Successfully reported this slideshow.
L/O/G/O
STUDI KUALITAS AIR MINUM ISI ULANG DITINJAU DARI PROSES
OZONISASI, ULTRAVIOLET, DAN REVERSED OSMOSIS
DI KECAMATAN ...
PENDAHULUAN
Air minum merupakan kebutuhan utama dan
penting bagi manusia.
Salah satu alternatif untuk mengkonsumsi air
minum saat ini ...
Bagaimanakah kualitas air minum isi ulang
ditinjau dari proses ozonisasi, ultraviolet, dan
reversed osmosis di kecamtan ko...
Untuk memberikan gambaran mengenai kualitas
air minum isi ulang ditinjau dari proses
ozonisasi, ultraviolet, dan reversed ...
KAJIAN PUSTAKA
Kebutuhan penduduk terhadap air minum
dapat dipenuhi melalui :
Air yang dilayani oleh sistem perpipaan
(PAM)
Air minum dal...
Ozonisasi
Ultraviolet
Reversed
Osmosis
Kandungan oksigen di udara, diambil dan dilewatkan melalui
loncatan arus listrik se...
Kerangka Konsep
Air Minum Isi Ulang yang
Melalui Proses Ozonisasi
Air Minum Isi Ulang yang
Melalui Proses Ultraviolet
Air ...
Lokasi, Waktu dan Desain Penelitian
Lokasi Waktu
Dilaksanakan dalam kurun
waktu 1 bulan yaitu pada
tanggal 27 maret-19 apr...
Variabel Penelitian
Variabel Terikat (Dependent Variable)
Variabel Bebas (Independent Variable)
Kualitas Air Minum:
Mengga...
Populasi dan Sampel
Seluruh depot air minum isi ulang (DAMIU) yang
ada di kecamatan Kota Tengah (17 depot) dan
kecamatan K...
Teknik Pengumpulan Data
Tahap
Pelaksanaan
Pengukuran
parameter
fisik :
Pengukuran
parameter
kimia
Pengukuran
parameter
mik...
Teknik Analisis Data
Digambarkan melalui
grafik dan persentase
pada tiap variabel yang
diteliti.
Data dalam penelitian ini...
HASIL DAN PEMBAHASAN
HASIL PENELITIAN
Jumlah depot yang ada di kecamatan Kota
Tengah sebanyak 17 depot, dan di kecamatan
Kota Selatan sebanyak ...
Hasil Pengukuran Maksimal TDS Pada Air Minum
Berdasarkan Proses Ozonisasi, Ultraviolet, dan
Reversed Osmosis
Ozonisasi Ult...
Hasil Pengukuran pH Pada Air Minum Berdasarkan
Proses Ozonisasi, Ultraviolet, dan Reversed Osmosis
Ozonisasi Ultraviolet R...
Hasil Pengukuran Maksimal Total Koliform Pada Air
Minum Berdasarkan Proses Ozonisasi, Ultraviolet, dan
Reversed Osmosis
Oz...
Perbandingan Kualitas Air Minum Ditinjau Dari Proses
Ozonisasi, Proses Ultraviolet, dan Proses Reversed
Osmosis
No Paramet...
SIMPULAN
SARAN
• Masyarakat diharapkan lebih teliti dalam memilih air
minum, dengan cara meneliti secara saksama
peralatan...
L/O/G/O
TERIMAKASIH
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Seminar iin wahyuni latif

931 views

Published on

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Seminar iin wahyuni latif

  1. 1. L/O/G/O STUDI KUALITAS AIR MINUM ISI ULANG DITINJAU DARI PROSES OZONISASI, ULTRAVIOLET, DAN REVERSED OSMOSIS DI KECAMATAN KOTA TENGAH DAN KOTA SELATAN KOTA GORONTALO OLEH : IIN WAHYUNI LATIF 811408038
  2. 2. PENDAHULUAN
  3. 3. Air minum merupakan kebutuhan utama dan penting bagi manusia. Salah satu alternatif untuk mengkonsumsi air minum saat ini yang banyak beredar adalah AMIU Proses pengolahan air minum isi ulang berbeda-beda. Proses pengolahan air minum isi ulang yang berbeda-beda dapat mempengaruhi kualitasnya. Latar Belakang Kebutuhan akan air minum terus meningkat seiring dengan cepatnya pertumbuhan penduduk.
  4. 4. Bagaimanakah kualitas air minum isi ulang ditinjau dari proses ozonisasi, ultraviolet, dan reversed osmosis di kecamtan kota tengah dan kota selatan kota Gorontalo ? Rumusan Masalah
  5. 5. Untuk memberikan gambaran mengenai kualitas air minum isi ulang ditinjau dari proses ozonisasi, ultraviolet, dan reversed osmosis di kecamatan Kota Tengah dan Kecamatan Kota Selatan kota Gorontalo Tujuan Diharapkan dapat memberikan informasi dan masukan bagi perusahaan, institusi dan masyarakat mengenai masalah kualitas air minum isi ulang agar nantinya tidak salah dalam memilih. Manfaat
  6. 6. KAJIAN PUSTAKA
  7. 7. Kebutuhan penduduk terhadap air minum dapat dipenuhi melalui : Air yang dilayani oleh sistem perpipaan (PAM) Air minum dalam kemasan maupun depot air minum isi ulang. Air tanah dangkal dari sumur-sumur gali atau pompa serta air hujan yang diolah penduduk menjadi air minum setelah dimasak terlebih dahulu. Air minum isi ulang merupakan air baku yang telah diolah tanpa melalui proses pemanasan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum. Air minum isi ulang aman bagi kesehatan apabila memenuhi persyaratan fisik, mikrobiologis, kimiawi dan radioaktif yang dimuat dalam parameter wajib dan parameter tambahan pada PERMENKES RI No.492 tahun 2010 mengenai persyaratan kualitas air minum.
  8. 8. Ozonisasi Ultraviolet Reversed Osmosis Kandungan oksigen di udara, diambil dan dilewatkan melalui loncatan arus listrik sehingga secara alami akan berubah menjadi zat bernama ozon. Ozon ini kemudian disemprotkan ke dalam air. Air dialirkan melalui tabung dengan lampu ultraviolet berintensitas tinggi, sehingga bakteri terbunuh oleh radiasi sinar ultraviolet, harus diperhatikan bahwa intensitas lampu ultraviolet yang dipakai harus cukup. Reversed Osmosis (RO) adalah suatu proses pemurnian air melalui membrane semipermeabel dengan tekanan tinggi (50-60 psi). Membran semipermeabel merupakan selaput penyaring skala molekul yang dapat ditembus oleh molekul air dengan mudah, akan tetapi tidak dapat atau sulit dilalui oleh molekul lain yang lebih besar dari molekul air. Proses Pengolahan AMIU
  9. 9. Kerangka Konsep Air Minum Isi Ulang yang Melalui Proses Ozonisasi Air Minum Isi Ulang yang Melalui Proses Ultraviolet Air Minum Isi Ulang yang Melalui Proses Reversed Osmosis Kualitas Air Minum Isi Ulang Meliputi : 1. Parameter Fisik : TDS 2. Parameter Kimia : pH 3. Parameter Mikrobiologi : Total Bakteri Koliform Keterangan : : Variabel bebas (Independent Variable) : Variabel terikat (Dependent Variable)
  10. 10. Lokasi, Waktu dan Desain Penelitian Lokasi Waktu Dilaksanakan dalam kurun waktu 1 bulan yaitu pada tanggal 27 maret-19 april 2012 Pengambilan sampel dan pengukuran fisik (TDS) dan kimia (pH) dilakukan di tiap depot air minum, dan untuk pengamatan parameter mikrobiologis (total koliform) dilakukan di laboratorium Dinas Kesehatan Kota Gorontalo Studi Deskriptif Desain Penelitian
  11. 11. Variabel Penelitian Variabel Terikat (Dependent Variable) Variabel Bebas (Independent Variable) Kualitas Air Minum: Menggambarkan kadar, mutu, ataupun baik buruknya air minum tersebut bagi kesehatan, berdasarkan PERMENKES RI No.492 tahun 2010 dalam parameter wajib dan tambahan yang mencakup persyaratan fisika, kimiawi, dan radioaktifitas. dalam penelitian ini, kualitas AMIU ditinjau dari persyaratan fisik (TDS), persyaratan kimia (pH), dan persyaratan mikrobiologis (total bakteri koliform) Air Minum yang melalui proses ozonisasi, proses ultraviolet, dan proses reversed osmosis.
  12. 12. Populasi dan Sampel Seluruh depot air minum isi ulang (DAMIU) yang ada di kecamatan Kota Tengah (17 depot) dan kecamatan Kota Selatan (12 depot) Kota Gorontalo Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster sampling.Jumlah sampel untuk proses ozonisasi yaitu 2 sampel, proses ultraviolet yaitu 13 sampel, dan untuk proses reversed osmosis yaitu 2 sampel. Populasi Sampel
  13. 13. Teknik Pengumpulan Data Tahap Pelaksanaan Pengukuran parameter fisik : Pengukuran parameter kimia Pengukuran parameter mikrobiologi : TDS dengan menggunakan alat TDS meter. pH dengan menggunakan alat pH meter. Total bakteri koliform dengan metode MPN. Tahap Pengumpulan Data Sekunder Menetapkan lokasi penelitian dan pengambilan data sekunder
  14. 14. Teknik Analisis Data Digambarkan melalui grafik dan persentase pada tiap variabel yang diteliti. Data dalam penelitian ini dianalisis secara deskriptif melalui perbandingan hasil penelitian tiap sampel yang disesuaikan dengan Permenkes RI No.492/Menkes/Per/IV/2010
  15. 15. HASIL DAN PEMBAHASAN
  16. 16. HASIL PENELITIAN Jumlah depot yang ada di kecamatan Kota Tengah sebanyak 17 depot, dan di kecamatan Kota Selatan sebanyak 12 depot. Di Kecamatan Kota Tengah, hanya terdapat 15 depot, sedangkan yang memenuhi kriteria penelitian hanya 14 depot, yaitu 13 depot dengan sistem UV, dan 1 depot dengan sistem RO. Berdasarkan data sekunder tahun 2011 Hasil Observasi Untuk melengkapi kriteria penelitian, maka dari 12 depot yang ada di Kecamatan Kota Selatan, diambil sampel 3 depot masing- masing 1 depot dengan sistem RO, dan 2 lainnya merupakan sampel air minum dari perusahaan AMDK.
  17. 17. Hasil Pengukuran Maksimal TDS Pada Air Minum Berdasarkan Proses Ozonisasi, Ultraviolet, dan Reversed Osmosis Ozonisasi Ultraviolet Reversed Osmosis 106 166 119 500 500 500 Hasil Pengukuran Standar Permenkes RI No.492 Tahun 2010
  18. 18. Hasil Pengukuran pH Pada Air Minum Berdasarkan Proses Ozonisasi, Ultraviolet, dan Reversed Osmosis Ozonisasi Ultraviolet Reversed Osmosis 7.6 7.5 7.5 8.5 8.5 8.5 6.5 6.5 6.5 Hasil Pengukuran Standar Permenkes RI No.492 Tahun 2010 Standar Permenkes RI No.492 Tahun 20102
  19. 19. Hasil Pengukuran Maksimal Total Koliform Pada Air Minum Berdasarkan Proses Ozonisasi, Ultraviolet, dan Reversed Osmosis Ozonisasi Ultraviolet Reversed Osmosis 0 8 00 0 0 Hasil Pengukuran Standar Permenkes RI No.492 Tahun 2010
  20. 20. Perbandingan Kualitas Air Minum Ditinjau Dari Proses Ozonisasi, Proses Ultraviolet, dan Proses Reversed Osmosis No Parameter Satuan Hasil Standar Ozonisasi UV RO 1. TDS mg/l 106 166 119 500 2. pH - 7,6 7,5 7,5 6,5-8,5 3. Total Koliform mg/l 0 8 0 0
  21. 21. SIMPULAN SARAN • Masyarakat diharapkan lebih teliti dalam memilih air minum, dengan cara meneliti secara saksama peralatan yang digunakan dalam proses pengolahan. • Diharapkan pemerintah lebih meningkatkan proses pengawasan terhadap usaha air minum. Dengan melihat perbandingan hasil baik parameter fisik (TDS), parameter kimia (pH), maupun parameter mikrobiologi (total koliform) pengujian air minum ditinjau dari proses ozonisasi, proses ultraviolet (UV), maupun proses reversed osmosis (RO), maka peneliti berkesimpulan bahwa kualitas air minum yang paling baik adalah air minum yang melalui proses reversed osmosis (RO). SIMPULAN DAN SARAN
  22. 22. L/O/G/O TERIMAKASIH

×