Gugus fungsi

15,903 views

Published on

0 Comments
9 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
15,903
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
98
Actions
Shares
0
Downloads
459
Comments
0
Likes
9
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Gugus fungsi

  1. 1. PENGERTIAN GUGUS FUNGSI Gugus fungsi adalah gugus atom dalam molekul yang menentukan ciri atau sifat suatu senyawa. Gugus fungsi ini merupakan atom selain atom karbon dan atom hidrogen dalam senyawa hidrokarbon dan membentuk ikatan rangkap. Adapun bagian-bagian dari molekul yang hanya terdiri dari atom karbon dan hidrogen saja serta hanya mengandung ikatan tunggal saja disebut gugus-gugus non fungsional.
  2. 2. GUGUS FUNGSI SENYAWA KARBON GOLONGAN GUGUS FUNGSIONAL RUMUS UMUM Alkanol (alkohol) OH CnH2n+2O Eter (alkoksi alkana) O CnH2n+2O Aldehid (alkanal) O CnH2nO C Keton(alkanon) H O CnH2nO C Asam karboksilat (asam alkanoat) C Ester (alkil alkanoat) OH O C Haloalkana (alkil halogenida) CnH2nO2 O X CnH2nO2 O CnH2n+1X
  3. 3. ALKOHOL • Merupakan senyawa organik yang dapat dianggap berasal dari alkana yang salah satu atom hidrogennya diganti dengan gugus –OH. Dengan demikian alkohol memiliki gugus fungsi –OH. • Adapun, Monohidroksi Alkohol : Alkohol yang memiliki satu gugus –OH dan Dihidroksi Alkohol: Memiliki dua gugus –OH
  4. 4. Macam-Macam Alkohol • Alkohol PRIMER : Alkohol yang gugus fungsinya diikat secara langsung oleh atom C primer. • Alkohol SEKUNDER : Alkohol yang gugus fungsinya diikat secara langsung oleh atom C sekunder. • Alkohol TERSIER : Alkohol yang gugus fungsinya diikat langsung oleh atom C tersier.
  5. 5. Tata Nama Alkohol • Menurut IUPAC, nama alkohol diturunkan dari nama alkana induknya dengan mengganti akhiran a menjadi akhiran ol dan memberi awalan angka yang dipilih sekecil mungkin jika diperlukan. Awalan angka diberikan jika alkohol yang dimaksud memiliki isomer. • Selain IUPAC, alkohol juga memiliki nama trivial. Sesuai dengan rumus umumnya, R-OH, alkohol sederhana diberi nama alkil alkohol.
  6. 6. Isomer pada Alkohol • Isomer posisi : Perbedaan letak atau posisi gugus tertentu • Isomer fungsi : Perbedaan gugus fungsional • Isomer optis : Pada alkohol yang memiliki atom asimetris
  7. 7. Sifat Alkohol • Memiliki titik didih yang tinggi • Pada suhu kamar alkohol suku rendah,alkohol suku sedang berbentuk cairan kental, dan alkohol suku tinggi berbentuk padatan. • Kelarutan alkohol dalam air berkurang seiring dengan penambahan panjang rantai karbon. • Kelarutan alkohol ditentukan oleh gugus –OH yang bersifat polar dan gugus alkil (R) yang bersifat nonpolar.makin panjang rantai karbon makin berkurang sifat kepolaran alkohol sehingga kelarutannya dalam air (pelarut polar) berkurang,kelarutannya dalam CCL4 (pelarut nonpolar) makin bertambah.
  8. 8. REAKSI IDENTIFIKASI PADA ALKOHOL Gugus fungsi -OH pada alkohol merupakan gugus yang relatif. Karena itu alkohol dapat mengalami berbagai macam reaksi antara lain reaksi dengan natrium, oksidasi, esterifikasi, halogenasi, dan dehidrasi. Reaksi-reaksi tersebut dapat digunakan untuk identifikasi gugus fungsi alkohol.
  9. 9. • Alkohol bereaksi dengan natrium membentuk alkoksida dan gas hidrogen • Halogenasi Gugus –OH pada alkohol akan tersubstitusi oleh atom halogen. • Oksidasi Oksidasi akohol sederhana yang mudah terbakar akan membebaskan gas karbon oksidasi dan uap air. Pada pembakaran etanol akan dibebaskan kalor yang cukup besar sehingga dapat digunakkan untuk bahan bakar. • Dehidrasi Alkohol jika dipanaskan bersama asam sulfat pekat akan mengalami dehidrasi(melepaskan air) membetuk eter atau etana.alkohol akan berubah menjadi eter jika dipanaskan bersama asam sulfat pada terperatur 130°C dan akan terbentukl alkena jika dipanaskan bersama asam sulfat pada temperatur 180 ° C.
  10. 10. Kegunaan alkohol Kegunaan beberapa alkohol dalam kehidupan sehari-hari yaitu : • Metanol Metanol banyak dibuat menjadi formaldehida (metana) yang digunakan untuk membuat plastik atau polimer, dan juga banyak digunakan sebagai pelarut dan bahan pembuatan senyawa organik lainnya,misalnya Ester. • Etanol Etanol dapat ditemukan dalam spiritus,alkohol 70% yang digunakan untuk membersihkan luka, minuman beralkohol, dan obat sirup. • Glikol Glikol digunakan untuk untuk bahan anti beku pada radiator mobil didaerah musim dingin karena titik bekunya rendah. • Gliserol Digunakan untuk pelembab dan pelembut pada berbagai macam kosmetik,pelembab tembakau,dan pelarut berbagai macam jenis obat misalnya obat batuk.
  11. 11. Eter • Eter merupakan senyawa organik yang memiliki gugus fungsi –O-R’. Sehinga strukturnya R-O-R’. jika R = R’, disebut eter sederhana atau eter tunggal. • Dalam rumus umumnya eter merupakan turunan alkana dengan mengganti salah satu atom H dengan gugus alkolasi (-OR) sehingga disebut alkoksialkana.
  12. 12. Tata Nama Eter Cara penamaan trival eter adalah nama kedua gugus alkil yang diikatnya diikuti dengan kata eter. Adapun menurut IUPAC, eter diberi nama alkoksialkana. Hal itu disebabkan eter dapat dianggap sebagai turunan alkana dengan mengganti salah satu atom H dengan gugus alkoksi (-OR).
  13. 13. Isomer pada eter Isomer pada eter mulai ada pada suku yang memiliki empat atom C. Makin banyak atom C yang dimiliki suatu eter, makin banyak isomernya. Eter dengan atom C lima memiliki enam isomer, yaitu empat isomer merupakan butil metil eter, dan dua isomer merupakan etilpropil eter.
  14. 14. Sifat Eter • Eter memiliki titik didih jauh lebih kecil dari pada alkohol dengan jumlah atom C yang sama. • Kelarutan eter dalam air sangat kecil sehingga dapat disebut tidak bercampur dengan air. Pada temperatur kamar, kelarutan dieti eter hanya 8 g/100 mL • Eter jauh kurang reaktif jika dibandingkan dengan alkohol. Sebagaimana alkohol, eter mudah terbakar membentuk gas karbon dioksida dan uap air.
  15. 15. Reaksi Identifikasi Gugus Fungsi pada Eter • Eter tidak bereaksi dengan logam aktif, misalnya natrium. Sifat ini dapat digunakan untuk membedakan eter dengan alkohol . • Eter dan alkohol dapat bereaksi dengan PCL5. reaksi alkohol dengan PCL5 sedang kan eter tidak membebaskan HCL. Reaksi ini dapat digunakan untuk membedakan alkohol dengan eter. • Eter akan terurai oleh asam halida menjadi alkohol dan haloalkana (alkil halida). • Dengan asam halida berlebihan, eter dapat membentuk alkil halida (R-X) dan H2O.
  16. 16. Kegunaan Eter Etil eter banyak digunakan untuk pelarut organik dan obat bius yang diberikan melalui pernapasan pada proses operasi. Sebagai obat bius, etil eter diberikan melalui pernapasan. Selain etil eter, senyawa eter yang banyak digunakan adalah metil ters-butil eter (MTBE).senyawa ini digunakan untuk menaikkan angka oktan bensin.
  17. 17. Aldehida dan Keton O Rumus struktur aldehida dapat ditulis R-C-H atau R-CHO dengan R merupakan gugus alkil dan –CHO merupakan gugus fungsi aldehida. Dengan demikian, aldehida merupakan senyawa turunan alkana yang salah satu atom hidrogennya diganti dengan gugus fungsi aldehida. Aldehida merupakan turunan alkana yang disebut alkanal. Gugus fungsi aldehida biasa disebut gugus formil.
  18. 18. Tata Nama Aldehida • Pilih rantai terpanjang yang mencakup gugus aldehida • Sebut nama induk aldehida dengan mengganti akhiran ana dengan al • nomor atom-atom C rantai dengan memberikan nomor 1 (1 pada atom C carbonil). • Susun cara nama aldehida dengan cara seperti yang telah dibicarakan dalam aturan IUPAC untuk alkohol. Tata nama aldehida bercabang pada dasarnya sama seperti tata nama alkanol, tetapi posisi gugus fungsi (-CHO) tidak perlu dinyatakan karena selalu menjadi atom karbon nomor 1
  19. 19. Nama Lazim Nama lazim aldehida diturunkan dari nama lazim asam karboksilat yang sesuai dengan menggantikan akhiran at menjadi aldehida dan membuang kata asam. Contoh : Jumlah atom C Asam karboksilat Aldehida 1 Asam format formaldehida 2 Asam asetat asetaldehida 3 Asam propanoat propildehida 4 Asam butirat butiraldehida
  20. 20. Sifat Aldehida Aldehida termasuk senyawa organik polar dan mampu membentuk ikatan hidrogen sehingga larut dalam air dan memiliki titik didih yang cukup tinggi. Kelarutan dan titik didih aldehida berbanding terbalik dengan jumlah atom C. Makin banyak atom C, makin rendah kelarutan aldehida.
  21. 21. Kegunaan Aldehida Aldehida yang paling penting dan paling banyak diproduksi adalah formaldehida. Larutan formaldehida 40% dalam air biasa disebut formalin yang banyak digunakan untuk mengawetkan spesimen biologi, termasuk mayat. Hal itu disebabkan formaldehida dapat bereaksi dengan jaringan tubuh. Oleh karena itu, formalin tidak boleh digunakan sebgai pengawet makanan. Formaldehida dapat digunakan sebagai bahan penghilang bau pada sumbu dan lilin serta untuk membuat plastik tahan panas (plastik termoseting).
  22. 22. Tata Nama Alkanon (keton) Berdasarkan IUPAC • Nama alkanon diturunkan dari nama alkana yang sesuai denga menggantikan akhiran a menjadi on Suku terendah dari alkanon adalah propanon, yang juga disebut aseton. • Untuk keton tata namanya identik dengan tata nama aldehida dengan beberapa perbedaan yaitu lokus gugus karbonil harus diberikan dan penomoran dimulai dari ujung yang terdekat pada gugus karbonil. Disamping itu akhiran al pada aldehida menjadi on pada keton.
  23. 23. • Nama lazim Nama lazim keton adalah alkil alkil keton. kedua gugus alkil disebut secara terpisah kemudian diakhiri kata keton. • Kegunaan Keton Keton yang paling penting dan paling banyak diproduksi adalah propanon. Dalam dunia perdagangan, propanon disebut aseton. Aseton banyak digunakan untuk pelarut pelarut plastik, lilin, dan selulosa asetat dalam proses pembuatan rayon. Aseton biasa digunakan untuk membersihkan pewarna kuku (kutex). Beberapa jenis keton berbau harum sehingga dapat digunakan untuk membuat parfum.
  24. 24. ASAM KARBOKSILAT (ASAM ALKANOAT) • Asam karboksilat(asam alkanoat) merupakan senyawa turunan alkana yang salah satu atom hidrogennya diganti dengan gugus fungsi asam karboksilat (–COOH). • Disebut gugus karboksil karena mengandung gugus karbonil (–CO) dan gugus hidroksil (–OH).
  25. 25. Tata Nama Asam Karboksilat  Nama asam karboksilat diturunkan dari nama alkana yang sesuai, dengan cara mengganti akhiran –a dengan –oat lalu diawali dengan kata asam.  Posisi atom C yang mengikat gugus fungsi Asam Karboksilat tidak perlu diberi nomor karena atom C itu selalu menjadi nomor satu.  Rantai induk selalu dipilih dari rantai terpanjang yang mengandung gugus fungsi –COOH.  Senyawa yang mempunyai dua gugus fungsi asam karboksilat disebut asam alkanadioat,dst.
  26. 26. Nama Trivial o Nama trivial dari asam karboksilat didasarkan pada sumber asam yang ada di alam. o Jika digunakan nama trivial, posisi rantai cabang dinyatakan dengan huruf Yunani. o Untuk asam karboksilat yang memiliki lebih dari satu gugus fungsional sering dikenal dengan nama trivial.
  27. 27. Sifat-Sifat Asam Karboksilat Memiliki titik didih dan titik leleh yang tinggi. Asam karboksilat alifatis sampai dengan atom C-8 berwujud cair pada temperatur kamar, berbau sedap dan menyengat. Cth : asam butirat pada minyak tengik. Makin banyak atom C, maka semakin sukar larut dalam air.
  28. 28. Reaksi Identifikasi Reaksi antara asam karboksilat dengan basa menghasilkan garam dan air. Contoh R –COOH + NaOH R –COONa + H 2O Reaksi antara asam karboksilat dengan alkohol akan menghasilkan ester(Rx Esterifikasi).
  29. 29. Pembuatan Asam Karboksilat • Hidrolisis :Reaksi hidrolisis artinya pemecahan suatu molekul oleh air. Suatu senyawa yang menghasilkan asam karboksilat jika dihidrolisis disebut turunan asam karboksilat, antara lain ester dan amida. • Oksidasi:Oksidasi alkohol primer dengan oksidator kuat seperti KMnO4 menghasilkan asam karboksilat pada suasana asam. • Grignard:Jika reagen Grignard direaksikan dengan gas karbondioksida maka akan terbentuk endapan magnesium karbonat. Jika diasamkan maka akan menjadi asam karboksilat.
  30. 30. Kegunaan Asam Karboksilat • Asam Asetat(Cuka) sebagai penyedap makanan, sintesis hasil industi termasuk serat dan plastik. Juga sebagai pelarut dan pereaksi dalam laboratorium. • Asam Oksalat digunakan untuk menghilangkan karat dan sebagai pereaksi pada pembuatan warna. • Asam Tartrat untuk mengasamkan minuman, permen dan makanan. Juga digunakan dalam fotografi, keramik, penyamakan kulit, dll. • Asam format digunakan untuk industri tekstil, dll.
  31. 31. Alkil Alkanoat (Ester) • Ester merupakan senyawa turunan alkana yang salah satu atom hidrogennya diganti dengan gugus fungsi ester (–COO ) yang mengikat satu gugus alkil. • Secara umum, struktur ester ditulis R– COO–R’
  32. 32. Tata Nama Ester • Alkil pada nama ester dipilih alkil yang terikat pada atom O dengan cara mengganti akhiran –ana menjadi –il. • Alkanoat merupakan gugus fungsi turunan dari asam karboksilat dan penamaannya diganti akhiran –ana dengan –oat.
  33. 33. Sifat-Sifat Ester • Memiliki titik didih rendah • Bersifat netral • Berbau enak
  34. 34. Reaksi identifikasi • Reaksi Esterifikasi R–COOH + R–OH R–COOR’ +H2O • Reaksi Hidrolisis(suasana asam) R–COOR’ +H2O R–COOH + R–OH • Reaksi Saponifikasi R–COOR’ + OHR–COO + R–OH Penambahan asam R–COO + H+ R–COOH H2SO4
  35. 35. HALOALKANA (Alkil Halogenida) • Merupakan senyawa turunan alkana di mana salah satu atom H diganti dengan atom halogen (F, Cl, Br, I). • Mempunyai rumus umum: R X X = unsur halogen (F, Cl, Br, I)
  36. 36. Beberapa Jenis Haloalkana Nama Rumus Molekul Contoh Monohaloalkana CnH2n+1X CH3Cl Dihaloalkana CnH2nX2 CH2Cl2 Trihaloalkana CnH2n-1X3 CHCl3 Tetrahaloalkana CnH2n-2X4 CCl4
  37. 37. Tata Nama Haloalkana Menurut IUPAC, tata nama pada haloalkana sama dengan tata nama pada alkana. Antara lain : • Rantai utama dipilih berdasarkan rantai terpanjang yang mengandung atom halogen. • Nama halogen ditulis sebagai awalan dengan sebutan fluoro jika mengikat gugus fluorin (-F), kloro jika mengikat gugus klorin (-Cl), bromo jika mengikat gugus bromin (-Br), atau iodo jika mengikat gugus iodin (-I).
  38. 38. Pemberian nomor pada rantai utama - Atom C yang mengikat halogen diberi nomor serendah mungkin. - Pemberian nomor paling kecil pada halogen yang paling reaktif (untuk halogen lebih dari satu). - Halogen yang sama dan lebih dari satu, nama halogennya diberi awalan di(2), tri(3), tetra (4) dan seterusnya. Penulisan nama halogen dan alkil diurutkan sesuai urutan abjadnya, khusus kloro dipakai abjad c. Contoh :
  39. 39. Sifat Haloalkana Atom halogen lebih elektronegatif daripada atom karbon sehingga haloalkana bersifat polar. Untuk mengetahui polaritas senyawa haloalkana, dapat dilihat dari besar momen dipol setiap senyawa. CH3F CH3Cl CH3Br CH3I µ = 1,81 D µ = 1,86 D µ = 1,78 D µ = 1,64 D Karena bersifat polar, terjadi polarisasi sehingga atom karbon bermuatan parsial positif dan atom halogen bermuatan parsial negatif. Energi ikatan rata-rata (dalam kJ mol–1): C–F = 485; C–Cl = 339; C–Br = 284; C–I = 213. Hal ini menunjukkan bahwa senyawa iodoalkana paling reaktif untuk gugus alkil yang sama. Ikatan C–F adalah paling kuat sehingga senyawa fluoroalkana relatif stabil
  40. 40. Sebagian besar haloalkana tidak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organik. Makin banyak atom halogen yang diikat oleh karbon, makin besar massa molekulnya. Penambahan massa molekul menyebabkan kenaikan titik didih (makin panjang rantai karbon makin tinggi titik didihnya) dan kenaikan rapat jenis. Berikut adalah sifat beberapa haloalkana : Nama IUPAC Nama Trivial Rumus Tb (oC) Rapat Jenis Pada 20 oC (g mL-1) Klorometana Metil klorida CH3Cl -24 Gas Diklorometana Metilena klorida CH2Cl2 40 1,34 Triklorometana Kloroform CHCl3 61 1,49 Tetraklorometana Karbon tetraklorida CCl4 77 1,60 Bromometana Metil bromida CH3Br 5 Gas Iodometana Metil iodida CH3I 43 2,28
  41. 41. Sifat-sifat haloalkana lainnya : • Pada suhu kamar haloalkana rantai pendek berwujud gas, sedang haloalkana rantai panjang berwujud cair sampai padat. • Dapat disubstitusi dengan suatu basa kuat. • Dapat mengalami reaksi eliminasi membentuk alkena. • Jika direaksikan dengan logam Na menghasilkan alkana dengan perpanjangan rantai atom karbon dua kali semula (Sintesis Wurtz).
  42. 42. Reaksi-reaksi pada Haloalkana Adanya muatan parsial, menyebabkan senyawa haloalkana mengalami beberapa reaksi, antara lain : • Reaksi Substitusi adalah reaksi penggantian suatu atom, ion, atau gugus fungsi dengan atom, ion, atau gugus lain. Dalam reaksi substitusi haloalkana, atom halogen digantikan dengan atom atau gugus lain. • Reaksi Eliminasi terjadi jika haloalkana direaksikan dengan basa kuat dan sebuah molekul kehilangan atom atau ion dari strukturnya. Dalam reaksi ini atom H dan X (atom halogen) keluar dari haloalkana. Reaksi ini disebut juga reaksi dehidrohalogenasi. Awalan de berarti minus atau hilang. Contohnya :
  43. 43. Kegunaan Haloalkana – CH3Cl (klorometana) yaitu sebagai bahan pendingin, pembuatan silikon, dan zat warna – CH3Br (bromometana) yaitu sebagai bahan pemadam kebakaran di pesawat – C2H5Cl (kloretana) yaitu untuk anestesi local , membuat TEL – CHCl3 (Kloroform) yaitu untuk pelarut, anestesi. Akibat: merusak hati, ginjal, dan jantung. Bereaksi dengan udara membentuk gas fosgen (COCl2) yang beracun. – CFC ( Freon) yaitu sebagai zat pendingin. Akibat : menipisnya lapisan ozon. – C2H3Cl (vinil klorida) sebagai monomer pembuatan PVC (plastik)
  44. 44. AMINA • Amina adalah senyawa organik yang mengandung atom nitrogen trivalent yang berikatan satu,dua, atau tiga atom karbon. Dengan gugus fungsi –NH2 dan rumus umum : CnH2n+3N • Amina tergolong ke dalam basa organik lemah yang dapat bereaksi dengan asam membentuk garam yang dapat larut dalam air, tetapi dalam keadaan bebas amina sulit atau hampir tidak larut dalam air kecuali dengan senyawa amina yang berwujud gas.
  45. 45. Amina dibagi 3, yaitu: • Amina Primer 1 atom H diganti dengan alkil • Amina Sekunder 2 atom H diganti dengan alkil • Amina Tersier 3 atom H diganti dengan alkil
  46. 46. Sifat-sifat Amina: 1. Amina termasuk golongan basa. Karena itu dapat bereaksi dengan asam >>> R- NH2 + HCl → RNH2HCl 2. a. Amina primer dengan asam nitrat, menghasilkan menghasilkan alkohol dengan nitrogen . R- NH2 + HONO → ROH +N2 + H2O R-N-H → amina I b. Amina sekunder dengan asam nitrat, menghasilkan nitrogamin. c. Amina tersier tidak dapat bereaksi dengan asam nitrit. 3. Senyawa amina merupakan titik didih atau sifat fisik lainnya lebih besar dibandingkan senyawa alkohoh dengan massa molekul yang bersamaan atau hampir sama. 4. Senyawa amina mempunyai sifat polar dibandingkan hidrokarbon tapi kurang polar dibanding alkohol. 5. Senyawa amina mempunyai bau yang spesifik
  47. 47. Tata nama amina : • Dalam sistem IUPAC untuk amina primer: dipakai nama hidrokarbon, dimana akhiran a diganti amina • Nama mono-amina dinyatakan dengan kata amina didahului nama gugus atau gugus-gugus yang terikat pada nitrogen • Untuk poli-amina dipakai nama hidrokarbon asal ditambahi akhiran di-amina, triamina dan sebagainya.
  48. 48. Kegunaan Amina • • • • Untuk menghambat korosi pada logam Untuk membuat insektisida Untuk membuat bahan flotasi Dan digunakan dalam pembuatan zat warna
  49. 49. AMIDA • Amida merupakan senyawa organik dengan gugus Asil (R-C=O) yang terhubung dengan Atom Nitrogen. Amida juga sering dihubungkan sebagai senyawa turunan dari Amonia maupun Amina. • Amida yang paling sederhana merupakan turunan dari Amonia dengan satu hidrogen didalamnya tergantikan dengan gugus Asil. Amida mengandung -CONH2 dimana -OH dari asam digantikan oleh --NH2. • Amida biasanya dituliskan dengan RC(O)NH2. Sedangkan senyawa amida yang paling sederhana adalah Ethanamida. Amida biasanya dibentuk dengan mereaksikan Asam Karboksilat dengan Amina.
  50. 50. Sifat-sifat Amida • Mudah mengalami substitusi nukleofilik. Reaksi substitusi nukleofilik pada amida (turunan asam karboksilat) berlangsung lebih cepat dari pada reaksi substitusi nukleofilik pada rantai karbon jenuh (gugus alkil). • Mudah larut di dalam air karena dengan adanya gugus C=O dan N-H memungkinkan terbentuknya ikatan hidrogen. • Umumnya berupa padat pada suhu kamar kecuali : formamida berbentuk cair pada TR. • Polar • Titik didihnya cukup tinggi. • Semua turunan asam karboksilat dapat larut dalam pelarut organik, sedangkan dalam air kelarutannya tergantung pada jumlah atom karbon yang terdapat dalam molekulnya.
  51. 51. Pembuatan Amida • Dehidrasi garam amonium melalui pemanasan atau destilasi. CH3CO2NH4 →CH3CONH2 + H2O • Pemanasan asam dengan urea CH3COOH + NH2CONH2→ CH3CONH2 + CO2 + NH3 • Reaksi antara amoniak pekat dengan ester CH3COOC2H5 + NH3 →CH3CONH2 + C2H5OH
  52. 52. Tata Nama Amida • Amida ialah suatu senyawa yang mempunyai nitrogen trivalen yang terikat pada suatu gugus karbonil. • Dalam senyawa amida, gugus fungsi asil berkaitan dengan gugus –NH2. Dalam pemberian namanya, akhiran –Oat atau – At dalam nama asam induknya diganti dengan kata amida. • Dinamai sesuai dengan nama asam karboksilatnya dikurangi akhiran oat dan diganti dengan amida. • Jika pada atom N tersubstitusi gugus alkil, maka substituent alkil ditunjukkan dengan memberi awalan N dimana alkil tersebut terikat. Contoh: 1. HCOOH : Asam metanoat / asam format 2. HCONH2 : metanamida(IUPAC), Formamida (trivial) 3. CH3CH2CH2COOH : asam bityanoat/asam butirat 4. CH3CH2CH2CONH2 : butanamida (IUPAC), Butiramida (trivial)
  53. 53. Kegunaan Senyawa Amida • Senyawa amida jenuh rantai panjang dipakai intermediet dalam produksi textil tahan air tipe Zelan atau Velan. • Sebagai bahan baku setengah jadi (intermediate raw material) untuk produksi fatty nitril dan fatty amina. • Amida dapat digunakan untuk identifikasi asam yang berbentuk cair. • Amida dapat digunakan untuk sintesis nilon. • Memperbaiki sifat-sifat dari tinta, yaitu membantu slip, mengurangi block dan tack.
  54. 54. KEISOMERAN FUNGSI Senyawa yang memiliki rumus molekul sama tetapi gugus fungsinya berbeda. Alkanol R-OH CnH2n +2O Alkoksi alkana R-OR Alkanal R-C-H O CnH2n O Alkanon R-C-R O Asam.Alkanoat R-COOH Alkil alkanoat R-COOR CnH2n O2 ISOMER FUNGSI

×