SlideShare a Scribd company logo
1 of 2
Download to read offline
DISKUSI 4 Mata Kuliah Teori Kriminologi INDRA SOFIAN (042051183)
Yth. Tutor dan Rekan-rekan, mohon perkenan Saya Indra Sofian, NIM : 042051183 dari UPBJJ
Bogor menyampaikan jawaban tanggapan terkait Lembaga pemasyarakatan, khususnya Lapas
Sukamiskin sering menjadi sorotan masyarakat. Ini tidak lain berkaitan dengan fasilitas saung
mewah, berpelesirnya narapidana korupsi, seperti Gayus Tambunan, Setya Novanto.
Bagaimana tanggapan anda terhadap penghukuman dan pembinaan sebagai perwujudan reaksi
sosial formal atas kejahatan korupsi yang terjadi di Indonesia saat ini dan apa solusi yang
ditawarkan
Jawaban:
Reaksi sosial terhadap kejahatan menurut tujuannya dapat dibedakan menjadi dua yakni yang
bersifat represif dan preventif. Pengertian reaksi atau tindak represif adalah tindakan yang
dilakukan oleh masyarakat (formal) yang ditujukan untuk menyelesaikan kasus atau peristiwa
kejahatan yang telah terjadi, guna memulihkan situasi dengan pertimbangan rasa keadilan dan
kebenaran yang dijunjung tinggi1
.
Reaksi formal terhadap kejahatan adalah reaksi yang diberikan kepada pelaku kejahatan atas
perbuatannya, yakni melanggar hukum pidana, oleh pihak-pihak yang diberi wewenang atau
kekuatan hukum untuk melakukan reaksi tersebut2
.
Penghukuman dan pembinaan sebagai perwujudan reaksi sosial formal atas ke kejahatan
korupsi di Indonesia saat ini belum dilakukan secara maksimal, hal ini dapat dilihat dari masih
adanya penggunaan pengaruh dan uang yang berikan kepada petugas lapas oleh narapidana
korupsi seperti Gayus Tambunan yang dapat berpelesir ke Bali menonton pertandingan tenis
serta Fasilitas Mewah kamar tahanan yang ditempati oleh Setya Novanto.
Seharusnya sebagai sebuah perwujudan reaksi sosial formal kepada narapida korupsi dapat
berupa:
1. Penghukuman:
1
M. Kemal Darmawan, Buku Materi Pokok Teori Kriminologi. Edisi 2. Cetakan Keenam belas, Tangerang Selatan,
Universitas Terbuka, 2020. Hal. 4.16
2
Ibid. Hal.4.16
DISKUSI 4 Mata Kuliah Teori Kriminologi INDRA SOFIAN (042051183)
a. Dimana seorang narapidana korupsi seharusnya dipenjara dan dihukum dengan sangat
berat sebagai bentuk perampasan kemerdekaan
b. Hukuman penjara bagi koruptor seperti Gayus Tambunan dan Setya Novanto merupakan
bentuk pembalasan/memuaskan dendam masyarakat karena telah mengkorupsi uang
negara yang berasal dari pajak rakrat
c. Dengan dipenjara seharusnya Gayus Tambunan dan Setya Novanto menderita, akan
tetapi pada prakteknya dengan uang yang dimiliki tetap tidak memberikan efek
penderitaan.
2. Pembinaan:
a. Pola yang menempatkan individu terpidana dalam focus perhatiannya. Pola ini disebut
sebagai Pola Rehabilitasi atau Pola Resosialisasi
b. Pola yang menenpatkan individu terpidana dan masyarakat sebagai suatu kesatuan
hubungan dalam fokus perhatiannya. Pola ini disebut reintegrasi.
Kelemahan yang ditemui dlam pola pembinaan rehabilitasi ini, dimana pembinaan untuk
keperluan rehabilitasi/resosialisasi ini walaupun bertujuan mengembalikan terpidana ke
dalam kehidupan masyarakat normal sebagai anggota masyarakat yang berguna dan
bertanggungjawab, akan tetapi karena unsur masyarakat tidak atau kurang diikutsertakan
secara aktif dalam kegiatan-kegiatan pembinaannya, maka upaya pembinaan itu disngsikan
keberhasilannya sebagaina terjadi pada kasus Gayus Tambunan dan Setya Novanto.
Solusi yang seharusnya dijatuhkan kepada pelaku korupsi agar tidak terjadi kasus Gayus
Tambunan dan Setyanovanto adalah dengan menjatuhkan pidana maksimal, melakukan blokir
terhadap rekening koruptor serta memperketat pengawasan melalui CCTV dan menambah
personil di Lapas. Selain itu, perlu diberikan tambahan insentif dan tunjangan kinerja kepada
Petugas Lapas agar tidak dapat disogok oleh narapidana koruptor.
REFERENSI:
1) M. Kemal Darmawan, Buku Materi Pokok Teori Kriminologi. Edisi 2. Cetakan Keenam
belas, Tangerang Selatan, Universitas Terbuka, 2020.
2) Elizabeth Ghozali, Inisiasi Tuton ke-4. Mata Kuliah Kriminologi. Tangerang Selatan,
Universitas Terbuka. 2021

More Related Content

What's hot

realisme hukum
 realisme hukum realisme hukum
realisme hukum
D'jaln Sunyi
 
Perbedaan kejahatan cyber dengan kejahatan konvesional secure
Perbedaan kejahatan cyber dengan kejahatan konvesional securePerbedaan kejahatan cyber dengan kejahatan konvesional secure
Perbedaan kejahatan cyber dengan kejahatan konvesional secure
mentarialva
 
5. BAB 3 DAMPAK MASIF KORUPSI.ppt
5. BAB 3 DAMPAK MASIF KORUPSI.ppt5. BAB 3 DAMPAK MASIF KORUPSI.ppt
5. BAB 3 DAMPAK MASIF KORUPSI.ppt
RizkyAulia61
 
Sumber sumber hukum acara pidana indonesia
Sumber sumber hukum acara pidana indonesiaSumber sumber hukum acara pidana indonesia
Sumber sumber hukum acara pidana indonesia
Roy Pangkey
 
Bab I. Kalimat Deklaratif
Bab I. Kalimat DeklaratifBab I. Kalimat Deklaratif
Bab I. Kalimat Deklaratif
Mustahal SSi
 
Perbarengan ConcursusSamenloop.pptx
Perbarengan ConcursusSamenloop.pptxPerbarengan ConcursusSamenloop.pptx
Perbarengan ConcursusSamenloop.pptx
Suijinheki
 

What's hot (20)

realisme hukum
 realisme hukum realisme hukum
realisme hukum
 
UU KUHP Final
UU KUHP FinalUU KUHP Final
UU KUHP Final
 
Perbedaan kejahatan cyber dengan kejahatan konvesional secure
Perbedaan kejahatan cyber dengan kejahatan konvesional securePerbedaan kejahatan cyber dengan kejahatan konvesional secure
Perbedaan kejahatan cyber dengan kejahatan konvesional secure
 
Teori relativisme budaya dan teori univesalisme
Teori relativisme budaya dan teori univesalismeTeori relativisme budaya dan teori univesalisme
Teori relativisme budaya dan teori univesalisme
 
Potret politik perempuan.pdf
Potret politik perempuan.pdfPotret politik perempuan.pdf
Potret politik perempuan.pdf
 
Hukum Keluarga
Hukum KeluargaHukum Keluarga
Hukum Keluarga
 
5. BAB 3 DAMPAK MASIF KORUPSI.ppt
5. BAB 3 DAMPAK MASIF KORUPSI.ppt5. BAB 3 DAMPAK MASIF KORUPSI.ppt
5. BAB 3 DAMPAK MASIF KORUPSI.ppt
 
Mazhab Dalam Ilmu Hukum
Mazhab Dalam Ilmu Hukum Mazhab Dalam Ilmu Hukum
Mazhab Dalam Ilmu Hukum
 
SOCIOLOGICAL JURISPRUDENCE
SOCIOLOGICAL JURISPRUDENCESOCIOLOGICAL JURISPRUDENCE
SOCIOLOGICAL JURISPRUDENCE
 
Lembaga independen
Lembaga independenLembaga independen
Lembaga independen
 
Aliran aliran hukum pidana
 Aliran aliran hukum pidana  Aliran aliran hukum pidana
Aliran aliran hukum pidana
 
Sumber sumber hukum acara pidana indonesia
Sumber sumber hukum acara pidana indonesiaSumber sumber hukum acara pidana indonesia
Sumber sumber hukum acara pidana indonesia
 
8. keputusan tata usaha negara
8. keputusan tata usaha negara8. keputusan tata usaha negara
8. keputusan tata usaha negara
 
Bab I. Kalimat Deklaratif
Bab I. Kalimat DeklaratifBab I. Kalimat Deklaratif
Bab I. Kalimat Deklaratif
 
Perbarengan ConcursusSamenloop.pptx
Perbarengan ConcursusSamenloop.pptxPerbarengan ConcursusSamenloop.pptx
Perbarengan ConcursusSamenloop.pptx
 
Islam Rasional
Islam RasionalIslam Rasional
Islam Rasional
 
Antropologi Hukum 2, UNDIP
Antropologi Hukum 2, UNDIPAntropologi Hukum 2, UNDIP
Antropologi Hukum 2, UNDIP
 
Tanya Jawab Inovasi
Tanya Jawab InovasiTanya Jawab Inovasi
Tanya Jawab Inovasi
 
Penyelenggaraan Pelayanan Publik
Penyelenggaraan Pelayanan PublikPenyelenggaraan Pelayanan Publik
Penyelenggaraan Pelayanan Publik
 
contoh kuesioner AHP.pdf
contoh kuesioner AHP.pdfcontoh kuesioner AHP.pdf
contoh kuesioner AHP.pdf
 

Similar to Diskusi 4 Teori Kriminologi 4302 Indra Sofian 042051183.doc - Copy.pdf

Strategi dan pendekatan dalam pengembangan masyarakat
Strategi dan pendekatan dalam pengembangan masyarakatStrategi dan pendekatan dalam pengembangan masyarakat
Strategi dan pendekatan dalam pengembangan masyarakat
Alexandrya Hening
 
Makalah tanggungjawab-sosial-perusahaan
Makalah tanggungjawab-sosial-perusahaanMakalah tanggungjawab-sosial-perusahaan
Makalah tanggungjawab-sosial-perusahaan
CySmart Na
 
Tanggung jawab sosial perusahaan dan keadilan dalam bisnis
Tanggung jawab sosial perusahaan dan keadilan dalam bisnisTanggung jawab sosial perusahaan dan keadilan dalam bisnis
Tanggung jawab sosial perusahaan dan keadilan dalam bisnis
Dedy Setiady
 
4. hubungan perusahaan dengan stakehoulder, lintas budaya dan
4. hubungan perusahaan dengan stakehoulder, lintas budaya dan4. hubungan perusahaan dengan stakehoulder, lintas budaya dan
4. hubungan perusahaan dengan stakehoulder, lintas budaya dan
esafsl
 
KEBIJAKAN PUBLIK SEBAGAI KEPUTUSAN-KEPUTUSAN YANG MENGANDUNG KONSEKUENSI MORAL
KEBIJAKAN PUBLIK SEBAGAI KEPUTUSAN-KEPUTUSAN YANG MENGANDUNG KONSEKUENSI MORALKEBIJAKAN PUBLIK SEBAGAI KEPUTUSAN-KEPUTUSAN YANG MENGANDUNG KONSEKUENSI MORAL
KEBIJAKAN PUBLIK SEBAGAI KEPUTUSAN-KEPUTUSAN YANG MENGANDUNG KONSEKUENSI MORAL
Siti Sahati
 
Isna wati (xii ips 1)
Isna wati (xii ips 1)Isna wati (xii ips 1)
Isna wati (xii ips 1)
Paarief Udin
 

Similar to Diskusi 4 Teori Kriminologi 4302 Indra Sofian 042051183.doc - Copy.pdf (20)

Metode pengembangan partisipasi
Metode pengembangan partisipasiMetode pengembangan partisipasi
Metode pengembangan partisipasi
 
Metode pengembangan partisipasi
Metode pengembangan partisipasiMetode pengembangan partisipasi
Metode pengembangan partisipasi
 
Strategi dan pendekatan dalam pengembangan masyarakat
Strategi dan pendekatan dalam pengembangan masyarakatStrategi dan pendekatan dalam pengembangan masyarakat
Strategi dan pendekatan dalam pengembangan masyarakat
 
Solusi Penyalahgunaan Obat Sebagai Masalah Sosial
Solusi Penyalahgunaan Obat Sebagai Masalah SosialSolusi Penyalahgunaan Obat Sebagai Masalah Sosial
Solusi Penyalahgunaan Obat Sebagai Masalah Sosial
 
Makalah tanggungjawab-sosial-perusahaan
Makalah tanggungjawab-sosial-perusahaanMakalah tanggungjawab-sosial-perusahaan
Makalah tanggungjawab-sosial-perusahaan
 
Makalah sosiologi 1
Makalah sosiologi 1Makalah sosiologi 1
Makalah sosiologi 1
 
Slide pemasyarakatan baru
Slide pemasyarakatan baruSlide pemasyarakatan baru
Slide pemasyarakatan baru
 
Paper uas sosio
Paper uas sosioPaper uas sosio
Paper uas sosio
 
Private prison
Private prisonPrivate prison
Private prison
 
Tanggung jawab sosial perusahaan dan keadilan dalam bisnis
Tanggung jawab sosial perusahaan dan keadilan dalam bisnisTanggung jawab sosial perusahaan dan keadilan dalam bisnis
Tanggung jawab sosial perusahaan dan keadilan dalam bisnis
 
Tugas peruu cetak
Tugas peruu cetakTugas peruu cetak
Tugas peruu cetak
 
Sos pend
Sos pendSos pend
Sos pend
 
PPT - Pengendalian Sosial.pptx
PPT - Pengendalian Sosial.pptxPPT - Pengendalian Sosial.pptx
PPT - Pengendalian Sosial.pptx
 
Hasil Changemakers Innovation Lab ICS 2015
Hasil Changemakers Innovation Lab ICS 2015Hasil Changemakers Innovation Lab ICS 2015
Hasil Changemakers Innovation Lab ICS 2015
 
Interaksi Sosial Dalam Hubungan Antar Manusia
Interaksi Sosial Dalam Hubungan Antar Manusia Interaksi Sosial Dalam Hubungan Antar Manusia
Interaksi Sosial Dalam Hubungan Antar Manusia
 
4. hubungan perusahaan dengan stakehoulder, lintas budaya dan
4. hubungan perusahaan dengan stakehoulder, lintas budaya dan4. hubungan perusahaan dengan stakehoulder, lintas budaya dan
4. hubungan perusahaan dengan stakehoulder, lintas budaya dan
 
Alur kata2 moderator
Alur kata2 moderatorAlur kata2 moderator
Alur kata2 moderator
 
KEBIJAKAN PUBLIK SEBAGAI KEPUTUSAN-KEPUTUSAN YANG MENGANDUNG KONSEKUENSI MORAL
KEBIJAKAN PUBLIK SEBAGAI KEPUTUSAN-KEPUTUSAN YANG MENGANDUNG KONSEKUENSI MORALKEBIJAKAN PUBLIK SEBAGAI KEPUTUSAN-KEPUTUSAN YANG MENGANDUNG KONSEKUENSI MORAL
KEBIJAKAN PUBLIK SEBAGAI KEPUTUSAN-KEPUTUSAN YANG MENGANDUNG KONSEKUENSI MORAL
 
Isna wati (xii ips 1)
Isna wati (xii ips 1)Isna wati (xii ips 1)
Isna wati (xii ips 1)
 
Tugas
TugasTugas
Tugas
 

More from Indra Sofian

More from Indra Sofian (20)

Diskusi 3 Teori Kriminologi 4302 Indra Sofian 042051183 - Copy.pdf
Diskusi 3 Teori Kriminologi 4302 Indra Sofian 042051183 - Copy.pdfDiskusi 3 Teori Kriminologi 4302 Indra Sofian 042051183 - Copy.pdf
Diskusi 3 Teori Kriminologi 4302 Indra Sofian 042051183 - Copy.pdf
 
Tugas Tutorial 3 Teori Kriminologi 4302 Indra Sofian 042051183.doc.pdf
Tugas Tutorial 3 Teori Kriminologi 4302 Indra Sofian 042051183.doc.pdfTugas Tutorial 3 Teori Kriminologi 4302 Indra Sofian 042051183.doc.pdf
Tugas Tutorial 3 Teori Kriminologi 4302 Indra Sofian 042051183.doc.pdf
 
Tugas Tutorial 1 Teori Kriminologi 4302 Indra Sofian 042051183.pdf
Tugas Tutorial 1 Teori Kriminologi 4302 Indra Sofian 042051183.pdfTugas Tutorial 1 Teori Kriminologi 4302 Indra Sofian 042051183.pdf
Tugas Tutorial 1 Teori Kriminologi 4302 Indra Sofian 042051183.pdf
 
Diskusi 1 Teori Kriminologi 4302 Indra Sofian 042051183 - Copy.pdf
Diskusi 1 Teori Kriminologi 4302 Indra Sofian 042051183 - Copy.pdfDiskusi 1 Teori Kriminologi 4302 Indra Sofian 042051183 - Copy.pdf
Diskusi 1 Teori Kriminologi 4302 Indra Sofian 042051183 - Copy.pdf
 
Diskusi 6 Teori Kriminologi 4302 Indra Sofian 042051183.doc - Copy.pdf
Diskusi 6 Teori Kriminologi 4302 Indra Sofian 042051183.doc - Copy.pdfDiskusi 6 Teori Kriminologi 4302 Indra Sofian 042051183.doc - Copy.pdf
Diskusi 6 Teori Kriminologi 4302 Indra Sofian 042051183.doc - Copy.pdf
 
Tugas Tutorial 2 Teori Kriminologi 4302 Indra Sofian 042051183.doc.pdf
Tugas Tutorial 2 Teori Kriminologi 4302 Indra Sofian 042051183.doc.pdfTugas Tutorial 2 Teori Kriminologi 4302 Indra Sofian 042051183.doc.pdf
Tugas Tutorial 2 Teori Kriminologi 4302 Indra Sofian 042051183.doc.pdf
 
Diskusi 5 Teori Kriminologi 4302 Indra Sofian 042051183 - Copy.pdf
Diskusi 5 Teori Kriminologi 4302 Indra Sofian 042051183 - Copy.pdfDiskusi 5 Teori Kriminologi 4302 Indra Sofian 042051183 - Copy.pdf
Diskusi 5 Teori Kriminologi 4302 Indra Sofian 042051183 - Copy.pdf
 
Diskusi 2 Teori Kriminologi 4302 Indra Sofian 042051183 - Copy.pdf
Diskusi 2 Teori Kriminologi 4302 Indra Sofian 042051183 - Copy.pdfDiskusi 2 Teori Kriminologi 4302 Indra Sofian 042051183 - Copy.pdf
Diskusi 2 Teori Kriminologi 4302 Indra Sofian 042051183 - Copy.pdf
 
Diskusi 7 Teori Kriminologi 4302 Indra Sofian 042051183.doc - Copy.pdf
Diskusi 7 Teori Kriminologi 4302 Indra Sofian 042051183.doc - Copy.pdfDiskusi 7 Teori Kriminologi 4302 Indra Sofian 042051183.doc - Copy.pdf
Diskusi 7 Teori Kriminologi 4302 Indra Sofian 042051183.doc - Copy.pdf
 
Diskusi 8 Teori Kriminologi 4302 Indra Sofian 042051183 - Copy.pdf
Diskusi  8 Teori Kriminologi 4302 Indra Sofian 042051183 - Copy.pdfDiskusi  8 Teori Kriminologi 4302 Indra Sofian 042051183 - Copy.pdf
Diskusi 8 Teori Kriminologi 4302 Indra Sofian 042051183 - Copy.pdf
 
Diskusi 3 Hukum Perdata kewajiban mantan suami kepada Isteri dan Anak Pasca P...
Diskusi 3 Hukum Perdata kewajiban mantan suami kepada Isteri dan Anak Pasca P...Diskusi 3 Hukum Perdata kewajiban mantan suami kepada Isteri dan Anak Pasca P...
Diskusi 3 Hukum Perdata kewajiban mantan suami kepada Isteri dan Anak Pasca P...
 
Diskusi 8 Hukum Perdata pemberian Kuasa, Pinjam mengganti atau Pinjam Pakai.pdf
Diskusi 8 Hukum Perdata pemberian Kuasa, Pinjam mengganti atau Pinjam Pakai.pdfDiskusi 8 Hukum Perdata pemberian Kuasa, Pinjam mengganti atau Pinjam Pakai.pdf
Diskusi 8 Hukum Perdata pemberian Kuasa, Pinjam mengganti atau Pinjam Pakai.pdf
 
Tugas Tutorial 3 Hukum Perdata Ingkar janji tuntutan ganti rugi perjanjian se...
Tugas Tutorial 3 Hukum Perdata Ingkar janji tuntutan ganti rugi perjanjian se...Tugas Tutorial 3 Hukum Perdata Ingkar janji tuntutan ganti rugi perjanjian se...
Tugas Tutorial 3 Hukum Perdata Ingkar janji tuntutan ganti rugi perjanjian se...
 
Diskusi 1 Hukum Perdata kondisi stress tindakan hukum jual beli tanah.pdf
Diskusi 1 Hukum Perdata kondisi stress tindakan hukum jual beli tanah.pdfDiskusi 1 Hukum Perdata kondisi stress tindakan hukum jual beli tanah.pdf
Diskusi 1 Hukum Perdata kondisi stress tindakan hukum jual beli tanah.pdf
 
Tugas Tutorial 1 Hukum Perdata pernikahan tersebut SAH secara hukum Indonesia...
Tugas Tutorial 1 Hukum Perdata pernikahan tersebut SAH secara hukum Indonesia...Tugas Tutorial 1 Hukum Perdata pernikahan tersebut SAH secara hukum Indonesia...
Tugas Tutorial 1 Hukum Perdata pernikahan tersebut SAH secara hukum Indonesia...
 
Diskusi 2 Hukum Perdata menikah warga negara asing sah di mata hukum indonesi...
Diskusi 2 Hukum Perdata menikah warga negara asing sah di mata hukum indonesi...Diskusi 2 Hukum Perdata menikah warga negara asing sah di mata hukum indonesi...
Diskusi 2 Hukum Perdata menikah warga negara asing sah di mata hukum indonesi...
 
Diskusi 7 Hukum Pajak dan Acara Perpajakan Pemeriksaan SPT Pajak oleh Pemerin...
Diskusi 7 Hukum Pajak dan Acara Perpajakan Pemeriksaan SPT Pajak oleh Pemerin...Diskusi 7 Hukum Pajak dan Acara Perpajakan Pemeriksaan SPT Pajak oleh Pemerin...
Diskusi 7 Hukum Pajak dan Acara Perpajakan Pemeriksaan SPT Pajak oleh Pemerin...
 
Diskusi 2 Hukum Pajak dan Acara Perpajakan Upaya yang paling tepat dilakukan...
Diskusi 2 Hukum Pajak dan Acara Perpajakan  Upaya yang paling tepat dilakukan...Diskusi 2 Hukum Pajak dan Acara Perpajakan  Upaya yang paling tepat dilakukan...
Diskusi 2 Hukum Pajak dan Acara Perpajakan Upaya yang paling tepat dilakukan...
 
Diskusi 6 Hukum Pajak dan Acara Perpajakan menyaksikan video melalui internet...
Diskusi 6 Hukum Pajak dan Acara Perpajakan menyaksikan video melalui internet...Diskusi 6 Hukum Pajak dan Acara Perpajakan menyaksikan video melalui internet...
Diskusi 6 Hukum Pajak dan Acara Perpajakan menyaksikan video melalui internet...
 
Diskusi 4 Hukum Pajak dan Acara Perpajakan pemusatan pemungutan pajak oleh Pe...
Diskusi 4 Hukum Pajak dan Acara Perpajakan pemusatan pemungutan pajak oleh Pe...Diskusi 4 Hukum Pajak dan Acara Perpajakan pemusatan pemungutan pajak oleh Pe...
Diskusi 4 Hukum Pajak dan Acara Perpajakan pemusatan pemungutan pajak oleh Pe...
 

Diskusi 4 Teori Kriminologi 4302 Indra Sofian 042051183.doc - Copy.pdf

  • 1. DISKUSI 4 Mata Kuliah Teori Kriminologi INDRA SOFIAN (042051183) Yth. Tutor dan Rekan-rekan, mohon perkenan Saya Indra Sofian, NIM : 042051183 dari UPBJJ Bogor menyampaikan jawaban tanggapan terkait Lembaga pemasyarakatan, khususnya Lapas Sukamiskin sering menjadi sorotan masyarakat. Ini tidak lain berkaitan dengan fasilitas saung mewah, berpelesirnya narapidana korupsi, seperti Gayus Tambunan, Setya Novanto. Bagaimana tanggapan anda terhadap penghukuman dan pembinaan sebagai perwujudan reaksi sosial formal atas kejahatan korupsi yang terjadi di Indonesia saat ini dan apa solusi yang ditawarkan Jawaban: Reaksi sosial terhadap kejahatan menurut tujuannya dapat dibedakan menjadi dua yakni yang bersifat represif dan preventif. Pengertian reaksi atau tindak represif adalah tindakan yang dilakukan oleh masyarakat (formal) yang ditujukan untuk menyelesaikan kasus atau peristiwa kejahatan yang telah terjadi, guna memulihkan situasi dengan pertimbangan rasa keadilan dan kebenaran yang dijunjung tinggi1 . Reaksi formal terhadap kejahatan adalah reaksi yang diberikan kepada pelaku kejahatan atas perbuatannya, yakni melanggar hukum pidana, oleh pihak-pihak yang diberi wewenang atau kekuatan hukum untuk melakukan reaksi tersebut2 . Penghukuman dan pembinaan sebagai perwujudan reaksi sosial formal atas ke kejahatan korupsi di Indonesia saat ini belum dilakukan secara maksimal, hal ini dapat dilihat dari masih adanya penggunaan pengaruh dan uang yang berikan kepada petugas lapas oleh narapidana korupsi seperti Gayus Tambunan yang dapat berpelesir ke Bali menonton pertandingan tenis serta Fasilitas Mewah kamar tahanan yang ditempati oleh Setya Novanto. Seharusnya sebagai sebuah perwujudan reaksi sosial formal kepada narapida korupsi dapat berupa: 1. Penghukuman: 1 M. Kemal Darmawan, Buku Materi Pokok Teori Kriminologi. Edisi 2. Cetakan Keenam belas, Tangerang Selatan, Universitas Terbuka, 2020. Hal. 4.16 2 Ibid. Hal.4.16
  • 2. DISKUSI 4 Mata Kuliah Teori Kriminologi INDRA SOFIAN (042051183) a. Dimana seorang narapidana korupsi seharusnya dipenjara dan dihukum dengan sangat berat sebagai bentuk perampasan kemerdekaan b. Hukuman penjara bagi koruptor seperti Gayus Tambunan dan Setya Novanto merupakan bentuk pembalasan/memuaskan dendam masyarakat karena telah mengkorupsi uang negara yang berasal dari pajak rakrat c. Dengan dipenjara seharusnya Gayus Tambunan dan Setya Novanto menderita, akan tetapi pada prakteknya dengan uang yang dimiliki tetap tidak memberikan efek penderitaan. 2. Pembinaan: a. Pola yang menempatkan individu terpidana dalam focus perhatiannya. Pola ini disebut sebagai Pola Rehabilitasi atau Pola Resosialisasi b. Pola yang menenpatkan individu terpidana dan masyarakat sebagai suatu kesatuan hubungan dalam fokus perhatiannya. Pola ini disebut reintegrasi. Kelemahan yang ditemui dlam pola pembinaan rehabilitasi ini, dimana pembinaan untuk keperluan rehabilitasi/resosialisasi ini walaupun bertujuan mengembalikan terpidana ke dalam kehidupan masyarakat normal sebagai anggota masyarakat yang berguna dan bertanggungjawab, akan tetapi karena unsur masyarakat tidak atau kurang diikutsertakan secara aktif dalam kegiatan-kegiatan pembinaannya, maka upaya pembinaan itu disngsikan keberhasilannya sebagaina terjadi pada kasus Gayus Tambunan dan Setya Novanto. Solusi yang seharusnya dijatuhkan kepada pelaku korupsi agar tidak terjadi kasus Gayus Tambunan dan Setyanovanto adalah dengan menjatuhkan pidana maksimal, melakukan blokir terhadap rekening koruptor serta memperketat pengawasan melalui CCTV dan menambah personil di Lapas. Selain itu, perlu diberikan tambahan insentif dan tunjangan kinerja kepada Petugas Lapas agar tidak dapat disogok oleh narapidana koruptor. REFERENSI: 1) M. Kemal Darmawan, Buku Materi Pokok Teori Kriminologi. Edisi 2. Cetakan Keenam belas, Tangerang Selatan, Universitas Terbuka, 2020. 2) Elizabeth Ghozali, Inisiasi Tuton ke-4. Mata Kuliah Kriminologi. Tangerang Selatan, Universitas Terbuka. 2021