Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Sejarah Peradaban Islam - Sejarah Islam Masa Nabi Muhammad SAW

2,197 views

Published on

Makalah Sejarah Peradaban Islam - Sejarah Islam Masa Nabi Muhammad SAW

Published in: Education
  • Be the first to comment

Sejarah Peradaban Islam - Sejarah Islam Masa Nabi Muhammad SAW

  1. 1. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sejarah perjalanan hidup Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam akan menjadi stok sejarah pertama yang akan diambil oleh generasi demi generasi, dari pewaris nubuwwah (kenabian) dan juga sebagai pengetahuan, lentera aqidah seluruh kaum muslimin serta menjadi acuan yang akan tetap selalu eksis di tengah-tengahnya, sebagai pedoman kehidupan terutama dari sisi kepribadian beliau, akhlak beliau, serta kehidupan sosial beragama dan berbagai aspek lainnya. Dari sini tampaklah urgensi yang amat sangat penting dari fungsi sejarah kehidupan Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam sebagai poros kehidupan kaum muslimin untuk selalu memahami risalah kenabian beliau karena banyak hikmah-hikmah yang terkandung di dalamnya yang bisa diambil pelajarannya yang sangat bermanfaat bagi kehidupan seorang muslim ketika ia mengaku mencintai nabi-Nya. Banyaknya lika-liku perjuangan dakwah yang dialami Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam tahap demi tahap tentu menjadikan kekhasan tersendiri bagi dakwah beliau, dengan risalah kenabian yang hingga kini dampaknya masih dirasakan secara luas utamanya kepada umat Islam menjadikan pula dakwah ini begitu banyak perjuangan di dalamnya sehingga tak mudah bagi Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam mengemban risalah ini tanpa berbagai dukungan dari berbagai banyak pihak. Banyaknya usaha yang senantiasa dipupuk guna tegaknya Islam di muka bumi ini dilalui dengan rintangan dan berbagai cobaan yang selalu datang menghampiri beliau. B. Rumusan Masalah Berangkat dari latar belakang masalah yang telah disebutkan diatas, maka dapat dirumuskan beberapa masalah, diantaranya : 1. Bagaimana sejarah kelahiran Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam?
  2. 2. 2 2. Apa saja peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa kenabian Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam? 3. Bagaimana tahapan-tahapan ketika beliau berdakwah di tengah-tengah kaumnya? C. Tujuan Penulisan Pada dasarnya tujuan penulisan makalah ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu tujuan umum dan khusus. Tujuan umum dalam penyusunan makalah ini adalah untuk mendapatkan nilai tambah mata kuliah Sejarah Peradaban Islam. Adapun Tujuan khusus penyusunan makalah ini adalah : 1. Untuk mengetahui sejarah kelahiran Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam. 2. Untuk mengetahui berbagai persitiwa yang terjadi di masa Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam. 3. Untuk mengetahui tahapan-tahapan dakwah beliau. D. Metodologi Penulisan Penulisan makalah dilakukan dengan menggunakan metode pustaka (library reserch) yaitu mencari dan mengumpulkan data-data ilmiah yang relevan dengan tema yang dibahas dengan mencari bahan dan sumber-sumber melalui rujukan yang terpercaya.
  3. 3. 3 BAB II SEJARAH ISLAM MASA NABI MUHAMMAD SHOLLALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM A. Kelahiran Nabi Muhammad Shollallohu ‘Alaihi Wasallam Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam dilahirkan di tengah kabilah besar, Bani Hasyim di kota Mekkah pada hari senin 12 Rabi’ul Awwal bertepatan dengan tragedi pasukan bergajah.yang bertepatan tanggal 20 atau 571 M seusai dengan pendapat seorang ulama besar yaitu Muhammad Sulaiman Al-Manshurfuri. Beliau dilahirkan dari seorang ibu yang bernama ibunda Aminah. Setelah beliau dilahirkan ibundanya memberitahukan kepada ayahnya kepadanya Abdul Muthalib mengenai kabar gembira tentang kelahiran cucunya tersebut, Abdul Muthalib pun berdoa kepada Alloh SWT dengan penuh rasa syukur atas hadirnya seorang cucu yang di damba- dambakan kemudian dia pun memberinya nama Muhammad padahal nama seperti ini tidak populer ketika itu dikalangan bangsa arab1 Wanita pertama yang menyusui Rosululloh SAW adalah Tsuaibah, seorang budak wanita Abu Lahab. Yang ketika itu ia sedang menyusui bayi- bayi yang lainnya, diantaranya adalah Masruh. Kelahiran Rosululloh SAW di tengah-tengah bangsa arab memberikan banyaknya keberkahan yang dirasakan oleh penduduknya serta merupakan keuntungan juga beliau dilahirkan di tengah keluarga Bani Hasyim yang pada saat itu merupakan kabilah terbesar dan terhormat dikalangan bangsa arab. Hal demikian menjadikan jalan kemudahan bagi Rosululloh SAW untuk menyebarkan petunjuk khususnya dikalangan bangsa arab. Rosululloh SAW sejak lahir telah ditinggal oleh ayahnya yang telah meninggal dunia ketika beliau sedang dalam kandungan ibunya. Kemudian ketika beliau menginjak usia 6 tahun ibunya meninggal dunia kemudian menyerahkan kepengurusan Muhammad kepada kakeknya Abdul Muthalib sampai usianya 8 tahun 2 bulan 10 hari kemudian kakeknya pun wafat di mekkah, namun sebelum meninggal beliau mewasiatkan agar Nabi 1 Syaikh shafiyurahman al mubarakfuri, Perjalanan Hidup Rasul yang agung Muhammad (Jakarta: Penerbit Darul Haq, 2012) h. 64
  4. 4. 4 Muhammad diasuh oleh pamannya Abu Thalib saudara kandung ayahanda beliau. Kehadiran Nabi Muhammad SAW memberikan kristalisasi di tengah dimensinya ketuhanan yang mempengaruhi seluruh aspek dikalangan bangsa arab, dimana ketika itu beliau saw dilindungi oleh sang paman yang sangat disegani dan sangat dihormati orang quraisy dan penduduk mekkah. Dalam usia muda Nabi Muhammad SAW yakni ketika umur 12 tahun beliau hidup sebagai penggembala kambing milik keluarganya dan penduduk mekkah melalui penggembalaan ini. Disebutkan juga pada usia 25 tahun beliau pergi ke negeri syam untuk berdagang dengan modal dari Khadijah. Dikarenakan pada saat itu beliau mendapat julukan al-amin (orang yang dipercaya) sehingga Khadijah memberikan kepercayaan kepada beliau untuk memperdagangkan harta miliknya itu ke negeri syam. Khadijah memberikan imbalan yang lebih istimewa yang sebelumnya tidak pernah diberikan pada pedagang yang lainnya. Tak lama setelah itu, Khadijah memiliki keinginan untuk menikahi Nabi Muhammad maka pernikahan pun dilangsungkan dengan dihadiri oleh Bani Hasyim dan para pemimpin suku mudhar. Pada usia 35 tahun beliau ikut andil bersama kabilah quraisy untuk membangun kembali kakbah karena kondisi fisiknya yang rusak karena sebelumnya kakbah sering diserang oleh pasukan budha sehingga merapuhkan bangunan dan merontokkan sendi-sendinya. Sesungguhnya dalam perkembangan hidup Rosululloh SAW telah mengkoleksi keistimewaan-keistimewaan yang dimiliki oleh lapisan masyarakat kala itu. Beliau memiliki kecerdikan yang lebih oleh orisinalitas pemikiran dan ketetapan sarana beserta tujuan dan beliau sering merenung dalam waktu yang lama untuk memusatkan pemikiran dan memantapkan kebenaran. Dalam perkembangan selanjutnya, Khodijah adalah wankita pertama yang masuk islam dan banyak membantu nabi dalam perjuangan menyebarkan islam. Perkawinan bahagia dan saling mencintai itu dikaruniai enam orang anak dua putra dan empat putri: Qoshim, Abdullah, Zainab, Ruqoyyah, Ummu Kultsum dan Fatimah. Kedua putranya meninggal waktu kecil. Nabi
  5. 5. 5 Muhammad SAW tidak menikah lagi saampai Khodijah meninggal sampai beliau bersia 50 tahun. B. Gambaran Umum Misi Dakwah Rosululloh SAW Secara historis perjalan hidup Rosulloh SAW sebagai misi pembawa Risalah yang mulia, yaitu hidah dari Alloh SWT. Secara umum terbagi kedalam tiga periode, yaitu pertama, periode pra-kerusulan, kedua periode kerosulan, dan ketiga periode pasca kerasulan. Tahap kedua sejarah kenabian ini diawali dengan dua kondisi demografis – demografis sosiologis Arab, yakni pada masa Makkiyyah dan Madaniyyah. Kehadiran Nabi Muhammad SAW, identik dengan latar belakang kondisi masyarakat Arab, khususnya orang-orang Makkah. Para sejarawan islam tidak berbeda pendapat dalam masalah ini. Kehidupan masyarakat Arab secara sosiopolitis mencerminkan kehidupan derajat yang rendah. Perbudakan, mabuk, perzinaan, eksploitasi ekonomi dan perang antar suku menjadi karakter perilaku mereka. Situasi chaos semacam ini berlangsung sejak para pendahulu mereka mendiami negeri tersebut. Dari aspek kepercayaan atau agama, orang-orang arab mekkah adalah para penyembah berhala. Tidak kurang dari 300 berhala yang mereka anggap sebagai tuhan atau pelindung manusia. Berangkat dari kondisi inilah dalam sejarah dicatat bahwa muhammad sering melakukan kontemplasi (uzlah), untuk mendapat suatu jawaban apa dan bagaimana seharusnya membangun kehidupan masyarakat arab. Setelah melakukan proses kontemplasi yang cukup lama, tepatnya di gua hira, akhirnya Muhammad mendapat petunjuk dari Alloh melalui malaikat jibril untuk mengubah masyarakat arab mekkah. Dari sinilah, awal sejarah penyebaran dan perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam menegakkan agama islam dimulai.2 2 Dedi Supriyadi, Sejarah peradaban Islam (Bandung :Pustaka Setia, 2008) h. 62
  6. 6. 6 C. PERIODE MEKKAH 1. Tahapan Pertama Perjuangan Dakwah a. Tahapan dakwah sirriyah (secara rahasia) selama tiga tahun. Sebagaimana diketahui, kota mekkah merupakan pusat agama bagi bangsa arab. Disana terdapat pengabdi kakbah dan pengurus berhala serta patung patung yang dianggap suci oleh seluruh bangsa arab sehingga untuk mencapai tujuan, yaitu melakukan perubahan di kota mekkah akan lebih sulit dan sukar apabila hal tersebut jauh darinya. Karenanya, dakwah membutuhkan tekad baja yang tak mudah tergoyahkan oleh beruntunnya musibah dan bencana yang menimpa. Maka, adalah bijaksana dalam menghadapi hal itu memulai dakwah secara sirri (sembunyi-sembunyi) agar penduduk mekkah tidak dikagetkan dengan hal yang bisa memancing emosi mereka. Nabi Muhammad mulai melaksanakan dakwah islam di lingkungan keluarga, mula-mulai isteri beliau sendiri yakni khadijah, yang menerima dakwah beliau. Kemudian zaid bin haritsah bin syarahil al kalbi (maula/mantan budak khadijah) lalu keponakan beliau yaitu ali bin abi thalib, yang ketika itu masih kanak-kanak dan hidup di bawah asuhan beliau serta sahabat karib beliau yaitu abu bakar ash shidiq. Mereka semua memeluk islam pada permulaan dakwah sehingga mereka dikenal sebagai asabiqun al awwalun yaitu orang orang yang lebih dahulu masuk islam.3 Mereka semua masuk islam secara sembunyi-sembunyi, dan cara yang sama pun dilakukan oleh Rosululloh SAW dalam pertemuan dan pengarahan agama yang beliau berikan, karena dakwah ketika itu masih bersifat individu dan sembunyi-sembunyi. Sementara wahyu sudah turun secara berkesinambungan dan memuncak setelah turunnya permulaan surat al-mudatsir. Ayat-ayat dan penggalan-penggalan surat yang turun pada fase ini merupakan ayat-ayat pendek, yang berakhiran indah dan kokoh, berintonasi menyejukkan dan memikat, tertata bersama suasana yang begitu lembut dan halus. Ayat-ayuat tersebut 3 Syamsul Munir, Sejarah Peradaban Islam (Jakarta :Penerbit Amzah, 2013) h. 65
  7. 7. 7 berbicara tentang memperbaiki penyucian diri (tazkiyatun nufus), mencela pengotorannya dengan gemerlap duniawi serta melukiskan surga dan neraka secara jelas, seakan akan terlihat di depan mata disamping menggiring kaum mukminin ke dalam suasana yang lain dari kondisi komunitas sosial kala itu.4 2. Tahapan kedua perjuangan dakwah secara terang-terangan a. Perintah pertama untuk menampakkan dakwah Sehubungan dengan hal ini ayat yang pertama yang turun adalah : ْْ‫ر‬ ِ‫ذ‬ ْ ‫ن‬ َ ‫أ‬َ‫و‬ْْ َ ‫ك‬ َ ‫ت‬َ‫ير‬ ِ‫ش‬ َ‫ع‬ْْ َ ‫ين‬ِ‫ب‬َ‫ر‬ ْ ‫األق‬ْ(٤١٢)ْ “Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat” (Q.S Asy-syuara : 214) Setelah turunnya ayat tersebut, Rosululloh SAW menguandang para kerabat terdekatnya yaitu Bani Hasyim. Mereka pun datang memenuhi undangan itu disertai oleh beberapa orang dari bani al muthalib bin abdi manaf. Mereka semua berjumlah sekitar 45 orang laki-laki, namun ketika Rosululloh berbicara tiba-tiba abu lahab memotongnya seraya berkata, “Mereka itu adalah paman-pamanmu dan para sepupumu. Bicaralah dan tinggalkanlah menganut agama baru. Ketahuilah ! bahwa kaummu tidak akan mampu melawan seluruh bangsa arab, aku adalah orang yang paling pantas mencegahmu. Cukuplah bagimu suku-suku dari pihak bapakmu, bagi mereka jika engkau bersikeras melakukan apa yang engkau lakukan sekarang itu lebih mudah ketimbang bila seluruh marga quraisy bergerak memusuhimu. Aku tidak pernah melihat ada orang yang membawa kepada suku-suku dari pihak bapaknya sesuatu yang lebih jelek dari apa yang telah engkau bawa ini.” Rosululloh hanya diam dan tidak berbicara pada pertemuan itu.5 4 Syaikh shafiyurahman al mubarakfuri, Perjalanan Hidup Rasul yang agung Muhammad (Jakarta: Penerbit Darul Haq, 2012) h. 94 5 Ibid, h. 97
  8. 8. 8 Namun, dakwah yang dilakukan beliau tidak mudah karena mendapat tantangan dari kaum kafir quraisy. Hal tersebut timbul karena beberapa faktor, yakni sebagai berikut : 1) Mereka tidak dapat membedakan antara kenabian dan kekuasaan, mereka mengira bahwa tunduk kepada seruan nabi SAW berarti tunduk kepada kepemimpinan bani abdul mutholib. 2) Nabi Muhammad menyerukan persamaan hak antara bangsawan dan hamba sahaya. 3) Para pemimpin quraisy tidak mau percaya ataupun mengakui serta tidak menerima ajaran tentang kebangkitan kembli dan pembalasan di akhirat. 4) Taklid kepada nenek moyang adalah kebiasaan yang berurat akar pada bangsa arab, sehingga sangat berat mereka untuk meninggalkan agama, nenek moyang dan mengikuti agama islam. 5) Pemahat dan penjual patung memandang islam sebagai penghalang rezeki. Banyak cara dan upaya yang ditempuh banyak pemimpin quraisy untuk mencegah dakwah Nabi Muhammad SAW namun selalu gagal, baik secara diplomatik atau bujuk rayu maupun tindakan-tindakan kekerasan secara fisik. Puncak segala cara itu adalah dengan diberlakukannya pemboikotan terhadap bani hisyam yang merupakan tempat Nabi Muhammad berlindung. Pemboikotan ini berlangsung selama 3 tahun dan merupakan tindakan yang paling melemahkan umat islam pada saat itu. Pemboikotan itu baru berhenti setelah kaum quraisy menyadari bahwa mereka melakukannya sangat keterlaluan.6 3. Tahapan ketiga berdakwah diluar kota mekkah a. Rosulullah di kota thoif Pada bulan syawwal pada tahun kesepuluh kenabian atau tepatnya pada penghujung bulan mei atau awal juni tahun 619 M Rosululloh pergi ke thaif yang letaknya sekitar 60 mil dari kota 6 Syamsul Munir, Sejarah Peradaban Islam (Jakarta :Penerbit Amzah, 2013) h. 66
  9. 9. 9 mekkah. Beliau datang dan pergi kesana dengan berjalan kaki di dampingi oleh anak angkat beliau zaid bin haritsah. setiap melewati suatu kabilah, beliau mengajak mereka untuk memeluk islam, namun tidak satu kabilah pun yang memberikan responnya. Tatkala tiba di thaif, beliau mendatangi 3 orang bersaudara yang merupakan para pemuka kabilah syakib yaitu abd ya lail, mas’ud dan habib. Ketiganya adalah putra dari amr bin umair ats tsaqofi, beliau duduk bersama mereka seraya mengajak kepada alloh dan membela islam. b. Menawarkan islam kepada kabilah dan individu Pada bulan dzulqo’dah tahun ke sepuluh kenabian bertepatan dengan akhir bulan juni atau permulaan bulan juli pada tahun 619 M. Rosululloh SAW kembali ke mekkah untuk memulai lagi menawarkan islam kepada kabiulah-kabilah dan individu-individu. Semakin dekat datangnya musim haji, maka orang-orang yang datang ke mekkah pun semakin banyak. Diantara kabilah yang yang ditawari nabi pada saat itu adalah bani amir, bani sha’ah, muharib bin khasfah, fazarah, ghassan, dan lain-lain. Selain melalui kabilah pun beliau menawarkan dakwah melalui perorangan/individu diantaranya suwaid bin shamit, iyas bin muadz, abu dzar al ghifari, thufail bin amr ad-dausi dan dhimad al azdi. c. Peristiwa isra’ mi’raj Rosulullah SAW diperjalankan Alloh dari baitul maqdis dengan mengendarai buroq dan ditemani jibril. Rosululloh bersama para nabi melakukan shalat kemudian setelah itu beliau dimikrajkan ke langit. Peristiwa ini merupakan sebuah penghormatan kepada Rosululloh SAW dan sebagai upaya untuk meringankan beban siksaan yang dilakukan orang-orang kafir. Banyak riwayat yang menceritakan hal ini. Kami hanya melihat yang patut kita lakukan adalah beriman terhadap peristiwa terjadinya isra’ mikraj tersebut dalam keimanan
  10. 10. 10 yang global sebagaimana yang tertera di dalam al-qur’an, tanpa harus memasuki wilayah yang sangat detail tentangnya. 7 d. Bai’at aqobah I Orang-orang Aus dan Khazraj (penduduk yatsrib, kini madinah) mendengar dari orang-orang yahudi tentang kedatangan nabi pada zaman itu. Tatkala mereka melihat Rosululloh SAW pada musim haji, mereka tahu bahwa yang di maksud oleh orang-orang yahudi adalah Rosululloh SAW. Maka, bertemulah enam orang-orang khazraj dengan Rosululloh SAW dan mereka masuk islam di hadapan beliau. Kemudian mereka kembali ke madinah dan mengajak kaumnya untuk memeluk agama islam. Setahun setelah itu datang 12 orang laki laki dan seorang wanita menemui Rosululloh SAW. Maka Rosululloah SAW segera mengutus Mush’ab bin umair untuk mengajarkan islam dan al-qur’an kepada mereka. Usaid bin hudhair dan Muadz, dua pimpinan orang-orang aus masuk islam di depan mush’ab. Tak lama kemudian tidak satu rumah pun di madinah kecuali bisa dipastikan ada seorsang islam di dalamnya. Mereka berikrar akan membantu dakwah Rosul di madinah pada musim haji yang akan mendatang. e. Bai’at aqobah II dan hijrahnya kaum muslimin ke madinah Orang-orang madinah datang menemui Rosululloh SAW dan dia berkata kepada mereka, “Aku membaiat kalian dengan syarat kalian mencegah perlakuan kasar yang akan ditimpakan oleh kaumu sebagaimana kalian mencegah perbuatan kasar itu atas isteri-isteri kalian, kalian akan mendapatkan surga sebagai balasan !” maka, mereka semua berbaiat kepada Rosululloh SAW dan mengajak Rosululloh untuk melakukan hijrah ke madinah. Baiat aqobah II ini diikutidan berang oleh sebanyak 73 laki-laki dan dua wanita. Kemudian mereka kembali ke madinah. 7 Ahmad Al-Usairy, Sejarah Islam sejak Nabi Adam hingga abad XX, (Jakarta :Akbar Media, 2013) h. 96
  11. 11. 11 Rosululloh mengizinkan kaum muslim untuk melakukan hijrah ke madinah. Maka, kaum muslim segera keluar dari mekkah dan berangkat menuju madinah kecuali Rosululloh SAW yang ditemani oleh Abu Bakar dan Ali. Rosululloh masih menanti izin Alloh SWT. 8 D. PERIODE MADINAH Dalam periode ini, pengambangan islam lebih ditekankan pada dasar- dasar pendidikan masyarakat islam dan pendidikan sosial kemasyarakatan. Oleh karena itu, nabi kemudian meletakkan dasar-dasar masyarakat islam di madinah. Berikut poin-poin penting yang bisa kita ambil diantaranya : 1. Membangun Masjid a. Masjid pertama di Madinah dibangun di atas tanah milik dua anak yatim: Sahl dan Suhail b. Tanah dibeli untuk dibangun masjid dan tempat tinggal c. Masjid berfungsi sebagai: (a) sarana ibadah; (b) pusat pendidikan dan pengajaran agama; (c) mengadili berbagai perkara yang muncul; (d) tempat bermusyawarah; (e) tempat pertemuan dan lain-lain. d. Pembangunan masjid mendorong pembangunan sarana lainnya, seperti sarana jalan dan sarana perdagangan e. Madinah menjadi kota terbesar di Jazirah Arab 2. Menciptakan persaudaraan baru a. Persaudaraan yang dibentuk adalah persaudaraan berdasar agama (Islam), menggantikan saudara berdasarkan darah. b. Contoh bentuk persaudaraan adalah: 1) Nabi SAW dengan Ali bin Abi Thalib 2) Hamzah bin Abdul Mutahlib dengan Zaid 3) Abu Bakar dengan Kharijah bin Zaid 4) Umar bin Khathab dengan ‘Ithbah bin Malik al-Khazraji 5) Ja’far bin Abi Thalib dengan Mu’adz bin Jabal 6) Muhajirin lainnya dengan Anshar 8 Ahmad Al-Usairy, Sejarah Islam sejak Nabi Adam hingga abad XX, (Jakarta :Akbar Media, 2013) h. 98-99
  12. 12. 12 3. Perjanjian dengan Masyarakat Yahudi Madinah a. Perjanjian ini kemudian dikenal dengan “Perjanjian Madinah” b. Perjanjian ditulis pada tahun 623 M atau tahun ke-2 H. c. Diantara butir-butir Piagam Madinah adalah: 1) Kaum muslimin dan kaum Yahudi hidup secara damai, bebas memaluk dan menjalankan agamanya masing-masing 2) Apabila salah satu pihak diperangi musuh, maka mereka wajib membantu pihak yang diserang 3) Kaum muslimin dan Yahudi wajib saling menolong dalam melaksanakan kewajiban untuk kepentingan bersama 4) Muhammad Rosululloh SAW adalah pimpinan umum untuk seluruh penduduk Madinah. Bila terjadi perselisihan di antara kaum muslimin dengan kaum Yahudi, maka penyelesaiannya dikembalikan kepada keadilan Muahmmad sebagai pimpinan tertinggi di Madinah 4. Pembangunan pranata sosial dan pemerintahan a. Masyarakat madinah terdiri dari: (a) Kelompok Muhajirin; (b) kelompok Anshar; (c) Yahudi; (d) Nashrani dan (e) penyembah berhala. b. Sistem social yang dibangun nabi adalah hidup dengan damai, persaudaraan seagama kaum Anshar dan Muhajirin, dan system yang tertuang dalam Piagam Madinah bagi kelompok non-muslim. c. Sistem social dan pergaulan dengan non-muslim senantiasa hidup damai, tenteram, aman dan sejahtera serta toleransi tinggi. d. Dalam system pemerintahan Nabi sebagai pemimpin tertinggi membuat peraturan untuk kepentingan bersama baik social maupun Negara. 5. Perang Badar a. Pengakuan masyarakat terhadap Nabi sebagai penguasa Madinah menyebabkan kecemburuan dan benih permusuhan musyrikin Mekah berkobar kembali.
  13. 13. 13 b. Sebagian masyarakat Madinah menolak ajaran Islam melakukan kerjasama dengan kafir Mekah. Salah satunya adalah yang dibawah pimpinan Abdullah bin Ubay Salul. c. Insiden padang rumput Nakhlah, dimana 9 orang muslim di bawah pimpinan Abdullah bin Jahs mengintai gerak-gerik musuh Islam mengakibatkan konflik dan berakhir dengan terbunuhnya pimpinan Quraisy bernama Amr bin Hazrami. d. Isu yang berkembang di Mekah, kabilah Abu Sufyan diserang oleh orang Islam ketika dalam perjalanan ke Syria. e. Nabi menarik pasukan untuk mengantisipasi serangan pasukan Mekah di bawah pimpinan Abu Sufyan f. Peperangan terjadi pada 17 Ramadhan tahun ke-2 H bertepatan dengan 8 Januari 623 M, di salah satu sumber air milik keluarga Badar. g. Dalam perang itu, pasukan Islam berjumlah 313 sedangkan pasukan musuh berjumlah 1000 orang. h. Dengan pertolongan Allah, umat Islam menang dengan gemilang, sebagian besar musuh terbunuh dan lainnya melarikan diri dan menjadi tawanan. i. Abu Jahal tewas. Sedangkan dari pihak Islam, 14 orang gugur sebagai syuhada (6 Anshar dan 8 Muhajirin). 6. Perjanjian Hudaibiyah a. Setelah perjanjian, suku Khuza’ah menyatakan bergabung dengan umat Islam Madinah. Sedangkan suku Bani Bakar menyatakan bergabung dengan kafir Quraisy. b. 2 tahun setelah perjanjian, suku Bani Bakar di bantu kafir Quraisy menyerang suku Khuza’ah dan membantai mereka. c. 40 orang perwakilan suku Khuza’ah mengadu kepada Nabi d. Nabi SAW mengirimkan utusan kepada pemuka Quraisy membawa misi perdamaian dengan mengusung 3 usulan: 1) Orang Quraisy harus mengganti rugi terhadap para korban suku Khuza’ah, atau
  14. 14. 14 2) Orang Quraisy Mekah harus menghentikan persekutuan mereka dengan Bani Bakar, atau 3) Orang Quraisy harus menyatakan pembatalan terhadap Perjanjian Hudaibiyah E. Surat-surat dakwah Nabi Muhammad SAW Dalam melakukan aktivitas dakwahnya, Nabi Muhammad SAW, menggunakan berbagai media untuk menyebarkan pesan-pesan agama Islam. salah satu media yang digunakan nabi adalah aktivitas berdakwah adalah surat. Menurut sejarawan islam, muhammad bin sa’ad (w.230 H) dalam kitabnya ath-thobaqot al-kubro bahwa surat surat nabi keseluruhannya berjumlah tidak kurang dari 105 surat. Surat-surat tersebut jika dilihat dari segi isinya, dapat kita kelompokkan menjadi tiga kelompok. Yaitu: 1. Surat-surat yang berisi seruan untuk masuk islam, surat-surat jenis ini ditujukan kepada orang-orang nonmusim baik yahudi, nasrani, maupun majusi dan orang-orang musyrik baik raja, kepala daerah maupun perorangan 2. Surat-surat yang berisi aturan-aturan dalam islam, mislanya tentang zakat, sedekah dan sebagainya. Surat-surat ini dityujukan kepada orang-orang muslim yang masih memerlukan penjelasan-penjelasan nabi SAW. 3. Surat-surat yang berisi beberapa hal yang wajib dikerjakan oleh orang nonmusim terhadap pemerintah islam, seperti masalah jizyah (iuran kemanan). Surat-surat ini ditujukan kepada orang-orang nonmuslim yaitu yahudi, nasroni dan majusi yang telah membuat perjanjian damai dengan nabi SAW. Melalui surat dakwah, telah menunjukan kepada kita, betapa nabi juga menggunakan media modern pada saat itu untuk menyampaikan misi dakwahnya. Disamping itu juga menunjukan ajaran islam yang disampaikan oleh nabi sejak awalnya sudah bersifat universal karena sejak awal itu pula ajaran islam bukan hanya diperuntukan bagi masyarakat arab saja, akan tetapi kepada masyarakat luar arab. Jelaslah, bahwa ajaran islam adalah ajaran yang bersifat universal.
  15. 15. 15 F. Misi dakwah Nabi Muhammad SAW Untuk menyampaikan misi-misi dakwah, Nabi Muhammad SAW menggunakan strategi yang sangat tepat. Nabi mengutus beberapa sahabat yang ahli strategi politik dan berdiskusi untuk menyampaikan misi dakwah trersebut. Diantara sahabat yang diutus menjadi misi dakwah islamiyah tersebut, antara lain 1. Amr bin umayyah adh damiri. Mula mula diutus membawa suratnya kepada an-najasy raja ethiopia (habasyah). Kemudian kepada musailamah al-kadzab. Dengan membawa surat pula setelah itu ia diutus pula oleh farwah bin amr al juzami, gubernur romawi di amman untuk mengajak masuk islam. 2. Dahyah bin khalifah al kalabi, diutus membawakan surat kepada heraclius, kaisar romawi 3. Abdullah bin huzaifah, diutus membawa surat untuk kisra, raja persia 4. Suja’ bin wahhab al asadi, diutus membawakan surat kepada al-harits bin syamar di syiria.9 G. Masa terakhir Nabi Muhammad SAW Pada tahun 9 dan 10 H (630-632 M) banyak suku dari pelosok arab, yang mengirimkan utusan atau delegasi kepada Nabi Muhammad SAW menyatakan pengakuan akan kekuatan islam. oleh karena itu, tahun tersebut disebut dengan tahun perutusan Pada tahun 10 H (631 M) Nabi Muhammad beserta rombongan yang besar melakukan haji dan inilah haji yang terakhir bagi beliau yang merupakan haji perpisahan atau haji wada. Dalam kesempatan itu turunlah ayat terakhir dari al-qur’an, yakni sebagai berikut : َْ‫م‬ ْ‫و‬َ‫ي‬ ْ ‫ال‬ْْ‫ت‬ ْ ‫ل‬ َ‫م‬ ْ ‫ك‬ َ ‫أ‬ْْْ‫م‬‫ك‬ َ ‫ل‬ْْْ‫م‬‫ك‬ َ ‫ين‬ ِ‫د‬ْْ‫ت‬ْ‫م‬َ‫م‬ ْ ‫ت‬ َ ‫أ‬َ‫و‬ْْْ‫م‬‫ك‬ْ‫ي‬ َ ‫ل‬ َ‫ع‬ْ‫ي‬ ِ‫ت‬ َ‫م‬ْ‫ع‬ِ‫ن‬ْْ‫يت‬ ِ‫ض‬ َ‫ر‬َ‫و‬ْْ‫م‬‫ك‬ َ ‫ل‬َْْ‫الم‬ ْ‫اإلس‬ْ‫ا‬ ً ‫ين‬ ِ‫د‬ْ “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu.” (Q.S Al-Ma’idah :3) 9 Syamsul Munir, Sejarah Peradaban Islam (Jakarta :Penerbit Amzah, 2013) h. 82-83
  16. 16. 16 Dalam kesempatan itu nabi menyampaikan khutbah nya yang sangat bersejarah yang isinya merupakan prinsip-prinsip yang mendasari gerakan islam, dan yang paling penting adalah umat islam harus berpegang pada dua sumber, yaitu al-qur’an dan sunnah. Apabila prinsip-prinsip itu disimpulkan adalah kemanusiaan, persamaan, keadilan sosial, keadilan ekonomi, kebajikan, dan solidaritas Rosululloh SAW mulai sakit panas. Isteri-isteri Rosululloh SAW meminta ijin untuk merawatnya dirumah aisyah, dan Rosululloh mengizinkannya untuk terakhir kalinya Rosululloh SAW naik mimbar, diantara pesan yang Rosululloh SAW katakan pada saat itu adalah, “aku berwasiat kepada kalian untuk berbuat baik terhadap orang-orang anshor. Sesungguhnya orang-orang anshor adalah orang-orang dekatku dimana aku berlindung kepada mereka karena mereka telah melalui apa yang menjadi beban mereka dan masih tersisa apa yang akan menjadi hak mereka. Oleh karena itu, berbuat baiklah kepada siapa saja diantara mereka yang melakukan kesalahan” Tatkala sakitnya semakin keras maka Rosululloh SAW bersabda suruhlah abu bakar untuk melakukan shalat. Rosululloh SAW meninggal pada saat dhuha pada hari senin tanggal 12 rabi’ul awwal tahun 11 H ( 8 juni 632 M). Pada saat rasulullah SAW berusia 63 tahun. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa Nabi Muhammad SAW telah mampu menjalankan peranannya sebagai pemimpin agama, seorang negarawan sekaligus menjadi pemimpin politik dan administrasi yang cakap. Hanya dalam waktu 11 tahun menjadi pemimpin politik, beliau berhasil menundukan seluruh jazirah arab ke dalam kekuasaannya.
  17. 17. 17 BAB III KESIMPULAN Rosululloh SAW dilahirkan di tengah kabilah besar, Bani Hasyim di kota Mekkah pada hari senin 12 Rabi’ul Awwal bertepatan dengan tragedi pasukan bergajah.yang bertepatan tanggal 20 atau 571 M. Secara historis perjalan hidup Rosulloh SAW sebagai misi pembawa Risalah yang mulia, yaitu hidah dari Alloh SWT. Secara umum terbagi kedalam tiga periode, yaitu pertama, periode pra- kerusulan, kedua periode kerosulan, dan ketiga periode pasca kerasulan. Tahapan dakwah Rosululloh SAW dibagi menjadi dua periode yakni periode dakwah nabi SAW di Mekkah dan periode dakwah beliau di Madinah. Tahapan dakwah nabi di mekkah diawali dengan dakwah secara sirriyah (secara rahasia) selama tiga tahun, kemudian beliau pun berdakwah secara terang-terangan berdasarkan turunnya perintah Alloh SWT pada Q.S Asy-Syuara ayat 214. beliau berhijrah ke Madinah dan melanjutkan perjuangan dakwahnya disana Dalam periode ini, pengambangan islam lebih ditekankan pada dasar-dasar pendidikan masyarakat islam dan pendidikan sosial kemasyarakatan. Oleh karena itu, nabi kemudian meletakkan dasar-dasar masyarakat islam di madinah. Diantara peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa Rosululloh SAW adalah 1. Rosulullah di kota thoif 2. Menawarkan islam kepada kabilah dan individu 3. Peristiwa isra’ mi’raj 4. Bai’at aqobah I 5. Bai’at aqobah II dan hijrahnya kaum muslimin ke madinah Pada tahun 9 dan 10 H (630-632 M) banyak suku dari pelosok arab, yang mengirimkan utusan atau delegasi kepada Nabi Muhammad SAW menyatakan pengakuan akan kekuatan islam. oleh karena itu, tahun tersebut disebut dengan tahun perutusan dan dari sini dapat disimpulkan bahwa Nabi Muhammad SAW telah mampu menjalankan peranannya sebagai pemimpin agama, seorang negarawan sekaligus menjadi pemimpin politik dan administrasi yang cakap. Hanya dalam waktu 11 tahun menjadi pemimpin politik, beliau berhasil menundukan seluruh jazirah arab ke dalam kekuasaannya.
  18. 18. 18 DAFTAR PUSTAKA Syaikh shafiyurahman al mubarakfuri, Perjalanan Hidup Rasul yang agung Muhammad (Jakarta: Penerbit Darul Haq, 2012) Dedi Supriyadi, Sejarah peradaban Islam (Bandung :Pustaka Setia, 2008) Syamsul Munir, Sejarah Peradaban Islam (Jakarta :Penerbit Amzah, 2013) Ahmad Al-Usairy, Sejarah Islam sejak Nabi Adam hingga abad XX, (Jakarta :Akbar Media, 2013)

×