II. HK. OHM, RANGKAIAN SERI
DAN RANGKAIAN PARALEL
1. HUKUM OHM
Definisi :
• Jika sebuah penghantar atau resistansi atau hantaran
dilewati oleh sebuah arus maka pada kedua u...
1. HUKUM OHM
Secara matematis :

Dimana :
I adalah arus listrik yang mengalir pada suatu penghantar dalam
satuan Ampere.
V...
1. HUKUM OHM
 Hukum ini dicetuskan oleh George Simon Ohm,
seorang fisikawan dari Jerman pada
tahun 1825 dan dipublikasika...
1. 1 Penerapan Hukum Ohm
1. 1 Penerapan Hukum Ohm
Berikut ini contoh penerapan Hukum Ohm
untuk menghidupkan lampu LED.
1. 1 Penerapan Hukum Ohm
2. RANGKAIAN SERI
2.1 DEFINSI
Dua elemen dikatakan terhubung seri jika :
a. Kedua elemen hanya mempunyai satu terminal ber...
2. 1 Definisi
Perhatikan bahwa
resistansi total dari suatu
rangkaian adalah
resistansi dilihat dari
sumber ke dalam
rangka...
2. 2 Karakteristik Rangkaian Seri
• Arus yang mengalir pada masing beban adalah sama.
• Tegangan sumber akan dibagi dengan...
2. 3 CONTOH APLIKASI RANGKAIAN SERI
2.4 Sumber Tegangan Hubungan Seri

• Sumber tegangan dalam
hubungan seri
diperlihatkan pada
gambar, tegangan total
adalah ...
2.5 Hukum Kirchhoff Tentang Tegangan
Definisi :
Jumlah seluruh jatuh potensial /tegangan
/beda potensial pada suatu jerat/...
2.6 Aturan Pembagi Tegangan
• Metode pembagi tegangan adalah suatu cara
untuk menentukan tegangan tanpa mencari
arus terle...
2.6 Aturan Pembagi Tegangan
Definisi :
Tegangan pada sebuah
tahanan dalam rangkaian
seri adalah sama dengan
harga tahanan ...
2.7 Rangkaian Seri Kapasitor
Dalam rangkaian seri, besarnya muatan q pada
setiap plat adalah sama. Dengan menggunakan
hubu...
2.7 Rangkaian Kapasitor Seri
Jadi kapasitansi ekivalennya adalah :

Atau

Kapasitansi seri ekivalen lebih kecil daripada
k...
2.7 Rangkaian Kapasitor Seri
2.8 Rangkaian Induktor Seri
2.9 Latihan Soal
1. Tentukanlah tegangan v1
2.9 Latihan Soal
2. Tentukanlah tegangan yang tidak diketahui
pada gambar dibawah ini :
2.9 Latihan Soal
3. Tentukanlah
tegangan V1 dan V2
untuk rangkaian
gambar disamping
2.9 Latihan Soal
4. Gunakan aturan
pembagi tegangan,
untuk menentukan V1
dan V3 untuk
rangkaian seri pada
gambar disamping
3. RANGKAIAN PARALEL

Definisi
Dua elemen, cabang atau rangkaian
terhubung paralel jika keduanya memiliki dua
titik yang ...
3.1 Definisi
3.2 Karakteristik Rangkaian Paralel
• Arus yang mengalir dalam rangkaian terbagi sesuai banyaknya
cabang dalam rangkaian t...
3.3 Contoh Rangkaian Paralel
3.4 Sumber Tegangan Hubung Paralel
• Sumber tegangan ditempatkan paralel
seperti pada gambar dibawah ini, jika
keduanya me...
3.4 Sumber Tegangan Hubung Paralel
• Alasan utama untuk menempatkan dua atau
lebih baterei terhubung paralel pada tegangan...
3.4 Sumber Tegangan Hubung Paralel
• Jika dua buah baterei
dihubungkan paralel
dengan nilai
nominalnya berbeda
seperti pad...
3.5 Hukum Kirchhoff tentang Arus
• Jumlah arus yang masuk ke satu simpul sama
dengan jumlah arus yang keluar dari simpul
t...
3.5 Hukum Kirchhoff tentang Arus
• Secara matematik dapat dituliskan :
3.6 Aturan Pembagi Arus
• Dua elemen yang besarnya sama terhubung
paralel akan menghasilkan arus yang sama
pula.

• Untuk ...
3.6 Aturan Pembagi Arus
3.7 Rangkaian Paralel Kapasitor
• Jika beberapa kapasitor dihubungkan satu
sama lain dengan cara menghubungkan
keping-kepi...
3.7 Rangkaian Paralel Kapasitor
3.7 Rangkaian Paralel Kapasitor
3.8 Rangkaian Paralel Induktor
3.9 Contoh Soal
1.Tentukanlah arus I3 dan
I4 pada gambar dengan
menggunakan hukum
Kirchhoff.
3.9 Contoh Soal
2. Tentukanlah besar arus
I3,I4,I6 dan I7 dan
arahnya pada gambar
dengan menggunakan
hukum Kirchhoff.
4. Notasi Sumber Tegangan dan Ground
• Simbol untuk hubungan dengan ground
diperlihatkan pada gambar dimana beda
potensial...
4.1 Notasi Sumber Tegangan dan Ground
5. Resistansi Internal Sumber Tegangan
sumber tegangan; apakah generator dc, baterei,
atau suplai yang digunakan pada labo...
5. Resistansi Internal Sumber Tegangan
• Sumber tegangan yang telah dibahas
sebelumnya adalah sumber tegangan ideal
(tanpa...
5. Resistansi Internal Sumber Tegangan
6. Open Circuit & Short Circuit

6.1 Open Circuit (OC)
• Dua titik dikatakan hubung buka (open circuit)
bila tidak ada hub...
6.1 Open Circuit (OC)

Arus yang melalui tahanan
2Ω adalah 5A. Jika
tahanan 2Ω di hubung
singkat maka diperoleh
resistansi...
6.1 Open Circuit (OC)
• Arus maksimum ini hanya dibatasi oleh circuit
breaker atau fuse yang seri dengan sumber.
6.2 Short Circuit (SC)
• Dua titik dikatakan terhubung singkat (short
circuit) bila kedua titik tersebut dihubungkan
bersa...
6.2 Short Circuit (SC)
• Tegangan pada terminal open circuit adalah
sama dengan tegangan suplai, tetapi arus yang
mengalir...
6.3 Contoh Soal
1. Tentukanlah tegangan Vab dan Vcd rangkaian
2. Tentukanlah tegangan dan arus yang tidak
diketahui

Conto...
7. Konduktansi dan Resistansi Total

7.1 Konduktansi (G)
• Konduktansi, G, didefinisikan sebagai ukuran
kemampuan suatu ba...
7.1 Konduktansi
• Walaupun satuan SI untuk konduktansi adalah
siemens dan hampir diterima di seluruh dunia,
tetapi buku-bu...
7.2 Resistansi Total
• Resistansi total dari resistor yang terhubung
paralel nilainya selalu lebih kecil dari nilai
resist...
7.2 Resistansi Total
• Untuk konduktansi kita dapat tuliskan,
GT = N G
• Untuk dua buah resistor terhubung paralel;

• Unt...
8. Teknik Pengukuran
• Hubungan voltmeter untuk memperoleh
pembacaan positif
8. Teknik Pengukuran
• Hubungan ammeter untuk memperoleh
pembacaan positif
8. Teknik Pengukuran
• (a) Mengukur tegangan tanpa beban E;
• (b) mengukur arus short-circuit
9. Regulasi Tegangan

• semakin kecil regulasi tegangan semakin
kecil pula perubahan tegangan terhadap
perubahan beban.
9. Regulasi Tegangan
• Regulasi tegangan dapat dituliskan pula
sebagai berikut :

• semakin kecil resistansi internal untu...
10. Resistansi Internal Sumber Tegangan
sumber tegangan; apakah generator dc, baterei,
atau suplai yang digunakan pada lab...
10. Resistansi Internal Sumber Tegangan
• Sumber tegangan yang telah dibahas
sebelumnya adalah sumber tegangan ideal
(tanp...
10. Resistansi Internal Sumber Tegangan
11. LATIHAN SOAL-SOAL
1. Tentukanlah Lek

2. Tentukanlah Cek
11. LATIHAN SOAL-SOAL
3. Tentukan Resistansi total.
4. Tentukanlah V1 pada rangkaian berikut

Contoh soal no 3

Contoh soa...
11. LATIHAN SOAL-SOAL
5. Tentukanlah arus I1,I2,dan I3
6. Tentukanlah resistansi R1

Contoh soal no 5

Contoh soal no 6
11. LATIHAN SOAL-SOAL
7. Tentukanlah resistansi total
8. Tentukanlah arus i1

Contoh soal no 7

Contoh soal no 8
11. LATIHAN SOAL-SOAL
9. Tentukanlah tegangan Vab
10. Tentukanlah arus i1 dan i2

Contoh soal no 9

Contoh soal no 10
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Presentation2

584 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
584
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
15
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Presentation2

  1. 1. II. HK. OHM, RANGKAIAN SERI DAN RANGKAIAN PARALEL
  2. 2. 1. HUKUM OHM Definisi : • Jika sebuah penghantar atau resistansi atau hantaran dilewati oleh sebuah arus maka pada kedua ujung penghantar tersebut akan muncul beda potensial, atau Hukum Ohm • menyatakan bahwa tegangan melintasi berbagai jenis bahan penghantar adalah berbanding lurus dengan arus yang mengalir melalui bahan tersebut.
  3. 3. 1. HUKUM OHM Secara matematis : Dimana : I adalah arus listrik yang mengalir pada suatu penghantar dalam satuan Ampere. V adalah tegangan listrik yang terdapat pada kedua ujung penghantar dalam satuan volt. R adalah nilai hambatan listrik (resistansi) yang terdapat pada suatu penghantar dalam satuan ohm.
  4. 4. 1. HUKUM OHM  Hukum ini dicetuskan oleh George Simon Ohm, seorang fisikawan dari Jerman pada tahun 1825 dan dipublikasikan pada sebuah paper yang berjudul The Galvanic Circuit Investigated Mathematically pada tahun 1827.  Berdasarkan hukum Ohm, 1 Ohm didefinisikan sebagai hambatan yang digunakan dalam suatu rangkaian yang dilewati kuat arus sebesar 1 Ampere dengan beda potensial 1 Volt.
  5. 5. 1. 1 Penerapan Hukum Ohm
  6. 6. 1. 1 Penerapan Hukum Ohm Berikut ini contoh penerapan Hukum Ohm untuk menghidupkan lampu LED.
  7. 7. 1. 1 Penerapan Hukum Ohm
  8. 8. 2. RANGKAIAN SERI 2.1 DEFINSI Dua elemen dikatakan terhubung seri jika : a. Kedua elemen hanya mempunyai satu terminal bersama. b. Titik bersama antara elemen tidak terhubung ke elemen yang lain
  9. 9. 2. 1 Definisi Perhatikan bahwa resistansi total dari suatu rangkaian adalah resistansi dilihat dari sumber ke dalam rangkaian kombinasi seperti yang ditunjukkan pada Gambar.
  10. 10. 2. 2 Karakteristik Rangkaian Seri • Arus yang mengalir pada masing beban adalah sama. • Tegangan sumber akan dibagi dengan jumlah tahanan seri jika besar tahanan sama. • Jumlah penurunan tegangan dalam rangkaian seri dari masing-masing tahanan seri adalah sama dengan tegangan total sumber tegangan. • Banyak beban listrik yang dihubungkan dalam rangkaian seri, tahanan total rangkaian menyebabkan naiknya penurunan arus yang mengalir dalam rangkaian. • Arus yang mengalir tergantung pada jumlah besar tahanan beban dalam rangkaian. • Jika salah satu beban atau bagian dari rangkaian tidak terhubung atau putus, aliran arus terhenti.
  11. 11. 2. 3 CONTOH APLIKASI RANGKAIAN SERI
  12. 12. 2.4 Sumber Tegangan Hubungan Seri • Sumber tegangan dalam hubungan seri diperlihatkan pada gambar, tegangan total adalah : • Etot = E1 + E2 + E3 = 10 + 6 + 2 = 18 volt • Etot = E2 + E3 – E1 = 9 + 3 - 4 = 8 volt
  13. 13. 2.5 Hukum Kirchhoff Tentang Tegangan Definisi : Jumlah seluruh jatuh potensial /tegangan /beda potensial pada suatu jerat/loop sama dengan nol Secara matematis :
  14. 14. 2.6 Aturan Pembagi Tegangan • Metode pembagi tegangan adalah suatu cara untuk menentukan tegangan tanpa mencari arus terlebih dahulu. • Aturannya dapat diturunkan dari rangkaian pada gambar RT = R1 + R2 dan I = E / RT • Gunakan hukum Ohm,
  15. 15. 2.6 Aturan Pembagi Tegangan Definisi : Tegangan pada sebuah tahanan dalam rangkaian seri adalah sama dengan harga tahanan tersebut dikalikan dengan tegangan total yang digunakan pada elemen seri dibagi dengan hambatan total elemen seri. Bentuk umum aturan pembagi tegangan adalah
  16. 16. 2.7 Rangkaian Seri Kapasitor Dalam rangkaian seri, besarnya muatan q pada setiap plat adalah sama. Dengan menggunakan hubungan q = CV untuk setiap kapsitor, diperoleh V1 = q/C1, V2 = q/C2 dan V3 = q/C3, adalah perbedaan potensial untuk kombinasi seri tersebut.
  17. 17. 2.7 Rangkaian Kapasitor Seri Jadi kapasitansi ekivalennya adalah : Atau Kapasitansi seri ekivalen lebih kecil daripada kapasitansi terkecil dalam suatu rangkaian
  18. 18. 2.7 Rangkaian Kapasitor Seri
  19. 19. 2.8 Rangkaian Induktor Seri
  20. 20. 2.9 Latihan Soal 1. Tentukanlah tegangan v1
  21. 21. 2.9 Latihan Soal 2. Tentukanlah tegangan yang tidak diketahui pada gambar dibawah ini :
  22. 22. 2.9 Latihan Soal 3. Tentukanlah tegangan V1 dan V2 untuk rangkaian gambar disamping
  23. 23. 2.9 Latihan Soal 4. Gunakan aturan pembagi tegangan, untuk menentukan V1 dan V3 untuk rangkaian seri pada gambar disamping
  24. 24. 3. RANGKAIAN PARALEL Definisi Dua elemen, cabang atau rangkaian terhubung paralel jika keduanya memiliki dua titik yang sama
  25. 25. 3.1 Definisi
  26. 26. 3.2 Karakteristik Rangkaian Paralel • Arus yang mengalir dalam rangkaian terbagi sesuai banyaknya cabang dalam rangkaian tersebut. • Besarnya Tegangan setiap cabang sama besar. • Rangkaian paralel digunakan untuk memperoleh hambatan yang lebih kecil. • Besarnya Arus dalam rangkaian dipengaruhi oleh besarnya hambatan. • Pada tahanan terbesar mengalir arus terkecil dan pada tahanan terkecil mengalir arus terbesar. • Tahanan total lebih kecil dari tahanan bagian / cabang yang terkecil. • Arus total adalah sama dengan jumlah arus-arus bagian (cabang).
  27. 27. 3.3 Contoh Rangkaian Paralel
  28. 28. 3.4 Sumber Tegangan Hubung Paralel • Sumber tegangan ditempatkan paralel seperti pada gambar dibawah ini, jika keduanya memiliki tegangan nominal yang sama.
  29. 29. 3.4 Sumber Tegangan Hubung Paralel • Alasan utama untuk menempatkan dua atau lebih baterei terhubung paralel pada tegangan terminal yang sama adalah untuk meningkatkan arus nominal dari sumber dengan demikian daya juga bertambah. • Gambar di atas, dimana arus nominal dari kombinasi ditentukan oleh IS = I1 + I2 pada tegangan terminal yang sama. • Daya nominal yang diperoleh adalah dua kali dengan satu suplai.
  30. 30. 3.4 Sumber Tegangan Hubung Paralel • Jika dua buah baterei dihubungkan paralel dengan nilai nominalnya berbeda seperti pada gambar adalah tidak efektif karena akan saling mempengaruhi sehingga akan diperoleh tegangan terminal yang lebih rendah.
  31. 31. 3.5 Hukum Kirchhoff tentang Arus • Jumlah arus yang masuk ke satu simpul sama dengan jumlah arus yang keluar dari simpul tersebut atau dengan kata lain jumlah arus pada simpul sama dengan nol • Perkatan masuk dalam hal ini adalah arus yang mengalir menuju simpul atau menjauhi/keluar dari simpul. Arus yang menuju simpul di asumsikan positif dan yang keluar dari simpul adalah negatif
  32. 32. 3.5 Hukum Kirchhoff tentang Arus • Secara matematik dapat dituliskan :
  33. 33. 3.6 Aturan Pembagi Arus • Dua elemen yang besarnya sama terhubung paralel akan menghasilkan arus yang sama pula. • Untuk elemen yang terhubung paralel dengan besar yang berbeda akan menghasilkan arus yang lebih besar untuk nilai R yang kecil.
  34. 34. 3.6 Aturan Pembagi Arus
  35. 35. 3.7 Rangkaian Paralel Kapasitor • Jika beberapa kapasitor dihubungkan satu sama lain dengan cara menghubungkan keping-keping yang bermuatan sejenis secara berjajar, maka hubungan tersebut dinamakan hubungan.
  36. 36. 3.7 Rangkaian Paralel Kapasitor
  37. 37. 3.7 Rangkaian Paralel Kapasitor
  38. 38. 3.8 Rangkaian Paralel Induktor
  39. 39. 3.9 Contoh Soal 1.Tentukanlah arus I3 dan I4 pada gambar dengan menggunakan hukum Kirchhoff.
  40. 40. 3.9 Contoh Soal 2. Tentukanlah besar arus I3,I4,I6 dan I7 dan arahnya pada gambar dengan menggunakan hukum Kirchhoff.
  41. 41. 4. Notasi Sumber Tegangan dan Ground • Simbol untuk hubungan dengan ground diperlihatkan pada gambar dimana beda potensial adalah 0 volt.
  42. 42. 4.1 Notasi Sumber Tegangan dan Ground
  43. 43. 5. Resistansi Internal Sumber Tegangan sumber tegangan; apakah generator dc, baterei, atau suplai yang digunakan pada laboratorium yang diperlihatkan pada gambar (a) akan memiliki resistansi internal dan rangkaian ekivalen ketiga sumber tegangan tersebut digambarkan seperti pada gambar (b).
  44. 44. 5. Resistansi Internal Sumber Tegangan • Sumber tegangan yang telah dibahas sebelumnya adalah sumber tegangan ideal (tanpa resistansi internal) seperti yang diperlihatkan pada gambar a. • Pada gambar b diperhitungkan pengaruh dari resistansi internal, tegangan output akan E volt jika IL=0 (tanpa beban). • Bila sebuah beban dihubungkan ke rangkaian seperti pada gambar c, tegangan output dari sumber tegangan akan menurun karena terjadi drop tegangan pada resistansi internal
  45. 45. 5. Resistansi Internal Sumber Tegangan
  46. 46. 6. Open Circuit & Short Circuit 6.1 Open Circuit (OC) • Dua titik dikatakan hubung buka (open circuit) bila tidak ada hubungan antara kedua titik tersebut, sehingga rangkaian dapat dikatakan terputus (lihat gambar), dengan demikian • resistansi antara dua titik besar (∞) • tidak ada arus yang mengalir antara dua titik tersebut
  47. 47. 6.1 Open Circuit (OC) Arus yang melalui tahanan 2Ω adalah 5A. Jika tahanan 2Ω di hubung singkat maka diperoleh resistansi total sama dengan 0, dengan demikian arus akan besar.
  48. 48. 6.1 Open Circuit (OC) • Arus maksimum ini hanya dibatasi oleh circuit breaker atau fuse yang seri dengan sumber.
  49. 49. 6.2 Short Circuit (SC) • Dua titik dikatakan terhubung singkat (short circuit) bila kedua titik tersebut dihubungkan bersama dengan suatu penghantar yang memiliki resistansi sangat rendah ( ≈ 0) (lihat gambar ). • Dengan demikian tegangan pada titik tersebut V= I 0 = 0 volt • Arus yang mengalir pada titik tersebut sangat besar (IHS)
  50. 50. 6.2 Short Circuit (SC) • Tegangan pada terminal open circuit adalah sama dengan tegangan suplai, tetapi arus yang mengalir sama dengan nol karena rangkaian terbuka
  51. 51. 6.3 Contoh Soal 1. Tentukanlah tegangan Vab dan Vcd rangkaian 2. Tentukanlah tegangan dan arus yang tidak diketahui Contoh soal no 1 Contoh soal no 2
  52. 52. 7. Konduktansi dan Resistansi Total 7.1 Konduktansi (G) • Konduktansi, G, didefinisikan sebagai ukuran kemampuan suatu bahan untuk mengalirkan muatan dan dalam standar SI mempunyai satuan siemens (S). • Nilai konduktansi yang besar menunjukkan bahwa bahan tersebut mampu mengkonduksikan arus dengan baik, tetapi nilai konduktansi yang rendah menunjukkan bahan itu susah mengalirkan muatan. • Secara matematis, konduktansi merupakan kebalikan dari resistansi. Jadi : G = 1/R [siemens, S] dimana R adalah resistansi, dalam ohm (Ω).
  53. 53. 7.1 Konduktansi • Walaupun satuan SI untuk konduktansi adalah siemens dan hampir diterima di seluruh dunia, tetapi buku-buku dan catatan yang lama masih menyatakan satuan konduktansi dalam mho (ejaan ohm dibalik) dan mempunyai lambang omega terbalik (ʊ) sebagai simbolnya. • Dalam kasus ini, hubungannya: 1 ʊ=1S • Untuk elemen-elemen yang terhubung paralel, total konduktansi adalah penjumlahan dari konduktansi-konduktansi individu
  54. 54. 7.2 Resistansi Total • Resistansi total dari resistor yang terhubung paralel nilainya selalu lebih kecil dari nilai resistor yang terkecil. • Untuk nilai resistor yang sama terhubung paralel persamaan menjadi lebih mudah. Untuk N resistor yang sama terhubung paralel persamaannya menjadi
  55. 55. 7.2 Resistansi Total • Untuk konduktansi kita dapat tuliskan, GT = N G • Untuk dua buah resistor terhubung paralel; • Untuk tiga buah resistor terhubung paralel
  56. 56. 8. Teknik Pengukuran • Hubungan voltmeter untuk memperoleh pembacaan positif
  57. 57. 8. Teknik Pengukuran • Hubungan ammeter untuk memperoleh pembacaan positif
  58. 58. 8. Teknik Pengukuran • (a) Mengukur tegangan tanpa beban E; • (b) mengukur arus short-circuit
  59. 59. 9. Regulasi Tegangan • semakin kecil regulasi tegangan semakin kecil pula perubahan tegangan terhadap perubahan beban.
  60. 60. 9. Regulasi Tegangan • Regulasi tegangan dapat dituliskan pula sebagai berikut : • semakin kecil resistansi internal untuk beban sama, semakin kecil regulasi dan lebih mendekati output yang ideal.
  61. 61. 10. Resistansi Internal Sumber Tegangan sumber tegangan; apakah generator dc, baterei, atau suplai yang digunakan pada laboratorium yang diperlihatkan pada gambar (a) akan memiliki resistansi internal dan rangkaian ekivalen ketiga sumber tegangan tersebut digambarkan seperti pada gambar (b).
  62. 62. 10. Resistansi Internal Sumber Tegangan • Sumber tegangan yang telah dibahas sebelumnya adalah sumber tegangan ideal (tanpa resistansi internal) seperti yang diperlihatkan pada gambar a. • Pada gambar b diperhitungkan pengaruh dari resistansi internal, tegangan output akan E volt jika IL=0 (tanpa beban). • Bila sebuah beban dihubungkan ke rangkaian seperti pada gambar c, tegangan output dari sumber tegangan akan menurun karena terjadi drop tegangan pada resistansi internal
  63. 63. 10. Resistansi Internal Sumber Tegangan
  64. 64. 11. LATIHAN SOAL-SOAL 1. Tentukanlah Lek 2. Tentukanlah Cek
  65. 65. 11. LATIHAN SOAL-SOAL 3. Tentukan Resistansi total. 4. Tentukanlah V1 pada rangkaian berikut Contoh soal no 3 Contoh soal no 4
  66. 66. 11. LATIHAN SOAL-SOAL 5. Tentukanlah arus I1,I2,dan I3 6. Tentukanlah resistansi R1 Contoh soal no 5 Contoh soal no 6
  67. 67. 11. LATIHAN SOAL-SOAL 7. Tentukanlah resistansi total 8. Tentukanlah arus i1 Contoh soal no 7 Contoh soal no 8
  68. 68. 11. LATIHAN SOAL-SOAL 9. Tentukanlah tegangan Vab 10. Tentukanlah arus i1 dan i2 Contoh soal no 9 Contoh soal no 10

×