Dr.Ani Yuningsih.M.Si/Pelatihan Metodologi Penelitian
Pendekatan kualitatif menuntut teknik-teknik penarikan sampel yang berbedadengan penarikan sampel dalam risetkuantitatif. ...
 Dimensi-dimensi utama tempat  penarikan sampel berlangsung. Jenis-jenis dan ukuran sampel Penyebutan terhadap orang-or...
   Agaknya mustahil jika Anda sebagai peneliti mampu    mengumpulkan data dari semua orang yang    berhubungan dengan top...
   Pendekatan kualitatif menuntut teknik-teknik    penentuan sampel yang berbeda dari sampel yag    dipilih secara acak d...
   Terdapat sejumlah dimensi yag menjadi    landasan penarikan sampel, meliputi orang-    orang, setting (latar), peristi...
Parameter Penarikan Sampel                         ContohOrang                                              Orang-orang de...
   Prinsip dasar untuk memperoleh informasi yang    kaya dan mendalam menjadi pedoman    dalam strategi penarikan sampel ...
Terdapat beberapa jenis sampel dan tata  cara penarikan atau pengambilan sampel.  Ikhtisar lengkap mengenai permasalahan  ...
 Sampel homogen Sampel heterogen Sampel populasi total Sampel rujukan berantai Sampel oportunistik Sampel teoritis  ...
 Sampel homogen terdiri dari individu-  individu yang tergolong dalam subkultur  atau kelompok yang sama, dan  mempunyai ...
   Variasi lain dari sampel purposif adalah sampling    rujukan berantai atau salju/snowball (Biernacki dan    Waldorf, 1...
Dalam sampel populasi total, semua  partisipan yang terpilih berasal dari suatu  kelompok tertentu.Metode lain dalam penar...
1) Dalam pemilihan kasus ekstrem, karakteristik tertentu   dari setting atau populasi diidentifikasi terlebih dahulu.   Ke...
Istilah sampling oportunistik sudah cukupjelas.  Di sini, Anda menggunakan denganbaik kesempatan-kesempatan (yangkadang-ka...
 Glaser dan Strauss (1967) mempertahankan sampling  teoritis sebagai perangkat pengumpulan data. Sampling  teoritis berke...
   Jumlah setepatnya partisipan yang    dipilih untuk keperluan riset akan    bergantung pada jenis pertanyaan    riset, ...
   Sulit bagi peneliti untuk mengetahui istilah apa    yang setepatnya mesti digunakan untuk    menyebut orang-orang yang...
   Terdapat beragam cara untuk menarik    sampel, semuanya memiliki tujuan: sampel    dipilih secara khusus untuk riset d...
Peneliti                                               Mengajukan       Membagunmengumpulkan                              ...
Melalui kunjungan pendahuluan atau  orientasi ke lapangan, Anda sebagai  peneliti bakal menemukan siapa yang  layak diinte...
1. Kepribadian dan keterampilan   penginterviu2. Sikap dan orientasi yang diinterviu3. Definisi kedua orang tersebut ihwal...
   Penginterviu harus objektif, netral, dan tidak sok    menghakimi ihwal jawaban responden sekalipun    bertetangan deng...
Berapa lama dan berapa kali interviu  tergantung pada :• Lama interviu• Minat responden pada pembicaraan• Kefasihan berbic...
   Penuh antisipasi artinya kesiapan menghadapi responden   Melakukan basa-basi atau kulo nuwun, dilakukan demi    menda...
•   Adalah salah satu teknik pengumpulan data.•   Kelompok terarah melibatkan sekelompok orang –acap    dilengkapi dengan ...
 Merupakan salah satu bentuk  wawancara mendalam, yang ditujukan  untuk meneliti pelbagai isu dalam satu  kajian, tetapi ...
 Menyediakan bukti dari banyak pihak  terhadap topik yang sama Bersifat interaktif Membuka forum yang mendukung  terung...
 Membantu mengidentifikasi perilaku dan  sikap tertentu. Sifatnya yang interaktif memotivasi  anggota kelompok untuk mem...
   Merangsang pemikiran responden yang    lain   Menyebabkan responden lain    memandang persoalan dengan cara    berbed...
 Kelompok prakonstitusi (preconstituted group)  bisa terdiri dari rekan-rekan kerja dengan spesialisasi  yang sama, atau ...
   Komposisi dan ukuran kelompok tergantung pada tujuan penelitian.    Jika topik bersifat kontroversial atau kompleks ma...
 Studi kasus Grounded theory Etnografi Analisis wacana Fenomenologi    Dr.Ani Yuningsih.M.Si/Pelatihan Metodologi Pen...
Mata pengumpulan data                                                                   A           REDUKSI DATA          ...
Pengumpulan                                                data                 Reduksi                                   ...
Bila respondennnya banyak sekali seperti dalam survei dan    ada hipotesis yang akan diuji secara kuantitatif, maka    pen...
Bagi penelitian kualitatif interviu yang terstruktur mungkin saja  diperlukan, terutama untuk mendapatkan informasi  demog...
Bagi penelitian kualitatif interviu yang terstruktur mungkin saja  diperlukan, terutama untuk mendapatkan informasi  demog...
1. Konteks natural, yaitu konteks kebulatan   menyeluruh2. Instrumen human, menuntut agar diri   sendiri atau manusia lain...
4. Metode kualitatif, lebih mampu   mengungkap realitas ganda,   dibandingkan metode kuantitatif5. Pengambilan sampel seca...
7. Grounded theory, penyusunan teori diangkat   dari empiri, bukan dibangun secara apriori8. Desain sementara, digunakan k...
11. Penafsiran idiographik, penafsiran yang berbeda   nampaknya lebih memberi makna untuk realitas   yang berbeda konteksn...
Dr.Ani Yuningsih.M.Si/Pelatihan Metodologi Penelitian
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Pelatihan Penelitian Kualitatif

2,599 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
2,599
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
125
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pelatihan Penelitian Kualitatif

  1. 1. Dr.Ani Yuningsih.M.Si/Pelatihan Metodologi Penelitian
  2. 2. Pendekatan kualitatif menuntut teknik-teknik penarikan sampel yang berbedadengan penarikan sampel dalam risetkuantitatif. Jarang sekali sampel kualitatifberupa probabilitas atau acak(random). Sebagai gantinya,pendekatan kualitatif memiliki sampelyang bertujuan (purposeful), artinyasampel yang ditarik atau diambilberdasarkan tujuan penyelidikan. Dr.Ani Yuningsih.M.Si/Pelatihan Metodologi Penelitian
  3. 3.  Dimensi-dimensi utama tempat penarikan sampel berlangsung. Jenis-jenis dan ukuran sampel Penyebutan terhadap orang-orang dalam riset Anda. Dr.Ani Yuningsih.M.Si/Pelatihan Metodologi Penelitian
  4. 4.  Agaknya mustahil jika Anda sebagai peneliti mampu mengumpulkan data dari semua orang yang berhubungan dengan topik riset Anda. Waktu dan sumber daya jelas-jelas tidak memungkinkan bagi peneliti untuk melakukannya. Keputusan penarikan sampel dimulai pada tahap- tahap awal riset. Ini bergantung pada fokus dan topik riset, juga setting (latar atau lokasi pengambilan sampel), waktu dan konteks (apa yang disampel) dan kelompok orang yang menjadi sumber sampel Anda (siapa yang disampel) Dr.Ani Yuningsih.M.Si/Pelatihan Metodologi Penelitian
  5. 5.  Pendekatan kualitatif menuntut teknik-teknik penentuan sampel yang berbeda dari sampel yag dipilih secara acak dan bersifat probabilitas, yang lazim diggunakan oleh para peneliti kuantitatif. Sampel kualitatif lebih fleksibel dan tidak dimulai dengan penetapan bingkai sampling yang kaku, seperti dalam riset kuantitatif. Ini disebabkan sampling kualitatif berkembang selama proses riset, saat peneliti menemukan tanda- tanda dan petunjuk-petunjuk baru untuk dikembangkan lebih lanjut. Pada awal riset, peneliti tidak perlu menetapkan secara spesifik jumlah informan dalam sampel, walau diharapkan untuk mengindikasikan angka-angka yang dilibatkan sebagai sampel awal. Dr.Ani Yuningsih.M.Si/Pelatihan Metodologi Penelitian
  6. 6.  Terdapat sejumlah dimensi yag menjadi landasan penarikan sampel, meliputi orang- orang, setting (latar), peristiwa, proses, aktivitas, dan waktu (Miles dan Huberman, 1994: Hammersley dan Atkinson, 1995). Mereka dipilih berdasarkan pengalaman terhadap fenomena yang diteliti. Konteks mengacu pada kondisi dan situasi tempat partisipan ditemukan. Waktu mengacu pada tahapan, atau urutan, atau irama yang berbeda dari waktu, atau waktu spesifik dari hari atau kalender. Dr.Ani Yuningsih.M.Si/Pelatihan Metodologi Penelitian
  7. 7. Parameter Penarikan Sampel ContohOrang Orang-orang dengan peran tertentu, semisal klien agen periklanan Orang-orang yang memilki pengalaman media relations (relasi media) Orang-orang yang diterpa iklan di Internet.Setting (latar) Negara atau wilayah tempat praktik iklan berlangsung secara khas atau istimewa. Konsultan kehumasan dengan praktik-praktik atau strategi-strategi baruPeristiwa dan proses Pertemuan/rapat. Iteraksi komunikasi antara manajer dan staf. Area bisnis baru.Aktivitas Menonton iklan televisi. Memproduksi kampanye publisitas.Waktu Enam bulan sebelum dan sesudah kampanye diputuskan. Pagi dan sore. Dr.Ani Yuningsih.M.Si/Pelatihan Metodologi Penelitian
  8. 8.  Prinsip dasar untuk memperoleh informasi yang kaya dan mendalam menjadi pedoman dalam strategi penarikan sampel riset kualitatif. Siapa yang Anda pilih untuk riset Anda, di mana, dan kapan, bergantung pada kriteria tertentu yang ditentukan oleh tujuan riset Anda. Oleh karena itu, istilah sampel berorientasi tujuan harus diterapkan. Para partisipan bisa dipilih oleh Anda sendiri, atau mereka yang mengajukan diri secara sukarela (sesuai dengan topik penelitian) Dr.Ani Yuningsih.M.Si/Pelatihan Metodologi Penelitian
  9. 9. Terdapat beberapa jenis sampel dan tata cara penarikan atau pengambilan sampel. Ikhtisar lengkap mengenai permasalahan sampel dapat ditemukan dalam buku Patton (1990), Miles dan Huberman (1994), Marshall dan Rosman (1999).Berikut ini disajikan teknik-teknik pengambilan sampel yang paling utama, dan paling sering digunakan, walau banyak di antaranya saling tumpang tindih. Dr.Ani Yuningsih.M.Si/Pelatihan Metodologi Penelitian
  10. 10.  Sampel homogen Sampel heterogen Sampel populasi total Sampel rujukan berantai Sampel oportunistik Sampel teoritis Dr.Ani Yuningsih.M.Si/Pelatihan Metodologi Penelitian
  11. 11.  Sampel homogen terdiri dari individu- individu yang tergolong dalam subkultur atau kelompok yang sama, dan mempunyai karakteristik serupa. Unit-unit sampel homogen bermanfaat ketika Anda ingin mengamati atau mewawancarai kelompok tertentu. Sampel heterogen terdiri dari individu- individu atau kelompok-kelompok yang berbeda satu sama lain dalam satu aspek utama. Dr.Ani Yuningsih.M.Si/Pelatihan Metodologi Penelitian
  12. 12.  Variasi lain dari sampel purposif adalah sampling rujukan berantai atau salju/snowball (Biernacki dan Waldorf, 1981). Dalam teknik sampling ini Anda mendapatkan satu partisipasi melalui partisipan lain. Peneliti menggunakan teknik pengambilan sampel bola salju (snowball sampling) dalam kondisi ketika mereka tidak bisa mengidentifikasi informan-informan yang bermanfaat bagi risetnya, atau saat informannya tidak mudah diakses, atau ketika anonimitas (keadaan tanpa nama) menjadi syarat penelitian. Misalnya, dalam riset yang berkenaan dengan isu-isu komunikasi yang peka atau bersifat rahasia. Dr.Ani Yuningsih.M.Si/Pelatihan Metodologi Penelitian
  13. 13. Dalam sampel populasi total, semua partisipan yang terpilih berasal dari suatu kelompok tertentu.Metode lain dalam penarikan sampel purposif atau sampel-berdasarkan- kriteria adalah: Pemilihan kasus ekstrem atau kasus tidak lazim Pemilihan kasus khas/tipikal Pemilihan kasus unik Dr.Ani Yuningsih.M.Si/Pelatihan Metodologi Penelitian
  14. 14. 1) Dalam pemilihan kasus ekstrem, karakteristik tertentu dari setting atau populasi diidentifikasi terlebih dahulu. Kemudian, hal-hal ekstrem dari karakteristik ini dicari dan diatur dalam sebuah kontinuum. Kasus-kasus yang terletak di pangkal dan ujung kontinum menjadi kasus yang ekstrem.2) Dalam pemilihan kasus khas, Anda membuat suatu profil karakteristik dari rata-rata kasus, dan menemukan contoh- contohnya. Sampel jenis ini bermanfaat untuk menemukan kekhasan suatu riset.3) Ketika memilih kasus unik, fokus Anda terletak pada orang- orang tertentu yang berbeda dengan yang lain terkait dengan suatu dimensi atau karakteristik tertentu. Dr.Ani Yuningsih.M.Si/Pelatihan Metodologi Penelitian
  15. 15. Istilah sampling oportunistik sudah cukupjelas. Di sini, Anda menggunakan denganbaik kesempatan-kesempatan (yangkadang-kadang muncul secara takterduga) untuk meminta para informanpotensial guna ambil bagian dalam risetAnda. Kadang-kadang ini terjadi ketikaorang-orang sulit direkrut, dan hanyasedikit informan yang tersedia. Dr.Ani Yuningsih.M.Si/Pelatihan Metodologi Penelitian
  16. 16.  Glaser dan Strauss (1967) mempertahankan sampling teoritis sebagai perangkat pengumpulan data. Sampling teoritis berkembang seiring dengan jalannya proses riset, tidak bisa direncanakan terlebih dahulu. Singkatnya, sampling atau penarikan sampel dalam riset kuantitatif adalah: Fleksibel : sampling berkembang selama riset berlangsung Berurutan : pemilihan unit-unit sampling tidak dibuat sebelum kerja lapangan dimulai, namun berkembang ketika temuan-temuan diperoleh. Dipandu oleh perkembangan teoritis : sampel menjadi kin terfokus, seiring dengan perkembangan riset. Sinambung (berkelanjutan) : berlangsung sepanjang proses riset, hingga tidak ada lagi data baru yang relevan. Terlibat dalam pelacakan kasus-kasus negatif atau menyimpang (Kuzel, 1999) Dr.Ani Yuningsih.M.Si/Pelatihan Metodologi Penelitian
  17. 17.  Jumlah setepatnya partisipan yang dipilih untuk keperluan riset akan bergantung pada jenis pertanyaan riset, jenis pendekatan riset, sumberdaya material, juga waktu dan jumlah peneliti yang terlibat dalam riset. Dr.Ani Yuningsih.M.Si/Pelatihan Metodologi Penelitian
  18. 18.  Sulit bagi peneliti untuk mengetahui istilah apa yang setepatnya mesti digunakan untuk menyebut orang-orang yang diamati dan diwawancarai. Sebutan ini penting, karena mengeksplisitkan posisi peneliti, sekaligus menentukan hubungan mereka dengan orang yang dipelajari. Kebanyakan, peneliti kualitatif memilih terminologi “partisian” atau “informan” untuk menyebut sampel mereka. Peneliti eksperimental mengacu pada “subjek”, sebuah kata yang menandakan pasif tidaknya orang-orang yang dipelajari. Dr.Ani Yuningsih.M.Si/Pelatihan Metodologi Penelitian
  19. 19.  Terdapat beragam cara untuk menarik sampel, semuanya memiliki tujuan: sampel dipilih secara khusus untuk riset dan didasarkan pada kriteria tertentu. Sampel individu dalam riset kualitatif biasanya kecil, meski ini bukanlah aturan baku. Unit-unit sampel terdiri atas orang-orang, waktu, latar atau setting, peristiwa, proses, aktivitas atau konsep (yang terakhir ini disebut juga sampling teoritis). Pengambilan sampel tidak selalu ditentukan sebelum riset berlangsung, tetapi bisa berproses ketika riset dilakukan. Dr.Ani Yuningsih.M.Si/Pelatihan Metodologi Penelitian
  20. 20. Peneliti Mengajukan Membagunmengumpulkan pertanyaan kategori-kategori informasi Pemahaman Mengembangkanbaru, teori baru, teori atau Mencari pola-pola atau hipotesis mengembangkan (teori-teori) baru pola dengan teori Dr.Ani Yuningsih.M.Si/Pelatihan Metodologi Penelitian
  21. 21. Melalui kunjungan pendahuluan atau orientasi ke lapangan, Anda sebagai peneliti bakal menemukan siapa yang layak diinterviu. Dari responden pertama biasanya akan diketahui responden berikutnya yang layak diinterviu. Demikianlah mekanisme, sehingga jumlah responden semakin besar, dan dari semuanya itu Anda mencapai titik jenuh (saturated).Anda sebagai peneliti memerlukan responden. Karena itu Anda harus mampu membangun hubungan baik dengan para responden. Dr.Ani Yuningsih.M.Si/Pelatihan Metodologi Penelitian
  22. 22. 1. Kepribadian dan keterampilan penginterviu2. Sikap dan orientasi yang diinterviu3. Definisi kedua orang tersebut ihwal situasi. (realitas dan konteks penelitian)Berikut adalah beberapa penjabarannya Dr.Ani Yuningsih.M.Si/Pelatihan Metodologi Penelitian
  23. 23.  Penginterviu harus objektif, netral, dan tidak sok menghakimi ihwal jawaban responden sekalipun bertetangan dengan keyakinan penginterviu. Penginterviu harus sensitif terhadap simbol-simbol verbal dan non-verbal dari responden, dan harus menjadi pendengar yang reflektif. Penginterviu harus memahami beban psikologisdari setiap pertanyaan yang diajukan. Penginterviu harus menghindari pertanyaan yang terlalu luas atau terlalu teoritis sehingga responden sulit menjawab. Penginterviu harus merencanakan urutan pertanyaan dari basa-basi , pertanyaan umum,pertanyaan khusus, pertanyaan sensitif, pertanyaan penutup, dan sebagainya. Dr.Ani Yuningsih.M.Si/Pelatihan Metodologi Penelitian
  24. 24. Berapa lama dan berapa kali interviu tergantung pada :• Lama interviu• Minat responden pada pembicaraan• Kefasihan berbicara• Keterampilan peneliti menginterviu Dr.Ani Yuningsih.M.Si/Pelatihan Metodologi Penelitian
  25. 25.  Penuh antisipasi artinya kesiapan menghadapi responden Melakukan basa-basi atau kulo nuwun, dilakukan demi mendapat kepercayaan dari responden Naif, ciri seorang pembelajar yang rendah hati Analitis,diterapkan sejak Anda mempersiapkan proposal dan dalam setiap tahap penelitian. Paradoks : mendominasi tetapi juga menyerah, Andalah sebagai pengendali interviu. Tidak reaktif, tidak direktif, dan terapetik : memahami apa yang dirasakan, dipikirkan, dikeluhkan, dan dikatakan kepada Anda. Sabar mengejar data, penting terutama saat menginterviu responden yang pemalu, enggan bicara, atau kurang ekspresif. Dr.Ani Yuningsih.M.Si/Pelatihan Metodologi Penelitian
  26. 26. • Adalah salah satu teknik pengumpulan data.• Kelompok terarah melibatkan sekelompok orang –acap dilengkapi dengan pengalaman atau karakteristik serupa- yang diwawancarai oleh seorang peneliti (disebut moderator/fasilitator).• Tujuannya adalah memunculkan gagasan, persepsi, dan pemikiran mengenai suatu topik yang spesifik atau permasalahan tertentu terkait dengan wilayah kepentingan tertentu.• Tujuan utamanya melihat topik (yang berkaitan dengan masalah penelitian) dari sudut pandang partisipan• Telah diterapkan sejak tahun 1920-an, namun buku pertama baru diterbitkan tahun 1946 oleh Merton dan kawan-kawan. Dr.Ani Yuningsih.M.Si/Pelatihan Metodologi Penelitian
  27. 27.  Merupakan salah satu bentuk wawancara mendalam, yang ditujukan untuk meneliti pelbagai isu dalam satu kajian, tetapi berkonsentrasi pada satu atau dua isu atau objek yang pasti, dan mendiskusikannya secara mendalam Pertanyaan, jawaban dan gagasandihasilkan oleh anggota- anggota kelompok itu sendiri, diilhami oleh dinamika (latar) kelompok Dr.Ani Yuningsih.M.Si/Pelatihan Metodologi Penelitian
  28. 28.  Menyediakan bukti dari banyak pihak terhadap topik yang sama Bersifat interaktif Membuka forum yang mendukung terungkapnya pandangan-pandangan tersembunyi (atau yang ditekan) Memungkinkan peneliti mengumpulkan sejumlah besar data dengan cepat Dr.Ani Yuningsih.M.Si/Pelatihan Metodologi Penelitian
  29. 29.  Membantu mengidentifikasi perilaku dan sikap tertentu. Sifatnya yang interaktif memotivasi anggota kelompok untuk memperluas dan mendefinisikan kembali persepsi serta gagasannya mengenai topik Membantu mengeksplorasi pembentukan konsensus terhadap sebuah topik yang cenderung dibangun secara kolektif Memungkinkan peneliti mengumpulkan sejumlah besar data dalam waktu yang relatif singkat Dr.Ani Yuningsih.M.Si/Pelatihan Metodologi Penelitian
  30. 30.  Merangsang pemikiran responden yang lain Menyebabkan responden lain memandang persoalan dengan cara berbeda Merangsang munculnya diskusi yang lebih mendalam Mengingatkan individu-individu akan hal- hal yang mungkin sudah terlupakan Membantu partisipan lain untuk mengungkapkan pendapat dan pemikiran mereka secara lebih baik Dr.Ani Yuningsih.M.Si/Pelatihan Metodologi Penelitian
  31. 31.  Kelompok prakonstitusi (preconstituted group) bisa terdiri dari rekan-rekan kerja dengan spesialisasi yang sama, atau anggota departemen atau tim tertentu atau anggota perkumpulan sosial/asosiasi yang sama Kelompok yang ditetapkan oleh peneliti (researcher- constituted group) kelompok ini membuat peneliti memiliki kendali lebih besar atas komposisi individu dalam sampel, namun para anggota tidak saling mengenal satu sama lain, sehingga interaksi kelompok membutuhkan waktu untuk pemanasanCatatan : kedua kelompok tersebut bisa dibentuk secara homogen atau heterogen tergantung tujuan penelitian Dr.Ani Yuningsih.M.Si/Pelatihan Metodologi Penelitian
  32. 32.  Komposisi dan ukuran kelompok tergantung pada tujuan penelitian. Jika topik bersifat kontroversial atau kompleks maka kelompok kecil memungkinkan membahas topik secara lebih sensitif. Jika topik tidak begitu intens, dapat dibahas lebih efektif dalam kelompok besar. Rata-rata anggota FGD: 6-10 partisipan (secara tradisional atau minimal 3 partisipan) Wawancara FGD juga bisa dilakukan secara online Lingkungan atau lokasi sebaiknya dipilih yang netral, nyaman dan familier bagi partisipan dengan ruangan yang cukup untuk menampung anggota. Panduan diskusi perlu digunakan, meskipun FGD lebih menyerupai curah gagasan (brain storming). Panduan diskusi berfungsi sebagai daftar yang memastikan bahw semua topik penting telah tercakup dan berada pada urutan yang sesuai. Prosedur untuk menetapkan aturan-aturan dasar disampaikan sejak awal sehingga semua anggota kelompok mengetahui bagaimana diskusi akan berlangsung Peneliti mengajukan pertanyaan mulai dari hal-hal umum menuju hal- hal spesifik. Dr.Ani Yuningsih.M.Si/Pelatihan Metodologi Penelitian
  33. 33.  Studi kasus Grounded theory Etnografi Analisis wacana Fenomenologi Dr.Ani Yuningsih.M.Si/Pelatihan Metodologi Penelitian
  34. 34. Mata pengumpulan data A REDUKSI DATA NAntisipasi Selama Pasca A PENYAJIAN DATA L Selama Pasca I PENARIKAN KESIMPULAN/VERIFIKASI S Selama Pasca I S Dr.Ani Yuningsih.M.Si/Pelatihan Metodologi Penelitian
  35. 35. Pengumpulan data Reduksi Penyajian data data Kesimpulan-kesimpulan: Penarikan/VerifikasiDr.Ani Yuningsih.M.Si/Pelatihan Metodologi Penelitian
  36. 36. Bila respondennnya banyak sekali seperti dalam survei dan ada hipotesis yang akan diuji secara kuantitatif, maka peneliti akan mengembangkan pertanyaan interviu yang dibakukan atau schedule-standardized interview (Denzin,1970).• Para responden memiliki kosakata yang sama. Artinya bahwa pertanyaan yang diajukan mesti dapat dimengerti oleh responden yang sangat heterogen itu.• Pertanyaan dapat dibuat sedemikian rupa sehingga bermakna sama oleh setiap responden. Karena itu pertanyaan harus didesain sedemikian rupa sehingga tidak ada ambigu dalam pertanyaan itu.• Bukan hanya pertanyaannya yang seyogyanya dimaknai sama oleh setiap reponden, tetapi konteks pertanyaannya pun harus sama bagi setiap responden.• Ketiga asumsi tersebut di atas hanya mungkin dipenuhi bilamana terlebih dahulu ada penelitian pendahuluan atau pilot investigation Dr.Ani Yuningsih.M.Si/Pelatihan Metodologi Penelitian
  37. 37. Bagi penelitian kualitatif interviu yang terstruktur mungkin saja diperlukan, terutama untuk mendapatkan informasi demografis dari semua responden yang dilibatkan. Namun, dalam kebanyakan studi kualitatif, interviu lebih bersifat terbuka atau kurang terstruktur, karena beberapa alasan sebagai berikut:• Tujuan interviu dalam studi kualitatif bukan untuk menuangkan gagasan peneliti ke dalam otak responden, melainkan justru untuk megakses persepsi responden. Untuk itu, interviu harus terbuka.• Format interviu terbuka didasarkan pada asumsi bahwa setiap responden sebagai individu adalah makhluk unik yang sulit untuk digeneralisasi lewat penyeragaman instrumen.• Peneliti kualitatif tidak berangkat dari hipotesis yang telah ditentukan tapi senantiasa mengeksplorasi banyak hal dan situasi lewat tahapan-tahapan. Karena itu format interviu berbeda untuk setiap kasus. Dr.Ani Yuningsih.M.Si/Pelatihan Metodologi Penelitian
  38. 38. Bagi penelitian kualitatif interviu yang terstruktur mungkin saja diperlukan, terutama untuk mendapatkan informasi demografis dari semua responden yang dilibatkan. Namun, dalam kebanyakan studi kualitatif, interviu lebih bersifat terbuka atau kurang terstruktur, karena beberapa alasan sebagai berikut:• Tujuan interviu dalam studi kualitatif bukan untuk menuangkan gagasan peneliti ke dalam otak responden, melainkan justru untuk megakses persepsi responden. Untuk itu, interviu harus terbuka.• Format interviu terbuka didasarkan pada asumsi bahwa setiap responden sebagai individu adalah makhluk unik yang sulit untuk digeneralisasi lewat penyeragaman instrumen.• Peneliti kualitatif tidak berangkat dari hipotesis yang telah ditentukan tapi senantiasa mengeksplorasi banyak hal dan situasi lewat tahapan-tahapan. Karena itu format interviu berbeda untuk setiap kasus. Dr.Ani Yuningsih.M.Si/Pelatihan Metodologi Penelitian
  39. 39. 1. Konteks natural, yaitu konteks kebulatan menyeluruh2. Instrumen human, menuntut agar diri sendiri atau manusia lain menjadi instrumen pengumpul data, atau kemampuan menyesuaikan diri dengan beragam realitas3. Pemanfaatan pengetahuan tak terkatakan, sifat naturalistik memungkinkan kita mengangkat hal-hal tak terkatakan yang memperkaya hal-hal yang diekspresikan Dr.Ani Yuningsih.M.Si/Pelatihan Metodologi Penelitian
  40. 40. 4. Metode kualitatif, lebih mampu mengungkap realitas ganda, dibandingkan metode kuantitatif5. Pengambilan sampel secara purposive, menghindari pengambilan sampel acak yang memungkinkan terjadinya penyimpangan6. Analisis data induktif, konteks lebih mudah dideskripsikan dibandingkan dengan analisis data deduktif Dr.Ani Yuningsih.M.Si/Pelatihan Metodologi Penelitian
  41. 41. 7. Grounded theory, penyusunan teori diangkat dari empiri, bukan dibangun secara apriori8. Desain sementara, digunakan karena peneliti sulit mempolakan lebih dahulu apa yang ada di lapangan, dan karena banyak sistem nilai yang terkait dengan interaksinya tak terduga9. Hasil yang disepakati, sebaiknya hipotesis kerja diuji dan dicari kepastiannya pada responden10. Modus laporan studi kasus, deskripsi realitas ganda yang tampil dari interaksi peneliti dengan responden dapat terhindar dari bias Dr.Ani Yuningsih.M.Si/Pelatihan Metodologi Penelitian
  42. 42. 11. Penafsiran idiographik, penafsiran yang berbeda nampaknya lebih memberi makna untuk realitas yang berbeda konteksnya12. Aplikasi tentatif, realitas itu ganda dan berbeda karena interaksi antara peneliti dengan responden bersifat khusus dan tak dapat dipublikasikan13. Ikatan konteks terfokus, mengaksentuasikan pada fokus sesuai dengan masalahnya, evaluasinya, atau tugas yang hendak dicapainya.14. Kriteria kepercayaan, terbagi menjadi validitas internal, validitas eksternal, realiabilitas, dan obyektivitas. Dr.Ani Yuningsih.M.Si/Pelatihan Metodologi Penelitian
  43. 43. Dr.Ani Yuningsih.M.Si/Pelatihan Metodologi Penelitian

×