Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Penatalayanan atas Talenta (Strength Finder)

1,365 views

Published on

Talenta setiap orang bersifat unik dan relatif menetap.
Kesempatan terbesar untuk berkembang yang dimiliki seseorang adalah pada bidang kekuatan terbesarnya.

Published in: Spiritual

Penatalayanan atas Talenta (Strength Finder)

  1. 1. Dengan keyakinan bahwa “Baik” adalah lawan dari “Buruk”, manusia berupaya memperbaiki yang buruk:  Dokter menyelidiki penyakit untuk belajar tentang kesehatan.  Psikolog menyelidiki depresi untuk belajar tentang kegembiraan.  Konselor pernikahan menyelidiki penyebab perceraian untuk belajar tentang pernikahan bahagia.  Sekolah, dunia kerja, dan lembaga pelayanan mendorong untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mengoreksi kelemahan untuk menjadi kuat. NAMUN, kekuatan memiliki polanya sendiri. Kelemahan memang perlu diselidiki, tetapi kita hanya akan belajar sedikit tentang kekuatan melaluinya.
  2. 2.  Gallup melakukan survei kepada responden 1,7 juta karyawan dari 101 perusahaan di 63 negara, dengan mengajukan pertanyaan: “Di tempat kerja, apakah Anda memiliki kesempatan untuk melakukan hal-hal terbaik yang dapat Anda lakukan?”  Berapa persen yang menjawab “Ya, sangat setuju”?
  3. 3.  Penemuan lain dari survei ini: Semakin lama seseorang berada dalam organisasi yang sama dan semakin tinggi jenjang karir seseorang, semakin BANYAK / SEDIKIT (coret salah satu) ia menggunakan kekuatan-kekuatannya.
  4. 4.  Penemuan lain dari survei ini: Semakin lama seseorang berada dalam organisasi yang sama dan semakin tinggi jenjang karir seseorang, semakin BANYAK / SEDIKIT (coret salah satu) ia menggunakan kekuatan-kekuatannya. Kebanyakan organisasi beroperasi dengan 20% orang yang menggunakan kekuatannya. Bayangkan perubahan yang terjadi kalau menjadi 40% (2x) atau 60% (3x) orang!
  5. 5. B / S Setiap manusia bisa menjadi kompeten dalam hal apa pun kalau dia mau belajar.  Manusia bisa belajar untuk menjadi lebih baik hampir dalam bidang apa pun. Manusia punya kemampuan dalam beradaptasi serta mempelajari suatu hal.  Sekarang pertanyaannya adalah apakah manusia bisa meraih performa yang hampir sempurna secara konsisten dalam suatu hal melalui suatu latihan keras saja?Tidak.
  6. 6. B / S Seseorang akan menjadi jauh lebih baik bila ia berfokus memperbaiki kelemahannya.
  7. 7.  Kebanyakan organisasi dibangun dengan dua asumsi yang keliru tentang manusia: 1. Setiap orang dapat belajar menjadi kompeten hampir dalam segala hal. 2. Kesempatan terbesar untuk berkembang yang dimiliki seseorang adalah pada bidang kelemahan terbesarnya.  Akibat:Tidak terlalu memperhatikan kekuatan dan sangat berusaha memperbaiki kelemahan. Pengembangan vs. Pengendalikan Kerusakan
  8. 8.  Kita perlu mengubah asumsi tentang manusia: 1. Talenta setiap orang bersifat unik dan relatif menetap. 2. Kesempatan terbesar untuk berkembang yang dimiliki seseorang adalah pada bidang kekuatan terbesarnya.  Akibat: Mencari talenta (vs pendidikan dan pengalaman), Memperlakukan setiap orang berbeda (vs penyeragaman), Mentoring pada pengembangan kekuatan (vs kelemahan).
  9. 9.  Warren Buffet, investor  Pam D., direktur of health and human services for an urban county  Sherie S., dermatologis  Paula L., executive editor
  10. 10. Kekuatan adalah performa yang hampir sempurna dan konsisten dalam suatu kegiatan. Tiga prinsip: 1. Suatu performa merupakan kekuatan kita jika kita dapat melakukannya dengan konsisten. “The ability is a strength only if you can fathom yourself doing it repeteadly, happily, and successfully.” 2. Kita tidak perlu memiliki kekuatan dalam semua aspek dari peran kita untuk mencapai keunggulan. “When we studied them, excellent performers were rarely well rounded. On the contrary, they were sharp.” 3. Kita hanya akan mencapai keunggulan dengan memaksimalkan kekuatan kita, tidak pernah dengan memperbaiki kelemahan kita. “Capitalize on your strengths and manage around your weaknesses.”
  11. 11. Maksimalkan kekuatanmu, Kelola kelemahanmu Tiga perangkat revolusioner untuk menghidupi kekuatan: 1. Memahami perbedaan talenta alamiah dengan kecakapan yang dipelajari 2. Sistem untuk mengidentifikasi talenta yang dominan 3. Istilah umum untuk menggambarkan talenta
  12. 12. Talenta Penge- tahuan Kete- rampilan Keku- atan Pengetahuan dan keterampilan didapat melalui belajar dan berlatih.Tetapi yang paling penting sesungguhnya adalah talenta, yang bersifat bawaan. Pengetahuan dan keterampilan mengungkapkan apakah kita dapat melakukan sesuatu, sementara talenta mengungkap hal yang lebih penting, yaitu seberapa bagus dan seberapa sering kita mampu melakukannya.
  13. 13. Talenta Penge- tahuan Kete- rampilan Keku- atan Kekuatan kadang dapat dibangun hanya dengan talenta, tanpa pengetahuan dan keterampilan. Namun, kekuatan tidak dapat dibangun tanpa talenta, hanya dg pengetahuan dan keterampilan. “Practice does NOT necessarily makes perfect.” Kunci membangun kekuatan: Kenali talenta dominan kita, dan kembangkan dengan pengetahuan dan keterampilan.
  14. 14.  Talenta adalah pola berulang dari pikiran, perasaan, atau perilaku yang bisa diterapkan secara produktif. Pola ini diciptakan oleh koneksi yang ada di otak, yang menjadi relatif permanen pada usia tertentu. Koneksi yang disebut sinapsis ini terjadi antara dua sel otak (neuron) yang memungkinkannya saling berkomunikasi. Sinapsis kita itulah yang kemudian membentuk talenta kita.
  15. 15.  42 hari setelah pembuahan, kita membentuk neuron pertama kita. Lalu, 120 hari kemudian, kita memiliki 100 milyar neuron (artinya 9500 neuron baru per detik!).Tapi sesudah itu tidak terlalu ada pertambahan lagi. Kita dilahirkan dengan 100 milyar neuron, dan kita tetap memiliki 100 milyar neuron sampai usia paruh baya. 60 hari sesudah kita dilahirkan, neuron-neuron itu menjalin komunikasi antara satu dengan yang lainnya dengan membentuk untaian yang disebut akson. Setiap kali ada untaian yang sukses terkoneksi dengan yang lain, maka terbentuk satu sinapsis. Saat kita berusia tiga tahun, masing-masing neuron kita yang berjumlah 100 milyar itu telah membentuk 15.000 jaringan komunikasi sinapsis dengan neuron lain.
  16. 16.  Namun kemudian secara alami kita mengabaikan banyak jalinan sinapsis yang telah terbentuk. Sinapsi yang diabaikan akan menjadi rusak, dan akhirnya berguguran. Sampai di usia kita yang ke-16 hanya tinggal setengah dari seluruh jaringan sinapsis itu yang masih bertahan. Kita pun tidak bisa membangunnya kembali.  Fenomena ini justru baik untuk kita.Tidak benar kalau ada yang berkata semakin banyak jalinan sinapsis yang kita miliki di otak maka kita semakin cerdas atau semakin efektif. Kecerdasan dan keefektifan kita bergantung pada seberapa baik kita bisa memanfaatkan jalinan sinapsis terkuat. Kita secara alami dipaksa untuk mematikan milyaran koneksi agar kita bisa bebas mengeksploitasi dan memaksimalkan sisa jaringan yang terkuat.
  17. 17. Cara terbaik untuk menemukan talenta kita adalah dengan memonitor perilaku dan perasaan kita ketika menjalaninya dalam rentang waktu tertentu, atau membaca jejak-jejaknya untuk hal yang sudah terjadi. Perhatikan:  Reaksi spontan  Kerinduan hati  Kecepatan belajar  Kepuasan perasaan
  18. 18. Mengapa perlu istilah?  Istilah untuk kelemahan sangat spesifik dan beragam sedangkan istilah untuk kekuatan sangat generik dan sedikit. Istilah bagi kelemahan: neurosis, psikosis, depresi, mania, histeria, serangan panik, skizofrenia, dll. Istilah bagi kekuatan: people-skills, selling skills, self-motivated, strategic thinking, dll.  Istilah yang tepat menggambarkan kekuatan secara positif dan dipahami secara umum.  34 tema talenta manusia
  19. 19.  Berdasarkan wawancara dengan 2 juta+ orang yang memiliki performansi unggul di bidangnya masing-masing, diperoleh 34 “tema” yang paling sering muncul dari talenta manusia.
  20. 20. Bagaimana cara mengatasi bakat-bakat terlemah kita:  Berusaha sedikit lebih baik dalam melakukannya  Buat sistem pendukung  Gunakan tema terkuat untuk mengatasi dan menutupi kelemahan  Temukan mitra yang melengkapi  Berhenti melakukannya
  21. 21.  Strengths Based Selling (2011)  Strengths Based Leadership (2009)  StrengthsFinder 2.0 (2007)  StrengthsQuest (2006)  Teach WithYour Strengths (2005)  How Full IsYour Bucket? Positive Strategies for Work and Life (2004) *  How Full IsYour Bucket? Expanded Anniversary Edition (2009) *  LivingYour Strengths (2004)  DiscoverYour Sales Strengths (2003)  Now, DiscoverYour Strengths (2001)
  22. 22. The tragedy of life is not that each of us doesn’t have enough strengths, it’s that we fail to use the ones we have. — MARCUS BUCKINGHAM & DONALD CLIFTON Hide not your talents.They for use were made.What's a sundial in the shade? — BENJAMIN FRANKLIN
  23. 23.  Kami menulis buku ini untuk memulai revolusi, revolusi kekuatan.  Pada pusat revolusi ini terdapat sebuah ketetapan sederhana: Organisasi yang besar seharusnya tidak hanya menerima kenyataan bahwa setiap karyawannya berbeda-beda, namun seharusnya memaksimalkan keberbedaan tersebut.
  24. 24. Potensi pertumbuhan terbesar seseorang ada pada bidang kelemahan terbesarnya. Strength Building Paradigm Weakness Fixing Paradigm Beberapa kompetensi dapat dipelajari, banyak yg hampir tidak mungkin dipelajari. Orang-orang terbaik dalam sebuah peran memberikan hasil sama, dg cara berbeda. Memperbaiki kelemahan mencegah kegagalan. Membangun kekuatan membawa keberhasilan! Untuk berhasil, kita harus berusaha meniru hal yang dilakukan orang terbaik. Semua kompetensi dapat dipelajari, jika seseorang mau berusaha. Memperbaiki kelemahan adalah kunci keberhasilan! Potensi pertumbuhan terbesar seseorang ada pada bidang kekuatan terbesarnya.
  25. 25. Pola pikiran, perasaan, dan perilaku alamiah Talenta Waktu untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan Investasi Kemampuan untuk memberikan performa yang hampir sempurna secara konsisten Kekuatan
  26. 26. Investasikan padaTalenta! Talenta Investasi Kekuatan 2 5 5 2 10 10 x x = =
  27. 27.  Sebelum melakukan aktivitas Anda menantikannya  Ketika melakukan aktivitas Anda merasa efektif  Setelah melakukan aktivitas Anda merasa penuh dan otentik Chariot of Fire 32
  28. 28. S Success Activities that:  Fulfill and sustain  Energize  Generate positive feelings
  29. 29. S Success I Instinct Activities that:  You are drawn to  You volunteer for  You look forward to  May be a bit scary
  30. 30. S Success I Instinct G Growth Activities that:  Feel easy and effortless  Don’t seem to require you to concentrate  Make you inquisitive  Make time speed by  Bring you happiness
  31. 31. S Success I Instinct G Growth N Need Activities that:  Seem to fill innate need  Feel authentic and correct  Feel satisfying  Charge your “batteries”
  32. 32. S Success I Instinct G Growth N Need Activities that: • Fulfill and sustain • Energize • Generate positive feelings Activities that: • You are drawn to • You volunteer for • You look forward to • May be a bit scary Activities that: • Feel easy and effortless • Don’t seem to require you to concentrate • Make you inquisitive • Make time speed by • Bring you happiness Activities that: • Seem to fill innate need • Feel authentic and correct • Feel satisfying • Charge your “batteries”
  33. 33. Saudara dapat memberi pengaruh yang positif dan berjangka panjang dengan menolong rekan Saudara menemukan, mengembangkan, dan mempergunakan pola pikiran, perasaan, dan perilaku natural mereka—dan menunjukkan betapa berguna dan berharganya talenta-talenta tersebut. Jadi …  KENALI talenta-talenta tersebut  TEGUHKAN rekan Saudara dengan memberikan umpan balik yang akurat  DORONG rekan Saudara mendayagunakannya untuk melayani dan memuliakanTuhan
  34. 34. 1. Think back through your entire life (preferably your work life). Locate a moment that was a high point, when you felt most effective and engaged. Describe how you felt, and what made the situation possible. 2. Without being humble, describe what you valued most about yourself and your work at that time. What did you do that helped you feel that way? 3. What results did you get because of your passion and engagement? How did it affect others around you (your team)?
  35. 35. Brief Descriptions of the 34Themes ofTalent Measured by the Clifton StrengthsFinder
  36. 36.  People especially talented in the Achiever theme have a great deal of stamina and work hard. They take great satisfaction from being busy and productive.
  37. 37.  People especially talented in the Arranger theme can organize, but they also have a flexibility that complements this ability. They like to figure out how all of the pieces and resources can be arranged for maximum productivity.
  38. 38.  People especially talented in the Belief theme have certain core values that are unchanging. Out of these values emerges a defined purpose for their life.
  39. 39.  People especially talented in the Consistency theme are keenly aware of the need to treat people the same. They try to treat everyone in the world with consistency by setting up clear rules and adhering to them.
  40. 40.  People especially talented in the Deliberative theme are best described by the serious care they take in making decisions or choices. They anticipate the obstacles.
  41. 41.  People especially talented in the Discipline theme enjoy routine and structure. Their world is best described by the order they create.
  42. 42.  People especially talented in the Focus theme can take a direction, follow through, and make the corrections necessary to stay on track. They prioritize, then act.
  43. 43.  People especially talented in the Responsibility theme take psychological ownership of what they say they will do. They are committed to stable values such as honesty and loyalty.
  44. 44.  People especially talented in the Restorative theme are adept at dealing with problems. They are good at figuring out what is wrong and resolving it.
  45. 45.  People especially talented in the Activator theme can make things happen by turning thoughts into action. They are often impatient.
  46. 46.  People especially talented in the Command theme have presence. They can take control of a situation and make decisions.
  47. 47.  People especially talented in the Communication theme generally find it easy to put their thoughts into words. They are good conversationalists and presenters.
  48. 48.  People especially talented in the Competition theme measure their progress against the performance of others. They strive to win first place and revel in contests.
  49. 49.  People especially talented in the Maximizer theme focus on strengths as a way to stimulate personal and group excellence. They seek to transform something strong into something superb.
  50. 50.  People especially talented in the Self-Assurance theme feel confident in their ability to manage their own lives. They possess an inner compass that gives them confidence that their decisions are right.
  51. 51.  People especially talented in the Significance theme want to be very important in the eyes of others. They are independent and want to be recognized.
  52. 52.  People especially talented in the Woo theme love the challenge of meeting new people and winning them over. They derive satisfaction from breaking the ice and making a connection with another person.
  53. 53.  People especially talented in the Adaptability theme prefer to “go with the flow.” They tend to be “now” people who take things as they come and discover the future one day at a time.
  54. 54.  People especially talented in the Developer theme recognize and cultivate the potential in others. They spot the signs of each small improvement and derive satisfaction from these improvements.
  55. 55.  People especially talented in the Connectedness theme have faith in the links between all things. They believe there are few coincidences and that almost every event has a reason.
  56. 56.  People especially talented in the Empathy theme can sense the feelings of other people by imagining themselves in others’ lives or others’ situations.
  57. 57.  People especially talented in the Harmony theme look for consensus. They don’t enjoy conflict; rather, they seek areas of agreement.
  58. 58.  People especially talented in the Includer theme are accepting of others. They show awareness of those who feel left out, and make an effort to include them.
  59. 59.  People especially talented in the Individualization theme are intrigued with the unique qualities of each person. They have a gift for figuring out how people who are different can work together productively.
  60. 60.  People especially talented in the Positivity theme have an enthusiasm that is contagious. They are upbeat and can get others excited about what they are going to do.
  61. 61.  People especially talented in the Relator theme enjoy close relationships with others. They find deep satisfaction in working hard with friends to achieve a goal.
  62. 62.  People especially talented in the Analytical theme search for reasons and causes. They have the ability to think about all the factors that might affect a situation.
  63. 63.  People especially talented in the Context theme enjoy thinking about the past. They understand the present by researching its history.
  64. 64.  People especially talented in the Futuristic theme are inspired by the future and what could be. They inspire others with their visions of the future.
  65. 65.  People especially talented in the Ideation theme are fascinated by ideas. They are able to find connections between seemingly disparate phenomena.
  66. 66.  People especially talented in the Input theme have a craving to know more. Often they like to collect and archive all kinds of information.
  67. 67.  People especially talented in the Intellection theme are characterized by their intellectual activity. They are introspective and appreciate intellectual discussions.
  68. 68.  People especially talented in the Learner theme have a great desire to learn and want to continuously improve. In particular, the process of learning, rather than the outcome, excites them.
  69. 69.  People especially talented in the Strategic theme create alternative ways to proceed. Faced with any given scenario, they can quickly spot the relevant patterns and issues.
  70. 70. Talenta setiap orang bersifat unik dan relatif menetap. Kesempatan terbesar untuk berkembang yang dimiliki seseorang adalah pada bidang kekuatan terbesarnya.
  71. 71. “Di tempat kerja, apakah Anda memiliki kesempatan untuk melakukan hal-hal terbaik yang dapat Anda lakukan?”
  72. 72. Pengalaman individu:  Peningkatan produktivitas  Gairah/antusiasme untuk bekerja  Penurunan stress  Lebih merasa dapat memberi kontribusi/ nilai  Pengakuan dan pertumbuhan Pengalaman organisasi:  Peningkatan produktivitas  Kuatnya kesetiaan pelanggan  Lamanya masa kerja  Rendahnya angka kecelakaan  Peningkatan profit
  73. 73. 1. Karena talenta setiap orang bersifat relatif menetap, kita perlu memberikan waktu dan dana yang cukup untuk menyeleksi orang dengan tepat sejak semula. Mengatasi: “Saya tidak punya talenta untuk peran yang diminta.” 2. Karena talenta setiap orang bersifat unik, kita perlu memfokuskan performa dengan mengatur hasil kerja daripada menyeragamkan proses kerja. Megatasi: “Dalam peran Saya, Saya tidak punya kesempatan untuk menggunakan talenta saya.”
  74. 74. 3. Karena kesempatan terbesar untuk berkembang yang dimiliki seseorang adalah pada bidang kekuatan terbesarnya, kita perlu memfokuskan waktu dan dana pelatihan pada menolong orang tsb menemukan kekuatannya dan menolong mengembangkan kekuatannya, daripada memperbaiki kelemahannya. Mengatasi: “Saya tidak punya pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan” “Saya tidak tahu kekuatan saya.” “Pimpinan saya tidak tahu kekuatan saya.”
  75. 75. 4. Karena kesempatan terbesar untuk berkembang yang dimiliki seseorang adalah pada bidang kekuatan terbesarnya, kita perlu merancang pertumbuhan peran dan tanggung-jawab seseorang tanpa membuatnya berada di luar bidang kekuatannya. Mengatasi: ”Meskipun saya sekarang berada di dalam peran yang tidak sesuai, ini adalah satu-satunya jalan untuk mengalami peningkatan.”
  76. 76. Organization Team Interpersonal Personal Trustworthiness Trust Engagement Alignment
  77. 77. 1. Tetapkan cara mengukur performa yang diharapkan. Apakah orang ini menyelesai- kan pekerjaannya (1) dengan hasil yang akurat, (2) pada waktu yang tepat, (3) secara positif baik bagi diri sendiri dan rekan lain? 2. Tinjau performa yang tersebut secara periodik.Tinjauan ini akan (1) menghargai pribadi dan peran setiap orang, (2) meneguh- kan hasil-hasil yang sudah dicapai, dan (3) menyelaraskan harapan dan prioritas.
  78. 78. 3. Pastikan setiap pimpinan memiliki diskusi kekuatan dengan orang yang dipimpinnya. (1) Apa tema kekuatan terbesarnya? (2) Bagaimana hal ini dapat dihubungkan dengan pekerjaannya? (3) Apa pembelajaran dan pengalaman yang diperlukan untuk mengubah talenta menjadi kekuatan? (4) Bagaimana cara memimpin yang tepat bagi orang yang dipimpin? Cara terbaik untuk menolong seseorang menghasil- kan performa adalah: Pertemuan yang teratur, teren- cana, dan produktif dengan pimpinan langsungnya.
  79. 79. Great leaders:  No single strength possessed by all.  Not well-rounded.  Do not imitate other leaders.  Keenly aware of own strengths.  Use own strengths to best advantage.  Build followers’ confidence by focusing on their strengths. PENELITIANGALLUP ORGANIZATION
  80. 80. Manakah yang lebih menghasilkan tim yang berhasil dan kohesif? A. Tim yang dipimpin oleh beberapa orang yang memiliki kekuatan dalam domain yang sama. B. Tim yang dipimpin oleh satu orang yang memiliki kekuatan dalam keempat domain. C. Tim yang dipimpin oleh beberapa orang yang memiliki kekuatan dalam keempat domain. Although individuals need not be well-rounded, teams should be.
  81. 81. Tim yang paling berhasil dan kohesif:  Each member has unique set of strengths.  Individual members are not well-rounded, but team IS. Ciri-ciri tim yang paling berhasil dan kohesif:  Conflict is not destructive.  Best interests of organization are priority.  Members value personal and professional lives.  Diversity is embraced.  Attract best talent. 94
  82. 82. 95 Dr. Peter Drucker, The Effective Executive (1966). “To achieve results, one has to use the strengths of associates, the strengths of the superior, and one’s own strengths. [The organization] cannot overcome the weaknesses with which each of us is abundantly endowed. But it can make them irrelevant.”

×