Manusia dan Peradaban

1,066 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,066
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
9
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Manusia dan Peradaban

  1. 1. Nama : Helmi Nurlaili NIM : R0313017 Jurusan : D3 Kebidanan Fakultas : Kedokteran Semester :1 Dosen Pembimbing : Drs. Tundjung W Sutirto, M.Si TUGAS PENGGANTI UJIAN KOMPETENSI DASAR III SOAL 1. Borobudur adalah sebuah candi Budha yang dinilai sebagai sebuah keajaiban dunia. Dengan telah berdirinya Borobudur pada abad 7 M tersebut apakah di Indonesia dahulu sudah dapat dikatakan sebagai bangsa yang punya peradaban tinggi? Jelaskan pendapat Anda! 2. Sebagai tipe dari peradaban Dunia Ketimuran, maka orang Jawa punya sifat hidup yang fatalistik. Jelaskan apa pengertian sifat fatalistik dan berikan beberapa contoh dalam segi-segi kehidupan orang Jawa yang menunjukkan sifatnya fatalistik. 3. Menuju peradaban modern disebut sebagai modernisasi. Buatlah contoh bagaimana wujud modernisasi dan dampaknya bagi masyarakat. Silahkan memilih salah satu dari bidang-bidang modernisasi dibawah ini: a. Pendidikan b. Transportasi c. Medis d. Pertanian e. Marketing f. Sport (olah raga) JAWABAN
  2. 2. 1. Peradaban adalah keseluruhan kompleksitas produk pikiran kelompok manusia. Salah satu hasil peradaban Indonesia di bidang benda adalah candi Borobudur yang dibangun abad 7 M oleh dinasti Syailendra. Abad tersebut merupakan peradaban masa pertengahan dimana belum banyak manusia yang menghasilkan kesenian berupa benda. Candi Borobudur merupakan tumpukan batu yang diletakkan di atas gundukan tanah sebagai intinya. Inti tanah juga sengaja dibuat berundak-undak dan bagian atasnya diratakan untuk meletakkan batuan candi. Luas bangunan Candi Borobudur adalah 123 x 123 m dengan tinggi 34,5 m dan memiliki 1460 relief, 504 Arca Buddha, serta 72 stupa. Candi Borobudur memiliki 10 tingkat yang terdiri dari 6 tingkat berbentuk bujur sangkar, 3 tingkat berbentuk bundar melingkar, dan sebuah stupa utama sebagai puncaknya. Berdasarkan susunan candi Borobudur, dapat dikatakan bahwa bangsa Indonesia telah mempunyai peradaban tinggi. Pembangunannya yang sangat menakjubkan tersebut ternyata sudah ada pada abad 7 M yang pada zaman itu belum ada alatalat canggih. Batu-batu tersebut disusun dengan tangan manusia sendiri maupun alat-alat yang masih sangat sederhana. 2. Fatalisme berasal dari kata“fatal”yaitu sikap seseorang dalam menghadapi permasalahan atau hidup. Sedangkan fatalisme adalah paham seseorang yang sangat pasrah dalam segala hal. Berdasarkan paham fatalisme, seseorang dikuasai oleh nasib dan tidak bisa merubahnya. Secara etimologi, fatalisme berasal dari Bahasa Latin “fatum” yang berarti takdir. Maksudnya adalah bahwa hidup manusia sudah ditentukan oleh Tuhan. Dapat disimpulkan bahwa fatalisme adalah paham atau cara pandang tentang keyakinan bahwa segala sesuatu pasti terjadi tanpa mempedulikan usaha kita untuk menghindari atau mencegahnya. Contoh sifat fatalistik pada kehidupan orang Jawa banyak dianut oleh masyarakat pedesaan yang bermatapencaharian petani. Sebagian besar dari mereka menganggap bahwa menjadi petani adalah profesi tetap yang akan terus mereka
  3. 3. sandang, bahkan sampai pada anak cucunya. Oleh karena itu, mereka malas untuk berusaha lebih dan tidak mempunyai semangat untuk merubahnya agar menjadi yang lebih baik. 3. Modernisasi adalah proses transformasi dari suatu perubahan ke arah yang lebih maju atau meningkat di berbagai aspek kehidupan masyarakat. Salah satu modernisasi pada bidang transportasi adalah adanya berbagai jenis alat transportasi yang semakin lama semakin memudahkan dan membantu kehidupan manusia. Pada awalnya manusia menciptakan gerobak sebagai alat untuk mengangkut barang-barang. Gerobak ini bergerak dengan cara didorong atau ditarik oleh manusia itu sendiri. Karena kurang efisien, kemudian diciptakanlah sepeda kayuh yang bertujuan untuk memudahkan manusia pergi ke suatu tempat lebih cepat daripada jalan kaki. Selain itu, dengan menggunakan sepeda, seseorang dapat membawa barang bawaan yang diletakkan di boncengan dan keranjang depan sepeda. Mengacu pada sifat manusia yang tidak akan pernah puas, manusia kemudian menciptakan motor. Sebenarnya motor ini mirip dengan sepeda kayuh, bedanya motor sudah menggunakan mesin. Sehingga, manusia tidak perlu repotrepot kelelahan mengayuh. Perkembangan selanjutnya, diciptakanlah mobil. Dengan mobil, orang yang menaikinya bisa lebih dari tiga orang dan bisa membawa barang lebih banyak daripada menggunakan motor. Tidak sampai sini, orang-orang pintar pun mengembangkan mobil menjadi berbagai jenis, ada yang menggunakan bahan bakar biogas, ada pula yang menciptakan mobil dengan kecepatan yang tidak dimiliki oleh mobil biasa. Dengan adanya modernisasi ini, manusia sangat terbantu akan kebutuhannya yang semakin lama semakin kompleks. Mereka bisa dengan cepat sampai ke tempat tujuan, mengantar barang titipan dan bisa mengangkut berbagai barang sekaligus. SUMBER
  4. 4. http://www.gamawisata.com/index.php/component/content/article/39-tempatwisata/66-candi-borobudur http://manajemenproyekindonesia.com/?p=524 http://buletinakrimna.wordpress.com/2009/04/26/15/ http://www.pengertianahli.com/2013/08/pengertian-modernisasi.html

×