SlideShare a Scribd company logo

10 mogok kerja & lock out

10 mogok kerja & lock out

1 of 12
Download to read offline
Mogok Kerja dan
Lock Out
A. Mogok Kerja
Mogok kerja menurut Pasal 1 angka 23 UU
No. 13/2003, diartikan sebagai tindakan
pekerja/buruh yang direncanakan dan
dilaksanakan secara bersama-sama dan/
atau oleh serikat pekerja/buruh untuk
menghentikan atau memperlambat pekerjaan
Pemogokan adalah dengan sengaja
pihak buruh melalaikan atau menolak
melakukan pekerjaan atau meskipun
diperintah dengan sah, secara semes
tinya dengan perjanjian kerja yang
mereka tanda tangani,yang bersang-
kutan enggan menjalankan atau
lambat menjalankan pekerjaan yang
menjadi kewajibannya.
Y.W. Sunindhia dan Ninik Widiyanti
UU No. 13/2003 pada dasarnya tidak
melarang pemogokan, karena tidak ada
ancaman pidana terhadap pemogokan dan
menyatakan bahwa mogok kerja adalah
sebagai hak dasar pekerja/buruh asalkan
dilakukan secara sah, tertib, dan damai
sebagai akibat gagalnya perundingan
(Pasal 137 UU No.13/2003.
Sekurang-kurangnya 7 (tujuh) hari sebelum
mogok kerja dilaksanakan,pekerja/buruh,
serikat pekerja/buruh wajib memberitahukan
secara tertulis kepada pengusaha dan instan-
si yang bertanggung jawab dibidang ketenaga
kerjaan.
1
Intansi yang bertanggung jawab di bidang
ketenagakerjaan dan pihak perusahaan yang
menerima surat pemberitahuan mogok kerja
wajib memberikan tanda terima.
2
Dalam hal mogok kerja dilakukan oleh pekerja/
buruh yang tidak menjadi anggota serikat pekerja/
buruh, maka pemberitahuan sebagaimana tertuang
dalam angka 1 tersebut diatas ditandatangani oleh
perwakilan pekerja/buruh yang ditunjuk sebagai
koordinator dan/atau penanggung jawab mogok
kerja.
3
Agar mogok itu sah (Pasal 139
dan Pasal 140 UU No.13/2003):
4. Pemberitahuan tersebut sekurang-kurangnya
memuat:
You can simply impress your
audience and add a unique zing.
Your Text Here
You can simply impress your
audience and add a unique zing.
Your Text Here
You can simply impress your
audience and add a unique zing.
Your Text Here
Benar-benar sudah diadakan perundingan yang
mendalam mengenai pokok-pokok perselisihan
antara serikat buruh dengan pengusaha. Sebelum
dan selama mogok kerja berlangsung instansi
yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerja
an wajib menyelesaikan masalah yang menimbul-
kan pemogokan dengan mempertemukan dan
merundingkannya dengan para pihak yang
berselisih.
Waktu (hari, tanggal,
dan jam) dimulai dan
diakhirinya mogok
kerja
Tempat mogok kerja
Alasan dan sebab-
sebab mengapa
harus melakukan
mogok kerja; dan
Tanda tangan ketua dan sekretaris
dan/atau masing-masing ketua dan
sekretaris serikat pekerja/buruh
sebagai penanggung jawab mogok
kerja.

Recommended

Hi sesi6 pppk-bdanperjanjiankerja
Hi sesi6 pppk-bdanperjanjiankerjaHi sesi6 pppk-bdanperjanjiankerja
Hi sesi6 pppk-bdanperjanjiankerjaAlen Pepa
 
Hukum Ketenagakerjaan - Sumber Hukum Ketenagakerjaan, Konsep Hubungan Kerja d...
Hukum Ketenagakerjaan - Sumber Hukum Ketenagakerjaan, Konsep Hubungan Kerja d...Hukum Ketenagakerjaan - Sumber Hukum Ketenagakerjaan, Konsep Hubungan Kerja d...
Hukum Ketenagakerjaan - Sumber Hukum Ketenagakerjaan, Konsep Hubungan Kerja d...Idik Saeful Bahri
 
Hbl minggu 7, hefti juliza, hapzi ali, hukum perburuhan, universitas mercu bu...
Hbl minggu 7, hefti juliza, hapzi ali, hukum perburuhan, universitas mercu bu...Hbl minggu 7, hefti juliza, hapzi ali, hukum perburuhan, universitas mercu bu...
Hbl minggu 7, hefti juliza, hapzi ali, hukum perburuhan, universitas mercu bu...Hefti Juliza
 
4. pengertian, dasar dan sumber ketenagakerjaan
4. pengertian, dasar dan sumber  ketenagakerjaan4. pengertian, dasar dan sumber  ketenagakerjaan
4. pengertian, dasar dan sumber ketenagakerjaanGindha Wayka
 
Hukum ketenagakerjaan
Hukum ketenagakerjaanHukum ketenagakerjaan
Hukum ketenagakerjaanKurnia Utami
 
MSDM SERIKAT KERJA 2.ppt
MSDM SERIKAT KERJA 2.pptMSDM SERIKAT KERJA 2.ppt
MSDM SERIKAT KERJA 2.pptMarselaM2
 
12 aspek hukum ketenagakerjaan
12 aspek hukum ketenagakerjaan12 aspek hukum ketenagakerjaan
12 aspek hukum ketenagakerjaanRakyatCerdas
 

More Related Content

Similar to 10 mogok kerja & lock out

Cut Zurnali - Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan Penerapan Hak-Hak Pekerja/Buruh
Cut Zurnali - Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan Penerapan Hak-Hak Pekerja/BuruhCut Zurnali - Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan Penerapan Hak-Hak Pekerja/Buruh
Cut Zurnali - Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan Penerapan Hak-Hak Pekerja/Buruhcutzurnali
 
Aspek MSDM (Manajemen Functional)
Aspek MSDM (Manajemen Functional)Aspek MSDM (Manajemen Functional)
Aspek MSDM (Manajemen Functional)Mohammad Mustaqim
 
7. hbl,clara monalisa,hapzi ali, hukum perburuhan, universitas mercu buana, 2018
7. hbl,clara monalisa,hapzi ali, hukum perburuhan, universitas mercu buana, 20187. hbl,clara monalisa,hapzi ali, hukum perburuhan, universitas mercu buana, 2018
7. hbl,clara monalisa,hapzi ali, hukum perburuhan, universitas mercu buana, 2018claramonalisa09
 
presentasihukumketenagakerjaan-180914091355.pdf
presentasihukumketenagakerjaan-180914091355.pdfpresentasihukumketenagakerjaan-180914091355.pdf
presentasihukumketenagakerjaan-180914091355.pdfmanaf13
 
Presentasi Hukum Ketenagakerjaan
Presentasi Hukum KetenagakerjaanPresentasi Hukum Ketenagakerjaan
Presentasi Hukum KetenagakerjaanArif Gunawan
 
PERJANJIAN PERBURUHAN DAN KESEPAKATAN KERJA
PERJANJIAN PERBURUHAN DAN KESEPAKATAN KERJAPERJANJIAN PERBURUHAN DAN KESEPAKATAN KERJA
PERJANJIAN PERBURUHAN DAN KESEPAKATAN KERJAZul Kifli
 
PPT HUKUM BISNIS_ KETENAGAKERJAAN.pdf
PPT HUKUM BISNIS_ KETENAGAKERJAAN.pdfPPT HUKUM BISNIS_ KETENAGAKERJAAN.pdf
PPT HUKUM BISNIS_ KETENAGAKERJAAN.pdfmuhammadhaidar29
 
HUKUM_KETENAGAKERJAAN.pptx
HUKUM_KETENAGAKERJAAN.pptxHUKUM_KETENAGAKERJAAN.pptx
HUKUM_KETENAGAKERJAAN.pptxFellifelli
 
REVIEW_JURNAL Hukum Perburuhan.doc
REVIEW_JURNAL Hukum Perburuhan.docREVIEW_JURNAL Hukum Perburuhan.doc
REVIEW_JURNAL Hukum Perburuhan.docIswatulKhoiriyah
 
MSDM Agribisnis 13.pptx
MSDM Agribisnis 13.pptxMSDM Agribisnis 13.pptx
MSDM Agribisnis 13.pptxWendiPutra7
 
Hukum Ketenagakerjaan - Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (Idik S...
Hukum Ketenagakerjaan - Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (Idik S...Hukum Ketenagakerjaan - Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (Idik S...
Hukum Ketenagakerjaan - Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (Idik S...Idik Saeful Bahri
 
Materi-Diah-Susilowati-Hakim-PHI-Yogya.ppt
Materi-Diah-Susilowati-Hakim-PHI-Yogya.pptMateri-Diah-Susilowati-Hakim-PHI-Yogya.ppt
Materi-Diah-Susilowati-Hakim-PHI-Yogya.pptAhmadNailulAuthor
 
Hbl,ahmad syauqi ramadhandy, hapzi ali, hukum perburuhan, universitas mercu b...
Hbl,ahmad syauqi ramadhandy, hapzi ali, hukum perburuhan, universitas mercu b...Hbl,ahmad syauqi ramadhandy, hapzi ali, hukum perburuhan, universitas mercu b...
Hbl,ahmad syauqi ramadhandy, hapzi ali, hukum perburuhan, universitas mercu b...AS_Ramadhandy
 
7. hubungan kerja dan perjanjian kerja
7. hubungan kerja dan perjanjian kerja7. hubungan kerja dan perjanjian kerja
7. hubungan kerja dan perjanjian kerjaGindha Wayka
 
Hukum Ketenagakerjaan - Konsep Dasar Hukum Ketenagakerjaan (Idik Saeful Bahri)
Hukum Ketenagakerjaan - Konsep Dasar Hukum Ketenagakerjaan (Idik Saeful Bahri)Hukum Ketenagakerjaan - Konsep Dasar Hukum Ketenagakerjaan (Idik Saeful Bahri)
Hukum Ketenagakerjaan - Konsep Dasar Hukum Ketenagakerjaan (Idik Saeful Bahri)Idik Saeful Bahri
 
12. perselisihan perburuhan
12. perselisihan perburuhan12. perselisihan perburuhan
12. perselisihan perburuhanGindha Wayka
 
7.hbl,clara monalisa, prof.dr.hapzi ali, cma , hukum perburuhan ,universitas ...
7.hbl,clara monalisa, prof.dr.hapzi ali, cma , hukum perburuhan ,universitas ...7.hbl,clara monalisa, prof.dr.hapzi ali, cma , hukum perburuhan ,universitas ...
7.hbl,clara monalisa, prof.dr.hapzi ali, cma , hukum perburuhan ,universitas ...claramonalisa09
 
Tugas 6. hbl, hayyu safitri, hapzi ali, hukum perburuhan, universitas mercu b...
Tugas 6. hbl, hayyu safitri, hapzi ali, hukum perburuhan, universitas mercu b...Tugas 6. hbl, hayyu safitri, hapzi ali, hukum perburuhan, universitas mercu b...
Tugas 6. hbl, hayyu safitri, hapzi ali, hukum perburuhan, universitas mercu b...Hayyu Safitri
 

Similar to 10 mogok kerja & lock out (20)

Merumahkan karyawan
Merumahkan karyawanMerumahkan karyawan
Merumahkan karyawan
 
Cut Zurnali - Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan Penerapan Hak-Hak Pekerja/Buruh
Cut Zurnali - Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan Penerapan Hak-Hak Pekerja/BuruhCut Zurnali - Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan Penerapan Hak-Hak Pekerja/Buruh
Cut Zurnali - Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan Penerapan Hak-Hak Pekerja/Buruh
 
Aspek MSDM (Manajemen Functional)
Aspek MSDM (Manajemen Functional)Aspek MSDM (Manajemen Functional)
Aspek MSDM (Manajemen Functional)
 
7. hbl,clara monalisa,hapzi ali, hukum perburuhan, universitas mercu buana, 2018
7. hbl,clara monalisa,hapzi ali, hukum perburuhan, universitas mercu buana, 20187. hbl,clara monalisa,hapzi ali, hukum perburuhan, universitas mercu buana, 2018
7. hbl,clara monalisa,hapzi ali, hukum perburuhan, universitas mercu buana, 2018
 
presentasihukumketenagakerjaan-180914091355.pdf
presentasihukumketenagakerjaan-180914091355.pdfpresentasihukumketenagakerjaan-180914091355.pdf
presentasihukumketenagakerjaan-180914091355.pdf
 
Presentasi Hukum Ketenagakerjaan
Presentasi Hukum KetenagakerjaanPresentasi Hukum Ketenagakerjaan
Presentasi Hukum Ketenagakerjaan
 
PERJANJIAN PERBURUHAN DAN KESEPAKATAN KERJA
PERJANJIAN PERBURUHAN DAN KESEPAKATAN KERJAPERJANJIAN PERBURUHAN DAN KESEPAKATAN KERJA
PERJANJIAN PERBURUHAN DAN KESEPAKATAN KERJA
 
PPT HUKUM BISNIS_ KETENAGAKERJAAN.pdf
PPT HUKUM BISNIS_ KETENAGAKERJAAN.pdfPPT HUKUM BISNIS_ KETENAGAKERJAAN.pdf
PPT HUKUM BISNIS_ KETENAGAKERJAAN.pdf
 
HUKUM_KETENAGAKERJAAN.pptx
HUKUM_KETENAGAKERJAAN.pptxHUKUM_KETENAGAKERJAAN.pptx
HUKUM_KETENAGAKERJAAN.pptx
 
REVIEW_JURNAL Hukum Perburuhan.doc
REVIEW_JURNAL Hukum Perburuhan.docREVIEW_JURNAL Hukum Perburuhan.doc
REVIEW_JURNAL Hukum Perburuhan.doc
 
MSDM Agribisnis 13.pptx
MSDM Agribisnis 13.pptxMSDM Agribisnis 13.pptx
MSDM Agribisnis 13.pptx
 
Hak hak pekerja
Hak hak pekerjaHak hak pekerja
Hak hak pekerja
 
Hukum Ketenagakerjaan - Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (Idik S...
Hukum Ketenagakerjaan - Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (Idik S...Hukum Ketenagakerjaan - Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (Idik S...
Hukum Ketenagakerjaan - Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (Idik S...
 
Materi-Diah-Susilowati-Hakim-PHI-Yogya.ppt
Materi-Diah-Susilowati-Hakim-PHI-Yogya.pptMateri-Diah-Susilowati-Hakim-PHI-Yogya.ppt
Materi-Diah-Susilowati-Hakim-PHI-Yogya.ppt
 
Hbl,ahmad syauqi ramadhandy, hapzi ali, hukum perburuhan, universitas mercu b...
Hbl,ahmad syauqi ramadhandy, hapzi ali, hukum perburuhan, universitas mercu b...Hbl,ahmad syauqi ramadhandy, hapzi ali, hukum perburuhan, universitas mercu b...
Hbl,ahmad syauqi ramadhandy, hapzi ali, hukum perburuhan, universitas mercu b...
 
7. hubungan kerja dan perjanjian kerja
7. hubungan kerja dan perjanjian kerja7. hubungan kerja dan perjanjian kerja
7. hubungan kerja dan perjanjian kerja
 
Hukum Ketenagakerjaan - Konsep Dasar Hukum Ketenagakerjaan (Idik Saeful Bahri)
Hukum Ketenagakerjaan - Konsep Dasar Hukum Ketenagakerjaan (Idik Saeful Bahri)Hukum Ketenagakerjaan - Konsep Dasar Hukum Ketenagakerjaan (Idik Saeful Bahri)
Hukum Ketenagakerjaan - Konsep Dasar Hukum Ketenagakerjaan (Idik Saeful Bahri)
 
12. perselisihan perburuhan
12. perselisihan perburuhan12. perselisihan perburuhan
12. perselisihan perburuhan
 
7.hbl,clara monalisa, prof.dr.hapzi ali, cma , hukum perburuhan ,universitas ...
7.hbl,clara monalisa, prof.dr.hapzi ali, cma , hukum perburuhan ,universitas ...7.hbl,clara monalisa, prof.dr.hapzi ali, cma , hukum perburuhan ,universitas ...
7.hbl,clara monalisa, prof.dr.hapzi ali, cma , hukum perburuhan ,universitas ...
 
Tugas 6. hbl, hayyu safitri, hapzi ali, hukum perburuhan, universitas mercu b...
Tugas 6. hbl, hayyu safitri, hapzi ali, hukum perburuhan, universitas mercu b...Tugas 6. hbl, hayyu safitri, hapzi ali, hukum perburuhan, universitas mercu b...
Tugas 6. hbl, hayyu safitri, hapzi ali, hukum perburuhan, universitas mercu b...
 

More from Gindha Wayka

13. pekerja anak, perempuan dan disabilitas
13. pekerja anak, perempuan dan disabilitas13. pekerja anak, perempuan dan disabilitas
13. pekerja anak, perempuan dan disabilitasGindha Wayka
 
11. pemutusan hubungan kerja
11. pemutusan hubungan kerja11. pemutusan hubungan kerja
11. pemutusan hubungan kerjaGindha Wayka
 
9 sistem manajemen keselamatan & kesehatan kerja
9 sistem manajemen keselamatan & kesehatan kerja9 sistem manajemen keselamatan & kesehatan kerja
9 sistem manajemen keselamatan & kesehatan kerjaGindha Wayka
 
6. pengerahan dan penempatan tenaga kerja
6. pengerahan dan penempatan tenaga kerja6. pengerahan dan penempatan tenaga kerja
6. pengerahan dan penempatan tenaga kerjaGindha Wayka
 
5. para pihak dalam hukum tenaga kerja
5. para pihak dalam hukum tenaga kerja5. para pihak dalam hukum tenaga kerja
5. para pihak dalam hukum tenaga kerjaGindha Wayka
 
3. sejarah ketenagakerjaan
3. sejarah ketenagakerjaan3. sejarah ketenagakerjaan
3. sejarah ketenagakerjaanGindha Wayka
 
15. perdagangan elektronik
15. perdagangan elektronik15. perdagangan elektronik
15. perdagangan elektronikGindha Wayka
 
13. surat kredit berdokumen dalam negeri
13. surat kredit berdokumen dalam negeri13. surat kredit berdokumen dalam negeri
13. surat kredit berdokumen dalam negeriGindha Wayka
 
12. perjanjian perdagangan ekspor impor
12. perjanjian perdagangan ekspor impor12. perjanjian perdagangan ekspor impor
12. perjanjian perdagangan ekspor imporGindha Wayka
 
11. rahasia dagang
11. rahasia dagang11. rahasia dagang
11. rahasia dagangGindha Wayka
 
10. tata kelola perusahaan
10. tata kelola perusahaan10. tata kelola perusahaan
10. tata kelola perusahaanGindha Wayka
 
9. struktur organ perseroan terbatas
9. struktur organ perseroan terbatas9. struktur organ perseroan terbatas
9. struktur organ perseroan terbatasGindha Wayka
 
7. akuisisi, konsolidasi dan merger lanjutan
7. akuisisi, konsolidasi dan merger lanjutan7. akuisisi, konsolidasi dan merger lanjutan
7. akuisisi, konsolidasi dan merger lanjutanGindha Wayka
 
6. akuisisi, konsolidasi dan merger
6. akuisisi, konsolidasi dan merger6. akuisisi, konsolidasi dan merger
6. akuisisi, konsolidasi dan mergerGindha Wayka
 
5. badan usaha berbadan hukum
5. badan usaha berbadan hukum5. badan usaha berbadan hukum
5. badan usaha berbadan hukumGindha Wayka
 

More from Gindha Wayka (20)

14. omnibus law
14. omnibus law14. omnibus law
14. omnibus law
 
13. pekerja anak, perempuan dan disabilitas
13. pekerja anak, perempuan dan disabilitas13. pekerja anak, perempuan dan disabilitas
13. pekerja anak, perempuan dan disabilitas
 
11. pemutusan hubungan kerja
11. pemutusan hubungan kerja11. pemutusan hubungan kerja
11. pemutusan hubungan kerja
 
9 sistem manajemen keselamatan & kesehatan kerja
9 sistem manajemen keselamatan & kesehatan kerja9 sistem manajemen keselamatan & kesehatan kerja
9 sistem manajemen keselamatan & kesehatan kerja
 
8. upah
8. upah8. upah
8. upah
 
6. pengerahan dan penempatan tenaga kerja
6. pengerahan dan penempatan tenaga kerja6. pengerahan dan penempatan tenaga kerja
6. pengerahan dan penempatan tenaga kerja
 
5. para pihak dalam hukum tenaga kerja
5. para pihak dalam hukum tenaga kerja5. para pihak dalam hukum tenaga kerja
5. para pihak dalam hukum tenaga kerja
 
2. ketenagakerjan
2. ketenagakerjan2. ketenagakerjan
2. ketenagakerjan
 
1. pendahuluan
1. pendahuluan1. pendahuluan
1. pendahuluan
 
3. sejarah ketenagakerjaan
3. sejarah ketenagakerjaan3. sejarah ketenagakerjaan
3. sejarah ketenagakerjaan
 
15. perdagangan elektronik
15. perdagangan elektronik15. perdagangan elektronik
15. perdagangan elektronik
 
14. waralaba
14. waralaba14. waralaba
14. waralaba
 
13. surat kredit berdokumen dalam negeri
13. surat kredit berdokumen dalam negeri13. surat kredit berdokumen dalam negeri
13. surat kredit berdokumen dalam negeri
 
12. perjanjian perdagangan ekspor impor
12. perjanjian perdagangan ekspor impor12. perjanjian perdagangan ekspor impor
12. perjanjian perdagangan ekspor impor
 
11. rahasia dagang
11. rahasia dagang11. rahasia dagang
11. rahasia dagang
 
10. tata kelola perusahaan
10. tata kelola perusahaan10. tata kelola perusahaan
10. tata kelola perusahaan
 
9. struktur organ perseroan terbatas
9. struktur organ perseroan terbatas9. struktur organ perseroan terbatas
9. struktur organ perseroan terbatas
 
7. akuisisi, konsolidasi dan merger lanjutan
7. akuisisi, konsolidasi dan merger lanjutan7. akuisisi, konsolidasi dan merger lanjutan
7. akuisisi, konsolidasi dan merger lanjutan
 
6. akuisisi, konsolidasi dan merger
6. akuisisi, konsolidasi dan merger6. akuisisi, konsolidasi dan merger
6. akuisisi, konsolidasi dan merger
 
5. badan usaha berbadan hukum
5. badan usaha berbadan hukum5. badan usaha berbadan hukum
5. badan usaha berbadan hukum
 

10 mogok kerja & lock out

  • 2. A. Mogok Kerja Mogok kerja menurut Pasal 1 angka 23 UU No. 13/2003, diartikan sebagai tindakan pekerja/buruh yang direncanakan dan dilaksanakan secara bersama-sama dan/ atau oleh serikat pekerja/buruh untuk menghentikan atau memperlambat pekerjaan
  • 3. Pemogokan adalah dengan sengaja pihak buruh melalaikan atau menolak melakukan pekerjaan atau meskipun diperintah dengan sah, secara semes tinya dengan perjanjian kerja yang mereka tanda tangani,yang bersang- kutan enggan menjalankan atau lambat menjalankan pekerjaan yang menjadi kewajibannya. Y.W. Sunindhia dan Ninik Widiyanti
  • 4. UU No. 13/2003 pada dasarnya tidak melarang pemogokan, karena tidak ada ancaman pidana terhadap pemogokan dan menyatakan bahwa mogok kerja adalah sebagai hak dasar pekerja/buruh asalkan dilakukan secara sah, tertib, dan damai sebagai akibat gagalnya perundingan (Pasal 137 UU No.13/2003.
  • 5. Sekurang-kurangnya 7 (tujuh) hari sebelum mogok kerja dilaksanakan,pekerja/buruh, serikat pekerja/buruh wajib memberitahukan secara tertulis kepada pengusaha dan instan- si yang bertanggung jawab dibidang ketenaga kerjaan. 1 Intansi yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan dan pihak perusahaan yang menerima surat pemberitahuan mogok kerja wajib memberikan tanda terima. 2 Dalam hal mogok kerja dilakukan oleh pekerja/ buruh yang tidak menjadi anggota serikat pekerja/ buruh, maka pemberitahuan sebagaimana tertuang dalam angka 1 tersebut diatas ditandatangani oleh perwakilan pekerja/buruh yang ditunjuk sebagai koordinator dan/atau penanggung jawab mogok kerja. 3 Agar mogok itu sah (Pasal 139 dan Pasal 140 UU No.13/2003):
  • 6. 4. Pemberitahuan tersebut sekurang-kurangnya memuat: You can simply impress your audience and add a unique zing. Your Text Here You can simply impress your audience and add a unique zing. Your Text Here You can simply impress your audience and add a unique zing. Your Text Here Benar-benar sudah diadakan perundingan yang mendalam mengenai pokok-pokok perselisihan antara serikat buruh dengan pengusaha. Sebelum dan selama mogok kerja berlangsung instansi yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerja an wajib menyelesaikan masalah yang menimbul- kan pemogokan dengan mempertemukan dan merundingkannya dengan para pihak yang berselisih. Waktu (hari, tanggal, dan jam) dimulai dan diakhirinya mogok kerja Tempat mogok kerja Alasan dan sebab- sebab mengapa harus melakukan mogok kerja; dan Tanda tangan ketua dan sekretaris dan/atau masing-masing ketua dan sekretaris serikat pekerja/buruh sebagai penanggung jawab mogok kerja.
  • 7. ILO memberikan syarat-syarat untuk buruh agar bisa mogok kerja, antara lain: 1 2 3 4 5 6 Penetapan layanan minimal dalam kasus- kasus tertentu (ILO, 1996d ayat 556-558) Pelaksanaan tindakan untuk memenuhi persyaratan keselamatan dan untuk mencegah terjadinya kecelakaan (ILO, 1996d ayat 554 dan 555) Jaminan kebebasan untuk bekerja bagi mereka yang tidak ikut mogok (ILO, 1996d ayat 586) Kewajiban untuk punya jalan lain ke prosedur konsiliasi, mediasi arbitase (sukarela) dalam perselisihab industri sebagai kondisi awal untuk mengumumkan mogok, selam proses ini memadai, adil, dan cepat dan pihak – pihak terkait pada berpastisipasi dalam setiap tahap (ILO, 1996d ayat 500 dan 5001) Kewajiban untuk memberikan pengumuman sebelumnya (ILO, 1996d ayat 502-504) Kewajiban untuk mengamati kuorum tertentu dan memper oleh persetujuan dari mayori- as yang telah ditentukan (ILO, 1996d ayat 506-513)
  • 8. B. Lock Out Lock out menurut Pasal 1 angka 24 UU No. 13/2003 diartikan sebagai tindakan pengusaha untuk menolak pekerja/buruh seluruhnya atau sebagian untuk menjalan kan pekerjaan. Penutupan perusaha merupakan hak dasar pengusaha untuk menolak pekerja/ buruh sebagian atau seluruhnya untuk menjalankan pekerjaan sebagai akibat gagalnya perundingan.
  • 9. Agar lock out yang dilakukan oleh perusahaan itu sah 3 2 1 Pengusaha wajib memberi tahukan secara tertulis kepada pekerja/butuh, serikat pekerja/buruh, serta instansi yang bertang gunng jawab di bidang ketenagakerjaan setempat sekurang-kurangnya 7 (tujuh) hari kerja belum lock out dilakukan. Pemberitahuan tersebut sekurang-kurangnya memuat: 1. Waktu (hari, tanggal, dan jam) dimulai dan diakhiri nya lock out; dan 2. Alasan – alasan atau sebab-sebab melakukan lock out. Pemberitahuan tersebut ditanda tangani oleh pengusaha dan/atau pimpinan perusahaan yang bersangkutan
  • 10. 04 Pekerja/buruh, serikat pekerja/buruh dan instansi yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan yang menerima secara langsung surat pemberitahu an lock outharus meberikan tanda bukti penerimaan dengan mencantumkan hari, tanggal, dan jam penerimaan. 05 Sebelum dan selama lock out berlangsung, instansi yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan berwenang langsung menyelesaikan masalah yang menyebabkan timbulnya penutupan perusahaan dengan mempertemukan dan merundingkannya dengan para pihak yang berselisih.
  • 11. Pekerja/buruh, atau serikat pekerja/buruh melangar ketentuan normatif yang ditentu kan dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, perjan- jian kerja bersama, atau peraturan perundan-undangan yang berlaku. 6. Pemberitahuan sebagaimana dimaksud pada angka 1 dan 2 angka tidak diperlu kan apabila: Pekerja/buruh, atau serikat pekerja /buruh melanggar prosedur mogok kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 140 UU No.13/2003.