Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

2. teori kependudukan

9,314 views

Published on

Published in: Education
  • Be the first to comment

2. teori kependudukan

  1. 1. TEORI KEPENDUDUKAN PIK kelas C. Kelompok 7
  2. 2. TEORI KEPENDUDUKAN 1. - Malthusian (Thomas Robert Malthus). - Neo Malthusian (Garreth Hardin dan Paul Ehrlich). 2. Marxian (Karl Marx dan Friedrich Engels). 3. Teori Mutakhir (John Stuart Mill, Arsene Dumont, dan Emile Durkheim).
  3. 3. Lanjutan... • Aliran Malthusian umumnya dianut negara-negara kapitalis. • Aliran Marxian umumnya dianut negara-negara sosialis. • Teori kependudukan mutakhir merupakan reformulasi dari teori yang ada.
  4. 4. ALIRAN MALTHUSIAN THOMAS ROBERT MALTHUS (1766-1834)
  5. 5. Lanjutan... • Seperti juga tumbuh-tumbuhan dan binatang, apabila tidak ada pembatasan, akan berkembang biak dengan cepat dan memenuhi dengan cepat beberapa bagian di permukaan bumi ini (Weeks, 1992). • Tingginya pertumbuhan penduduk ini disebabkan karena hubungan kelamin antara laki-laki dan perempuan tidak bisa dihentikan.
  6. 6. Lanjutan... • Manusia untuk hidup memerlukan bahan makanan, sedangkan laju pertumbuhan bahan makanan jauh lebih lambat dibandingkan dengan laju pertumbuhan penduduk. • Apabila tidak dilakukan pembatasan penduduk, maka manusia akan mengalami kekurangan bahan makanan, inilah sumber kemelaratan dan kemiskinan.
  7. 7. Lanjutan...
  8. 8. KRITIK TERHADAP TEORI MALTHUS • Malthus tidak memperhitungkan kemajuan- kemajuan transportasi yang menghubungkan daerah satu dengan yang lain. • Malthus tidak memperhitungkan kemajuan teknologi terutama dalam bidang pertanian. • Malthus tidak memperhitungkan usaha pembatasan kelahiran bagi pasangan menikah. • Malthus tidak memperhitungkan adanya penurunan fertilitas apabila terjadi perbaikan ekonomi dan standart hidup penduduk dinaikkan.
  9. 9. ALIRAN NEO MALTHUSIAN GARRET HARDIN & PAUL EHRLICH
  10. 10. Lanjutan... • Pada abad ke 20 dunia sudah tidak mampu menampung jumlah penduduk yang selalu bertambah, “it has come true: it is happening”, karena itu semua cara preventive checks harus digunakan. • Dunia sudah terlalu banyak manusia, keadaan bahan makanan sangat terbatas, karena terlalu banyak manusia di dunia ini, lingkungan sudah banyak yang rusak dan tercemar. (Paul Ehrlich, The Population Bomb, 1971).
  11. 11. Lanjutan... • Bom penduduk yang dikhawatirkan tahun 1968, kini sewaktu-waktu akan meletus. Kerusakan alam dan pencemaran lingkungan yang parah karena sudah terlalu banyaknya penduduk. (The Population Explotion, 1990).
  12. 12. Lanjutan...
  13. 13. ALIRAN MARXIAN KARL MARX & FRIEDRICH ENGELS
  14. 14. Lanjutan...
  15. 15. KRITIK TERHADAP TEORI MARX Hukum kependudukan sosialis merupakan antithesa dari hukum kependudukan kapitalis. Apabila tingkat kematian dan kelahiran di negara kapitalis sama-sama rendah, maka di negara sosialis sama tinggi Fakta; tingkat pertumbuhan penduduk di Uni Soviet hampir sama dengan negara kapitalis RRC (sosialis) tidak mentolerir lagi pertumbuhan penduduk yang tidak dihambat (One Child Policy)
  16. 16. TEORI KEPENDUDUKAN MUTAKHIR
  17. 17. (John Stuart Mill (filosof & ekonomi) • Situasi tertentu manusia mempengaruhi perilaku demografinya. • Apabila produktivitas seseorang tinggi, cenderung mempunyai keluarga kecil (fertilitas rendah). • Standart living merupakan determinan fertilitas. • Umumnya perempuan tidak menghendaki anak yang banyak.
  18. 18. Lanjutan... • Kekurangan bahan makanan hanya bersifat sementara karena ada pemecahan mengimport bahan makanan atau memindahkan penduduk ke wilayah lain. • Meningkatnya pendidikan penduduk secara rasional mereka akan mempertimbangkan jumlah anak sesuai usaha dan karier.
  19. 19. TEORI KEPENDUDUKAN MUTAKHIR (Arsene Dumont, demografer) • Ketika penduduk berlomba-lomba mencapai kedudukan yang tinggi, fertilitas menurun. • Sistem kapilarisasi tidak berkembang dengan baik di negara sosialis. • Berkembang di negara-negara demokrasi ; tiap individu mempunyai kebebasan mencapai kedudukan yang tinggi di masyarakat.
  20. 20. Lanjutan... • Teori Kapilarisasi Sosial (theory of social capilarity) ; kapilaritas sosial mengacu pada keinginan seseorang untuk mencapai kedudukan yang lebih tinggi di masyarakat ; analogi “cairan akan naik pada pipa kapiler”.
  21. 21. TEORI KEPENDUDUKAN MUTAKHIR (Emile Durkheim, sosiolog) • Suatu wilayah dengan kepadatan penduduk yang tinggi karena laju pertumbuhan penduduk akan menimbulkan persaingan antara penduduk untuk mempertahankan hidup. • Agar bisa memenangkan persaingan, tiap orang berusaha meningkatkan pendidikan, ketrampilan dan mengambil spesialisasi tertentu.
  22. 22. Lanjutan... • Teori ini tergambar jelas di masyarakat perkotaan. • Thesis dari teori ini terinspirasi dari teori evolusi darwin dan pemikiran Ibnu Khaldun.
  23. 23. TEORI KEPENDUDUKAN MUTAKHIR (Michael Thomas dan Doubleday) • Daya reproduksi manusia dipatasi oleh jumlah penduduk di suatu wilayah (Sadler). • Jika kepadatan penduduk tinggi, daya reproduksi manusia menurun, sebaliknya jika kepadatan penduduk rendah, daya reproduksi akan meningkat.
  24. 24. Lanjutan... • Teori Sandler mendapat kritik dari Thomson dengan fakta Jawa, India dan Cina. • Daya reproduksi penduduk berbanding terbalik dengan bahan makanan yang tersedia; kenaikan kemakmuran menurunkan daya reproduksi manusia (Doubleday).
  25. 25. Lanjutan... • Kekurangan bahan makanan menjadi perangsang daya reproduksi manusia, sedangkan kelebihan pangan justru menjadi pengekang perkembangan penduduk.
  26. 26. TEORI KEPENDUDUKAN MUTAKHIR (Penganut Teori Teknologi ; Herman Kahn) • Manusia dan ilmu pengetahuan mampu melipatgandakan produksi pertanian. • Manusia dan ilmu pengetahuan mampu merecycling barang-barang yang sudah habis pakai.
  27. 27. Lanjutan... • Negara-negara kaya akan membantu negara miskin dan akhirnya kekayaan akan jatuh ke orang miskin kemudian dalam beberapa dekade tidak ada kesenjangan antara umat manusia di dunia ini. • Teori ini mendapat kritik dari kelompok ekonomi karena tidak memperhatikan masalah organisasi sosial ; distribusi pendapatan tidak merata. • Fakta; Brasilia dengan GNP yang tinggi tetapi rakyatnya miskin.
  28. 28. THANK YOU 

×