Jurnal 2 upload

4,017 views

Published on

0 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
4,017
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
30
Actions
Shares
0
Downloads
90
Comments
0
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Jurnal 2 upload

  1. 1. ISSN 2089-4554 Jendela Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN “JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN” Diterbitkan Oleh : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Gresik Gresik Jendela Volume Nomor Halaman JuniPendidikan 2 1 1-89 2012 1
  2. 2. ISSN 2089-4554 Jendela Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN “JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN” DAFTAR ISIPENERAPAN MODEL PENGEMBANGAN INSTRUKSIONAL (MPI) DAN GAYABELAJAR MAHASISWA, TERHADAP HASIL BELAJAR MATAKULIAHMICROTEACHING PADA MAHASISWA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMUPENDIDIKAN UNIVERSITAS GRESIK 5 - 16Siti BarirohSTUDI TENTANG PENGARUH PELAKSANAAN SUPERVISI KEPALASEKOLAH TERHADAP KEDISIPLINAN GURU DALAM PELAKSANAANPROSES BELAJAR MENGAJAR DI SDN NGAGELREJO SURABAYASri Sundari 17 - 29PENGARUH DISIPLIN GURU TERHADAP PRESTASI SISWA DI SDNBANJARSARI GRESIKEtiyasningsih 31 - 43TELAAH KRITIS PENDIDIKAN UNTUK SEMUA (EDUCATION FOR ALL)DALAM KONTEKS MANAJEMEN PENDIDIKANSoesetijo 45 - 66PENGARUH KUALITAS PELAYANAN PENDIDIKAN, PROFESIONALISMEDOSEN TERHADAP KEPUASAN MASYARAKATAna Tjindi Rochmawati 67 - 77HUBUNGAN PERSEPSI GURU TENTANG JABATAN GURU DANKOMITMEN GURU PADA LEMBAGA DENGAN KINERJA GURURetno Indah Rahayu 77-89 Gresik Jendela Volume Nomor Halaman KATA PENGANTAR Juni Pendidikan 2 1 1-89 2012 2
  3. 3. Jendela Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah, sehingga Jurnal Jendela Pendidikan bisa hadir di kalangan pendidikan. Jurnal Jendela Pendidikan berisi tentang sejumlah artikel penelitian baik artikel bersifat empiris atau laporan penelitian maupun artikel yang bersifat kajian teori atau artikel konseptual. Penulis artikel berasal dari kalangan akademisi atau dosen di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Gresik yang akan dipublish pada para pemangku pendidikan dan masyarakat luas khususnya para pemerhati pendidikan. Hal ini sesuai dengan misi utama keberadaan Jurnal Jendela Pendidikan sebagai media komunikasi dan informasi yang bersifat ilmiah. Kami berharap partisipasi berbagai kalangan baik akademisi, praktisi, maupun birokrasi untuk menulis dalam jurnal ini, sehingga berbagai temuan, pemikiran dan ide serta gagasan dapat terkomunikasi dalam jurnal ini semoga terbitan pertama Jurnal Jendela Pendidikan bermanfaat bagi kita semua. Gresik, Juni 2012 RedaksiTerbit dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember, bersisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan kajian analitis-kritis di bidang administrasi pendidikan 3
  4. 4. Jendela Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN JENDELA PENDIDIKAN JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN Pelindung Rektor Universitas Gresik Penasehat Dekan FKIP Pimpinan Redaksi Hj. Sri Sundari, S.Pd., M.Pd Dewan Redaksi Prof. Dr. H. Sukiyat, SH, M.Si Dr. Soesetijo, M.Pd Dra. Hj. Siti Bariroh, M.Pd Drs. Syaiful Khafid, M.Pd Redaktur Pelaksana Dra. Adrijanti, M.Pd Drs. Agus Tri Sulaksono, M.Pd Etiyasningsih, S.Pd.,M.Pd Sekretariat Penerbit Ahmad Faizin, S.S Alamat Penerbit / Redaksi Kampus Universitas Gresik Jl. Arif Rahman Hakim No. 2B Gresik Telp/Fax (031) 3978628Terbit dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember, bersisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan kajian analitis-kritis di bidang administrasi pendidikan 4
  5. 5. Jendela Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN 5
  6. 6. Jendela Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PENERAPAN MODEL PENGEMBANGAN INSTRUKSIONAL (MPI) DAN GAYA BELAJAR MAHASISWA, TERHADAP HASIL BELAJAR MATAKULIAH MICROTEACHING PADA MAHASISWA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS GRESIK Siti Bariroh*) Abstrak, Upaya meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran, diperlukanadanya perancangan dan pengembangan materi pembelajaran, yang merupakan fungsiyang sangat penting dalam teknologi pembelajaran. Seels Richey (dalam Amir, 2000)mengatakan bahwa kawasan teknologi pembelajaran meliputi desain, pengembangan,pemanfaatan, pengelolan dan evaluasi. Pengembangan desain materi pembelajaranmicroteaching ini adalah upaya untuk memenuhi salah satu fungsi ranah teknologipembelajaran, yaitu ranah pengelolaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperolehjawaban dari pertanyaan "Apakah ada perbedaan hasil belajar, yang diajarkan denganmenggunakan Model Pengembangan Instruksional (MPI) dan yang non MPI?". ApakahModel Pengembangan Instruksional dengan Gaya Belajar yang dimiliki mahasiswa,membedakan hasil belajar mereka? Dan apakah ada interaksi antara gaya mengajar danMPI terhadap hasil belajar matakuliah Microteaching, mahasiswa Fakultas Keguruan danIlmu Pendidikan Universitas Gresik. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode angket gaya belajar, dan test hasilbelajar. Analisa data yang digunakan adalah analisis varian (ANAVA) dua jalur, yaituuntuk menguji hipotesa 1, hipotesa 2 dan hipotesa 3. Dari hasil penelitian diketahuiadanya perbedaan hasil belajar dengan menggunakan MPI dan non MPI, dan perbedaangaya belajar menyebabkan perbedaan hasil belajar, serta terdapat pula interaksi antaragaya belajar dengan MPI. Hasil penelitian ini dapat direkomendasikan sebagai alternatif modelpengembangan pembelajaran, dengan lebih memperhatikan perbedaan individu (gayabelajar) untuk mengakomodasi kebutuhan belajar mereka, sehingga tercapai hasil belajaryang baik.Keyword : Model Pengembangam Instruksional (MPI), Gaya Belajar, dan Hasil Belajar*) Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Gresik 6
  7. 7. Jendela Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKANPENDAHULUAN petunjuk penggunaan bahan ajar, ada soal latihan, jawaban latihan, test, petunjukHasil belajar seseorang, tidak terlepas bagi siswa menuju kegiatan berikutnya.dari pengaruh berbagai faktor, di Penggunaan model pengembanganantaranya adalah faktor eksternal, yang Instruksional (MPI) didasarkan atasmenyangkut pengembangan program pemikiran bahwa model ini menggunakanpembelajaran dan strategi penyampaian pendekatan sistem, dengan langkahatau proses pembelajaran. langkah yang lengkap, sehingga dapat Dalam aktivitas pengajaran terkan- digunakan untuk merancangdung aktivitas (1) Merancang pembela- pembelajaran baik untuk pembelajaranjaran, (2) Menyajikan pembelajaran, (3) klasikal maupun individual.Mengevaluasi pembelajaran. Ketiganya Faktor lain yang juga dapatakan terkait dalam satu proses dan saling mempengaruhi hasil belajar adalah faktormempengaruhi terhadap hasil belajar. internal dari dalam siswa / mahasiswa ituUpaya meningkatkan efisiensi dan sendiri. Salah satu dari faktor internal ituefektivitas pembelajaran, diperlukan adalah karakteristik siswa yangadanya perancangan dan pengembangan berhubungan dengan cara merekamateri pembelajaran, yang merupakan menerima dan mengolah informasi, danfungsi yang sangat penting dalam merespons informasi serta berinteraksiteknologi pembelajaran. dalam proses pembelajaran. Seels Richey (dalam Amir, 2000) Setiap orang mempunyai potensimengatakan bahwa kawasan teknologi yang sama untuk unggul dalampembelajaran meliputi desain, pengem- pembelajaran, yang diperlukan adalahbangan, pemanfaatan, pengelolan dan menemukan gaya belajar yang sesuai danevaluasi. Pengembangan desain materi tepat bagi sesorang untukpembelajaran microteaching ini adalah memaksimalkan efisiensiupaya untuk memenuhi salah satu fungsi pembelajarannya. Deporter dan Hernackiranah teknologi pembelajaran, yaitu (2000), Syahid (2002), mengungkapkanranah pengelolaan. Dick dan Carey bahwa , gaya belajar adalah kunci untuk(1990) mengungkapkan bahwa desain mengembangkan kinerja dalammateri pembelajaran sebaiknya menarik, pekerjaan, di sekolah dan dalam situasiisinya sesuai dengan tujuan khusus antar pribadi. Gaya belajar akan dapatpembelajaran, urutannya tepat, ada memberi kemudahan kepada seseorang 7
  8. 8. Jendela Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKANuntuk menyerap dan mengelola 4) Hasil penelitian akan memberikaninformasi. manfaat nyata bagi peneliti Keinginan untuk membantu sendiri,atau pihak lain yang seprofesimahasiwa dalam memahami materi dalam usaha meningkatkan Kualitasmatakuliah Microteaching, dan untuk pembelajaran dalam arti yang luas.memudahkan penyampaian bahan ajarkepada mahasiswa secara lengkap dan KERANGKA TEORITISsistematis, serta ingin mengetahui Microteaching diartikan sebagai carapengaruh desain materi pembelajaran latihan ketrampilan mengajar dalamberdasarkan Model Pengembangan lingkup kecil/ terbatas. MC Laughlin &Instruksional dan gaya belajar terhadap Moulton mengemukakan " Microteachinghasil belajar mahasiswa, mendorong has been performent part of teachingpeneliti ingin meneliti masalah tersebut. process, so that the traince can masterAda beberapa alasan utama peneliti each component one By one in amemilih masalah ini : simplifed teaching situation".1) Peneliti terlibat langsung membina MC .Knight (1979) mengemukakan matakuliah Microteaching, di "Microteaching has been described AS Fakultas Keguruan dan Ilmu scaled down teaching encounter Pendidikan Universitas Gresik. desingned to developernya new skill and Sehingga memungkinkan untuk refine old one". terlibat langsung dalam interaksi Dari pengertian di atas, dapat dengan mahasiswa . dipahami bahwa microteaching adalah2) Sejauh ini, masalah desain materi sebuah model pengajaran yang dikecilkan pembelajaran, khususnya di atau disebut dengan "real teaching" Universitas Gresik belum banyak (AAllen and Ryan,1969). Jumlah diteliti, sementara peneliti meyakini pesertanya berkisar antara 5 sampai 10 bahwa perbaikannya kualitas orang, ruang kelasnya terbatas, waktu Pembelajaran dapat diawali dari pelaksanaannya berkisar antara 10 sampai pengembangan desain pembelajaran. 15 menit, terfokus pada ketrampilan3) Literatur yang berkaitan dengan mengajar tertentu, dan pokok bahasannya penelitian ini, cukup mendukung disederhanakan. peneliti dalam mengkaji landasan- Tujuan diselenggarakannya pembela- landasan teori. jaran micro menurut T. Gilarso, dibagi 8
  9. 9. Jendela Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKANdua yaitu untuk melatih kemampuan dan Ada lima langkah yang dapat ditempuhketrampilan keguruan (tujuan umum), dalam pembelajaran micro yaitu:dan untuk melatih calon guru supaya 1) Pengenalan (pemahaman) konseptrampil dalam membuat desin pembelajaran micropembelajaran, mendapatkan profesi 2) Penyajian model dan diskusikeguruan dan menumbuhkan rasa percaya 3) Perencanaan/persiapan mengajardiri (tujuan khusus). 4) Praktek mengajar Dwigh Allen, mengatakan, tujuan 5) Diskusi feed back / umpan balik.Microteaching bagi calon guru adalah :1) Memberi pengalaman mengajar yang MODEL PENGEMBANGAN nyata dan latihan sejumlah INSTRUKSIONAL ketrampilan dasar mengajar. Beberapa definisi mengenai desain2) Calon guru dapat mengembangkan pembelajaran antara lain Reigeluth ketrampilan mengajarnya sebelum (1983:7 dalam Boy Soedarmadji, 2002) mereka terjun ke lapangan. menyatakan bahwa desain pembelajaran3) Memberikan kemungkinan bagi calon lebih memperhatikan pada pemahaman , guru untuk mendapatkan bermacam- pengubahan, dan penerapan metode- macam ketrampilan dasar mengajar. metode pembelajaran. Hal iniFungsi microteaching adalah sebagai mengarahkan kita, bahwa sebagaisarana latihan dalam mempraktekkan seorang profesional, maka kitaketrampilan mengajar, dan juga sebagai mempunyai tugas untuk memilih dansalah satu syarat bagi mahasiswa yang menentukan metode apa yang dapatakan mengikuti Praktek Mengajar di dipergunakan, dan mempermudahlapangan (PPL). Sasaran akhir yang akan penyampaian bahan ajar, agar dapatdicapai dalam microteaching adalah diterima dengan mudah oleh siswa.terbinanya calon guru memiliki Lebih lanjut, Shaner (dalampengetahuan tentang proses Suparman, 1997:29) menytakan bahwapembelajaran, serta memiliki sikap dan desain Instruksional adalah perencanaanperilaku baik sebagai seorang guru. secara akal sehat untuk mengidentifikasi masalah tersebut , dengan menggunakanLangkah-Langkah Prosedur Pembelajaran suatu rencana terhadap perencanaan,Micro evaluasi, uji coba, umpan balik, dan hasilnya. Hal ini diperjelas dengan 9
  10. 10. Jendela Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKANpendapat Suparman (1997:31), suatu GAYA BELAJARproses yang sistematik dalam Thomas L Madden (2002) mengemu-mengidentifikasikan masalah, mengem- kakan bahwa salah satu cara untukbangkan bahan dan strategi Instruksional, membuka potensi luar biasa yang telahserta mengevaluasi efektivitas dan terkunci dalam otak adalah denganefisiensinya dalam mencapai tujuan menemukan cara memasukkan informasiInstruksional. ke dalam otak. Masuknya informasi ini Rohani (2004:69) mendefinisikan dicapai melalui gaya belajar.pengertian desain pengajaran sebagai Mengutip Deporter dan Hernackisuatu pemikiran atau persiapan untuk (2000), Syahid (2002) mengungkapkanmelaksanakan tugas mengajar / aktivitas bahwa gaya belajar adalah kunci untukpengajaran dengan menerapkan prinsip mengembangkan kinerja dalamprinsip pengajaran melalui langkah pekerjaan, disajikan dan dalam situasilangkah pengajaran, perencanaan, antar pribadi. Gaya belajar akan dapatpelaksanaan dan penilaian, dalam rangka memberi kemudahan kepada seseorangpencapaian tujuan pengajaran yang telah untuk menyerap dan mengeloladitentukan. informasi. Seseorang akan lebih mudah Pengertian Desain Pembelajaran belajar dan berkomunikasi denganModel Pembelajaran Instruksional (MPI) gayanya sendiri. Degeng (2000) dalamadalah suatu bentuk model pembelajaran Syahid (2002) mengemukakan bahwayang menunjukkan urutan kegiatan yang gaya belajar, rentangan perhatian,ditempuh orang dalam mendesain sistem ingatan, tahap perkembangan, danInstruksional, yang terdiri dari 8 langkah, kecerdasan pelajar, sangat bervariasiyaitu menentukan kebutuhan Para ahli di bidang gaya belajarInstruksional umum, dan merumuskan sepakat membagi secara umum ke dalamtujuan umum, melakukan analisis dua katagori utama tentang bagaimanainstruksional, mengidentifikasi perilaku seseorang belajar. Pertama, bagaimanadan karakteristik awal mahasiswa, seseorang menyerap informasi denganmerumuskan TIK, menulis tes acuan mudah, dan kedua adalah cara seseorangpatokan, menyusun strategi Instruksional, dalam mengatur dan mengolah informasi.mengembangkan bahan instruksional, Cara pertama disebut modalitas dan yangmendesain dan melaksanakan sistem kedua disebut dominasi otak. GayaInstruksional. belajar seseorang adalah bagaimana cara 10
  11. 11. Jendela Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKANseseorang menyerap, kemudian mengatur 1. Gaya belajar visual, merupakandan mengolah informasi. Bagaimana cara kecenderungan seseorang akan lebihmenemukan modalitas yang disukai? mudah belajar atau menyerapDeporte dan Hernacki (2002) informasi apabila materimenjelaskan satu cara sederhana adalah pembelajarannya dikemas dalamdengan mendengarkan petunjuk-petunjuk uraian tertulis (naratif) maupun dalamdalam pembicaraan. Cara lain adalah bentuk matriks (gambar dan skema).memperhatikan perilaku ketika 2. Gaya belajar auditorial, merupakanmenghadiri seminar atau lokakarya. kecenderungan individu akan lebihApakah tampaknya seseorang menyerap mudah dalam belajar atau menyeraplebih banyak informasi dari membaca informasi apabila materimakalah atau mendengarkan penyajinya? pembelajaran dikemas dalam bentuk Berdasarkan uraian di atas uraian secara lesan.dapatkah ditarik suatu pemahaman bahwa 3. Gaya belajar kinestetik, merupakangaya belajar adalah suatu kecenderungan kecenderungan individu akan lebihyang dimiliki oleh seseorang dalam hal mudah dalam belajar bila materi pem-bagaimana ia belajar dengan mudah, belajaran dikemas dengan memprak-menyenangkan dan efisien dalam tekkan sesuatu secara langsung.menyerap, mengatur dan mengolahinformasi, serta berinteraksi dengan HASIL BELAJARlingkungan. Dalam membicarakan pengertianMacam macam Gaya Belajar hasil atau prestasi belajar, tidak terlepas Para ahli mempunyai pandangan dari pengertian belajar, karena hasilberbeda dalam mengklasifikasikan gaya belajar merupakan hasil perubahan yangbelajar. Keefe (1987) membagi gaya dialami dalam peristiwa belajar. Menurutbelajar menjadi cognitive styles, affective WJS Purwadarminta, dalam Kamusstyles, dan psysiological styles. Bahasa Indonesia menyatakan, bahwaSedangkan DePorter dan Hernacki belajar adalah berusaha, berlatih dan(2002), dan Madden (2002) membagi sebagainya, untuk mendapatkangaya belajar ke dalam tiga macam gaya kepndaian.belajar, yaitu : Hasil Belajar adalah kemampuan yang diperoleh seorang pembelajar dari 11
  12. 12. Jendela Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKANproses belajar yang ditempuh di suatu METODE PENELITIANsekolah atau lembaga pendidikan, yangdiperoleh melalui evaluasi belajar. Rancangan Penelitian Penelitian ini merupakan jenisHasil Belajar Matakuliah Microteaching penelitian kuantitatif, yaitu untuk Tujuan umum mata kuliah membuktikan hipotesis.microteaching adalah mempersiapkan penelitian ini, menggunakan 3 variabel,mahasiswa calon guru untuk menghadapi yaitu desain model pembelajaran MPI,tugas mengajar sepenuhnya di depan dan gaya belajar sebagai variabel bebas,kelas dengan memiliki pengetahuan, dan hasil belajar sebagai varaiabel terikat.ketram-pilan, kecakapan, dan sikap Rancangan ini dimaksudkansebagai Guru yang profesional. untuk mengetahui perbedaan hasil belajar Sedangkan tujuan khusus nya antara yg menggunakan MPI dan Nonadalah: MPI dan juga untuk mengetahuia) Menganalisa tingkah laku mengajar perbedaan hasil belajar dari perbedaan kawan kawan nya dan dirinya sendiri. gaya belajar, serta untuk mengetahuib) Dapat melaksanakan ketrampilan interaksi antara gaya belajar dengan MPI khusus dalam mengajar. dan non MPI.c) Dapat mempraktekkan berbagai Kegiatan penelitian terdiri dari tehnik mengajar dengan benar dan test macam gaya belajar, pengelompokan tepat. subyek, perlakuan dan pemberian test dand) Dapat mewujudkan situasi belajar ujian praktek. Ada 3 kelompok belajar mengajar yang efektif, produktif dan yang menjadi fokus kajian dalam efisien. penelitian ini, yaitu kelompok visual (V),e) Dapat bersifat profesional Keguruan. kelompok auditorial (A) dan kelompok kinestetik (K).Skor (nilai) hasil belajar mahasiswa padamatakuliah microteaching ini, ditentukan Populasi dan Sampeldengan Ujian Tengah Semester( M), Sebagai populasi dalam penelitianTugas( T), dan Ujian Akhir (A) ini adalah mahasiswa semester VII, FKIPditetapkan dengan rumus: Universitas Gresik, angkatan 2006, tahun N= akademik 2009/2010 kelas A,B,C, dengan jumlah 155 mahasiswa. Adapun 12
  13. 13. Jendela Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKANSampel dalam penelitian ini adalah 4. Menghitung rasio F ( A,B,dan AB).sebanyak 70 mahasiswa, diambil secararandom sampling dengan cara undian. HASIL PENELITIANTeknik Pengumpulan Data Uji Normalitas Data mengenai gaya belajar Uji normalitas sebaran skor,didapat dari test berupa angket untuk dilaku-kan terhadap hasil belajardijawab (test gaya belajar), dan hasil matakuliah microteaching denganbelajar didapat dari hasil test ujian tertulis menggunakan model pengembanganmaupun ujian praktek microteaching. Instruksional, dan tanpa menggunakan model pengembangan Instruksional,Teknik Analisa Data dengna Kolmogorov-Smirnov. Hasil Uji prasyarat analisis, sebelum perhitungan uji normalitas sebaran skordilakukan analisa data, terlebih dulu variabel adalah normal, atau memenuhidilakukan uji prasyarat analisis yang persyaratan normalitas. Hasil belajarmeliputi : a) uji normalitas data sampel, dengan MPI, N = 0,773. P = 0,589.dan b) uji homogenitas sampel. Uji signifikan 5% = 0,025 (normal). HasilHipotesis, dilakukan analisa data yang belajar dengan non MPI, N= 0,921, P = 0,diperoleh dari hasil penelitian, dengan 384. Signifikan 5% = 0,025 (normal).menggunakan metode statistik, yaitumetode pengolahan data kuantitatif untuk Uji Homogenitasmengetahui perbedaan hasil tes. Analisis Residu skor variabel terikat untukyang digunakan adalah metode statistik tiap skor variabel bebas sudah homogen.Analisis Varians (ANAVA) dua jalur, Hasil belajar dengan MPI, Nilai = 0,653.dengan rumus sebagai berikut: P = 0,422, Signifikan 5% = 0,051. Menghitung jumlah kuadrat total, (homogen). Hasil belajar dengan gaya antar A,antar B,interaksi A xB dan belajar. Nili = 0,913. P = 0,406, dalam kelompok. Signifikan 5 % = 0,05 (homogen).2. Menghitung derajat kebebasan total, antara A,B dan interaksi AB dan Pengujian Hipotesa dalam kelompok 1. Terdapat perbedaan hasil belajar3. Menghitung rata rata kuadrat antar A, menggunakan MPI dan yang Non B, dan AB. Dan dalam kelompok MPI. Diperoleh F hitung = 7,629, 13
  14. 14. Jendela Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN probabikitas sebesar 0,001 lebih kecil diajar dengan MPI, nilai rata rata dari a=0,05. 75,26 lebh baik dari pada yang diajar2. Terdapat perbedaan hasil belajar dari dengan Non MPI. Dengan demikian gaya belajar visual, Auditorial dan dapat dikatakan bahwa pembelajaran kinestetik dengan model pengem- matakuliah Microteaching dengan bangan Instruksional matakuliah MPI dapat meningkatkan hasil belajar Microteaching. Diperoleh F hitung = mahasiswa. 17, 658, sedang probabilitas sebesar 2. Hasil penelitian tentang Model 0,007 lebih kecil dari 0,05. Pengembangan Instruksional (MPI),3. Terdapat interaksi antara gaya belajar dengan gaya belajar Visual, Auditori mahasiswa dengan model dan Kinestetik, yang dimiliki Pengembangam Instruksional (MPI), mahasiswa membedakan hasil belajar terhadap hasil belajar matakuliah mahasiswa FKIP Unigres. Hasil Microteaching. Diperoleh F hitung = perhitungan menunjukkan hasil 3,311, dengan nilai probabilitas belajar Visual, rata rata sebesar 78,54. sebesar 0,043 lebih kecil dari a= 0,05. Hasil belajar dengan gaya Auditorial rata rata sebesar 71,85, sedangkanPEMBAHASAN HASIL PENELITIAN hasil belajar dengan gaya belajar Kinestetik rata-rata sebesar 75,44.1. Pembahasan tentang perbedaan hasil Hasil perhitungan F hitung = 17,658, belajar yang diajarkan dengan MPI P = 0,007, a = 0,05, Dengan demikian dan Non MPI matakuliah dapat dikatakan gaya belajar yang Microteaching pada mahasiswa FKIP dimiliki mahasiswa dengan Universitas Gresik. Hasil perhitungan pembelajaran MPI, membedakan yang diperoleh (F hitung=7,629, hasil belajarnya, (tipe visual memiliki P=0,001, a=0,05) maka dapat rata rata tertinggi dari tipe lainnya) dikatakan bahwa ada perbedaan hasil diterima dengan taraf signifikansi 5%. belajar yang diajarkan dengan MPI 3. Hasil penelitian tentang interaksi dan Non MPI, matakuliah antara gaya belajar mahasiswa dengan Microteaching FKIP Unigres, model pengembangan Instruksional diterima dengan taraf signifikansi 5%. (MPI) terhadap hasil belajar Hasil analisis statistik juga matakuliah Microteaching. Hasil menunjukkan bahwa mahasiswa yang perhitungan Fhitung = 3,311 dengan 14
  15. 15. Jendela Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN P = 0,043, dan a = 0,05. Dengan 1. Model Pengembangan Instruksional demikian dapat dikatakan ada (MPI) direkomendasikan sebagai interaksi antara gaya belajar alternatif model pengembangan bahan mahasiswa dengan Model bahan pembelajaran. Pengembangan Instruksional terhadap 2. Proses pembelajaran hendaknya lebih hasil belajar matakuliah memperhatikan perbedaan individu, Microteaching mahasiswa FKIP karena masing-masing individu Universitas Gresik. memiliki gaya belajar sendiri sendiri. Dengan lebih memperhatikanKESIMPULAN perbedaan individu dan dengan1. Ada perbedaan hasil belajar, yang membuat model pengajaran yang diajarkan dengan Model Pengem- cocok diharapkan prestasi belajar bangan Instruksional (MPI) dan yang mahasiswa bisa lebih baik. non MPI matakuliah Microteaching 3. Menindak lanjuti penelitian ini, pada mahasiswa FKIP Universitas kiranya perlu diadakan kajian atau Gresik. penelitian lebih lanjut, dan dengan2. Terdapat perbedaan hasil belajar dari sasaran yang lebih luas, agar model gaya belajar Visual, Auditorium dan ini benar-benar bisa dilakukan di Kinestetik dengan Model Pengem- wilayah manapun. bangan Instrukdional matakuliah Microteaching pada mahasiwa FKIP Universitas Gresik.3. Ada interaksi antara gaya belajar mahasiswa dengan Model Prngembangan Instrukdional ( MPI) terhadap hasil belajar matakuliah Microteaching mahasiswa FKIP Universitas Gresik.SARANBerdasarkan kesimpulan diatas, dapatpenulis ajukan saran saran sebagaiberikut: 15
  16. 16. Jendela Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKANDAFTAR PUSTAKAAnto Dajan, 1986, Pengantar Metode Deporter, B, dan Hernacki, M, 2002, Statistik II, Jakarta, LP3ES. Quantum Learning ( Terjemahan)Arief S. Sudiman,Dkk, 1997, Media Bandung Kaifa. Pendidikan DIKBUD dan CV Nasution,1992, Berbagai Pendekatan Rajawali, Jakarta. dalam Proses Belajar dan Mengajar,Atwi Suparman, 1997. Program Jakarta, Bina Aksara. Pengembangan Krtrampilan Dasar Riyanto,Y,1996, Metodologi Penelitian Tehnik Instruksional (PEKERTI) Pendidikan, Suatu Tinjauan Dasar, untuk Dosen Muda, Dirjen DIKTI Bandung, SIC. Jakarta. Rohani, Ahmad 2004, PengelolaanDegeng, INS, 1989, Ilmu Pengajaan; Pengajaran, Jakarta, Rineka Cipta. Taksonomi Variabel, Jakarta, Undang Undang no 20 tahun 2003, P2LPTK. tentang Sistem Pendidikan Nasional,Degeng, INS, 1997, Strategi Internet Pembelajaran: Mengorganisasi Isi Pembelajaran dengan Model Elaborasi. Desertasi Bahasan Tentang Temuan Penelitian, Malang, IKIP Malang. 16
  17. 17. Jendela Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN 17
  18. 18. Jendela Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKANPENGARUH PELAKSANAAN SUPERVISI KEPALA SEKOLAH TERHADAPKEDISIPLINAN GURU DALAM PELAKSANAKAN PROSES BELAJARMENGAJAR DI SDN NGAGELREJO WONOKROMO KOTA SURABAYA Sri Sundari *) Abstrak, Untuk mencapai tujuan pendidikan, guru juga perlu menaruh perhatianterhadap kemajuan murid di samping evaluasi belajar memecahkan masalah atau problemyang dihadapi murid dan lain-lainnya. Di dalam memperbaiki dan mensukseskan prosesbelajar mengajar serta memecahkan masalah lain, banyak dipengaruhi oleh pelaksanaansupervisi kepala sekolah terhadap guru dan lingkungan sekolahnya. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui pengaruh pelaksanaan supervisi kepala sekolah terhadap kedisiplinanguru dalam pelaksanakan proses belajar mengajar. Penelitian ini merupakan jenis regresional. Populasinya adalah seluruh guru di SDNNgagelrejo II/397 Kec. Wonokromo Kota Surabaya berjumlah 18 orang. Sampel diambildengan teknik total sampling diperoleh responden sebanyak 18 orang. Data dikumpulkandengan kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Selanjutnya untuk mengetahui pengaruhpelaksanaan supervisi kepala terhadap disiplin guru digunakan uji regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan Fhitung = 5,975 > Ftabel = 4,49. Oleh karena Fhitung > Ftabelmaka Ha diterima dan Ho ditolak yang berarti terdapat pengaruh pelaksanaan supervisikepala sekolah terhadap disiplin guru. Terlihat pula signifikan hasil hitung αhitung = 0,026jauh di bawah 0,05, yang menandakan pengaruh yang signifikan. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan supervisi kepala sekolah dilaksanakan sebaik-baiknya sehingga lebih meningkatkan disiplin guru. Guru hendaknya ikut mensukseskanpelaksanaan supervisi kepala sekolah agar kegiatan proses belajar mengajar lebihmeningkat dan bermutu. Bagi pihak-pihak terkait khususnya pemerintah hendaknyamemperhatikan pelaksanaan supervisi kepala sekolah dan membantu memberikaninstrumen yang valid dan handal.Kata Kunci : Pelaksanaan Supervisi Kepala Sekolah, Kedisiplinan Guru *) Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Gresik 18
  19. 19. Jendela Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKANPENDAHULUAN dalam bidang pendidikan, karena pendidikan modal paling utama dalam Perkembangan ilmu pengetahuan dan menciptakan manusia yang cerdas dalamteknologi meliputi seluruh bidang arti terampil, dapat berdiri sendiri sertakehidupan, misalnya bidang komunikasi, bertanggung jawab terhadap bangsa dantransportasi serta pembangunan fisik negara.lainnya. Karena perkembangan ilmu Dalam pendidikan atau pengajaran,pengetahuan dan teknologi semakin warga negara Indonesia dijamin haknyacanggih, maka hubungan antara negara- untuk mendapatkan pengajarannegara di dunia ini semakin berkembang. sebagaimana tercantum dalam BatangJarak antara negara yang satu dengan Tubuh UUD 1945 Bab XIII pasal 31 ayatnegara yang lainnya seolah-olah semakin 1 yang berbunyi “Tiap-tiap warga negaradekat. Perkembangan ilmu pengetahuan berhak mendapatkan pengajaran”. Untukdan teknologi mendekatkan dan pelaksanaan tersebut diatas, makamenyatukan negara yang satu dengan pemerintah berupaya serta mempunyainegara yang lain sehingga seolah-olah tanggung jawab dalam pendidikan. Haldunia ini mengglobal. ini diperkuat dengan ayat berikutnya Oleh karena itu, bangsa Indonesia (pasal 31 ayat 2) yang berbunyi :juga berusaha untuk meningkatkan ilmu “Pemerintah mengusahakan danpengetahuan dan teknologi agar sesuai menyelenggarakan satu sistemdengan perkembangan jaman. Hal ini pengajaran nasional yang diatur olehsesuai dengan cita-cita dan tujuan negara Undang-undang”.yang tercantum dalam UUD 1945 alinea Dengan melihat pernyataan diatas,4 yang berbunyi: “Mencerdaskan maka pendidikan mencetuskan harapan,kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan karena harapan terletak pada pendidikan,ketertiban dunia berdasarkan harapan juga menjiwai perjuangankemerdekaan, perdamaian abadi dan kemerdekaan. Karena itu pendidikankeadilan sosial”. merupakan bagian mutlak dari Untuk melaksanakan hal tersebut perjuangan dan merupakan investasi yangdiatas, maka salah satu bidang yang harus paling utama dari setiap bangsa.diutamakan dalam rangka meningkatkan Oleh karena itu, mutu pendidikankualitas sumber daya manusia adalah lebih banyak cenderung dan tergantung 19
  20. 20. Jendela Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKANpada guru dalam membimbing/mendidik serta memecahkan masalah lainproses belajar mengajar, serta sebagaimana tersebut, banyakkedisiplinan dalam pelaksanaan kegiatan dipengaruhi oleh pelaksanaan supervisibelajar mengajar di sekolah. Kedisiplinan Kepala Sekolah terhadap guru danperlu sekali ditingkatkan untuk mencapai lingkungan sekolahnya.keberhasilan pendidikan, baik disiplinwaktu maupun tugas. METODE PENELITIAN Sebagai tenaga pendidik di sekolah,guru harus ikut aktif dalam rangka Jenis Penelitianpencapaian tujuan pendidikan nasional, Penelitian ini menggunakan metodesebagaimana yang tercantum dalam penelitian explanatory survey.Ketetapan MPR No. 11/83 tentang Pendekatan explanatory survey ini,GBHN halaman 93 yang berbunyi : sebagaimana simpulan Cooper dan“Pendidikan nasional berdasarkan Pamela (2003:13), Masri SingarimbunPancasila bertujuan untuk meningkatkan dan Sofyan Effendi (1995:3) terbuktiketaqwaan terhadap “Tuhan Yang Maha mampu dengan baik menjelaskanEsa, kecerdasan dan ketrampilan, hubungan antar aspek yang diamati danmempertinggi budi pekerti, memperkuat bukan hanya sekedar descriptive,kepribadian, mempertebal semangat sedangkan bentuk penelitian verifikatifkebangsaan seta cinta tanah air agar dapat menurut Moh. Nazir (1988:63) digunakanmembangun dirinya sendiri serta untuk menguji hipotesis yangbersama-sama bertanggung jawab atas menggunakan perhitungan-perhitunganpembangunan bangsa dan negara”. statistik. Untuk mencapai tujuan pendidikantersebut diatas, maka tugas guru juga Deskripsi Populasi dan Penentuanperlu menaruh perhatian terhadap hal-hal Sampellain. Laporan tentang kemajuan murid di Deskripsi Populasisamping evaluasi belajar memecahkan Arikunto (2002) menyatakan bahwamasalah atau problem yang dihadapi populasi adalah obyek yang akan ditelitimurid dan lain-lainnya. hasilnya, dianalisis, disimpulkan dan Di dalam memperbaiki dan kesimpulan itu berlaku untuk seluruhmensukseskan proses belajar mengajar populasi itu. Sudjana (1996) menjelaskan 20
  21. 21. Jendela Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKANpopupasi adalah totalitas semua nilai ketelitian atau kesalahan yangyang mungkin, hasil menghitung atau dikehendaki, misalnya tingat kesalahanpengukuran, kuantitatif, atau kualitatif 1%, 5%, 10% atau lainnya. Makin besarmengenai karateristik tertentu dari semua tingkat kesalahan makin kecil sampel.anggota kumpulan yang lengkap dan Rumus untuk menghitung ukuran sampeljenis yang ingin dipelajari sifat-sifatnya. dari populasi yang diketahui jumlahnya Penelitian ini dilakukan dengan adalah :mengambil populasi seluruh guru di SDN s =Ngagelrejo II Wonokromo Surabaya 2 dengan dk = 1, taraf kesalahan bisaberjumlah 18 orang. 1%, 5%, 10% P = Q = 0,5 d = 0,05 s = jumlahPenentuan Sampel sampel Pengambilan sampel ini didasari Namun dari rumus tersebut telahpendapat Arikunto (1998:120-121) dihitung untuk populasi-populasi dengan“Untuk sekedar ancer-ancer maka apabila jumlah tertentu mulai 10 hinggasubjeknya kurang dari 100, lebih baik 1.000.000 oleh Sugiono (2009:126)diambil semua sehingga penelitiannya sebagaimana tabel terlampir. Untukmerupakan penelitian populasi. jumlah populasi 18 orang dengan tarafSelanjutnya jika jumlah subyeknya besar signifikan 0,05 diperoleh sampeldapat diambil antara 10-15% atau lebih sebanyak 18 orang. Oleh karena itutergantung setidak-tidaknya dari : a) dalam penelitian ini Dari 19 orang inikemampuan peneliti dari waktu, tenaga dipilih dengan teknik total sampling yaitudan dana, b) Sempit luasnya wilayah mengambil seluruh guru menjadipengamatan dari setiap subyek, karena responden.hal ini menyangkut banyak sedikitnyadata, c) Besar kecilnya risiko yang Variabel Penelitianditanggung oleh peneliti. Untuk Dalam penelitian yang dilakukan ini,penelitian yang risikonya besar, tentu saja variabel yang digunakan terdiri dari satujika sampel besar, hasilnya akan lebih variabel bebas yaitu disiplin guru danbaik.” satu variabel terikat yaitu prestasi belajar. Sugiyono (2009:124) menyatakanjumlah sampel tergantung dari tingkat 21
  22. 22. Jendela Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKANDefinisi Operasional Variabel mematuhisemua ketentuan, peraturan Agar tujuan penelitian dapat tercapai dan norma yang berlaku dalammaka variabel harus didefinisikan dengan menunaikan tugas dan tanggungjelas dan menyebutkan indikator- jawab. Disiplin guru tersebut diukurdindikatornya, cara pengukurannya, dan dengan indikator-indikator sebagaiskala atau kategori penilaian yang berikut :digunakan. Berikut ini adalah definisi a. Kehadiran di sekolahoperasional masing-masing variabel. b. Ketepatan waktu mengajar1. Variabel bebas (X) yakni c. Persiapan mengajar yaitu silabus, pelaksanaan supervisi kepala sekolah RPP adalah suatu usaha untuk d. Kegiatan belajar mengajar antara mewujudkan kemajuan sekolah yang lain alat peraga, buku penunjang, bersifat teratur dan kontinyu dengan buku absen siswa, daftar nilai, dan jalan membina, memperbaiki, lain-lain. meningkatkan kedisiplinan guru dalam pelaksanaan proses belajar Teknik Pengumpulan Data mengajar untuk mempertinggi mutu Adapun proses pengumpulan data pendidikan yang diberikan kepada dalam penelitian ini dilakukan dengan siswa. Pelaksanaan supervisi kepala prosedur sebagai berikut : sekolah diukur dengan indikator- 1. Survey Pendahuluan indikator sebagai berikut : Dalam kegiatan ini, penelitian a. Prinsip konstruktif dilakukan dengan mengumpulkan b. Prinsip kreatifitas data-data intern perusahaan di c. Prinsip kooperatif antaranya adalah profil SDN d. Prinsip demokrasi Ngagelrejo II Wonokromo Surabaya. e. Prinsip kontinyuitas 2. Dokumentasi f. Prinsip ilmiah Teknik dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal atau2. Variabel terikat (Y) yakni disiplin variabel yang berupa catatan, guru adalah suatu sikap mental transkrip, buku, surat kabar, majalah, seoang guru yang mengandung prasasti, notulen rapat, legger, agenda kesadaran dan kerelaan untuk 22
  23. 23. Jendela Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN dan sebagainya (Suharsimi, 2002 : sesuai skor yang telah ditentukan. 236). Pelaksanaan supervisi kepala sekolah Dalam penelitian ini teknik dan disiplin guru diberi skor tinggi, dokumentasi digunakan untuk sedang dan rendah. Skor tinggi jika mencatat indikator disiplin guru. penjumlahan dari hasil penilaian3. Kuesioner mencapai >75%, skor sedang jika Dalam penelitian ini digunakan penjumlahan dari hasil penilaian kuesioner tertutup dengan skala mencapai 56-75%, dan rendah jika Likert. Menurut Arikunto (1998:151) penjumlahan dari hasil penilaian kuesioner tertutup adalah <56%. kuesioner yang telah disediakan 4. Uji Hipotesis jawabannya sehingga responden Uji hipotesis berfungsi untuk tinggal memilih jawaban pada kolom menjawab hipotesa yang telah yang sudah disediakan dengan diajukan sebelumnya. Uji ini memberi tanda cross (x). Dalam sekaligus juga menjawab rumusan penelitian ini kuesioner digunakan masalah yang telah ditulis pada Bab I. untuk megambil data tentang Uji yang digunakan dalam penelitian pelaksanaan supervisi kepala sekolah. ini adalah uji Regresi Sederhana dengan rumus persamaan regresiTeknik Analisis Data sederhana : Data yang telah terkumpul Y = a + bXkemudian dilakukan analisis dengan Y = Disiplin guruurutan analisa sebagai berikut : X = Pelaksanaan supervisi kepala1. Coding, adalah memberi kode pada sekolah lembar check list sesuai dengan a = Nilai konstanta kategori yang telah ditentukan. b = Nilai arah sebagai penentu2. Tabulating, Tabulating adalah ramalan (prediksi) yang mentabulasi seluruh data hasil chek menunjukkan nilai peningkatan list ke dalam tabel-tabel yang (+) atau nilai penurunan (–) diperlukan sehingga mudah dibaca. variabel Y.3. Skoring, Skoring adalah memberi skor dari kategori-kategori tersebut 23
  24. 24. Jendela Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKANDalam penelitian ini perhitungan HASIL PENELITIANregresi dilakukan dengan bantuan Tabel 1program SPSS for Windows. Pelaksanaan Supervisi Kepala SekolahLangkah menguji hipotesis : Pelaksanaan Supervisi Kepseka. Membuat Ha dan Ho dalam Cumulative Frequency Percent Valid Percent Percent Valid Kurang 3 16,7 16,7 16,7 bentuk kalimat : Cuku 13 72,2 72,2 88,9 Baik 2 11,1 11,1 100,0 Ha : Terdapat pengaruh Total 18 100,0 100,0 pelaksanaan supervisi Tabel 1 menunjukkan dari 18 guru kepala sekolah terhadap sebagai responden dalam menanggapi disiplin guru pelaksanaan supervisi kepala sekolah Ho : Tidak terdapat pengaruh 72,2% menyatakan cukup, 16,7% pelaksanaan supervisi menyatakan kurang, dan 11,1% masing kepala sekolah terhadap menyatakan baik. disiplin gurub. Kaidah pengujian signifikansi : Tabel 2 Disiplin Guru di SDN Ngagelrejo Jika Fhitung ≥ Ftabel maka Ha II/397 Kec. Wonokromo Kota Surabaya diterima dan Ho ditolak artinya Disiplin Guru terdapat pengaruh pelaksanaan Cumulative Frequency Percent Valid Percent Percent supervisi kepala sekolah terhadap Valid Cukup 3 16,7 16,7 16,7 Baik 15 83,3 83,3 100,0 Total disiplin guru. 18 100,0 100,0 Jika Fhitung < Ftabel maka Ha Tabel 2 di atas menunjukkan bahwa ditolak dan Ho diterima artinya disiplin guru dalam melaksanakan tidak terdapat pengaruh tugasnya sebagian besar (83,3%) baik, pelaksanaan supervisi kepala dan 16,7% cukup. sekolah terhadap disiplin guru. Analisis Data Hasil Pengujian Validitas Validitas menunjukkan sejauh mana alat ukur yang digunakan mengukur apa yang diinginkan dan mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat. Instrument valid berarti alat ukur yang 24
  25. 25. Jendela Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKANdigunakan untuk mendapat data itu valid. Hasil Uji ReliabilitasDalam uji validitas ini suatu butir Suatu alat ukur dikatakan reliabelpernyataan dikatakan valid jika corrected atau handal, jika alat itu dalam mengukuritem total correlation lebih besar dari suatu gejala pada waktu yang berbeda0,468 (untuk jumlah responden 18 orang senantiasa menunjukkan hasil yang relatifdf = 16) sebagaimana tabel r produk sama. Untuk menguji reliabilitas suatumomen terlampir. Hasil pengujian instrument dapat digunakan uji statisticvaliditas terhadap variabel pelaksanaan Cronbach Alpha (α), dimana suatu alatsupervisi kepala sekolah dapat dilihat ukur dikatakan reliabel jika nilaisebagai berikut : Cronbach Alpha lebih besar dari 0,60. Hasil pengujian reliabilitas terhadap Tabel 3 Hasil Uji Validitas Variabel variabel pelaksanaan supervisi kepala Pelaksanaan Supervisi Kepala Sekolah sekolah diperoleh alpha sebesar 0,8773 Corrected lebih besar dari 0,6 sehingga dapat Pernya- item total Keterangan diputuskan bahwa item kuesioner telah taan correlation reliabel. 1 0,720 Valid 2 0,692 Valid Hasil Pengujian Regresi Linier Sederhana 3 0,623 Valid Untuk mengetahui ada atau tidaknya 4 0,668 Valid pergaruh antara variabel bebas 5 0,612 Valid pelaksanaan supervisi kepala sekolah (X) 6 0,622 Valid terhadap variabel terikat yang dalam halSumber : Hasil Olah Data SPSS ini adalah disiplin guru (Y), maka Dari tabel di atas dapat diketahui digunakan analisis model regresi linierbahwa untuk item pernyataan variabel sederhana dengan model persamaanpelaksanaan supervisi kepala sekolah, sebagai berikut :corrected item total correlation yang Y = α + bX1diperoleh untuk seluruh item pernyataan Dimana :adalah lebih besar dari 0,468 hal tersebut Y = Disiplin guruberarti bahwa secara keseluruhan item X = Pelaksanaan supervisi kepalapernyataan mengenai pelaksanaan sekolahsupervisi kepala sekolah adalah valid. b = koefisien regresi X 25
  26. 26. Jendela Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (Sebagaimana r tabel Product Moment Output perhitungan dengan program pada df = 16 terlampir).SPSS for Windows seperti terlihat dalam Correlations Pelaksanaangambar berikut. Supervisi Disiplin Guru Kepsek Pears on Correlation Disiplin Guru 1,000 ,521 ANOVA b Pelaksanaan ,521 1,000 Sum of Supervisi Keps ek Model Squares df Mean Square F Sig. a Sig. (1-tailed) Disiplin Guru , ,013 1 Regression ,680 1 ,680 5,975 ,026 Res idual 1,820 16 ,114 Pelaksanaan ,013 , Total Supervisi Keps ek 2,500 17 a. Predictors: (Constant), Pelaks anaan Supervisi Kepsek N Disiplin Guru 18 18 b. Dependent Variable: Dis iplin Guru Pelaksanaan 18 18 Supervisi Keps ek Gambar 1 Uji F Gambar 4.2 Pearson Correlations Gambar 4.3 di atas menunjukkan Besarnya pengaruh atau kontribusihasil uji F dengan program SPSS for tingkat pendidikan terhadapWindows, dengan Fhitung sebesar 5,975. perkembangan perusahaan dapat dilihatAngka ini selanjutnya dibandingkan pada gambar Uji t berikut ini.dengan Ftabel df = 16 sebagaimana Tabel Coefficients aF pada lampiran (Critical Values for the Uns tandardized Coefficients Standardized Coefficients Model B Std. Error Beta t Sig.F Distribution α=0,05). Tabel F dengan 1 (Cons tant) 2,112 ,305 6,915 ,000 Pelaksanaan ,371 ,152 ,521 2,444 ,026 Supervisi Keps ekdf = 16 dan n =1 diperoleh Ftabel = 4,49. a. Dependent Variable: Dis iplin GuruSehingga Fhitung = 5,975 > Ftabel = 4,49. Gambar 4.3 Uji t Oleh karena Fhitung > Ftabel maka Haditerima dan Ho ditolak yang berarti Sebagaimana Uji F di atas yangterdapat pengaruh pelaksanaan supervisi menunjukkan adanya pengaruh, Uji t jugakepala sekolah terhadap disiplin guru. seperti pada Gambar 4.3 memperlihatkanTerlihat pula signifikan hasil hitung αhitung thitung sebesar 2,444 > ttabel sebesar 2,120= 0,026 jauh di bawah 0,05, yang (sebagaimana Critical Value for the tmenandakan pengaruh yang signifikan. Distribution terlampir) artinya terdapat Selain adanya pengaruh yang pengaruh pelaksanaan supervisi kepalasignifikan, pada uji korelasi juga terlihat sekolah terhadap disiplin guru.adanya korelasi positif antar kedua Untuk menunjukkan besarnyavariabel seperti tampak pada Gambar 4.2. pengaruh atau kontribusi pelaksanaanHasil Pearson Correlation sebesar 0,521 supervisi kepala sekolah terhadap disiplinlebih dari rtabel sebesar 0,468 guru dapat dilihat koefisien regresi 26
  27. 27. Jendela Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN(unstandarized coefficients Beta) pada Hasil uji regresi linier sederhanagambar 4.2 sebesar 0,589. Selanjutnya menunjukkan adanya pengaruhsesuai dengan rumus regresi sederhana pelaksanaan supervisi kepala sekolahdapat dimasukkan angka-angka tersebut terhadap disiplin guru. Adanya pengaruhsebagai berikut : ini menunjukkan betapa pentingnya Y = a + bX pelaksanaan supervisi kepala sekolah. = 2,112 + 0,371 Dalam kaitan pentingnya Selanjutnya berdasarkan persamaan pelaksanaan supervisi kepala sekolahdi atas deskripsi pengaruh pelaksanaan terhadap disiplin guru, Soewadjisupervisi kepala sekolah terhadap disiplin (1980:33) menyatakan supervisiguru berdasarkan unstandarized merupakan rangsangan, bimbingan ataucoeffisients beta adalah sebagai berikut: bantuan yang diberikan kepada guru-guru1) Konstanta sebesar 2,112 menyatakan agar kemampuan profesionalnya semakin bahwa jika variabel pelaksanaan bertambah, sehingga situasi belajar supervisi kepala sekolah dianggap mengajar lebih efektif dan efisien. konstan (tidak ada upaya supervisi), Kemampuan profesional tidak lepas dari maka disiplin guru sebesar 2,112 disiplin guru, dikatakan profesional point. berarti seorang guru juga bisa2) Koefisien regresi pelaksanaan melaksanakan disiplin dengan baik. supervisi kepala sekolah sebesar Baharudun Harahap menjelaskan 0,371 menyatakan bahwa setiap masalah supervisi dalam administrasi peningkatan 1 poin pelaksanaan pendidikan adalah pembinaan supervisi kepala sekolah akan administrasi atau kepegawaian, yaitu meningkatkan disiplin guru sebesar masalah pengaturan, penyusunan dan 0,371 poin. Jika angka tersebut penyimpanan data sebagai dasar dikalikan 1000, deskripsinya menjadi dukungan keputusan mutasi yang setiap ada upaya pelaksanaan menyangkut kepentingan pegawai dalam supervisi kepala sekolah sebesar 1000 kedudukan sebagai seorang Pegawai poin maka akan meningkatkan Negeri Sipil. Sedangkan yang dimaksud disiplin guru sebesar 371 point. data di sini meliputi dokumen perorangan maupun data hasil olahan atau laporan. Laporan yaitu kartu merah, Daftar 27
  28. 28. Jendela Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKANPenilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) yang dilaksanakan atas kerja sama antaradan selain itu untuk mengetehui kepala sekolah dan guru, sehinggabagaimana kenaikan pangkat para guru terjalin kehamonisan kerja yang baik,atau pegawai dan pembagian tugasnya. saling mengisi dan menyadari Apalagi jika pelaksanaan supervisi kekurangan masing-masing. Supervisorkepala sekolah yang memenuhi prinsip- tidak dianggap momok yang menakut-prinsip yang telah ditentukan maka nakuti, namun di sini sebagai pemimpinsemakin jelas hasilnya terhadap disiplin mereka yang harus bias membantuguru. Prinsip konstruktif misalnya, bahwa kelancaran tugas para guru.pelaksanaan bersifat membangun yaitu Prinsip demokrasi dilaksanakan olehharus tampak perbedaan antara sebelum kepala sekolah tidak hanya atasdiadakan supervisi dengan sesudah kemampuannya, tetapi juga ternyata perlusupervisi yaitu makin majunya dalam mempertimbangkan kemauan/pendapatsuatu hal pengetahuan, sikap atau nilai para guru. Kepala Sekolah sebagaidan ketrampilan, profesi. Maka supervisor menghargai kepribadian guru,maksudnya, supervisor hendaknya dalam pembicaraan bersama ia harusmenyadari sepenuhnya bahwa setiap guru memberi kesempatan kepada guru untukpasti mempunyai kelebihan dan mengeluarkan pendapatnya dalamkekurangan. mengambil keputusan. Keputusan yang Prinsip kreativitas juga tidak kalah diambil hendaknya dengan jalanpenting, Dolok Saribu dan Berlian T. musyawarah.Simbolon (1984:236) mengemukakan Prinsip kontinyuitas yaitubahwa supervisi hendaknya mendorong melaksanakan terus-menerus secaraguru untuk berinisiatif, melalui supervisi teratur, tidak hanya karena akan adahendaknya guru dapat memperoleh inspeksi atasan, sehingga para guru sudahpengetahuan, juga berkreasi atau terbiasa bekerja dengan teratur disertaimencipta dengan sikap atau nilai dan dengan rasa disiplin dan tanggung jawab.ketrampilan guru atas inisiatif sendiri Prinsip ilmiah menurut Madetidak bergantung kepada kepala sekolah Pidharta (1986:39) bahwa supervisiatau pemimpinannya. dilaksanakan hendaknya dengan Sedangkan prinsip kooperatif, juga sistematika, objektif dan berdasarkan datatelah dikembangkan oleh kepala sekolah atau informasi. Dalam hal ini tugas 28
  29. 29. Jendela Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKANsupervisi diharuskan pada pembinaan DAFTAR PUSTAKAguru-guru. Supervisi berpegang padatujuan sekolah, koordinasi merode belajar Ametembun, Drs.M.A, “Supervisidan kualifikasi dengan segala aktifitasnya Pendidikan”, Penerbit IKIPyang sudah ditentukan secara jelas. Bandung, 1975 Ametembun, Drs.M.A, “ManajemenSARAN Kelas”, Terbitan Ketiga Penerbit IKIP Bandung, 19811. Pelaksanaan supervisi kepala sekolah Ghozali, Imam. Aplikasi Analisis seyogyanya dilaksanakan sebaik- Multivariate dengan Program baiknya sehingga lebih meningkatkan SPSS. Badan Penerbit Undip, disiplin guru. Semarang. 2002.2. Guru hendaknya ikut mensukseskan Hendyat Sutopo, Dr., “Ikhtiar Teknik pelaksanaan supervisi kepala sekolah Penilaian Pendidikan”, Penerbit agar kegiatan proses belajar mengajar IKIP Bandung, 1984 lebih meningkat dan bermutu. Ismed Syarif, Drs dan Nawas Riza, Drs.,3. Bagi pihak-pihak terkait khususnya “Administrasi Pendidikan pemerintah hendaknya Dasar”, Penerbit Departemen memperhatikan pelaksanaan supervisi Pendidikan dan Kebudayaan, kepala sekolah dan membantu 1976 memberikan instrumen yang valid M. Ngalim Purwanto, Drs.M.P., dan handal. “Pyskologi Pendidikan”, Penerbit PT. Rosda Karya Bandung 1990 M. Dimyati Mahmud, “Psykologi Pendidikan”, Suatu Pendekatan Terapan Edisi I Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP Yogyakarta Sutrisno Hadi, Prof. Dr. M.A., “Metodologi Reseach”, Jilid II Penerbit FKP IKIP Yogyakarta 1967 29
  30. 30. Jendela Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKANSuhertin, Drs. Dan Nata Her, Drs Departeman Pendidikan dan Kebudayaan “Supervisi Pendidikan”, Dalam “Buku II Petunjuk Administrasi Rangka Program Insenvice Sekolah Dasar”, tahun 1989 Education, Penerbit IKIP Malang Departemen Pendidikan dan Kebudayaan 1971 Wilayah Jawa Timur “MediaS. Nasution, Prof.Dr.M.A “Didaktik dan Pendidikan”, Nomor 3 Edisi Mei Azas-Azas Kurikulum”, Penerbit 1991 Jemara Bandung 1989 Tim Penyusun Kamus Pusat PembinaanWesty Sumanto, Drs dan Hendyat Sutopo dan Pengembangan Bahasa “Kepemimpinan Pendidikan”, Indonesia “Kamur Besar Bahasa Peberbit Usaha Nasional Indonesia”, Penerbit Balai Surabaya 1982 Pustaka 1989Subari, Drs “Supervisi Pendidikan”, TAP MPR No. II/MPR/1993 “Garis- Dalam Rangka Perbaikan Situasi Garis Besar Haluan” Negara Mengajar Penerbit Bumi Aksara 1993-1998, Penerbit Bina Pustaka Jakarta 1994 Surabaya 1989. 30
  31. 31. Jendela Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PENGARUH DISIPLIN GURU TERHADAP PRESTASI SISWA DI SDN BANJARSARI GRESIK Etiyasningsih*)Abstrak, Disiplin merupakan salah satu faktor yang sangat penting. Agar guru dapatberhasil dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya, maka guru tersebut harus mentaatidan menyadari akan pentingnya kedisiplinan. Kedisiplinan guru tentunya akan berimbaskepada para siswa, guru yang tidak atau kurang disiplin, siswanya pun akan cenderungtidak displin dan sebaliknya. Kedisplinan tidak hanya pada kehadiran guru semata, namunlebih dari itu disiplin dalam melaksanakan proses belajar mengajar. Dalam hal ini misalnyaguru disiplin dalam membuat persiapan mengajar, Silabus, RPP, menyiapkan buku-bukupaket penunjang, alat peraga dan lain-lain. Dengan kedisiplinan guru yang tinggi siswaakan lebih semangat belajar dan mendapatkan urutan materi pelajaran yang sistematis, halini akan meningkatkan prestasi belajarnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruhdisiplin guru terhadap prestasi belajar. Penelitian ini merupakan jenis regresional. Populasinya adalah seluruh guru di SDNBanjarsari Cerme Gresik berjumlah 20 orang. Sampel diambil dengan teknik purposivesampling yaitu sesuai dengan kebutuhan dan yang tidak diikutkan adalah guru komputer,diperoleh responden sebanyak 19 orang. Data dikumpulkan dengan observasi, dokumentasidan wawancara dengan instrumen check list. Selanjutnya untuk mengetahui pengaruhdisiplin guru terhadap prestasi belajar digunakan uji regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan Fhitung = 6,171. > Ftabel = 4,45. Oleh karena Fhitung >Ftabel maka Ha diterima dan Ho ditolak yang berarti terdapat pengaruh signifikan disiplinguru terhadap prestasi belajar siswa. Terlihat pula signifikan hasil hitung αhitung = 0,024jauh di bahwa 0,05, yang menandakan pengaruh yang signifikan. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan para guru dapat menjalankan tugas denganpenuh rasa tanggung jawab, disiplin, jujur, dan penuh didekasi, karena dengan sikap-sikaptersebut sangat membantu dalam tercapainya prestasi belajar siswa, selain itu hendaknyajuga lebih memperhatikan kehadiran, persiapan mengajar dan proses kegiatan belajarmengajar. Bagi kepala sekolah dapat memberi motivasi agar para guru lebih disiplindengan memberi stimulus yang proporsional.Kata Kunci : Disiplin Guru, Prestasi Belajar Siswa*) Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Gresik 31
  32. 32. Jendela Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN 32
  33. 33. Jendela Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKANPENDAHULUAN Guru kelas sebagai administrator menempati posisi yang sangat penting Kita semua menyadari bahwa untuk karena memikul tanggung jawab untukmencapai tujuan pendidikan sangatlah meningkatkan dan mengembangkanberat, lebih-lebih pada saat sekarang ini. kemajuan sekolah secara keseluruhan.Sebenarnya telah banyak usaha Sedangkan murid dan guru yang menjadipemerintah, dan aspek pendukung, guna komponen penggerak aktifitas kelas harusterwujudnya tujuan pendidikan tersebut. didayagunakan secara maksimal agar Untuk mewujudkan tujuan dapat tercapai suatu kesatuan yangpendidikan tersebut pemerintah berusaha dinamis di dalam organisasi sekolah.melak-sanakan kegiatan antara lain, (1) Pada dasarnya sekarang ini banyakMenyempurnakan sistem pendidikan, (2) para guru yang kurang siap dalamMemperluas kesempatan untuk mem- mengajar, dikarenakan guru tersebutperoleh pendidikan, (3) Sarana dan belum membuat persiapan mengajar, danprasarana pendidikan terus juga melanggar tata tertib.disempurnakan dan ditingkatkan serta Disiplin merupakan salah satu faktorlebih didayagu-nakan, (4) Meningkatkan yang sangat penting. Agar guru dapatjumlah guru dan mutunya, baik formal berhasil dalam melaksanakan tugas danmaupun non formal serta terus kewajibannya, maka guru tersebut harusditingkatkan pengembangan karier dan mentaati dan menyadari akan pentingnyakesejahteraannya. kedisiplinan. Karena gurulah yang ikut Mengelola pendidikan tidak semudah bertanggung jawab dalam keberhasilanyang kita bayangkan selama ini, sebab penyelenggaraan kegiatan belajarpendidikan berperan penting sebagai alat mengajar di sekolah, agar selalu berupayaatai tempat untuk membentuk manusia untuk meningkatkan keberhasilan prestasiIndonesia dan sebagai warga masyarakat belajar siswa. Selain itu para gurusekaligus sebagai warga Negara yang hendaknya selalu memberikan bimbinganberbudi pekerti luhur, beriman dan taqwa dan pengajaran secara baik dengan selaluterhadap Tuhan Yang Maha Esa, serta berpedoman pada petunjuk danberkemampuan dan mempunyai peraturan-peraturan yang telah ditetapkanketrampilan dasar untuk bekal pendidikan oleh pemerintah, dalam hal iniselanjutnya dan bekal hidup di Departemen Pendidikan Nasional.masyarakat. 33
  34. 34. Jendela Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN Kedisiplinan guru tentunya akan Banjarsari Cerme Gresik berjumlah 20berimbas kepada para siswa, guru yang orang.tidak atau kurang disiplin, siswanya punakan cenderung tidak displin dan Penentuan Sampelsebaliknya. Kedisplinan tidak hanya pada Pengambilan sampel ini didasarikehadiran guru semata, namun lebih dari pendapat Arikunto (1998:120-121)itu disiplin dalam melaksanakan proses berikut : “Untuk sekedar ancer-ancerbelajar mengajar. Dalam hal ini misalnya maka apabila subjeknya kurang dari 100,guru disiplin dalam membuat persiapan lebih baik diambil semua sehinggamengajar, Silabus, RPP, menyiapkan penelitiannya merupakan penelitianbuku-buku paket penunjang, alat peraga populasi. Selanjutnya jika jumlahdan lain-lain. Dengan kedisiplinan guru subyeknya besar dapat diambil antara 10-yang tinggi siswa akan lebih semangat 15% atau lebih tergantung setidak-belajar dan mendapatkan urutan materi tidaknya dari : a) kemampuan penelitipelajaran yang sistematis, hal ini akan dari waktu, tenaga dan dana, b) Sempitmeningkatkan prestasi belajarnya. luasnya wilayah pengamatan dari setiap subyek, karena hal ini menyangkutMETODE PENELITIAN banyak sedikitnya data, c) Besar kecilnya risiko yang ditanggung oleh peneliti.Deskripsi Populasi Untuk penelitian yang risikonya besar, Arikunto (2002) menyatakan bahwa tentu saja jika sampel besar, hasilnyapopulasi adalah obyek yang akan diteliti akan lebih baik.”hasilnya, dianalisis, disimpulkan dan Sugiyono (2009:124) menyatakankesimpulan itu berlaku untuk seluruh jumlah sampel tergantung dari tingkatpopulasi itu. Sudjana (1996) menjelaskan ketelitian atau kesalahan yangpopupasi adalah totalitas semua nilai dikehendaki, misalnya tingat kesalahanyang mungkin, hasil menghitung atau 1%, 5%, 10% atau lainnya. Makin besarpengukuran, kuantitatif, atau kualitatif tingkat kesalahan makin kecil sampel.mengenai karateristik tertentu dari semua Rumus untuk menghitung ukuran sampelanggota kumpulan yang lengkap dan dari populasi yang diketahui jumlahnyajenis yang ingin dipelajari sifat-sifatnya. adalah : Penelitian ini dilakukan dengan s =mengambil populasi seluruh guru di SDN 34

×