Kesaksian orang mati suri

575 views

Published on

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Kesaksian orang mati suri

  1. 1. "Kesaksian Orang Mati Suri"Begitulah judul kisah nyata kali ini, dia adalah : Ella Az-Zahra Aslina adalah wargapekan baru yang mati suri 24 Agustus 2006 lalu. Gadis berusia sekitar 25 tahun itumemberikan kesaksian saat nyawanya dicabut dan apa yang disaksikan ruhnya saatmati suri. Sebelum Aslina memberi kesaksian, pamannya Rustam Effendimemberikan penjelasan pembuka. Aslina berasal dari keluarga sederhana, ia telahyatim. Sejak kecil cobaan telah datang pada dirinya. Pada umur tujuh tahuntubuhnya terbakar api sehingga harus menjalani dua kali operasi. Menjelang usiaSMA ia termakan racun. Tersebab itu ia menderita selama tiga tahun. Pada umur 20tahun ia terkena gondok (hipertiroid) . Gondok tersebut menyebabkan beberapakerusakan pada jantung dan matanya. Karena penyakit gondok itu maka Jumat, 24Agustus 2006 Aslina menjalani check-up atas gondoknya di Rumah Sakit di jakarta.Setelah itu, Hasil pemeriksaan menyatakan penyakitnya di ambang batas sehinggabelum bisa dioperasi.. ”Kalau dioperasi maka akan terjadi pendarahan,‟ „ jelasRustam. Oleh karena itu Aslina hanya diberi obat. Namun kondisinya tetap lemah.Malamnya Aslina gelisah luar biasa, dan terpaksa pamannya membawa Aslina kembalike jakarta sekitar pukul 12 malam itu. Ia dimasukkan ke unit gawat darurat (UGD),saat itu detak jantungnya dan napasnya sesak. Lalu ia dibawa ke luar UGD masuk keruang perawatan. ”Aslina seperti orang ombak (menjelang sakratulmaut). Lalu sayaajarkan kalimat thoyyibah dan syahadat. Setelah itu dalam pandangan saya Aslinamenghembuskan nafas terakhir, ” ungkapnya. Usai Rustam memberi pengantar, laluAslina memberikan kesaksiaanya. ”Mati adalah pasti. Kita ini calon-calon mayat,calon penghuni kubur,” begitu ia mengawali kesaksiaanya setelah meminta seluruhhadirin yang memenuhi Grand Ball Room Hotel Mutiara Merdeka Pekanbarutersebut membacakan shalawat untuk Nabi Muhammad SAW. Tak lupa ia jugamenasehati jamaah untuk memantapkan iman, amal dan ketakwaan sebelum matidatang. ”Saya telah merasakan mati,” ujar anak yatim itu. Hadirin terpakumendengar kesaksian itu. Sungguh, lanjutya, terlalu sakit mati itu. Diceritakan, rasasakit ketika nyawa dicabut itu seperti sakitnya kulit hewan ditarik dari daging,dikoyak. Bahkan lebih sakit lagi. ”Terasa malaikat mencabut (nyawa) dari kaki kanansaya,” tambahnya. Di saat itu ia sempat diajarkan oleh pamannya kalimat thoyibah.”Saat di ujung napas, saya berzikir,” ujarnya. ”Sungguh sakitnya, Pak, Bu,” ulangnyadi hadapan lebih dari 300 alumni ESQ Pekanbaru. Diungkapkan, ketika ruhnya telahtercabut dari jasad, ia menyaksikan di sekelilingnya ada dokter, pamannya dan iajuga melihat jasadnya yang terbujur. Setelah itu datang dua malaikat serba putihmengucapkan “Assalammualaikum kepada ruh Aslina. ”Malaikat itu besar, kalaumemanggil, jantung rasanya mau copot, gemetar,” ujar Aslina mencerita pengalaman
  2. 2. matinya. Lalu malaikat itu bertanya: „‟siapa Tuhanmu, apa agamamu, dimana kiblatmudan siapa nama orangtuamu.. “ Ruh Aslina menjawab semua pertanyaan itu denganlancar. Lalu ia dibawa ke alam barzah. ”Tak ada teman kecuali amal,” tambah Aslinayang Ahad malam itu berpakaian serba hijau. Seperti pengakuan pamannya, Aslinabukan seorang pendakwah, tapi malam itu ia tampil memberikan kesaksian bagaikanseorang muballighah. Di alam barzah ia melihat seseorang ditemani oleh sosok yangmukanya berkudis,badan berbulu dan mengeluarkan bau busuk. Mungkin sosok itulahadalah amal buruk dari orang tersebut. Kemudian Aslina melanjutkan. ”Bapak, Ibu,ingatlah mati,” sekali lagi ia mengajak hadirin untuk bertaubat dan beramal sebelumajal menjemput. Di alam barzah, ia melanjutkan kesaksiannya, ruh Aslina dipimpinoleh dua orang malaikat. Saat itu ia ingin sekali berjumpa dengan ayahnya. Lalu iamemanggil malaikat itu dengan ”Ayah”. ”Wahai ayah bisakah saya bertemu denganayah saya,” tanyanya. Lalu muncullah satu sosok.Ruh Aslina tak mengenal sosok yang berusia antara 17-20 tahun itu. Sebab ayahnyameninggal saat berusia 65 tahun. Ternyata memang benar, sosok muda itu adalahayahnya. Ruh Aslina mengucapkan salam ke ayahnya dan berkata: ”Wahai ayah, janjisaya telah sampai.” Mendengar itu ayah saya saya menangis. Lalu ayahnya berkatakepada Aslina. ”Pulanglah ke rumah, kasihan adik-adikmu. ” ruh Aslina pun menjawab.”Saya tak bisa pulang, karena janji telah sampai”. Usai menceritakan dialog itu,Aslina mengingatkan kembali kepada hadirin bahwa alam barzah dan akhirat itubenar-benar ada. ”Alam barzah, akhirat, surga dan neraka itu betul ada. Akhiratadalah kekal,” ujarnya bak seorang pendakwah.Setelah dialog antara ruh Aslina dan ayahnya. Ayahnya tersebut menunduk. Lalu duamalaikat memimpinnya kembali, ia bertemu dengan perempuan yang beramal shalehyang mukanya bercahaya dan wangi. Lalu ruh Aslina dibawa kursi yang empuk dandidudukkan di kursi tersebut, disebelahnya terdapat seorang perempuan yangmenutup aurat, wajahnya cantik. Ruh Aslina bertanya kepada perempuan itu. ”Siapakamu?” lalu perempuan itu menjawab.”Akula h (amal) kamu.” Selanjutnya ia dibawabersama dua malaikat dan amalnya berjalan menelurusi lorong waktu melihatpenderitaan manusia yang disiksa. Di sana ia melihat seorang laki-laki yang memikulbesi yang sangat berat, tangannya dirantai ke bahu, pakaiannya koyak-koyak danbaunya menjijikkan. Ruh Aslina bertanya kepada amalnya. ”Siapa manusia ini?” AmalAslina menjawab orang tersebut ketika hidupnya suka membunuh orang. Laludilihatnya orang yang yang kulit dan dagingnya lepas. Ruh Aslina bertanya lagi keamalnya tentang orang tersebut. Amalnya mengatakan bahwa manusia tersebuttidak pernah shalat. Selanjutnya tampak pula oleh ruh Aslina manusia yangdihujamkan besi ke tubuhnya. Ternyata orang itu adalah manusia yang suka berzina.
  3. 3. Tampak juga orang saling bunuh, manusia itu ketika hidup suka bertengkar danmengancam orang lain. Dilihatkan juga pada ruh Aslina, orang yang ditusuk dengan80 tusukan, setiap tusukan terdapat 80 mata pisau yang tembus ke dadanya, laluberlumuran darah, orang tersebut menjerit dan tidak ada yang menolongnya. RuhAslina bertanya pada amalnya. Dan dijawab orang tersebut adalah orang juga sukamembunuh. Ada pula orang yang dihempaskan ke tanah lalu dibunuh. Orang tersebutadalah anak yang durhaka dan tidak mau memelihara orang tuanya ketika di dunia.Perjalanan menelusuri lorong waktu terus berlanjut. Sampailah ruh Aslina di malamyang gelap, kelam dan sangat pekat sehingga dua malaikat dan amalnya yang adadisisinya tak tampak. Tiba-tiba muncul suara orang mengucap : Subhanallah,Alhamdulillah dan Allahu Akbar. Tiba-tiba ada yang mengalungkan sesuatu dilehernya. Kalungan itu ternyata tasbih yang memiliki biji 99 butir. Perjalananberlanjut. Ia nampak tepak tembaga yang sisi-sisinya mengeluarkan cahaya, dibelakang tepak itu terdapat gambar kakbah. Di dalam tepak terdapat batanganemas. Ruh Aslina bertanya pada amalnya tentang tepak itu. Amalnya menjawabtepak tersebut adalah husnul khatimah. (Husnul khatimah secara literlek berartiakhir yang baik. Yakni keadaan dimana manusia pada akhir hayatnya dalam keadaan(berbuat) baik,red). Selanjutnya ruh Aslina mendengarkan adzan seperti adzan diMekkah. Ia pun mengatakan kepada amalnya.”Saya mau shalat.” Lalu dua malaikatyang memimpinnya melepaskan tangan ruh Aslina. ”Saya pun bertayamum, sayashalat seperti orang-orang di dunia shalat,” ungkap Aslina. Selanjutnya ia kembalidipimpin untuk melihat Masjid Nabawi. Lalu diperlihatkan pula kepada ruh Aslina,makam Nabi Muhammad SAW. Dimakam tersebut batangan-batang an emas didalam tepak ”husnul khatimah” itu mengeluarkan cahaya terang. Berikutnya iamelihat cahaya seperti matahari tapi agak kecil. Cahaya itu pun bicara kepada ruhAslina. ”Tolong kau sampaikan kepada umat, untuk bersujud di hadapan Allah.”Selanjutnya ruh Aslina menyaksikan miliaran manusia dari berbagai abad berkumpuldi satu lapangan yang sangat luas. Ruh Aslina hanya berjarak sekitar lima meter darikumpulan manusia itu. Kumpulan manusia itu berkata. ”Cepatlah kiamat, aku taktahan lagi di sini Ya Allah.” Manusia-manusia itu juga memohon.”Tolong kembalikanaku ke dunia, aku mau beramal.” Begitulah di antara cerita Aslina terhadap apa yangdilihat ruhnya saat ia mati suri. Dalam kesaksiaannya ia senantiasa mengajak hadirinyang datang pada pertemuan alumni ESQ itu untuk bertaubat dan beramal shalehserta tidak melanggar aturan Allah. ”Apa yang disampaikan Aslina, mungkin buktiyang ditunjukkan Allah kepada kita semua, ” ujarnya.Menanggapi kesaksian Aslina yang melihat orang-orang berteriak ingin dikembalikanke dunia dan ingin beramal serta penelitian Raymond yang menyebutkan ”aku ingin
  4. 4. agar aku dapat kembali dan membatalkan semuanya,” Legisan mengutip ayat Al-Quran Surat Al-Mu‟muninun (23) ayat 99-100: Hingga apabila datang kematiankepada seseorang dari mereka, dia berkata:”Ya, Tuhanku kembalikanlah aku (kedunia).”(99) . Agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan.Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan dihadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan. (100). Sebagaipenguat dalil agar manusia bertaubat, dikutipkan juga Quran Surat Az-Zumar ayat39: ”Dan kembalilah kamu kepada Tuhan-Mu, dan berserah dirilah kepada-Nyasebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” Setelahberpidato, aslina mendapatkan tepukan meriah dari penonton tapi bila di facebook,ia dapatkanjempol sekarang. Semoga pembaca dapat mengambil pelajaran darikesaksiaan tersebut. untuk member : Bagikan cerita ini kepada semua orang, agarmereka mendapat hikmahnya dari cerita ini. Dan Ternyata hidup ini hanyasementara, serta hanya amal juga hati yang bersihlah yang mampu menuntun kitamenuju jalan kehadapan Illahi...jika kisah nyata ini dapat membuat kita lebih sadar dan merenung jangan lupa bantushare/bagikan ya ke dinding kita agar teman-teman dan saudara kita tahu...

×