Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Evaluasi Kekecewaan Atas Debat Pertama Pilpres 2019

153 views

Published on

SETTING DATA

Kata kunci: debat
Filter: kecewa, mengecewakan, jelek, payah, membosankan

Validasi:
- Ada dua penyebab kekecewaan netizen atas debat pertama, yaitu kecewa terhadap format debat yang dibuat KPU, dan kecewa atas performa paslonnya.
- Untuk analisis ini, hanya percakapan yang terkait dengan KPU yang dianalisis, dan sisanya dihapus dari data.

KESIMPULAN

Di Twitter, ekspresi kekecewaan sudah muncul pada saat debat sedang berlangsung. Pada hari berikutnya, volume percakapan tentang kekecewaan ini mencapai puncaknya. Selanjutnya, percakapan berkurang.

Isu kekecewaan yang banyak diangkat adalah:
- KPU membuka kisi-kisi soal sebelum debat.
- Peserta debat sudah menyiapkan contekan dan siap dengan jawaban bahkan sebelum pertanyaan selesai dibacakan.
- Peserta debat tidak bisa tampil original, tapi terkesan menyampaikan apa yang disiapkan timsesnya.

Mayoritas sentimen percakapan itu adalah negatif (79%).

Published in: Internet
  • Be the first to comment

Evaluasi Kekecewaan Atas Debat Pertama Pilpres 2019

  1. 1. Evaluasi Kekecewaan Atas Debat Pertama Pilpres 2019 Periode Analisis: 16 – 21 Januari 2019
  2. 2. Executive Summary • Drone Emprit menganalisis kekecewaan publik yang mengemuka melalui kanal Twitter dan Media Online. • Di Twitter, ekspresi kekecewaan sudah muncul pada saat debat sedang berlangsung. Pada hari berikutnya, volume percakapan tentang kekecewaan ini mencapai puncaknya. Selanjutnya, percakapan berkurang. • Isu kekecewaan yang banyak diangkat adalah: • KPU membuka kisi-kisi soal sebelum debat. • Peserta debat sudah menyiapkan contekan dan siap dengan jawaban bahkan sebelum pertanyaan selesai dibacakan. • Peserta debat tidak bisa tampil original, tapi terkesan menyampaikan apa yang disiapkan timsesnya. • Mayoritas sentimen percakapan itu adalah negatif (79%). • Dari peta SNA (Social Network Analysis) tampak bahwa kubu yang paling banyak menyuarakan kekecewaan ini adalah netizen dari kubu 02. Juga ada figur seniman yang opininya paling banyak diaminkan (diretweet) netizen, yaitu Sudjiwotedjo. • Kubu 01 tak tampak turut menyampaikan kekecewaannya atas format debat pertama ini. • Media Online menyampaikan pesan yang serupa dengan yang di media sosial, dan menyampaikan masukan dari para tokoh agar debat selanjutnya tidak lagi ada kisi-kisi, tidak boleh bawa catatan, dan yang lebih ekstrim dibiarkan untuk saling berdebat dengan waktu yang tidak terlalu dibatasi.
  3. 3. Data Setting • Kata kunci: debat • Filter: kecewa, mengecewakan, jelek, payah, membosankan • Validasi: • Ada dua penyebab kekecewaan netizen atas debat pertama, yaitu kecewa terhadap format debat yang dibuat KPU, dan kecewa atas performa paslonnya. • Untuk analisis ini, hanya percakapan yang terkait dengan KPU yang dianalisis, dan sisanya dihapus dari data.
  4. 4. Tren, Volume dan Sentimen Kekecewaan warganet (79% negatif) terhadap debat pertama sudah dimulai sejak debat (17 Jan), puncaknya sehari setelahnya, dan kemudian turun
  5. 5. Peta Social Network Analysis ‘Debat Mengecewakan’ Kekecewaan lebih dominan disuarakan oleh warganet dari kubu 02, plus Sudjiwotedjo 02
  6. 6. Narasi kekecewaan yang paling banyak diretweet (1)
  7. 7. Narasi kekecewaan yang paling banyak diretweet (2)
  8. 8. Narasi kekecewaan yang paling banyak diretweet (3)
  9. 9. Narasi kekecewaan yang paling banyak diretweet (4)
  10. 10. Topic Map Online News: 18 Jan Contekan dan Kisi-Kisi Debat jadi kritik utama
  11. 11. Topi Map Online News: 19 Jan Kedua kubu mulai mengusulkan debat tanpa kisi-kisi

×