SlideShare a Scribd company logo

01_Konsep Ketuhanan dalam Islam

Hamida ID
Hamida ID

Penjelasan Konsep Ketuhanan dalam Islam menurut beberapa sumber dan pembuktiannya.

1 of 26
Download to read offline
KONSEP KETUHANAN DALAM ISLAM
Drs. H. Moh. Saifulloh, M.Fil.I
Disusun oleh :
KELOMPOK 1
Vera Laviara M. (1115100045)
Ramadhani Dwi Susanti (1215100114)
Hamidatul Aminah (3515100043)
Rinal Al Farisi (3515100015)
Dimas Haryo Nugroho P. (3515100063)
Kartika Tamara Maharani (3515100095)
KELAS 5
UNIT PELAYANAN TERPADU PELAKSANA MATA KULIAH BERSAMA
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER
2015
BIODATA ANGGOTA KELOMPOK 1
Nama : Vera Laviara M.
NRP : 1115100045
Jurusan : Fisika
Nama : Ramadhani Dwi Susanti
NRP : 1215100114
Jurusan : Matematika
Nama : Hamidatul Aminah
NRP : 3515100043
Jurusan : Teknik Geomatika
Nama : Rinal Al Farisi
NRP : 3515100015
Jurusan : Teknik Geomatika
Nama : Dimas Haryo Nugroho P.
NRP : 3515100063
Jurusan : Teknik Geomatika
Nama : Kartika Tamara Maharani
NRP : 3515100095
Jurusan : Teknik Geomatika
DAFTAR ISI
KONSEP KETUHANAN DALAM ISLAM................................................................1
BIODATA ANGGOTA KELOMPOK 1......................................................................2
DAFTAR ISI..............................................................................................................4
KATA PENGANTAR.................................................................................................5
BAB 1 PENDAHULUAN...........................................................................................6
1.1 Latar Belakang..................................................................................................6
1.2 Rumusan Masalah .............................................................................................6
1.3 Tujuan ..............................................................................................................7
BAB 2 PEMBAHASAN .............................................................................................8
2.1 Hakikat Ketuhanan dalam Islam .........................................................................8
2.1.1 Siapa Tuhan itu?..........................................................................................8
2.1.2 Sejarah Pemikiran Manusia tentang Tuhan..................................................10
2.1.3 Tuhan dalam Islam ....................................................................................12
2.1.4 Bukti Adanya Tuhan..................................................................................13
2.2 Keimanan dan Ketakwaan................................................................................16
2.2.1 Definisi Iman dan Takwa...........................................................................16
2.2.2 Proses Terbentuknya Iman.........................................................................17
2.2.3 Tanda-Tanda Orang Beriman .....................................................................19
2.2.4 Korelasi antara Keimanan dan Ketakwaan ..................................................21
BAB 3 PENUTUP....................................................................................................22
DAFTAR PUSTAKA ...............................................................................................23
LAMPIRANPPT.....................................................................................................24
KATA PENGANTAR
Syukur Alhamdulillah kami ucapkan kehadirat Allah SWT atas segala
limpahan rahmat dan hidayahnya yang telah diberikan kepada penulis, sehingga
penulis dapat menyelesaikan makalah ini.
Ucapan terima kasih dan rasa hormat disampaikan kepada seluruh pihak
yang telah membantu baik moril maupun materil, terima kasih kepada :
1. Bapak Drs. Moh. Saifullah, M.Fill.I selaku Dosen Pendidikan Agama
Islam kelas 5
2. Semua pihak yang telah membantu terselesainya penulisan makalah
ini.
Semoga jasa yang telah diberikan dalam menyusun makalah ini akan mendapat
balasan kebaikan dari Allah SWT.
Dengan segenap kemampuan penulis telah berupaya menyelesaikan
makalah ini dengan sebaik-baiknya.Namun dengan segala kerendahan hati penulis
merasa makalah ini jauh dari sempurna, oleh karenanya kritik dan saran yang
membangun sangatlah diharapkan.Penulis juga berharap semoga makalah ini
dapat bermanfaat bagi para pembaca makalah ini.
Surabaya, Oktober 2015
Penulis
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Makalah ini merupakan pemenuhan tugas Pendidikan Agama
Islam yang memang harus terpenuhi sebagai nilai tambahan yang sudah
ditentukan oleh pengajar. Disamping itu, makalah ini sangat bermanfaat
bagi pembaca karena pada makalah ini sedikit/banyaknya terdapat ilmu
yang dapat diambil sebagai pengetahuan atau wawasan.
Manusia merupakan makhluk ciptaan Allah yang diberikan
kesempurnaan dibandingkan makhluk lain, maka dari itu ada beberapa
manusia yang memang menggunakan akalnya untuk mengkaji hal-hal
yang belum ada sebagai rasa keingintahuan seperti halnya pada makalah
ini juga akan mengkaji yaitu diantaranya tentang hakikat Ketuhuanan
dalam Islam, keimanan dan ketakwaan, yang berisi dari berbagai sumber,
agar makalah ini ada nilai banding dengan makalah lain.
Dengan izin Allah, dalam makalah ini kami akan menjelaskan dan
membahas tentang Konsep Ketuhanan dalam Islam.
1.2 Rumusan Masalah
Berisi pokok yang akan dibahas dalam makalah ini antara lain adalah
sebagai berikut :
1. Siapa Tuhan itu ?
2. Apa saja sejarah pemikiran manusia tentang Tuhan?
3. Bagaimana konsep Ketuhanan dalam Islam ?
4. Apa saja bukti-bukti adanya Tuhan ?
5. Apa definisi iman dan takwa ?
6. Bagaimana proses terbentuknya iman dan takwa ?
7. Apa saja tanda-tanda orang beriman dan bertakwa ?
8. Apa korelasi antara keimanan dan ketakwaan ?

Recommended

Daftar Pertanyaan Ushul Fiqh
Daftar Pertanyaan Ushul FiqhDaftar Pertanyaan Ushul Fiqh
Daftar Pertanyaan Ushul FiqhSuya Yahya
 
Urgensi Pancasila sebagai Dasar Negara
Urgensi Pancasila sebagai Dasar NegaraUrgensi Pancasila sebagai Dasar Negara
Urgensi Pancasila sebagai Dasar NegaraFebby HusbiramiÅldo
 
Kumpulan pertanyaan & jawaban mata kuliah filsafat ilmu
Kumpulan pertanyaan & jawaban mata kuliah filsafat ilmuKumpulan pertanyaan & jawaban mata kuliah filsafat ilmu
Kumpulan pertanyaan & jawaban mata kuliah filsafat ilmuPutriAgilya
 
Bagaimana manusia bertuhan-- materi kuliah agama islam
Bagaimana manusia bertuhan-- materi kuliah agama islamBagaimana manusia bertuhan-- materi kuliah agama islam
Bagaimana manusia bertuhan-- materi kuliah agama islamchusnaqumillaila
 
Pertanyaan dan jawaban presentasi p kn
Pertanyaan dan jawaban presentasi p knPertanyaan dan jawaban presentasi p kn
Pertanyaan dan jawaban presentasi p knnatal kristiono
 
MAKALAH Tugas kelompok 1 PASCASARJANA SABURAI ANGKATAN 15-ED
MAKALAH Tugas kelompok 1 PASCASARJANA SABURAI ANGKATAN 15-EDMAKALAH Tugas kelompok 1 PASCASARJANA SABURAI ANGKATAN 15-ED
MAKALAH Tugas kelompok 1 PASCASARJANA SABURAI ANGKATAN 15-EDACHMAD AVANDI,SE,MM Alfaqzamta
 
Agama : Hakikat Manusia Menurut Islam
Agama : Hakikat Manusia Menurut IslamAgama : Hakikat Manusia Menurut Islam
Agama : Hakikat Manusia Menurut IslamWachidatin N C
 

More Related Content

What's hot

343013441 review-jurnal-filsafat-pendidikan-1
343013441 review-jurnal-filsafat-pendidikan-1343013441 review-jurnal-filsafat-pendidikan-1
343013441 review-jurnal-filsafat-pendidikan-1Jihan Hidayah Putri
 
Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni (IPTEKS) dalam Islam
Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni (IPTEKS) dalam IslamIlmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni (IPTEKS) dalam Islam
Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni (IPTEKS) dalam IslamWulandari Rima Kumari
 
Dinamika pelaksanaan undang – undang dasar 1945
Dinamika pelaksanaan undang – undang dasar 1945 Dinamika pelaksanaan undang – undang dasar 1945
Dinamika pelaksanaan undang – undang dasar 1945 Lela Warni
 
Makalah filsafat ilmu ILMU PENGETAHUAN DAN PENGETAHUAN ILMIAH
Makalah filsafat ilmu ILMU PENGETAHUAN DAN PENGETAHUAN ILMIAHMakalah filsafat ilmu ILMU PENGETAHUAN DAN PENGETAHUAN ILMIAH
Makalah filsafat ilmu ILMU PENGETAHUAN DAN PENGETAHUAN ILMIAHSoga Biliyan Jaya
 
Cover essai
Cover essaiCover essai
Cover essaievi_21
 
Makalah pancasila sebagai sistem filsafat
Makalah pancasila sebagai sistem filsafatMakalah pancasila sebagai sistem filsafat
Makalah pancasila sebagai sistem filsafatMujid Rical
 
Contoh laporan observasi lapangan
Contoh laporan observasi lapanganContoh laporan observasi lapangan
Contoh laporan observasi lapanganAburafika
 
Filsafat Ilmu : Ontologi
Filsafat Ilmu : OntologiFilsafat Ilmu : Ontologi
Filsafat Ilmu : OntologiHosyatul Aliyah
 
Tanya Jawab Materi Pengantar Filsafat Ilmu Dari Sudut Pandang Ontologi, Epist...
Tanya Jawab Materi Pengantar Filsafat Ilmu Dari Sudut Pandang Ontologi, Epist...Tanya Jawab Materi Pengantar Filsafat Ilmu Dari Sudut Pandang Ontologi, Epist...
Tanya Jawab Materi Pengantar Filsafat Ilmu Dari Sudut Pandang Ontologi, Epist...YuliaKartika6
 
2. hak dan kewajiban warga negara
2. hak dan kewajiban warga negara2. hak dan kewajiban warga negara
2. hak dan kewajiban warga negaraMardiah Ahmad
 
Implementasi Iman dan Takwa dalam Kehidupan Modern
Implementasi Iman dan Takwa dalam Kehidupan ModernImplementasi Iman dan Takwa dalam Kehidupan Modern
Implementasi Iman dan Takwa dalam Kehidupan ModernSastra Diharlan
 
Makalah Pancasila era Pra Kemerdekaan
Makalah Pancasila era Pra KemerdekaanMakalah Pancasila era Pra Kemerdekaan
Makalah Pancasila era Pra KemerdekaanSriwijaya University
 
Pengertian Ibadah Maliyah dan 9 Contohnya
Pengertian Ibadah Maliyah dan 9 ContohnyaPengertian Ibadah Maliyah dan 9 Contohnya
Pengertian Ibadah Maliyah dan 9 ContohnyaHabibullah Al Faruq
 
Bagaimana agama menjamin kebahagiaan
Bagaimana agama menjamin kebahagiaanBagaimana agama menjamin kebahagiaan
Bagaimana agama menjamin kebahagiaandindaa99
 

What's hot (20)

343013441 review-jurnal-filsafat-pendidikan-1
343013441 review-jurnal-filsafat-pendidikan-1343013441 review-jurnal-filsafat-pendidikan-1
343013441 review-jurnal-filsafat-pendidikan-1
 
Tugas makalah agama
Tugas makalah agamaTugas makalah agama
Tugas makalah agama
 
Makalah rangkuman ajeng
Makalah rangkuman ajengMakalah rangkuman ajeng
Makalah rangkuman ajeng
 
Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni (IPTEKS) dalam Islam
Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni (IPTEKS) dalam IslamIlmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni (IPTEKS) dalam Islam
Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni (IPTEKS) dalam Islam
 
Dinamika pelaksanaan undang – undang dasar 1945
Dinamika pelaksanaan undang – undang dasar 1945 Dinamika pelaksanaan undang – undang dasar 1945
Dinamika pelaksanaan undang – undang dasar 1945
 
Makalah filsafat ilmu ILMU PENGETAHUAN DAN PENGETAHUAN ILMIAH
Makalah filsafat ilmu ILMU PENGETAHUAN DAN PENGETAHUAN ILMIAHMakalah filsafat ilmu ILMU PENGETAHUAN DAN PENGETAHUAN ILMIAH
Makalah filsafat ilmu ILMU PENGETAHUAN DAN PENGETAHUAN ILMIAH
 
Ppt aqidah islam
Ppt aqidah islamPpt aqidah islam
Ppt aqidah islam
 
Cover essai
Cover essaiCover essai
Cover essai
 
Makalah pancasila sebagai sistem filsafat
Makalah pancasila sebagai sistem filsafatMakalah pancasila sebagai sistem filsafat
Makalah pancasila sebagai sistem filsafat
 
Contoh laporan observasi lapangan
Contoh laporan observasi lapanganContoh laporan observasi lapangan
Contoh laporan observasi lapangan
 
Filsafat Ilmu : Ontologi
Filsafat Ilmu : OntologiFilsafat Ilmu : Ontologi
Filsafat Ilmu : Ontologi
 
Tanya Jawab Materi Pengantar Filsafat Ilmu Dari Sudut Pandang Ontologi, Epist...
Tanya Jawab Materi Pengantar Filsafat Ilmu Dari Sudut Pandang Ontologi, Epist...Tanya Jawab Materi Pengantar Filsafat Ilmu Dari Sudut Pandang Ontologi, Epist...
Tanya Jawab Materi Pengantar Filsafat Ilmu Dari Sudut Pandang Ontologi, Epist...
 
Makalah ontologi filsafat ilmu
Makalah ontologi filsafat ilmuMakalah ontologi filsafat ilmu
Makalah ontologi filsafat ilmu
 
Materi kuliah pai
Materi kuliah paiMateri kuliah pai
Materi kuliah pai
 
2. hak dan kewajiban warga negara
2. hak dan kewajiban warga negara2. hak dan kewajiban warga negara
2. hak dan kewajiban warga negara
 
Hakikat manusia menurut islam
Hakikat manusia menurut islamHakikat manusia menurut islam
Hakikat manusia menurut islam
 
Implementasi Iman dan Takwa dalam Kehidupan Modern
Implementasi Iman dan Takwa dalam Kehidupan ModernImplementasi Iman dan Takwa dalam Kehidupan Modern
Implementasi Iman dan Takwa dalam Kehidupan Modern
 
Makalah Pancasila era Pra Kemerdekaan
Makalah Pancasila era Pra KemerdekaanMakalah Pancasila era Pra Kemerdekaan
Makalah Pancasila era Pra Kemerdekaan
 
Pengertian Ibadah Maliyah dan 9 Contohnya
Pengertian Ibadah Maliyah dan 9 ContohnyaPengertian Ibadah Maliyah dan 9 Contohnya
Pengertian Ibadah Maliyah dan 9 Contohnya
 
Bagaimana agama menjamin kebahagiaan
Bagaimana agama menjamin kebahagiaanBagaimana agama menjamin kebahagiaan
Bagaimana agama menjamin kebahagiaan
 

Viewers also liked

konsep ketuhanan
konsep ketuhanankonsep ketuhanan
konsep ketuhananmkazree
 
Nilai 1.1 kepercayaan kepada tuhan
Nilai 1.1 kepercayaan kepada tuhanNilai 1.1 kepercayaan kepada tuhan
Nilai 1.1 kepercayaan kepada tuhanSuhaila Panut
 
Pendidikan Agama ISlam "Mengenal Bagaimana Manusia Bertuhan "
Pendidikan Agama ISlam "Mengenal Bagaimana Manusia Bertuhan "Pendidikan Agama ISlam "Mengenal Bagaimana Manusia Bertuhan "
Pendidikan Agama ISlam "Mengenal Bagaimana Manusia Bertuhan "chusnaqumillaila
 
Konsep Ketuhanan Dalam Islam
Konsep Ketuhanan Dalam IslamKonsep Ketuhanan Dalam Islam
Konsep Ketuhanan Dalam Islamherlena sari
 
Konsep ketuhanan-dalam-islam
Konsep ketuhanan-dalam-islamKonsep ketuhanan-dalam-islam
Konsep ketuhanan-dalam-islamaulia m luthfi
 
Konsep tuhan dalam islam
Konsep tuhan dalam islamKonsep tuhan dalam islam
Konsep tuhan dalam islamnirmaulifa
 
KB 3 Peran Umat Beragama dalam Mewujudkan Masyarakat Beradab & Sejahtera
KB 3 Peran Umat Beragama dalam Mewujudkan Masyarakat Beradab & SejahteraKB 3 Peran Umat Beragama dalam Mewujudkan Masyarakat Beradab & Sejahtera
KB 3 Peran Umat Beragama dalam Mewujudkan Masyarakat Beradab & Sejahterapjj_kemenkes
 
KB 3 Peran Umat Beragama dalam Mewujudkan Masyarakat Beradab dan Sejahtera
KB 3 Peran Umat Beragama dalam Mewujudkan Masyarakat Beradab dan SejahteraKB 3 Peran Umat Beragama dalam Mewujudkan Masyarakat Beradab dan Sejahtera
KB 3 Peran Umat Beragama dalam Mewujudkan Masyarakat Beradab dan Sejahterapjj_kemenkes
 
Dasa Aksara, Sumber Kekuatan Alam dan Manusia
Dasa Aksara, Sumber Kekuatan Alam dan ManusiaDasa Aksara, Sumber Kekuatan Alam dan Manusia
Dasa Aksara, Sumber Kekuatan Alam dan ManusiaBudi Jaya Pangus
 
Keindahan akhlak dalam islam
Keindahan akhlak dalam islamKeindahan akhlak dalam islam
Keindahan akhlak dalam islamfurnival linggang
 
Konsep ketuhanan dalam islam
Konsep ketuhanan dalam islamKonsep ketuhanan dalam islam
Konsep ketuhanan dalam islamBilhad Hard
 
Penjelasanrukunnegara 090912081655-phpapp02
Penjelasanrukunnegara 090912081655-phpapp02Penjelasanrukunnegara 090912081655-phpapp02
Penjelasanrukunnegara 090912081655-phpapp02khairil azhar
 
149418771 case-report-chairul-epilepsi
149418771 case-report-chairul-epilepsi149418771 case-report-chairul-epilepsi
149418771 case-report-chairul-epilepsihomeworkping4
 

Viewers also liked (20)

konsep ketuhanan
konsep ketuhanankonsep ketuhanan
konsep ketuhanan
 
Nilai 1.1 kepercayaan kepada tuhan
Nilai 1.1 kepercayaan kepada tuhanNilai 1.1 kepercayaan kepada tuhan
Nilai 1.1 kepercayaan kepada tuhan
 
Konsep ketuhanan dalam islam
Konsep ketuhanan dalam islamKonsep ketuhanan dalam islam
Konsep ketuhanan dalam islam
 
Pendidikan Agama ISlam "Mengenal Bagaimana Manusia Bertuhan "
Pendidikan Agama ISlam "Mengenal Bagaimana Manusia Bertuhan "Pendidikan Agama ISlam "Mengenal Bagaimana Manusia Bertuhan "
Pendidikan Agama ISlam "Mengenal Bagaimana Manusia Bertuhan "
 
Konsep Ketuhanan Dalam Islam
Konsep Ketuhanan Dalam IslamKonsep Ketuhanan Dalam Islam
Konsep Ketuhanan Dalam Islam
 
Konsep ketuhanan-dalam-islam
Konsep ketuhanan-dalam-islamKonsep ketuhanan-dalam-islam
Konsep ketuhanan-dalam-islam
 
Contoh jawapan karangan
Contoh jawapan karanganContoh jawapan karangan
Contoh jawapan karangan
 
Nota moral spm
Nota moral spmNota moral spm
Nota moral spm
 
Konsep tuhan dalam islam
Konsep tuhan dalam islamKonsep tuhan dalam islam
Konsep tuhan dalam islam
 
Religion in First Semester
Religion in First Semester Religion in First Semester
Religion in First Semester
 
Kesan iman
Kesan imanKesan iman
Kesan iman
 
KB 3 Peran Umat Beragama dalam Mewujudkan Masyarakat Beradab & Sejahtera
KB 3 Peran Umat Beragama dalam Mewujudkan Masyarakat Beradab & SejahteraKB 3 Peran Umat Beragama dalam Mewujudkan Masyarakat Beradab & Sejahtera
KB 3 Peran Umat Beragama dalam Mewujudkan Masyarakat Beradab & Sejahtera
 
KB 3 Peran Umat Beragama dalam Mewujudkan Masyarakat Beradab dan Sejahtera
KB 3 Peran Umat Beragama dalam Mewujudkan Masyarakat Beradab dan SejahteraKB 3 Peran Umat Beragama dalam Mewujudkan Masyarakat Beradab dan Sejahtera
KB 3 Peran Umat Beragama dalam Mewujudkan Masyarakat Beradab dan Sejahtera
 
Dasa Aksara, Sumber Kekuatan Alam dan Manusia
Dasa Aksara, Sumber Kekuatan Alam dan ManusiaDasa Aksara, Sumber Kekuatan Alam dan Manusia
Dasa Aksara, Sumber Kekuatan Alam dan Manusia
 
Keindahan akhlak dalam islam
Keindahan akhlak dalam islamKeindahan akhlak dalam islam
Keindahan akhlak dalam islam
 
Agama islam
Agama islam Agama islam
Agama islam
 
Konsep ketuhanan dalam islam
Konsep ketuhanan dalam islamKonsep ketuhanan dalam islam
Konsep ketuhanan dalam islam
 
Rukunnegara
RukunnegaraRukunnegara
Rukunnegara
 
Penjelasanrukunnegara 090912081655-phpapp02
Penjelasanrukunnegara 090912081655-phpapp02Penjelasanrukunnegara 090912081655-phpapp02
Penjelasanrukunnegara 090912081655-phpapp02
 
149418771 case-report-chairul-epilepsi
149418771 case-report-chairul-epilepsi149418771 case-report-chairul-epilepsi
149418771 case-report-chairul-epilepsi
 

Similar to 01_Konsep Ketuhanan dalam Islam

Tugas makalah pai
Tugas makalah paiTugas makalah pai
Tugas makalah paiNana Dibra
 
Tauhid, Al-Qur’an&Hadits, Generasi Terbaik dan Salafussalih, Berbagi, Keadila...
Tauhid, Al-Qur’an&Hadits, Generasi Terbaik dan Salafussalih, Berbagi, Keadila...Tauhid, Al-Qur’an&Hadits, Generasi Terbaik dan Salafussalih, Berbagi, Keadila...
Tauhid, Al-Qur’an&Hadits, Generasi Terbaik dan Salafussalih, Berbagi, Keadila...DitiTriAriputry
 
BUKU BAHAN AJAR PAI UNSRI
BUKU BAHAN AJAR PAI UNSRIBUKU BAHAN AJAR PAI UNSRI
BUKU BAHAN AJAR PAI UNSRIHanifa Zulfitri
 
sejarah dan perkembangan ilmu tauhid
sejarah dan perkembangan ilmu tauhidsejarah dan perkembangan ilmu tauhid
sejarah dan perkembangan ilmu tauhidRoisMansur
 
Makalah sejarah munculnya teologi islam
Makalah sejarah munculnya teologi islamMakalah sejarah munculnya teologi islam
Makalah sejarah munculnya teologi islamsaiful anwar
 
PENYIMPANGAN DALAM TEOLOGI ISLAM
PENYIMPANGAN DALAM TEOLOGI ISLAM PENYIMPANGAN DALAM TEOLOGI ISLAM
PENYIMPANGAN DALAM TEOLOGI ISLAM endahnurfebriyanti
 
MAKALAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KARAKTERISTIK AJARAN ISLAM
MAKALAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KARAKTERISTIK AJARAN ISLAMMAKALAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KARAKTERISTIK AJARAN ISLAM
MAKALAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KARAKTERISTIK AJARAN ISLAMHerry Rachmat Safi'i
 
Kelompok 1 (paradigma tauhid dalam pengembangan keilmuan)
Kelompok 1 (paradigma tauhid dalam pengembangan keilmuan)Kelompok 1 (paradigma tauhid dalam pengembangan keilmuan)
Kelompok 1 (paradigma tauhid dalam pengembangan keilmuan)AldyASChanel
 
Makalah Al-Qur'an II
Makalah Al-Qur'an IIMakalah Al-Qur'an II
Makalah Al-Qur'an IINur Rohmah
 
Juhdi,pengertian tauhid dan urgensinya
Juhdi,pengertian tauhid dan urgensinyaJuhdi,pengertian tauhid dan urgensinya
Juhdi,pengertian tauhid dan urgensinyaJuhdi Heryadi
 

Similar to 01_Konsep Ketuhanan dalam Islam (20)

Tugas makalah pai
Tugas makalah paiTugas makalah pai
Tugas makalah pai
 
Makalah pai ferry
Makalah pai ferryMakalah pai ferry
Makalah pai ferry
 
Tauhid, Al-Qur’an&Hadits, Generasi Terbaik dan Salafussalih, Berbagi, Keadila...
Tauhid, Al-Qur’an&Hadits, Generasi Terbaik dan Salafussalih, Berbagi, Keadila...Tauhid, Al-Qur’an&Hadits, Generasi Terbaik dan Salafussalih, Berbagi, Keadila...
Tauhid, Al-Qur’an&Hadits, Generasi Terbaik dan Salafussalih, Berbagi, Keadila...
 
BUKU BAHAN AJAR PAI UNSRI
BUKU BAHAN AJAR PAI UNSRIBUKU BAHAN AJAR PAI UNSRI
BUKU BAHAN AJAR PAI UNSRI
 
PPT Qur'an Hadist Klmpk 9.pptx
PPT Qur'an Hadist Klmpk 9.pptxPPT Qur'an Hadist Klmpk 9.pptx
PPT Qur'an Hadist Klmpk 9.pptx
 
bimbingan konseling.docx
bimbingan konseling.docxbimbingan konseling.docx
bimbingan konseling.docx
 
Makalah tugas tik
Makalah tugas tikMakalah tugas tik
Makalah tugas tik
 
Makalah tugas tik
Makalah tugas tikMakalah tugas tik
Makalah tugas tik
 
sejarah dan perkembangan ilmu tauhid
sejarah dan perkembangan ilmu tauhidsejarah dan perkembangan ilmu tauhid
sejarah dan perkembangan ilmu tauhid
 
Makalah sejarah munculnya teologi islam
Makalah sejarah munculnya teologi islamMakalah sejarah munculnya teologi islam
Makalah sejarah munculnya teologi islam
 
PENYIMPANGAN DALAM TEOLOGI ISLAM
PENYIMPANGAN DALAM TEOLOGI ISLAM PENYIMPANGAN DALAM TEOLOGI ISLAM
PENYIMPANGAN DALAM TEOLOGI ISLAM
 
makalah teologi islam
makalah teologi islammakalah teologi islam
makalah teologi islam
 
iman islam dan ihsan
iman islam dan ihsaniman islam dan ihsan
iman islam dan ihsan
 
Pendidikan Ruhani
Pendidikan RuhaniPendidikan Ruhani
Pendidikan Ruhani
 
MAKALAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KARAKTERISTIK AJARAN ISLAM
MAKALAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KARAKTERISTIK AJARAN ISLAMMAKALAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KARAKTERISTIK AJARAN ISLAM
MAKALAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KARAKTERISTIK AJARAN ISLAM
 
Kelompok 1 (paradigma tauhid dalam pengembangan keilmuan)
Kelompok 1 (paradigma tauhid dalam pengembangan keilmuan)Kelompok 1 (paradigma tauhid dalam pengembangan keilmuan)
Kelompok 1 (paradigma tauhid dalam pengembangan keilmuan)
 
Makalah Al-Qur'an II
Makalah Al-Qur'an IIMakalah Al-Qur'an II
Makalah Al-Qur'an II
 
Manusia dan agama
Manusia dan agamaManusia dan agama
Manusia dan agama
 
Kajian Tawassul.docx
Kajian Tawassul.docxKajian Tawassul.docx
Kajian Tawassul.docx
 
Juhdi,pengertian tauhid dan urgensinya
Juhdi,pengertian tauhid dan urgensinyaJuhdi,pengertian tauhid dan urgensinya
Juhdi,pengertian tauhid dan urgensinya
 

More from Hamida ID

TUTORIAL RTKLIB
TUTORIAL RTKLIBTUTORIAL RTKLIB
TUTORIAL RTKLIBHamida ID
 
02_Inderaja Composit Band
02_Inderaja Composit Band02_Inderaja Composit Band
02_Inderaja Composit BandHamida ID
 
Sistem Koordinat dan Transformasi
Sistem Koordinat dan TransformasiSistem Koordinat dan Transformasi
Sistem Koordinat dan TransformasiHamida ID
 
Toponimi Jalan bertema "Pulau"
Toponimi Jalan bertema "Pulau"Toponimi Jalan bertema "Pulau"
Toponimi Jalan bertema "Pulau"Hamida ID
 
03_Toponimi Keputih Gang II
03_Toponimi Keputih Gang II03_Toponimi Keputih Gang II
03_Toponimi Keputih Gang IIHamida ID
 
02_Daerah terdampak banjir di Bandung
02_Daerah terdampak banjir di Bandung02_Daerah terdampak banjir di Bandung
02_Daerah terdampak banjir di BandungHamida ID
 
03_Toponimi Pulau Tidung, Kepulauan Seribu
03_Toponimi Pulau Tidung, Kepulauan Seribu03_Toponimi Pulau Tidung, Kepulauan Seribu
03_Toponimi Pulau Tidung, Kepulauan SeribuHamida ID
 
02_Peta Topografi dan Tematik
02_Peta Topografi dan Tematik02_Peta Topografi dan Tematik
02_Peta Topografi dan TematikHamida ID
 
02_Pengaruh bahasa dalam pendidikan karakter bangsa
02_Pengaruh bahasa dalam pendidikan karakter bangsa02_Pengaruh bahasa dalam pendidikan karakter bangsa
02_Pengaruh bahasa dalam pendidikan karakter bangsaHamida ID
 
01_Permasalahan Sampah di Kampus
01_Permasalahan Sampah di Kampus01_Permasalahan Sampah di Kampus
01_Permasalahan Sampah di KampusHamida ID
 
01_Borneo 1602
01_Borneo 160201_Borneo 1602
01_Borneo 1602Hamida ID
 

More from Hamida ID (11)

TUTORIAL RTKLIB
TUTORIAL RTKLIBTUTORIAL RTKLIB
TUTORIAL RTKLIB
 
02_Inderaja Composit Band
02_Inderaja Composit Band02_Inderaja Composit Band
02_Inderaja Composit Band
 
Sistem Koordinat dan Transformasi
Sistem Koordinat dan TransformasiSistem Koordinat dan Transformasi
Sistem Koordinat dan Transformasi
 
Toponimi Jalan bertema "Pulau"
Toponimi Jalan bertema "Pulau"Toponimi Jalan bertema "Pulau"
Toponimi Jalan bertema "Pulau"
 
03_Toponimi Keputih Gang II
03_Toponimi Keputih Gang II03_Toponimi Keputih Gang II
03_Toponimi Keputih Gang II
 
02_Daerah terdampak banjir di Bandung
02_Daerah terdampak banjir di Bandung02_Daerah terdampak banjir di Bandung
02_Daerah terdampak banjir di Bandung
 
03_Toponimi Pulau Tidung, Kepulauan Seribu
03_Toponimi Pulau Tidung, Kepulauan Seribu03_Toponimi Pulau Tidung, Kepulauan Seribu
03_Toponimi Pulau Tidung, Kepulauan Seribu
 
02_Peta Topografi dan Tematik
02_Peta Topografi dan Tematik02_Peta Topografi dan Tematik
02_Peta Topografi dan Tematik
 
02_Pengaruh bahasa dalam pendidikan karakter bangsa
02_Pengaruh bahasa dalam pendidikan karakter bangsa02_Pengaruh bahasa dalam pendidikan karakter bangsa
02_Pengaruh bahasa dalam pendidikan karakter bangsa
 
01_Permasalahan Sampah di Kampus
01_Permasalahan Sampah di Kampus01_Permasalahan Sampah di Kampus
01_Permasalahan Sampah di Kampus
 
01_Borneo 1602
01_Borneo 160201_Borneo 1602
01_Borneo 1602
 

Recently uploaded

1. Diskusi Persiapan Observasi Kinerja Guru_Gian Fajar.pdf
1. Diskusi Persiapan Observasi Kinerja Guru_Gian Fajar.pdf1. Diskusi Persiapan Observasi Kinerja Guru_Gian Fajar.pdf
1. Diskusi Persiapan Observasi Kinerja Guru_Gian Fajar.pdfdinpujiabdujihad1
 
Pelaksanaan WEBINAR_ Bedah Buku _"STRATEGI DIGITAL MARKETING" _ DPW PDPTN JABAR.
Pelaksanaan WEBINAR_ Bedah Buku _"STRATEGI DIGITAL MARKETING" _ DPW PDPTN JABAR.Pelaksanaan WEBINAR_ Bedah Buku _"STRATEGI DIGITAL MARKETING" _ DPW PDPTN JABAR.
Pelaksanaan WEBINAR_ Bedah Buku _"STRATEGI DIGITAL MARKETING" _ DPW PDPTN JABAR.Kanaidi ken
 
RENCANA + Link2 MATERI Training _"Penyusunan HPS dan Perhitungan TKDN & BMP" ...
RENCANA + Link2 MATERI Training _"Penyusunan HPS dan Perhitungan TKDN & BMP" ...RENCANA + Link2 MATERI Training _"Penyusunan HPS dan Perhitungan TKDN & BMP" ...
RENCANA + Link2 MATERI Training _"Penyusunan HPS dan Perhitungan TKDN & BMP" ...Kanaidi ken
 
Bahasa Bare'e (Bare'e-Taal) di Sulawesi Bagian Tengah
Bahasa Bare'e (Bare'e-Taal) di Sulawesi Bagian TengahBahasa Bare'e (Bare'e-Taal) di Sulawesi Bagian Tengah
Bahasa Bare'e (Bare'e-Taal) di Sulawesi Bagian TengahPejuangKeadilan2
 
559517533-PPT-krisis-Moneter-Politik-Hukum-Dan-Kepercayaan.pptx
559517533-PPT-krisis-Moneter-Politik-Hukum-Dan-Kepercayaan.pptx559517533-PPT-krisis-Moneter-Politik-Hukum-Dan-Kepercayaan.pptx
559517533-PPT-krisis-Moneter-Politik-Hukum-Dan-Kepercayaan.pptxPutriSoniaAyu
 
Kamus Bahasa Bare'e (Bare'e-Taal woordenboek), Indonesia - Bare'e
Kamus Bahasa Bare'e (Bare'e-Taal woordenboek), Indonesia - Bare'eKamus Bahasa Bare'e (Bare'e-Taal woordenboek), Indonesia - Bare'e
Kamus Bahasa Bare'e (Bare'e-Taal woordenboek), Indonesia - Bare'ePejuangKeadilan2
 
LKPD AKTIVITAS MASA HINDU-BUDDHA-IPS KELAS 7
LKPD AKTIVITAS MASA HINDU-BUDDHA-IPS KELAS 7LKPD AKTIVITAS MASA HINDU-BUDDHA-IPS KELAS 7
LKPD AKTIVITAS MASA HINDU-BUDDHA-IPS KELAS 7MuhamadNgafifi
 
Bahan Presentasi Bedah Buku _"STRATEGI DIGITAL MARKETING" by Ken Kanaidi.pptx
Bahan Presentasi Bedah  Buku _"STRATEGI DIGITAL MARKETING" by Ken Kanaidi.pptxBahan Presentasi Bedah  Buku _"STRATEGI DIGITAL MARKETING" by Ken Kanaidi.pptx
Bahan Presentasi Bedah Buku _"STRATEGI DIGITAL MARKETING" by Ken Kanaidi.pptxKanaidi ken
 
AKSI NYATA REFLEKSI DIRI DALAM MENYIKAPI MURID.pdf
AKSI NYATA REFLEKSI DIRI DALAM MENYIKAPI MURID.pdfAKSI NYATA REFLEKSI DIRI DALAM MENYIKAPI MURID.pdf
AKSI NYATA REFLEKSI DIRI DALAM MENYIKAPI MURID.pdfpaktani4
 
Modul Ajar Fisika Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Fisika Kelas 11 Fase F Kurikulum MerdekaModul Ajar Fisika Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Fisika Kelas 11 Fase F Kurikulum MerdekaModul Guruku
 
BAB 6.pptx kebangkitan heroisme daan kesadaran kebangsaan
BAB 6.pptx kebangkitan heroisme daan kesadaran kebangsaanBAB 6.pptx kebangkitan heroisme daan kesadaran kebangsaan
BAB 6.pptx kebangkitan heroisme daan kesadaran kebangsaanBangkitRioPasaribuSE
 
PPT - Ruang Kolaborasi 3.2 Angkatan 9 - Sesi 1.pdf
PPT - Ruang Kolaborasi 3.2 Angkatan 9 - Sesi 1.pdfPPT - Ruang Kolaborasi 3.2 Angkatan 9 - Sesi 1.pdf
PPT - Ruang Kolaborasi 3.2 Angkatan 9 - Sesi 1.pdfAGUSWACHID4
 
PELAKSANAAN & Link2 MATERI Workshop _Prinsip & Penerapan TATA KELOLA Perusah...
PELAKSANAAN & Link2  MATERI Workshop _Prinsip & Penerapan TATA KELOLA Perusah...PELAKSANAAN & Link2  MATERI Workshop _Prinsip & Penerapan TATA KELOLA Perusah...
PELAKSANAAN & Link2 MATERI Workshop _Prinsip & Penerapan TATA KELOLA Perusah...Kanaidi ken
 
Tugas Kuliah Corporate Social Responsibility ( CSR ) : Analisis Implementasi ...
Tugas Kuliah Corporate Social Responsibility ( CSR ) : Analisis Implementasi ...Tugas Kuliah Corporate Social Responsibility ( CSR ) : Analisis Implementasi ...
Tugas Kuliah Corporate Social Responsibility ( CSR ) : Analisis Implementasi ...Achmad Adhiaksa Hutomo
 
power point materi negosiasii kelas X.pptx
power point materi negosiasii kelas X.pptxpower point materi negosiasii kelas X.pptx
power point materi negosiasii kelas X.pptxNurindahSetyawati1
 
01. Manual Book - SIPD Republik Indonesia Modul Penatausahaan Pengeluaran - P...
01. Manual Book - SIPD Republik Indonesia Modul Penatausahaan Pengeluaran - P...01. Manual Book - SIPD Republik Indonesia Modul Penatausahaan Pengeluaran - P...
01. Manual Book - SIPD Republik Indonesia Modul Penatausahaan Pengeluaran - P...ainullabib3523
 
Bab 5 Buku Fiksi dan Nonfiksi Mapel Bahasa Indonesia Kelas 7
Bab 5 Buku Fiksi dan Nonfiksi Mapel Bahasa Indonesia Kelas 7Bab 5 Buku Fiksi dan Nonfiksi Mapel Bahasa Indonesia Kelas 7
Bab 5 Buku Fiksi dan Nonfiksi Mapel Bahasa Indonesia Kelas 7IsmiSalamah2
 
bab 5 konektivitas antar ruang dan waktu-1.pptx
bab 5 konektivitas antar ruang dan waktu-1.pptxbab 5 konektivitas antar ruang dan waktu-1.pptx
bab 5 konektivitas antar ruang dan waktu-1.pptxNurulyDybala1
 
Bab 2_Etika Lingkungannnnnnnnnnnnnnn.ppt
Bab 2_Etika Lingkungannnnnnnnnnnnnnn.pptBab 2_Etika Lingkungannnnnnnnnnnnnnn.ppt
Bab 2_Etika Lingkungannnnnnnnnnnnnnn.pptMichael Bradley
 
LAPORAN BEST PRACTICE. PPG UNKHAIR ANGKATAN 3
LAPORAN BEST PRACTICE. PPG UNKHAIR ANGKATAN 3LAPORAN BEST PRACTICE. PPG UNKHAIR ANGKATAN 3
LAPORAN BEST PRACTICE. PPG UNKHAIR ANGKATAN 3mardia2
 

Recently uploaded (20)

1. Diskusi Persiapan Observasi Kinerja Guru_Gian Fajar.pdf
1. Diskusi Persiapan Observasi Kinerja Guru_Gian Fajar.pdf1. Diskusi Persiapan Observasi Kinerja Guru_Gian Fajar.pdf
1. Diskusi Persiapan Observasi Kinerja Guru_Gian Fajar.pdf
 
Pelaksanaan WEBINAR_ Bedah Buku _"STRATEGI DIGITAL MARKETING" _ DPW PDPTN JABAR.
Pelaksanaan WEBINAR_ Bedah Buku _"STRATEGI DIGITAL MARKETING" _ DPW PDPTN JABAR.Pelaksanaan WEBINAR_ Bedah Buku _"STRATEGI DIGITAL MARKETING" _ DPW PDPTN JABAR.
Pelaksanaan WEBINAR_ Bedah Buku _"STRATEGI DIGITAL MARKETING" _ DPW PDPTN JABAR.
 
RENCANA + Link2 MATERI Training _"Penyusunan HPS dan Perhitungan TKDN & BMP" ...
RENCANA + Link2 MATERI Training _"Penyusunan HPS dan Perhitungan TKDN & BMP" ...RENCANA + Link2 MATERI Training _"Penyusunan HPS dan Perhitungan TKDN & BMP" ...
RENCANA + Link2 MATERI Training _"Penyusunan HPS dan Perhitungan TKDN & BMP" ...
 
Bahasa Bare'e (Bare'e-Taal) di Sulawesi Bagian Tengah
Bahasa Bare'e (Bare'e-Taal) di Sulawesi Bagian TengahBahasa Bare'e (Bare'e-Taal) di Sulawesi Bagian Tengah
Bahasa Bare'e (Bare'e-Taal) di Sulawesi Bagian Tengah
 
559517533-PPT-krisis-Moneter-Politik-Hukum-Dan-Kepercayaan.pptx
559517533-PPT-krisis-Moneter-Politik-Hukum-Dan-Kepercayaan.pptx559517533-PPT-krisis-Moneter-Politik-Hukum-Dan-Kepercayaan.pptx
559517533-PPT-krisis-Moneter-Politik-Hukum-Dan-Kepercayaan.pptx
 
Kamus Bahasa Bare'e (Bare'e-Taal woordenboek), Indonesia - Bare'e
Kamus Bahasa Bare'e (Bare'e-Taal woordenboek), Indonesia - Bare'eKamus Bahasa Bare'e (Bare'e-Taal woordenboek), Indonesia - Bare'e
Kamus Bahasa Bare'e (Bare'e-Taal woordenboek), Indonesia - Bare'e
 
LKPD AKTIVITAS MASA HINDU-BUDDHA-IPS KELAS 7
LKPD AKTIVITAS MASA HINDU-BUDDHA-IPS KELAS 7LKPD AKTIVITAS MASA HINDU-BUDDHA-IPS KELAS 7
LKPD AKTIVITAS MASA HINDU-BUDDHA-IPS KELAS 7
 
Bahan Presentasi Bedah Buku _"STRATEGI DIGITAL MARKETING" by Ken Kanaidi.pptx
Bahan Presentasi Bedah  Buku _"STRATEGI DIGITAL MARKETING" by Ken Kanaidi.pptxBahan Presentasi Bedah  Buku _"STRATEGI DIGITAL MARKETING" by Ken Kanaidi.pptx
Bahan Presentasi Bedah Buku _"STRATEGI DIGITAL MARKETING" by Ken Kanaidi.pptx
 
AKSI NYATA REFLEKSI DIRI DALAM MENYIKAPI MURID.pdf
AKSI NYATA REFLEKSI DIRI DALAM MENYIKAPI MURID.pdfAKSI NYATA REFLEKSI DIRI DALAM MENYIKAPI MURID.pdf
AKSI NYATA REFLEKSI DIRI DALAM MENYIKAPI MURID.pdf
 
Modul Ajar Fisika Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Fisika Kelas 11 Fase F Kurikulum MerdekaModul Ajar Fisika Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Fisika Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
 
BAB 6.pptx kebangkitan heroisme daan kesadaran kebangsaan
BAB 6.pptx kebangkitan heroisme daan kesadaran kebangsaanBAB 6.pptx kebangkitan heroisme daan kesadaran kebangsaan
BAB 6.pptx kebangkitan heroisme daan kesadaran kebangsaan
 
PPT - Ruang Kolaborasi 3.2 Angkatan 9 - Sesi 1.pdf
PPT - Ruang Kolaborasi 3.2 Angkatan 9 - Sesi 1.pdfPPT - Ruang Kolaborasi 3.2 Angkatan 9 - Sesi 1.pdf
PPT - Ruang Kolaborasi 3.2 Angkatan 9 - Sesi 1.pdf
 
PELAKSANAAN & Link2 MATERI Workshop _Prinsip & Penerapan TATA KELOLA Perusah...
PELAKSANAAN & Link2  MATERI Workshop _Prinsip & Penerapan TATA KELOLA Perusah...PELAKSANAAN & Link2  MATERI Workshop _Prinsip & Penerapan TATA KELOLA Perusah...
PELAKSANAAN & Link2 MATERI Workshop _Prinsip & Penerapan TATA KELOLA Perusah...
 
Tugas Kuliah Corporate Social Responsibility ( CSR ) : Analisis Implementasi ...
Tugas Kuliah Corporate Social Responsibility ( CSR ) : Analisis Implementasi ...Tugas Kuliah Corporate Social Responsibility ( CSR ) : Analisis Implementasi ...
Tugas Kuliah Corporate Social Responsibility ( CSR ) : Analisis Implementasi ...
 
power point materi negosiasii kelas X.pptx
power point materi negosiasii kelas X.pptxpower point materi negosiasii kelas X.pptx
power point materi negosiasii kelas X.pptx
 
01. Manual Book - SIPD Republik Indonesia Modul Penatausahaan Pengeluaran - P...
01. Manual Book - SIPD Republik Indonesia Modul Penatausahaan Pengeluaran - P...01. Manual Book - SIPD Republik Indonesia Modul Penatausahaan Pengeluaran - P...
01. Manual Book - SIPD Republik Indonesia Modul Penatausahaan Pengeluaran - P...
 
Bab 5 Buku Fiksi dan Nonfiksi Mapel Bahasa Indonesia Kelas 7
Bab 5 Buku Fiksi dan Nonfiksi Mapel Bahasa Indonesia Kelas 7Bab 5 Buku Fiksi dan Nonfiksi Mapel Bahasa Indonesia Kelas 7
Bab 5 Buku Fiksi dan Nonfiksi Mapel Bahasa Indonesia Kelas 7
 
bab 5 konektivitas antar ruang dan waktu-1.pptx
bab 5 konektivitas antar ruang dan waktu-1.pptxbab 5 konektivitas antar ruang dan waktu-1.pptx
bab 5 konektivitas antar ruang dan waktu-1.pptx
 
Bab 2_Etika Lingkungannnnnnnnnnnnnnn.ppt
Bab 2_Etika Lingkungannnnnnnnnnnnnnn.pptBab 2_Etika Lingkungannnnnnnnnnnnnnn.ppt
Bab 2_Etika Lingkungannnnnnnnnnnnnnn.ppt
 
LAPORAN BEST PRACTICE. PPG UNKHAIR ANGKATAN 3
LAPORAN BEST PRACTICE. PPG UNKHAIR ANGKATAN 3LAPORAN BEST PRACTICE. PPG UNKHAIR ANGKATAN 3
LAPORAN BEST PRACTICE. PPG UNKHAIR ANGKATAN 3
 

01_Konsep Ketuhanan dalam Islam

  • 1. KONSEP KETUHANAN DALAM ISLAM Drs. H. Moh. Saifulloh, M.Fil.I Disusun oleh : KELOMPOK 1 Vera Laviara M. (1115100045) Ramadhani Dwi Susanti (1215100114) Hamidatul Aminah (3515100043) Rinal Al Farisi (3515100015) Dimas Haryo Nugroho P. (3515100063) Kartika Tamara Maharani (3515100095) KELAS 5 UNIT PELAYANAN TERPADU PELAKSANA MATA KULIAH BERSAMA INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER 2015
  • 2. BIODATA ANGGOTA KELOMPOK 1 Nama : Vera Laviara M. NRP : 1115100045 Jurusan : Fisika Nama : Ramadhani Dwi Susanti NRP : 1215100114 Jurusan : Matematika Nama : Hamidatul Aminah NRP : 3515100043 Jurusan : Teknik Geomatika
  • 3. Nama : Rinal Al Farisi NRP : 3515100015 Jurusan : Teknik Geomatika Nama : Dimas Haryo Nugroho P. NRP : 3515100063 Jurusan : Teknik Geomatika Nama : Kartika Tamara Maharani NRP : 3515100095 Jurusan : Teknik Geomatika
  • 4. DAFTAR ISI KONSEP KETUHANAN DALAM ISLAM................................................................1 BIODATA ANGGOTA KELOMPOK 1......................................................................2 DAFTAR ISI..............................................................................................................4 KATA PENGANTAR.................................................................................................5 BAB 1 PENDAHULUAN...........................................................................................6 1.1 Latar Belakang..................................................................................................6 1.2 Rumusan Masalah .............................................................................................6 1.3 Tujuan ..............................................................................................................7 BAB 2 PEMBAHASAN .............................................................................................8 2.1 Hakikat Ketuhanan dalam Islam .........................................................................8 2.1.1 Siapa Tuhan itu?..........................................................................................8 2.1.2 Sejarah Pemikiran Manusia tentang Tuhan..................................................10 2.1.3 Tuhan dalam Islam ....................................................................................12 2.1.4 Bukti Adanya Tuhan..................................................................................13 2.2 Keimanan dan Ketakwaan................................................................................16 2.2.1 Definisi Iman dan Takwa...........................................................................16 2.2.2 Proses Terbentuknya Iman.........................................................................17 2.2.3 Tanda-Tanda Orang Beriman .....................................................................19 2.2.4 Korelasi antara Keimanan dan Ketakwaan ..................................................21 BAB 3 PENUTUP....................................................................................................22 DAFTAR PUSTAKA ...............................................................................................23 LAMPIRANPPT.....................................................................................................24
  • 5. KATA PENGANTAR Syukur Alhamdulillah kami ucapkan kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan hidayahnya yang telah diberikan kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Ucapan terima kasih dan rasa hormat disampaikan kepada seluruh pihak yang telah membantu baik moril maupun materil, terima kasih kepada : 1. Bapak Drs. Moh. Saifullah, M.Fill.I selaku Dosen Pendidikan Agama Islam kelas 5 2. Semua pihak yang telah membantu terselesainya penulisan makalah ini. Semoga jasa yang telah diberikan dalam menyusun makalah ini akan mendapat balasan kebaikan dari Allah SWT. Dengan segenap kemampuan penulis telah berupaya menyelesaikan makalah ini dengan sebaik-baiknya.Namun dengan segala kerendahan hati penulis merasa makalah ini jauh dari sempurna, oleh karenanya kritik dan saran yang membangun sangatlah diharapkan.Penulis juga berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca makalah ini. Surabaya, Oktober 2015 Penulis
  • 6. BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Makalah ini merupakan pemenuhan tugas Pendidikan Agama Islam yang memang harus terpenuhi sebagai nilai tambahan yang sudah ditentukan oleh pengajar. Disamping itu, makalah ini sangat bermanfaat bagi pembaca karena pada makalah ini sedikit/banyaknya terdapat ilmu yang dapat diambil sebagai pengetahuan atau wawasan. Manusia merupakan makhluk ciptaan Allah yang diberikan kesempurnaan dibandingkan makhluk lain, maka dari itu ada beberapa manusia yang memang menggunakan akalnya untuk mengkaji hal-hal yang belum ada sebagai rasa keingintahuan seperti halnya pada makalah ini juga akan mengkaji yaitu diantaranya tentang hakikat Ketuhuanan dalam Islam, keimanan dan ketakwaan, yang berisi dari berbagai sumber, agar makalah ini ada nilai banding dengan makalah lain. Dengan izin Allah, dalam makalah ini kami akan menjelaskan dan membahas tentang Konsep Ketuhanan dalam Islam. 1.2 Rumusan Masalah Berisi pokok yang akan dibahas dalam makalah ini antara lain adalah sebagai berikut : 1. Siapa Tuhan itu ? 2. Apa saja sejarah pemikiran manusia tentang Tuhan? 3. Bagaimana konsep Ketuhanan dalam Islam ? 4. Apa saja bukti-bukti adanya Tuhan ? 5. Apa definisi iman dan takwa ? 6. Bagaimana proses terbentuknya iman dan takwa ? 7. Apa saja tanda-tanda orang beriman dan bertakwa ? 8. Apa korelasi antara keimanan dan ketakwaan ?
  • 7. 1.3 Tujuan 1. Untuk mengetahui siapa Tuhan itu. 2. Untuk mengetahui sejarah pemikiran manusia tentang Tuhan. 3. Untuk mengetahui tentang konsep Ketuhanan dalam Islam. 4. Untuk mengetahui tentang bukti-bukti adanya Tuhan. 5. Untuk mengetahui definisi iman dan takwa. 6. Untuk mengetahui proses terbentuknya iman dan takwa. 7. Untuk mengetahui tanda-tanda orang beriman dan bertakwa. 8. Untuk mengetahui korelasi antara keimanan dan ketakwaan.
  • 8. BAB 2 PEMBAHASAN 2.1 HakikatKetuhanan dalam Islam Islam menitik beratkan konseptualisasi Tuhan sebagai Yang Tunggal dan Maha Kuasa (tauhid). Dia itu wahid dan Esa (ahad), Maha Pengasih dan Maha Kuasa. Menurut al-Qur'an terdapat 99 Nama Allah (asma'ul husna artinya: "nama-nama yang paling baik") yang mengingatkan setiap sifat-sifat Tuhan yang berbeda. Semua nama tersebut mengacu pada Allah, nama Tuhan Maha Tinggi dan Maha Luas. Di antara 99 nama Allah tersebut, yang paling terkenal dan paling sering digunakan adalah "Maha Pengasih" (ar-rahman) dan "Maha Penyayang" (ar-rahim) Tuhan dalam Islam tidak hanya Maha Agung dan Maha Kuasa, namun juga Tuhan yang personal: Menurut al-Qur’an, Dia lebih dekat pada manusia daripada urat nadi manusia. Dia menjawab bagi yang membutuhkan dan memohon pertolongan jika mereka berdoa pada-Nya. Di atas itu semua, Dia memandu manusia pada jalan yang lurus, “jalan yang di ridhoi-Nya.” 2.1.1 Siapa Tuhan itu? Lafal Ilahi yang artinya Tuhan, menyatakan berbagai obyek yang dibesarkan dan dipentingkan manusia, misalnya dalam surat Al-Furqon: 43 yang artinya: “Apakah engkau melihat orang yang menghilangkan keinginan-keinginan pribadinya?” Menurut Ibnu Miskawaih Tuhan adalah zat yang tidak berijisim, azali, dan pencipta. Tuhan Esa dalam segala aspek. Ia tidak terbagi-bagi dan tidak mengandung kejamakan dan tidak satupun yang setara dengan-Nya, Ia ada tanpa diadakan dan ada-Nya tidak bergantung kepada yang lain sementara yang lain membutuhkan-Nya.
  • 9. Orang menyediakan hawa nafsunya, yang dipuji dalam hidupnya, berarti telah berbuat syirik yang sebenarnya menurut Islam hawa nafsu harus tunduk kepada kehendak Allah Swt. Dalam surah Al-Qoshos: 38, lafal Ilah dipakai oleh Fir’aun untuk dirinya sendiri, yang artinya: “Dan Fir’aun berkata, wahai para pembesar aku tidak menyangka bahwa kalian mempunyai Ilah selain diriku” Bagi manusia, Tuhan itu bisa dalam bentuk konkret maupun abstrak/gaib. Al-Qur’an menegaskan Ilah bisa dalam bentuk mufrad maupun jama’ (ilah, ilahian, ilahuna). Ilah ialah sesuatu yang dipentingkan, dipuja, diminintai, diagungkan diharapkan memberikan kemaslahatan dan termasuk yang ditakuti karena mendatangkan bahaya. Di dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah: 163 menegaskan, “Dan Tuhanmu, Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada Tuhan selain Dia yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.” Ilah yang dituju ayat di atas adalah Allah Swt, yang menurut Ulama’ Ilmu Kalam Ilah di sini bermakna al-Ma’bud, artinya satu-satunya yang diibadati/disembah. Sedang Al-Matbu’, yang dicintai, yang disenangi, diikuti. Inilah yang disebut Tauhid Uluhiyah, bahwa Allah Swt. satu-satunya Tuhan yang diibadahi, dicintai, disenangi, dan diikuti. Allah Swt memfirmankan dalam Al-Qur’an surat Thoha : 14, yang artinya: “Sesungguhnya Aku Allah. Tidak ada Tuhan selain Aku (Allah), maka beribadahlah hanya kepada-Ku (Allah), dan dirikanlah sholat untuk mengingatku”. Kalimat Tauhid keesaan secara konprehensif mempunyai pengertian sebagai berikut: La Kholiqo illa Allah: Tiada Pencipta selain Allah La Roziqo illa Allah: Tiada Pemberi rizqi selain Allah La Hafidha illa Allah: Tiada Pemelihara selain Allah La Malika illa Allah: Tiada Penguasa selain Allah La Waliya illa Allah: Tiada Pemimpin selain Allah La Hakima illa Allah: Tiada Hakim selain Allah La Ghoyata illa Allah: Tiada Yang Maha menjadi tujuan selain Allah La Ma’buda illa Allah: Tiada Yang Maha disembah selain Allah
  • 10. Lafal Al-ilah pada kalimat tauhid menurut Ibnu Taimiyah memiliki pengertian yang dipuja dengan cinta sepenuh hati, tunduk kepada-Nya merendahkan diri di hadapan-Nya, takut dan mengharapkan kepadaNya, berserah hanya kepada-Nya ketika dalam kesulitan dan kesusahan, meminta perlindungan kepada-Nya, dan menimbulkan ketenangan jiwa dikala mengingat dan terpaut cinta denganNya. Ini yang disebut Tauhid Rububiyah. Lawan tauhid adalah syirik, artinya menyekutukan Allah Swt dengan yang lain, mengakui adanya Tuhan selain Allah, menjadikan tujuan hidupnya selain kepada Allah. Dalam ilmu tauhid, syirik digunakan dalam arti mempersekutukan Tuhan selain dengan Allah Swt, baik persekutuan itu mengenai dzatNya, sifatNya atau af’alNya, maupun mengenai ketaatan yang seharusnya hanya ditujukan kepada-Nya saja. Syirik merupakan dosa yang paling besar yang tidak dapat diampuni, syirik itu bertentangan dengan perintah Allah Swt, juga berakibat merusak akal manusia, menurunkan derajat dan martabat manusia, serta membuatnya tak pantas menempati kedudukan tinggi yang telah ditentukan Allah Swt. dalam kaitannya dengan masalah ini, Allah Swt berfirman dalam surah Luqman : 13 yang artinya “Dan (ingatlah ketika Luqman berkata kepada Anaknya. Wahai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kedhaliman yang amat besar”. Dan didalam ayat lain, Allah Swt menjelaskan bahwa orang yang telah berbuat syirik kepadaNya, tergolong orang yang telah berbuat dosa besar, sebagaimana firmanNya, “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik, bagi siapa berkehendak. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa besar”. (QS. An-Nisa’: 48). 2.1.2 Sejarah Pemikiran Manusia tentang Tuhan 1. Pemikiran Barat Dalam literatur sejarah agama, dikenal teori evolusionisme, yaitu teori yg menyatakan adanya proses dari kepercayaan yang amat sederhana, lama kelamaan meningkat menjadi sempurna. Teori tsb mula-mula dikemukakan oleh Max Muller, kemudian dikemukakan oleh EB Taylor, Robertson Smith, Lubbock dan
  • 11. Jevens. Proses perkembangan pemikiran tenteng Tuhan menurut teori evolusionisme adalah : a. Dinamisme Menurut paham ini, manusia sejak zaman primitif telah mengakui adanya kekuatan yang berpengaruh dlm kehidupan. Mula-mula sesuatu yang berpengaruh tersebut ditunjukkan pada benda. Setiap benda mempunyai pengaruh pada manusia, ada yang berpengaruh positif dan ada pula yang berpengruh negatif. b. Animisme Disamping kepercayaan dinamisme, masyarakat primitif juga mempercayai adanya peran roh dalam hidupnya. Setiap benda yg dianggap benda baik mempunyai roh. Oleh masyarakat primitif, roh dipercayai sbg suatu yg aktif sekalipun bendanya telah mati. c. Politeisme Kepercayaan dinamisme dan dinamisme lama-lama tidak memberikan kepuasan, krn terlalu banyak yang menjadi sanjungan dan pujaan. Roh yg lebih dari yang lain kemudian disebut dewa. Dewa mempunyai tugas dan kekuasaan tertentu sesuai dengan bidangnya. d. Henoteisme Satu bangsa hanya mengakui satu dewa yang disebut dengan Tuhan. Namun manusia masih mengakui Tuhan (ilah) bangsa lain. Kepercayaan satu Tuhan untuk satu bangsa disebut dengan Henoteime (Tuhan tingkat Nasional). e. Monoteisme Dalam monoteisme hanya mengakui satu Tuhan, satu Tuhan untuk seluruh bangsa dan bersifat internasional. Bentuk monoteisme ditinjau dari filsafat Ketuhanan terbagi dalam 3 paham yaitu : deisme, panteisme dan teisme. Evolusioner dlm kepercayaan thd Tuhan sebagaimana dinyatakan oleh Max Muller dan EB.Taylor (1877), ditentang oleh Andrew Lang (1898) yang menekankan adanya monoteisme dlm masyarakat primitif. Dia mengemukakan bahwa orang-orang yang berbudaya rendah juga sama monoteismenya dengan orang-orang Kristen. 2. Pemikiran Umat Islam
  • 12. Pemikiran terhadap Tuhan yang melahirkan Ilmu Tauhid, Ilmu Kalam, Ilmu Ushuluddin dikalangan umat islam, timbul sejak wafatnya Nabi Muhammad SAW. Secara garis besar, ada aliran yang bersifat liberal, tradisional, dan ada pula yang bersifat di antara keduanya. Aliran tersebut adalah: a. Mu’tazilah Aliran ini merupakan kaum rasionalis dikalangan muslim, serta menekankan pemakaian akal pikiran dalam memahami semua ajaran dan keimanan dalam islam. Orang islam yang berbuat dosa besar, tidak kafir dan tidak mukmin. Ia berada dalam posisi mukmin dan kafir (manzilah bainal manzilatain). Mu’tazilah lahir sebegai pecahan dari kelompok Qadariah, sedang Qadariah adalah pecahan dari Khawarij. b. Qadariah Aliran ini berpendapat bahwa manusia mempunyai kebasan dalam berkehendak dan berbuat. c. Jabariah Aliran ini merupakan pecahan dari Murji’ah berteori bahwa manusia tidak mempunyai kemerdekaan dalam berkehendak dan berbuat. Semua tingkah laku manusia ditentukan dan dipaksa oleh Tuhan. d. Asy’ariyah dan Maturidiyah Kelompok yang mengambil jalan tengah antara Qadariyah dan Jabbariyah. Yakni manusia memiliki potensi untuk berusaha dan Tuhan menentukan takdirnya, maka manusia wajib berusaha (ikhtiar) semaksimal mungkin dan Tuhanlah yang menentukan hasilnya. 2.1.3 Tuhan dalam Islam Konsep Ketuhanan dapat diartikan sebagai kecintaan, pemujaan atau sesuatu yang dianggap penting oleh manusia terhadap sesuatu hal (baik abstrak maupun konkret). Eksistensi atau keberadaan Allah disampaikan oleh Rasul melalui wahyu kepada manusia, tetapi yang diperoleh melalui proses pemikiran atau perenungan.
  • 13. Informasi melalui wahyu tentang keimanan kepada Allah dapat dibawa dalam kutipan di bawah ini: a. Surat Al-Anbiya’ : 25 yang artinya “Dan Kami tidak mengutus seorang Rasulpun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadaNya, bahwasanya tidak ada Tuhan selain Allah, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku”. Sejak diutusnya Nabi Adam AS sampai Muhammad Saw Rasul terakhir. Ajaran Islam yang tAllah Swt wahyukan kepada para utusanNya adalah Tauhidullah atau monotheisine murni. Sedangkan lafadz kalimat tauhid itu adalah laa ilaha illa Allah. Ada perbedaan ajaran tentang Tuhan yang ada asalnya dari agama wahyu. Hal semacam itu disebabkan manusia mengubah ajaran tersebut. Dan hal seperti itu termasuk kebohongan yang besar (dhulmun’adhim). b. Surat Al-Maidah : 72 “Dan Al masih berkata; Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu, sesungguhnya orang yang mempersekutukan Allah, maka Allah pasti mengharamkan baginya surga dan tempatnya adalah neraka”. c. Surat Al-Baqarah : 163 “ Dan Tuhamu adalah Tuhan yang Maha Esa, tidak ada Tuhan kecuali Dia yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang”. Ayat-ayat di atas menegaskan bahwa Allah Swt adalah Tuhan yang mutlak keesaannya. Lafadz Allah swt adalah isim jamid, personal nama, atau isim a’dham yang tidak dapat diterjemahkan, digantikan atau disejajarkan dengan yang lain. Seseorang yang telah mengaku Islam dan telah mengikrarkan kalimat Syahadat Laa ilaha illa Allah (tidak ada Tuhan selain Allah) berate telah memiliki keyakinan yang benar, yaitu monoteisme murni/monoteisme mutlak. Sebagai konsekuensianya, ia harus menempatkan Allah Swt sebagai prioritas utama dalam setiap aktivitas kehidupan. 2.1.4 Bukti Adanya Tuhan a. Keberadaan Alam semesta, sebagai bukti adanya Tuhan Ismail Raj’I Al-Faruqi mengatakan prinsip dasar dalam Teologi Islam, yaitu Khalik dan makhluk. Khalik adalah pencipta, yakni Allah swt, hanya Dialah Tuhan yang kekal, abadi, dan transeden. Tidak selamanya mutlak Esa dan tidak
  • 14. bersekutu. Sedangkan makhluk adalah yang diciptakan, berdimensi ruang dan waktu, yaitu dunia, benda, tanaman, hewan, manusia, jin, malaikat langit dan bumi, surga dan neraka. Adanya alam semesta organisasinya yang menakjubkan bahwa dirinya ada dan percaya pula bahwa rahasia-rahasianya yang unik, semuanya memberikan penjelasan bahwa ada sesuatu kekuatan yang telah menciptakannya. Setiap manusia normal akan percaya bahwa dirinya ada dan percaya pula bahwa alam ini juga ada. Jika kita percaya tentang eksistensinya alam, secara logika kita harus percaya tentang adanya penciptaan alam semesta. Pernyataan yang mengatakan “Percaya adanya makhluk, tetapi menolak adanya khalik, adalah suatu pernyataan yang tidak benar”. Kita belum pernah mengetahui adanya sesuatu yang berasal dari tidak ada tanpa diciptakan. Segala sesuatu bagaimanapun ukurannya, pasti ada penciptanya, dan pencipta itu tiada lain adalah Tuhan. Dan Tuhan yang kita yakini sebagai pencipta alam semesta dan seluruh isinya ini adalah Allah Swt. b. Pembuktian adanya Tuhan dengan Pendekatan Fisika Ada pendapat dikalangan ilmuwan bahwa alam ini azali. Dalam pengertian lain alam ini mencpitakan dirinya sendiri. Ini jelas tidak mungkin, karena bertentangan dengan hukum kedua termodinamika. Hukum ini dikenal dengan hukum keterbatasan energi atau teori pembatasan perubahan energi panas yang membuktikan bahwa adanya alam ini mungkin azali. Hukum tersebut menerangkan energi panas selalu berpindah dari keadaan panas beralih menjadi tidak panas, sedangkan kebalikannya tidak mungkin, yakni energi panas tidak mungkin berubah dari keadaan yang tidak panas berubah menjadi panas. Perubahan energi yang ada dengan energi yang tidak ada. Dengan bertitik tolak dari kenyataan bahwa proses kerja kimia dan fisika terus berlangsung, serta kehidupan tetap berjalan. Hal ini membuktikan secara pasti bahwa alam bukanlah bersifat azali. Jika alam ini azali sejak dahulu alam sudah kehilangan energi dan sesuai hukum tersebut tentu tidak akan ada lagi kehidupan di alam ini.
  • 15. c. Pembuktian adanya Tuhan dengan Pendekatan Astronomi Astronomi menjelaskan bahwa jumlah bintang di langit saperti banyaknya butiran pasir yang ada di pantai seluruh dunia. Benda ala yang dekat dengan bumi adalah bulan, yang jaraknya dengan bumi sekitar 240.000 mil, yang bergerak mengelilingi bumi, dan menyelesaikan setiap edaranya selama 20 hari sekali. Demikian pula bumi yang terletak 93.000.000.000 mil dari matahari berputar dari porosnya dengan kecepatan 1000 mil perjam dan menempuh garis edarnya sepanjang 190.000.000 mil setiap setahun sekali. Dan sembilan planet tata surya termasuk bumi, yang mengelilingi matahari dengan kecepatan yang luar biasa. Matahari tidak berhenti pada tempat tertentu, tetapi ia beredar bersama dengan planet-planet dan asteroid-asteroid mengelilingi garis edarnya dengan kecepatan 600.00 mil perjam. Disamping itu masih ada ribuan sistem selain sistem tata surya kita dan setiap sistem mempunyai kumpulan atau galaxy sendiri- sendiri. Galaxy-galaxy tersebut juga beredar pada garis edarnya. Galaxy sistem matahari kita, beredar pada sumbunya dan menyelesaikan edarannya sekali dalam 200.000.000 tahun cahaya. Logika manusia memperhatikan sistem yang luar biasa dan organisasi yang teliti. Berkesimpulan bahwa mustahil semuanya ini terjadi dengan sendirinya. Bahkan akan menyimpulkan, bahwa dibalik semuanya itu pasti ada kekuatan yang maha besar yang membuat dan mengendalikan semuanya itu, kekuatan maha besar itu adalah Tuhan. d. Argumentasi Qur’ani Allah Swt. berfirman, termaktub dalam surat Al-Fatihah ayat 2 yang terjemahya “Seluruh puja dan puji hanalah milik Allah Swt, Rabb alam semesta”. Lafadz Rabb dalam ayat tersebut, artinya Tuhan yang dimaksud adalah Allah Swt. Allah Swt sebagai “Rabb” maknanya dijelaskan dalam surat Al-A’la ayat 2-3, yang terjemahannya “Allah yang menciptakan dan menyempurnakan, yang menentukan ukuran-ukuran ciptaannya dan memberi petunjuk”. Dari ayat tersebut jelaslah bahwa Allah Swt yang menciptakan ciptaannya, yaitu alam semesta, menyempurnakan, menentukan aturan-aturan dan memberi petunjukterhadap ciptaannya. Jadi, adanya alam semesta dan seisinya tidak terjadi
  • 16. dengan sendirinya. Akan tetapi, ada yang menciptakan dan mengatur yaitu Allah Swt. Didalam surat Al-A’raf ayat 54, termaktub yang “Tuhanmu adalah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam hari”. Lafadz Ayyam adalah jamak dari yaum yang berarti periode. Jadi, sittati ayyam berarti enam periode dan tentunya membutuhkan proses waktu yang sangat panjang. Dalam menciptakan sesuatu memang Allah tinggal berfirman Kun Fayakun yang artinya jadilah maka jadi. Akan tetapi, dimensi manusia dengan Allah berbeda sampai kepada manusia membutuhkan waktu enam periode. Hal ini agar manusia dapat meneliti dan mengkaji dengan metode ilmiahnya sehingga muncul atau lahir berbagai macam ilmu pengetahuan. 2.2 Keimanan dan Ketakwaan 2.2.1 Definisi Iman dan Takwa Kata iman berasal dari Bahasa Arab, yaitu amina-yukminu-imanan yang secara etimologi berarti yakin atau percaya. Dalam surat Al-Baqarah 165, yang artinya “Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah”. Iman kepada Allah berarti percaya dan cinta kepada ajaran Allah, yaitu Al- Qur’an dan Sunnah Rasul. Apa yang dikehendaki Allah, menjadi kehendak orang yang beriman, sehingga dapat menimbulkan tekad untuk mengorbankan apa saja untuk mewujudkan harapan dan kemauan yang menuntut Allah kepadanya. Dalam hadits dinyatakan bahwa iman adalah hati membenarkan,lisan mengucapkan dan dikerjakan dalam kehidupan sehari-hari (tashdiiqun bil qolbi waiqroru bil lisan wa’amalu bil arkan) dan iman dalam Islam termaktub dalam rukun iman sedang aplikasinya didalam rukun islam. Iman itu mengikat orang islam, ia terikat dengan segala aturan hukum yang ada dalam islam sebagaimana yang telah ditentukan oleh Allah. Oleh karenanya, orang Islam itu harus Iman, sehingga ia meyakini ajaran Islam dan secara totalitas mengamalkannya dalam seluruh kehidupannya. Kata taqwa berasal dari waqa-yaqi-wiqayah, yang berati takut, menjaga, memelihara, dan melindungi. Taqwa dapat diartikan memelihara keimanan yang
  • 17. diwujudkan dalam pengamalan ajaran agama islam secara utuh dan konsisten (istiqomah). Pengertian taqwa secara terminologi dijelaskan dalam Al-hadits. Yang artinya menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi semua larangan_Nya (imtitsalu bi’awamirillahi wajtinabu annawahihi). Dalam surat Al-Baqarah :117 Allah menjelaskan ciri-ciri orang yang bertaqwa, yang secara umun dikelompokkan menjadi lima indikator ketaqwaan. a. Beriman kepada Allah, para malaikat, kitab-kitab, dan para nabi. Indikator taqwa yang pertama adalah memelihara fitrah iman. b. Mengeluarkan harta yang dicintai kepada karib kerabat, anak yatim, orang- orang miskin, orang yang dalam perjalanan, orang yang minta-minta dana, orang yang tidak memiliki kemampuan untuk memerdekakan hamba sahaya. Indikator taqwa yang kedua adalah mencintai sesama umat manusia yang diwujudkan melalui kesanggupan mengorbankan harta. c. Mendirikan salat dan menunaikan zakat. Indikator taqwa yang ketiga adalah memelihara ibadah formal. d. Menepati janji. Indikator taqwa yang keempat adalah memelihara kehormatan atau kesucian diri. e. Sabar disaat kepayahan, kesusahan dan pada waktu jihad. Indikator kelima adalah memiliki semangat perjuangan. Indikator taqwa berdasarkan ayat-ayat tersebut menegaskan bahwa taqwa itu adalah sikap hidup dan akhlak seorang muslim, yang merupakan buah dan hasil didikan ibadah-ibadah formal. Sedangkan ibadah-ibadah itu sendiri adalah pancaran dari pada iman. Dapatlah dipahami bahwa taqwa itu adalah hasil dari ibadah kepada Allah, karna tidak mungkin ada taqwa tanpa ada amal ibadah. 2.2.2 Proses Terbentuknya Iman Sejak awal seluruh Roh manusia telah mengambil kesaksian bahwa Rabb- nya Allah Swt. Ini berarti setiap manusia telah memiliki benih iman. Sebagaimana dalam firman Allah dalam Qs.Al-A’raf:172 yang artinya “Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku Ini Tuhanmu?” mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuban kami), kami menjadi
  • 18. saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap Ini (keesaan Tuhan)”. Ditegaskan lebih lanjut dalam Qs.Ar-Rum:30 yang artinya “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang Telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. Bahwa setiap ciptaan Allah dan dalam hal ini manusia fitrahnya adalah mengesakan Allah. Artinya, fitrahnya berarti beriman kepada Allah dan berarti pula fitrahnya adalah Islam. Potensi fitrah atau iman Islam tersebut perlu ditindaklanjuti dan yang paling berkompeten menumbuhkan potensi iman Islam tersebut adalah kedua orang tua. Sebagaimana diterangkan dalam hadits Nabi Muhammad Saw yang artinya: “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, orang tuanya yang berperan menjadikan anak tersebut menjadi Yahudi, Nasrani atau Majusi”. Imam Ghozali menisbahkan, setiap orang mempunyai potensi untuk melihat, tetapi ia tetap tidak bisa melihat apabila tidak ada cahaya yang masuk kedalam mata, begitu juga dengan potensi iman yang dimiliki seseorang harus ditindaklanjuti oleh kedua orang tuanya, dan lingkungan mereka dibesarkan. Pada kenyataannya bermacam agama atau kepercayaaan yang dipeluk dan dianut manusia. Dan apabila dalam diri seseorang telah terikat dengan tatanan iman,harus dikembangkan untuk mencapai iman yang kokoh. Dalam Al-Qur’an Surat Ali Imron : 190-191 yang artinya “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang- orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan Ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, Maka peliharalah kami dari siksa neraka”.
  • 19. 2.2.3 Tanda-Tanda Orang Beriman Di dalam Al-Qur’an telah banyak menjelaskan tanda-tanda orang yang beriman. a. Sesungguhnya orang-orang yang beriman bergetar hatinys karena rasa dekat dengan Nya atau karena takut akan siksa-Nya atau karena sangat bahagia. (QS. Al Anfal : 2) b. Bertambah keimanannya ketika dibacakan ayat-ayat Allah. Baik ayat Qur’aniyah(Al-Qur’an) maupun ayat Kauniyah (alam semesta), kemudian bergejolak hatinya untuk segera mewujudkannya atau melaksanakannya. Dalam surat Al Anfal ayat 2 Allah berfirman : “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu (yang sempurna imannya) ialah mereka yang apabila disebut nama Allah (dan sifat-sifatNya) gementarlah hati mereka; dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayatNya, menjadikan mereka bertambah iman, dan kepada Tuhan mereka jualah mereka berserah. “ c. Senantiasa bertawakal kepada Allah. Artinya secara lahiriyah mereka bersungguh-sungguh atau berusaha keras dan secata batiniyah dengan banyak berdo’a memohon dengan penuh harap kepada Allah kemudian berhasil dan tidak menyombongkan diri dan jika gagal ia bersabar. Dan Allah berfirman, Katakanlah: "(Sebenarnya) tidak ada yang kamu tunggu-tunggu untuk kami melainkan salah satu dari dua perkara yang sebaik-baiknya (iaitu kemenangan atau mati syahid); dan kami menunggu-nunggu pula untuk kamu bahawa Allah akan menimpakan kamu dengan azab dari sisiNya, atau dengan perantaraan tangan kami. Oleh itu tunggulah, sesungguhnya kami juga menunggu bersama- sama kamu". (QS. At Taubah : 52) d. Mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian rejeki. Mereka rajin dalam menunaikan sunnah serta menafkahkan sebagian rezekinya untuk kepentingan kemaslahatan umat dijalan yang diridhai Allah. Qs. Al-Anfal : 3 yang artinya “(yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezki yang kami berikan kepada mereka”. e. Memelihara amanah dan menepati janji, seorang mukmin tidak akan mudah berkhianat atas amanah yang telah dipikulnya. Akan tetapi, akan senantiasa memegang amanah dan menepati janjinya. Qs. Al-mu’minun : 6 yang
  • 20. artinya “Kecuali kepada isterinya atau hamba sahayanya maka sesungguhnya mereka tidak tercela.” Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezki (nikmat) yang mulia. f. Berjihad dijalan Allah dan gemar menolong. Bersungguh-sungguh dalam menegakkan ajaran Allah baik dengan harta benda maupun jiwa yang dimilikinya. (QS. Al Anfal : 74) Akidah Islam sebagai keyakinan akan membentuk perilaku bahkan akan mempengaruhi kehidupan seorang muslim. Abu Ala Al Maududi menyebutkan bahwa tanda-tanda orang yang beriman adalah sebagai berikut: a) Menjauhkan dari pandangan yang sempit dan picik. b) Mempunyai kepercayaan terhadap diri sendiri. c) Mempunyai sifat rendah hati. d) Senantiasa jujur, adil dan amanah. e) Tidak bersifat murung dan putus asa dalam menghadapi setiap persoalan dan situasi dalam hidup. f) Mempunyai pendirian teguh, sabar, tabah, dan optimis. g) Mempunyai sifat satria, semangat, berani tidak gentar menghadapi resiko bahkan tidak takut terhadap maut. h) Mempunyai sifat hidup damai dan ridha. i) Patuh, taat, disiplin menjalankan peraturan agama. Manfaat iman dalam kehidupan seseorang muslim: a) Iman melenyapkan kepercayaan kepada kekuasaan benda. b) Iman menanamkan semangat berani menghadapi maut. c) Iman menanamkan sikap self help dalam kehidupan. d) Iman memberikan ketentraman jiwa. e) Iman mewujudkan kehidupan yang baik (hayatan thayibah) f) Iman melahirkan sikap ikhlas dan konsekuen. g) Iman memberikan keberuntungan dalam kehidupan.
  • 21. Demikianlah manfaat iman dalam kehidupan manusia, bukan hanya sekedar kepercayaan yang berada dalam hati manusia, tetapi dapat menjadi kekuatan yang mendorong dan membentuk sikap dan perilaku hidup Islami. Apabila suatu masyarakat terdiri dan orang-orang yang beriman, akan terbentuk masyarakat yang aman, tentram, damai, dan sejahtera. 2.2.4 Korelasi antara Keimanan dan Ketakwaan Keimanan dan ketaqwaan tidak dapat dipisahkan dan pada hakikatnya keduanya saling memerlukan. Artinya keimanan diperlukan manusia agar dapat meraih ketakwaan. Karena setiap perbuatan atau amalan yang baik, akan diterima oleh Allah tanpa didasari oleh Iman. Semua bentuk ketakwaan seperti salat, puasa, zakat, dan haji merupakan bagian dan kesempurnaan iman seseorang. Amal saleh tersebut merupakan konsekuensi dari keimanan seseorang harus menterjemahkan keyakinannya menjadi kongkret dan menjadi satu sikap budaya untuk mengembangkan amal saleh. Dalam Al-Qur’an ada ratusan ayat yang menggandengkan antara “orang yang beriman” dengan “orang yang beramal saleh”. Iman dan amal saleh atau iman dan takwa sangat dekat. Seolah hampa dan kosong iman seseorang kalau tanpa amal saleh yang menyertainya. Yang secara kongkrit membuktikan bahwa ada iman dalam hatinya. Iman adalah pondasi dasar seseorang hamba yang menghendaki bangunan kesempurnaan taqwa dirinya. Keterkaitan antara iman dan taqwa ini, juga disampaikan oleh Rasulullah dalam sabdanya: “Al imanu’uryanun walibasuhu at-taqwa” (iman itu telanjang dan pakaiannya adalah taqwa). Maksud hadits ini adalah iman harus diikuti dengan melakukan amal saleh (taqwa). Iman tanpa disertai amal saleh maka imannya masih telanjang tanpa pakaian. Oleh karenanya, seseorang baru dinyatakan beriman dan taqwa apabila telah punya keyakinan yang mantap dalam hati, kemudian mengucapkan kalimat tauhid dan kemudian diikuti dengan mengamalkan semua perintah dan meninggalkan segala larangan-Nya.
  • 22. BAB 3 PENUTUP 3.1 Kesimpulan Setelah menyelesaikan makalah ini, kami dapat menyimpulkan bahwa konsep Ketuhanan dapat diartikan sebagai kecintaan, pemujaan atau sesuatu yang dianggap penting oleh manusia terhadap sesuatu hal (baik abstrak maupun konkret). Dan sebagai seorang muslim kita perlu dan butuh untuk memahami konsep ketuhanan dalam islam agar menjadikan kita pribadi yang senantiasa lebih mencintai dan rela berkorban demi agama Allah. 3.2 Saran Sebagai seorang pemula, kami sadar bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu kami mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun. Karena saran dan kritik itu akan bermanfaat bagi kami untuk memperbaiki atau memperdalam kajian ini.
  • 23. DAFTAR PUSTAKA Rifai, Tugas kuliah agama islam “konsep ketuhanan dalam Islam”, diakses pada tanggal <http://rfaiz69.blogspot.co.id/2014/07/tugas-kuliah-agama- islam-konsep.html> Nuristiar, Makalah PAI tentang Konsep Ketuhanan dalam Islam, diakses pada tanggal<http://nuristiar.blogspot.co.id/2013/10/makalah-pai- konsep-ketuhanan-dalam-islam.html> Nuryandi, Filsafat Ketuhanan dalam Islam, diakses pada tanggal <http://www.nuryandi.com/2012/06/filsafat-ketuhanan-dalam- islam.html>
  • 24. DefinisiTuhan  Islam Tuhan ( ALLAH SWT ) adalah Zat yang Maha Tinggi Yang Nyata dan Esa. Ia adalah Pencipta yang MahaKuasa danMaha Tahu.Dia abadiyang menentukan takdir danhakim semesta Alam.  Kristen Dalam Aqidah kristen sistem ketuhanan dikenal dengan istilah Trinitas, perbedaan yang mendasar adalah kristen mengajarkan bahwa disurga tuhan Bapak, mengakui adanya Tuhan anak dan Ruh kudus yang diberikan Malaikat Jibril kepada Maryam. Sistem ini dinamakan Trinitas yang mengakui bahwaTuhanadatiga. Tuhan Bapak,Tuhan Anak,TuhanIbu(Ruhulkudus).  Hindu Tuhan dalam agama Hindu sebagaimana yang disebutkan dalam Weda adalah Tuhan tidak berwujuddantidakdapatdigambarkan, bahkan tidak bisadipikirkan.  Budha  alam Kitab Tipitaka, bagian Sutta Pitaka, Udana VIII:3 Buddha mengatakan, “ Atthi, Bhikkave Ajatang Abhutang Akatang Asangkhatang …” yang artinya “O Bhikkhu, ADA yang tidak dilahirkan, yang tidak menjelma, yang tidak tercipta, yang mutlak / yang tidak berkondisi …” Dengan adanya Yang Mutlak, Yang Tidak Berkondisi (Asankhata-Dhamma) maka semua makhluk yang berkondisi (sankhata) bisa terbebas dari penderitaan dan mencapai kebahagiaan tertinggi dengan cara merealisasi Nibbana (bahasa Pali) / Nirvana(bahasa Sanskerta). LAMPIRAN PPT Siapakah Tuhan itu?  Perkataan ilah, yang diterjemahkan “Tuhan”, dalam Al-Quran dipakai untuk menyatakan berbagai obyek yang dibesarkan atau dipentingkan manusia, misalnya dalam QS 45 (Al-Jatsiiyah): 23, yaitu:  “Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya….  Dalam QS 28 (Al-Qashash):38, perkataan ilah dipakai oleh Fir’aun untuk dirinya sendiri:  “Dan Fir’aun berkata: Wahai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku.”  Contoh ayat-ayat tersebut di atas menunjukkan bahwa perkataan ilah bisa mengandung arti berbagai benda, baik abstrak (nafsu atau keinginan pribadi maupun benda nyata (Fir’aun atau penguasa yang dipatuhi dan dipuja). Perkataan ilah dalam Al-Quran juga dipakai dalam bentuk tunggal (mufrad: ilaahun), ganda (mutsanna:ilaahaini), dan banyak (jama’: aalihatun). Bertuhan nol atau atheisme tidak mungkin.  Untukdapatmengertidengan definisiTuhan atau Ilah yangtepat, berdasarkanlogika Al-Quransebagaiberikut:  Tuhan (ilah)ialahsesuatuyangdipentingkan(dianggappenting)oleh manusia sedemikianrupa,sehinggamanusiamerelakandirinyadikuasaioleh-Nya.  Perkataandipentingkanhendaklahdiartikansecaraluas.Tercakupdidalamnya yang dipuja,dicintai, diagungkan,diharap-harapkandapatmemberikankemaslahatanatau kegembiraan,dan termasukpulasesuatuyangditakutiakan mendatangkanbahaya atau kerugian.  Ibnu Taimiyah memberikan definisial-ilah sebagaiberikut:  Al-ilah ialah: yang dipujadengan penuh kecintaanhati,tundukkepada-Nya, merendahkandiridihadapannya,takut,dan mengharapkannya,kepadanyatempat berpasrahketikaberadadalamkesulitan,berdoa,dan bertawakalkepadanyauntuk kemaslahatandiri,meminta perlindungandaripadanya,dan menimbulkanketenangan disaatmengingatnyadan terpautcinta kepadanya(M.Imaduddin,1989:56)  Atasdasardefinisiini, Tuhan itu bisa berbentukapasaja, yang dipentingkanmanusia. Yangpasti, manusiatidak mungkin ateis,tidak mungkin tidakber-Tuhan.Berdasarkan logikaAl-Quran,setiapmanusiapastiadasesuatuyangdipertuhankannya.Dengan begitu,orang-orangkomunispadahakikatnyaber-Tuhan juga.Adapun Tuhan mereka ialahideologiatau angan-angan (utopia)mereka. KONSEP KETUHANAN DALAM ISLAM • DimasHaryoNugrohoPutro(3515100063) • RinalAlFarisi (3515100015) • HamidatulAminah(3515100043) • KartikaTamaraMaharani(3515100095) • Ramadhani DSusanti (1215100114) • VeraLaviara(1115100045)
  • 25. Konsep Ketuhanan Dalam Islam  Dalam The Worldview of Islam, konsep Tuhan adalah masalah yang paling sentral. Secara sederhana, The Worldview of Islam adalah pandangan hidup berdasarkan Islam. Ajaran Islam yang komprehensif membuat setiap Muslim memiliki pandangan hidup yang khas. Karena Islam melahirkan sebuah worldview/pandangan hidup, maka seorang Muslim merespon masalah dengan cara yang unik. ‘Unik’ di sini berarti bahwa seorang Muslim berpikir dengan cara yang berbedadengan orangkafir.  kita harus tahu bahwa kata “Tuhan” dipahami dengan cara yang berbeda oleh masing-masing agama. Kedua, konsep Tuhan itulah yang akan membentuk cara kita memahami tujuan hidup kita. Umat Kristiani, misalnya, ketika menyebut kata “Tuhan”, membayangkan sebuah konsep unik dalam benak mereka. “Tuhan” dalam bayangan mereka adalah subyek trinitas, mengirimkan “anaknya” untuk disalib untuk menebus dosa manusia. Konsep Tuhan dalam Islam lain lagi. Demikian pula dengan agama-agamalainnya,salingberlainan. Pembuktian Keberadaan Tuhan  KeberadaanAlam MembuktikanAdanya Tuhan Adanya alam serta organisasinya yang menakjubkan dan rahasianya yang pelik, tidak boleh tidak memberikan penjelasan bahwa ada sesuatu kekuatan yang telah menciptakannya, suatu “Akal” yang tidak ada batasnya. Setiap manusia normal percaya bahwa dirinya “ada” dan percaya pula bahwa alam ini “ada”.  PembuktianAdanya Tuhan dengan PendekatanAstronomi Benda alam yang paling dekat dengan bumi adalah bulan, yang jaraknya dari bumi sekitar 240.000 mil,yang bergerak mengelilingi bumi danmenyelesaikansetiapedarannya selama dua puluh sembilanhari sekali. Demikianpula bumi yang terletak 93.000.000.000 mil dari matahari berputar pada porosnya dengan kecepatanseribumil per jam dan menempuh garis edarnya sepanjang 190.000.000mil setiap setahun sekali.Di samping bumi terdapat gugus sembilanplanet tata surya, termasuk bumi,yang mengelilingi matahari dengankecepatanluar biasa. Matahari tidak berhenti pada suatutempat tertentu,tetapi ia beredar bersama-sama dengan planet-planet danasteroidmengelilingi garis edarnya dengankecepatan 600.000 mil per jam. Di samping itumasihada ribuansistem selain“sistem tata surya” kita dansetiapsistem mempunyai kumpulan ataugalaxy sendiri- sendiri.Galaxy-galaxytersebut juga beredar pada garis edarnya. Galaxy dimana terletak sistem matahari kita,beredar pada sumbunya dan menyelesaikanedarannya sekali dalam 200.000.000 tahun cahaya. Logika manusia denganmemperhatikansistem yang luar biasa dan organisasi yang teliti,akan berkesimpulanbahwa mustahil semuanya ini terjadi dengan sendirinya,bahkan akan menyimpulkanbahwa di balik semuanya ituada kekuatanmaha besar yang membuat dan mengendalikansistem yang luar biasa tersebut,kekuatanmaha besar tersebut adalah Tuhan.  Beberapa filsuf Yunani kuno berpendapat bahwa tuhan itu ada dan mencipta, namun setelah mencipta, tuhan diam saja. Artinya, dalam pandangan mereka, tuhan tidak terlibat dalam kehidupan di alam semesta setelah ia menciptakannya. Oleh karena itu, dalam segala hal, mereka berfilsafat. Sebab tuhan mereka tidak membimbing dengan wahyu. Tuhan mereka hanya diam.  Ketika Nabi Ibrahim a.s menghancurkan berhala-berhala kaumnya, secara tidak langsung ia “menggugat” konsep Tuhan mereka. Mengapa tuhan-tuhan mereka terbuat dari batu, kayu, dan sebagainya? Kenapa tuhan mereka hanya bisa diam, lalu kenapa tuhan seperti itu disembah? Itukah konsep Tuhan yang benar?  Lihat perbuatan Nabi Ibrahim a.s. Berhala-berhala itu sifatnya sama seperti benda mati, bahkan tak mampu berbuat apa-apa. Itukah konsep Tuhan yang benar? Maka, ayat pertama dalam Surah Al-Ikhlash telah secara jitu menjelaskan konsep tauhidullaah. Inilah konsep Tuhan yang khas milik Islam. Bukan milikyang lain.  Dalam Islam, ada 1 surah di juz 30 yang sangat ringkas, tapi efektif menjelaskan konsep Tuhan, yaitu Surah Al-Ikhlash: Qul huwallaahu ahad (Allah itu hanya satu). Allaahush-shamad, (Allah tempat bergantung segala sesuatu). Lam yalid wa lam yuulad, (Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan). Wa lam yaqun lahuu kufuwan ahad,(Tidakada sesuatu pun yangserupadengan-Nya).”  Ayat pertama langsung memperkenalkan konsep tauhidullaah, yaitu keesaan Allah. Allah itu satu. Apanya yang satu? Dzat-Nya sudah pasti cuma satu. Dia-lah satu-satunya Dzat yang bernama Allah. Para ulama berpendapat bahwa tauhidullah jauh lebih dalam daripada sekedar menjelaskan tunggalnya Dzat Allah. Selain tunggal Dzat-Nya, Allah pun tunggal dari segi sifat dan perbuatan-Nya. Artinya, sifat Allah hanya milik Allah, dan perbuatan Allah hanya milik Allah. Tidak ada makhluk yang memiliki sifat seperti Allah, dan tak ada makhluk yang mampu berbuatsepertiAllah.
  • 26.  Ayat kedua menjelaskan apa “pekerjaan” Allah. Kepada Allah-lah tempat bergantung segala sesuatu. Tidak seperti orang Yunani kuno yang percaya bahwa tuhan cuma diam, Islam percaya bahwa Allah senantiasa dalam kesibukan. Allah- lah yang membuat keputusan atas segala sesuatunya di dunia ini. Karena itu, kita meminta kepada-Nya. Kita beribadah pada-Nya dan meminta pertolongan pada- Nya. Iyyaaka na’buduu wa iyyaaka nasta’iin.Di sini, kita dapat melihat perbedaan pandangan antara Islam dan kepercayaan Yunani kuno tadi. “Tuhan” yang diam versi para filsufYunani itu tidak bisa dimintakan pertolongan. Sebabmaunya cuma diam. Dalam kepercayaan dewa-dewi ala Yunani yang lebih kuno lagi, “tuhan” malah perlu disogok dan dirayu. Kalau tidak diadakan pemujaan dan persembahan macam-macam,dewa-dewiYunanitidak pedulipadamanusia.  Dalam Islam, kita diajarkan untuk berdo’a dan meminta pada Allah. Sebab semuanya bergantung pada Allah. Kalau kita menganggap bahwa prestasi kita adalah hasil kerja keras kita sendiri, maka itulah hamba Allah yang sombong. Jangankan kita, para Nabi dan Rasul saja berdo’a. Siapa yang lebih saleh daripada mereka?  Ayat kedua menjelaskan apa “pekerjaan” Allah. Kepada Allah-lah tempat bergantung segala sesuatu. Tidak seperti orang Yunani kuno yang percaya bahwa tuhan cuma diam, Islam percaya bahwa Allah senantiasa dalam kesibukan. Allah- lah yang membuat keputusan atas segala sesuatunya di dunia ini. Karena itu, kita meminta kepada-Nya. Kita beribadah pada-Nya dan meminta pertolongan pada- Nya. Iyyaaka na’buduu wa iyyaaka nasta’iin.Di sini, kita dapat melihat perbedaan pandangan antara Islam dan kepercayaan Yunani kuno tadi. “Tuhan” yang diam versi para filsufYunani itu tidak bisa dimintakan pertolongan. Sebabmaunya cuma diam. Dalam kepercayaan dewa-dewi ala Yunani yang lebih kuno lagi, “tuhan” malah perlu disogok dan dirayu. Kalau tidak diadakan pemujaan dan persembahan macam-macam,dewa-dewiYunanitidak pedulipadamanusia.  Dalam Islam, kita diajarkan untuk berdo’a dan meminta pada Allah. Sebab semuanya bergantung pada Allah. Kalau kita menganggap bahwa prestasi kita adalah hasil kerja keras kita sendiri, maka itulah hamba Allah yang sombong. Jangankan kita, para Nabi dan Rasul saja berdo’a. Siapa yang lebih saleh daripada mereka?  Ayat terakhir menuntaskan konsep tauhidullaah. Allah hanya satu, dan tak ada yang serupa dengan-Nya. Ayat terakhir ini juga penting untuk menjelaskan dua konsep tauhidullaah, yaitu ketunggalan sifat dan perbuatan-Nya. Apa pun yang bisa kita bayangkan, itu bukanlah Allah. Karena Allah berbeda dari segalanya. Karena itu, Islam tidak mengenal penggambaran Dzat Allah. Jika umat Kristiani dan Hindu menggambarkan sosok tuhan mereka, maka Islam tidak menggambarkan sosok Allah. Allah Maha Melihat, kita pun dapat melihat. Tapi penglihatan kita berbeda dengan Allah. Tidak ada yang serupa dengan-Nya. Burung dan lalat bisa terbang, pesawat pun bisa. Tapi burung dan lalat itu berbedadengan pesawat  Allah ciptakan segalanya dari ketiadaan, sedangkan manusia hanya bisa menciptakan benda-benda dari bahan baku yang Allah sediakan. Sifat Allah pun berbeda dengan manusia dan makhluk-makhluk lainnya. Manusia, misalnya, marah jika kepentingannya dilanggar. Allah murka bukan karena alasan yang sama, karena Allah tak butuh apa-apa dari kita. Dia tidak pernah merasa dirugikan. Jadi, kemurkaan Allah berbeda dengan kemarahan manusia. Maka, “ekspresinya” pun berbeda. Adakalanya, Allah murka pada seorang hamba yang durhaka, lantas ia malah dibiarkan hidup bergelimang kenikmatan. Semua itu hanya menambah kedurhakaannya, dan kelak ia akan disiksa di neraka. Itulah salah 1 bentuk murka Allah. Apa manusia bisa melakukan hal yang sama? Marah kepadaorang lain, lantas malah menyenangkannya?Tidak!  Allah murka bukan karena merasa rugi. Allah melarang bukan karena takut. Kita melarang orang masuk ke pekarangan kita tanpa izin karena takut akan disakiti orang tak dikenal atau takut orang tersebut merampok rumah kita. Tapi Allah melarang manusia untuk memikirkan Dzat-Nya bukan karena takut. Memang manusiabisaapa?  Dengan konsep Tuhan yangdemikian, kita terbebas dari materialisme. Kebenaran tidak diukur dari kenikmatan duniawi. Sebaliknya, kita justru memandang kenikmatan duniawisebagai cobaan.Itu konsekuensidarikonsep Tuhan alaIslam.  Di cerita-cerita vampir ala Barat, banyak yang memperlihatkan konsep Tuhan seolah- olah Tuhan sedang berperang dengan Iblis. Dalam Islam, Allah tidak berperang melawan siapa-siapa.Memang siapa yang bisa memerangiAllah?  Ada seorang non-Muslim yang pernah berkata bahwa semakin banyak berdo’a, iman kita makin lemah. Inilah tandanya konsep Tuhan kita berbeda. Dalam Islam, Allah-lah yang memerintahkan manusia untuk berdo’a. Jika ada orang tidak berdo’a itu tandanya orang tersebut tak beriman. Hanya hamba yang angkuh yang tidak meminta kepada-Nya. Dengan tidak berdo’a, seolah-olah kita mampu berdiri sendiri tanpa Allah.Hal ini bertentangan dengan Surah Al-Ikhlash danAl-Fatihah.  Non-Muslim tersebut kemudian mengatakan bahwa yang banyak berdo’a itu rewel kepada Tuhan. Konsep Tuhan-nya memang beda. Dalam Islam, Allah tidak keberatan kalau manusia banyak berdo’a. Mungkin, dalam pandangan non-Muslim tersebut, Tuhan akan jengkel dan merasa direpotkan. Dalam Islam, Allah tak pernah merasa kerepotan. Mintalah apa saja pada-Nya, Dia sanggup mengabulkannya dan senantiasa mendengarkan do’a-do’a kita.  Non-Muslim tersebut berkata lagi bahwa yang bersatu dengan Tuhan tak bicara pada- Nya. Konsep “bersatu dengan Tuhan” (wihdatul wujud) memang berbahaya. Karena merasa bersatu dengan Tuhan, lantas merasa dirinya sudah sama dengan Tuhan. Lama-lama, ia pun merasa tak perlu beribadah lagi. Padahal, manusia paling saleh yaitu Rasulullah s.a.w saja selalu berdo’a. Siapa lagi yang lebih dekat dengan Allah selain dirinya? Berdoa mengajarkan kita untuk memahami posisi kita di hadapan Allah.konsep Tuhanyang diutarakan non-Muslimtersebutmemang berbeda.