Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

pengantar ilmu ekonomi

8,781 views

Published on

Published in: Education
  • Be the first to comment

pengantar ilmu ekonomi

  1. 1. BAB I<br />DEFINISI DAN METODE EKONOMI<br />Ilmu ekonmi merupakan cabang ilmu social yang mempelajari berbagai perilaku pelaku ekonomi terhadap keputusan-keputusan ekonomi yang dibuat. Ilmu ini diperlukan sebagai kerangka berikir untuk dapat melakukan piliha terhadap berbagai sumber daya yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan manusia yang tidak terbatas.<br />Adapun tiga masalah pokok dalam perekonomia, yaitu:<br /><ul><li>Jenis barang dan jasa ayng akan diproduksi?
  2. 2. Bagaimana menghasilkan barang dan jasa tersebut?
  3. 3. Untuk siapa barang dan jasa tersebut dihasilkan?</li></ul>Ekonomi positif adalah pendekatan ekonomi yang mempelajari berbagaipelaku dan proses bekerjanya aktivitas ekonomi, tanpa menggunakan suatu pandangan subjektif untuk mengatakan bahwa sesuatu itu baik atau jelek dari sudut pandang ekonomi. Ekonomi positif di bagi menjadi dua, yaitu ekonomi deskriptif dan ekonomi teori.<br />Sedangkan ekonomi normative adalah pendekatan ekonomi yang mempelajari perilaku ekonomi yang terjadi, dengan mencoba memberikan penilaian baik atau buruk berdasarkan pertimbangan subjektif.<br />BAB II<br />SISTEM EKONOMI<br />Ada tiga bentuk system ekonomi yang dikenal di dunia ini, yaitu:<br /><ul><li>System ekonomi pasar (laissez-faire-economy), merupakan system ekonomi yang berbasis pada kebebasan individu dan perusahaan dalam menentukan berbagai kegiatan ekonomi, seperti konsumsi dan produksi.
  4. 4. System ekonomi terpusat (system ekonomi sosialis) atau disebut command economy, yaitu system ekonomi dimana pemerintah membuat semua kebijakan menyangkut produksi, distribusi, dan konsumsi.
  5. 5. System ekonomi campuran, yaitu gabungan dari system ekonomi pasar dan system ekonomi terpusat.</li></ul>Kebijakan fiscal merujuk pda kebijkan yang dibuat pemerintah untuk mengarahkan ekonomi suatu Negara melalui pengeluaran dan pendapatan (berupa pajak ) pemerintah.<br />Kebijakan moneter adalah proses mengatur persediaan uang sebuah Negara untuk mencapaitujua tertentu, seperti menaha inflasi, mencapai pekertja penuh atau lebih sejahtera.<br />Kebijakan moneter dapat digolongka menjadi dua, yaitu:<br /><ul><li>Kebijakan moneter ekspansif, adalah suatu kebijakan dalam rangka menambah jumlah uang yang beredar.
  6. 6. Kebijakan moneter kontraktif, adalah suatu kebijaka dalam rangka mengurangi jumlah uang yang beredar.</li></ul>Kebijakan moneter dapat dilakukan dengan menjalakan instrument kebijakan moneter, yaitu antara lain:<br /><ul><li>Operasi pasar tebuka (open market operation)
  7. 7. Fasilitas diskonto (discount rate)
  8. 8. Rasio cadangan wajib (reserve requirement ratio)
  9. 9. Himbauan moral (moral persuasion)</li></ul>PASAR DAN PEMERINTAH DALAM EKONOMI MODERN<br />Perekonomian pasar merupakan system perekonomian yang mengandalkan harga sebagai variable yang menentukan keseimbangan ekonomi. Berbagai keputusan ekonomi untuk menentukan barang dan jasa apa yang akan dibuat (What), bagaimana menghasilkannya (How), dan siapa saja yang akan mengkonsumsi (for Whom), ditentukan oleh mekanisme pasar dengan bimbingan tangan gaib (invisible hand). <br />P.A. Samuelson mengatakan bahwa pemerintah mempunyai tiga fungsi perekonomian, yaitu:<br /><ul><li>Mengoreksi kegagala pasar dei efisiensi.
  10. 10. Membuat program untuk melakukan pemerataanpendapatan dengan menggunakan instrume pajak dan pengeluaran pemerintah.
  11. 11. Membuat kebijakan fiscal dan moneter.</li></ul>TEORI PERILAKU KONSUMEN-PENDEKATAN TEORI NILAI GUNA (UTILITY)<br />Konsep nilai guna (utility) bisa menjelaskan berupa paradok antara kegunaan suatu barang dengan harganya. Menurut Sadono Sukino, syarat yang harus dipenuhi agar konsumen dapat mencapai kepuasan maksimum atas barang yang dikonsumsinya adalah setiap rupiah yang dikeluarkan untuk membeli unit tambahan dari berbagai jenis barang akan memberikan nilai guna marginal yang sama besarnya.<br />Efek pendapatan terjadi dari berubahnya harga suatu barang (naik atau turun). Jika harga barang X naik, maka tambahan kepuasan dar mengkonsumsi satu unit barang tersebut menjadi turn per harga barangnya.<br />TEORI PERILAKU KONSUMEN-PENDEKATAN KURVA KEPUASAN SAMA<br />Indifferen Curve (IC) menggambarkan kombinasi barang-barang yang akan memberikan kepuasan yang sama besarnya. Asumsi yang digunakan untuk melekukan analisis dengan menggunakan IC adalah:<br /><ul><li>Seluruh pendapatanh dikonsumsikan hanya terhadap dua jenis barang
  12. 12. Selera konsumen tidak berubah
  13. 13. Terdapat kebebasan untuk memilih antara kedua barang tersebut</li></ul>IC memiliki tiga sifat dasar, yaitu:<br /><ul><li>Mempunyai kemiringan yang negative atau turun dari kiri atas ke kanan bawah
  14. 14. IC cembung terhadap titik origin (0,0)
  15. 15. IC tidak saling berpotongan</li></ul>Keseimbangan konsumen akan berubah jika variable pendapatan atau harga berubah, dengan asumsi selera konsumen bersifat konstan. Jikia terjadi perubahan pendapatan (naik atau turun) dengan asumsi harga barang tetap, maka IC akan bergeser. Tetapi jika salahsatu harga barang berubah (naik atau turun) dengan asumsi tingakat pendapatan tetap, maka IC akan berputar. Kedua kejadian tersebut akan menyebabkan bergesernya keseimbangan konsumen dalam mencapai kepuasan maksimum.<br /><ul><li>Definisi/Pengertian Harga (Price)</li></ul>Harga merupakan salah satu bagian yang sangat penting dalam pemasaran suatu produk karena harga adalah satu dari empat bauran pemasaran atau marketing mix (4P= product, price, place, promotion atau prodik, harga, distribusi, promosi). Harga adalah suatu nilai tukar dari prodik barang maupun jasa yang dinyatakan dalam satuan moneter.<br /><ul><li>Tujuan Penerapan Harga
  16. 16. Mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya
  17. 17. Mempertahankan perusahaan
  18. 18. Menggapai ROI (Return on Investment)
  19. 19. Menguasai pangsa pasar
  20. 20. Mempertahankan status quo
  21. 21. Metode Penetapan Harga Pokok
  22. 22. Pendekatan Permintaan dan Penawaran (supply demand approach). Dari tingkat permintaan dan penawaran yang ada ditentukan harga keseimbangan (equilibrium Price).
  23. 23. Pendekatan Biaya (cost oriented approach). Menentukan harga dengan cara menghitung biaya yang dikeluarkan produsen dengan tingkat keuntungan yang diinginkan baik dengan markup pricing dan break even analysis.
  24. 24. Pendekatan pasar (market approach). Menghitung variabel-variabel yantg mempengaruhi pasar dan harga seperti situasi dan kondisi politik, persaingan, social budaya, dan lain-lain.
  25. 25. BAB III</li></ul>ORGANISASI BISNIS DAN TEORI PRODUKSI<br />Organisasi usaha yang memproduksi barang dan jasa dapat dikategorikan dalam tiga bentuk utama yaitu :<br /><ul><li>Perusahaan perseorangan
  26. 26. Firma
  27. 27. Perseroan terbatas (PT)</li></ul>Perusahaan perseorangan adalah badan usaha yang kepemilikannya dimiliki oleh satu orang.<br />Ciri dan sifat perusahaan perseorangan :<br /><ul><li>Relatif mudah didirikan dan mudah di bubarkan
  28. 28. Tanggungjawab tidak terbatas dan bisa melibatkan harta pribadi
  29. 29. Tidak ada pajak, yang ada hanya pungutan dan retribusi
  30. 30. Seluruh keuntungan dinikmati sendiri
  31. 31. Sulit mengatur roda perusahaan karena diatur sendiri
  32. 32. Keuntungan yang kecil yang kadang harus mengorbankan penghasilan yang lebih besar
  33. 33. Jangka waktu badan usaha yang tidak terbatas atau seumur hidup
  34. 34. Sewaktu-waktu dapat dipindah tangankan</li></ul>Firma adalah perserikatan dagang antara beberapa perusahaan atau sering disebut juga Fa adalah sebuah bentuk persekutuan untuk menjalankan usaha antara dua orang atau lebih dengan memekai nama bersama. Pemilik firma terdiri dari beberapa orang yang bersekutu dan masing-masing anggota persekutuan menyerahkan kekayaan pribadi yang sesuai tercantum dalam akta pendirian perusahaan.<br />Proses pendirian<br />Berdasarkan pasal 16 kitab UU Hukum dagang, persekutuan firma adalah persekutuan yang diadakan untuk menjalankan suatu perusahaan dengan memakai nama bersama. Isi ikhtisar resmi akta pendirian Firma dapat dilihat di pasal 26 KUHD yang harus memuat sebagai berikut :<br /><ul><li>Nama, nama kecil, pekerjaan dan tempat tinggal para sekutu firma
  35. 35. Pernyataan firmanya dengan menunjukan apakah persekutuan itu umum ataukah terbatas pada suatu cabang khusus perusahaan tertentu dan dalam hal terakhir dengan menunjukan cabang khusus itu
  36. 36. Menunjukan para sekutu yang tidak diperkenenken tanda tangan atas nama firma
  37. 37. Saat memulai berlakunya persekutuan dan saat berakhirnya
  38. 38. Dan selnajutnya, pada umumnya bagian-bagian dari perjanjiannya yang harus dipakai untuk menentukan hak-hak pihak ketiga terhadap para sekutu</li></ul>Proses pembubaran<br />Pembubaran persekutuan firma diatur dalam ketentuan pasal 1646 sampai dengan pasal 1652 KUH perdata dan pasal 31 sampai pasal 35 KUHD. Pasal KUHperdata menyebutkan bahwa ada lima hal yang menyebabkan persekutuan firma berakhir, yaitu :<br /><ul><li>Jangka waktu firma telah berakhir sesuai yang telah ditentukan pada waktu pendirian
  39. 39. Adanya pengunduran diri dari sekutunya
  40. 40. Telah selesainya usaha yang dijalankan persekutuan firma
  41. 41. Adanya kehendak dari seseorang
  42. 42. Salah seorang sekutu meninggal dunia atau berada dibawah pengampunan atau dinyatakan pailit.</li></ul>Sekutu<br />Dalam persekutuan firma hanya terdapat satu macam sekutu, yaitu sekutu komplementer atau firmant. Sekutu komplementer menjalankan perusahaan dan mengadakan hubungan hukum dengan pihak ketiga sehingga bertanggung jawab pribadi secara keseluruhan.<br />Keuntungan<br />Perihal pembagian keuntungan dan kerugian dalam persekutuan firma diatur dalam pasal1633 sampai dengan pasal 1635 KUHPerdata yang mengatur cara pembagian keuntungan yang diperjanjikan dan tidak diperjanjikan diantara para sekutu.<br />Apabila cara pembagian keuntungan dan kerugia tidak diperjanjikan, maka pembagian didasarka pada perimbangan pemasukan secara adil dan seimbang dan sekutu yang memasukan berupa tenaga kerja hanya dipersamakan dengan sekutu yang memasukan uang atau benda yang paling sedikit.<br />Perseroan terbatas (PT), dulu disebut juga Naamloze vennootschaap (NV), adalah suatu persekutuan untuk menjalankan usaha yang memiliki modal terdiri dari saham-saham, yang pemiliknya memiliki bagian sebanyak saham yang dimiliki. Karena modalnya terdiri dari saham-saham yang dapat diperjualbelikan, perubahan kepemilikan perusahaan dapat dilakukan tanpa perlu membubarkan perusahaan.<br />Untuk mendirikan PT, harus dengan menggunakan akta resmi (akta yang dibuat oleh notaris) yang didalamnya dicantumkan nama lain dari PT, modal, bidang usaha, alamat perusahaan dan lain-lain. Akta ini harus disahkan oleh menteri kehakiman. Untuk mendapat izin dari menteri kehakiman, harus memenuhi syarat sebagai berikut :<br /><ul><li>PT tidak bertentangan dengan ketrrtiban umum dan kesusilaan
  43. 43. Akta pendirian memenuhi syarat yang ditetapkan undang-undang
  44. 44. Paling sedikit modal yang ditempatkan dan disetor adalah 25% dari modal dasar sesuai dengan UU NO. 1 tahun 1995 & UU No. 40 tahun 2007 keduanya tentang PT</li></ul>Modal dasar perseroan adalah jumlah medal yang dicantumkan dalam akta pendirian sampai jumlah maksimal bila saham dikeluarkan.Modal yang ditempatkan merupakan jumlah yang disanggupi untuk dimasukan, yang pada waktu pendirinya merupakan jumlah yang disertakan oleh para persero pendiri. Modal yang disetor merupakan modal yang dimasukan dalam perusahaan. Modal bayar merupakan modal yang diwujudkan dalam jumlah uang.<br />Pembagian perseroan terbatas :<br /><ul><li>PT terbuka
  45. 45. PT tertutup
  46. 46. PT kosong</li></ul>Pembagian wewenang dalam PT<br />Struktur organisasi perseroan terbatas terdiri dari pemegang saham, direksi, dan komisaris.<br />Dewan direksi berwenang untuk mewakili perusahaan, mengadakan perjanjian dan kontrak. Apabila terjadi kerugian yang amat besar (diatas 50%) maka direksi harus melaporkannya kepara pemegang saham dan pihak ketiga, untuk kemudian dirapatkan.<br />Komisaris memiliki fungsi sebagai pengawas kinerja jajaran direksi perusahaan. Komisaris bisa memberhentikan direksi dengan menyekenggarakan RUPS untuk mengambil keputusan apakah direksi akan diberhentikan atau tidak.<br />Dalam RUPS para pemegang saham berhak mengeluarkan suaranya. Bila pemegang saham berhalangan hadir, dia bisa melempar suara miliknya kepemegang lain yang disebut proxy. Hasil RUPS biasanya dilimpahkan ke komisaris untuk diterusakan ke direksi untuk dijalankan.<br />Isi RUPS :<br /><ul><li>Menentukan direksi dan pengangkatan komisaris
  47. 47. Memberhentikan direksi atau komisaris
  48. 48. Menetapkan besar gaji direksi dan komisaris
  49. 49. Mengevakuasi kinerja perusahaan
  50. 50. Menmutuskan rencana penambahan/pengurangan saham perusahaan
  51. 51. Menentukan kebijakan perusahaan
  52. 52. Mengumumkan pembagian laba (deviden)</li></ul>Keuntungan Membentuk Perusahaan Perseroan Terbatas<br />Keuntungan utama membentuk perusahaan PT adalah :<br /><ul><li>Kewajiban Terbatas.
  53. 53. Masa Hidup Abadi.
  54. 54. Efesiensi manajemen. </li></ul>Kelemahan Perusahaan Perusahaan Perseroan Terbatas<br />Kerumitan perizinan dan organisasi, biaya yang tidak sedikit, PT juga membutuhkan akta notaris dan izin khusus untuk usaha tertentu.<br />Hal-hal hasil RUPS yang harus mendapatkan pengesahan dan hanya cukup didaftarkan<br />Menurut UU perseroan terbatas Nomor 40 tahun 2007 hal-hal dari RUPS yang perlu mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan Ham adalah :<br /><ul><li>Perubahan atas nama atau kedudukan perseroan
  55. 55. Perubahan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha perseroan
  56. 56. Perubahan jangka waktu berdirinya perseroan
  57. 57. Perubahan besarnya modal dasar
  58. 58. Perubahan perseroan dari status tertutup menjadi terbuka</li></ul>Sementara itu hasil RUPS yang cukup didaftarkan saja adalah :<br /><ul><li>Pengangkatan dan pemberhentian dewan komisaris dan direksi
  59. 59. Penembahan modal ditempatkan atau disetor</li></ul>Biaya produksi<br />Biaya produksi dapat dibedakan menjadi : pertama, biaya produksi jangka pendek yang diartikan bahwa sebagian faktor produksi yang digunkan adalah tetap atau tidak dapat ditambah jumlahnya. Kedua, biaya produksi jangka panjang yang mempunyai pengertian bahwa semua biaya dapat berubah, sehingga tidak ada lagi biaya tetap.<br />Pasar Persaingan Sempurna<br />Pasar persaingan sempurna merupakan pasar yang paling ideal dalam sistem perekonomian, karena mengarahkan kepada tingkat efisiensi yang lebih tinggi daripada jenis pasar lainnya, pasar persaingan sempurna mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :<br /><ul><li>Jumlah pembeli dan penjual sangat banyak
  60. 60. Barang yang diperjualbelikan adalah homogen
  61. 61. Setiap penjual dan pembeli tidak dapat mempengaruhi harga barang
  62. 62. Terdapat informasi yang sempurna mengenai barang yang diperjualbelikan
  63. 63. Pembeli dan penjual bebas untuk masuk dan keluar pasar</li></ul>Pada pasar persaingan sempurna, perusahaan akan memeksimumkan pada saat MC=MR. Syarat tersebut akan menghasilkan jumlah output yang optimal. Yang akan membawa perusahaan pada tingkat keuntungan maksimum. <br />Pasar Persaingan Tidak Sempurna<br />Pasar persaingan tidak sempurna dapat dikelompokan kedalam tiga jenis yaitu :<br /><ul><li>Pasar Monopoli, dengan ciri-ciri sebagai berikut :
  64. 64. Hanya terdapat satu perusahaan yang memproduksi suatu barang atau jasa
  65. 65. Tidak terdapat barang pengganti yang mirip
  66. 66. Perusahaan lain sulit atau tidak dapat masuk kepasar
  67. 67. Mempunyai kemampuan dalam menentukan harga pasar
  68. 68. Pasar Monopolistik, dengan ciri utama sebagai berikut :
  69. 69. Jumlah perusahaan tergolong banyak walaupun tidak sebanyak pada pasar persaingan sempurna
  70. 70. Barang yang diperjualbelikan mempunyai kegunaan sama tetapi beda corak
  71. 71. Pasar Oligopoli, pasar dimana produk yang dihasilkan banyak yang bersifat sebagai barang antara, dan merupakan industri di sektor hulu.</li></ul>BAB IV<br />PENDAPATAN NASIONAL<br />Ekonomi Makro adalah studi tentang ekonomi secara keseluruhan. Ekonomi makro digunakan untuk menganalisis cara terbaik untuk mempengaruhi target-target kebijaksanaan seperti pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga, tenega kerja dan pencapaian keseimbangan neraca yang berkesinambungan.<br />Pendekatan Analitik<br />Pembedaan tradisional adalah antara dua pendekatan berbeda ke ekonomi : ekonomi keynesian, memutuskan pada permintaan ; dan ekinomi sisi-penyediaan (atau neo-klasik) yang memusatkan pada persediaan. Keduanya tidak bisa berjalan sendiri, namun ini hanya permasalahan penekanan.<br />Permasalahan ekonomi makro adalah :<br /><ul><li>Kemiskinan dan pemerataan
  72. 72. Krisis nilai tukar
  73. 73. Hutang luar negeri
  74. 74. Perbankan, kredit macet
  75. 75. Inflasi
  76. 76. Pertumbuhan ekonomi
  77. 77. Pengangguran</li></ul>Pendapatan nasional dapat dibagi kedalam dua besar yaitu :<br /><ul><li>Produk Nasional Bruto (PNB) atau Gross National Product (GNP)
  78. 78. Produk Domestik Bruto (PDB) atau Gross Domestic bruto (GDP)</li></ul>Pendapatan Nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode, biasanya dalam satu tahun.<br />Produk Domestik Bruto (GDB)<br />Produk domestik bruto (Gross Domestic bruto) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilakan oleh unit-unit produksi didalam batas wilayah suatu negara selama satu tahun<br />Produk Nasional Bruto (GNP)<br />Produk nasional bruto (Gross National Product) meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh produk suatu negara selama satu tahun.<br />Produk Nasional Neto (NNP)<br />Produk nasional neto (net national product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering juga disebut replacement). <br />Pendapatan Nasional Neto (NNI)<br />Pendapatan nasional neto (net national income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. <br />Pendapatan Perseorangan (PI)<br />Pendapatan perseorangan (Personal Income) adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. <br />Pendapatan yang siap di belanjakan (DI)<br />Pendapatan yang siap di belanjakan (disposable income) adalah pendapatan yang siap dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. <br />Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu :<br /><ul><li>Pendekatan pendapatan
  79. 79. Pendekatan produksi
  80. 80. Pendekatan pengeluaran</li></ul>Faktor yang mempengaruhi pendapatan nasional<br />Permintaan dan penawaran agraget<br />Permintaan agregat adalah suatu daftar dari keseluruhan barang dan jasa yang akan dibeli oleh sector-sektor ekonomi pada berbagai tingkat harga,sedangkan Penawaran agraget menunjukan hubungan antara keseluruhan penawaran barang-barang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan dengan tingkat harga tertentu.<br />Konsumsi dan Tabungan<br />Konsumsi adalah pengeluran total untuk memperoleh barang-barang dan jasa dalam suatu perekonomian dalam jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun), sedangkan tabungan adalah bagian dari pendapatan yang tidak dikeluarkan untuk konsumsi.<br />Investasi<br />Pengeluaran untuk investasi merupakan salah satu komponen penting dari pengeluaran agraget.<br />PERANAN PEMERINTAH DALAM KEGIATAN EKONOMI<br />Di negara-negara kapitalis, perekonomian berjalan dengan sistem mekanisme pasar dalam mencapai tingkat keseimbangan ekonomi. Sistem pasar tersebut [ada kenyataannya sering mengalami kegagalan dalam mendistribusikan sumber daya terbatas kepada semua pelaku ekonomi. Kegagalan ini akan mengakibatkan terjadinya ketidakseimbangan dalam ekonomi, yang dapat dijelaskan melelui indikator ekonomi makro sebagai berikut :<br /><ul><li>Pertumbuhan ekonomi yang tidak setabil
  81. 81. Kenaikan harga atau inflasi
  82. 82. Tingkat pengagguran
  83. 83. Neraca pembayaran</li></ul>Untuk menjaga perekonomian agar berjalan secara efesien, maka pemerintah mengeluarakan beberapa kebijakan, yaitu :<br /><ul><li>Kebijakan Fiskal
  84. 84. Kebijakan moneter
  85. 85. Kebijakan segi penawaran
  86. 86. Kebijakan pendapatan</li></ul>PEREKONOMIAN DUA SEKTOR<br />Perekonomian dua sektor merupakan penyederhanaan dalam mempelajari sistem perekonomian secara keseluruhan. <br />PEREKONOMIAN TIGA SEKTOR<br />Pada perekonomian tiga sektor dimasukan sektor pemerintah dalam analisis keseimbangan pendapatan nasional. Dengan demikian maka dalam perekonomian tiga sector terdiri dari sektor rumah tangga,sector bisnis/swasta dan sektor pemerintah.<br />Jenis pajak yang dikenakan oleh pemerintah dapat diklasifikasikan menjadi empat jenis, yaitu :<br /><ul><li>Pajak regresif
  87. 87. Pajak progresif
  88. 88. Pajak proposional
  89. 89. Pajak tetap (lump sum tax)</li></ul>Pajak adalah iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan undang-undang -sehingga dapat dipaksakan- dengan tidak mendapat balas jasa secara langsung. <br />Ciri-ciri yang terdapat pada pengertian pajak antara lain sebagai berikut :<br /><ul><li>Pajak dipungut berdasarkan undang-undang.
  90. 90. Tidak mendapatkan jasa timbal balik (kontraperepsi perseorangan) yang ditunjukan secara langsung.
  91. 91. Pemungutan pajak diperuntukanbagi keperluan pembiayaan umum pemerintah dalam rangka menjalankan fungsi pemerintahan, baik rutin maupun pembangunan.
  92. 92. Pemungutan pajak dapat dipaksakan.
  93. 93. Mengisi kas negara/anggaran Negara.</li></ul>Ditinaju dari segi Lembaga Pemungut Pajak dibagi menjadi dua jenis yaitu :<br />Pajak Negara <br /><ul><li>Pajak penghasilan
  94. 94. Pajak pertambahan nilai
  95. 95. Pajak penjualan barang mewah
  96. 96. Pajak bumi dan bangunan
  97. 97. Pajak bea perhotelan hak atas tanah dan bangunan
  98. 98. Pajak bea masuk dan cukai</li></ul>Pajak Daerah<br /><ul><li>Pajak kendaraan bermotor
  99. 99. Pajak radio
  100. 100. Pajak reklame</li></ul>Fungsi pajak, yaitu:<br /><ul><li>Fungsi Anggaran (budgetair)
  101. 101. Fungsi Mengatur (regulerend)
  102. 102. Fungsi Stabilitas
  103. 103. Fungsi Redistribusi Pendapatan
  104. 104. Agar tidak menimbulkan berbagai masalah, maka pemungutan pajak harus memenuhi persyaratan yaitu:
  105. 105. Pemungutan pajak harus adil
  106. 106. Pengaturan pajak harus berdasarkan UU
  107. 107. Pungutan pajak tidak mengganggu perekonomian
  108. 108. Pemungutan pajak harus efisien
  109. 109. Sistem pemungutan pajak harus sederhana</li></ul>Asas pemungutan pajak menurut para ahli<br /><ul><li>Menurut Adan Smith
  110. 110. Asas Equality (asas keseimbangan dengan kemampuan atau asas keadilan).
  111. 111. Asas Certainty (asas kkepastian hokum).
  112. 112. Asas Convinince of Payment (asas pemungutan pajak yang tepat waktu atau asas kesenangan).
  113. 113. Asas Efficiency (asas efisien atau asas ekonomis).
  114. 114. Menurut W.J. Langen
  115. 115. Asas daya pikul
  116. 116. Asas manfaat
  117. 117. Asas kesejahteraan
  118. 118. Asas kesamaan
  119. 119. Asas beban yang sekecil-kecilnya
  120. 120. Menurut Aldoft Wagner
  121. 121. Asas politik finasial
  122. 122. Asas ekonomi
  123. 123. Asas keadilan
  124. 124. Asas administrasi
  125. 125. Asas yuridis</li></ul>Asas Pengenaan Pajak<br /><ul><li>Asas Domisili atau disebut juga asas kependudukan (domicile/residence principle)
  126. 126. Asas Sumber
  127. 127. Asas Kebangsaan atau disebut juga asas kewarganegaraan (nationaly/citizenship principle).</li></ul>Menurut R. Santoso Brotodiharjo SH. Teori yang mendasari pemungutan pajak, yaitu :<br /><ul><li>Teori asuransi. Menurut teori ini, negara mempunyai tugas untuk ,melindungi warganya dari segala kepentingan baik keselamatan jiwanya maupun keselamatan harta bendanya.
  128. 128. Teori kepentingan. Menurut teori ini, dasar pemungutan pajak adalah adalah kepentingan dari masing-masing negara.</li></ul>BAB V<br />PENGERTIAN UANG<br />Uang merupakan alat pertukaran dalam sistem perekonomian. Uang yang paling dikenal terutama adalah uang kertas dan uang logam ditambah dengan uang giral, serta berbagai jenis uang lainnya yang mempunyai daya beli seperti uang. Suatu benda bisa digunakan sebagai uang jika memenuhi syarat berikut :<br /><ul><li>Nilainya tidak mengalami perubahan dari waktu ke waktu
  129. 129. Mudah dibawa-bawa
  130. 130. Mudah disimpan tanpa mengurangi nilainya
  131. 131. Tahan lama
  132. 132. Jumlahnya terbatas
  133. 133. Bendanya mempunyai mutu yang sama</li></ul>Selain sebagai alat tukar, uang mempunyai fungsi utama yang lain, yaitu sebagai :<br /><ul><li>Satuan pengukur nilai
  134. 134. Alat penimbun kekayaan</li></ul>LEMBAGA KEUANGAN BANK DAN BUKAN BANK<br />Lembaga keuangan dalam dunia keuangan bertindak selaku lembaga yang menyediakan jasa keuangan bagi nasabahnya, dimana pada umumnya lembaga ini diatur oleh regulasi keuangan dari pemerintah. Bentuk umum dari lembga keuangan ini adalah termasuk perbankan.<br />Di Indonesia lembaga keuangan ini dibagi kedalam dua kelompok yaitu lembaga keuangan bank dan lembaga keuangan bukan bank.<br />BANK SENTRAL<br />Lembaga keuangan dalam sistem perekonomian ada yang berbentuk bank dan ada yang berbentuk bukan bank. Perbedaan dari kedua jenis lembaga keuangan tersebut terletak pada cakupan fungsinya. Banyak hal yang bisa dilakukan oleh bank, namun sangat terbatas pada lembaga keuangan bukan bank. <br />Perekonomian Empat Sektor<br />Perkembangan perekonomian suatu negara tidak lepas dari perkembangan perekonomian internasional. Suatu negara akan selalu tergantung pada perekonomian asing, karena tidak semua barang dan jasa yang dibutuh kan oleh suatu negara dapat disediakan sendiri oleh perekonomian domestik.<br />Menurut Sadono Sukirno, peranan perdagangan luar negeri dalam meningkatkan perekonomian adalah sebagai berikut :<br /><ul><li>Mempertinggi efisiensi penggunaan faktor produksi
  135. 135. Memperluas pasar produksi dalam negeri
  136. 136. Mempertinggi prodiktivitas kegiatan ekonomi</li></ul>Keuangan Internasional<br />Interaksi ekonomi antara perekonomian domestik dan luar negeri tidak hanya terjadi dalam bentuk transaksi dalam perdagangan barang dan jasa saja, melainkan juga dalam bentuk masuknya modal/dana dari sektor luar negeri atau keluarnya modal/dana keluar negeri. Sistem nilai tukar yang dianut oleh berbagai negara terdiri dari dua jenis yaitu :<br /><ul><li>Sistem nilai tukar tetap
  137. 137. Sistem nilai tukar mengembang</li></ul>Mata Uang adalah alat pembayaran transaksi ekonomi yang digunakan disuatu negara. Untuk indonesia mata uangnya adalah Rupiah (Rp).<br />

×