Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Ilmu penyakit unggas

14,501 views

Published on

Penyakit pada unggas

  • Follow the link, new dating source: ❤❤❤ http://bit.ly/2ZDZFYj ❤❤❤
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • Dating direct: ♥♥♥ http://bit.ly/2ZDZFYj ♥♥♥
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here

Ilmu penyakit unggas

  1. 1. ILMU KESEHATAN TERNAK ILMU PENYAKIT UNGGAS DRH. FARIDA NUR YULIATI, M.Si.
  2. 2. ILMU PENYAKIT UNGGAS SEHAT menurut Kesmavet: 1. Bebas dari penyakit menular/tidak menular 2. Bebas penyakit zoonosis 3. Tidak mengandung bahan berbahaya bila sebagai bahan pangan 4. Mampu berproduksi secara optimal
  3. 3. PENGENDALIAN PENYAKIT 1. Tindak karantina 2. Vaksinasi atau pencegahan penyakit 3. Penyidikan prevalensi penyakit 4. Monitoring penyakit 5. Pengobatan
  4. 4. PEMBERANTASAN PENYAKIT 1. Penutupan daerah tertular 2. Pemberantasan vektor 3. Pengobatan 4. Isolasi dan observasi 5. Eliminasi 6. Pemotongan bersyarat 7. Vaksinasi massal
  5. 5. PENYAKIT PADA UNGGAS A. Disebabkan oleh VIRUS 1. Avian influenza (AI) 2. Infectious Bursal Disease/IBD/Gumboro 3. Infectious Laryngotracheitis (ILT) 4. Newcastle Disease /ND/Tetelo 5. Infectious Bronchitis/IB 6. Cacar ayam/Fowl Pox 7. Marek Disease 8. Sindroma kepala bengkak/Swollen Head Syndrome 9. Kerabang telur lembek/Egg Drop Syndrome/
  6. 6. PENYAKIT PADA UNGGAS… B. Disebabkan oleh BAKTERI 1. Pullorum 2. Infectious Coryza/Snot/pilek ayam 3. Chronic Respiratory Disease/CRD 4. Kolera unggas/ Fowl cholera 5. Kolibasilosis unggas 6. Tuberkulosis unggas/Avian tuberculosis/TBC
  7. 7. PENYAKIT PADA UNGGAS… C. Disebabkan oleh PARASIT a. Disebabkan oleh PROTOZOA 1. Koksidiosis/Berak darah 2. Malaria unggas/ Infeksi Plasmodium 3. Leucocytozoonosis b. Disebabkan oleh CACING 1. Cacing gilig (Ascaris) 2. Cacing Usus buntu (Heterakis gallinae) 3. Cacing Menganga (Syngamus trachealis) 4. Cacing pita (Raillietina cesticillus)
  8. 8. PENYAKIT PADA UNGGAS… C. Disebabkan oleh PARASIT a. Disebabkan oleh PARASIT LUAR 1. Kutu unggas 2. Tungau ayam 2.1. Tungau merah (Dermanyssus gallinae) 2.2. Gurem (Ornythonyssus bursa) 2.3. Caplak unggas (Argas robertsi) 2.4. Kutu sisik kaki (Scaly-Leg Mites)
  9. 9. PENYAKIT PADA UNGGAS… D. Disebabkan oleh CENDAWAN 1. Aspergilosis/ Mycotic Pneumonia 2. Kandidiasis/Moniliasis 3. Jengger putih/Favus/ Avian Ringworm E. Disebabkan oleh RACUN dan FAKTOR LAIN 1. Aflatoksikosis/ keracunan kacang 2. Botulisme/ Limberneck 3. Bubul/ Bumblefoot
  10. 10. AVIAN INFLUENZA (AI) Avian influenza: Merupakan penyakit pd unggas, termasuk ayam yg disebabkan virus influenza tipe A (di Indonesia serotipe H5N1) Flu burung: Penyakit pd manusia yg ada hubungannya dengan virus asal unggas (burung)
  11. 11. PENYEBAB Family : Orthomyxoviridae Genus : Virus influenza tipe A - Hemaglutinin (H) : 1 – 15 - Neuraminidase (N) : 1 – 9 Mudah mutasi Tingkat keganasan virus: - Low pathogenic (LPAI) - Highly pathogenic (HPAI) Epidemiologi: sangat menular
  12. 12. PENULARAN Horizontal: - langsung: kontak dg ayam sakit (sekresi unggas terinfeksi terutama feses) - tidak langsung: pakan, air minum, pekerja kandang, peti telur, peralatan, alat transportasi dll yg tercemar virus Bebek & burung laut yg terlihat sehat, dapat menularkan virus Zoonosis: Penyakit yg bisa menular dari hewan ke manusia
  13. 13. SUMBER VIRUS - Ayam sakit - Leleran tubuh (hidung, mata, mulut) - Kotoran/feses - Unggas lain yg tertular AI - Burung puyuh - Itik, angsa, burung liar/peliharaan - Babi - Manusia/pekerja/pemilik ternak yg tercemar virus AI
  14. 14. SUMBER VIRUS… - - Petugas lapangan distributor sapronak/pronak/sarana kesehatan unggas - Pengendara Peralatan/perlengkapan peternakan yg tercemar virus AI - Rak telur/peti telur - Kendaraan
  15. 15. GEJALA… - Kelesuan yg parah - Jengger, pial & kulit perut yg tdk ditumbuhi bulu sianosis (berwarna biru keunguan) - Bengkak di mata dan kepala/udema wajah - Kadang ada cairan dari mata & hidung - Perdarahan subkutan - Petechiae (bintik merah) di dada, kaki & telapak kaki. - Batuk, bersin dan ngorok - Penurunan produksi telur - Diare - HPAI: mortalitas & morbiditas tinggi - LPAI: mortalitas rendah, morbiditas tinggi
  16. 16. TINDAKAN - Administrasi - Lapor ke dinas terkait, peneguhan diagnosa ke laboratorium Penanggulangan/Pencegahan AI: 1. Penerapan biosekuriti 2. Pemusnahan unggas selektif (depopulasi & disposal) di peternakan tertular 3. Vaksinasi
  17. 17. TINDAKAN… Penanggulangan/pencegahan AI… 4. Pengendalian lalu lintas hewan 5. Surveilans & penelusuran 6. Peningkatan kesadaran masyarakat 7. Pengisian kembali unggas (restocking) 8. Pemusnahan unggas secara menyeluruh (stamping out) di daerah tertular baru. 9. Monitoring, pelaporan & evaluasi
  18. 18. BIOSEKURITI Semua tindakan pertahanan pertama utk pengendalian wabah, mencegah semua kemungkinan kontak/penularan dg peternakan tertular & mencegah penyebaran penyakit
  19. 19. BIOSEKURITI… TINDAKAN BIOSEKURITI: 1. Tindak karantina/isolasi peternakan tertular & lokasi tempat penampungan unggas yg tertular oleh dinas peternakan & kesehatan hewan setempat 2. Mensucihamakan secara tepat & cermat terhadap: pakan, tempat pakan/air minum, semua peralatan, pakaian pekerja kandang, alas kaki, kendaraan & bahan lain yg tercemar, bangunan kandang yg bersentuhan dg unggas, permukaan jalan, menuju peternakan/kandang/tempat penampungan unggas.  DESINFEKSI
  20. 20. PENYAKIT GUMBORO GUMBORO = Infectious Bursal Disease (IBD), Infectious Avian Nephrosis Adalah: Suatu penyakit menular akut pada ayam muda umur 2,5 – 14 minggu, tanda khas pembengkakan bursa fabricius, proliferasi & nekrosa sampai mendarah pd jaringan limfoid, degenerasi ginjal, diare, nafsu makan hilang, inkoordinasi, kelemahan diikuti kematian Morbiditas bisa 100%, mortalitas ayam muda 5 -15%, umur 3 – 4 minggu 20%, makin tua makin turun mortalitasnya. Efek samping: pembentukan kekebalan tubuh turun karena bursa fabricius rusak.
  21. 21. PENYEBAB Virus Infectious Bursal Disease /IBD, golongan Diploma, famili Reoviridae, virus RNA, virus mati suhu 60 oC selama 90 menit. EPIZOOTIOLOGI Terdapat di seluruh dunia, di Indonesia th 1974 HEWAN RENTAN Ayam pedaging & petelur umur muda (2,5 – 14 minggu)
  22. 22. GEJALA Masa inkubasi: 3 – 4 hari - Nafsu makan hilang - Lemah - Dehidrasi (kurang cairan) - Inkoordinasi - Merejan - Kadang bulu sekitar anus kotor - Radang sekitar dubur - Diare - Gemetar diikuti kematian
  23. 23. PASCAMATI Perbarahan & bengkak bursa fabricius ada eksudat purulen & mendarah. Ginjal bengkak, hati hitam, perdarahan otot. BAHAN PEMERIKSAAN Ayam sakit: bursa, limpa, hati, ginjal, paru-paru  Gliserin + NaCl masukkan termos + es. Pemeriksaan histopatologi: bursa, limpa + formalin 10%.
  24. 24. TINDAKAN 1. Administrasi: - lapor dinas peternakan - peneguhan diagnosa oleh laboratorium berwenang 2. Pencegahan: - Vaksinasi anak ayam & menjelang bertelur - Biosekuriti
  25. 25. INFECTIOUS LARYNGOTRACHEITIS (ILT) ILT adalah penyakit unggas akut & sangat menular, ditandai dg kelainan pernapasan, penyebaran cepat, mortalitas tinggi, umumnya menyerang ayam diatas umur 5 minggu. Mortalitas 10 – 70%, morbiditas 100% Dapat sembuh setelah 5 – 6 hari, produksi telur turun 10 – 20%
  26. 26. PENYEBAB Virus ILT, virus herpes, famili Herpetoviridae, virus DNA. Masa inkubasi 6 – 12 hari. Kekebalan infeksi alami selama 1 tahun, kekebalan karena vaksinasi 2 – 12 bulan. HEWAN RENTAN Ayam berumur diatas 5 minggu. Paling rentan berumur 14 minggu atau lebih.
  27. 27. PENULARAN - - Kontak langsung dg ayam sakit Tak langsung dg benda/alat/orang yang tercemar virus ILT Ayam sembuh: carrier/pembawa penyakit selama 24 bulan GEJALA Mata basah berair, batuk, bersin. Lendir berdarah ditemukan di dinding & lantai krn mengibaskan kepala utk mengeluarkan lendir.
  28. 28. PASCAMATI Trachea kemerahan, eksudat + darah, ada gumpalan perkejuan TINDAKAN PENGENDALIAN Ayam dimusnahkan
  29. 29. NEWCASTLE DISEASE (ND = TETELO) ND= avian distemper = avian pneumoencephalitis = avian pest adalah suatu penyakit pernapasan dan sistemik, diikuti gangguan saraf + diare, akut dan mudah sekali menular (infecsious), disebabkan oleh virus ND dan menyerang unggas, terutama ayam. Keganasan (virulensi): sangat tinggi (velogenik), cukup tinggi (mesogenik) atau sangat rendah (lentogenik). Dilaporkan 1926 di Indonesia (Jawa), 1929 di Newcastle, Inggris.
  30. 30. Kerugian: 1. Morbiditas dan mortalitas tinggi 2. Penurunan produksi telur (kuantitas & kualitas) 3. Penurunan daya tetas 4. Menghambat pertumbuhan 5. Biaya penanggulangan penyakit tinggi 6. Mendukung timbulnya penyakit pernapasan lainnya PENYEBAB Virus ND, genus Avian Paramyxovirus, famili Paramyxoviridae, virus RNA, bentuk bulat, diameter 100 – 200 nanometer (nm), 1 nm = 10-9 m
  31. 31. Virus ND: - mengaglutinasi sel darah merah (hemaglutinasi) - menghasilkan toksin & hemolisin - inaktif oleh panas, radiasi UV, pH, bahan kimia (formalin, pnenol, KMn O4). - Tahan berbulan-bulan pd karkas beku, Tahan 2 bln suhu 22-28 oC Tabel 1. Strain ND No Strain Kematian 1 Velogenik tipe Asia 80 – 100% (paling ganas) 2 Velogenik tipe Amerika 60 – 80% 3 Mesogenik 10% 4 Lentogenik Asimptomatis (tanpa gejala)
  32. 32. Untuk pembuatan vaksin: 1. Strain mesogenik: Kumarov, Mutkeswar, Roikin 2. Strain lentogenik: La sota, B1, F EPIZOOTIOLOGI Semua daerah di Indonesia tertular Hewan rentan: ayam, itik, kalkun, angsa. Burung merpati sumber penularan virus PENULARAN Masa inkubasi 2 – 15 hari, rata-rata 6 hari Langsung: kontak dengan ayam sakit (pernapasan, pencernaan) Tidak langsung: melalui bahan, alat, makanan, litter atau pekerja yang tercemar virus dari lendir, feses, urine
  33. 33. GEJALA 4 BENTUK: 1.VELOGENIK VISCEROTROPIK (VVND) = bentuk ASIA = bentuk PENCERNAAN - nafsu makan hilang, - konsumsi air turun, - lemah, lesu, produksi telur turun drastis - mencret berwarna kehijauan - sesak napas, megap-megap, - edema daerah fasial dan kepala - menjelang kematian tremor (gemetar) otot, tortikolis (kepala terputar), paralisis (lumpuh) kaki & sayap - Mortalitas 80 - 100% pd kelompok ayam peka
  34. 34. GEJALA KLINIK 2. VELOGENIK NEUROTROPIK (NVND) = bentuk AMERIKA = bentuk SARAF - gangguan pernapasan berat & mendadak, - diikuti gangguan saraf 1- 2 hari berikutnya - produksi telur turun drastis, kerabang kasar, albumin encer - biasanya tidak diare - Morbiditas tinggi, mortalitas rendah
  35. 35. 3. Bentuk MESOGENIK - - - Gangguan pernapasan Produksi telur turun Mortalitas rendah 4. Bentuk LENTOGENIK Asimptomatis Ayam muda yang peka, bisa gangguan pernapasan PERUBAHAN PATOLOGI Nekrosis & hemoragik saluran pencernaan: proventrikulus, ventrikulus, duodenum, sekum, usus besar Trakea hemoragik & kongesti Folikel ovarium hemoragik
  36. 36. TINDAKAN 1. ADMINISTRASI - lapor dinas terkait & peneguhan diagnosa laboratorium 2. PENGENDALIAN & PENCEGAHAN - vaksinasi  penting - sanitasi & desinfeksi (biosekuriti), kapur, NaOH 2%, formalin 1-2% - tatalaksana: karung bekas jangan dipakai untuk tempat pakan - ayam mati: dibakar, dikubur - telur jangan untuk telur tetas. DAGING boleh dijual/dikonsumsi bersyarat
  37. 37. INFECTIOUS BRONCHITIS = IB Adalah penyakit saluran pernapasan ayam, disebabkan virus IB, akut, sangat menular, sesak napas/ngorok pada ayam muda, batuk, bersin. Penurunan produksi telur drastis. PENYEBAB Virus IB, genus Coronavirus, famili Coronaviridae, virus RNA. Di Indonesia 1977 (IPB) Hewan rentan: ayam PENULARAN Masa inkubasi 18 - 36 jam. Langsung: kontak leleran/saluran napas & feses. Melalui udara yang tercemar virus IB.
  38. 38. GEJALA - Gangguan napas (napas lewat mulut) - batuk, bersin, ngorok basah (bunyi cairan) - Leleran hidung - Mata berair - Kadang sinus bengkak - Konsumsi pakan & pertambahan berat badan turun, lesu - Kerabang tipis, pucat, mudah retak, bentuk abnormal, - Produksi telur turun, albumin encer Patologi Anatomi Bronchitis, tracheitis.
  39. 39. TINDAKAN - - Administrasi - Tidak dapat diobati - Vaksinasi Biosekuriti ketat (sanitasi & desinfeksi) Isolasi & pembatasan lalu lintas ternak - Tatalaksana/manajemen optimal Daging boleh dikonsumsi, bersyarat.
  40. 40. CACAR AYAM = FOWL POX Adalah penyakit menular pada ayam, penyebaran Lambat dengan pertumbuhan proliteratif pada bagian tidak berbulu dan bercak perkejuan di selaput lendir mulut Mortalitas: rendah (1-2%) PENYEBAB Virus cacar ayam, famili Poxviridae, virus DNA HEWAN RENTAN: semua unggas pd semua umur, terutama ayam & kalkun
  41. 41. PENULARAN Masa inkubasi 6 – 14 hari Langsung: kontak dengan luka di kulit Tidak langsung: melalui udara, melalui pakan tercemar virus, vektor (nyamuk). GEJALA * Papula kecil berwarna kelabu  di kulit tidak berbulu  radang  keropeng  berdarah * Bercak kuning pada selaput lendir mulut dan laryngx:  menyumbat hidung  ayam mati karena sesak napas
  42. 42. TINDAKAN 1. PENCEGAHAN * sanitasi * isolasi * vaksinasi 2. PENGENDALIAN * isolasi hewan sakit * mencegah infeksi sekunder  antibiotika * vitamin Daging: boleh dikonsumsi dengan syarat  mulut, kerongkongan, esophagus  dibuang
  43. 43. PENYAKIT MAREK (Marek Disease) = Leukosis Saraf = Leukosis Akuta = Range Paralisis Marek adalah penyakit menular pada ayam, disebabkan virus Herpes, dengan proliferasi dan infiltrasi sel limfosit pada syaraf dan jaringan tubuh lainnya. PENYEBAB Virus marek, virus herpes tipe B, famili Herpetoviridae, Virus DNA. Hewan rentan: anak ayam 2-16 minggu (< 3 minngu)
  44. 44. PENULARAN Kontak langsung dan tidak langsung. Terutama melalui udara dalam kandang ayam, bulu, debu kandang, tinja dan air liur GEJALA Saraf  Pincang (kelemahan alat gerak), kelumpuhan - leher tortikolis, mencret, sesak napas - sayap menggantung, sempoyongan, - kurus, pucat, lemah
  45. 45. GEJALA… - folikel bulu melebar - mata kelabu (iris) dengan permukaan tidak teratur dan pupil menyempit Pertumbuhan tumor pada saraf, otak dan alat visceral (hati, limpa, testis, indung telur, ginjal, jantung, paru, alat pencernaan, penggantung usus, pancreas) kulit, otot, mata.
  46. 46. TINDAKAN • • • ADMINISTRASI PENCEGAHAN - Vaksinasi, sanitasi, - Mencegah stres, ventilasi baik PENGENDALIAN DAN PEMBERANTASAN - Mati  dibakar, dikubur • PENGOBATAN: tidak efektif Perlakuan pemotongan: Tumor parah: daging tidak layak dikonsumsi
  47. 47. PENYAKIT PULLORUM = Penyakit berak putih = Bacillary White Diarrhea Pullorum adalah penyakit menular pd ayam yang menimbulkan kerugian ekonomi besar, disebabkan oleh bakteri Salmonella, menyerang semua umur, angka kematian dapat mencapai 85% pada anak ayam. Kerugian: 1. Penurunan produksi telur 2. Penurunan daya tetas 3. Kematian embrio 4. Kematian anak ayam & dewasa
  48. 48. Penyebab: Bakteri Salmonella pullorum, Salmonella gallinarum, bakteri Gram +, bentuk batang Hewan rentan: Ayam, kalkun, burung gereja, itik, angsa, burung puyuh, ZOONOSIS. Cara penularan: 1. Kongenital: melalui ayam betina & telurnya 2. Oral: melalui makanan & minuman tercemar 3. Aerogen: biasanya pd mesin tetas  debu, bulu anak ayam, pecahan kulit telur
  49. 49. Gejala klinis - Masa inkubasi: 1 minggu - Mengantuk, bergerombol, nafsu makan turun. - Diare putih atau coklat kehijauan, pasta putih di kloaka - Kaki lemah, sayap menggantung, sesak napas, pertumbuhan terhambat. Bahan pemeriksaan: - Ayam hidup minimal 6 ekor - Kasus akut: bangkai segar & didinginkan - Jantung, hati, limpa, pancreas, ovarium, testis - Darah atau serum dari 10% kelompok
  50. 50. 1. 2. 3. 4. Diagnosa Gejala klinis & sejarah kejadian penyakit Patologi anatomi Uji serologis Isolasi & identifikasi TINDAKAN 1. Administrasi (lapor dinas terkait & diagnosa laboratorium) 2. Pencegahan: - Biosekuriti, desinfeksi/penyemprotan kandang (NaOH 2%, formalin 1-2%); fumigasi (formalin + KMn O4) - Sanitasi kandang - Perusahaan pembibitan  Uji Pullorum minimal 2x berturut-turut dengan interval 35 hari, pengujian 2x setahun.
  51. 51. 3. Pengendalian & Pemberantasan Perusahaan pembibitan jika + Pullorum  TUTUP 4. Pengobatan Antibiotika & sulfonamide  menekan kematian tapi tidak menghilangkan infeksi (kurang efektif) Perlakuan pemotongan - Ayam reaktor dipotong/dibunuh, - Daging boleh diedarkan setelah direbus, - Jeroan & sisa pemotongan  musnahkan (bakar/kubur)
  52. 52. PENYAKIT KORIZA = Infectious Coryza = Snot Koriza adalah penyakit akut sampai kronis pada ayam, disebabkan oleh bakteri Hemophilus gallinarum, ditandai dengan radang katar pd selaput lendir alat pernapasan bagian atas (rongga hidung, sinus infraorbitalis, trachea bagian atas), sangat menular. Morbiditas tinggi, mortalitas rendah PENYEBAB Bakteri Hemophilus gallinarum, Gram negatif, bentuk batang Hewan rentan: Ayam, diatas umur 14 minggu lebih rentan
  53. 53. PENULARAN Langsung dan tidak langsung  makanan & air tercemar Ayam sembuh: menjadi carrier GEJALA Keluar ingus kuning encer menjadi kental bernanah dan Berbau khas (eksudat), kerak eksudat di lubang hidung. Sinus infraorbitalis bengkak besar  mata tertutup. Ngorok, susah napas, sering diare, pertumbuhan terhambat DIAGNOSA Sejarah peternakan, gejala, isolasi, identifikasi kuman.
  54. 54. TINDAKAN 1. Administrasi: - lapor dinas terkait & peneguhan diagnosa lab. 2. Pencegahan: - Sanitasi, konstruksi kandang baik, kepadatan sesuai, all in all out program, isolasi, pisah ayam sesuai umur. 3. Pengobatan: sulfathiazole atau erythromycin 4. Pengendalian & pemberantasan: - segera obati, vaksinasi, ayam mati: bakar, kubur
  55. 55. CHRONIC RESPIRATORY DISEASE (CRD) = Penyakit pernapasan menahun = Mycoplasma gallisepticum infection CRD adalah penyakit menular menahun pada ayam yg disebabkan oleh bakteri Mycoplasma gallisepticum, yg ditandai dg ingus katar dari hidung, kebengkakan muka, batuk & terdengarnya suara napas. Menyerang semua umur, morbiditas tinggi, mortalitas rendah. KERUGIAN Konversi pakan rendah, pertumbuhan terhambat, mutu karkas turun, banyak diafkir, produksi telur turun, biaya pengobatan tinggi.
  56. 56. PENYEBAB Mycoplasma gallisepticum, bakteri Gram negatif, bentuk kokoid Hewan rentan: Ayam, kalkun, burung dara, ayam hutan, burung liar, ayam pedaging muda lebih rentan PENULARAN Horizontal: kontak langsung dan tidak langsung (melalui makanan, air). Penularan lewat udara < 6 meter. Vertikal: telur dari induk sakit. Faktor predisposisi: stres, ventilasi tidak baik, terlalu padat.
  57. 57. GEJALA - Masa inkubasi 4 – 21 hari - Menyerang seluruh kelompok ayam, keparahan bervarasi - Dewasa: ingus katar, batuk, napas bersuara, muka bengkak - Mortalitas rendah kecuali jika terjadi komplikasi  30%. TINDAKAN 1. Administrasi 2. Pencegahan: sanitasi & desinfeksi. Pemeriksaan serologik berkala 3. Pengendalian & pemberantasan: sulit, lakukan pencegahan saja. 4. Pengobatan : antibiotika
  58. 58. KOLERA UNGGAS = Fowl Cholera = Avian Pasteurellosis = Avian Hemorhagic septicemia Kolera unggas adalah penyakit menular yang menyerang unggas piaraan & unggas liar. Morbiditas dan mortalitas tinggi, disebabkan bakteri Pasteurella multocida. KERUGIAN Kematian, penurunan berat badan dan produksi telur. Kematian ayam 10 – 20%, itik 50%. PENYEBAB Pasteurella multocida, Gram negatif, struktur bipoler
  59. 59. Hewan rentan: Unggas piara (kalkun, ayam, itik, angsa, entog), burung hias, burung liar. PENULARAN Saluran pencernaan & pernapasan terutama unggas muda, luka kulit, luka suntikan. Vektor: tungau, lalat, tikus, burung liar. Menyebar lewat ekskresi hidung
  60. 60. GEJALA - Masa inkubasi 4 – 9 hari - Lebih banyak umur 4 bulan keatas - Perakut: mati tanpa gejala - Akut: konjungtivitis, kotoran mata; muka, balung, pial bengkak, gangguan napas, diare hijau kekuningan, lumpuh. - Kronis: bbrp minggu – bulan. Infeksi lokal pada pial (udem), sendi kaki, sayap, tortikolis.
  61. 61. TINDAKAN 1. Administrasi 2. Pencegahan: vaksinasi, sanitasi 3. Pengobatan: preparat sulfa atau antibiotika Perlakuan pemotongan Tidak dianjurkan dipotong
  62. 62. PENYAKIT YANG DISEBABKAN OLEH PROTOZOA • BERAK DARAH = KOKSIDIOSIS • Suatu penyakit yg disebabkan oleh infeksi salah satu spesies coccidia atau lebih, yaitu suatu protozoa penyebab diare dan radang usus. • Koksidia dari genus Eimeria ada 9 (6 sangat patogen) dan menyerang ayam, yaitu: • 1. Eimeria tenella • 2. Eimeria necatrix
  63. 63. • • • • • • • 3. Eimeria acervulina 4. Eimeria brunetti 5. Eimeria hagani 6. Eimeria maxima 7. Eimeria mivati 8. Eimeria mitis 9. Eimeria precox
  64. 64. PENULARAN • Melalui tinja & kotoran kandang yg mencemari ayam yg rentan (terutama ayam muda) melalui alat, pakan atau minuman. GEJALA KLINIS • Bevariasi tergantung umur, jenis ayam & jenis parasit. Ayam lemah, pucat, bulu kusam, kurus. Tinja bercampur darah, nafsu makan turun, tapi nafsu minum meningkat
  65. 65. Mortalitas cukup tinggi. Daur hidup koksidia antara 7-9 hari. Perubahan pascamati: Isi usus buntu mendarah (E. tenella) Usus menggembung berbau busuk ( E. necatrix). Usus meradang & belang-belang (merah, pucat atau pucat kemerah-merahan)
  66. 66. PENCEGAHAN & PENGOBATAN Sanitasi & tatalaksana dg baik. Hindari tempat yg basah, litter harus segera diganti setelah letupan penyakit dapat diatasi PERLAKUAN PEMOTONGAN Dagingnya dapat dikonsumsi, seluruh alat pencernaan yg terserang diafkir (dibakar dan dikubur)
  67. 67. PENGENDALIAN PENYAKIT UNGGAS “ Lebih baik mencegah daripada mengobati penyakit” Faktor yang mempengaruhi kesehatan: 1. Bibit 2. Pakan: terjadwal, kualitas, kuantitas, kontrol jamur 3. Sistem budidaya 4. Sumber air minum 5. Biosekuriti 6. vaksinasi 7. Pemberantasan cacing Faktor diluar peternak: mutu bibit & mutu pakan
  68. 68. HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN SAAT MEMULAI BETERNAK AYAM 1. Anak ayam sehat (bebas dari penyakit Pulllorum, ND & AI) 2. Kandang bersih, ventilasi cukup, 3. Tersedia tempat pembakaran kotoran/ ayam mati 4. Anak ayam dipisah dari ayam dewasa 5. Biosekuriti (bersihkan kandang & semua peralatan dengan desinfektan) 6. Harus dicegah kunjungan orang yang tidak berkepentingan 7. Sediakan desinfektan  cuci tangan, peralatan, kandang, sepatu, dll.
  69. 69. Tindakan apabila terjadi wabah 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Lapor ke dinas terkait Kirim ayam sakit ke laboratorium berwenang (BBVet) Ayam sakit  bakar, kubur Isolasi kandang, kandang terinfeksi ditangani petugas khusus/berbeda Segera obati sesuai petunjuk dokter hewan (cara, dosis) Bersihkan kandang & peralatan tiap hari dg desinfektan Air minum bersih Jika ayam sembuh dipelihara, cek tiap bulan, obati, hindari carrier (penyebar penyakit)
  70. 70. 9. Sepatu, pakaian petugas dari kandang terinfeksi selalu dibersihkan. 10. Perhatikan kerugian, konsultasikan keahlinya. 11. Jangan meminjam/meminjamkan peralatan ke peternak lain 12. Hanya petugas yang boleh masuk kandang. HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN PADA PELAKSANAAN VAKSINASI • Vaksinasi dilakukan pd ayam seumur, jika berbeda cegah kemungkinan penyebaran virus hidup dari vaksin • Sebaiknya vaksinasi pd waktu bersamaan
  71. 71. 3. Vaksinasi dilakukan satu bln sebelum produksi (petelur) 4. Jangan melakukan vaksinasi bila penyakit tersebut belum pernah berjangkit di daerah tsb. 5. Perhatikan jenis ayam, pedaging atau petelur, beda program 6. Kondisi fisik ayam dijaga, beri makanan/ minum + antibiotika 3 hr sebelum, 7 hr sesudah vaksinasi 7. Vaksin disimpan dlm lemari es (4 oC) jika vaksin aktif 8. Vaksinator trampil 9. Musnahkan sisa vaksin, kemasan vaksin diamankan /kubur
  72. 72. 10. Alat suntik harus dibersihkan dan disterilkan dahulu 11. Vaksinasi dengan air minum: - Puasa dr minum 2-4 jam sebelumnya - Tempat tidak boleh dari bahan logam/seng, bersih dr bahan kimia (sabun, desinfektan) - Air yang digunakan sejuk, bersih dan bebas dari bahan kimia.
  73. 73. Vaksin hewan besar: sapi, kerbau: 1. Septicaemia Epizootica (SE, ngorok) Dosis 3 ml intra muscular (IM), 1x 1 th 2. Antrks dosis 1 ml subcutan. Obat Cacing Liat lingkungan, -

×