SlideShare a Scribd company logo

MAKALAH PEMBUATAN TAHU .docx

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Maaf sebelumnya mengganggu waktu bapak, perkenalkan saya Nama : IRNATA TERA DWICAHYA NIM : A1A123087 Kelas : R-002 Disini tujuan saya ialah untuk mengumpulkan kan tugas Mata Kuliah *Pengantar Bisnis* Terimakasih pak🙏🏻 Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

MAKALAH PEMBUATAN TAHU .docx

1 of 14
Download to read offline
PENGOLAHAN PEMBUATAN TAHU DI KECAMATAN
GERAGAI KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR
DOSEN PENGAMPU :
Prof. Dr. Drs. H. KHAIRINAL,. Dpt. BA,. M.Si
DISUSUN OLEH:
NAMA : IRNATA TERA DWICAHYA
NIM : A1A123087
PENDIDIKAN EKONOMI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2023
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kita panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa atas berkat dan
rahmatnya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah dengan judul “agroindustry
pengolahan tanaman pangan di kecamatan pojong kabupaten gunung kudul” ini tepat waktu.
Makalah ini saya susun sebagai penyelesaian tugas mata kuliah pengantar
bisnis.Terwujudnya makalah ini, tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak, oleh karena itu
saya mengucapkan terimakasih kepada :
1. Prof. Dr. H. H. Khairinal, Dpt.BA., M.Si selaku dosen mata kuliah pengantar
bisnis yang telah memberikan ilmu dalam menyusun makalah ini.
2. bapak dan ibu tercinta yang telah memberikan motivasi dan dukungan baik moral
mapun spiritual.
3. teman –teman tersayang yang telah sabar untuk meluangkan waktunya berdiskusi
untuk menyusun makalah ini.
4. dan semua pihak yang telah membantu menyusun makalah ini.
Kami menyadari bahwa dalam makalah ini memiliki kekurangan sehingga kami
mengharapkan kritik dan saran dari pembaca. Semoga makalah ini bermanfaat dan dapat
menambah wawasan serta sebagai bahan referensi dan informasi yang bermanfaat bagi
pengetahuan, khususnya dalam mata kuliah pengantar bisnis
i
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ...........................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN............................................................................................
1.1 Latar Belakang Masalah ......................................................................................
1.2 Rumusan Masalah................................................................................................
BAB II PEMBAHASAN.............................................................................................
2.1 Sejarah lahir .........................................................................................................
2.2 Wilayah usaha......................................................................................................
2.3 Produk yang dihasilkan........................................................................................
2.4 Permodalan ..........................................................................................................
2.5 SDM perusahaan..................................................................................................
2.6 Pemasaran ............................................................................................................
2.7 Fasilitas usaha......................................................................................................
2.8 Kendala usaha......................................................................................................
2.9 Solusi....................................................................................................................
2.10 Kemungkinan masa depan .................................................................................
2.11 Foto-foto usaha ..................................................................................................
BAB III PENUTUP.....................................................................................................
DAFTAR PUSAKA ...................................................................................................
ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 latar belakang
Pembuatan tahu adalah proses tradisional yang telah ada selama berabad-abad. Tofu
atau tahu berasal dari Asia Timur dan Tengah, terutama Cina, dan telah menjadi makanan
pokok dalam berbagai budaya di seluruh dunia. Latar belakang pembuatan tahu melibatkan
beberapa faktor utama: Bahan Utama: Tahu dibuat dari kedelai yang telah direndam, direbus,
dan dihaluskan menjadi susu kedelai. Proses fermentasi menggunakan koagulan (misalnya,
magnesium klorida, kalsium sulfat, atau nigari) mengendapkan protein-protein kedelai
menjadi curd, yang kemudian dipadatkan menjadi tahu.
Sejarah: Tofu pertama kali diciptakan di Cina lebih dari 2.000 tahun yang lalu dan
kemudian menyebar ke berbagai negara seperti Jepang, Korea, dan Vietnam. Itu juga menjadi
populer di masyarakat vegetarian dan vegan di seluruh dunia. Variasi Regional: Setiap
wilayah memiliki cara unik dalam memproduksi tahu. Misalnya, tahu sutra yang lembut dan
tahu putih yang keras adalah dua variasi yang dihasilkan dengan mengendalikan jumlah
koagulan yang digunakan.
Nutrisi: Tahu adalah sumber protein nabati yang baik, rendah lemak jenuh, dan
mengandung berbagai nutrisi seperti kalsium dan zat besi. Oleh karena itu, tahu menjadi
pilihan makanan yang sehat. Kreativitas Kuliner: Tahu telah digunakan dalam berbagai
hidangan, mulai dari makanan gurih hingga manis, dan menjadi bahan dasar untuk berbagai
hidangan seperti Tahu Goreng, Cap Cai, Tahu Sumedang, dan masih banyak lagi.
1.2 Rumusan masalah
1. Sejarah lahir;
2. Wilayah usaha;
3. Produk yang dihasilkan;
4. Permodalan;
5. SDM perusahaan;
6. Pemasaran;
1
7. Fasilitas usaha;
8. Kendala usaha;
9. Solusinya;
10. Kemungkinan masa depan;
11. Foto-foto usaha;
2
BAB II
PEMBAHASAN
1. Sejarah lahir
Kedelai adalah tanaman yang pertama kali dibudidayakan di Tiongkok sekitar 3.000
tahun yang lalu. Menurut sejarah, tahu, yang merupakan produk olahan kedelai, juga
pertama kali ditemukan di Tiongkok. Ada legenda yang mengatakan bahwa tahu
pertama kali ditemukan oleh seorang ahli taoisme bernama Liu An pada abad ke-2
SM. Namun, metode pembuatan tahu secara komersial kemungkinan berkembang
seiring dengan perkembangan budidaya kedelai di Tiongkok. Kedelai dan tahu
kemudian menyebar ke berbagai belahan dunia dan menjadi bahan makanan yang
penting dalam banyak budaya.
2. Wilayah usaha
 Di Kecamatan Geragai, di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, yaitu tempatnya
di desa Pandan Makmur
3. Produk yang dihasilkan
Tahu adalah produk yang dihasilkan dari pengolahan kedelai. Berikut adalah
penjabaran tentang bagaimana tahu dibuat:
Penggilingan Kedelai: Proses dimulai dengan menggiling biji kedelai kering menjadi
bubuk atau tepung kedelai. Ini dapat dilakukan dengan mesin penggiling.
Pencampuran dan Penyaringan: Tepung kedelai kemudian dicampur dengan air untuk
membentuk susu kedelai. Setelah itu, susu kedelai ini disaring untuk memisahkan
cairan dari ampas kedelai.
Pemanasan: Susu kedelai yang sudah disaring dipanaskan dalam panci atau wadah
besar. Ini bertujuan untuk menghilangkan kelebihan air dan menggumpalkan protein
kedelai.
Pemberian Koagulan: Selama pemanasan, koagulan seperti magnesium klorida atau
kalsium sulfat ditambahkan ke dalam susu kedelai yang panas. Koagulan ini
membantu protein-protein dalam kedelai menggumpal menjadi massa padat yang
disebut tahu curd.
3
Ad

Recommended

MAKALAH KUSMARINI PENGANTAR BISNIS[1].docx
MAKALAH KUSMARINI PENGANTAR BISNIS[1].docxMAKALAH KUSMARINI PENGANTAR BISNIS[1].docx
MAKALAH KUSMARINI PENGANTAR BISNIS[1].docxKusmaRini
 
Penuntun praktikum legum 2011
Penuntun praktikum legum 2011Penuntun praktikum legum 2011
Penuntun praktikum legum 2011Sukmiyati Agustin
 
pkm pengolahan selai kelapa.pptx
pkm pengolahan selai kelapa.pptxpkm pengolahan selai kelapa.pptx
pkm pengolahan selai kelapa.pptxNuruliaDimitha2
 
PENGOLAHAN DAN PENGAWETAN PANAS BASAH PADA BURASA MENGGUNAKAN SANTAN ALAMI DA...
PENGOLAHAN DAN PENGAWETAN PANAS BASAH PADA BURASA MENGGUNAKAN SANTAN ALAMI DA...PENGOLAHAN DAN PENGAWETAN PANAS BASAH PADA BURASA MENGGUNAKAN SANTAN ALAMI DA...
PENGOLAHAN DAN PENGAWETAN PANAS BASAH PADA BURASA MENGGUNAKAN SANTAN ALAMI DA...fatmawati rahim
 

More Related Content

Similar to MAKALAH PEMBUATAN TAHU .docx

Pengembangan Usaha Agroindustri Pengolahan Tahu Di Sumatera Utara .docx
Pengembangan Usaha Agroindustri Pengolahan Tahu Di Sumatera Utara .docxPengembangan Usaha Agroindustri Pengolahan Tahu Di Sumatera Utara .docx
Pengembangan Usaha Agroindustri Pengolahan Tahu Di Sumatera Utara .docxMiliYantriBrPinem
 
Pengembangan Usaha Agroindustri Pengolahan Tahu Di Sumatera Utara .docx
Pengembangan Usaha Agroindustri Pengolahan Tahu Di Sumatera Utara .docxPengembangan Usaha Agroindustri Pengolahan Tahu Di Sumatera Utara .docx
Pengembangan Usaha Agroindustri Pengolahan Tahu Di Sumatera Utara .docxMiliYantriBrPinem
 
Cemewew proposal bussines plan
Cemewew proposal bussines planCemewew proposal bussines plan
Cemewew proposal bussines planRyan Wahyudi
 
INDUSTRI TAHU di KECAMATAN NANGGALO, KOTA PADANG, SUMATERA BARAT
INDUSTRI TAHU di KECAMATAN NANGGALO, KOTA PADANG, SUMATERA BARATINDUSTRI TAHU di KECAMATAN NANGGALO, KOTA PADANG, SUMATERA BARAT
INDUSTRI TAHU di KECAMATAN NANGGALO, KOTA PADANG, SUMATERA BARAToriza steva andra
 
APLIKASI-FERMENTASI-DAN-ILMU-BIOKIMIA-DI-BIDANG-TEKNOLOGI-PANGAN-2020.pdf
APLIKASI-FERMENTASI-DAN-ILMU-BIOKIMIA-DI-BIDANG-TEKNOLOGI-PANGAN-2020.pdfAPLIKASI-FERMENTASI-DAN-ILMU-BIOKIMIA-DI-BIDANG-TEKNOLOGI-PANGAN-2020.pdf
APLIKASI-FERMENTASI-DAN-ILMU-BIOKIMIA-DI-BIDANG-TEKNOLOGI-PANGAN-2020.pdfsukmiyatiagustin
 
Presentation dewi
Presentation dewiPresentation dewi
Presentation dewidewi asmara
 
Resume Pengantar Bisnis docx
Resume Pengantar Bisnis docxResume Pengantar Bisnis docx
Resume Pengantar Bisnis docxHeskyIntan
 
QUEEN OF TABU (TAHU BULAT).pdf
QUEEN OF TABU (TAHU BULAT).pdfQUEEN OF TABU (TAHU BULAT).pdf
QUEEN OF TABU (TAHU BULAT).pdfHikmahInsyirah
 
Pengembangan Usaha Agroindustri Mie Instan di Kota Jambi
Pengembangan Usaha Agroindustri Mie Instan di Kota JambiPengembangan Usaha Agroindustri Mie Instan di Kota Jambi
Pengembangan Usaha Agroindustri Mie Instan di Kota JambiArgo Joan
 
Pemanfaatan ampas tahu
Pemanfaatan ampas tahuPemanfaatan ampas tahu
Pemanfaatan ampas tahuIrfanSL
 
Mak. Pengembangan Olahan Makanan.docx
Mak. Pengembangan Olahan Makanan.docxMak. Pengembangan Olahan Makanan.docx
Mak. Pengembangan Olahan Makanan.docxMayairmayanti5
 

Similar to MAKALAH PEMBUATAN TAHU .docx (20)

Pengembangan Usaha Agroindustri Pengolahan Tahu Di Sumatera Utara .docx
Pengembangan Usaha Agroindustri Pengolahan Tahu Di Sumatera Utara .docxPengembangan Usaha Agroindustri Pengolahan Tahu Di Sumatera Utara .docx
Pengembangan Usaha Agroindustri Pengolahan Tahu Di Sumatera Utara .docx
 
Pengembangan Usaha Agroindustri Pengolahan Tahu Di Sumatera Utara .docx
Pengembangan Usaha Agroindustri Pengolahan Tahu Di Sumatera Utara .docxPengembangan Usaha Agroindustri Pengolahan Tahu Di Sumatera Utara .docx
Pengembangan Usaha Agroindustri Pengolahan Tahu Di Sumatera Utara .docx
 
Cemewew proposal bussines plan
Cemewew proposal bussines planCemewew proposal bussines plan
Cemewew proposal bussines plan
 
INDUSTRI TAHU di KECAMATAN NANGGALO, KOTA PADANG, SUMATERA BARAT
INDUSTRI TAHU di KECAMATAN NANGGALO, KOTA PADANG, SUMATERA BARATINDUSTRI TAHU di KECAMATAN NANGGALO, KOTA PADANG, SUMATERA BARAT
INDUSTRI TAHU di KECAMATAN NANGGALO, KOTA PADANG, SUMATERA BARAT
 
APLIKASI-FERMENTASI-DAN-ILMU-BIOKIMIA-DI-BIDANG-TEKNOLOGI-PANGAN-2020.pdf
APLIKASI-FERMENTASI-DAN-ILMU-BIOKIMIA-DI-BIDANG-TEKNOLOGI-PANGAN-2020.pdfAPLIKASI-FERMENTASI-DAN-ILMU-BIOKIMIA-DI-BIDANG-TEKNOLOGI-PANGAN-2020.pdf
APLIKASI-FERMENTASI-DAN-ILMU-BIOKIMIA-DI-BIDANG-TEKNOLOGI-PANGAN-2020.pdf
 
Presentation dewi
Presentation dewiPresentation dewi
Presentation dewi
 
Kelvin polapa
Kelvin polapaKelvin polapa
Kelvin polapa
 
Resume Pengantar Bisnis docx
Resume Pengantar Bisnis docxResume Pengantar Bisnis docx
Resume Pengantar Bisnis docx
 
Propagasi Modul 2
Propagasi Modul 2Propagasi Modul 2
Propagasi Modul 2
 
Kerupuk Tahu
Kerupuk TahuKerupuk Tahu
Kerupuk Tahu
 
Enterprenuer
EnterprenuerEnterprenuer
Enterprenuer
 
QUEEN OF TABU (TAHU BULAT).pdf
QUEEN OF TABU (TAHU BULAT).pdfQUEEN OF TABU (TAHU BULAT).pdf
QUEEN OF TABU (TAHU BULAT).pdf
 
Pengembangan Usaha Agroindustri Mie Instan di Kota Jambi
Pengembangan Usaha Agroindustri Mie Instan di Kota JambiPengembangan Usaha Agroindustri Mie Instan di Kota Jambi
Pengembangan Usaha Agroindustri Mie Instan di Kota Jambi
 
Pkm
PkmPkm
Pkm
 
PKM K
PKM KPKM K
PKM K
 
Pemanfaatan ampas tahu
Pemanfaatan ampas tahuPemanfaatan ampas tahu
Pemanfaatan ampas tahu
 
Mak. Pengembangan Olahan Makanan.docx
Mak. Pengembangan Olahan Makanan.docxMak. Pengembangan Olahan Makanan.docx
Mak. Pengembangan Olahan Makanan.docx
 
Usaha keripik pisang
Usaha keripik pisangUsaha keripik pisang
Usaha keripik pisang
 
Proposal
ProposalProposal
Proposal
 
Tugas
TugasTugas
Tugas
 

MAKALAH PEMBUATAN TAHU .docx

  • 1. PENGOLAHAN PEMBUATAN TAHU DI KECAMATAN GERAGAI KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR DOSEN PENGAMPU : Prof. Dr. Drs. H. KHAIRINAL,. Dpt. BA,. M.Si DISUSUN OLEH: NAMA : IRNATA TERA DWICAHYA NIM : A1A123087 PENDIDIKAN EKONOMI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JAMBI 2023
  • 2. KATA PENGANTAR Puji dan syukur kita panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa atas berkat dan rahmatnya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah dengan judul “agroindustry pengolahan tanaman pangan di kecamatan pojong kabupaten gunung kudul” ini tepat waktu. Makalah ini saya susun sebagai penyelesaian tugas mata kuliah pengantar bisnis.Terwujudnya makalah ini, tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak, oleh karena itu saya mengucapkan terimakasih kepada : 1. Prof. Dr. H. H. Khairinal, Dpt.BA., M.Si selaku dosen mata kuliah pengantar bisnis yang telah memberikan ilmu dalam menyusun makalah ini. 2. bapak dan ibu tercinta yang telah memberikan motivasi dan dukungan baik moral mapun spiritual. 3. teman –teman tersayang yang telah sabar untuk meluangkan waktunya berdiskusi untuk menyusun makalah ini. 4. dan semua pihak yang telah membantu menyusun makalah ini. Kami menyadari bahwa dalam makalah ini memiliki kekurangan sehingga kami mengharapkan kritik dan saran dari pembaca. Semoga makalah ini bermanfaat dan dapat menambah wawasan serta sebagai bahan referensi dan informasi yang bermanfaat bagi pengetahuan, khususnya dalam mata kuliah pengantar bisnis i
  • 3. DAFTAR ISI Kata Pengantar ........................................................................................................... BAB I PENDAHULUAN............................................................................................ 1.1 Latar Belakang Masalah ...................................................................................... 1.2 Rumusan Masalah................................................................................................ BAB II PEMBAHASAN............................................................................................. 2.1 Sejarah lahir ......................................................................................................... 2.2 Wilayah usaha...................................................................................................... 2.3 Produk yang dihasilkan........................................................................................ 2.4 Permodalan .......................................................................................................... 2.5 SDM perusahaan.................................................................................................. 2.6 Pemasaran ............................................................................................................ 2.7 Fasilitas usaha...................................................................................................... 2.8 Kendala usaha...................................................................................................... 2.9 Solusi.................................................................................................................... 2.10 Kemungkinan masa depan ................................................................................. 2.11 Foto-foto usaha .................................................................................................. BAB III PENUTUP..................................................................................................... DAFTAR PUSAKA ................................................................................................... ii
  • 4. BAB I PENDAHULUAN 1.1 latar belakang Pembuatan tahu adalah proses tradisional yang telah ada selama berabad-abad. Tofu atau tahu berasal dari Asia Timur dan Tengah, terutama Cina, dan telah menjadi makanan pokok dalam berbagai budaya di seluruh dunia. Latar belakang pembuatan tahu melibatkan beberapa faktor utama: Bahan Utama: Tahu dibuat dari kedelai yang telah direndam, direbus, dan dihaluskan menjadi susu kedelai. Proses fermentasi menggunakan koagulan (misalnya, magnesium klorida, kalsium sulfat, atau nigari) mengendapkan protein-protein kedelai menjadi curd, yang kemudian dipadatkan menjadi tahu. Sejarah: Tofu pertama kali diciptakan di Cina lebih dari 2.000 tahun yang lalu dan kemudian menyebar ke berbagai negara seperti Jepang, Korea, dan Vietnam. Itu juga menjadi populer di masyarakat vegetarian dan vegan di seluruh dunia. Variasi Regional: Setiap wilayah memiliki cara unik dalam memproduksi tahu. Misalnya, tahu sutra yang lembut dan tahu putih yang keras adalah dua variasi yang dihasilkan dengan mengendalikan jumlah koagulan yang digunakan. Nutrisi: Tahu adalah sumber protein nabati yang baik, rendah lemak jenuh, dan mengandung berbagai nutrisi seperti kalsium dan zat besi. Oleh karena itu, tahu menjadi pilihan makanan yang sehat. Kreativitas Kuliner: Tahu telah digunakan dalam berbagai hidangan, mulai dari makanan gurih hingga manis, dan menjadi bahan dasar untuk berbagai hidangan seperti Tahu Goreng, Cap Cai, Tahu Sumedang, dan masih banyak lagi. 1.2 Rumusan masalah 1. Sejarah lahir; 2. Wilayah usaha; 3. Produk yang dihasilkan; 4. Permodalan; 5. SDM perusahaan; 6. Pemasaran; 1
  • 5. 7. Fasilitas usaha; 8. Kendala usaha; 9. Solusinya; 10. Kemungkinan masa depan; 11. Foto-foto usaha; 2
  • 6. BAB II PEMBAHASAN 1. Sejarah lahir Kedelai adalah tanaman yang pertama kali dibudidayakan di Tiongkok sekitar 3.000 tahun yang lalu. Menurut sejarah, tahu, yang merupakan produk olahan kedelai, juga pertama kali ditemukan di Tiongkok. Ada legenda yang mengatakan bahwa tahu pertama kali ditemukan oleh seorang ahli taoisme bernama Liu An pada abad ke-2 SM. Namun, metode pembuatan tahu secara komersial kemungkinan berkembang seiring dengan perkembangan budidaya kedelai di Tiongkok. Kedelai dan tahu kemudian menyebar ke berbagai belahan dunia dan menjadi bahan makanan yang penting dalam banyak budaya. 2. Wilayah usaha  Di Kecamatan Geragai, di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, yaitu tempatnya di desa Pandan Makmur 3. Produk yang dihasilkan Tahu adalah produk yang dihasilkan dari pengolahan kedelai. Berikut adalah penjabaran tentang bagaimana tahu dibuat: Penggilingan Kedelai: Proses dimulai dengan menggiling biji kedelai kering menjadi bubuk atau tepung kedelai. Ini dapat dilakukan dengan mesin penggiling. Pencampuran dan Penyaringan: Tepung kedelai kemudian dicampur dengan air untuk membentuk susu kedelai. Setelah itu, susu kedelai ini disaring untuk memisahkan cairan dari ampas kedelai. Pemanasan: Susu kedelai yang sudah disaring dipanaskan dalam panci atau wadah besar. Ini bertujuan untuk menghilangkan kelebihan air dan menggumpalkan protein kedelai. Pemberian Koagulan: Selama pemanasan, koagulan seperti magnesium klorida atau kalsium sulfat ditambahkan ke dalam susu kedelai yang panas. Koagulan ini membantu protein-protein dalam kedelai menggumpal menjadi massa padat yang disebut tahu curd. 3
  • 7. Pengendapan: Tahu yang terbentuk kemudian dibiarkan mengendap dalam air panas selama beberapa waktu. Ini memungkinkan gumpalan tahu untuk membeku dan terpisah dari cairan. Pemotongan dan Penyaringan Lanjutan: Setelah proses pengendapan, tahu curd dipotong menjadi potongan-potongan kecil dan kemudian disaring untuk menghilangkan kelebihan air. Pemadatan dan Pembentukan: Potongan tahu yang sudah disaring kemudian dimasak lagi dalam air panas untuk pemadatan lebih lanjut. Setelah itu, tahu dapat dibentuk menjadi berbagai bentuk, seperti kotak atau balok. Pendinginan dan Penyimpanan: Tahu yang sudah dibentuk kemudian didinginkan dan siap untuk dikonsumsi atau diolah lebih lanjut dalam berbagai hidangan. Tahu adalah sumber protein nabati yang kaya dan serbaguna yang digunakan dalam berbagai hidangan di seluruh dunia. Ini adalah makanan pokok dalam banyak masakan Asia dan menjadi populer di berbagai masakan vegetarian dan vegan karena nutrisinya yang tinggi. 4. Pemodalan  Harga Takus Rp 80.000,- (bahan galpanis), Harga Mistar Alumunim Rp 95.000,-, Harga Tangok Rp 110.00,- (Bambu), Harga Tampir Rp 20.000,- per pcs , Harga Sasag Rp 15.000,- per pcs, Harga Sendok Aci Rp 80.000,- (stainless), Harga Bebedogan Rp 15.000,- per pcs, Harga Cutik Rp 15.000,- per pcs, Harga Mesin Penggiling Rp 11.000.000,- type 2Hp 1pass 5. SDM Perusahaan SDM perusahaan tahu kedelai SDM (Sumber Daya Manusia) dalam perusahaan yang bergerak di bidang kedelai mengacu pada karyawan atau personel yang terlibat dalam berbagai aspek bisnis yang berhubungan dengan kedelai. Ini bisa mencakup petani, pengolahan, penjualan, pemasaran, dan manajemen yang memiliki pengetahuan dan keterampilan terkait dengan industri kedelai. Bagaimana saya bisa membantu lebih lanjut? 4
  • 8. Sumber Daya Manusia (SDM) dalam perusahaan yang memproses tahu kedelai adalah orang-orang yang terlibat dalam berbagai tahap produksi tahu kedelai, mulai dari pilihan bahan baku, pengolahan kedelai menjadi tahu, pengemasan, pengendalian kualitas, manajemen produksi, hingga distribusi produk. Mereka perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam proses-proses ini, termasuk pemahaman tentang teknik pengolahan kedelai menjadi tahu, penggunaan peralatan, dan standar keamanan pangan. Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut atau butuh informasi spesifik, silakan tanyakan 6. Pemasaran Proses pemasaran produk tahu kedelai melibatkan sejumlah langkah yang bertujuan untuk memperkenalkan, memasarkan, dan menjual produk tersebut kepada pelanggan. Berikut adalah beberapa tahap dalam proses pemasaran tahu kedelai: Analisis Pasar: Ini adalah langkah awal di mana perusahaan melakukan penelitian untuk memahami pasar potensial, pesaing, dan peluang bisnis dalam industri tahu kedelai. Penciptaan Branding: Menciptakan identitas merek yang kuat untuk produk tahu kedelai, termasuk desain kemasan, logo, dan pesan merek yang akan menarik pelanggan. Promosi: Mengembangkan strategi promosi untuk mengenalkan produk tahu kedelai kepada calon pelanggan. Ini dapat melibatkan iklan, promosi penjualan, promosi online, atau kemitraan dengan restoran atau toko makanan. Distribusi: Menentukan saluran distribusi yang efektif untuk produk tahu kedelai. Ini bisa mencakup penjualan langsung ke konsumen, penjualan melalui toko-toko grosir atau ritel, atau bahkan penjualan online. Harga: Menentukan harga yang tepat untuk produk tahu kedelai, yang mencakup strategi penetapan harga berdasarkan biaya produksi, permintaan pasar, dan strategi pesaing. Pengukuran dan Evaluasi: Melakukan pemantauan terus-menerus terhadap kinerja pemasaran, mengukur penjualan, kepuasan pelanggan, dan mengidentifikasi area yang perlu perbaikan. 5
  • 9. Pengembangan Pasar: Mempertimbangkan peluang untuk memperluas pasar, seperti ekspansi ke wilayah geografis baru atau menciptakan produk tahu kedelai yang berbeda sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Pemasaran tahu kedelai adalah langkah penting dalam mempromosikan produk dan memastikan kesuksesan bisnis. Ini melibatkan pengetahuan tentang produk, target pasar, dan strategi pemasaran yang efektif. 7. Fasilitas Usaha  Mesin uap Tahu  Cetakan  Baskom  Kayu bakar / kulit pinang kering 8. Kendala Usaha Proses pembuatan tahu bisa menghadapi berbagai kendala, termasuk: Kualitas Bahan Baku: Kualitas kedelai yang digunakan dalam pembuatan tahu dapat memengaruhi hasil akhir. Kedelai yang buruk atau terkontaminasi dapat menghasilkan tahu yang kurang baik. dan Pembersihan Bahan Baku: Pencucian dan perendaman kedelai yang tidak memadai dapat mengakibatkan adanya bau atau rasa yang tidak diinginkan pada tahu. Kontaminasi Bakteri atau Jamur: Bakteri atau jamur yang tidak diinginkan dapat menginfeksi kedelai atau proses fermentasi tahu, yang dapat menghasilkan tahu yang tidak sehat atau memiliki bau yang tidak sedap. Kondisi Suhu dan Kelembapan: Suhu dan kelembapan yang tidak tepat selama fermentasi bisa mengganggu proses pembentukan tahu dan kualitasnya. Kehygienean Peralatan dan Lingkungan: Peralatan yang tidak bersih atau kondisi lingkungan yang tidak higienis dapat menyebabkan kontaminasi mikroba yang dapat merusak tahu. Kesalahan dalam Proses: Kesalahan dalam langkah- langkah seperti pencernaan, penggilingan, atau penambahan koagulan seperti garam magnesium (nigari) atau garam epsom dapat memengaruhi pembentukan tahu. Variabilitas Kedelai: Perbedaan dalam varietas kedelai dan kualitasnya dapat mempengaruhi hasil akhir tahu. Masalah Teknis: Masalah teknis seperti kegagalan dalam proses koagulasi, pemotongan, atau pengepresan tahu dapat memengaruhi tekstur dan kualitas tahu. 6
  • 10. Penting untuk memahami faktor-faktor ini dan menjaga praktek kebersihan dan teknik yang tepat selama pembuatan tahu untuk menghasilkan tahu yang berkualitas dan aman dikonsumsi 9. Solusi Seleksi Kedelai Berkualitas: Gunakan kedelai berkualitas tinggi yang bersih dan bebas dari kontaminasi. Periksa kedelai dengan teliti sebelum digunakan. Pencernaan dan Perendaman yang Baik: Pastikan kedelai dicuci dan direndam dengan baik untuk menghilangkan kotoran dan menghilangkan antinutrien yang dapat mengganggu proses fermentasi. Kebersihan Lingkungan: Pastikan lingkungan dan peralatan yang digunakan selama proses pembuatan tahu selalu bersih dan higienis untuk menghindari kontaminasi mikroba yang tidak diinginkan. Kontrol Suhu dan Kelembapan: Pastikan suhu dan kelembapan selama fermentasi dijaga pada tingkat yang sesuai untuk memastikan proses berjalan lancar. Pemilihan Koagulan yang Tepat: Gunakan koagulan seperti garam magnesium (nigari) atau garam epsom dengan benar sesuai dengan resep untuk memastikan proses koagulasi tahu berjalan dengan baik. Teknik Pembuatan yang Tepat: Pelajari dan kuasai teknik-teknik seperti penggilingan, pencernaan, pemotongan, dan pengepresan tahu agar kualitasnya terjaga. Konsistensi dalam Proses: Pastikan bahwa setiap langkah dalam proses pembuatan tahu diikuti dengan konsistensi untuk mendapatkan hasil yang baik setiap kali. Pemantauan dan Penyesuaian: Selama proses pembuatan tahu, pantau dengan cermat perkembangan tahu dan sesuaikan jika diperlukan untuk mengatasi masalah yang mungkin muncul. Pelatihan dan Peningkatan: Pastikan para pembuat tahu terlatih dengan baik dan selalu mencari cara untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka dalam pembuatan tahu. 7
  • 11. 10.Kemungkinan masa depan kemungkinan masa depan pembuatan tahuPembuatan tahu adalah proses tradisional yang telah ada selama berabad-abad. Namun, kemungkinan masa depan pembuatan tahu dapat mencakup beberapa perkembangan berikut: Inovasi Bahan Baku: Penggunaan bahan baku alternatif seperti kacang-kacangan lainnya atau tanaman protein tinggi seperti kacang kedelai genetik terpilih dapat meningkatkan kualitas tahu dan mengurangi dampak lingkungan. Teknologi Produksi: Penggunaan teknologi modern dalam produksi tahu, seperti otomatisasi, pemantauan kecerdasan buatan, dan pemrosesan yang lebih efisien, dapat menghasilkan tahu dengan kualitas yang lebih konsisten. Tahu Berbasis Tanaman: Pengembangan tahu yang sepenuhnya berbasis tanaman, tanpa penggunaan enzim yang dihasilkan dari hewan (seperti rennet dalam pembuatan keju), bisa menjadi tren di masa depan, terutama untuk memenuhi permintaan vegan. Variasi Produk: Terus berkembangnya tren diet dan preferensi konsumen dapat mendorong inovasi dalam pembuatan tahu, termasuk tahu dengan profil rasa yang berbeda, tekstur yang beragam, dan tambahan nutrisi yang lebih kaya. Keberlanjutan: Industri tahu mungkin semakin fokus pada keberlanjutan dengan menggunakan metode produksi yang lebih ramah lingkungan, mengurangi limbah, dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya. Teknologi Pemrosesan Pangan: Pengembangan teknologi pemrosesan pangan yang lebih canggih dapat memungkinkan produksi tahu yang lebih efisien dan berkualitas tinggi. Pembuatan tahu akan terus beradaptasi dengan perkembangan kebutuhan konsumen dan teknologi. Keberlanjutan dan inovasi dalam proses produksi mungkin akan menjadi fokus utama di masa 8
  • 13. 10
  • 14. Daftar pustaka Sudarmadji, S., Haryono, B., & Suhardi. (2014). "Tehnologi Pengolahan Pangan." Penerbit UI Press. Riyanto, A., & Srianta, I. (2005). "Proses Pembuatan Tahu." Jurnal Teknologi & Industri Pangan, 16(2), 100-107. Setiadi, T., & Pranoto, Y. (2010). "Pengaruh Jenis dan Konsentrasi Koagulan terhadap Kualitas Tahu." Jurnal Teknologi & Industri Pangan, 21(1), 49-54. Susilowati, A., & Utami, R. (2012). "Pengaruh Variasi Jenis Susu Kedelai terhadap Mutu Tahu." Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan, 1(2), 50-54. Hidayat, B., & Budiyono. (2009). "Pengaruh Variasi Jenis dan Konsentrasi Nigari terhadap Karakteristik Tahu." Jurnal Teknologi Industri & Hasil Pertanian, 14(2), 137-144. 11