Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Laporan praktikum 2 kelompok 18

9,409 views

Published on

Konsumsi Oksigen Ikan Nila

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Laporan praktikum 2 kelompok 18

  1. 1. LAPORAN PRAKTIKUM FHA Disusun oleh : Heri Abrianto 230210110050 Dyah Retno 230210110055 Cholik Kholidin 230210110058 PROGRAM STUDI ILMU KELAUTANFAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS PADJADJARAN JATINANGOR 2012 0
  2. 2. KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat sertakarunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Laporan Praktikum ini yangalhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “Konsumsi Oksigen Ikan Nila.” Laporan Praktikum ini berisi tentang informasi klasifikasi ikan, morfologi ikan dan faktor– faktor yang mempengaruhi konsumsi oksigen ikan. Kami menyadari bahwa laporan praktikum ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itukritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demikesempurnaan laporan praktikum ini. Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan sertadalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhaisegala usaha kita. Amin. Bandung, 19 Oktober 2012 Penyusun 1
  3. 3. DAFTAR ISIKATA PENGANTAR .................................................................................... 1DAFTAR ISI ................................................................................................... 2BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG ............................................................... 3 1.2 TUJUAN PRAKTIKUM ........................................................... 4 1.3 MANFAAT ................................................................................ 4BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 IKAN NILA DAN KLASIFIKASI................................................ 5 2.1. MORFOLOGI ......................................................................... 6 2.2 SISTEM PERNAPASAN .............................................................. 8 2.3 KONSUMSI OKSIGEN ................................................................ 9BAB III BAHAN DAN METODE 2.1 WAKTU DAN TEMPAT ............................................................. 10 2.2 ALAT DAN BAHAN ................................................................. 10 2.3 PROSEDUR KERJA .................................................................. 11BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 HASIL PENGAMATAN ............................................................ 13 4.2 PEMBAHASAN ......................................................................... 13BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 KESIMPULAN ............................................................................ 15 5.2 SARAN ........................................................................................ 15DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................... 16 2
  4. 4. BAB I PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang Proses pengikatan oksigen dan pengeluaran karbondioksida oleh darah melaluipermukaan alat pernafasan organisme dengan lingkungannya dinamakan pernafasan (respirasi).Pada ikan sistem organ yang berperan dalam hal ini adalah insang. Oksigen merupakan bahanpernafasan yang dibutuhkan oleh sel untuk berbagai reaksi metabolisme. Bagi ikan, oksigendiperlukan oleh tubuhnya untuk menghasilkan energi melalui oksidasi lemak dan gula. Respirasi dapat digolongkan menjadi 2 jenis berdasarkan persediaan O2 di udara, yaiturespirasi aerob dan anaerob. Respirasi aerob merupakan proses respirasi yang membutuhkan O2,sebaliknya respirasi anaerob merupakan respirasi yang berlangsung tanpa membutuhkan O2.Proses transpor gas-gas secara keseluruhan berlangsung secara difusi. Pertukaran oksigen dankarbondioksida antara organisme dan lingkungannya dikenal sebagai respirasi aerob. Respirasianaerob. Karbondioksida yang diberikan dari organisme tertentu tidak ada oksigen yang diambil.Kebutuhan oksigen diperoleh dari susunan karbohidrat dan lemak dalam tubuh. Inilah yangdisebut dengan respirasi anaerob (Weichert, 1959). Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat konsumsi oksigen terbagi menjadi dua, yaitufaktor luar dan dalam. Faktor luar dipengaruhi oleh tekanan parsial oksigen dan suhu.Peningkatan suhu pada batas tertentu akan diikuti dengan peningkatan laju metabolisme.Sedangkan faktor dari dalam adalah yang berkaitan langsung dengan ikan itu sendiri, sepertiukuran ikan, aktifitas, kondisi kesehatan ikan, dan seks (Weichert, 1959). Respirasi pada ikan berhubungan luas dengan permukaan organ respirasi, darah, dankemampuan dari organisme untuk mendeteksi pengurangan oksigen pada lingkungan dan upayapenyesuaian fisiologis untuk mengimbangi kekurangan oksigen. (Weichert, 1959). 3
  5. 5. Partikel-partikel bahan organik terlarut yang ikut terhisap bersama air secara terus-menerus dapat mengganggu proses respirasi pada ikan. Bereaksinya partikel tersebut denganfraksi tertentu dari lender insang menyebabkan lender yang berfungsi sebagai pelindungdiproduksi lebih banyak sehingga terjadi penumpukan lendir yang menutupi lamella insang.Berkurangnya oksigen terlarut dan terhambatnya proses respirasi pada ikan mengakibatkanmenurunnya laju konsumsi oksigen (Arrignon, 1995). Oksigen terlarut (Dissolved Oxygen = DO) dibutuhkan oleh semua jasad hidup untukpernafasan, proses metabolisme atau pertukaran zat yang kemudian menghasilkan energi. Untukpertumbuhan dan pembiakan, di samping itu oksigen juga dibutuhkan untuk oksidasi bahan-bahan organik dan anorganik dalam proses aerobik. Salah satu sumber oksigen terlarut yang penting dalam perairan adalah oksigen diatmosfer yang terlarut dalam massa air pada permukaan air yang dihasilkan melalui prosesdifusi. Oksigen dalam perairan juga berasal dari faktor biologis, diantaranya adalah aktifitasklorofil pada tanaman dari perifiton di sungai mengalir. Alga planktonik di dalam kolam ataudanau, dan tanaman air berbunga. Di pesisir yang membentang di perairan. Hal ini jugamenyebabkan kelimpahan oksigen apabila tumbuhan air berlimpah dari cahaya matahari(Arrignon, 1995).1.2 Tujuan Praktikum Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui tingkat konsumsi oksigen pada ikannila.1.3 Manfaat Manfaat dari praktikum ini adalah kita dapat mengetahui dan memahami kebutuhanoksigen pada ikan dan faktor yang mempengaruhinya, terutama pada ikan nila. 4
  6. 6. BAB II TINJAUAN PUSTAKA2.1 Klasifikasi Ikan Nila Ikan nila adalah sejenis ikan konsumsi air tawar. Ikan ini diintroduksi dari Afrika,tepatnya Afrika bagian timur, pada tahun 1969, dan kini menjadi ikan peliharaan yang populer dikolam-kolam air tawar di Indonesia. Nama ilmiahnya adalah Oreochromis niloticus, dan dalambahasa Inggris dikenal sebagai Nile Tilapia. Gambar 1. Ikan nilaKlasifikasi ikan nila adalah sebagai berikut:Kelas : OsteichthyesSub-kelas : AcanthoptherigiiOrdo : PercomorphiSub-ordo : PercoideaFamili : CichlidaeGenus : OreochromisSpesies : Oreochromis niloticus.Terdapat 3 jenis nila yang dikenal, yaitu: nila biasa, nila merah (nirah) dan nila albino. 5
  7. 7. 2.1.1 Morfologi Ikan Nila Morfologi ikan nila yaitu memiliki bentuk tubuh yang pipih ke arah bertikal (kompres)dengan profil empat persegi panjang ke arah antero posterior. Posisi mulut terletak di ujunghidung (terminal) dan dapat disembuhkan. Pada sirip ekor tampak jelas garis-garis vertikal danpada sirip punggungnya garis tersebut kelihatan condong letaknya. Ciri khas ikan nila adalahgaris-garis vertikal berwarna hitam pada sirip ekor, punggung dan dubur. Pada bagian siripcaudal (ekor) dengan bentuk membuat terdapat warna kemerahan dan bisa digunakan sebagaiindikasi kematangan gonad. Pada rahang terdapat bercak kehitaman. Sisik ikan nila adalah tipectenoid. Ikan nila juga ditandai dengan jari-jari dorsal yang keras, begitu pun bagian analnya.Dengan posisi sirip anal di belakang sirip dada (abdorminal). Ikan nila memiliki tulang kartilago kranium sempurna, organ pembau dan kapsul otiktergabung menjadi satu. Eksoskleton Ostracodermi mempunyai kesamaan dengan dentin padakulit. Elasmobrachii yang merupakan mantel keras seperti email pada gigi vertebrata. Di bawahlapisan tersebut terdapat beberapa lapisan tulang sponge dan di bawahnya lagi terdapat tulangpadat. Tulang palato-quadrat dan kartilago Meckel adalah tulang rawan yang akan membentukrahang atas dan rahang bawah Organ-organ internal ikan adalah jantung, alat-alat pencerna, gonad, kandung kemih, danginjal. Alat pencernanya terdiri atas aesopaghus, perut besar, usus halus, pankreas, dan hati.Organ-organ tersebut biasanya diselubungi oleh jaringan pengikat yang halus dan lunak yangdisebut peritoneum. Peritoneum merupakan selaput (membran) yang tipis berwarna hitam yangbiasanya dibuang jika ikan sedang disiangi. Bentuk badan ikan nila adalah pipih kesamping memanjang. Mempunyai garis vertikal 9-11 buah, garis-garis pada sirip ekor berwarna hitam sejumlah 6-12 buah. Pada sirip punggungterdapat garis-garis miring. Linea literalisnya terputus jadi dua bagian dan dilanjutnya dengangaris yang terletak di bawah. Letak linea literalis memanjang di atas sirip dada. Jumlah sisikpada garis rusuk 39 buah. Tipe sisik ctenoid. Bentuk sirip ekor perpinggiran tegak 6
  8. 8. Sistem Pencernaan dimulai dari kanal alimentari memanjang dari rongga mulut sampaitenggorokan melalui oesophagus, perut besar, usus halus, dan berakhir pada anus. Dindingoesophagus perut besar dan usus halus dibentuk oleh benang-benang otot yang halus yangmerupakan jaringan pengikat yang lentur. Bagian dalam perut besar dan usus halus terdapathalus terdapat selaput sepalut yang mengandung kelenjar-kelenjar keal yang mengeluarkancairan pencerna. Kelenjar-kelenjar pada perut besar mengeluarkan cairan yang bersifat asam,yang banyak mengandung pepsin dan asam klorida. Sementara kelenjar yang terdapat pada usushalus mengeluarkan cairan yang bersifat alkalis yang benyak mengandung enterokinase yaitusejenis enzim. Pada bagian luar usus halus tersimpan enzim-enzim yang berasal dari hati yangyaitu tripsin dan yang berasal dari pankreas yaitu lipase, dan di samping itu juga tersimpan enzimamilase. Pada beberapa ikan tidak dijumpai adanya perut besar, sehingga fungsinya digantikanusus halusnya, misal pada ikan karperSistem pencernaan pada vertebrata termasuk ikan teridiri atas dua bagian besar yaitu saluranpencernaan dan kelenjar pencarnaan. Saluran pencernaan dimulai dari rongga mulut, faring,esofagus hanya pendek, lambung, usus, dan anus. Kelenjar pencernaan umumnya berupakelenjar mukosa, hati, dan pankreas. Oleh sebab itu ikan hidup di air maka tidak memerlukanbanyak kelenjar mulut untuk membasahi makanannya, namun masih ada beberapa kelenjarmukosa. Esofagus ikan biasanya sangat pendek Tubuh ikan air tawar lebih hipertonis dari lingkungannya sehingga air banyak yangmasuk lewat permukaan tubuhnya, akibatnya ikan ini sedikit minum air. Dan urin yangdihasilkan banyak dan encer. Untuk mendapatkan air dan garam dari makanan, air masuk secaraosmosis lewat permukaan tubuhnya. Konsentrasi larutan dalam tubuh lebih besar dengan yang ada di lingkungan supayamencegah masuknya air dan kehilangan garam agar tidak minum, kulit diliputi mucus, osmosismelalui insang, produksi urin encer, pompa garam melalui sel-sel khusus pada insang. Pada ikan betina mempunyai indung telur sedangkan ikan jantan mempunyai testis. Baikindung telur maupun testis ikan semuanya terletak pada rongga perut di sebelah kandung kemih 7
  9. 9. dam kanal alimentari. Keadaan gonad ikan sangat menentukan kedewasaan ikan. Kedewasaanikan meningkat dengan makin meningkatnya fungsi gonad. Ikan Nila umumnya mempunyai sepasang gonad, terletak pada bagian posterior ronggaperut di sebelah bawah ginjal. Pada saat ikan nila bertelur dan sperma dikeluarkan oleh ikanjantan, pada saat itu pula terjadilah fertilasi di luar tubuh induknya (eksternal) yaitu di dalam airtempat dimana ikan itu berada, kemudian mengerami telur di dalam mulutnya antara 4-5 hari dantelur tersebut menetas 3-4 hari. Telur ikan yang dibuahi dan menetas dinamakan larva. Larvatersebut mempunyai kuning telur yang masih menempel pada tubuhnya digunakan sebagaicadangan makanan untuk awal kehidupannya2.2 Sistem Pernafasan Pernapasan adalah pertukaran CO2 (sisa-sisa proses metabolisme tubuh yg harus dibuang)dengan O2 yang berasal dari perairan, dibutuhkan tubuh untuk proses metabolism. Pernapasandilakukan dengan organ utama yaitu insang untuk mengambil oksigen, terdapat beberapa bagianinsan yaitu tulang lengkung insang, tulang lapis insang, dan daun insang. Dalam vertebrata terdapat 2 fase respirasi yaitu eksternal dan internal. Respirasi eksternaldigunakan untuk menunjukkan pertukaran gas antara darah dengan lingkungan, Respirasiinternal sama dengan pertukaran gas antara darah dan jaringan atau sel di dalam tubuh. Respirasieksternal biasanya terdapat pada kapiler insang tetapi beberapa struktur seperti kulit lainya. Berdasarkan sumber lain, ada dua tahap pernapasan, tahap pertama oksigen masuk ke dalam danpengeluaran karbondioksida keluar tubuh melalui organ-organ pernafasan disebut respirasi eksternal, danpengangkutan gas-gas pernapasan dari organ-organ pernapasan ke jaringan tubuh atau sebaliknya dilakukan oleh sistem sirkulasi . Tahap kedua adalah pertukaran O2 dari cairan tubuh (darah) dengan CO2dari sel-sel dalam jaringan disebut respirasi internal. 8
  10. 10. 2.3 Konsumsi Oksigen Ikan Nila Kelangsungan hidup ikan sangat ditentukan oleh kemampuannya memperoleh oksigenyang cukup dari lingkungannya. Berkurangnya oksigen terlarut dalam perairan, tentu sajaakanmempengaruhi fisiologi respirasi ikan, dan hanya ikan yang memiliki sistem respirasi yangsesuai dapat bertahan hidup (Fujaya, 2004). Menurut Ville, et. al (1988), konsumsi oksigendigunakan untuk menilai laju metabolisme ikan sebab sebagian besar energi berasal darimetabolisme aerobik. Menurut Fujaya (2004) Oksigen sebagai bahan pernapasan dibutuhkanoleh sel untuk berbagai metabolisme. Oksigen yang terlarut atau tersedia bagi hewan air jauh lebih sedikit daripada hewandarat yang hidup dalam lingkungan dengan 21% oksigen (Ville, et. al, 1988). Ikan dapat hidup didalam air dan mengkonsumsi oksigen karena ikan mempunyai insang. Insang memberikanpermukaan luas yang dibasahi oleh air. Oksigen yang terlarut di dalam air akan berdifusi kedalam sel-sel insang ke jaringan ke sebelah dalam dari badan (Kimball, 1988).Penentukan kadar oksigen terlarut dengan suhu standar dapat dilakukan dengan metode winkler.Metode winkler menggunakan sampel air yang dimasukkan dalam erlenmeyer ditambah KOH +KI + MnSO4, masing-masing 21 tetes sampai larutan berwarna cokelat. KOH dan MnSO4berfungsi untuk mengikat O2 sehingga terjadi endapan. Kemudian campuran larutan itu dikocoksupaya homogen dan didiamkan sehingga muncul endapan. Endapan tersebut ditunggu sampaiturun ke dasar erlenmeyer, setelah itu ditambahkan lagi H2SO4 sebanyak 21 tetes untukmenghilangkan endapan. Campuran tersebut dikocok sampai endapan menghilang (menjadijernih) baru ditambahkan amilum sebanyak 11 tetes sehingga warnanya berubah menjadi biru.Amilum berfungsi sebagai indikator O2. Campuran yang berwarna biru tua tersebut dititrasidengan Na2S2O3, sampai tidak berwarna (jernih). Banyaknya Na2S2O3 pada titrasi sampaicampuran berwarna jernih dihitung, itulah yang akan digunakan untuk menghitung besarnyaKO2 9
  11. 11. BAB III BAHAN DAN METODE3.1 Waktu dan Tempat Praktikum Fisiologi Hewan Air dengan judul Konsumsi Oksigen Ikan Nila dilakukanpada : Waktu : Senin, 15 Oktober 2012 Tempat : Laboratorium FHA Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran3.2 Alat dan Bahan Di dalam pelaksanaan praktikum ini digunakan alat-alat dan bahan berikut ini:Alat 1. Toples/ Wadah, sebagai tempat untuk pengamatan ikan nila 2. Plastik wrap, sebagai alat untuk menutup toples supaya tidak ada udara yang masuk 3. Stopwatch, sebagai alat untuk mengukur waktu pengamatan 4. Timbangan, sebagai alat untuk mengukur berat ikan nila yang akan dipakai dalam pengamatan 10
  12. 12. 5. DO Meter, sebagai alat pengamatan untuk megukur kadar oksigen terlarut pada air.Bahan 1. Air bersih, digunakan sebagai media hidup ikan nila 2. Satu ekor ikan nila, sebagai objek percobaan dalam pengamatan3.3 Prosedur Kerja Dalam percobaan ini langkah-langkah yang harus diperhatikan antara lain : 1. Siapkan 18 buah toples/ wadah plastik sebagai tempat ikan nila ketika pengamatan. 2. Isi toples/ wadah plastik dengan air sampai penuh. 3. Lalu ukur kadar oksigen terlarut air di dalam toples/ wadah plastik menggunakan DO meter, lalu dicatat di tabel pengamatan. 4. Ambil sebanyak 18 ekor ikan nila dari akuarium stok, lalu masukkan ke dalam masing- masing toples/ wadah plastik yang telah diberi media air. 5. Siapkan plastik wrap yang ukurannya telah dipotong seukuran dengan bagian atas toples/ wadah plastik 11
  13. 13. 6. Tutup bagian atas toples/ wadah plastik menggunakan plastik wrap dengan rapat, dan pastikan untuk tidak ada udara yang keluar ataupun masuk dari toples/ wadah plastik tersebut.7. Tunggu selama kurang lebih 30 menit.8. Kemudian ukur oksigen terlarut hasil pengamatan menggunakan DO meter.9. Data hasil pengamatan ditabulasi seperti tabel di hasil pengamatan : 12
  14. 14. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN4.1 HASIL PENGAMATANTabel 1. Pengamatan per kelas Kel Bobot ikan (gr) DO awal DO akhir Konsumsi O2 10 100 0,9 3,4 11 100 0,9 3,4 12 100 0,6 3,7 13 100 0,9 3,4 14 100 4,3 0,8 3,5 15 90 0,8 3,5 16 160 1,9 3,0 17 110 0,8 3,5 18 110 0,8 3,54.2 PEMBAHASAN Setelah dilakukan praktikum pengamatan konsumsi oksigen terhadap hewan uji, didapat hasilpengamatan seperti tabel diatas. Konsumsi oksigen dihitung dengan mengurangi DO awal dengan DOakhir, konsumsi O2 = DO awal – DO akhir. Di kelompok 10 bobot hewan uji adalah 100 gram dengankadar DO awal air yang digunakan adalah 4,3, setelah ikan dimasukan ke air di dalam wadah lalu ditutupdengan plastic wrap selama 30 menit kadar DO akhir menjadi 0,9 makan konsumsi oksigen hewan ujiadalah 3,4 yaitu DO awal dikurangi DO akhir. Hasil dari uji kelompok 11 juga sama dengan kelompok10. Sementara pada kelompok 12 dengan bobot yang sama konsumsi oksigen hewan uji berbeda jauh,bobot hewan uji sebesar 100 gram namun DO akhir 0,6 maka jumlah konsumsi oksigen adalah 3,7. Untukkelompok 13 hewan uji seberat 100 gram, konsumsi oksigen hewan ujinya adakah 3,4. Sementara itupada kelompok 14 dan 15 hasil konsumsi hewan uji sama yaitu 3,5 padahal hewan uji kelompok 14memiliki bobot 100 gram dan kelompok 15 memiliki bobot sebesar 90 gram. Kelompok 16 memiliki bobot hewan uji yang paling besar, yaitu 160 gram namun hasil DOakhirnya adalah 1,9 maka konsumsi hewan uji adalah 3,0. Pada kelompok 17 dan 18 memiliki berat yang 13
  15. 15. sama yaitu 110 gram serta hasil akhir DO yang sama yaitu 0,8 dan hasil akhir konsumsi hewan uji yaitu3,5. Perbedaan konsumsi oksigen hewan uji diakibatkan oleh beberapa hal yaitu, bobot, umur, ukurandan tingkat stress hewan uji. Bobot ikan yang lebih berat, umur yang lebih tua, dan ukuran yang lebihbesar akan mengakibatkan ikan lebih lamban melakukan respirasi dibanding ikan yang lebih ringan,berumur muda dan ukuran yang lebih kecil. Tingkat stress hewan mempengaruhi karena bila hewan stress maka akan mempercepat lajumetabolisme yang juga akan mempercepat proses respirasi. Hal ini terjadi karena ikan yang belumberadaptasi ketika dipindah dari akuarium ke wadah air uji. Pada kelompok 12 berat ikan sama dengankelompok 10, 11 dan 13 namun hasil konsumsi hewan uji berbeda dengan konsumsi oksigen ikankelompok 12 paling besar yaitu 3,7. Hal ini dipengaruhi oleh tingkat stress ikan uji sendiri. Kelompok 15 dengan bobot 90 gram memiliki hasil konsumsi hewan uji yang sama dengankelompok 14 yang mana hewan ujinya memiliki bobot 100 gram. Hewan uji kelompok 15 seharusnyalebih banyak konsumsi oksigennya, kemungkinan besar umur hewan uji yang sudah tua menyebabkanikan tersebut lebih lamban melakukan proses respirasi. Sementara pada kelompok 17 dan 18 baik bobotikan dan konsumsi sama maka diketahui jika ikan dengan bobot 110 gram rata-rata akan mengkonsumsioksigen sebesar 3,5. 14
  16. 16. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN5.1 Kesimpulan Praktikum konsumsi oksigen pada ikan nila yang telah dilaksanakan pada tanggal 15 Oktober2012 dapat disimpulkan bahwa konsumsi oksigen dipengaruhi oleh bobot, umur, ukuran, gerakan ikanserta tingkat stress yang dialami hewan uji. Ikan yang memiliki bobot, ukuran yang lebih besar , umur yang lebih tua, gerakan ikan yang pasifserta tingkat stress rendah yang dialami ikan akan menyebabkan proses respirasi ikan nila lebih lambandibandingkan dengan ikan yang bobotnya lebih ringan, umur lebih muda, ikan yang aktif dan ikan yangmengalami stress.5.2 Saran Sebaiknya pada praktikum selanjutnya praktikan lebih berhati-hati dan teliti agar tidak terjadikesalahan-kesalahan hasil yang disebabkan oleh praktikan. Serta lebih berhati-hati ketika menggunakanDO meter. 15
  17. 17. DAFTAR PUSTAKA Anonim. 2009. Budidaya Ikan Nila.http://budidayanila.wordpress.com/2009/07/23/klasifikasi-ikan-nila/ Diterbitkan pada tanggal 23juli 2009 Anonim. 2011. Gambar Ikan-Fisiologi Ikan Mas-Anatomi Ikan Mas-Morfologi Ikan Nila.http://slamsmart.blogdetik.com/?p=184 Diterbitkan pada tanggal 16 september 2011 Anonim. 2008. Konsumsi Oksigen Pada Ikan.http://api3kmirza.wordpress.com/2008/06/03/33/ Diterbitkan pada tanggal 3 juni 2008 Weichert and K. Charles . 1959. Elements of Chordate Anatomy. Mc Grow Hill : New York. Arrignon and Jacques. 1999. Management of Freshwater Fisheries Science. Publishers,INC : USA. 16

×