengan alasan inila...
31.2 Identifikasi Masalaha. Bagaimana sejarah terbentuknya kota Pangkal Pinang ?b. Apakah tujuan dan hasil pemekaran provi...
41.4 Ruang Lingkup1.4.1 Perpustakaana. Menjadikan penulisan karya tulis ini sebagai contoh penulisankarya tulis selanjutny...
51.5 Metode dan SumberMetode yang digunakan dalam penulisan karya tulis ini adalahStudi Pustaka. Sedangkan sumber referens...
6BAB IISEJARAH KOTA PANGKAL PINANG2.1 Sejarah TerbentuknyaKota Pangkal Pinang adalah ibukota provinsi Bangka Belitung,bagi...
7“Ada ibukota provinsi” adalah salah satu syarat untuk dapatterbentuknya sebuah provinsi. Maka dipilihlah kota Pangkal Pin...
8tahun 1955 (walikota ke 44). Kemudian dengan surat keputusan PresidenRI tanggal 1 Oktober 1960 no.558/M ditunjuk M. Saleh...
9KM2 menjadi 89,4 KM2 dan dengan pemekaran itu meliputi tiga desa dariKabupaten Bangka yakni Desa Air Itam, Tua Tanu dan B...
10BAB IIIGEOGRAFI DAN IKLIM KOTA PANGKAL PINANG3.1 Posisi Geografis3.1.1 Letak Astronomis dan Luas WilayahPosisi geografis...
11Keterangan gambar :a. Warna merah adalah letak kota Pangkal Pinangb. Warna putih adalah letak provinsi Bangka Belitungc....
12dimekarkan menjadi 4 Kabupaten. oleh karena itu, Kabupaten Bangka jugadikenal sebagai Kabupaten Bangka Induk.b. Kabupate...
13Belitung. Juga merupakan daerah tujuan transmigran dari Jawa Barat,Jawa Tengah, dan Jawa Timur.f. Kabupaten Belitung Tim...
143.3 Kondisi Geografi3.3.1 TopografiKondisi topografi wilayah Kota Pangkapinang padaumumnya bergelombang dan berbukit den...
15dilakukan pengecekan dan hasilnya adalah hampir seluruh daerahPulau Bangka Belitung berpotensi alam tambang timah.Sedang...
16pinggiran, yaitu Desa Tuatunu dan Desa Air Itam cukup potensialmenghasilkan lada dan karet. Kondisi geologi umum di daer...
17berbentuk cekung dimana bagian pusat kota lebih rendah, sehinggakeadaan ini memberikan dampak negatif, yaitu rawan banji...
18BAB IVSOSIAL EKONOMI KOTA PANGKAL PINANG4.1 Makro EkonomiPada penjabaran tentang makro ekonomi, sub bab ini menggunakans...
19Untuk jumlah penduduk miskin yang masuk dalam kategorikeluarga pra sejahtera dan sejahtera I pada tahun 2005 adalah seba...
20kerja baru yang secara langsung akan menambah produktifitasdaerah, disamping fluktuasi perekonomian Kota Pangkalpinangse...
21belum dapat dijadikan indikator kesejahteraan masyarakat yangmencerminkan kemampuan daya beli masyarakat. Peningkatannil...
22motivator maupun regulator yang dapat menjamin terwujudnyakepastian berusaha bagi masyarakat luas.Terciptanya kepastian ...
23barang-barang yang diimpor meliputi barang kebutuhan pokok,komponen otomotif, bahan bangunan serta produk-produkkebutuha...
24Sementara ini pada tahun yang sama total fasilitaspembiayaan kredit yang tersalurkan sebesar Rp. 826.071,-juta,dengan de...
257Pengangkutan, Pergudangan danKomunikasi3.402.000.0008 Jasa – jasa dunia usaha 15.272.000.0009 Sosial Masyarakat 1.290.0...
265. Lapangan Golf Girimaya6. Chinatown, Makam Belanda (Keerkhof)Untuk menggiatkan kunjungan turis terhadap pariwisatakota...
274.4.2 Transportasi yang mendukung kegiatan ekonomiUDARABandar Udara Depati Amir melayani penerbangan 10 kali seharidari/...
284.4.3 PendidikanPendidikan adalah hal yang cukup penting dalam perkembangansuatu negara atau daerah, begitu pula halnya ...
29menjadi 8.617 orang murid (7.824 murid SMP dan 793 muridMTs).Penurunan juga terjadi pada jumlah murid SMTA yaitu dari11....
30pendidikan semakin besar dan hal ini menunjukan bahwa upayauntuk mengimbangi laju pertumbuhan peserta didik dari tahun k...
31BAB VPENUTUP4.1 Kesimpulana. Kota Pangkal Pinang adalah ibukota propinsi Bangka Belitung.b. Kota Pangkal Pinang merupaka...
324.2.3 Pembacaa. Mengunjungi kota Pangkal Pinang beserta obyek wisatanya.b. Melestarikan budaya Indonesia.c. Lebih Memaha...
DAFTAR PUSTAKABale, Win. 2002. Atlas Pelajar. Jakarta : Penerbit Erlangga.Gayo, M. Iwan (ed.). 2003. Buku Pintar Seri Seni...
LAMPIRAN 1 – Cover Kamus Besar Bahasa Indonesia
Lampiran 2 – Cover Buku Pintar Seri Senior
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Karya Tulis

1,415 views

Published on

Writing about Pangkal Pinang City, Bangka Belitung Province, Indonesia

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,415
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
12
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Karya Tulis

  1. 1. Kota Pangkal Pinang : Pusat Ekonomi BabelJonathan Reynaldi9 C / 22SMP DON BOSCO IIJalan Pulo Mas Barat V, Jakarta TimurDesember 2010
  2. 2. iJonathan Reynaldi9 C / 22Kota Pangkal Pinang : Pusat Ekonomi BabelSMP Don Bosco IIJalan Pulo Mas Barat V, Jakarta TimurDesember 2010
  3. 3. iiLEMBAR PERSETUJUANPembimbing Materi( Yustina Periyanti )-Wali Kelas( Elisabeth Sri Haryatni )-Kepala SMP Don Bosco II( Drs. Petrus Suparno )
  4. 4. iiiPENGANTARPuji dan syukur penulis haturkan kepada Tuhan YME karena atas bimbinganNyapenulis diperbolehkan untuk menyelesaikan proyek Karya Tulis ini. Juga penulisberterima kasih atas bantuan baik secara langsung maupun tidak, dari orang tua, teman –teman dan guru – guru SMP Don Bosco II.Pada dasarnya, karya ilmiah ini memaparkan fakta – fakta yang ada dan terjadi dikota Pangkal Pinang. Kota ini merupakan ibu kota dari propinsi Bangka Belitung(BaBel). Propinsi atau daerah ini mulai dikenal sejak dipopulerkan oleh Andrea Hirata,seorang penulis yang melalui bukunya, Laskar Pelangi beseta tetralogi nya.Sebagai kota asal penulis, ingin rasanya menuliskan sebuah apresiasi terhadapkota Pangkal Pinang. Adanya pula hubungan emosional terhadap kota ini dari awalpemilihan tema Karya Tulis ini. Dengan terwujudnya sebuah apresiasi ini akanmengambil tema “Pangkal Pinang : Pusat Ekonomi Babel” dengan salah satu alasan yaitulokasi PT. Timah, Tbk. dan pusat Badan Keuangan Daerah propinsi Bangka Belitung.Tema tersebut akan dijabarkan dalam bab empat serta dengan bab – bab lainnya sebagaipenunjang dan pendukung tema.Akhir kata, penulis berharap bahwa tujuan – tujuan yang telah dipaparkan dalambab dapat terwujud dengan baik. Tetap ada prinsip “Tidak ada manusia yan sempurna”penulis terbuka atas kritik dan saran yang membangun untuk perbaikan penulisan dikemudian hari. Terima kasih dan selamat membaca.Jakarta, Desember 2010Penulis
  5. 5. DAFTAR ISIHalaman Judul ...................................................................................................... iLembar Persetujuan ............................................................................................ iiPengantar ............................................................................................................. iiiBAB I PENDAHULUAN......................................................................................11.1 Latar Belakang ..........................................................................................11.2 Identifikasi Masalah ..................................................................................31.3 Tujuan .......................................................................................................31.4 Ruang Lingkup ..........................................................................................41.5 Metode dan Sumber ..................................................................................51.6 Sistematika Penyajian ...............................................................................5BAB II SEJARAH KOTA PANGKAL PINANG .............................................62.1 Sejarah Terbentuknya ................................................................................62.2 Kota Kecil .................................................................................................72.3 Kotapraja....................................................................................................72.4 Kotamadya ................................................................................................82.5 Kotamadya Daerah Tingkat II Pangkal Pinang .........................................82.6 Kota Pangkal Pinang..................................................................................9BAB III GEOGRAFI DAN IKLIM KOTA PANGKAL PINANG ...............103.1 Posisi Geografis .......................................................................................103.2 Pembagian Administratif .........................................................................11
  6. 6. 3.3 Kondisi Geografi......................................................................................143.3.1 Topografi ........................................................................................143.3.2 Potensi Alam dan Perkebunan .......................................................143.3.3 Keadaan Tanah dan Geologi Umum ..............................................153.3.4 Hidrologi.........................................................................................163.4 Iklim.........................................................................................................17BAB IV SOSIAL EKONOMI KOTA PANGKAL PINANG..........................184.1 Makro Ekonomi ......................................................................................184.2 Perekonomian Masyarakat.......................................................................194.2.1 Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE)................................................194.2.2 Pendapatan Perkapita Masyarakat..................................................204.2.3 Kebijakan Publik yang Dibuat........................................................214.3 Perekonomian Daerah..............................................................................224.3.1 Neraca Perdagangan .......................................................................224.3.2 APBD .............................................................................................234.4 Kondisi Sosial Lainnya............................................................................254.4.1 Pariwisata .......................................................................................254.4.2 Transportasi yang mendukung kegiatan ekonomi..........................274.4.3 Pendidikan......................................................................................28BAB V PENUTUP...............................................................................................314.1 Kesimpulan ..............................................................................................314.2 Saran ........................................................................................................31DAFTAR PUSTAKA, LAMPIRAN SERTA LEMBAR PERSEMBAHAN
  7. 7. 1BAB IPENDAHULUAN1.1 Latar BelakangPemilihan kota “Pangkal Pinang” sebagai judul karya tulismemiliki alasan yaitu karena kota ini belum begitu dikenal dengan kotalainnya di Pulau Sumatera seperti kota Medan, Padang dan Palembang.Kota – kota tersebut adalah ibukota provinsi Sumatera Utara, SumateraBarat dan Sumatera Selatan. Sedangkan, kota Pangkal Pinang merupakanibukota provinsi Bangka Belitung yang sederajat dengan ibukota provinsilainnya di wilayah Sumatera. Disamping itu, kota Pangkal Pinangmemiliki banyak potensi seperti kekayaan alam, pariwisata dan budayanamun belum dimanfaatkan secara maksimal sehingga banyak orangbelum cukup tertarik untuk berkunjung dan berinvestasi di daerah ini. Dansehingga ada tujuan tersendiri untuk hal ini.Kota Pangkal Pinang mulai dikenal sejak ditetapkan sebagaiibukota provinsi Bangka Belitung yang merupakan pemekaran dariprovinsi Sumatera Selatan. Pemekaran wilayah dilakukan sesuai denganaspirasi masyarakat Bangka Belitung dan persetujuan pemerintah pusat.Pemekaran wilayah bertujuan untuk mengefektifkan potensi – potensiyang ada serta meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakatdan provinsi. Sejak saat itulah, banyak suku – suku pendatang yang masuk
  8. 8. 2ke kota ini, seperti suku Batak, Minangkabau, Palembang, Sunda, Jawa,Banjar, Bugis, Manado dan Ambon. Dengan alasan inilah, kota PangkalPinang berkembang cukup pesat karena para pendatang berinvestasi ;seperti pada PT Timah, Tbk. yang menjadikan provinsi Bangka Belitung(dengan pusat kota Pangkal Pinang) sebagai produsen timah terbesar diIndonesia.Untuk memperkenalkan kota Pangkal Pinang di mata publik,diperlukan adanya kegiatan promosi. Dengan adanya kegiatan promosi,dapat dikenali berbagai keunikan yang ada di kota Pangkal Pinang.Keunikan tersebut antara lain : seni dan budaya, pesona alam dankerukunan umat beragama. Berbagai hal tersebut akan dijabarkan di bab –bab selanjutnya. Tentu akan banyak sekali keunikan lainnya yang amatberagam.Seperti ibukota provinsi lainnya di Pulau Sumatera, kota PangkalPinang memiliki permasalahan dan potensi yang berbeda – beda. Masing –masing wilayah juga mempunyai ciri khas yang berbeda pula. Demikianpula dengan kota Pangkal Pinang yang relatif masih “muda” ditinjau dariditunjuknya kota ini sebagai ibukota provinsi Bangka Belitung yangsebelumnya hanya sebuah kotamadya, bagian dari provinsi SumateraSelatan. Penggantian status kota Pangkal Pinang dari kotamadya menjadiibukota provinsi ini adalah sebuah hal yang cukup menarik. Oleh sebabitu, maka karya tulis ini akan mengangkat tema tentang keunikan kotaPangkal Pinang.
  9. 9. 31.2 Identifikasi Masalaha. Bagaimana sejarah terbentuknya kota Pangkal Pinang ?b. Apakah tujuan dan hasil pemekaran provinsi Bangka Belitung ?c. Bagaimana kondisi geografis kota Pangkal Pinang ?d. Bagaimana kondisi iklim kota Pangkal Pinang ?e. Bagaimana kondisi makro ekonomi kota Pangkal Pinang ?f. Apakah mata pencaharian dominan masyarakat ?g. Bagaimana proses transportasi dapat membantu kegiatan ekonomimasyarakat ?h. Bagaimana pemerintah kota menggiatkan sektor pariwisata ?i. Mengapa wisata kuliner di kota Pangkal Pinang beranekaragam ?j. Bagaimana dinamika pendidikan di kota Pangkal Pinang ?1.3 Tujuana. Meningkatkan kemampuan menuliskan sebuah karya ilmiah yangberkualitas dan dapat dibuktikan kebenarannya.b. Mengapresiasikan beraneka ragam keunikan kota Pangkal Pinang.c. Mengetahui sejarah terbentuknya kota Pangkal Pinang.d. Mengenal kondisi geografis dan iklim kota Pangkal Pinang.e. Mengenal kegiatan ekonomi, pariwisata dan pendidikan di kotaPangkal Pinang.
  10. 10. 41.4 Ruang Lingkup1.4.1 Perpustakaana. Menjadikan penulisan karya tulis ini sebagai contoh penulisankarya tulis selanjutnya.b. Bahan referensi untuk kota Pangkal Pinang.c. Menambah ketertarikan pembaca yang datang ke perpustakaan.1.4.2 Masyarakat dan Pemerintah kota Pangkal Pinanga. Menyadari akan budaya mereka yang unikb. Menjadikan kota Pangkal Pinang lebih baik dari sebelumnya.c. Pemanfaatan potensi daerah semaksimal mungkin.1.4.3 Pembacaa. Menjadi panduan wisata kota Pangkal Pinang.b. Mendapatkan sebuah bacaan yang bermanfaat.c. Dengan membaca data ini, pembaca dapat mempelajari sejarahyang ada di kota Pangkal Pinang.1.4.4 Orang Tuaa. Mengenalkan anak mereka tentang kota Pangkal Pinang.b. Mengetahui kebudayaan yang ada di kota Pangkal Pinang.c. Mendapatkan informasi tentang perekonomian, pariwisata danpendidikan kota Pangkal Pinang secara benar.
  11. 11. 51.5 Metode dan SumberMetode yang digunakan dalam penulisan karya tulis ini adalahStudi Pustaka. Sedangkan sumber referensi adalah dari Internet dan buku– buku. Buku - buku yang digunakan berjudul :a. Atlas Pelajarb. Buku Pintar Seri Senior Cetakan ke 33 dan 41c. Wisata Kuliner Makanan Daerah Khas Bangka Belitungd. Kamus Besar Bahasa IndonesiaSerta referensi dari internet bersumber dari mesin – mesin pencari,ensiklopedia elektronik dan buku elektronik.1.6 Sistematika PenyajianBab 1, Pendahuluan, terdiri dari latar belakang, identifikasimasalah, tujuan, ruang lingkup, metode dan sumber serta sistematikapenyajian.Bab 2, Sejarah Kota Pangkal Pinang, terdiri dari sejarahterbentuknya, kota kecil, kotapraja, kotamadya, kotamadya daerah tingkat2 Pangkal Pinang serta Kota Pangkal Pinang.Bab 3, Geografi dan Iklim kota Pangkal Pinang, terdiri dari posisigeografis, pembagian administratif, kondisi geografi serta iklim.Bab 4, Sosial Ekonomi kota Pangkal Pinang, terdiri dari makroekonomi, perekonomian masyarakat, perekonomian daerah serta kondisisosial lainnya.Bab 5, Penutup, terdiri dari kesimpulan dan saran.
  12. 12. 6BAB IISEJARAH KOTA PANGKAL PINANG2.1 Sejarah TerbentuknyaKota Pangkal Pinang adalah ibukota provinsi Bangka Belitung,bagian Sumatera sebelah tenggara. Sebelumnya populasi KotaPangkalpinang kebanyakan dibentuk oleh etnis Melayu dan etnis Cinasuku Hakka yang datang dari Guangzhou. Namun beberapa saat ditambahsejumlah suku pendatang seperti Batak, Minangkabau, Palembang, Sunda,Jawa, Madura, Banjar, Bugis, Manado, Flores dan Ambon.Kota Pangkalpinang merupakan pusat pemerintahan, pusatpemerintahan kota di Kelurahan Bukit Intan, dan pusat pemerintahanprovinsi dan instansi vertikal di Kelurahan Air Itam. Kantor pusat PTTimah, Tbk juga berada di sini. Pangkalpinang juga merupakan pusataktivitas bisnis/perdagangan dan industri di Bangka Belitung.Hal diatas ini merupakan kondisi sekarang dari masuknyapendatang – pendatang dari daerah lain sebelum dilakukannya pemekaranwilayah Bangka Belitung dari asalnya yaitu provinsi Sumatera Selatan.Terjadi pada tanggal 4 Desember 2000 pada masa Presiden MegawatiSoekarnoputri. Sesuai dengan UU No. 27 Tahun 2000 tentang pemekaranwilayah dan persetujuan masyarakan maka disahkannya provinsi ke – 29RI, Bangka Belitung.
  13. 13. 7“Ada ibukota provinsi” adalah salah satu syarat untuk dapatterbentuknya sebuah provinsi. Maka dipilihlah kota Pangkal Pinangsebagai ibukota provinsi Bangka Belitung karena strategis, banyak kantorpemerintahan terletak di kota ini dan karena kota ini merupakan salah satupusat bisnis terbesar PN Timah (Sekarang PT Timah, Tbk.).Dan dibawah ini akan dijelaskan secara runtun sejarah kotaPangkal Pinang.2.2 Kota KecilLahirnya Pangkalpinang dengan status Kota Kecil ialah pada tahun1956 berdasarkan UU Darurat No 6 Tahun 1956 yang meliputi duagemeente yaitu gemeente Pangkalpinang dan Gemeentee Gabek denganluas 31,7 Km2 dan ditetapkan pula Pangkalpinang sebagai Ibukotanya.Sebagai pejabat Walikota yang pertama adalah R. Supardi Suwardjo(alm)., patih d/p Kantor Residen Bangka Belitung. Pada tanggal 20November 1956 kedudukanya diganti oleh Achmad Basirun (alm) sebagaipenjabat walikota dan kemudian diganti oleh Rd. Abdulah (alm) padtanggal 15 Desember 1956.2.3 KotaprajaBerdasarkan UU no.5 Tahun 1959 staus kota kecil ditingkatkanmenjadi kotapraja tanggal 24 juli 1958. Rd Abdulah diganti oleh R.Hundani (alm) yang terpilih sebagai walikota hasil pemilu yang pertama
  14. 14. 8tahun 1955 (walikota ke 44). Kemudian dengan surat keputusan PresidenRI tanggal 1 Oktober 1960 no.558/M ditunjuk M. Saleh Zainuddin sebagaiwalikota Kepala Daerah Kotapraja Pangkalpinang.2.4 KotamadyaBerdasarkan UU No.18 Tahun 1965 status Kotapraja dirubahmenjadi Kotamdya. dengan keputusan Presiden RI tanggal 21 Februari1967 no UP/10/I/M-220, M Saleh Zainudin diganti oleh Drs RustamEffendi (alm) sebagai walikota dengan 5 (lima) orang anggota BadanPemerintahan Harian sebagai pembantu dalam menjalankan pemerintahan.2.5 Kotamadya Daerah Tingkat II Pangkal PinangDengan berlakunya UU No 5 Tahun 1974 tentang Pokok-PokokPemerintahan di Daerah, status Kotamadya menjadi Kotamadya daerahTingkat II Pangkalpinang yang dilengkapi dengan 20 orang anggotaDPRD, sebagai walikotanya Kepala Daerah adalah sebagai berikut:1. Roesli Romli (1973-1978)2. H.M.Arub, SH (1978-1983)3. H.M.Arub,SH (1983-1988)4. Drs.H.Rosman Djohan (1989-1993)5. Drs.H.Sofyan Rebuin (1993-1998)Pada masa jabatan Bapak H.M. Arub, SH yakni dengan PP No 12Tahun 1984 wilayah Kotamadya Pangkalpinang dimekarkan dari 31,7
  15. 15. 9KM2 menjadi 89,4 KM2 dan dengan pemekaran itu meliputi tiga desa dariKabupaten Bangka yakni Desa Air Itam, Tua Tanu dan Bacang sehinggadari 4 Kecamatan terdapat 55 Kelurahan dan 3 Desa.2.6 Kota Pangkal PinangPada tanggal 7 Mei 1999 dikeluarkan UU Nomor 22 tahun 1999tentang Pemerintahan Daerah yang menerapkan sistem Otonomi Formildan Otonomi Luas pada Kabupaten / Kota. Daerah Otonom Pangkalpinangmenjadi Dareah Otonom Kota Pangkalpinang dengan Badan Legislatifsejumlah 25 orang yang terpisah dari Pemerintahan Daerah. PemerintahanDaerah dipimpin oleh Walikota dan Wakil Walikota sebagai jabatahnPolitis. Sedangkan Sekretaris Daerah adalah pimpinanAministratif/Birokrasi. Dengan Undang-Undang ini berbagai instansivertika/departemen/LPND sejak 1 Januari 2001 menjadi perangkat daerahotonom, sedangkan 3 desa yang dikemukakan diatas yakni Air Itam, TuaTunu, dan Bacang menjadi Kelurahan. Yang menjabat sebagai walikotapada masa Pemerintahan ini adalah :a. Drs. H. Sofyan Rebuin, MM.b. Drs. H. Zulkarnain Karim, MM.
  16. 16. 10BAB IIIGEOGRAFI DAN IKLIM KOTA PANGKAL PINANG3.1 Posisi Geografis3.1.1 Letak Astronomis dan Luas WilayahPosisi geografis kota Pangkal Pinang apabila ditinjau dariletak astronomis nya adalah 02° 06 LS dan 106° 05 BT danmemiliki luas wilayah sebesar 118.408 km23.1.2 Batas WilayahSedangkan batas – batas wilayah kota Pangkal Pinangadalah sebagai berikut3.1.3 Letak KartografiLetak Kartografi kota Pangkal Pinang yang disajikandengan gambar (peta)Utara Laut NatunaBarat Kabupaten BangkaTimur Selat Gaspar dan Selat KarimataSelatan Kabupaten Bangka Tengah
  17. 17. 11Keterangan gambar :a. Warna merah adalah letak kota Pangkal Pinangb. Warna putih adalah letak provinsi Bangka Belitungc. Warna cream adalah letak provinsi Sumatera Selatand. Warna biru adalah laute. Peta kecil dibawah kanan adalah peta Indonesia yang bergunauntuk menerangkan posisi kota Pangkal Pinang3.2 Pembagian AdministratifProvinsi Kepulauan Bangka Belitung terbagi atas tujuh daerahtingkat dua, yaitu :a. Kabupaten Bangka (ibukota: Sungailiat): Sejak masihbergabung dengan Sumatra Selatan maupun setelah lepas, KabupatenBangka merupakan kabupaten dengan jumlah penduduk terbanyak. Saatlepas dari Sumsel, luas Kabupaten Bangka meliputi 91% luas pulauBangka (11.000 km2). namun pada tahun 2003 Kabupaten Bangka
  18. 18. 12dimekarkan menjadi 4 Kabupaten. oleh karena itu, Kabupaten Bangka jugadikenal sebagai Kabupaten Bangka Induk.b. Kabupaten Belitung (Ibukota: Tanjungpandan: Padaawalnya meliputi seluruh pulau Belitung dan pulau kecil di sekitarya,namun pada tahun 2003 dimekarkan menjadi 2 kabupaten.c. Kabupaten Bangka Barat (ibukota: Mentok): Merupakankabupaten hasil pemekaran Kabupaten Bangka pada tahun 2003.Kabupaten Bangka Barat merupakan titik penyebrangan yangmenghubungkan Bangka dengan Sumatera Selatan melalui pelabuhanMentok yang merupakan salah satu pelabuhan tersibuk di Indonesia. kotaMentok sendiri merupakan pusat pengolahan timah Bangka serta tempatBung Karno, Bung Hatta, Moh Roem dan pemimpin nasional laindiasingkan selama masa revolusi mempertahankan kemerdekaan.d. Kabupaten Bangka Tengah (ibukota: Koba): Merupakankabupaten hasil pemekaran Kabupaten Bangka pada tahun 2003.merupakan pusat perikanan Bangka Belitung. sepanjang jalan rayaPangkalpinang-Koba (60 km) terdapat pantai indah tepat di sisi jalanterutama di Desa Penyak dan Kurau.e. Kabupaten Bangka Selatan (ibukota: Toboali): Merupakankabupaten hasil pemekaran Kabupaten Bangka pada tahun 2003.Daerahnya meliputi bagian selatan Pulau Bangka, termasuk pulau-pulaukecil seperti Pulau Lepar, Pulau Pongok dan pulau Nanas. KabupatenBangka Selatan merupakan pusat penghasil beras Kepulauan Bangka
  19. 19. 13Belitung. Juga merupakan daerah tujuan transmigran dari Jawa Barat,Jawa Tengah, dan Jawa Timur.f. Kabupaten Belitung Timur (ibukota: Manggar): merupakanpemekaran Kabupaten Belitung tahun 2003. Tempat ini merupakan tempat"Laskar Pelangi" yang ditulis Andrea Hirata.g. Kota Pangkal Pinang: merupakan ibukota ProvinsiKepulauan Bangka Belitung yang ditetapkan sejak tahun 2002. kotaterbesar dan teramai di provinsi ini. sebelumnya merupakan ibukotakabupaten Bangka, namun pada tahun 1971 ibukota kabupaten Bangkapindah ke Sungailiat dan kota Pangkalpinang menjadi kota sendiri. Kantorpusat PT Timah Tbk berada di wilayah ini.Sedangkan penulisan karya tulis ini sendiri bertitik fokus padadaerah tingkat II yang terakhir yaitu Kota Pangkal Pinang.
  20. 20. 143.3 Kondisi Geografi3.3.1 TopografiKondisi topografi wilayah Kota Pangkapinang padaumumnya bergelombang dan berbukit dengan ketinggian 20-50 mdari permukaan laut dan kemiringan 0-25%. Secara morfologidaerahnya berbentuk cekung dimana bagian pusat kota beradadidaerah rendah. Daerah-daerah yang berbukit mengelompokdibagian barat dan selatan kota Pangkalpinang. Beberapa bukityang utama adalah Bukit Girimaya yang berada di ketinggian 50 mdpl dan Bukit Menara. Sedangkan hutan kota seluas 290 ha beradadi Kelurahan Tua Tunu Indah Berdasarkan luas wilayah KotaPangkalpinang dapat dirinci penggunaan tanahnya; luas lahankering yang diusahakan untuk pertanian (tanaman bahan makanan,perkebunan rakyat, perikanan dan kehutanan) adalah seluas 1.562Ha, lahan yang sementara tidak diusahakan seluas 1.163 Ha danlahan kering yang dimanfaatkan untuk pemukiman seluas 4.130Ha. Sedangkan sisanya 2.085 Ha adalah berupa rawa-rawa, hutannegara dan lainnya.3.3.2 Potensi Alam dan PerkebunanPotensi alam kota Pangkal Pinang pada umumnya adalahpertambangan timah yang dikelola oleh PT Timah, Tbk. Yangdimana pada sekitar tahun 1709 ditemukannya timah pada sebuahpenggalian Sungai Olin di kecamatan Toboali. Dari sanalah
  21. 21. 15dilakukan pengecekan dan hasilnya adalah hampir seluruh daerahPulau Bangka Belitung berpotensi alam tambang timah.Sedangkan kota Pangkal Pinang juga memiliki potensiperkebunan lada. Tanaman lada tumbuh dengan subur di lahanBangka yang terkena terik matahari yang kencang. Pada zamanBelanda, lada di Bangka sangat dicari karena lada adalah salah satudari rempah – rempah yang termahal di dunia. Kantor PT Timahsekarang juga adalah eks peninggalan Belanda yang pada zamanBelanda digunakan sebagai pusat distribusi lada di Bangka antaraVOC dengan Sultan Palembang. Potensi perkebunan lada yang adatersedia sebesar 61.588.135 ton. Yang telah di usahakan sebesar34.765.575 ton. Masih tersisa peluang sebesar 26.822 ton dengandaerah penghasil lada terbesar di Bangka yaitu KecamatanSungailiat dan Kecamatan Belinyu.3.3.3 Keadaan Tanah dan Geologi UmumTanah di daerah Kota Pangkalpinang mempunyai pH rata-rata di bawah 5, dengan jenis tanah yaitu podzolik merah kuning,regosol, gleisol dan organosol, yang merupakan pelapukan daribatuan induk. Sedangkan pada sebagian kecil daerah rawa jenistanahnya asosiasi Alluvial-Hydromorf dan Glayhumus sertaregosol kelabu muda yang berasal dari endapan pasir dan tanah liat.Keadaan tanah yang demikian kurang cocok untuk ditanami padi,tetapi masih memungkinkan untuk ditanami palawija. Pada daerah
  22. 22. 16pinggiran, yaitu Desa Tuatunu dan Desa Air Itam cukup potensialmenghasilkan lada dan karet. Kondisi geologi umum di daerah ini;formasi yang tertua adalah batu kapur berumur Permo Karbon,menyusul Slate berumur Trias Atas dan terakhir Intrusi Granitberumur setelah Trias Jura. Susunan batuan granit bervariasi darigranit sampai dioditik dengan inklusi mineral berwarna gelap yaituBiotit, dan ada kalanya Amfibol Hijau.3.3.4 HidrologiDi wilayah Kota Pangkal Pinang terdapat beberapa sungai,pada umumnya sungai-sungai kecil yang ada diwilayah inibermuara ke sungai Rangkui. Di samping sungai Rangkui terdapatjuga sungai Pedindang di bagian selatan. Kedua sungai iniberfungsi sebagai saluran utama pembuangan air hujan kota yangkemudian mengalir ke sungai Baturusa dan berakhir di Laut CinaSelatan. Sungai-sungai ini selain berfungsi sebagai saluran utamapembuangan air hujan kota, juga berfungsi sebagai prasaranatransportasi sungai dari pasar ke sungai Baturusa dan terus ke laut.Anak sungai Rangkui merupakan kanal pengairan dari pintu airkolong kacang Pedang ke Sungai Rangkui yang dibangun olehPemerintah Hindia Belanda pada sekitar tahun 1930.Sumber air untuk air bersih pada umumnya dari air tanahdisamping Kolong Kacang Pedang dan Kolong Kace. Padadasarnya wilayah kota Pangkal Pinang apabila dilihat morfologinya
  23. 23. 17berbentuk cekung dimana bagian pusat kota lebih rendah, sehinggakeadaan ini memberikan dampak negatif, yaitu rawan banjirterutama pada musim hujan atau pengaruh pasang surut air lautmelalui sungai Rangkui yang membelah Kota Pangkalpinang.Adapun daerah yang tidak pernah tergenang terletak di sebelahUtara, Barat dan Selatan kota. Sedangkan daerah Timur yangberbatasan dengan sungai Rangkui dan Laut Cina Selatan danbagian tengah kota yang dilalui oleh sungai Rangkui seringtergenang oleh air pasang, dan daerah yang seringkalo tergenangtersebut adalah Kecamatan Rangkui, Pangkal Balam dan TamanSari.3.4 IklimIklim daerah Kota Pangkal Pinang tergolong tropis basah tipe Adengan variasi hujan antara 56,2-337,9 mm per bulan selama tahun 2003,dengan jumlah hari hujan rata-rata 16 hari setiap bulannya. Bulan yangterkering adalah bulan Agustus. Hawa di daerah ini dipengaruhi oleh laut,baik angin maupun kelembabannya. Suhu udara selama tahun 2003,misalnya, bervariasi antara 23 - 32 (derajat) Celcius, sedangkankelembabannya berkisar antara 76 - 88 % (persen). Angin bergerak setiaphari dengan arah dari Timur pada siang hari dan dari Barat pada malamhari. Rata-rata kecepatan angin cukup bervariasi setiap bulannya yaitu 3knot pada bulan Pebruari, dan yang tertinggi terjadi tercatat pada bulanJuli, Agustus dan September, yaitu 5 knot.
  24. 24. 18BAB IVSOSIAL EKONOMI KOTA PANGKAL PINANG4.1 Makro EkonomiPada penjabaran tentang makro ekonomi, sub bab ini menggunakansampel kondisi makro ekonomi di kota Pangkalpinang pada tahun 2003hingga tahun 2005.Kondisi umum Kota Pangkalpinang yaitu dengan jumlah pendudukpada tahun 2005 adalah sebanyak 155.071 jiwa, lebih besar dibandingkantahun 2004 yang berjumlah 141.556 jiwa. Sehingga dengan lajupertumbuhan penduduk adalah sekitar 1,10 % lebih bila dibandingkandengan periode tahun 2003 – 2004 yang mencapai 1,03 %.Sementara itu, laju pertumbuhan ekonomi (LPE) KotaPangkalpinang tahun 2005, sebesar 4,79 %, lebih kecil dibandingkandengan LPE tahun 2004 yang mencapai 5,51 %.Sedangkan untuk jumlah investasi yang masuk ke daerah ini dalamtahun 2005 mencapai jumlah Rp. 260.268.200.000,- yang lebih biladibandingkan dengan tahun sebelumnya berjumlah Rp. 227.505.000.000,-.Berdasarkan data diatas diperoleh laju investasi pada periode tahun 2004 –2005 adalah sebesar 87,41 % , lebih besar jika dibandingkan pada periodetahun 2003 – 2004 yang mencapai 84,81 %.
  25. 25. 19Untuk jumlah penduduk miskin yang masuk dalam kategorikeluarga pra sejahtera dan sejahtera I pada tahun 2005 adalah sebanyak18.858 orang, lebih besar apabila dibandingkan dengan tahun 2004 yangberjumlah 18.191 orang. Termasuk pula jumlah pengangguran terbukapada tahun 2005 berjumlah sebanyak 18.702 orang dan lebih besardibandingkan tahun sebelumnya berjumlah 18.670 orang.4.2 Perekonomian Masyarakat4.2.1 Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE)Laju pertumbuhan ekonomi kota Pangkalpinang pada tahun2005, sebesar 4,7 %. Angka ini merupakan LPE terkecil selamatiga tahun terakhir. Penurunan ini setidaknya menggambarkanbahwa perekonomian Kota Pangkalpinang mengalami fluktuasiseiring perubahan berbagai variabel ekonomi lainnya.Dibandingkan dengan nilai LPE tahun 2004, pertumbuhan ekonomimengalami penurunan sebesar 17,23 % atau sebesar 38, 94 % jikadibandinkan LPE tahun 2003 yang mencapai angka pertumbuhansebesar 6,53 %.LPE yang semakin menurun tidak lepas dari kinerja makroekonomi secara nasional yang belum memperlihatkan peningkatansecara signifikan, disamping faktor internal, yaitu ekspektasi parapelaku ekonomi terhadap kondisi ekonomi daerah serta ikliminvestasi yang belum mengarah pada proses penciptaan lapangan
  26. 26. 20kerja baru yang secara langsung akan menambah produktifitasdaerah, disamping fluktuasi perekonomian Kota Pangkalpinangsehubungan komoditas yang diekspor merupakan komoditas yangbelum bermuatan teknologi (non technical contents). Dalamkaitannya dengan struktur perekonomian Kota Pangkalpinang yangdidominasi sektor tersier, perkembangan sektor ini belum dapatdipandang sebagai sektor yang mampu men-drive kegiatan sektorlain secara optimal, baik pada sektor primer maupun pada sektorsekunder. Untuk itu kebijakan pembangunan ekonomi di KotaPangkalpinang sebaiknya lebih diarahkan pada pembangunaninfrastruktur yang selama ini menjadi bottle neck kegiataninvestasi.4.2.2 Pendapatan Perkapita MasyarakatDibandingkan tahun sebelumnya, angka pendapatan perkapita masyarakat mengalami kenaikan meskipun kenaikannyabelum menunjukkan distribusi pendapatan secara terperinci kepadakelompok penerima pendapatan. Pada tahun ini pendapatanperkapita masyarakat (at current price) sebesar Rp. 8.016.385,- atausebesar Rp. 668.032,- perbulan, yang memperlihatkan kenaikandibanding tahun sebelumnya. Kenaikan pendapatan perkapita padasatu sisi memperlihatkan kemampuan daya beli masyarakat rata-rata selama tahun bersangkutan. Akan tetapi dengan tingkat inflasiyang masih relatif tinggi, maka pendapatan perkapita masyarakat
  27. 27. 21belum dapat dijadikan indikator kesejahteraan masyarakat yangmencerminkan kemampuan daya beli masyarakat. Peningkatannilai pendapatan perkapita masyarakat sebesar 8,29 % padakenyataannya tidak sebanding dengan tingkat inflasi pada tahun2005 sudah mencapai 17,44 %.Dengan demikian, mendasari pada indikator ini dapatdikatakan bahwa terjadi penurunan daya beli masyarakat di KotaPangkalpinang, sehubungan kenaikan harga berbagai barangkebutuhan pokok. Untuk melihat perbandingan antara LPE dantingkat inflasi seperti pada tabel berikut iniPerbandingan Kenaikan Pendapatan Perkapitaterhadap Inflasi tahun 2003 – 2005TahunPendapatan per kapita(dalam Rupiah)KenaikanLPE (%)TingkatInflasi (%)2003 6.783.677,00 - -2004 7.403.231,00 9,13 5,582005 8.016.385,00 8,28 17,444.2.3 Kebijakan Publik yang DibuatOleh karena gejala – gejala yang ada, maka pemerintahdaerah kota Pangkalpinang memutuskan untuk mengeluarkan suatukebijakan yang diarahkan untuk lebih meningkatkan pertumbuhanekonomi melalui upaya deregulasi. Dalam Konteks pembangunanekonomi, kapasitas pemerintah Kota lebih diarahkan sebagai
  28. 28. 22motivator maupun regulator yang dapat menjamin terwujudnyakepastian berusaha bagi masyarakat luas.Terciptanya kepastian hukum serta deregulasi aturan yangdibuat Pemerintah Kota sangat diperlukan dalam rangkamemberikan stimulasi bagi perkembangan kegiatan ekonomi Kota.Secara teoritis pertumbuhan ekonomi suatu daerah akan berdampakpositif terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat, meskipun padabanyak hal pertumbuhan ini tidak secara langsung menggambarkandistribusi yang relatif proporsional terhadap masyarakat. Mendasaripada kenyataan ini, Pemerintah Kota Pangkalpinang melaluiprogram strategisnya secara berkelanjutan melaksanakan berbagaiupaya dalam rangka meningkatkan produksi barang dan jasa,disamping melakukan berbagai pembenahan segala bentuk aturanuntuk mendukung kegiatan investasi.4.3 Perekonomian Daerah4.3.1 Neraca PerdaganganNeraca perdagangan Kota Pangkalpinang tahun 2004memperlihatkan surplus sebesar US$ 10.434.653,38 dari total nilaiekspor sebesar US$ 11.119.867,04 dan nilai impor US$683.213,66. Nilai surplus ini diperoleh dari jenis barang-barangyang diekspor, antara lain ; barang tambang (mine product), kayu,lada, karet, CPO, kaolin serta hasil-hasil laut. Sedangkan untuk
  29. 29. 23barang-barang yang diimpor meliputi barang kebutuhan pokok,komponen otomotif, bahan bangunan serta produk-produkkebutuhan masyarakat lainnya.4.3.2 APBDStruktur keuangan daerah yang terdiri dari berbagai sumberpembiayaan secara kumulatif memberikan kontribusi terhadapperekonomian daerah. Keuangan Kota Pangkalpinang pada APBD(Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) selama 4 (empat )tahun terakhir pada tabel berikut ;APBD Kota Pangkal Pinang Tahun 2003-2006Tahun 2003 2004 2005 2006APBD 154.543.029.000 183.320.231.000 178.868.764.000I Pendapatan 137.388.661.000 151.074.517.000 157.691.295.000 231.094.880.000II Belanja 153.969.569.000 181.478.447.000 177.668.764.000 237.947.079.500III Pembiayaan | | | |Penerimaan 17.154.368.000 32.245.714.000 21.177.469.000 14.199.949.500Pengeluaran 573.460.000 1.841.784.000 1.200.000.000 7.347.750.000Indikator ekonomi daerah lainnya adalah nilai akumulasipihak ketiga dan posisi penyaluran kredit kepada masyarakat. DataBank Indonesia memperlihatkan akumulasi dana pihak ketiga diKota Pangkalpinang pada tahun 2005, sebesar Rp. 1.965.630,-jutadari sebesar Rp. 3.670.793,-juta total dana pihak ketiga yangterhimpun di Propinsi kepulauan Bangka Belitung.
  30. 30. 24Sementara ini pada tahun yang sama total fasilitaspembiayaan kredit yang tersalurkan sebesar Rp. 826.071,-juta,dengan demikian LDR ( Loan to Deposit Ratio ) sebesar 42,025 %.Nilai LDR mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnyadimana tahun 2004 nilai LDR ini memperlihatkan bahwa sektor riilmenunjukkan kinerja yang semakin baik dan bankable. Indikatorperbankan lainnya yaitu tingkat suku bunga (interest rate) depositodalam rupiah untuk jangka waktu satu bulan sampai dengan 12bulan berkisar antara 5,5 % sampai 11,5 %, sedangkan suku bungakredit pada periode yang sama berkisar 5,2 (TR) sampai dengan48,6 (TT). Alokasi fasilitas kredit untuk berbagai sektor masihdidominasi sektor pertambangan yaitu sebesar Rp. 427.713 juta,diikuti sektor lain-lain dan perdagangan, hotel dan restoran masing-masing sebesar Rp 153.028 juta dan Rp 122.687 juta. Untukmelihat penyerapan fasilitas kredit terhadap sektor ekonomi sepertipada tabel berikut :Posisi Kredit Menurut sektor Ekonomi tahun 2004NO Sektor EkonomiNilai Kredit (Perkiraan)– Dalam Rupiah1 Pertanian 29.772.000.0002 Pertambangan 427.713.000.0003 Perindustrian 15.444.000.0004 Listrik, Gas dan Air 2.032.000.0005 Konstruksi 55.431.000.0006 Perdagangan, Restoran dan Hotel 122.687.000.000
  31. 31. 257Pengangkutan, Pergudangan danKomunikasi3.402.000.0008 Jasa – jasa dunia usaha 15.272.000.0009 Sosial Masyarakat 1.290.000.00010 Lain – lain 153.028.000.0004.4 Kondisi Sosial Lainnya4.4.1 PariwisataApabila kota Pangkal Pinang ditinjau dari potensi alamnya,kota ini sangat berpotensi untuk dikembangkan sektor pariwisatanya. Kota ini berbatasan dengan laut ( laut cina selatan dan selatgaspar ) sehingga sangat berpotensi untuk pariwisata pantai nya.Juga apabila ditinjau dari sejarahnya, kota ini merupakan kantorpusat Belanda yang digunakan untuk „penjarahan‟ sumber dayaalam kota ini , yaitu timah dan lada. Maka pariwisata yang palingdominan di kota ini ialah pantai dan situs – situs sejarahpeninggalan Belanda.Kota Pangkal Pinang hingga tahun 2009 memiliki 23 hotelterdiri dari 5 hotel berbintang dan 18 hotel melati. Dan beberapaobyek wisata yang cukup terkenal di kota ini :1. Taman Sari, Taman Merdeka2. Museum Timah3. Masjid Jami‟ , Gereja Maranatha, Gereja Katedral PangkalPinang, Vihara Maitreya, Klenteng Konghucu4. Pantai Pasir Padi, Pantai Sampur
  32. 32. 265. Lapangan Golf Girimaya6. Chinatown, Makam Belanda (Keerkhof)Untuk menggiatkan kunjungan turis terhadap pariwisatakota Pangkal Pinang, pemerintah daerah setempat telahmenjalankan program “Visit Bangka Belitung Archipelago 2010”dimana pemerintah menyediakan lebih dari 50 agen pariwisata,meningkatkan kualitas hotel dan penginapan, meningkatkan jumlahpenerbangan, melakukan pembersihan pantai – pantai sertameningkatkan pelayanan rumah sakit umum.Khusus untuk wisata kuliner kota Pangkal Pinang,mayoritas makanan khas kota/daerah ini menggunakan bahan dasarikan, karena daerah ini berdekatan dengan laut dan banyakmasyarakat yang berprofesi sebagai nelayan dan penambak ikan.Namun, makanan dari daerah ini beragam dikarenakan banyakpendatang yang menyebabkan percampuran budaya.Dalam rangka Visit Bangka Archipelago, jumlah tambakikan, pemancingan laut dan fasilitas nelayan ditingkatkan seperti :penyewaan kapal, pakan serta water jet dengan harga yang lebihmurah. Contoh makanan khas Bangka Belitung : kerupuk bangka,mie bangka, lempah, sop pentul (ikan), pindang cumi, lakso (laksabangka), selada bangka, dll.
  33. 33. 274.4.2 Transportasi yang mendukung kegiatan ekonomiUDARABandar Udara Depati Amir melayani penerbangan 10 kali seharidari/ke Jakarta yang dilayani oleh Sriwijaya Air, Batavia Air, LionAir dan Garuda Indonesia. Sedangkan penerbangan dar/kePalembang sebanyak 1 kali sehari yang dilayani oleh Sriwijaya Air.Sementara penerbangan dari/ke Tanjung Pandan sebanyak 2 kaliseminggu yang dilayani oleh Riau Airlines.LAUTPelabuhan Pangkalbalam melayani angkutan barang sepertiekspor/impor dan perdagangan antar pulau dan angkutanpenumpang dengan tujuan Jakarta melalui kapal feri/roro dantujuan Tanjung Pandan melalui jet foil/kapal cepat setiap hari.Pelabuhan Muntok melayani kapal cepat dengan tujuan Palembang.Sedangkan pelabuhan Belinyu hanya disinggahi oleh kapal – kapalPelni.DARATKota Pangkal Pinang memiliki empat terminal dalam kota yangmenghubungkan rute kecamatan di seluruh Pulau Bangka,sedangkan untuk dalam kota dilayani 5 trayek Angkutan Kotadengan waktu operasinya dari pukul 06.00 sampai 18.00 WIB.
  34. 34. 284.4.3 PendidikanPendidikan adalah hal yang cukup penting dalam perkembangansuatu negara atau daerah, begitu pula halnya pada kota PangkalPinang. Seperti yang telah diceritakan dalam novel Laskar Pelangibanyak orang mendapatkan abstraksi tentang dinamika pendidikandi daerah Belinyu (Belitong). Namun pemerintah terus berupayadalam perkembangan pendidikan pada kota Pangkal Pinang. APBDdaerah dari penghasilan daerah digunakan untuk sektor pendidikan.PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAHPembangunan sarana pendidikan di Kota Pangkalpinangcenderung stagnasi setiap tahunnya. Pada tahun 2005 jumlah SDsederajat mencapai 86 buah (68 SD/SDLB Negeri, 12 SD/SDLBswasta dan 6 Madrasah Ibtidaiyah). Jumlah SMTP sederajat 24buah (10 SMP Negeri, 11 SMP Swasta dan 3 MTs) dan jumlahSMTA sebanyak 25 buah (12 SMU, 10 SMK dan 3 MadrasahAliyah) serta terdapat juga lembaga pendidikan pra sekolahsebanyak 38 buah (31 Taman Kanak-kanak dan 7 Rhoudatul Atfal).Pada tahun 2004 jumlah murid SD sederajat 17.792 orang,murid SMTP 8.800 orang dan murid SMTA 11.114 orang. Padatahun 2005 jumlah murid SD sederajat meningkat menjadi 18.192orang (17.145 murid SD/SDLB dan 1.047 murid MadrasahIbtidaiyah), sedangkan pada murid SMTP sederajat menurun
  35. 35. 29menjadi 8.617 orang murid (7.824 murid SMP dan 793 muridMTs).Penurunan juga terjadi pada jumlah murid SMTA yaitu dari11.114 orang menjadi 10.354 murid (5.154 murid SMU, 4.439murid SMK dan 761 murid Madrasah Aliyah). Beberapa sekolahpercontohan nasional di Pangkalpinang adalah SD Negeri 3, SDNegeri 10, SMP Negeri 2 dan SMA Negeri 1. Untuk anggaranpendidikan ini, Pemkot Pangkalpinang menganggarkan dalamAPBD sebesar 21%.PENDIDIKAN TINGGIHal lain yang cukup membanggakan dari dunia pendidikanadalah perkembangan Perguruan Tinggi yang terus mengalamipeningkatan kuantitasnya. Pada tahun 2000 perguruan tinggi yangada di Kota Pangkalpinang adalah STIE PERTIBA dan STIHPERTIBA yang telah berdiri pada tahun 1982, AKPER PemkotPangkalpinang, Sekretariat Universitas Terbuka (UT) yang telahhadir sejak tahun 1984, Akademi Akuntansi Bhakti berdiri tahun1999 dan STIE IBEK berdiri tahun 2000. Pada tahun 2001 telahdirintis untuk mendirikan STIKES Abdi Nusa dan AMIK AtmaLuhur.Penambahan dalam kurun waktu dua tahun tersebutmemberikan arti bahwa masyarakat dalam memperoleh kesempatan
  36. 36. 30pendidikan semakin besar dan hal ini menunjukan bahwa upayauntuk mengimbangi laju pertumbuhan peserta didik dari tahun ketahun cukup mengembirakan.Pada tahun 2006 berdiri Universitas Bangka Belitung yangmerupakan cikal bakal universitas negeri di Provinsi KepulauanBangka Belitung. Untuk mengakomodir tersedianya tenagakesehatan handal pada tahun 2007 Pemkot Pangkalpinangmemprakarsai pendirian Akademi Kebidanan.Jumlah mahasiswa yang menuntut ilmu di UBB sampaitahun ajaran 2007/2008 berjumlah 1.612 orang dan Lulusan yangtelah diwisuda sampai kini mencapai leih dari 2000 orang.UBB didukung 153 tenaga pengajar (dosen), sekitar 25%diantaranya berpendidikan S2 dan S3. Mereka adalah alumniPerguruan Tinggi terkemuka di Indonesia dan luar negeri sepertiInstitut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, Belanda,Inggris, dan Australia. Ditargetkan pada 2011 nanti, sebanyak 50%dosen tetap sudah berkualifikasi minimum S2. Total jumlahkaryawan UBB termasuk staff mencapai 274 orang hingga 2007.Selain itu rencana strategis masa mendatang adalah penerapanGood University Governance dan penerapan sistem jaminan mutupendidikan untuk seluruh fakultas, Politeknik, dan program studi.
  37. 37. 31BAB VPENUTUP4.1 Kesimpulana. Kota Pangkal Pinang adalah ibukota propinsi Bangka Belitung.b. Kota Pangkal Pinang merupakan pusat perekonomian danperdagangan propinsi Bangka Belitung.c. Potensi alam yang paling dominan adalah pertambangan timah danusaha pariwisata.d. Mata pencaharian utama penduduk adalah pedagang dan nelayan.e. Kondisi keuangan daerah dari tahun ke tahun cukup stabil.4.2 Saran4.2.1 Perpustakaana. Menambah jumlah buku yang ada.b. Memperbaharui fasilitas yang ada.c. Memasukkan karya tulis ini sebagai referensi penulisan karyatulis selanjutnya dan sebagai bahan bacaan.4.2.2 Pemerintah kota Pangkal Pinanga. Meningkatkan kinerja dan produktifitas tambang timahsebagai penghasil utama devisa.b. Memperbaiki fasilitas kota dan obyek wisata.c. Meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat.
  38. 38. 324.2.3 Pembacaa. Mengunjungi kota Pangkal Pinang beserta obyek wisatanya.b. Melestarikan budaya Indonesia.c. Lebih Memahami situasi dan kondisi kota Pangkal Pinang.4.2.4 Orang Tuaa. Mengenal sisi positif kota Pangkal Pinang.b. Mengajarkan anak mereka tentang kecintaan terhadap wisatadan daerah dalam negeri.c. Lebih mengenal dan mencintai produk dalam negeri.
  39. 39. DAFTAR PUSTAKABale, Win. 2002. Atlas Pelajar. Jakarta : Penerbit Erlangga.Gayo, M. Iwan (ed.). 2003. Buku Pintar Seri Senior cetakan ke – 33.Jakarta : Upaya Warga Negara.Gayo, M. Iwan (ed.). 2008. Buku Pintar Seri Senior cetakan ke – 41.Jakarta : Pustaka Warga Negara.Sanaji, Miftah. 2010. Wisata Kuliner Makanan Daerah Khas BangkaBelitung. Jakarta : Gramedia Pustaka.Kamus Besar Bahasa Indonesia. 2002. Jakarta : Balai Pustaka.http://www.tampukpinang.info/artikel/281-bcb.htmlhttp://www.pangkalpinangkota.go.id/http://id.wikipedia.org/wiki/Bangka_Belitunghttp://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Pangkal_Pinanghttp://imngrh.wordpress.com/2007/07/08/oleh-oleh-dari-pangkal-pinang/http://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Bangkahttp://id.wikipedia.org/wiki/Universitas_Bangka_Belitunghttp://www.tripadvisor.com/Tourism-g1234796-Pangkal_Pinang_Bangka_Island_Sumatra-Vacations.htmlhttp://gabeki.tripod.com/http://wisatasejarah.wordpress.com/category/bangka-belitung/http://cetak.bangkapos.com/metronews/read/31751.htmlhttp://www.kapanlagi.com/h/old/social-marketing-program-rumah-layak-huni-pangkalpinang.html
  40. 40. LAMPIRAN 1 – Cover Kamus Besar Bahasa Indonesia
  41. 41. Lampiran 2 – Cover Buku Pintar Seri Senior

×