Vol. 02/No. 02/ 2012                                         B ODIVERSITAS                                           NDONE...
selamat terlahir kembaliselamat suci kembali                           keluarga besar         mengucapkan                 ...
B      ODIVERSITAS                                      Majalah Digital                                                   ...
Daftar Isi      Vol.02/No.02/ 2012        klik judul untuk        langsung ke        halaman artikel                  Herp...
Kontributor Edisi Ekspedisi                                                 Terima kasih atas                             ...
Catatan Panitia Lokal                   ekspedisi                                                               Dadang Edi...
Catatan Koodinator Nasional                                                                                     Kemudian, ...
Daftar burung yang ditemukan selama ekspedisi dan lokasi perjumpaannya                                                   N...
Nama                                               jenis yang tercatat selama ekspedisi,              serta Ceratostylis c...
Daftar lepidoptera yang ditemukan selama ekspedisi dan lokasi perjumpaannya                Daftar anggrek yang ditemukan s...
Bioders                                                                                      Rangkaian tiga kata itu mempu...
Paradoxurus hermaproditusImam Taufiqurrahman
Blusukan                                    TAHURA                                 R. SOERYO                              ...
Biodiversitas Cangar                                                                                 biodiversitasnya ada ...
Biodiversitas Cangar                                                                                             Jantung S...
Dendrobium nudumLutfian Nazar
Biodiversitas Cangar                                      You Are                                 Beautiful               ...
Biodiversitas Cangar                                                                                                      ...
Biodiversitas Cangar                                                                                                tumbuh...
Biodiversitas Cangar                                                                                                      ...
Mutiara         di pohon         tumbang                                         F    enomena anggrek-anggrek             ...
Dimana Saya Bisa Motret Apa?Kurnia Latifiana
Culicicapa ceylonensisKurnia Latifiana
Biodiversitas Cangar                                                                           Spesies      Surga         ...
Spesies                                                                                                                   ...
Biodiversitas indonesia-edisi-2-2-2012-ekspedisi-low
Biodiversitas indonesia-edisi-2-2-2012-ekspedisi-low
Biodiversitas indonesia-edisi-2-2-2012-ekspedisi-low
Biodiversitas indonesia-edisi-2-2-2012-ekspedisi-low
Biodiversitas indonesia-edisi-2-2-2012-ekspedisi-low
Biodiversitas indonesia-edisi-2-2-2012-ekspedisi-low
Biodiversitas indonesia-edisi-2-2-2012-ekspedisi-low
Biodiversitas indonesia-edisi-2-2-2012-ekspedisi-low
Biodiversitas indonesia-edisi-2-2-2012-ekspedisi-low
Biodiversitas indonesia-edisi-2-2-2012-ekspedisi-low
Biodiversitas indonesia-edisi-2-2-2012-ekspedisi-low
Biodiversitas indonesia-edisi-2-2-2012-ekspedisi-low
Biodiversitas indonesia-edisi-2-2-2012-ekspedisi-low
Biodiversitas indonesia-edisi-2-2-2012-ekspedisi-low
Biodiversitas indonesia-edisi-2-2-2012-ekspedisi-low
Biodiversitas indonesia-edisi-2-2-2012-ekspedisi-low
Biodiversitas indonesia-edisi-2-2-2012-ekspedisi-low
Biodiversitas indonesia-edisi-2-2-2012-ekspedisi-low
Biodiversitas indonesia-edisi-2-2-2012-ekspedisi-low
Biodiversitas indonesia-edisi-2-2-2012-ekspedisi-low
Biodiversitas indonesia-edisi-2-2-2012-ekspedisi-low
Biodiversitas indonesia-edisi-2-2-2012-ekspedisi-low
Biodiversitas indonesia-edisi-2-2-2012-ekspedisi-low
Biodiversitas indonesia-edisi-2-2-2012-ekspedisi-low
Biodiversitas indonesia-edisi-2-2-2012-ekspedisi-low
Biodiversitas indonesia-edisi-2-2-2012-ekspedisi-low
Biodiversitas indonesia-edisi-2-2-2012-ekspedisi-low
Biodiversitas indonesia-edisi-2-2-2012-ekspedisi-low
Biodiversitas indonesia-edisi-2-2-2012-ekspedisi-low
Biodiversitas indonesia-edisi-2-2-2012-ekspedisi-low
Biodiversitas indonesia-edisi-2-2-2012-ekspedisi-low
Biodiversitas indonesia-edisi-2-2-2012-ekspedisi-low
Biodiversitas indonesia-edisi-2-2-2012-ekspedisi-low
Biodiversitas indonesia-edisi-2-2-2012-ekspedisi-low
Biodiversitas indonesia-edisi-2-2-2012-ekspedisi-low
Biodiversitas indonesia-edisi-2-2-2012-ekspedisi-low
Biodiversitas indonesia-edisi-2-2-2012-ekspedisi-low
Biodiversitas indonesia-edisi-2-2-2012-ekspedisi-low
Biodiversitas indonesia-edisi-2-2-2012-ekspedisi-low
Biodiversitas indonesia-edisi-2-2-2012-ekspedisi-low
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Biodiversitas indonesia-edisi-2-2-2012-ekspedisi-low

4,482 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
4,482
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
152
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Biodiversitas indonesia-edisi-2-2-2012-ekspedisi-low

  1. 1. Vol. 02/No. 02/ 2012 B ODIVERSITAS NDONESIA Bhinneka Flora Fauna Nusantara ekspedisi foto biodiversitas indonesia Surga Biodiversitas Kere yang Mulai Terkuak Hore You are HERPETOFAUNA Beautiful TAHURA R. SOERYO
  2. 2. selamat terlahir kembaliselamat suci kembali keluarga besar mengucapkan selamat idul fitri taqobbalallahu minna wa minkum taqobbal yaa karim
  3. 3. B ODIVERSITAS Majalah Digital Diterbitkan oleh Dari Studio FOBI NDONESIA Bhinneka Flora Fauna Nusantara Ekspedisi Pertama FOBIVol. 02/No. 02/ 2012 Sesungguhnya saya sadar akan negaranya yang merasa kurang nyaman megabiodiversitas. Atau Susunan Redaksi dalam memberikan mungkin sudah paham tetapi Alamat Redaksi Pemimpin Redaksi: Oka Dwi P. website: www.fobi.web.id pengantar ini. Sebab, belum tahu fungsi nyata dari Redaktur: Karyadi Baskoro, Imam email: fotobiodiversitas@gmail.com jauh-jauh hari saya sudah potensi megabiodiversitas itu Taufiqurrahman menyatakan untuk tidak untuk apa. Mudah-mudahan, Desain dan Tata Letak: Swiss Winnasis Foto Sampul Depan Hunting malam di goa Jepang bisa ikut dalam kegiatan FOBI dalam ekspedisi pertama Foto sampul dalam ekspedisi pertama FOBI di di Cangar ini bisa sedikit Megophrys montana Malang. Untunglah sang memberi peran. Meskipun oleh Swiss Winnasis ketua ekspedisi, Imam memulainya lagi dari bawah. Foto sampul belakang Taufiqurrahman juga berkenan Yaitu mengumpulkan data-data dasar Dendrochirus zebra biota yang ada di satu kawasan. oleh Eka Ferdian J. memberikan sambutannya. Dipilihnya Cangar sebagai lokasi Majalah BIODIVERSITAS ekspedisi pertama FOBI ternyata INDONESIA (BI) kali ini adalah memang pilihan yang tepat. Kesan edisi sisipan. Dibuat untuk itu saya dapatkan dari kisah-kisah mengakomodasi segala hal yang yang masuk kepada saya. Baik berkaitan dengan ekspedisi. Oleh ketika bertemu langsung dengan karena itulah BI ini dinamakan BI para peserta ekspedisi, chatting Ekspedisi. via internet, maupun lewat tulisan- Sebagai edisi sisipan, tentu saja tulisan yang ada dalam majalah ini. akan ada banyak perbedaan dengan Dari kisah-kisah itu saya jadi majalah BI reguler. Tetapi tetap tahu, bahwa Tahura R.Soerjo diusahakan dengan kualitas yang ternyata banyak menyimpan sama. Baik dengan gaya bercerita potensi biodiversitas yang ironisnya, maupun kualitas layout. Untuk itu, data tentang itu belumlah banyak langsung saja saya ucapkan: Selamat tersedia. Padahal lokasinya tidak menikmati ekspedisi pertama FOBI. terlalu sulit dijangkau, banyak universitas di sekelilingnya, dan ada pula para petugas yang menjaga kawasannya. Mungkin inilah salah satu bukti bahwa warga negara Oka Dwi P. Indonesia belum sepenuhnya Pemimpin Redaksi
  4. 4. Daftar Isi Vol.02/No.02/ 2012 klik judul untuk langsung ke halaman artikel Herpetofauna 64 104 Tahura R. Soeryo 54 Mycalesis yang Narsis Undercover Species Surga Biodiversitas yang Mulai Terkuak 46 84 92 24 Kantong Hanya Punya Semangat, Kere Manfaat Biodiversitas Ketemu HorePerjalanan di Jantungnya Jawa Timur Behind the Scene Sepenggal Doa Dari 114 74 Cangar Cahaya 98 Bioders 20 You are Beautiful Tuhan diKaki Arjuna 32
  5. 5. Kontributor Edisi Ekspedisi Terima kasih atas terselenggaranya Nurdin Setio Lutfian Nazar Ekspedisi FOBI, Budi Aktifitas alumni Tahura R. Soeryo, Selama ekspedisi, keahliannya Biologi Universitas Negeri Semarang 1-7 April 2012 memasak ini sebenarnya membuatnya lebih banyak di layak mendapat dunia burung dan julukan “Master katak. Namun Chef Ekspedisi Cangar”. Namun, selama di Cangar, pria flamboyan keahlian putra Mojokerto ini tidak nan melankolis ini justru malah hanya itu. Santri Universitas Islam asyik mencari berbagai jenis Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta anggrek. Bisa jadi pesona ini pun memiliki keahlian lain, anggrek-anggrek nan cantik yang ngere. Keahliannya itu lah yang ia ia temukan itu telah merebut kisahkan khusus untuk Anda. hatinya. Mustafid Amna Kurnia Latifiana Keterlibatannya Cewek aseli dalam ekspedisi Jogja ini berbagi Cangar ternyata cerita tentang memberi kesan herpetofauna mendalam yang ia temukan pada pria yang selama ekspedisi. akrab disapa Sebagai anggota Avid ini. Mahasiswa Biologi UIN Kelompok Pengamat, Pemerhati angkatan 2009 ini sepertinya dan Peneliti Herpet (KP3Herpet) kerap berkontemplasi dan Fakultas Kehutanan UGM, misinya mencari makna dari apa yang ke Cangar memang untuk itu. dilakukannya. Misinya tunai. Heru Cahyono Mas Untung Ekspedisi Cangar Minat sesepuh mungkin tidak dari organisasi akan berjalan pecinta alam mulus tanpa Biolaska ini sentuhan sangat luas. Tak alumni Biologi hanya burung, Universitas selama di Cangar Negeri Malang ini. Dengan ia pun asyik mengejar kupu-kupu pengalamannya, ia mampu atau mencari laba-laba. Selain mengantarkan para peserta ke perburuannya mencari kupu-kupu, lokasi-lokasi penting yang ada di Anda akan menemukan kisahnya Tahura R. Soerjo dan menemukan tentang praktik perburuan burung berbagai jenis flora fauna menarik yang ada di Cangar. yang ada.8 | Biodiversitas Indonesia Ekspedisi Biodiversitas Indonesia Ekspedisi |9
  6. 6. Catatan Panitia Lokal ekspedisi Dadang Editya Kurniawan Ekspedisi, sebuah kata yang masih Kelawar sendiri merupakan sebuah asing bagi telinga saya. Kata itu kelompok studi mahasiswa yang membuat sangat penasaran. berminat pada satwa aquatic, eksotik, selanjutnya banyak sekali hal- Terutama karena saya merupakan dan satwa liar. Sesampainya di lokasi, hal menarik bagi saya. Utamanya, pemula di dunia “wildlife animal”. kami menunggu kedatangan peserta menemukan pelajaran dan pengalaman yang Ketika mendengar kabar diadakannya dari daerah lain. seekor dibagikan oleh Bioders. Pelajaran ekspedisi di Cangar, Tahura R. Soerjo, burung hantu Kukuk beluk (Strix dan pengalaman mereka terus Satu hal lain yang membuat Batu, Jawa Timur saya sangat antusias leptogrammica). Hal itu merupakan membangkitkan semangat saya. semangat semakin menggebu- dan langsung mendaftarkan diri. pengalaman yang sungguh berharga Sepertinya memang hal inilah yang gebu ikut ekspedisi adalah adanya Apalagi ekspedisi itu diikuti oleh para buat saya yang baru pertama kali paling saya harapkan sebagai peserta kesempatan untuk bertemu dengan bioders Foto Biodiversitas Indonesia mengikuti sebuah ekspedisi. Dari pemula ekspedisi. Untuk terus para Bioders yang berasal dari luar (FOBI) dari seluruh Indonesia. Maka, sinilah saya akhirnya tahu bagaimana menggali ilmu sebanyak-banyaknya. kota Malang. Mereka bahkan rela inilah kisah saya. melakukan pengamatan pada diguyur hujan saat menuju lokasi. Dari sini saya jadi mengetahui, Sebenarnya, waktu Saya acungi jempol pada mereka malam hari. Tahu apa saja yang harus begitu penting peran kita untuk terus penyelenggaraan ekspedisi kurang semua. dilakukan, bagaimana melakukannya, menjaga dan melestarikan jenis-jenis tepat untuk saya. Sebab sebagai dan apa saja yang diperlukan. biodiversitas yang ada di Indonesia. Pepatah ‘Tak kenal maka tak mahasiswa Kedokteran Hewan Sayangnya, setelah mendapat Ekspedisi ini terasa menyisakan sayang’ diaplikasikan pada hari Universitas Brawijaya Malang, saya pengalaman berharga itu, saya pekerjaan rumah yang besar bagi saya pertama ekspedisi. Waktu diluangkan harus mengikuti jadwal kuliah yang harus kembali kuliah di pagi hari. sekaligus meningkatkan kepedulian untuk saling berkenalan dan padat di pagi hari dan praktikum di Sedikit kecewa karena beberapa terhadap jenis biodiversitas di sekitar mengakrabkan diri antar peserta. siang hari. Namun saya berusaha hari berikutnya saya tidak dapat ikut saya. Sungguh sebuah pengalaman Kemudian dilanjutkan dengan tidak mengendorkan semangat dan para bioders lain pengamatan pagi yang sangat berharga. Sangat pengamatan pada malam hari untuk terus bertekad mengikuti ekspedisi dan siang hari. Jadilah saya dengan berkesan dan bermanfaat. Terima mencari hewan yang aktif di malam ini. teman-teman IMPROVE KELAWAR kasih FOBI. hari (nokturnal). Bersama anggota IMPROVE hanya dapat melakukan pengamatan Pengamatan di malam hari di malam hari. KELAWAR, berangkatlah saya menuju pertama itu sukses dengan kantor Tahura R. Soerjo. Improve Tetapi tetap saja, di malam-malam10 | Biodiversitas Indonesia Ekspedisi Biodiversitas Indonesia Ekspedisi | 11
  7. 7. Catatan Koodinator Nasional Kemudian, dibandingkan dengan endemik Jawa dan Nusa Tenggara bentuk hayati yang lain, burung serta Jawa, Bali dan Nusa Tenggara Terlalu Banyak menjadi salah satu yang paling mudah dijumpai. masing-masing satu jenis. Kekayaan ini menjadi satu bukti akan arti Flora Fauna Catatan 94 jenis yang dihasilkan selama ekspedisi menjadi bukti. Dari penting kawasan Tahura R. Soerjo bagi biodiversitas. jumlah tersebut, tujuh jenis menjadi Untuk jenis mamalia, data untuk Imam catatan baru bagi Tahura R. Soerjo. kawasan Tahura R. Soerjo terbilang Taufiqurrahman Jenis-jenis tersebut tidak tercantum cukup baik. Datanya mencakup 17 dalam daftar yang menjadi rujukan jenis. Hasil temuan selama ekspedisi utama, yakni data dari Susanti (2002), menambahkan beberapa jenis baru, S etelah selama dua tahun hanya dan hanya tersimpan di dalam Tahura R. Soerjo (2005) dan kompilasi yakni dua jenis kelelawar (Megaderma jadi angan-angan, ekspedisi perpustakaan-perpustakaan kampus catatan pengamatan milik kelompok spasma dan Rhinolophus sp) dan dua FOBI akhirnya terealisasi. atau instansi-instansi terkait. pengamat burung Malang Eyes jenis mamalia kecil, bajing kelapa Selama satu minggu, sisi selatan Lapwing. (Callosciurus notatus) dan bajing- Latar belakang itulah yang menjadi terbang raksasa-merah (Petaurista Taman Hutan Raya Raden Soerjo— Ketujuh jenis baru tersebut, yaitu alasan paling utama. Informasi petaurista). yang berada di kaki Gunung Arjuno- delimukan zamrud (Chalcophaps kekayaan ragam hayati di salah satu Welirang—menjadi arena blusukan indica), kukuk beluk (Strix Di Tahura R. Soerjo, catatan untuk kantong biodiversitas di Jawa Timur lebih dari 60 Bioders. Cangar, air leptogrammica), kapinis rumah jenis herpetofauna (amfibi dan reptil) ini seharusnya dapat pula diketahui terjun Watu Ondo dan Gajahmungkur, (Apus nipalensis), tepekong jambul masih sangat minim. Data yang masyarakat luas. Tak hanya berupa adalah untuk menyebut beberapa (Hemiprocne longipennis), layang- tersedia hanya catatan dua jenis data, tak hanya sebatas nama titik sasaran para Bioders dalam layang api (Hirundo rustica), sepah reptil, yakni biawak (Varanus salvator) dalam deretan angka. Biodiversitas upaya mengungkap kekayaan kecil (Pericrocotus cinnamomeus) dan dan piton (Phyton reticulatus). Meski tidak boleh berhenti sebagai hanya biodiversitas kawasan yang akrab wergan jawa (Alcippe pyrrhoptera). tim ekspedisi tidak menjumpai konsumsi dalam ranah ilmiah. dikenal sebagai Cangar ini. dua jenis tersebut, namun temuan Ya, inilah semangat terbesar yang Keberadaan wergan jawa menjadi Terpilihnya Tahura R. Soerjo tentu yang paling menarik. Selama ini, lima jenis katak dan tiga jenis reptil mendasari ekspedisi FOBI, yang semuanya menjadi catatan baru bukan tanpa alasan. Sebagai lokasi Gunung Merapi menjadi lokasi sekaligus melatarbelakangi hadirnya untuk Tahura R. Soerjo. wisata, nama Cangar tentu tak tak keberadaan paling timur burung FOBI. Masyarakat Indonesia harus asing lagi. Di tempat inilah sumber air endemik Jawa tersebut. Temuan di Untuk keragaman jenis serangga, mengenal biodiversitas, harta tak dari Kali Brantas bermula. Kawasan Cangar menjadi catatan baru yang data yang terkompilasi hanya berasal ternilai yang jadi kebanggaan bangsa hutan pegunungan yang terdapat di mengungkap perluasan wilayah dari kelompok lepidoptera (kupu- ini. Menyajikan kekayaan itu dalam sana relatif masih alami dan terjaga. sebaran burung kecil itu. Selain itu, kupu dan ngengat). Kemudian, media yang menarik dan populer Itu pertama. Lalu, bagaimana adalah keharusan. Indonesia terlalu kukuk beluk yang jarang tercatat di mengingat ngengat merupakan dengan kekayaan flora dan fauna luas untuk kami jelajahi sendiri. Jawa, berhasil ditemukan oleh para kelompok jenis yang relatif sulit yang ada di dalamnya? Terlalu banyak flora fauna peserta ekspedisi dan terdokumentasi diidentifikasi, data yang tersaji dengan baik. hanya dari kelompok kupu-kupu. Tim Nah, ini yang menarik. Informasi *** ekspedisi mencatat 29 jenis, terdiri biodiversitas di kawasan yang Dilihat dari tingkat endemisitasnya, Dari beragam potensi kehati yang lima jenis dari total yang tercatat dari enam jenis famili Papilionidae, sangat layak menjadi taman lima Pieridae, 13 Nymphalidae, ada, burung menjadi biodiversitas merupakan endemik Jawa. Dua jenis nasional tersebut ternyata belum empat Lycaenidae dan satu jenis yang paling terdokumentasi dengan adalah endemik Sumatera dan Jawa, banyak terungkap dan tersebar luas. Hesperiidae. baik. Hal ini terutama sekali karena endemik Jawa dan Bali (7), endemik Kalaupun informasinya tersedia, latar belakang kebanyakan peserta Sumatera dan Jawa (2), endemik Terakhir merupakan data mengenai keberadaannya masih parsial. ekspedisi adalah pengamat burung. Sumatera, Jawa dan Bali (3). Untuk keragaman jenis anggrek. Dari 21 Datanya mungkin terpencar-pencar 12 | Biodiversitas Indonesia Ekspedisi Biodiversitas Indonesia Ekspedisi | 13
  8. 8. Daftar burung yang ditemukan selama ekspedisi dan lokasi perjumpaannya Nama Nama Famili No Lokasi Famili No Lokasi Indonesia Ilmiah Indonesia Ilmiah 1 Sikep-madu asia Pernis ptilorhynchus WO 33 Takur tenggeret Megalaima australis GM 2 Elang-ular bido Spilornis cheela Ca, WO 34 Pelatuk sayap-merah Picus puniceus Ca ACCIPITRIDAE PICIDAE 3 Elang hitam Ictinaetus malayensis PA 35 Caladi ulam Dendrocopos macei Ca, WO 4 Elang jawa Spizaetus bartelsi PA, WO EURYLAIMIDAE 36 Sempur-hujan rimba Eurylaimus javanicus ? FALCONIDAE 5 Alap-alap sapi Falco moluccensis GM PITTIDAE 37 Paok pancawarna Pitta guajana LB PHASIANIDAE 6 Ayam-hutan hijau Gallus varius PA HIRUNDINIDAE 38 Layang-layang api Hirundo rustica GM COLUMBIDAE 7 Walik kepala-ungu Ptilinopus porphyreus Ca, WO 39 Layang-layang batu Hirundo tahitica GM 8 Pergam hijau Ducula aenea Ca 40 Kicuit hutan Dendronanthus indicus Ca MOTACILIDAE 9 Pergam punggung-hitam Ducula lacernulata WO 41 Kicuit Motacilla sp PA 10 Uncal loreng Macropygia unchall GM 42 Kepudang-sungu gunung Coracina larvata Ca, WO 11 Uncal buau Macropygia emiliana Ca, GM 43 Kepudang-sungu kecil Coracina fimbriata Ca 12 Uncal kouran Macropygia ruficeps Ca CAMPEPHAGIDAE 44 Sepah kecil Pericrocotus cinnamomeus PA 13 Tekukur biasa Sterptopelia chinensis Ca 45 Sepah gunung Pericrocotus miniatus Ca, WO 14 Delimukan zamrud Chalcophaps indica GM 46 Jinjing batu Hemipus hirundinaceus Ca PSITTACIDAE 15 Serindit jawa Loriculus pusillus WO, GM CHLOROPSEIDAE 47 Cica-daun sayap-biru Chloropsis cochinchinensis wo 16 Kangkok ranting Cuculus saturatus Ca, WO 48 Cucak kutilang Pycnonotus aurigaster Ca, GM 17 Wiwik kelabu Cacomantis merulinus Ca 49 Cucak gunung Pycnonotus bimaculatus Ca, WO CUCULIDAE PYCNONOTIDAE 18 Kadalan birah Rhamphococcyx curvirostris LB 50 Merbah cerukcuk Pycnonotus goiavier Sn 19 Bubut besar Centropus cinensis Ca 51 Brinji gunung Ixos virescens Ca, WO TYTONIDAE 20 Serak bukit Phodilus badius Ca LANIIDAE 52 Bentet kelabu Lanius schach Ca 21 Beluk-watu jawa Glaucidium castanopterum GM 53 Cingcoang coklat Brachypterix leucophrys Ca, PA STRIGIDAE 22 Kukuk beluk Strix leptogrammica WO 54 Meninting kecil Enicurus velatus Ca CAPRIMULGIDAE 23 Cabak Caprimulgus sp PA 55 Meninting besar Enicurus leschenaulti WO 24 Walet linci Collocalia linchi Ca, PA, WO, GM TURDIDAE 56 Ciung-batu kecil-sunda Myophonus glaucinus Ca APODIDAE 25 Kapinis rumah Apus nipalensis Ca 57 Ciung-batu siul Myophonus caeruleus Ca 26 Walet Collocalia sp ? 58 Anis hutan Zoothera andromedae LB HEMIPROCNIDAE 27 Tepekong jambul Hemiprocne longipennis PA 59 Anis sisik Zoothera dauma Ca TROGONIDAE 28 Luntur harimau Harpactes oreskios Ca 60 Pelanduk semak Malacocincla sepiarium Ca ALCEDINIDAE 29 Cekakak jawa Halcyon cyanoventris GM 61 Cica-kopi melayu Pomatorhinus montanus Ca BUCEROTIDAE 30 Julang emas Rhyticeros undulatus WO, GM TIMALIIDAE 62 Berencet kerdil Pneopyga pusilla PA 31 Takur tulung-tumpuk Megalaima javensis Ca 63 Tepus leher-putih Stachyris thoracica Ca CAPITONIDAE 32 Takur tohtor Megalaima armillaris WO, GM 64 Tepus pipi-perak Stachyris melanothorax Ca14 | Biodiversitas Indonesia Ekspedisi Biodiversitas Indonesia Ekspedisi | 15
  9. 9. Nama jenis yang tercatat selama ekspedisi, serta Ceratostylis crassifolia, endemik Famili No Lokasi 13 jenis tidak terdapat dalam daftar Jawa yang sebelumnya hanya tercatat Indonesia Ilmiah milik Tahura R. Soerjo. Terdapat tiga untuk Jawa bagian barat dan tengah. 65 Ciu besar Pteruthius flaviscapis Ca, WO jenis endemik, yakni Appendicula Catatan perjumpaan di Tahura R. 66 Ciu kunyit Pteruthius aenobarbus Ca elegans yang merupakan endemik Soerjo menjadi catatan baru mewakili 67 Wergan jawa Alcippe pyrrhoptera Ca Sumatera, Jawa dan Bali, Dendrobium Jawa bagian Timur. tenellum yang menjadi endemik Jawa, 68 Ceret gunung Cettia vulcania Ca 69 Cica-koreng jawa Megalurus palustris Ca, PA Daftar mamalia yang ditemukan selama ekspedisi dan lokasi perjumpaannya 70 Perenjak coklat Prinia polychroa GM SYLVIIDAE 71 Cinenen gunung Orthotomus cuculatus Ca Nama Famili Lokasi No 72 Cikrak kutub Phylloscopus borealis Ca Ilmiah Indonesia Inggris 73 Cikrak daun Phylloscopus trivirgatus Ca, WO Megadermatidae 1 Megaderma spasma Vampir palsu Lesser False Vampire GJ 74 Cikrak muda Seicercus grammiceps Ca, WO Rhinolophidae 2 Rhinolophus sp Kelelawar-ladam Horseshoe Bat GJ 75 Sikatan bubik Muscicapa dauurica Ca ? 3 ? Marmut hutan* ? ? 76 Sikatan ninon Eumyias indigo Ca, WO 4 Ratufa bicolor Jelarang Black Giant Squirrel ? 77 Sikatan bodoh Ficedula hyperythra Ca 5 Callosciurus notatus Bajing kelapa Plantain Squirrel Ca Sciuridae MUSCICAPIDAE 6 Petaurista petaurista Bajing-terbang Red Giant Flying ? 78 Sikatan belang Ficedula westermanni Ca, WO raksasa-merah Squirrel 79 Sikatan biru-muda Cyornis unicolor Ca Tupaiidae 7 Tupaia javanica Tupai kekes - Ca 80 Sikatan kepala-abu Culicicapa ceylonensis Ca Viverridae 8 Paradoxurus hermaphroditus Luwak Asian Palm Civet Ca RHIPIDURIDAE 81 Kipasan bukit Rhipidura euryura LB 9 Trachypithecus auratus Lutung budeng Javan Monkey Ca,WO PACHYCEPHALIDAE 82 Kancilan emas Pachycephala pectoralis Ca Cercopithecidae 10 Macaca fascicularis Kera ekor-panjang Long-tailed Macaque GM PARIDAE 83 Gelatik-batu kelabu Parus major Ca Cervidae 11 Muntiacus muntjak Kijang Common Muntjak ? SITTIDAE 84 Munguk loreng Sitta azurea Ca, WO * Ditemukan oleh Heru Cahyono, berukuran kecil 10-14 cm, warna coklat tidak memiliki ekor DICAEIDAE 85 Cabai gunung Dicaeum sanguinolentum Ca, GM 86 Burung-madu gunung Aethopyga eximia Ca, WO Daftar herpetofauna yang ditemukan selama ekspedisi dan lokasi perjumpaannya 87 Kacamata biasa Zosterops palpebrosus Ca, WO, GM NECTARINIIDAE Nama Lokasi Zosterops montanus Famili No 88 Kacamata gunung Ca, WO Indonesia Ilmiah Inggris 89 Opior jawa Lophozosterops javanicus WO MEGOPHRYDAE 1 Katak serasah Leptobrachium haseltii Hasselt’s Litter Frog ? 90 Bondol-hijau dada-merah Erythrura hyperythra Ca 2 Katak bertanduk Megophrys montana Horned Frog WO ESTRILDIDAE 91 Bondol jawa Lonchura leucogastroides WO RANIIDAE 3 Kongkang jeram Huia masonii Javan Torrent Frog WO 92 Bondol peking Lonchura punctulata WO 4 Katak pohon emas Philautus aurifasciatus Gold-stripes Tree Frog Ca, PLOCEIDAE 93 Burung-gereja erasia Passer montanus Ca WO RHACOPHORIDAE DICRURIDAE 94 Srigunting kelabu Dicrurus leucophaeus Ca. WO 5 Katak pohon bergaris Polypedates leucomystax Stripped Tree Frog Ca jenis baru yang tidak tercantum dalam Susanti endemik Jawa SCINCIDAE 6 Kadal Eutropis multifasciata Common Sun Skink Ca (2002) dan data Malang Eyes Lapwing endemik Jawa, Bali dan Nusa Tenggara AGAMIDAE 7 Cicak terbang Draco volans Javanese Flying Lizard LB endemik Sumatera, Jawa dan Bali endemik Jawa, dan Nusa Tenggara endemik Jawa dan Bali endemik Sumatera dan Jawa 8 - Gonochephalus kuhlii Kuhl’s Angle-headed Ca, Lizard WO16 | Biodiversitas Indonesia Ekspedisi Biodiversitas Indonesia Ekspedisi | 17
  10. 10. Daftar lepidoptera yang ditemukan selama ekspedisi dan lokasi perjumpaannya Daftar anggrek yang ditemukan selama ekspedisi dan lokasi perjumpaannya Nama Nama Lokasi No Famili Sub-Famili No Lokasi Ilmiah Inggris Ilmiah Inggris Indonesia 1 Graphium agamemnon Tailed Jay ? 1 Appendicula alba The White Appendicula Anggrek putih Ca 2 Graphium sarpedon Common Bluebottle WO 2 Appendicula elegans The Elegant Appendicula Anggrek lonceng Ca, Kb 3 Papilio memnon Great Mormon JT 3 Bulbophyllum absconditum The Hidden Bulbophyllum Anggrek warung kopi Ca PAPILIONIDAE Papilioninae 4 Papilio peranthus Blue Swallowtail ? 4 Bulbophyllum obtusipetalum The Scented Bulbophyllum Anggrek padi Ca 5 Papilio paris Paris Peacock GM 5 Bulbophyllum ovalifolium The Oval-Leafed Bulbophyllum Anggrek rante Ca 6 Troides helena Common Birdwing JT 6 Ceratostylis crassifolia - Anggrek tegak Ca, Kb 7 Catopsilia pomona Lemon Emigrant JT 7 Coelogyne longifolia - Anggrek pastel Ca Coliadinae 8 Eurema hecabe Common Grass ? 8 Coelogyne miniata The Rust Red Coelogyne Anggrek merah Ca Yellow 9 Dendrochilum aurantiacum  The Orange Dendrochilum Anggrek bulb oranye Ca PIERIDAE 9 Appias lybthea - JT 10 Dendrobium nudum The Naked Dendrobium Anggrek lidah ungu Ca Pierinae 10 Delias periboea Jezebel JT 11 Dendrobium tenellum  The Very Delicate Dendrobium Anggrek tangkai Ca, 11 Leptosia nina Psyche ? panjang WO 12 Danaus chrysippus Plain Tiger GM 12 Dendrobium sp - Anggrek kebon wortel Kb 13 Euploea mulciber Striped Blue Crow GM 13 Eria multiflora - Anggrek kabe Ca Danainae 14 Ideopsis juventa Wood Nymph ? 14 Eria sp - Anggrek backlight Kb 15 Parantica albata Zinken’s Tiger JT 15 Flickingeria sp - Anggrek bulb pink Ca, Pb Limenitidinae 16 Neptis hylas Common Sailor ? 16 Liparis cespitosa / caespitosa The Clumping Liparis Anggrek kutilang Ca Morphinae 17 Faunis cannens Common Faun JT 17 Nervilia punctata The Spotted Nervilia Anggrek watu-ondo WO NYMPHALI- 18 Junonia iphita Chocolate Pansy ? 18 Phreatia secunda The One-Sided Phreatia Anggrek upil Ca, Kb DAE Nymphalinae 19 Symbrenthia hypselis Himalayan Jester JT 19 Schoenorchis juncifolia The Reed-Like Leaf Schoe- Anggrek pensil Ca norchis 20 Elymnias hyperm- Common Palmfly JT nestra 20 Trichotosia annulata  The Ring-Shaped Trichotosia Anggrek bintang Ca 21 Lethe confusa Banded Treebrown GM 21 Arundina graminifolia Bamboo Orchid Anggrek bambu GM Satyrinae 22 Mycalesis moorei - Ca Kerangan nama lokasi: Tidak tercatat dalam list Tahura 23 Ypthima pandocus Common Three Ring Ca Endemik Jawa Ca: Cangar, GM: Gajahmungkur, WO: Watu Ondo, PA: Endemik Jawa, Bali dan Sumatra Perkebunan-Arboretum, LB: Lemahbang, Sn: Sendi, 24 Yptima baldus - GM Endemik Jawa bagian tengah. Catatan JT: Jogging Track Cangar, Kb: Kebun (wortel) atas. 25 Heliophorus epicles Purple Saphire ? baru untuk Jawa bagian timur 26 Prosotas dubiosa Tailess Line Blue ? LYCAENIDAE 27 Prosotas nora Common Line Blue GM Dari hasil ini, harus disadari bahwa tidak sempat terdokumentasi. Namun, 28 Zizina otis Common Grass Blue ? banyak sekali data yang tidak tercakup. semoga hasil yang tidak seberapa itu HESPERIIDAE 29 Pseudocoladenia dan Fulvous Pied Flat ? Terlalu banyak flora dan fauna Tahura dapat memberikan sedikit gambaran 30 Antheraea helferi - ? R. Soerjo yang luput dari mata dan akan kekayaan salah satu kantong SATURNIIDAE lensa kamera, terlalu banyak yang biodiversitas Indonesia ini. 31 Loepa megacore - ?18 | Biodiversitas Indonesia Ekspedisi Biodiversitas Indonesia Ekspedisi | 19
  11. 11. Bioders Rangkaian tiga kata itu mempunyai organisasinya ini ingin mengajak TIGA KAKI arti filosofi yang mendalam, yakni para mahasiswa untuk berpikir out kelompok pengamat burung asal of the box. Terutama yang berada di Malang yang mempunyai semangat lingkup kampus Biologi Universitas PENYANGGA tinggi dalam upaya menemukan kembali sesuatu yang hilang. Brawijaya. “Kegiatan kemahasiswaan cenderung tidak berkembang, EKSPEDISI Semangat itu teraplikasikan dalam tidak mengedepankan konservasi, ” pengamatan serta pelestarian demikian urainya. burung melalui penelitian dan pendokumentasiannya. Baik Imam Taufiqurrahman tertulis maupun visual. Mungkin Improve Kelawar semangat itulah yang membawa Ikatan Minat Profesi Heru mengambil inisiatif untuk Veteriner Kelompok mengumpulkan dan mengkoordinir Aquatik, Eksotik, dan komunitas biodiversitas di Malang Satwa Liar (Improve guna menangani segala kebutuhan Kelawar) berdiri tim ekspedisi. pada 10 Oktober 2010. Sebagaimana M tercermin dari namanya, organisasi alang Eyes Lapwing, Malang Eyes Lapwing (MEL) Zoothera Wildbird Community yang bernaung di bawah Fakultas Zoothera Wildbird Sebagaimana Kedokteran Hewan Universitas Community dan Improve Kelompok pengamat burung dari MEL, Zoothera Brawijaya ini memiliki bidang minat Kelawar adalah nama-nama juga bergerak kegiatan pada satwa perairan dan komunitas pemerhati biodiversitas Biologi Universitas Negeri Malang ini dalam bidang satwa liar. di Malang. Dalam ekspedisi FOBI perburungan. Klub di Tahura R. Soerjo, keberadaan terbentuk pada 5 Bidang minat yang luas itu dibagi Mei 2010. Pendirinya pengamat burung ke dalam beberapa kelompok kajian. tiga komunitas ini menjadi salah yang terbentuk pada Oktober 2011 satu kunci penting dari suksesnya adalah Heru Cahyono, Seluruhnya terdapat enam kelompok, mahasiswa angkatan 2004. Saat itu, ini memiliki slogan unik, yakni yakni herbivora, karnivora, aves, kegiatan. Mereka berperan “Free, educated and independent”. selayaknya tripod yang menjadi demi mengikuti lomba pengamatan primata dan satwa akuatik. Hal ini burung di Lombok, Heru mengajak Menjelang satu tahun usianya, penumpu dan penyangga ekspedisi. tentu sangat berguna dan relevan dua temannya untuk berlomba atas Zoothera sudah cukup sering dengan lingkup perkuliahan para Keterlibatan mereka dimulai dari nama tim Malang Eyes Lapwing. mengadakan kegiatan, baik di lingkup anggota Improve Kelawar. proses persiapan. Dalam urusan Malang maupun yang lebih luas. perijinan kegiatan, merekalah yang Menurut Heru, Malang Eyes Selama ekspedisi, antusiasme Lapwing memiliki arti tersendiri. Kata Di lingkup kampus Biologi menghubungkan tim ekspedisi anggota Improve Kelawar layak ‘Malang’ merujuk pada Kota tempat Universitas Brawijaya, Zoothera dengan instansi setempat. Segala diacungi jempol. Setiap pagi hari klub ini berada. ‘Eyes’ berarti banyak pernah melakukan kegiatan kebutuhan teknis di lapangan; mulai mereka harus turun ke Malang mata dan bisa diartikan sebagai pengamatan dan inventarisasi dari transportasi, konsumsi hingga untuk kuliah. Baru pada malam hari kumpulan para pengamat burung. burung malam (nokturnal). Di bidang genset, mampu mereka sediakan mereka dapat bergabung bersama Kemudian, ‘Lapwing’ merupakan akademik, Zoothera bahkan ikut dengan baik. Atas jasa mereka tim ekspedisi. Begitu terus yang bagian dari nama Inggris burung berkontribusi dengan memberikan itu, tak salah bila BIODIVERSITAS berlangsung setiap hari selama trulek jawa yang kini diduga punah,” kuliah “kelas aves” dalam mata kuliah INDONESIA mengupas mereka satu ekspedisi. Udara dingin ataupun hujan urainya. Sistematika Hewan. per satu dalam rubrik Bioders ini. tak menghalangi mereka untuk selalu Menurut Agung, ketua Zoothera, datang.20 | Biodiversitas Indonesia Ekspedisi Biodiversitas Indonesia Ekspedisi | 21
  12. 12. Paradoxurus hermaproditusImam Taufiqurrahman
  13. 13. Blusukan TAHURA R. SOERYO Kantong Biodiversitas di Jantungnya Jawa Timur oleh: Heru Cahyono21 | Biodiversitas Indonesia 3 Biodiversitas Indonesia 3 | 22
  14. 14. Biodiversitas Cangar biodiversitasnya ada di sebelah kedepannya. barat. Salah satunya di kawasan Kegiatan ekspedisi FOBI tersebut Cangar dan data burung merupakan memberikan banyak sekali hikmah data yang masuk dalam barisan dan saya sangat berterima kasih utama. Data biodiversitas lain kepada semua pihak dari Tahura sangat minim sekali. Saat ekspedisi R. Soerjo, semua peserta FOBI FOBI data-data biodiversitas mulai khususnya Pak Baskoro, Mas terkuak, terlihat dari data tersebut Imam Taufiqurrahman serta Mas kelimpahan yang ada di kawasan Swiss Winnasis. Saya biasanya ke Cangar. Tahura R. Soerjo hanya mengamati Data biodiversitas itu dapat burung saja, setelah ekspedisi FOBI dimanfaatkan dalam hal positif oleh saya ketularan wong-wong aneh, masyarakat luas. Ia bisa menjadi sehingga mulai membelalakkan Tahura R. Soerjo sebelum data dasar dan memancing kajian- mata saya dalam kajian ditetapkan oleh Keputusan kajian biodiversitas yang lebih biodiversitas lainnya mulai kupu- Menteri Kehutanan pada tanggal mendalam. Untuk itulah pendataan kupu, ngengat, mamalia, anggrek 19 Desember 1992 bernama biodiversitas di kawasan cangar hutan, amfibia, serta reptilian. diharapkan tidak berhenti pada Kabeh flora fauna pokok e !! Hutan Arjuno Lalijiwo. saat ekspedisi FOBI saja, namun Saya sebenarnya termasuk akan selalu berkelanjutan untuk K eindahan Cangar sudah kawasan Cangar. tak diragukan lagi. Hampir Cangar selain mempunyai setiap hari pengunjung sumber air panas yang terkenal selalu datang untuk menikmati ternyata juga menjadi suatu pemandian air panas yang kantong biodiversitas yang cukup bersumber dari kaki Gunung tinggi. Sayangnya biodiversitas Welirang ini. Keindahan itu sering tersebut sangat minim sekali kali diabadikan dalam berbagai informasinya yang tersampaikan sudut kamera. dengan mudah ke masyarakat luas. Kawasan Cangar dapat dicapai Tahura R. Soerjo, nama lain dari 2 jalur yaitu dari Kota Batu, Cangar, merupakan kawasan yang Malang dan Pacet, Kabupaten paling potensial di Jawa Timur Mojokerto. Namun tidak setiap hari karena mempunyai sumber mata terdapat kendaraan umum. Hanya Tahura R. Soerjo memiliki 4 air air terbesar. Tercatat lebih dari hari libur saja dan itupun hanya 163 sumber mata air. Banyaknya terjun; Air terjun Tretes, Air terjun dari Kota Batu. Bagi pengunjung sumber mata air tersebut sangat Gumandar, Air terjun Puthuk kursi, yang hendak pergi ke sana berperan untuk kehidupan serta Air terjun Watu ondo. sangat disarankan menggunakan biodiversitas di dalamnya. kendaraan pribadi, karena lebih bebas untuk menikmati keindahan Kawasan yang paling banyak26 | Biodiversitas Indonesia Ekspedisi Biodiversitas Indonesia Ekspedisi | 27
  15. 15. Biodiversitas Cangar Jantung Si Tampan Arjuna 1. Gunung Arjuna dan beberapa gunung di sekitarnya merupakan daerah tangkapan air untuk kota-kota besar Jawa Timur: Malang, Batu, Pasuruan, Surabaya, Sidoarjo, dan Mojokerto. DAS Brantas melingkupi 10 Kabupaten dan 7 Kota dengan jumlah penduduk 16.855.528 jiwa (Statistik BPDAS Brantas 2006) 2. Gunung Arjuna menyimpan sumber mata air sungai Brantas yang merupakan sungai terpanjang kedua di Jawa setelah Bengawan Solo. 3. Sungai Brantas kemudian banyak dimanfaatkan untuk sumber irigasi dan pembangkit listrik tenaga air (PLTA), beberapa bendungan yang terhampar sepanjang sungai ini antara lain: Bendungan Sengguruh, Bendungan Sutami, Bendungan Lahor, Bendungan Selorejo, Bendungan Wlingi, Bendungan Bening, dan Bendungan Serut. 4. Pemandian air panas Cangar merupakan sumber air panar yang berasal dari Dengan ketinggian lebih dari 1.000 mdpl suhu udara di Tahura R. Soerjo selalu berkisar dapur api Gunung Welirang. Lokasi ini bisa dijangkau dari dua jalur: jalur utara lewat Pacet, Kab. Mojokerto dan jalur selatan lewat Batu (via Malang). antara 5-10 derajat Celcius. Curah hujannya pun tinggi, 2.500 -4.500 mm pertahun . sebagai warga Tahura R. Soerjo Arjuno, G. Welirang, G. Anjasmoro, Daerah Aliran Sungai Brantas yang tumbuh besar di kaki Gunung G. kembar 1 dan 2, G. Ringgit, G. Sumber: http://blog.ub.ac.id Welirang. Tepatnya di daerah Argowayang, G. Gede. Pecalukan Prigen, dimana lokasi Tahura R. Soerjo mempunyai tersebut sangat buruk sekali image- kawasan yang sangat luas sekali. nya. Sebab banyak pengunjung Total luasnya 27.868,30 Ha, datang kesana hanya untuk seperti yang terlihat dalam profil memuaskan keinginannya yang Tahura R. Soerjo. Enampuluh Sumber: http://blog.ub.ac.id negatif. Selain itu cukup sedih juga sembilan titik sumber mata airnya saya melihat bagian dari Tahura R. terletak di wilayah Mojokerto. Hal Soerjo sekarang banyak alih fungsi itu mengindikasikan di sanalah dari hutan konservasi menjadi lahan kemungkinannya kandungan pertanian. Penebangan pohon biodiversitas yang tinggi. Sehingga yang dulu sering dilakukan dan diperlukan peran Bioders untuk mau masih maraknya perburuan liar di mengkaji kekayaan biodiversitas hutan mengakibatkan menurunnya di keseluruhan kawasan. Semoga, biodiversitas di Tahura R. Soerjo. data yang sudah terkumpulkan Tahura R. Soerjo mempunyai dapat memunculkan lebih banyak sumber mata air sebanyak 163 titik pihak yang peduli akan kelestarian sumber/mata air yang menyebar Cangar dan alam pada umumnya. di 13 wilayah kecamatan dengan Amin. penduduk sebanyak ± 190.000 jiwa. Mempunyai 8 gunung yaitu Gunung28 | Biodiversitas Indonesia Ekspedisi Biodiversitas Indonesia Ekspedisi | 29
  16. 16. Dendrobium nudumLutfian Nazar
  17. 17. Biodiversitas Cangar You Are Beautiful “You are beautiful, beautiful, beautiful. Kamu cantik, cantik seperti pacarku.” (adaptasi lirik Cherrybell) Teks: Lutfian Nazar Foto: Lutfian Nazar & Imam Taufiqurrahman100 Biodiversitas Indonesia 3 Biodiversitas Indonesia Ekspedisi | 33
  18. 18. Biodiversitas Cangar Biodiversitas Cangar Entah apa yang telah merasuki Sebelumnya saya tidak menyangka Bioders satu itu. Sehingga ia sering bahwa itu adalah anggrek. Dengan bernyanyi ketika menemukan daun yang mengalami modifikasi anggrek yang sedang berbunga. Saya seperti batang dan bunga serta memang sering mendengar cerita- berukuran sekitar 1 cm dan berwarna cerita tentang anggrek hutan dengan putih, orang awam seperti saya pasti berbagai keunikan darinya. Tetapi sulit membedakan antara anggrek baru pada gelaran Ekspedisi FOBI dan tumbuhan epifit lainnya. Begitu pertama ini, saya berkesempatan pula dengan Appendicula elegans mengisi keingintahuan tentang yang memiliki bunga berukuran anggrek. Sekaligus tentu saja, sangat kecil sekitar 3,5 mm yang mengetahui apa gerangan yang telah tumbuh di ranting pohon belakang membuatnya begitu sumringah. aula. Dengan arahan dan penjelasan dari Imam, akhirnya saya pun menjadi Hari pertama ekspedisi, kami tahu sedikit demi sedikit. sudah mengantongi beberapa spesies anggrek. Bahkan tidak perlu Berlanjut menyusuri jalan aspal jauh-jauh ke belantara hutan. Di menuju air terjun Watu Ondo, sekitar aula yang digunakan untuk kami banyak menemukan anggrek berkumpul dan tempat tidurnya yang sudah jatuh ke tanah. Hal itu peserta, kami menemukan salah satu terjadi karena tumbangnya pohon anggrek endemik Jawa, Dendrobium yang digunakan sebagai tempat tenellum. Ia dengan cantiknya tumbuh menempel (epifit) di depan aula. Anggrek tersebut menempel agak tinggi, membuat kami harus menggunakan meja kecil sebagai pancikan. Bergantian memegang meja tersebut, kami dengan leluasa mendokumentasikannya. Dendrobium tenellum bisa berbunga sepanjang tahun. Jika tidak sedang berbunga, batangnya mirip seperti daun bawang. Penggalan lirik lagu cantik karya girlband Cherrybell itu selalu didendangkan oleh Imam Taufiqurahman ketika menjumpai anggrek yang berbunga di kawasan Apendiculla elegans. Jenis ini bisa Tahura R. Soerjo. Dengan senyum ditemukan di Sumatera, Jawa, dan sumringah dan kamera di tangan, Bali mulai dari ketinggian 15 1450 bersegera ia mendokumentasikan mdpl. Biasanya berbunga pada awal setiap bunga anggrek yang musim kemarau. ditemuinya dari berbagai sudut.34 | Biodiversitas Indonesia Ekspedisi Biodiversitas Indonesia 3 | 28
  19. 19. Biodiversitas Cangar tumbuhnya anggrek (pohon inang). Mungkin karena sudah lapuk. Peristiwa itu sangat menguntungkan buat kami. Sebab kami tak perlu susah-susah memanjat pohon dan bisa melihat secara jelas bentuk bunga serta daun anggrek. Hal yang lebih penting lagi, kami jadi bisa menjepretnya dengan leluasa. Terasa seperti surga anggrek buat kami. Beberapa anggrek kami temukan hidup sepanjang jalan menuju air terjun Watu Ondo. Di antaranya adalah Schoenorcis juncifolia, Liparis cespitosa, Bulbophylum absconditum dan yang paling menarik adalah anggrek tanah Nervilia punctata. Anggrek tanah tersebut memiliki fase reproduksi generatif dan vegetatif yang bergantian. Pada masa vegetatifnya akan terlihat bagian daun sedangkan pada masa generatifnya akan dijumpai organ bunganya. Ketika itu, yang kami jumpai di pinggir jalan aspal adalah masa vegetatifnya. Hari selanjutnya, kami menjadi lebih sering mencari anggrek di daerah wisata Cangar. Menyusuri jogging track dan sesekali menembus hutan. Sebuah usaha yang memang tak sia-sia. Ketika sedang menembus hutan dan mentok berhadapan dengan bukit, kami kembali menemukan anggrek yang sedang berbunga. Kali ini bunganya juga berwarna putih sesuai dengan namanya Appendicula alba (alba = putih ---red). Ukuran bunganya hampir sama dengan Dari kiri atas ke kanan bawah: Appendicula elegans, yaitu sekitar 3,5 mm. Nervilia punctata. Persebarannya luas, mulai dari India hingga kepulauan fiji di selatan. Berukuran kecil dan butuh panas yang cukup untuk berbunga. Hari berikutnya kami memulai dari pintu keluar Appendicula alba. Belum banyak informasi mengenai anggrek tanah yang satu ini. jogging track, dan di sinilah kami menemukan Sangat menarik untuk dijadikan bahan penelitian. bunga anggrek terbesar sepanjang sejarah muter- Bulbophyllum absconditum. Sering juga disebut sebagai Bulbophyllum yang muter di Cangar. Walaupun hanya berukuran bersembunyi, sebab selain berukuran kecil ia juga sering terkamuflase. sekitar 3,5 cm, bunga anggrek Dendrobium nudum menjadi yang terbesar di antara yang lainnya. Dendrobium nudum. Ukuran bunganya berkisar 2-3 cm. Berwarna kuning dengan Demi mendapatkan foto yang ciamik dari bunga labellum sedikit ungu. Hidupnya bergerombol dalam jumlah bulb yang banyak dalam 1 rumpun.36 | Biodiversitas Indonesia Ekspedisi Biodiversitas Indonesia Ekspedisi | 37
  20. 20. Biodiversitas Cangar Ceratostylis crassifolia. Genus ceratostylis memiliki lebih dari 60 spesies tersebar dari India, Asia Tenggara, Papua Nugini, Filiphina, hingga kepulauan pasific. Coelogyne miniata. Pertama kali dideskripsi dan dipublikasikan oleh Carl Ludwig von Blume yang kemudian diklasifikasikan oleh John Lindley pada tahun 1883. Phreatia secunda. Agak sulit dibedakan dengan saudaranya Phreatia plantaginifolia ini, Imam sampai rela memanjat anggrek cantik berwarna ungu. Tepat di atasnya, bunga anggrek dibuat sendiri. Disesuaikan dengan pohon, padahal sebelah kanan jalan Lagi-lagi pohon tumbang menjadi berwarna merah mempesona tempat ditemukan ataupun dilihat setapak adalah jurang. suatu berkah bagi kami. Kalau bernama Coelogyne miniata dari ciri-cirinya. Seperti; Anggrek tidak tumbang sepertinya sulit berukuran sekitar 2,5 cm sudah siap Warung Kopi, Anggrek Kebun Wortel, Ya, ini merupakan suatu bentuk bagi kami bisa melihatnya secara untuk dijepret. Berbeda dengan Anggrek Kutilang, Anggrek Pabrik rasa cinta yang mendalam terhadap gamblang. Sebab setelah kami ukur bunga Ceratostylis crassifolia yang Jamur, dan Anggrek Pinky. bunga pujaan, sehingga jurang pun dengan metode kiranologi, tempat mekrok ke atas, bunga Coelogyne tak menjadi halangan. Saya sendiri Di akhir ekspedisi, saya pun tumbuhnya anggrek tersebut sekitar miniata menghadap ke bawah. tidak berani memanjat pohon jadi memiliki imaji sendiri. Mulai 15 m dari tanah. tersebut. Belum sampai tujuan sudah Setelah puas menikmati kedua memahami bagaimana wajah saya keok nyali saya. Terbukti memang betul apa yang anggrek tersebut, kami meneruskan selalu tersenyum seperti melihat dikatakan Nurdin, ternyata bunganya perjalanan kembali dan tetap di wanita pujaan hati ketika menemukan Tidak jauh dari Dendrobium cantik bukan buatan. Bunga anggrek jogging track. Tak jauh dari pohon dan mengamati anggrek. Dengan nudum terdapat dua anggrek yang itu bernama Ceratostylis crassifolia. tumbang, terlihatlah bunga anggrek serta merta, saya pun ikut bernyanyi. sedang berbunga, yaitu Bulbophylum berbalut warna keunguan dan terkecil selama kami di cangar. “You are beautiful, beautiful, beautiful. obtusipetalum dan Trichostosia tengah-tengahnya kuning terang. Ukuran bunganya hanya 3 mm. Kamu cantik, cantik seperti pacarku annulata. Tapi ternyata, yang kami Berukuran sekitar 2,5 cm, mekrok Anggrek tersebut bernama ilmiah hu hu hu.” jumpai pada anggrek Trichostosia secara sempurna. Menurut catatan Phreatia secunda. Setengah bercanda, annulata hanyalah “potnya”. Comber (1990) dalam Orchids of Java, karena saking kecilnya, anggrek Bunganya sudah luruh. sebarannya hanya terbatas di Jawa tersebut kami namakan anggrek upil. Masih di hari yang sama menyusuri bagian barat. Akan tetapi menurut jogging track, sampailah kami pada sumber yang dapat dipercaya, di Setelah pengamatan selama satu pohon besar yang sudah tumbang Jawa bagian tengah pun ditemukan minggu di kawasan Tahura R. Soerjo, menghalangi jalan setapak. Di Sedangkan untuk Jawa bagian timur, telah terkumpul 20 jenis spesies situ sudah ada Nurdin (salah satu ini merupakan sebuah suatu catatan anggrek. Teridentifikasi dengan baik peserta ekspedisi dari Biolaska UIN baru. sekitar 21 spesies. Sedangkan sisanya Jogja), mengabarkan bahwa ada masih kami namai dengan nama yang38 | Biodiversitas Indonesia Ekspedisi Biodiversitas Indonesia Ekspedisi | 39
  21. 21. Mutiara di pohon tumbang F enomena anggrek-anggrek yang masih setia berbunga meski pohon atau batang tempatnya hidup telah tumbang sangatlah menarik. Betapa tidak? anggrek yang berbunga itu. Pohon atau batang yang tumbang itu menjulang puluhan meter tak terjangkau. Padahal dari temuan selama ekspedisi, dalam satu Biarpun tempat naungannya batang bisa ditemukan hingga 11 tumbang, anggrek-anggrek jenis anggrek! tersebut ternyata masih mampu Karenanya, jangan abaikan hidup dan berbunga. pohon atau batang tumbang di Selain itu, bila pohon atau hutan. Siapa tahu, dengan sedikit batang tersebut tidak tumbang, perhatian, Anda akan menemukan tentu sangat sulit untuk bisa mutiara-mutiara di pohon melihat dari dekat anggrek- tumbang itu.40 | Biodiversitas Indonesia Ekspedisi Biodiversitas Indonesia Ekspedisi | 41
  22. 22. Dimana Saya Bisa Motret Apa?Kurnia Latifiana
  23. 23. Culicicapa ceylonensisKurnia Latifiana
  24. 24. Biodiversitas Cangar Spesies Surga Biodiversitas Teks: Heru Cahyono Foto: Heru Cahyono & Agung yang Mulai Terkuak46 | Biodiversitas Indonesia 3 Biodiversitas Indonesia 3 | 47
  25. 25. Spesies Spesies Meninting Kecil, Ceret Gunung dan Munguk Begitulah para bioders pengamatan burung anis sisik. data Susanti (2002), KSBL Malang Loreng adalah jenis-jenis burung penghuni menyebut kawasan Tahura R. Selain Anis sisik, ada juga Eyes Lapwing (Biologi UM), hutan pegunungan yang tidak sulit Soerjo. Kawasan yang mempunyai burung lain yang merupakan Zoothera (Biologi UB), Kelawar ditemukan di Cangar. banyak jenis burung yang mudah kanca dari burung pemakan (FKH UB), dan Ekspedisi Fobi dijumpai dan juga mudah untuk cacing tersebut. Ia adalah Ciung- adalah sebanyak 120 jenis. hijau (Gallus varius) yang sangat diambil fotonya. Saya jamin, batu kecil (Myophoneus glaucinus). Jumlah tersebut termasuk mudah dijumpai di Baluran, para birder akan terpesona saat Burung yang sering membuka sangat banyak. Apalagi jika ternyata di lokasi Ekpedisi FOBI birdwatching di tempat ini. Setelah dan menutupkan ekornya ini mengingat birders kota malang kemarin ayam-ayam tersebut melihat banyaknya jenis burung tak kalah unik dengan anis sisik. hanya masih mengeksplorasi sangat sulit ditemui. Padahal yang seolah-olah narsis minta Selain warna hitam kebiruan kawasan dari jalan utamanya saja. sudah semenjak pagi sampai difoto. pada bulu, ia punya sifat tidak Tidak sampai blusukan masuk ke sore sengaja mencarinya. Terasa Apalagi ketika melihat maskot pemalu. Bahkan seringkali terlihat dalam hutan. seperti spesies kunci saja mereka. Cangar (nama lain dari Tahura R. melompat-lompat dengan jarak Dari catatan itu di ketahui Kadangkala saat pagi hari, Soerjo –red), Anis sisik (Zoothera yang sangat dekat dengan bahwa kawasan Cangar selain terdengar suaranya. Tetapi dauma) sedang melompat-lompat pengamat. memiliki burung yang bersifat itu pun hanya pada spot-spot di tanah. Baik saat sedang banyak Pada saat Ekpedisi FOBI “narsis” juga terdapat jenis yang tertentu saja. Burung-burung yang ataupun sedikit pengunjung. April 2012, lokasi diguyur hujan sulit ditemukan. Meskipun di cukup sering ditemukan pada Sehingga menurut saya, kondisi setiap hari. Tetapi hal itu tidak tempat lain cukup mudah ditemui. saat pengamatan diantaranya itu membuat kawasan Cangar menurunkan semangat para birder adalah Sikatan ninon (Eumias merupakan spot pengamatan Seperti Ayam-hutan merah indigo), Sikatan belang (Ficedula untuk birdwatching. Jumlah total (Gallus gallus) dan Ayam-hutan terbaik se-Jawa Timur untuk burung yang terkompilasi dari westernmanni), Kepudang-48 | Biodiversitas Indonesia Ekspedisi Biodiversitas Indonesia Ekspedisi | 49

×