Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Pendidikan Kristen dalam Konteks Keluarga (Silvia Wiguno)

6,050 views

Published on

Judul: Pendidikan Kristen dalam Konteks Keluarga
Presentasi: Silvia Wiguno

Published in: Spiritual
  • Be the first to comment

Pendidikan Kristen dalam Konteks Keluarga (Silvia Wiguno)

  1. 1. PENDIDIKAN KRISTEN dalam konteks KELUARGA
  2. 2. Belajar sekolah, tuition, belajar mandiri Bermain di dalam rumah, di luar rumah Istirahat Berapa banyak waktu yang digunakan untuk:
  3. 3. Jadwal harian Samuel
  4. 4. Senin-Jumat: 8 jam Sabtu-Minggu: 10-12 jam Kesempatan yang bisa digunakan:
  5. 5. >50% waktu digunakan untuk melakukan aktivitas yang berhubungan dengan sekolah dan dilakukan di luar rumah
  6. 6. Bagaimana dengan waktu yang digunakan selain untuk sekolah? Kebanyakan adalah aktivitas individual atau bersama dengan teman
  7. 7. Pembicaraan di antara para ibu ... “Anak saya cuek kalau ada tamu. Tidak seperti anak jaman dulu. Kalau ada tamu papa mamanya, anaknya datang nyalami. Atau paling tidak nyapa.”
  8. 8. Pembicaraan di antara para ibu ... “Kalau pas makan dengan keluarga, anak jaman dulu selalu duduk tenang menunggu giliran. Yang tua mendapat kesempatan ngambil duluan. Sekarang, begitu selesai doa langsung aja ambil makanannya. Boro-boro bilang ‘makan opa, makan oma, dst.’”
  9. 9. Pembicaraan di antara para ibu ... “Anak saya gak pernah lepas dari i-phone nya. Di meja makan dia bawa, di MRT apalagi – sambil berdiri pun bisa liat movie, main game, or chatting. Ke toilet pun dia bawa. Paling kesel kalau lagi makan ke luar bareng, tangan kiri pegang i-phone tangan kanan pegang sendok. Untung aja gak salah masuk mulut!”
  10. 10. Pembicaraan di antara para ibu ... ”Rumah sudah seperti tempat kos aja. Berangkat pagi, pulang malam. Selalu makan di luar. Ya dengan teman sekolah, teman gereja.....”
  11. 11. Pembicaraan di antara para ibu ... ”Sebentar lagi anak saya masuk universitas. Dia pingin banget ambil jurusan yang sama dengan temannya. Karena jurusan itu lebih menjanjikan (menghasilkan lebih banyak uang).”
  12. 12. Pembicaraan di antara para ibu ... “Anak saya sudah kerja. Hebat banget deh urusan simpan uang. Kalau untuk keperluan pribadi, gak pikir-pikir. Giliran ada keluarga yang membutuhkan, susahnya .... Gak mungkin kan saya minta-minta.”
  13. 13. Pembicaraan di antara para ibu ... “Anak saya baik-baik saja. Perhatian sama orang tua dan saudara. Mau bantu kerjaan rumah. Tapi gak pernah berselera kalau urusan rohani.”
  14. 14. Tantangan yang dihadapi saat ini
  15. 15. Generasi yang terhilang Anak mendapat teladan dari media Anak dimuridkan oleh media
  16. 16. Generasi yang terhilang Generasi saat ini seharusnya menjadi tiang gereja ● Individu yang mengenali dan menjalani kehidupannya sesuai dengan panggilannya. ● Kehidupan pernikahan dan keluarga yang berpusat pada Kristus. ● Kehidupan yang berdampak di tengah masyarakat.
  17. 17. Jika banyak gereja mengabaikan pelayanan ini – mengerjakannya ala kadarnya saja – bagaimana dengan keluarga-keluarga Kristen? Merasa puas hanya dengan mencukupi kebutuhan fisik dan psikis saja. Sekadar menjadikan anak kita anak yang baik.
  18. 18. Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia. LUKAS 2:52 Aspek FISIK Aspek MENTAL Aspek SPIRITUAL Aspek SOSIAL
  19. 19. Bagaimana seharusnya keluarga Kristen menyikapi tantangan ini? Pendidikan:
  20. 20. Tanggung jawab pendidikan Kristen merupakan tanggung jawab orang tua terhadap anak yang tidak bisa dialihkan kepada apa pun dan siapa pun juga, baik kepada media, teman sebaya, sekolah, bahkan gereja!
  21. 21. Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. ULANGAN 6:4-9
  22. 22. Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. ULANGAN 6:4-9
  23. 23. Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu, dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu. ULANGAN 6:4-9
  24. 24. Apa yang diajarkan? Apa yang dibicarakan? Kapan waktunya? Berapa kali dilakukan? ULANGAN 6:4-9
  25. 25. Aku mau membuka mulut mengatakan amsal, aku mau mengucapkan teka-teki dari zaman purbakala. Yang telah kami dengar dan kami ketahui, dan yang diceritakan kepada kami oleh nenek moyang kami, kami tidak hendak sembunyi-kan kepada anak- anak mereka, tetapi kami akan ceritakan kepada angkatan yang kemudian puji-pujian kepada TUHAN dan kekuatan-Nya dan perbuatan- perbuatan ajaib yang telah dilakukanNya.
  26. 26. Telah ditetapkan-Nya peringatan di Yakub dan hukum Taurat diberi-Nya di Israel; nenek moyang kita diperintahkan-Nya untuk memperkenalkannya kepada anak- anak mereka, supaya dikenal oleh angkatan yang kemudian, supaya anak-anak, yang akan lahir kelak, bangun dan menceritakannya kepada anak-anak mereka, supaya mereka menaruh kepercayaan kepada Allah dan tidak melupakan perbuatan-perbuatan Allah, tetapi memegang perintah-perintah-Nya; MAZMUR 78:2-7
  27. 27. Ada berapa generasi: Nenek moyang Anak-anak mereka Angkatan yang kemudian, yang akan lahir kelak, Anak-anak mereka
  28. 28. Manfaatkan waktu bersama setiap hari. Sebagaimana kebutuhan akan makanan dan istirahat, kita tidak bisa hanya mengandalkan 1 hari saja dalam seminggu dan berharap akan terjadi pertumbuhan yang baik.
  29. 29. Belajar melibatkan Tuhan di dalam setiap aspek kehidupan keluarga. Setiap perkataan, tindakan didasarkan pada nilai-nilai Firman Tuhan. Mencari kehendak Tuhan didalam pengambilan keputusan.
  30. 30. Peka terhadap situasi yang dialami anak yang dapat menjadi ‘pintu masuk’ bagi percakapan yang lebih dalam. Misalnya: Perkelahian teman di sekolah, Girls/boys Band favorit, Hukuman dari sekolah, Binatang peliharaan mati, Kakek/nenek sakit, Kematian orang dekat, Bencana alam, Menjelang tahun baru, dll.
  31. 31. Ciptakan tradisi keluarga. Jadikan waktu ‘belajar’ bersama menjadi saat yang dinantikan oleh seluruh anggota keluarga. Mulailah dengan seminggu sekali. Pilih waktu yang tepat bagi semua anggota keluarga. Buku panduan/bacaan yang tepat akan sangat menolong untuk memulai dan mengarahkan percakapan.
  32. 32. Topik pembahasan yang terencana. Di sekolah, anak menerima materi pembelajaran secara sistematis. Pokok bahasan yang sama akan diulang berkali-kali dengan metode yang berbeda (penjelasan, latihan, praktikum, PR, ulangan, dll.) sehingga anak benar-benar menguasai. Pendidikan Kristen di dalam keluarga juga perlu direncanakan secara sistematis sekaligus tetap fleksibel.
  33. 33. Pendidikan Kristen di dalam keluarga haruslah menolong anak agar seumur hidupnya senantiasa mengasihi TUHAN, Allahnya, dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa dan dengan segenap kekuatannya.
  34. 34. Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. ULANGAN 6:4-5
  35. 35. Pendidikan Kristen di dalam keluarga haruslah menolong anak supaya mereka menaruh kepercayaan kepada Tuhan dan tidak melupakan perbuatan-perbuatan Tuhan, tetapi memegang perintah-perintah-Nya. Anak tumbuh di dalam takut akan Tuhan. Senantiasa menaruh kepercayaannya kepada Allah– apa pun pergumulan hidup yang akan dialami nanti. Menjadi pribadi yang selalu ingat siapa dirinya dan siapa diri-Nya.
  36. 36. Telah ditetapkan-Nya peringatan di Yakub dan hukum Taurat diberi-Nya di Israel; nenek moyang kita diperintahkan-Nya untuk memperkenalkannya kepada anak- anak mereka, supaya dikenal oleh angkatan yang kemudian, supaya anak-anak, yang akan lahir kelak, bangun dan menceritakannya kepada anak-anak mereka, supaya mereka menaruh kepercayaan kepada Allah dan tidak melupakan perbuatan-perbuatan Allah, tetapi memegang perintah-perintah-Nya; MAZMUR 78:2-7
  37. 37. Bagian Daud adalah menyiapkan anaknya untuk mengerjakan apa yang Allah mau ia kerjakan. DAUD & SALOMO Daud melakukan yang terbaik, memberikan semua yang diperlukan Salomo agar Salomo dapat melakukan apa yang Tuhan mau. Tuhan disenangkan dengan apa yang Salomo lakukan.
  38. 38. DAUD & SALOMO Kita tidak tahu apa yang menjadi rencana Tuhan atas diri anak kita. Tetapi mari kita mengerjakan bagian kita dengan baik. Mempersiapkan anak kita untuk mengerjakan panggilannya.
  39. 39. DAUD & SALOMO 1 TAWARIKH 28:20 Nasihat Daud kepada anaknya Salomo Lalu berkatalah Daud kepada Salomo, anaknya: “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, dan lakukanlah itu; janganlah takut dan janganlah tawar hati, sebab TUHAN Allah, Allahku, menyertai engkau. Ia tidak akan membiarkan dan meninggalkan engkau sampai segala pekerjaan untuk ibadah di rumah Allah selesai.”
  40. 40. Persiapan apa yang kita berikan kepada anak-anak yang Tuhan percayakan di dalam hidup kita? PENDIDIKAN KRISTEN DOA BERKAT
  41. 41. MAZMUR 1 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
  42. 42. Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin. Sebab itu orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan orang benar; sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.
  43. 43. Latihan • Pilih 1 ayat • Jadikan sebagai doa permohonan • Jadikan sebagai doa berkat
  44. 44. PENDIDIKAN KRISTEN dalam konteks KELUARGA

×