Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
Koordinator Wilayah Kalimantan Selatan
PELATIHAN KOMPETENSI
TENAGA PENDIDIK PENDIDIKAN
INKLUSIF
Terjadi Pengabaian
Disleksia Movie
Tanda-tanda Disleksia
Penyandang disleksia sebetulnya memiliki Intelegency Quotient
(IQ) dalam tingkat yang normal atau ba...
• Kesulitan membedakan sisi kanan dan kiri
yang dialami saat anak berusia 3 tahun
• Cara si anak bertutur atau menceritaka...
• Terlambat bicara
• Kesulitan untuk berkonsentrasi
• Kesulitan mengenali huruf atau mengejanya
• Kesulitan membuat pekerj...
• Ketika mendengarkan sesuatu, rentang
perhatiannya pendek
• Kesulitan dalam mengingat kata-kata
• Kesulitan dalam diskrim...
• Kebingungan atas konsep alfabet dan simbol
• Kesulitan mengingat rutinitas aktivitas sehari-
hari
• Membaca lambat dan t...
• Tertukar-tukar kata (misalnya: dia-ada, sama-
masa, lagu-gula, batu-buta, tanam-taman,
dapat-padat, mana-nama). Sehingga...
Bagaimana penanganan disleksia
Remedial,
Berarti mengulang-ulang materi belajar sampai
benar-benar paham. Kadang-kadang pe...
Penanganan akomodasi, yakni memenuhi kebutuhan
khusus penyandang disleksia.
• Waktu ujian untuk penyandang disleksia diber...
Multi Sensori
Terima Kasih
Mari Menjadi Masyarakat Inklusif
www.binaautis.org
Memahami Disleksia
Memahami Disleksia
Memahami Disleksia
Memahami Disleksia
Memahami Disleksia
Memahami Disleksia
Memahami Disleksia
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Memahami Disleksia

392 views

Published on

A good way to understand dyslexia is to establish what it is not. It’s not a sign of low intelligence or laziness. It’s also not due to poor vision. It’s a common condition that affects the way the brain processes written and spoken language.

Dyslexia is primarily associated with trouble reading. Some doctors, specialists and educators may refer to it as a “reading disorder” or a “reading disability.” But it can also affect writing, spelling and even speaking.

People with dyslexia can still understand complex ideas. Sometimes they just need more time to work through the information. They may also need a different way to process the information, such as listening to an audiobook instead of reading it.

Published in: Education
  • Be the first to like this

Memahami Disleksia

  1. 1. Koordinator Wilayah Kalimantan Selatan PELATIHAN KOMPETENSI TENAGA PENDIDIK PENDIDIKAN INKLUSIF
  2. 2. Terjadi Pengabaian
  3. 3. Disleksia Movie
  4. 4. Tanda-tanda Disleksia Penyandang disleksia sebetulnya memiliki Intelegency Quotient (IQ) dalam tingkat yang normal atau bahkan di atas rata-rata. Mereka hanya mengalami kesulitan berbahasa, baik itu menulis, mengeja, membaca, maupun menghitung. Disleksia merupakan kelainan genetik yang berbasis neurologis (syaraf). Gangguan ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan kebodohan, tingkat ekonomi maupun motivasi belajar.
  5. 5. • Kesulitan membedakan sisi kanan dan kiri yang dialami saat anak berusia 3 tahun • Cara si anak bertutur atau menceritakan pengalaman. Misalnya bila ditanya ‘bagaimana tadi di sekolah?’ Kalau jawabnya ‘ya, pokoknya gitu deh’ maka orang tua perlu waspada. • Bila terjatuh/kejedot walaupun hingga benjol besar, biasanya tidak menangis karena tidak merasakan sakit. Hal ini akibat terdapat syaraf yang tidak klik seperti orang normal sehingga dia tidak bisa merespons rasa sakit
  6. 6. • Terlambat bicara • Kesulitan untuk berkonsentrasi • Kesulitan mengenali huruf atau mengejanya • Kesulitan membuat pekerjaan tertulis secara terstruktur misalnya esai • Huruf suka tertukar, misal ’b’ tertukar ’d’, ’p’ tertukar ’q’, ’m’ tertukar ’w’, dan ’s’ tertukar ’z’ • Daya ingat jangka pendek yang buruk • Kesulitan memahami kalimat yang dibaca ataupun yang didengar • Tulisan tangan yang buruk • Mengalami kesulitan mempelajari tulisan sambung
  7. 7. • Ketika mendengarkan sesuatu, rentang perhatiannya pendek • Kesulitan dalam mengingat kata-kata • Kesulitan dalam diskriminasi visual • Kesulitan dalam persepsi spatial • Kesulitan mengingat nama-nama • Kesulitan/lambat mengerjakan PR • Kesulitan memahami konsep waktu • Kesulitan membedakan huruf vokal dengan konsonan
  8. 8. • Kebingungan atas konsep alfabet dan simbol • Kesulitan mengingat rutinitas aktivitas sehari- hari • Membaca lambat dan terputus-putus serta tidak tepat • Menghilangkan atau salah baca kata penghubung (“di”, “ke”, “pada”). • Mengabaikan kata awalan pada waktu membaca (”menulis” dibaca sebagai ”tulis”) • Tidak dapat membaca ataupun membunyikan perkataan yang tidak pernah dijumpai
  9. 9. • Tertukar-tukar kata (misalnya: dia-ada, sama- masa, lagu-gula, batu-buta, tanam-taman, dapat-padat, mana-nama). Sehingga sering kesulitan dalam memilih kosa kata yang tepat. Misalnya mengatakan “kolam yang tebal”, padahal maksudnya “kolam yang dalam”. • Sering salah mengutip dari papan tulis meski selalu duduk paling depan • Tidak pernah berhasil menggambar kubus, selalu menjadi trapesium • Miskin kosa kata, banyak menggunakan kata ganti ‘ini-itu’
  10. 10. Bagaimana penanganan disleksia Remedial, Berarti mengulang-ulang materi belajar sampai benar-benar paham. Kadang-kadang pengulangan dilakukan untuk mempelajari kebutuhan penyandang disleksia, terkait cara yang bersangkutan dalam memahami suatu hal. “Kalau anak normal mudah memahami huruf A dari bentuknya yang demikian, penyandang disleksia belum tentu seperti itu. Cara otak memahami sesuatu bisa berbeda, misalnya A dipahami sebagai sebuah bangun dengan sudut-sudut tertentu,”
  11. 11. Penanganan akomodasi, yakni memenuhi kebutuhan khusus penyandang disleksia. • Waktu ujian untuk penyandang disleksia diberikan lebih longgar • Soalnya dicetak dengan huruf yang tidak terlalu rapat
  12. 12. Multi Sensori
  13. 13. Terima Kasih Mari Menjadi Masyarakat Inklusif www.binaautis.org

×