Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
SKI_MTs_IX1
BAB 1
BAB 2 Peran Walisongo dalam
Perkembangan Islam di
Indonesia
BAB 3Kerajaan Islam di Indonesia
BAB 4 Peran...
SKI_MTs_IX2
Bab
2
KERAJAAN ISLAM DI
INDONESIA
SKI_MTs_IX3
KERAJAAN ISLAM NUSANTARA
SKI_MTs_IX4
SKI_MTs_IX5
Design for change :
Pendahuluan
Pada zaman sekarang ini pihak kerajaan / pemerintah kurang memperhatikan
syiar...
SKI_MTs_IX6
dahulu. Selama seminggu menjelang kelahiran nabi gamelan terus di bunyikan .
setelah tepat pada malam tanggal ...
SKI_MTs_IX7
Memahami Perkembangan Islam di Indonesia
Bab
2
PERAN WALISONGO
DALAM PERKEMBANGAN
ISLAM DI INDONESIA
Kompetens...
SKI_MTs_IX8
Lagu : Khumood al-Khudaer (kun anta)
Ubahan lirik : Respi Pradina Vika
Dahulu kala, terceritakan para wali
Yan...
SKI_MTs_IX9
Rekonstruksi
Lagu : lebih indah (adera)
Ubahan Lirik : Respi Pradina Vika
Saat sunan kalijaga datang
Menyebark...
SKI_MTs_IX10
evaluasi:
Peserta didik diminta untuk menghafalkan lirik lagu tersebut dan setelah
mereka menguasai lagu ters...
SKI_MTs_IX11
Memahami Perkembangan Islam di Indonesia
Mengidentifikasi K.H Hasyim Asy’ari dan perannya dalam perkembangan ...
SKI_MTs_IX12
Materi Kompetensi Pembelajaran
Mengenal dan meneladani sifat kepemimpinan KH.Hasyim Asy’ari
Perkembangan isla...
SKI_MTs_IX13
Kematangan Ilmu di Tanah
Suci
Di tahun 1892, KH Hasyim Asy'ari
menunaikan ibadah haji bersama
isterinya dan m...
SKI_MTs_IX14
Pejuang kemerdekaan
Masa-masa revolusi fisik di Tahun 1940, barang
kali memang merupakan kurun waktu terberat...
SKI_MTs_IX15
Tokoh masa kini
Indonesia patut berbangga karena telah memiliki tokoh yang luar biasa hebatnya
yang telah ber...
SKI_MTs_IX16
PEMIMPIN KITA
Telaah sikap.!
Sumber :
http://www.muslimoderat.com/2016/01/kh-
hasyim-asyari-pendiri-nu-dengan...
SKI_MTs_IX17
Telaah Nilai.
Nilai apa yang dapat diambil dari gambar tersebut.
1. ............................................
SKI_MTs_IX18
Memahami perkembangan Islam di Indonesia
Meneladani semangat para tokoh yang berperan dalam perkembangan Isla...
SKI_MTs_IX19
Agama Islam telah tersebar ke seantero dunia termasuk Indonesia dan
masyarakat kita sudah tidak asing lagi de...
SKI_MTs_IX20
SKI_MTs_IX21
SKI_MTs_IX22
SKI_MTs_IX23
SKI_MTs_IX24
REKONSTRUKSI
 Langkah perubahan (solusi terhadap masalah A)
Terkait dengan masalah diatas yang sudah saya pa...
SKI_MTs_IX25
Untuk zaman sekarang saya mengambil contoh rekonstruksi yang
mirip dengan tokoh sunan kalijaga yakni ki Dalan...
SKI_MTs_IX26
SKI_MTs_IX27
EVALUASI K-13
 Project Based Learning
Projek apa yang harus ditindak lanjuti oleh siswa:
a) Sikap dan perila...
SKI_MTs_IX28
Memahami tradisi Islam Nusantara
Memberikan apresiasi terhadap tradisi dan upacara adat kesukuan Nusantara
Ba...
SKI_MTs_IX29
“Kalau Bukan
Kita, Siapa
Lagi?”
Pagi itu mentari Kota Perwira
masih malu-malu menampakan bentuk
sempurnanya. ...
SKI_MTs_IX30
dilakukan di Keraton Yogyakarta dan juga
Keraton Yogyakarta tujuannya untuk
memperingati kelahiran Nabi Muham...
SKI_MTs_IX31
“Ok… Bu…..”. Jawab Anak dan Ayah
kompak
Tiga puluh menit berlalu
“Ayo Bu, Yah ceritain mengenai Grebeg
Syawal...
SKI_MTs_IX
32
FINISH Acuh Terhadap Tradisi
Nusantara
Mengapresiasi Tradisi dan
Upacara Adat Kesukuan
Nusantara
Anglaras Il...
SKI_MTs_IX
33
SKI_MTs_IX34
Tradisimu adalah tanggungjawabmu
EVALUASI
Temukan tokoh di lingkungan
Anda yang mengapresiasi tradisi
dan upa...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Bahan ajar SKI rekonstruktif

999 views

Published on

Semoga Bermanfaat

Published in: Education
  • Login to see the comments

  • Be the first to like this

Bahan ajar SKI rekonstruktif

  1. 1. SKI_MTs_IX1 BAB 1 BAB 2 Peran Walisongo dalam Perkembangan Islam di Indonesia BAB 3Kerajaan Islam di Indonesia BAB 4 Peran KH. Hasyim Asy’ari dalam Pekembangan Islam di Indonesia BAB 5 Meneladani Walisongo BAB 6 Apresiasi Terhadap Tradisi dan Upacara Adat Kesukuan Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah swt. Hanya dengan ridha-Nya kita selalu berada dalam keadaan sehat walafiat. Perubahan yang terjadi pada masyarakat dan bangsa indosnesia pada khususnya dan masyarakat dunia pada umumnya menuntut adanya penyesuaian- penyesuaian tertentu pada bidang pendidikan. Pendidikan tidak hanya disajikan dengan menawarkan fakta masa lalu pada peserta didik, namun lebih dari itu. Pendidikan harus mampu menyampaikan nilai-nilai yang terkandung dalam fakta masa lalu tersebut. Bahan ajar rekonstruktif sangat dibutuhkan dalam dunia pendidikan seperti sekrang ini. Siswa tidak hanya mendapatkan fakta masa lalu, tetapi mampu mengambil nilai- nilai yang ada di dalamnya serta mampu mengaitkan dengan masalah yang ada sekarang. Sesuai dengan pemikiran di atas, Buku SkI rekonstruktif hadir untuk mendukung tercapainya tujuan tersebut. Penulis menyadari bahwa buku yang dihadpan saudara sekarang jauh dari kata sempurna, maka dari itu kritik dan saran yang membangun sangat dibutuhkan guna perbaikan. Mudah-mudahan buku ini bermanfaat bagi siapa saja yang menggunakannya. Daftar Isi Penulis : Asmu’I, Respi, Arina, Wahyu, Hamid, Hofur Editor : Hofur Dessign : Yuli
  2. 2. SKI_MTs_IX2 Bab 2 KERAJAAN ISLAM DI INDONESIA
  3. 3. SKI_MTs_IX3 KERAJAAN ISLAM NUSANTARA
  4. 4. SKI_MTs_IX4
  5. 5. SKI_MTs_IX5 Design for change : Pendahuluan Pada zaman sekarang ini pihak kerajaan / pemerintah kurang memperhatikan syiar dan penyebaran islam . misalnya saja dari pihak keraton yang ada di jogjakarta maupun kasunanan surakarta , jarang mengadakan even even atau acara acara yang dapat menarik minat masyarakat luar islam untuk masuk ke dalam agama rahmatal lil alamin ini ( islam ) pada zaman sekarang ini tradsisi yang di lestarikan sangat lah berbeda dengan tujuan tradidi zaman dahulu misalnya aacara grebek mmulud atausekatan. Pada masa sekarang sekatan hanya di jadikan objek wisata dan acara menghamburkan uang dengan membuka pasar malam dan hiburan hiburan lainya yang ini sangat lah telah berbeda dengan apa yang telah menjadi tujuan para ulama pada zaman dahulu . Fakta masa lalu Pada zaman dahulu ada bebeerapa macam cara dalam penyebaran islam yang meliputi perdaagangan , perkawinan , maupun dari asimilasi . dari proses asimilasi sendiri ada beberapa tradisi yang sampai saat ini masih terpelihara yaitu sekatan .sekaten berasal dari bahasa arab yaitu sahadatain yang berarti dua kalimat sahadat, karena lidah orang jawa sulit mengucapkanya dan kurang fasihnya orang jaman dahulu kata ini berubah menjadi sekaten. Sejarah sekaten di mulai dari kerajaan demak pada masa pemerintahan raden patah. Walisongo berusaha ingin mengislamkan daerah jawa secara menyeluruh dengan tradisi yang sudah ada . sunan kalijaga tahu bahwa masyarakat suka keramaian dan acara acara adat yang di hubungkan dengan keagamaan. Disinilah timbul ide sunan kalijaga untuk menyelenggarakan perayaan menyongsong kelahiran nabi muhammad saw. Untuk menarik masyarakat ke dalam masjid maka di bunyikan gamelan di halaman masjid dan para wali pun dapat dakwah di hadapan mereka . tetapi sebelum masuk masjid mereka di perintah untuk mengucapkan dua kalimat sahadat dan berwudu terlebih
  6. 6. SKI_MTs_IX6 dahulu. Selama seminggu menjelang kelahiran nabi gamelan terus di bunyikan . setelah tepat pada malam tanggal 12 rabiul awal sultan serta keluarga dan pembesar serta abdi dalem kerajaan lainya mengikuti acara muludan yang berisi tentang riwayat nabi saw. di masjid agung selepas sholat isya . setelah acara selesai raja pun membagi bagikan sedekah berupa beras dan bahan makanan pokok kepada masyarakat . baru pada tengah malam raja dan pembesar kerajaan kembali ke kerajaan. Proyek based learnng Jadilah dermawan !
  7. 7. SKI_MTs_IX7 Memahami Perkembangan Islam di Indonesia Bab 2 PERAN WALISONGO DALAM PERKEMBANGAN ISLAM DI INDONESIA Kompetensi Dasar Standar Kompetensi
  8. 8. SKI_MTs_IX8 Lagu : Khumood al-Khudaer (kun anta) Ubahan lirik : Respi Pradina Vika Dahulu kala, terceritakan para wali Yang menyebarkan islam di Indonesia Para wali itu, yang terkenal ada Sembilan Salah satunya kalijaga,, sunan kalijaga Reef: sunan, sunan kalijaga Memakai metode dakwah sunan bonang Yakni kesenian Wayang, wayang dan gamelan Serta seni ukir, juga suara suluk Menjadi contohnya Oh wo ooh…oh wo ooh…oh wo ooh…3x Terimakasih kalijaga Oh wo ooh…oh wo ooh…oh wo ooh…3x Terimakasih kalijaga Sunan kalijaga, menyatukan islam dan budaya agar islam diterima,,,, di Indonesia mengikuti dan mempengaruhi adalah cara yang diambil kalijaga, sunan kalijaga (back to reef) perjuangan itu, kesabaran itu haruslah kita, tiru kan dan juga kita, haruslah bangga karena iaa, islam jaya(2X)
  9. 9. SKI_MTs_IX9 Rekonstruksi Lagu : lebih indah (adera) Ubahan Lirik : Respi Pradina Vika Saat sunan kalijaga datang Menyebarkan dakwah tentang islam Dengan berbagai metode yang telah matang Hingga umat islam pun paham Globalisasi pun mulai muncul Dan persoalan pun mulai timbul Tetapi persoalan itu sirna sudah Saat ainun najib berdakwah Reef: dan kau hadir, merubah segalanya Menjadi lebih indah Kau bawa islamku Lewat metodemu Yakni seni bernafaskan islam Dan membuatnya mudah Tuk jalankan ibadah Menuju jalan-MU Tuk gapai ridho-Mu Engkaulah pembaharu islamku
  10. 10. SKI_MTs_IX10 evaluasi: Peserta didik diminta untuk menghafalkan lirik lagu tersebut dan setelah mereka menguasai lagu tersebut mereka diminta untuk membuat lagu dengan ubahan lirik mengenai materi selanjutnya.
  11. 11. SKI_MTs_IX11 Memahami Perkembangan Islam di Indonesia Mengidentifikasi K.H Hasyim Asy’ari dan perannya dalam perkembangan Islam di Indonesia. Meneladani semangat K.H Hasyim Asy’ari dalam perkembangan Islam di Indonesia. Bab 3 PERAN KH. HASYIM ASY’ARI DALAM PERKEMBANGAN ISLAM DI INDONESIA Kompetensi Dasar Standar Kompetensi
  12. 12. SKI_MTs_IX12 Materi Kompetensi Pembelajaran Mengenal dan meneladani sifat kepemimpinan KH.Hasyim Asy’ari Perkembangan islam di Indonesia dipengaruhi oleh banyak tokoh- tokoh (ulama) Islam yang berjuang dalam menyebarluaskan akidah islam keseluruh Indonesia dengan berbagai metode dan ciri-ciri penyebarannya masing-masing. Dan perkembangan keislaman di Indonesia juga tidak lepas dari perjuangan dan kegigihan KH. Hasyim Asy’ari sebagai salah satu ulama yang banyak jasa nya baik untuk Islam maupun untuk Indonesia, beliau juga menjadi salah satu pahlawan Nasional atas perjuangannya untuk Indonesia. KH. Hasyim Asy’ari merupakan salah satu ulama yang berpengaruh besar dalam perkembangan islam di Indonesia, beliau berjuang dalam islam melalui jalur pendidikan dengan mendirikan pondok pesantren Tebu Ireng di Jawa Timur, dan dengan mendirikan salah satu organisasi kemasyarakatan dalam bidang agama yaitu Nahdlatul Ulama (NU). Kelahiran Kyai Hasyim Lahir di Demak pada tanggal 10 April 1875, dan wafat di Jomang pada tanggal 7 September 1947,Beliau dilahirkan dari orang tua yang bernama Kyai Asyari dan Halimah Belajar Pada Keluarga Dan Mengembara Ke Berbagai Pesantren Pendidikan yang diterima oleh Kh. Hasyim Asy’ari berawal dari mendapatkan pengajaran langsung dari kakeknya Kiai Asyari dan Kyai Utsman, karena semangat dan kepandaian beliau dalam belajar sehingga dipercaya membantu ayahnya mengajar dipesantren, kemudian beliau melanjutkan pendidikan di pesantren Pesantren Wonokoyo (Probolinggo), Pesantren Langitan (Tuban), Pesantren Trenggilis (Semarang), belum puas dengan ilmu yang dipelajarinya, beliau melanjutkan belajar di pesantren kademangan,
  13. 13. SKI_MTs_IX13 Kematangan Ilmu di Tanah Suci Di tahun 1892, KH Hasyim Asy'ari menunaikan ibadah haji bersama isterinya dan menimba ilmu di Mekah. Di sana beliau berguru pada Syeh Ahmad Khatib Minangkabau dan Syekh Mahfudh at-Tarmisi, gurunya di bidang hadis. Selain rajin belajar, ketika di Mekkah beliau juga belajar laku spiritual, banyak sumber juga mengatakan beliau sering bertapa di gua Hira, dan beliau disana mengawali diri sebagai pendidik lalu saat pulang ke tanah air beliau mendirikan pesantren. Mendirikan Pondok Pesantren Pada tanggal 26 Robiul Awal 1317 H/1899 M, didirikanlah Pondok Pesantren Tebuireng, bersama rekan-rekan seperjuangnya, seperti Kiai Abas Buntet, Kiai Sholeh Benda Kereb, Kiai Syamsuri Wanan Tara, dan beberapa Kiai lainnya, sebelum berdirinya pesantren banyak teman-teman beliau yang meragukan keinginan kyai Hasyim mendirikan pesantren didaerah Tebu ireng yang pada saat itu dikenal sebagai sarang segala bentuk kemaksiatan, namun dengan kegigihannya dan kuatnya tekad beliau tetap pada pendiriannya dalam mendirikan pesantren dengan dalih sebagai umat Islam harus membenarkan moral orang yang berada dalam kesesatan, karena Islam sebagai rahmatan lil alamin, agama Islam mengajarkan kebaikan, kalau mengajarkan agama kepada orang yang sudah baik apa yang perlu diperbaiki, dan siapa yang akan memperbaiki morak orang-orang yang masih banyak berlumur dosa jika tidak ada yang peduli terhadap mereka Mendirikan Nahdlatul Ulama Pada tanggal 16 Sa’ban 1344 H/31 Januari 1926 M, di Jombang Jawa Timur didirikanlah Jam’iyah Nahdlotul Ulama’ (kebangkitan ulama) bersama KH. Bisri Syamsuri, KH. Wahab Hasbullah, dan ulama’-ulama’ besar lainnya, dengan azaz dan tujuannya: “Memegang dengan teguh pada salah satu dari madzhab empat yaitu Imam Muhammad bin Idris Asyafi’i, Imam Malik bin Anas, Imam Abu Hanifah An- Nu’am dan Ahmad bin Hambali. Dan juga mengerjakan apa saja yang menjadikan kemaslahatan agama Islam”. KH. Hasyim Asy’ari terpilih menjadi rois akbar NU, sebuah gelar sehingga kini tidak seorang pun menyandangnya. Beliau juga menyusun qanun asasi (peraturan dasar) NU yang
  14. 14. SKI_MTs_IX14 Pejuang kemerdekaan Masa-masa revolusi fisik di Tahun 1940, barang kali memang merupakan kurun waktu terberat bagi beliau. Pada masa penjajahan Jepang, beliau sempat ditahan oleh pemerintah fasisme Jepang. Dalam tahanan itu beliau mengalami penyiksaan fisik sehingga salah satu jari tangan beliau menjadi cacat. Tetapi justru pada kurun waktu itulah beliau menorehkan lembaran dalam tinta emas pada lembaran perjuangan bangsa dan Negara republik Indonesia, yaitu dengan diserukan resolusi jihad yang beliau memfatwakan pada tanggal 22 Oktober 1945, di Surabaya yang lebih dikenal dengan hari pahlawan nasional. Sikap kepemimpinan Kyai Hasyim Sikap kepemimpinan beliau dimiliki sejak kecil, jiwa kepemimpinan beliau diwarisi dari ayah dan kakeknya yang menjadi pendiri dan pemilik pondok pesantren. Bahkan ketika beliau berusia 12 tahun sudah dipercaya kakeknya untuk mengajar santri-santri kakeknya, ini membuktikan bahwa beliau mampu menjadi pemimpin yang disegani meski saat itu masih berusia remaja, begitu pula saat beliau belajar di Mekah beliau sering diminta untuk mengisi majlis-majlis kajian ilmu keislaman disana. Bukti lain sikap kepemimpinan yang dimiliki yaitu beliau sebagai pendiri organisasi masyarakat yang menjadi organisasi terbesar di Indoesia, beliau juga sebagai pejuang kemerdekaan yang memimpin santri-santri dan masyarakat untuk berjihad melawan penjajah di wilayah Jawa Timur pada saat itu. Dengan sikap kempemimpinan yang beliau miliki juga dapat mendirikan Pondok Pesantren yaitu Pondek Pesantren Tebu Ireng yang berada di daerah Jombang yang menjadi kiblat kajian ilmu Islam bagi pesantren-pesantren yang ada di Indonesia, dan dengan sifat kepeimpinannya, beliau juga dapat mengubah wilayah Jombang yang dahulunya mejadi pusat utama kemaksiatan yang ada di Jawa Timur kini menjadi pusat kajian ilmu-ilmu Keislaman di Indonesia. Megubah Jombang menjadi kota santri Jombang dahulu dikenal sebagai pusatnya tempat abangan atau tempat segala kemaksiatan dilakukan diwilayah tersebut, setip harinya segala bentuk hiburan, kemaksiatan terjadi diwilayah itu, apalagi dahulu wilayah Jombang masih berupa area persawahan, perkebunan tebu, perhutanan, dan belum banyak bangunan yang berdiri, sehingga untuk dijadikan sebagai pusat hiburan malam sangatlah menyenangkan bagi mereka karena tidak terganggu oleh khalayak ramai. Ketika kyai Hasyim mengutarakan keinginannya untuk mendirikan pondok pesantren diwilayah Jombang banyak diantara teman-teman ulama-nya dan para kiyai tidak menyetujui niat kyai Hasyim tersebut, alasannya seperti yang dijelaskan diatas. Lalu kyai Hasyim menjawab ketidaksetujuan teman-teman ulama dan kiyai- kyai tersebut dengan jawaban “ kalau berdakwah diwilayah yang sudah baik akhlaknya maka apa lagi yang akan dibenarkan, lalu siapa yang akan membenarkan moral orang-orang yang belum benar kalo semuanya berada pada wilayah yang
  15. 15. SKI_MTs_IX15 Tokoh masa kini Indonesia patut berbangga karena telah memiliki tokoh yang luar biasa hebatnya yang telah berperan banyak dalam perkembangan Islam di Indonesia, yaitu kyai Hasyim Asy’ari. Seperti yang sudah dijelaskan dengan sikap kepemimpinan yang dimiliki beliau hingga mampu menyebarluaskan agama Islam dengan baik tanpa paksaan. Cara penyebarannya dengan lembut menggunakan pendekatan-pendekatan personal sehingga tidak lama setelah memilih menetap di Jombang banyak masyarakat yang mengikuti fatwa yang didakwahkan beliau, hal tersebut yang menjadikan ancaman bagi orang- orang yang tidak setuju dengan dakwah beliau, karena hiburan malam menjadi sepi pengujungnya, orang-orang yang dahulu berbondong-bondong mendatangi tempat hiburan malam, kini sudah banyak yang meninggalkan kebiasaannya itu.lebih memilih mendatangi majelis-majelis ilmu untuk memperkaya pengetahuan keislaman mereka. Kegigihan kyai Hasyim dalam membersihkan kawasan Jombang dari praktik- praktik kemaksiatan juga dilakukan oleh wali kota Surabaya yang sekarang tengah menjabat diperiode ke-2 ini, yaitu Tri Risma Harini, dalam sejarah beliau walikota perempuan pertama di Indonesia yang dipilih secara langsung. Walikota yang akrab dengan sapaan Risma ini dikenal sebagai pemimpin yang sangat tegas, meski perempuan ketegasan beliau dalam mempin Surabaya tidak kalah dengan pemimpin laki-laki. Kiprah beliau saat menjabat pada periode pertama sanggatlah menakjubkan, beliau berhasil menata kota Surabaya menjadi kota hijau dan berhasil mendapatkan penghargaan ditingkat dunia. Peran Ibu Risma yang lain diantaranya mampu menutup tempat prostitusi legendaris yang ada di Surabaya, yang pada kepemimpinan walikota sebelumnya hanya rencana dan keniatan dari pimpinannya saja tidak berhasil direlisasikan. Namun pada kepemimpinan Ibu Risma dapat membersihkan kawasan perostitusi yang dikenal sebagai kawasan Dolly dan berhasil menutupnya hingga sekarang ini. Sifat yang dimiliki Ibu Risma dalam memimpin seperti yang dilakukan kyai Hasyim dalam kepemimpinannya yang tegas, berani, bertanggung jawab, sederhana dan lembut.Ibu Risma juga dikenal sebagai walikota yang sederhana, hampir disetiap penampilan beliau tidak pernah berpenampilan yang berlebihan dalam kemewahan. Sudah sepatutnya kita meneladani sifat-sifat beliau untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, maka akan banyak lahir generasi penerus bangsa yang membawa Indonesia jauh lebih baik lagi.
  16. 16. SKI_MTs_IX16 PEMIMPIN KITA Telaah sikap.! Sumber : http://www.muslimoderat.com/2016/01/kh- hasyim-asyari-pendiri-nu-dengan.html Sumber : http://www.kmnu.or.id/konten-30- seruan-kh-hasyim-asyari-untuk-ulama-dan- masyarakat-jawa.html Sumber : http://www.sayangi.com/politik1/read/18405/jokowi-dukung- tri-rismaharini-jadi-presiden
  17. 17. SKI_MTs_IX17 Telaah Nilai. Nilai apa yang dapat diambil dari gambar tersebut. 1. .............................................................................................................. 2. .............................................................................................................. 3. .............................................................................................................. 4. .............................................................................................................. 5. .............................................................................................................. Sumber : http://pacsukorejo- ipnuippnu.blogspot.co.id/2014/12/biografi- hadratus-syaikh-kh-hasyim.html Sumber : http://mahraniyasmin.blogspot.co.id/2015/11/tri-rismaharini-sang-walikota-surabaya.html
  18. 18. SKI_MTs_IX18 Memahami perkembangan Islam di Indonesia Meneladani semangat para tokoh yang berperan dalam perkembangan Islam di Indonesia Bab 5 Kompetensi Dasar Standar Kompetensi PERKEMBSANGAN ISLAM DI INDONESIA
  19. 19. SKI_MTs_IX19 Agama Islam telah tersebar ke seantero dunia termasuk Indonesia dan masyarakat kita sudah tidak asing lagi dengan Agama yang di bawa Nabi Muhammad saw. Ajaran didalamnya sungguh menyentuh dan menjadikan hidup tentram serta nyaman, misalnya tidak mengajarkan untuk saling berselisih apalagi membunuh, mengutamakan musyawaroh dalam mengambil sebuah keputusan dan menyuruh semangat dalam beraktivitas termasuk untuk mencari ilmu. Akan tetapi dimasyarakat kita sekarang sudah tidak mengenal lagi ajaran islam yang sesungguhnya, mereka banyak yang berselisih, memercayai selain Allah dalam urusan ke-Tuhanan dan banyak yang malas untuk mengarungi kehidupan terutama masalah belajar. WALISONGO
  20. 20. SKI_MTs_IX20
  21. 21. SKI_MTs_IX21
  22. 22. SKI_MTs_IX22
  23. 23. SKI_MTs_IX23
  24. 24. SKI_MTs_IX24 REKONSTRUKSI  Langkah perubahan (solusi terhadap masalah A) Terkait dengan masalah diatas yang sudah saya paparkan, maka langkah perubahan saya adalah menyiapkan generasi muda-mudi yang mempunyai semangat juang tinggi dalam belajar atau berdakwah dan juga menyiapkan bakat, potensi, dan senang terhadap minat dalam penggunaan pikiran yang kraetif dan inovatif guna mempermudah dalam mewujudkan cita-cita yang diimpikan. Misalnya saya ambil satu contoh zaman dahulu salah satu walisongo yakni sunan kalijaga menyebarkan agama islam atau berdakwah menggunakan wayang sebagai sarana dalam berdakwahnya, ini adalah salah satu contoh penggunaan pengolahan pikiran yang kreatif dan inovatif,sehingga pada ahirnya agama Islam bisa berkembang dan diterima dengan baik di Indonesia
  25. 25. SKI_MTs_IX25 Untuk zaman sekarang saya mengambil contoh rekonstruksi yang mirip dengan tokoh sunan kalijaga yakni ki Dalang Entus. Beliau berdakwah Islam dengan menggunakan sarana wayang juga dan beliau mendakwahkan Islamnya dengan cara masa kini seperti dengan diselingi humor akan tetapi esensinya adalah tetap berdakwah agama Islam, cara ini digunakan beliau karena orang masa kini senang dan suka dengan yang berbau humor dan lucu, sehingga dakwah beliau diterima dengan senang hati dan tidakada yang kontra dengan cara berdakwah beliau.  Nilai-nilai penting yang perlu di tindak lanjuti a) Semangat belajar/mencari ilmu b) Berpegang teguh pada Iman c) Hindari perselisihan
  26. 26. SKI_MTs_IX26
  27. 27. SKI_MTs_IX27 EVALUASI K-13  Project Based Learning Projek apa yang harus ditindak lanjuti oleh siswa: a) Sikap dan perilaku apa yang sudah pernah dilakukan yang mencerminkan walisongo? b) Prestasi apa yang sudah pernah diraih terkait dengan walisongo dan para ulama?  Discovery Learning Mencari tokoh yang sesuai dengan walisongo dan para ulama didalam konteks masa sekarang: a) Carilah tokoh dimasa sekarang yang karakternya sesuai dengan walisongo? b) Carilah tokoh dimasa sekarang yang karakternya sesuai dengan para ulama?
  28. 28. SKI_MTs_IX28 Memahami tradisi Islam Nusantara Memberikan apresiasi terhadap tradisi dan upacara adat kesukuan Nusantara Bab 6 Kompetensi Dasar Standar Kompetensi APRESIASI TERHADAP TRADISI DAN UPACARA ADAT KESUKUAN
  29. 29. SKI_MTs_IX29 “Kalau Bukan Kita, Siapa Lagi?” Pagi itu mentari Kota Perwira masih malu-malu menampakan bentuk sempurnanya. Abdullah dan putranya Ahmad sedang sibuk dengan aktivitas mereka masing-masing. Sang ayah Abdullah sibuk dengan bacaan koran dengan ditemani teh hangat yang masih mengebul. Sementara putranya Ahmad sibuk bermain gadget di tangannya. Sang ayah mencoba membuka obrolan di pagi itu. “sedang main apa dek, kayaknya serius banget”. Tanya Ayah dengan penasaran “Dek, orang tua nanya kok nggak di jawab” sedikit kesal “maaf yah, ini adek lagi main gadget. Kebetulan lagi ada game bagus, Clash of Clans yah.” Jawab Ahmad dengan senyum-senyum “kalau Ayah mau coba boleh ini, kan pas zaman ayah nggak ada kayak beginian”. Tawar Ahmad sedikit ngejek “heran Ayah sama anak zaman sekarang, lebih menyukai tradisi barat ketimbang budaya sendiri yang telah diciptakan nenek moyang kita” jawab ayah dengan serius Tiba-tiba Ibu datang dari arah dapur dengan membawakan sepiring pisang goreng panas yang menggoda perut seraya menanggapi perbincangan suami dan putranya tadi “Ibu juga bingung Yah, padahal kan budaya dan tradisi kita sangat banyak dan sangat bagus” jawab ibu dengan tergeleng-geleng “betul Bu, tradisi Indonesia memang sangat bagus, tapi sayangnya mulai ditinggalkan para anak-anak muda seperti anak kita ini” jawab Ayah sambal menunjuk sang Anak “Tradisi Indonesia itu sangat beragam, khusunya dalam upacara adat, seperti Sekatenan di Yogyakarta dan Solo serta Grebeg Syawal di Yogyakarta, itu merupakan tradisi yang mestinya kita lestarikan dan kita jaga” jelas sang Ayah “Sekatenan dan Grebeg Syawal itu acaranya seperti apa si Yah?” tanya Ahmad dengan penasaran sambil meletakan gadgetnya di kursi yang ia duduki “Kayaknya putra kita mulai penasaran tuh Yah”. Samber Ibu “Baik deh, Ayah akan coba ceritakan apa si itu Sekatenan dan Grebeg Syawal” “Sekatenan seperti yang disebutkan Ayah tadi merupakan upacara perayaan yang
  30. 30. SKI_MTs_IX30 dilakukan di Keraton Yogyakarta dan juga Keraton Yogyakarta tujuannya untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad saw dan acara tersebut berlangsung dari tanggal 5 hingga tanggal 12 Rabiulawal” Jelas Ayah sesekali sambil menikmati pisang goreng dan teh hangatnya “ooooh…..” Ahmad menganggug-angguk “terus Ayah…” Pinta sang anak “Sekaten berasal dari kata syahadatain dan beragsur-angsur berubah menjadi sekaten karena pengaruh logat Jawa. Sekaten berasal dari Bahasa Arab, yakni syahadatain yang artinya dua kalimat syahadat, yaitu syahadat tauhid dan syahadat rasul. Kalimat tersebut adalah “Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna muhammadar rasulullah”. Syahadatain merupakan wujud pengakuan keislaman seseorang”. Jelas sang Ayah panjang lebar “Sekaten pertama kali diperkenalkan oleh Raden Patah pada abad ke-16. Pada saat perayaan sekaten, ribuan orang beralih keagamaan Islam dengan mengucap syahadatain. Kegiatan sekaten pada awalnya diciptakan oleh Sunan Kalijaga. Kegiatannya meliputi: Pagelaran karawitan, Khotbah, dan pembacaan ayat- ayat suci Al-Qur’an dan serangkaian upacara lain”. Tambah Ibu “Ooooo…… berarti sekaten dijadikan ajang untuk mengislamkan orang-orang yang ingin masuk Islam”. Ahmad menanggapi “Owh iya Dek, hari ini kan Ayah kebetulan masih ada kerjaan di kantor, jadi Ayah harus pergiu dulu” “Oooo…. Iya nak untuk Grebeg Syawal bisa diceritakan sama Ibu ya” tambah Ayah sambil berlalu meninggalkan rumah “Baik Ayah” dengan nada datar dan muka sedikit masam “Bu, dengar kan pesan Ayah? Hehe berarti Ibu harus menceritakan upacara Gerebeg Syawal sampai selesai” rayu Ahmad “Iya sayang, Insyaallah nanti Ibu ceritakan mengenai Grebeg Syawal, tapi setelah Ibu masak untuk makan siang kita” Jawab Ibu dengan mengelus kepala Ahmad Ibu berlalu pergi ke dapur untuk masak makan siang, sedangkan Ahmad masuk kemarnya untuk istirahat. Dua jam berlalu, Ibu sudah selesai masak untuk makan siang. Tiba-tiba terdengar suara salam dari luar rumah. “Assalamu’alaikum w w. Ayah pulang….” Ucap Ayah cukup lantang Mendengar suara salam dari sang Ayah, Ahmad segera bangun dan keluar dari tempat tidur. “Wa’alaikumsalam w w. Yeee…. Ayah pulang, ayo Yah langsung makan kebetulan masakannya udah matang, nanti cerita lagi” Jawab Ahamad merayu “ayo kita makan dulu, habis itu dilanjut cerita Grebeg Syawalnya, lihat tuh anakmu sudah nggak sabaran ndengerin ceritanya” Ajak Ibu
  31. 31. SKI_MTs_IX31 “Ok… Bu…..”. Jawab Anak dan Ayah kompak Tiga puluh menit berlalu “Ayo Bu, Yah ceritain mengenai Grebeg Syawal” Pinta sang Anak “Iya, sabar Nak, orang sabar di sayang Tuhan” rayu Ibu “Ibu lanjut ceritanya ya…... Jadi Grebeg Syawal merupakan tradisi yang dilaksanakan masyarakat Yogyakarta sebagai peringatan hari kemenangan setelah berpuasa Ramadhan penuh.” Jawab Ibu dengan jelas “tepatnya pada tanggal 1 Syawal, nak” tambah Ayah “pada acara tersebut diberi symbol dengan gunungan” “Gunungannya isinya apa saja, Bu….?” Tanya Ahmad dengan penasaran “Gunungan yang nantinya di arak dari depan gerbang pagelaran Keraton- Halaman Masjid Gede Kauman berisi: Sayuran, seperti kacang panjang, cabe, dan sebagainya. Gunungan inilah yang merupakan wujud sedekah yang diberikan keratin kepada rakyatnya” jelas Ibu panjang lebar “oooo…… iya paham-paham” jawab Ahmad dengan mengangguk-angguk “Nak, dari cerita yang tadi sudah Ayah dan Ibu ceritakan di atas panjang lebar, semoga kamu bisa lebih menghargai dan melestraikan tradisi Nusantara yang kita miliki ini. Meskipun di zaman globalisasi yang penuh pengaruh dari Barat sana, tetapi kita harus mampu menempatkan diri kita secara bijak. Ibu ambil salah seorang Walisongo, yaitu Sunan Kalijaga yang berbunyi : “ Anglaras Ilining Banyu, Hangeli Ananging Ora Keli” kurang lebih maknanya adalah kita tetap mengikuti perkembangan zaman, tapi jangan sampai terbawa arus. “ jawab ibu dengan jelas “jadi Nak, kalau bukan kita yang mengahargai dan melestarikan tradisi kita, siapa lagi?” Tambah Ayah “Nah, kebetulan dua minggu lagi acara Sekaten di Yogyakarta dimulai, Insyaallah kalau nggak ada halangan kita sekeluarga bisa kesana untuk liburan. Mau kan?” tawar Ayah dengan menatap Ahamad dan Ibu “Mau! Mau banget Yah… Yeee…….. liburan Ke Jogja” jawab Ahmad dengan penuh kegirangan Langit di luar sudah menunjukan pesona sore yang indah, obrolan keluarga Ahmad pun selesai
  32. 32. SKI_MTs_IX 32 FINISH Acuh Terhadap Tradisi Nusantara Mengapresiasi Tradisi dan Upacara Adat Kesukuan Nusantara Anglaras Ilining Banyu, Angeli Ananging Ora Keli Acara dilaksanakan dari gerbang pagelaran Keraton- Masjid Gede Kauman Grebeg Syawal Dilaksanakan pada tanggal 1 Syawal Peringatan hari kemenangan setelah berpuasa Ramadhan Gunungan berisi : Sayuran, Kacang Panjang, Cabe Gunungan sebagai wujud sedekah keraton kepada rakyatnya Rasa syukur atas kemakmuran dan juga membangun hubungan baik raja dan rayatnya 12 Rabiulawal: mengarak gunungan yang berisi beras ketan, makanan, buah-buahan, dan sayuran (puncak acara) Upaacara dimulai dari Tanggal 5-12 Rabiulawal Kegiatan: Karawitan, Khotbah, Pembacaan Ayat- ayat Al-Qur’an Start Sekaten= Syahadatain Melalui Sekaten banyak Non Muslim Masuk Islam Mari Belajar & Bermain
  33. 33. SKI_MTs_IX 33
  34. 34. SKI_MTs_IX34 Tradisimu adalah tanggungjawabmu EVALUASI Temukan tokoh di lingkungan Anda yang mengapresiasi tradisi dan upacara adat kesukuan. Minimal 3 tokoh! Bentuk apresiasimya seperti apa? Lakukan pengamatan terhadap tradisi yang bernuasnsa Islam di lingkungan Anda, kemudian buatlah laporan mengenai kegiatan tersebut.

×