Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Makalah MAN IT

8 views

Published on

Kelompok 10 Puskesmas Lembursitu

Published in: Education
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Makalah MAN IT

  1. 1. 1 MAKALAH MANAJEMEN INFORMASI TEKNOLOGI TENTANG ANALISIS DATA DI PUSKESMAS LEMBURSITU Disusun Oleh : Kelompok 10 Agita Hanifatul Ilmi Atika Diyanti Dasep Setiawan Dede Miftahudin Hasna Nuralifah PROGRAM STUDI DIPLOMA 3 KEPERAWATAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KOTA SUKABUMI 2019
  2. 2. 2 KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya, kami dapat menyelesaikan tugas Makalah Manajemen IT dengan judul “Analisis Data Puskesmas Lembursitu” tepat pada waktunya. Terselesainya makalah ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak, serta teman-teman kelompok kami yang telah banyak membantu dalam terselesainya makalah ini begitupun kepada bapak dan ibu di Puskesmas Lembursitu. Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai Analisis Data. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat dan berguna di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun. Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya makalah yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami mohon kritik, saran dan usulan yang membangun demi perbaikan di masa depan. Sukabumi, 27 September 2019 Penyusun, Kelompok 10
  3. 3. 3 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ......................................................................................................i DAFTAR ISI ...................................................................................................................ii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang....................................................................................................1 1.2 Rumusan Masalah...............................................................................................2 1.3 Tujuan Penulisan.................................................................................................2 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi Puskesmas .............................................................................................3 2.2 Tujuan, Fungsi, dan Peran Puskesmas................................................................4 2.3 Kegiatan Pokok Puskesmas ...............................................................................5 2.4 Wilayah Kerja Puskesmas...................................................................................6 2.5 Kedudukan Puskesmas........................................................................................7 2.6 Satuan Penunjang................................................................................................7 BAB III PEMBAHASAN................................................................................................9 BAB IV ANALISIS DATA...........................................................................................10 BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan........................................................................................................12 5.2 Saran..................................................................................................................12 DAFTAR PUSTAKA
  4. 4. 4 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Puskesmas dilahirkan tahun 1968 ketika dilangsungkan Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) I di Jakarta, di mana dibicarakan upaya pengorganisasian sistem pelayanan kesehatan di tanah air, karena pelayanan kesehatan tingkat pertama pada waktu itu dirasakan kurang menguntungkan dan dari kegiatan-kegiatan seperti BKIA, BP, dan P4M (Pencegahan, Pemberantasan, Pembasmian Penyakit Menular ) dan sebagainya masih berjalan sendiri-sendiri dan tidak saling berhubungan. Melalui Rakerkesnas tersebut timbul gagasan untuk menyatukan semua pelayanan tingkat pertama ke dalam suatu organisasi yang dipercaya dan diberi nama Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Pembangunan kesehatan mempunyai visi “Indonesia Sehat” diantaranya dilaksanakan melalui pelayanan kesehatan oleh puskesmas dan rumah sakit. Selama ini pemerintah telah membangun puskesmas dan jaringannya di seluruh Indonesia rata-rata setiap kecamatan mempunyai 2 puskesmas, setiap 3 desa mempunyai 1 puskesmas pembantu. Puskesmas telah melaksanakan kegiatan dengan hasil yang nyata, status kesehatan masyarakat makin meningkat, ditandai dengan makin menurunnya angka kematian bayi, ibu, makin meningkatnya status gizi masyarakat dan umur harapan hidup (Kepmenkes, 2004). Puskesmas adalah unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di satu atau sebagian wilayah kecamatan. Puskesmas sebagai upaya pelayanan kesehatan strata pertama meliputi pelayanan kesehatan perorangan dan pelayanan kesehatan masyarakat dan kegiatan yang dilakukan puskesmas, selain dari intern sendiri tetapi juga perlu peran serta masyarakat dalam pengembangan kesehatan terutama di lingkungan masyarakat yang sangat mendasar, sehingga pelayanan kesehatan dapat lebih berkembang. Tetapi juga perlu peran serta masyarakat dalam pengembangan kesehatan terutama dilingkungan masyarakat yang sangat mendasar, sehingga pelayanan kesehatan dapat lebih berkembang.
  5. 5. 5 1.2 Rumusan Masalah 1. Apa pengertian dari Puskesmas? 2. Apa fungsi dari Puskesmas? 3. Apa tugas dari Puskesmas? 4. Apa saja sarana dan prasarana yang ada di Puskesmas? 1.3 Tujuan Penulisan 1. Mengetahui apa yang di maksud dengan Puskesmas 2. Mengetahui fungsi dari Puskesmas 3. Mengetahui tugas dari Puskesmas 4. Mengetahui sarana dan prasarana yang ada di Puskesmas
  6. 6. 6 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi Puskesmas Puskesmas adalah unit pelaksana teknis dinas kesehatan kabupaten/kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja. Pengertian puskesmas yang akan diketengahkan disini menunjukkan adanya perubahan yang disesuaikan dengan perkembangan dan tuntutan pelayanan kesehatan dewasa ini, diantaranya:  Dr. Azrul Azwar, MPH (1980) Pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) adalah suatu kesatuan organisasi fungsional yang langsung memberikan pelayanan secara menyeluruh kepada masyarakat dalam suatu wilayah kerja tertentu dalam bentuk usaha-usaha kesehatan pokok.  Departemen Kesehatan RI (1981) Pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) adalah suatu kesatuan organisasi kesehatan yang langsung memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terintegrasi kepada masyarkat diwilayah kerja tertentu dalam usaha-usaha kesehatan pokok  Departemen Kesehatan RI (1987) Puskesmas adalah sebagai pusat pembangunan kesehatan yang berfungsi mengembangkan dan membina kesehatan masyarakat serta menyelenggarakan pelayanan kesehatan terdepan dan terdekat dengan masyrakat dalam bentuk kegiatan pokok yang menyeluruh dan terpadu diwilayah kerjanya. Puskesmas adalah suatu unit organisasi yang secara porfesional melakukan upaya pelayanan kesehatan pokok yang menggunakan peran serta masyarakat secara aktif untuk dapat memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyrakat di wilayah kerjanya.  Departemen Kesehatan RI (1991) Puskesmas adalah suatu kesatuan organisasi kesehatan fungsional yang merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina
  7. 7. 7 peran serta masyarakat disamping memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok. 2.2 Tujuan, Fungsi dan Peran Puskesmas A. Tujuan Puskesmas Tujuan pembangunan kesehatan yang diselenggarakan oleh Puskesmas adalah mendukung tercapainya tujuan pembangunan kesehatan nasional, yakni meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang yang bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas agar terwujud derajat kesehatan yang setinggi-tingginya dalam rangka mewujudkan “Indonesia Sehat” B. Fungsi Puskesmas Ada 3 fungsi puskesmas, yaitu :  Pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan puskesmas selalu berupaya menggerakkan dan memantau penyelenggaraan pembanguan lintas sektor termasuk oleh masyarakat dan dunia usaha di wilayah kerjanya.  Pusat pemberdayaan masyarakat. Puskesmas selalu berupaya agar perorangan terutama pemuka masyarakat, keluarga dan masyarakat termasuk dunia usaha memiliki kesadaran, kemauan dan kemampuan melayani diri sendiri dan masyarakat untuk hidup sehat, berperan aktif dalam memperjuangkan kepentingan kesehatan termasuk sumber pembiayaan, serta ikut menetapkan, menyelenggarakan dan memantau pelaksanaan program kesehatan.  Pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama. Puskesmas bertanggung jawab menyelenggarakan pelayanan kesehatan tingkat pertama secara menyeluruh , terpadu dan berkesinambungan. Pelayanan kesehatan tingkat pertama yang menjadi tanggung jawab puskesmas adalah : 1. Pelayananan kesehatan perorangan adalah pelayanan kesehatan yang bersifat pribadi dengan tujuan umum menyembuhkan penyakit dan pemulihan kesehatan perorangan, tanpa mengabaikan pemeliharaan kesehatan dan penegahan penyakit. 2. Pelayanan kesehatan masyarakat adalah pelayanan kesehatan yang bersifat public dengan tujuan utama memelihara dan meningkatkan
  8. 8. 8 kesehatan serta mencegah penyakit tanpa mengabaikan penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan. Proses dalam melaksanakan fungsinya dilakukan dengan cara :  Merangsang masyarakat termasuk swasta untuk melaksanakan kegiatan dalam rangka menolong dirinya sendiri  Memberikan petunjuk kepada masyarakat tentang bagaimana menggali dan menggunakan sumber daya yang ada secara efektif dan efisien  Memberikan bantuan yang bersifat bimbingan teknis materi dan rujukan medis maupun rujukan kesehatan kepada masyarakat dengan ketentuan bantuan tersebut tidak menimbulkan ketergantungan  Memberi pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat  Bekerja sama dengan sector-sektor yang bersangkutan dalam melaksanankan program puskesmas C. Peran Puskesmas Jika ditinjau dari sistem pelayanan kesehatan di Indonesia, maka peranan dan kedudukan puskesmas di Indonesia adalah amat unik. Sebagai sarana pelayanan kesehatan terdepan di Indonesia, maka puskesmas kecualai bertanggungjawab dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan masyarakat, juga bertanggung jawab dalam menyelenggarakan pelyanan kedokteran. 2.3 Kegiatan Pokok Puskesmas Kegiatan-kegiatan pokok puskesmas yang diselenggarakan oleh puskesmas sejak berdirinya semakin berkembang , mulai dari 7 usaha pokok kesehatan, 12 usaha pokok kesehatan, 13 usaha pokok kesehatan dan sekarang meningkat menjadi 20 usaha pokok kesehatan yang dapat dilaksanakan oleh puskesmas sesuai dengan kemampuan yang ada dari tiap-tiap puskesmas baik dari segi tenaga, fasilitas, dan biaya atau anggaran yang tersedia. Berdasarkan buku pedoman kerja puskesmas yang terbaru ada 20 usaha pokok kesehatan yang dapat dilakukan oleh puskesmas, itu pun sangat tergantung kepada faktor tenaga, sarana, dan prasarana serta biaya yang tersedia berikut kemampuan manajemen dari tiap-tiap puskesmas. Dua puluh kegiatan pokok Puskesmas adalah : 1. Upaya Kesehatan Ibu dan Anak 2. Upaya Keluarga Berencana
  9. 9. 9 3. Upaya Peningkatan Gizi 4. Upaya Kesehatan Lingkungan 5. Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular 6. Upaya Pengobatan 7. Upaya Penyuluhan 8. Upaya Kesehatan Sekolah 9. Upaya Kesehatan Olahraga 10. Upaya Perawatan Kesehatan Masyarakat 11. Upaya Peningkatan Kesehatan Kerja 12. Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut 13. Upaya Kesehatan Jiwa 14. Upaya Kesehatan Mata 15. Labolatorium Kesehatan 16. Upaya Pencatatan dan Pelaporan 17. Upaya Pembinaan Peran Serta Masyarakat 18. Upaya Pembinaan Pengobatan Tradisional 19. Upaya Kesehatan Remaja 20. Dana Sehat 2.4 Wilayah Kerja Puskesmas Puskesmas harus bertanggung jawab untuk setiap masalah yang terjadi di wilayah kerjanya, meskipun masalah tersebut lokasinya berkilo-kilo meter dari puskesmas. Dengan asas inilah puskesmas dituntut untuk lebih mengutamakan tindakan pencegahan penyakit, dan bukan tindakan untuk pengobatan penyakit. Dengan demikian puskesmas harus secara aktif terjun ke masyarakat dan bukan menantikan masyarakat datang ke puskesmas. Wilayah kerja puskesmas, bisa kecamatan, faktor kepadatan penduduk, luas daerah, keadaan geografik dan keadaan infrastruktur lainnya merupakan bahan pertimbangan dalam menentukan wilayah kerja puskesmas. Puskesmas merupakan perangkat Pemerintah Daerah Tingkat II, sehingga pembagian wilayah kerja puskesmas ditetapkan oleh bupati KDH, mendengar saran teknis di Kantor Wilayah Departemen Kesehatan Provinsi. Untuk kota besar wilayah kerja puskesmas bisa satu kelurahan, sedangkan puskesmas di ibukota kecamatan merupakan puskesmas rujukan, yang berfungsi sebagai pusat rujukan dari puskesmas kelurahan yang juga mempunyai fungsi koordinasi. Sasaran penduduk yang dilaksanakan oleh sebuah puskesmas rata-rata 30.000 penduduk.
  10. 10. 10 Luas wilayah yang masih efektif untuk sebuah puskesmas di daerah pedesaan adalah suatu area dengan jari-jari 5 km, sedangkan luas wilayah kerja yang dipandang optimal adalah area dengan jari-jari 3 km. 2.5 Kedudukan Puskesmas a) Kedudukan dalam Bidang Administrasi Puskesmas merupakan perangkat Pemerintah Daerah Tingkat II dan bertanggung jawab langsung baik teknis maupun administrative kepada Kepala Dinas Kesehatan Dati II. b) Kedudukan dalam Hirarki Pelayanan Kesehatan Dalam urutan hirarki pelayanan kesehatan sesuai dengan Sistem Kesehatan Nasional (SKN) maka puskesmas berkedudukan pada tingkat fasilitas kesehatan pertama. 2.6 Satuan Penunjang Sesuai dengan keadaan geografi, luas wilayah, sarana perhubungan serta kepadatan penduduk dalam wilayah kerja puskesmas, tidak semua penduduk dapat dengan mudah mendapatkan pelayanan puskesmas. Agar jangkauan pelayanan puskesmas lebih merata dan meluas, perlu ditunjang dengan puskesmas pembantu, penempatan bidan di desa-desa yang belum terjangkau oleh pelayanan yang ada di puskesmas keliling. Disamping itu penggerakan peran serta masyarakat untuk mengelola posyandu dan membina desa wisma akan dapat menunjang jangkauan pelayanan kesehatan. Demi pemerataan dan perluasan jangkauan pelayanan kesehatan maka puskesmas perlu ditunjang dengan unit pelayanan kesehatan yang lebih sederhana yaitu Puskesmas Pembantu, Puskesmas Keliling, Puskesmas Rawat Inap, Dan Puskesmas PONED.  Puskesmas Pembantu Puskesmas pembantu adalah unit pelayanan kesehatan yang sederhana dan berfungsi menunjang dan membantu melaksanakan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan puskesmas dalam ruang lingkup wilayah yang lebih kecil. Puskesmas pembantu merupakan bagian integral dari puskesmas, dengan lain perkataan satu puskesmas meliputi juga seluruh puskesmas pembantu yang ada di wilayah kerjanya.
  11. 11. 11  Puskesmas Keliling Puskesmas Keliling merupakan unit pelayanan kesehatan keliling yang dilengkapi dengan kendaraan bermotor roda 4 atau perahu bermotor dan peralatan kesehatan, peralatan komunikasi serta sejumlah tenaga yang berasal dari puskesmas. Puskesmas keliling berfungsi menunjang dan membantu melaksanakan kegiatan-kegiatan puskesmas dalam wilayah kerjanya yang belum terjangkau oleh pelayanan kesehatan.  Puskesmas Rawat Inap Puskesmas Perawatan atau Puskesmas Rawat Inap merupakan Puskesmas yang diberi tambahan ruangan dan fasilitas untuk menolong penderita gawat darurat, baik berupa tindakan operatif terbatas maupun rawat inap sementara. Sesuai Standard Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten/Kota (Depkes RI, 2003). Pengertian rawat inap, merupakan pelayanan kesehatan perorangan yang meliputi observasi, diagnosa, pengobatan, keperawatan, rehabilitasi medik dengan menginap di ruang rawat inap pada sarana kesehatan rumah sakit pemerintah dan swasta, serta puskesmas perawatan dan rumah bersalin, yang oleh karena penyakitnya penderita harus menginap.  Puskesmas PONED PONED merupakan kepanjangan dari Pelayanan Obstetri Neonatus Essensial Dasar. PONED dilakukan di Puskesmas induk dengan pengawasan dokter. Petugas kesehatan yang boleh memberikan PONED yaitu dokter, bidan, perawat dan tim PONED Puskesmas beserta penanggung jawab terlatih. Pelayanan Obstetri Neonatal Esensial Dasar dapat dilayani oleh puskesmas yang mempunyai fasilitas atau kemampuan untuk penangan kegawatdaruratan obstetri dan neonatal dasar. Puskesmas PONED merupakan puskesmas yang siap 24 jam, sebagai rujukan antara kasus- kasus rujukan dari polindes dan puskesmas. Polindes dan puskesmas non perawatan disipakan untuk melakukuan pertolongan pertama gawat darurat obstetri dan neonatal (PPGDON) dan tidak disiapkan untuk melakukan PONED.
  12. 12. 12 BAB III PEMBAHASAN NO JENIS PENYAKIT TOTAL KASUS 1 Infeksi Saluran Pernapasan 52 2 Dispesia 44 3 Hipertensi 39 4 Gas Teritis 26 5 Demam 22 6 Penyakit lainnya 98 TOTAL TOTAL 281 Infeksi Saluran Pernafasan 18% Dispesia Hipertensi 14%Gas Teritis 9% Demam 8% Penyakit Lainnya 35% Infeksi Saluran Pernafasan Dispesia Hipertensi Gas Teritis Demam Penyakit Lainnya
  13. 13. 13 BAB IV ANALISA DATA DI PUSKESMAS SUKABUMI KECAMATAN LEMBURSITU KOTA SUKABUMI Kami kelompok 10 melakukan analisa di Puskesmas Sukabumi, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi untuk memenuhi tugas Manajemen Ilmu Teknologi. Analisa ini bertujuan untuk mengetahui data keseluruhan dari Puskesmas tersebut. Penelitian ini juga menginterpretasikan atau menterjemahkan dengan bahasa penelitian yang diperoleh dari informan dilapangan sebagai wancana untuk mendapat penjelasan kondisi yang ada. Berikut ini adalah data-data yang kami peroleh dari hasil penelitian yang kami lakukan yang terdiri dari jumlah kunjungan pasien, penyakit yang sering muncul dan jumlah tenaga medis. A. Jumlah Kunjungan Analisa kunjungan yang kami lakukan dimulai dari tanggal 6 september sampai tanggal 12 September 1. Tanggal 6 September : Jenis penyakit ISPA dengan jumlah pasien 52 orang, disebabkan oleh faktor lingkungan dan cuaca. 2. Tanggal 7 September : Jenis penyakit Dispepsia dengan jumlah pasien 44 orang, disebabkan karena mengkonsumsi makanan dan minuman yang tidak sehat. 3. Tanggal 9 September : Jenis penyakit Hiperensi yang dengan jumlah pasien 39 orang yang disebabkan karena pasien membiasakan kebiasaan yang buruk. 4. Tanggal 10 September : Jenis penyakit Gasteritis dengan jumlah pasien 26 orang, disebabkan oleh makanan yang kurang sehat dan higienis. 5. Tanggal 11 September : Jenis penyakit Demam dengan jumlah pasien 22 orang, salah satunya disebabkan karena lingkungan yang kotor dan banyak kuman. Dan jumlah penyakit lainnya seperti , scabies, nylagia, diare , influensa, asma vaicela berjumlah 98 orang. Total dari jumlah kunjungan selama perhari dari hari ke-1 sampai ke-6 minggu ke-2 pada tanggal 6 sampai 11 bulan september yaitu 281 pasien. Kesimpulan dari data diatas didapatkan bahwa jumlah kunjungan pasien dari tanggal 6 sampai tanggal 11 September ada penurunan pasien.
  14. 14. 14 B. Penyakit yang Sering Muncul Untuk penyakit yang sering muncul, kami melakukan analisa dengan data sebagai berikut. 1. Ispa (JO6) : 52 orang 2. Dispepsia ( K30) : 44 orang 3. Hipertensi (I10) : 39 orang 4. Gastritis (K29) : 26 orang 5. Demam ( R50) : 22 orang 6. Penyakit lainnya : 98 orang B. Jumlah Tenaga Medis Jumlah Tenaga Medis yang ada di Puskesmas Lembursitu berjumlah 24 orang, diantaranya yaitu:  Kepala Puskesmas ( Dokter Gigi ) = 1  Dokter Umum = 1  Perawat = 3  Bidan = 4  Perawat Gigi = 1  Tenaga Gigi = 1  Tenaga Promkes = 3  Analis Kesehatan = 1  Tata Usaha = 1  Administrasi = 3  Gizi = 1  Tenaga Magang = 4
  15. 15. 15 BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan Dari hasil Analisis Data Kelompok 10 ke Puskesmas Lembursitu, di dapatkan hasil dari tanggal 6 hingga 11 September 2019 penyakit paling banyak ditemukan di daerah Lembursitu yaitu Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan mungkin karena di daerah Lembursitu terdapat banyak pabrik, sehingga menghasilkan udara yang kurang baik untuk Sistem Pernafasan. 5.2 Saran Semoga Puskesmas Lembursitu lebih bisa mengajak dan memberitahu Masyarakat untuk menjaga kesahatannya sehingga Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan di daerah Lembursitu dapat berkurang.
  16. 16. 16 DAFTAR PUSTAKA https://www.academia.edu/16473318/makalah_tentang_puskesmas

×