Successfully reported this slideshow.

Kimia analisa kelas d

436 views

Published on

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Kimia analisa kelas d

  1. 1. N A M A A N G G O T A 1 . F I K Y 2 . T E R R Y 3 . C I N I N 4 . O L I N 5 . F I N A Kelompok 2
  2. 2. TITRASI PENGENDAPAN Titrasi pengendapan merupakan titrasi yang melibatkan pembentukan endapan dari garam yang tidak mudah larut antara titrant dan analit. Hal dasar yang diperlukan dari titrasi jenis ini adalah pencapaian keseimbangan pembentukan yang cepat setiap kali titran ditambahkan pada analit, tidak adanya interferensi yang menggangu titrasi, dan titik akhir titrasi yang mudah diamati.
  3. 3. ARGENTOMETRI Salah satu jenis titrasi pengendapan yang sudah lama dikenal adalah melibatkan reaksi pengendapan antara ion halida (Cl-, I-, Br-) dengan ion perak Ag+. Titrasi ini biasanya disebut sebagai Argentometri yaitu titrasi penentuan analit yang berupa ion halida (pada umumnya) dengan menggunakan larutan standart perak nitrat AgNO3
  4. 4. Dasar titrasi argentometri adalah pembentukan endapan yang tidak mudah larut antara titran dengan analit. Endapan merupakan larutan jenuh. Gambar endapan
  5. 5. Larutan jenuh  Adalah larutan yang tepat berada dalam kesetimbangan antara larutan dan pengendapan  dapat dicapai dengan penambahan zat ke dalam pelarut secara terus menerus hingga zat tidak melarut lagi, atau dengan cara menaikkan konsentrasi ion-ion tertentu hingga terbentuk endapan
  6. 6. Jika: Qc<Ksp tidak terbentuk endapan Qc=Ksp tepat jenuh Qc>Ksp terbentuk endapan
  7. 7. YANG MEMPENGARUHI KELARUTAN  SUHU  SIFAT PELARUT  ION SEJENIS  AKTIVITAS ION  pH  HIDROLISIS  HIDROKSIDA LOGAM  PEMBENTUKAN SENYAWA KOMPLEKS
  8. 8.  Sebagai contoh yang banyak dipakai adalah titrasi penentuan NaCl dimana ion Ag+ dari titran akan bereaksi dengan ion Cl- dari analit membentuk garam yang tidak mudah larut AgCl. Ag(NO3)(aq) + NaCl(aq) → AgCl(s) + NaNO3(aq)
  9. 9. MACAM-MACAMMETODE DALAM METODE ARGENTOMETRI 1.Metode mohr 2.Metode volhard 3.Metode fajans
  10. 10. Metode mohr:pembentukan dari sebuah endapan berwarna AgNO3 akan bereaksi dengan NaCl membentuk endapan AgCl yang berwarna putih. Bila semua Cl- sudah habis bereaksi dengan Ag+ dari AgNO3,, maka kelebihan sedikit Ag+ akan bereaksi dengan CrO42- dari indikator K2CrO4 yang ditambahkan, ini berarti titik akhir titrasi telah dicapai, yaitu bila terbentuk warna merah bata dari endapan Ag2CrO4.
  11. 11. Metode volhard: pembentukan kompleks berwarna  Prinsip: Pada metode ini, sejumlah volume larutan standar AgNO3 ditambahkan secara berlebih ke dalam larutan yang mengandung ion halida (X-). Sisa larutan standar AgNO3 yang tidak bereaksi dengan Cl- dititrasi dengan larutan standar tiosianat ( KSCN atau NH4SCN ) menggunakan indikator besi (III) (Fe3+). Reaksinya sebagai berikut ;
  12. 12. Metode fajans: penggunaan indikator adsorpsi  Pada titrasi Argentometri dengan metode Fajans ada dua tahap untuk menerangkan titik akhir titrasi dengan indikator absorpsi (fluorescein). Selama titrasi berlansung (sebelum TE) ion halida (X-) dalam keadaan berlebih dan diabsorbsi pada permukaan endapan AgX sebagai permukaan primer.
  13. 13. Setelah titik ekivalen tercapai dan pada saat pertama ada kelebihan AgNO3 yang ditambahkan Ag+ akan berada pada permukaan primer yang bermuatan positif menggantikan kedudukan ion halida (X-). Bila hal ini terjadi maka ion indikator (Ind-) yang bermuatan negatif akan diabsorpsi oleh Ag+ (atau oleh permukaan absorpsi).

×