Perpres No 10 Tahun 2021 tentang investasi miras telah memicu penolakan luas dari berbagai kalangan, termasuk organisasi masyarakat dan warga di provinsi yang terkena dampak. Media sosial menunjukkan tren percakapan yang meningkat, didominasi oleh suara kontra terhadap kebijakan tersebut, terutama terkait stigma bahwa miras adalah bagian dari budaya lokal. Hingga 1 Maret 2021, dukungan terhadap investasi miras masih sangat minim dan banyak pengguna media sosial mengekspresikan emosi marah terhadap isu ini.