KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN Halaman : 165 Pengarang : Dr. Wina Sanjaya, M.Pd .
BAB I HAKIKAT KURIKULUM A. Peran dan fungsi kurikulum Sebagai salah satu komponen dalam system pendidikan, paling tidak ku...
BAB 2 Landasan Pengembangan kurikulum   <ul><li>A. Hakikat pengembangan kurikulum </li></ul><ul><li>B. Prinsip-prinsip pen...
BAB 3 Hakikat kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) <ul><li>A karakteristik dan tujuan KTSP </li></ul><ul><li>B.dasar...
BAB 4 Faktor psikologis dalam pembelajaran   <ul><li>a. Motivasi </li></ul><ul><li>1. pengertian dan fungsi motivasu </li>...
BAB 5  Guru dalam proses pembelajaran   <ul><li>a. meningkatkan professional guru </li></ul><ul><li>1. guru sebagai jabata...
BAB 6 Inovasi kurikulum dan pembelajaran <ul><li>a.masalah pendidikan sebagai sumber inovasi </li></ul><ul><li>1. masalah ...
BAB 7 Evaluasi dan kurikulum dalam pembelajaran   <ul><li>a. evaluasi dan pengukuran </li></ul><ul><li>1. makna evaluasi d...
<ul><li>Nama : Juju Jusiah </li></ul><ul><li>Kelas : 2c PE-AP </li></ul><ul><li>NPM : 20080210946 </li></ul>TERIMA KASIH
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Tugas Kurikulum Dan Pembelajaran

5,069 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
5,069
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
229
Actions
Shares
0
Downloads
124
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Tugas Kurikulum Dan Pembelajaran

  1. 1. KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN Halaman : 165 Pengarang : Dr. Wina Sanjaya, M.Pd .
  2. 2. BAB I HAKIKAT KURIKULUM A. Peran dan fungsi kurikulum Sebagai salah satu komponen dalam system pendidikan, paling tidak kurikulum memiliki 3 peran, yaitu:peran konserpatif, peran kreatif dan peran kritis dan enaliatif B. Kurikulum dan pengajaran 1.model dualistis dan berkaitan 2. model konsentris dan siklus C. Kurikulum ideal dan kurikulum actual D. Peran guru dalam pengembangan kurikulum Komentar : Guru merupakan salah satu factor penting dalam implementasi kurikulum, suatu kurikulum tanpa di tunjang oleh kemampuan guru untuk mengimplentasikanya, maka kurikulum itu tidak akan bermakna sebagai suatu alat pendidikan dan sebaliknya pembelajaran tanpa kurikulum sebagai pedoman tidak akan efektif.
  3. 3. BAB 2 Landasan Pengembangan kurikulum <ul><li>A. Hakikat pengembangan kurikulum </li></ul><ul><li>B. Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum </li></ul><ul><li>1 .prinsip relevansi dan fleksibelitas </li></ul><ul><li>2 .prinsip kontinuitas </li></ul><ul><li>3 efektivitas dan efesiensi </li></ul><ul><li>C.Landasan pengembangan kurikulum </li></ul><ul><li>1. landasan filsofis dan psikologis dalam pengembangan kurikulum </li></ul><ul><li>2. landasan sosiologi, tehnologi dalam pengembangan kurikulum </li></ul><ul><li>Komentar : </li></ul><ul><li>Pengembangan dan pembinaan kurikulum merupakan 2 kegiatan yang sebenarnya tidak dapat di pisahkan, sebab apa artinya suatu rancangan kurikulum tanpa di impelementasikan, maka suatu kurikulum akan dapat di rasakan manakala di implementasikan dan hasil implementasi itu selanjutnya akan memberikan masukan untuk penyempurnaan rancangan pembelajaran. </li></ul>
  4. 4. BAB 3 Hakikat kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) <ul><li>A karakteristik dan tujuan KTSP </li></ul><ul><li>B.dasar penyusunan KTSP </li></ul><ul><li>C.prinsip-prinsip pengembangan KTSP </li></ul><ul><li>1. berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. </li></ul><ul><li>2. tanggapan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, tehnologi dan seni </li></ul><ul><li>D.Komponen KTSP </li></ul><ul><li>1. tujuan pendidikan </li></ul><ul><li>2. struktur program dan muatan kurikulum </li></ul><ul><li>Komentar : </li></ul><ul><li>KTSP sebagai kurikulum operasional memberi kesempatan kepada setiap sekolah untuk mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan daerah dan sesuai dengan karakteristik sekolah, dengan demikian, melalui KTSP di harapkan dapat mendorong sekolah untuk melakukan pengambilan keputusan secara partisifatif dalam pengembangan kurikulum. </li></ul>
  5. 5. BAB 4 Faktor psikologis dalam pembelajaran <ul><li>a. Motivasi </li></ul><ul><li>1. pengertian dan fungsi motivasu </li></ul><ul><li>2.motivasi dan kebutuhan </li></ul><ul><li>3. kepuasaan dan motivasi </li></ul><ul><li>4.prinsip-prinsip moyivasi belajar </li></ul><ul><li>5. upaya membangkitkan motivasi belajar siswa </li></ul><ul><li>b. Pengamatan dan perhatian. </li></ul><ul><li>Komentar : </li></ul><ul><li>Terdapat hubungan yang erat antara kepuasan seseorang yang di capai dengan motivasi artinya semakin seseorang merasa puas dengan pencapaian sesuatu, maka semakain tinggi motivasi seseorang untuk berprilaku sesuai dengan tujuan yang hendak di capai,setiap guru dapat memberikan kepuasaan kepada setiap siswa untuk memunculkan unjuk kerja yang lebih baik bagi setiap siswa dan mendorong siswa untuk beraktivitas dalam mencapai tujuan pembelajaran </li></ul>
  6. 6. BAB 5 Guru dalam proses pembelajaran <ul><li>a. meningkatkan professional guru </li></ul><ul><li>1. guru sebagai jabatan professional </li></ul><ul><li>2. mengajar sebagai pekerjaan profesioanal </li></ul><ul><li>3. kompetensi profesioanal guru </li></ul><ul><li>b. optimalisasi peran guru dalam proses pembelajaran </li></ul><ul><li>1.guru sebagai sumber belajar </li></ul><ul><li>2.guru sebagai fasilator </li></ul><ul><li>3.guru sebagai pengelola dan pembimbing </li></ul><ul><li>4.guru sebagai motivator dan evaluator </li></ul><ul><li>Komentar : </li></ul><ul><li>Seorang guru perlu memiliki kemampuan merancang dan mengimplentasikan sebagai strategi pembelajaran yang di anggap cocok dengan minat dan bakat serta sesuai dengan taraf perkembangan siswa termasuk di dalamnya memanfaatkan berbagai sumber dan media pembelajaran untuk menjamin efektivitas pembelajaran </li></ul>
  7. 7. BAB 6 Inovasi kurikulum dan pembelajaran <ul><li>a.masalah pendidikan sebagai sumber inovasi </li></ul><ul><li>1. masalah relevansi pendididkan </li></ul><ul><li>2. masalah kualitas pendidikan </li></ul><ul><li>3. masalah efektivitas dan efesiensi </li></ul><ul><li>b.Difusi dan keputusan inovasi </li></ul><ul><li>c.Berbagai jenis inovasi dalam kurikulum dan pembelajaran </li></ul><ul><li>1. pemberlakuan KTSP </li></ul><ul><li>2. pengajaran melalui modul </li></ul><ul><li>3. pembelajaran melalui pendidikan </li></ul><ul><li>Komentar : </li></ul><ul><li>Inovasi biasanya muncul dari adanya keresahan pihak-pihak tertentu tentang penyelenggaran pendidikan dalam proses pemebelajaran upaya untuk memecahkan masalah atau untuk mencegah agar tidak terjadinya keresahan, maka dalam proses pembelajaran pendidikan harus menggunakan suatu gagasan / ide-ide baru sebagai suatu inovasi </li></ul>
  8. 8. BAB 7 Evaluasi dan kurikulum dalam pembelajaran <ul><li>a. evaluasi dan pengukuran </li></ul><ul><li>1. makna evaluasi dan pengukuran </li></ul><ul><li>2. fungsi dan tipe evaluasi </li></ul><ul><li>b. evaluasi kurikulum </li></ul><ul><li>1. makna evaluasi kurikulum </li></ul><ul><li>2. ruang lingkup evaluasi kurikulum </li></ul><ul><li>c. evaluasi berbasis kelas </li></ul><ul><li>1. prinsip-prinsip penilaian berbasis kelas </li></ul><ul><li>2. jenis-jenis evaluasi </li></ul><ul><li>Komentar : </li></ul><ul><li>Evaluasi dalam KTSP di arahkan bukan hanya sekedar untuk mengukur keberhasilan setiapsiswa dalam pencapaian hasil belajar, tetapi juga untuk mengumpulkan informasi tentang proses pembelajaran yang akan di lakukan oleh siswa </li></ul>
  9. 9. <ul><li>Nama : Juju Jusiah </li></ul><ul><li>Kelas : 2c PE-AP </li></ul><ul><li>NPM : 20080210946 </li></ul>TERIMA KASIH

×