Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Modul Dasar Akuakultur (Aquaculture) Materi Jaringan Makanan dalam Kolam Ikan Please Visit www.melekperikanan.com

511 views

Published on

Akuakultur adalah kegiatan untuk memproduksi biota (organisme) akuatik di lingkungan terkontrol dalam rangka mendapatkan keuntungan (profit). Akuakultur berasal dari bahasa Inggris aquaculture (aqua = perairan; culture = budidaya) dan diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi budidaya perairan atau budidaya perikanan. Oleh karena itu, akuakultur dapat didefinisikan menjadi campur tangan (upaya-upaya) manusia untuk meningkatkan produktivitas perairan melalui kegiatan budidaya. Kegiatan budidaya yang dimaksud adalah kegiatan pemeliharaan untuk memperbanyak (reproduksi), menumbuhkan (growth), serta meningkatkan mutu biota akuatik sehingga diperoleh keuntungan (Effendi 2004).

Published in: Education
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Modul Dasar Akuakultur (Aquaculture) Materi Jaringan Makanan dalam Kolam Ikan Please Visit www.melekperikanan.com

  1. 1. DASAR-DASAR AKUAKULTUR Jaringan Makanan dalam Kolam Ikan Maheno Sri Widodo dan Rinda Puspasari Lab.Breeding dan Reproduksi Ikan FPIK, Universitas Brawijaya Email : lynkpardel@yahoo.co.id 200 menit (2 X tatap muka) Pertemuan 1. PENDAHULUAN - Pengantar - Tujuan - Definisi I 2. JARINGAN MAKANAN EKOSISTEM ALAMIAH I 3. JARINGAN MAKANAN DI DALAM AKUAKULTUR 3.1 SISTEM I 3.2 SISTEM II 3.3 SISTEM III II 1. PENDAHULUAN (PERTEMUAN I) 1.1. Pengantar Lingkungan perairan dalam budidaya ikan biasanya dalam bentuk ekosistem buatan baik dalam bentuk kolam atau tambak. Di habitatnya kebutuhan akan pakan ikan dipenuhi dari ekosistem itu sendiri yaitu ekosistem perairan. Dalam usaha budidaya ikan, ikan sangat membutuhkan pakan alami yang tumbuh dan dihasilkan dari sistem budidaya tersebut. Hal ini terutama berlaku untuk budaya ikan komersial. Meskipun kemajuan dalam upaya membuat makanan buatan ikan namun ikan tetap membutuhkan pakan alami untuk menunjang perkembangannya. Pertumbuhan alami dari organisme yang terkait dengan tumbuhan dan hewan tidak hanya memberikan pakan bagi ikan, tetapi mereka juga merupakan agen penting dalam rantai makanan di ekosistem kolam. Di ekosistem alami, beberapa rantai makanan saling berhubungan satu sama lain membentuk sebuah jaring-jaring makanan. Di dalam jaringan makanan juga akan dipaparkan mengenai kondisi dan status masing-masing organisme di dalam perairan : sebagai produser, konsumer atau pengurai. Di dalam jaringan makanan juga akan di gambarkan bagai mana terjadinya penurunan energi antara level tropik yang ada SELF-PROPAGATINGENTREPRENEURIALEDUCATIONDEVELOPMENT 4 MODUL
  2. 2. Maheno Sri Widodo dan Rinda Puspasari - FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN 2 Dasar-dasar budidaya/Jaringan Makanan dalan Kolam Ikan 2012Brawijaya University 1.2 Tujuan Penguasaan materi di dalam modul ini, dirancang untuk dasar landasan tentang proses budidaya perikanan, dimana disini akan dijelaskan tentang : • Pengertian mengenai jaringan makanan di dalam ekosistem alamiah, serta bagaimana cara memberikan makanan tambahan melalui pemupukan. • Sistem Akuakultur yang dapat membantu menyederhanakan jaring-jaring makanan di dalam ekosistem kolam budidaya. 1.3 Definisi Pola-pola interaksi dalam ekosistem melibatkan faktor biotik dan abiotik melalui rantai makanan, aliran energi, dan daur biogeokimia yang berlangsung baik pada tingkat individu, populasi, maupun komunitas. Aliran energi adalah rangkaian urutan pemindahan energi dari satu bentuk ke bentuk energi yang lain. Proses ini dimulai dari sinar matahari, produsen, konsumen pertama hingga terakhir, dan dekomposer (pengurai). Pemindahan dan perubahan energi berlangsung di dalam rantai makanan dan jaring-jaring makanan. Sedangkan daur biogeokimia adalah daur unsur atau senyawa kimia yang mengalir dari komponen abiotik ke biotik dan kembali lagi ke abiotik. Yang termasuk daur biogeokimia antara lain daur karbon, nitrogen, sulfur, dan fosfor. 2. JARINGAN MAKANAN EKOSISTEM ALAMIAH ‘Makanan alami’ yg diproduksi dlm kolam hampir tanpa biaya, mampu mengganti ‘makanan buatan’ yg mahal Mgp perlu makanan alami? - Murah & mudah dibudidaya - Kaya protein, vitamin, asam lemak esensial - Penyangga kualitas air - Dapat menyerap racun - Meningkatkan oksigen terlarut mell proses fotosintesis - Mengendalikan CO2
  3. 3. Maheno Sri Widodo dan Rinda Puspasari - FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN 3 Dasar-dasar budidaya/Jaringan Makanan dalan Kolam Ikan 2012Brawijaya University Tujuan: meningkatkan kepadatan ikan tanpa mengurangi pertumbuhan serta penggunaan ‘makanan tambahan’ sederhana untuk kebutuhan energi metabolisme (metabolic energy/maintenance energy) Melalui Pemupukan Karena produksi makanan alami tidak mampu memberikan panen yang tinggi oleh Karen aitu perlu input energy dalam hal ini disebut pemupukan, pemupukan dapat berupa : 1. Pupuk organik (manuring) 2. Pupuk anorganik • Agar dapat memanfaatkannya secara efisien haruslah dipahami pengaruhnya terhadap jaring-jaring makanan/ food web di dalam kolam. • Harus dipahami pengaruhnya terhadap jaring makanan (food web) di kolam • Pada kondisi alami, setiap rantai mknn bergantung pd suplai dr rantai dibwhnya (trophic level) Contoh: • larva chironomid akan bgantung pd detritus, bakteri & organisme renik lain. Sdgkan jmlh detritus tgantung pd ketersediaan bhn organik dr algae • Ikan bighead carp tgantung pd ketersediaan zoopl. Sdg zoopl tgantung pd jml fitoplankton. • Rantai mknan spt tsb, akan selalu bertumpu pd algae (rantai mknan pertama) yg punya kemampuan mengubah nutrien mineral menjadi bahan organik Rantai-rantai makanan yang terjadi di dalam kolam ikan pada kenyataannya lebih kompleks daripada apa yang telah diterangkan diatas. Makanan dari suatu jenis ikan tidak pernah terdiri atas satu macam yang khusus. Ada suatu “derajat kesukaan” (degree of preference). Diantara beberapa jenis makanan alami yang tersedia manakala makanan alami melimpah dan memungkinkan untuk memilih. Akan tetapi jika sulit didapatkan, ikan akan memakan apa saja yang tersedia daripada apa yang ikan tersebut sukai. Didalam ekosistem alami 2.1. Tidak semua ikan termasuk jenis ikan ekonomis penting 2.2. Adanya ikan karnivora dapat memperbanyak mata rantai jarring-jaring makanan sehingga menyebabkan pemborosan energy. 2.3. Mempunyai produktivitas biologis yang sangat tinggi tetapi mempunyai nilai manfaat yang rendah bagi manusia (secara langsung) Oleh karenanya didalam akuakultur terdapat sistem yang dapat menyederhanakan jaring-jaring makanan alamiah. 3. JARINGAN MAKANAN DI DALAM AKUAKULTUR (PERTEMUAN II) Menyederhanakan rantai makanan dengan hanya memelihara ikan ekonomis penting tertentu: 1. menghilangkan ikan karnivor dari sistem 2. memelihara ikan yg ‘feed low down on the food chain’ efisien dlm pemanfaatn energi 3. memelihara ikan yg bsifat ‘komplemen’ & menghindari yg bersifat ‘kompetitif’ (terutama dalam polikultur) Karena produksi makanan alami dari ‘ekosistem alamiah’ tdk mampu memberi hasil panen yg tinggi, karena nya diperlukan input/subsidi energi, berupa:
  4. 4. Maheno Sri Widodo dan Rinda Puspasari - FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN 4 Dasar-dasar budidaya/Jaringan Makanan dalan Kolam Ikan 2012Brawijaya University 1. pupuk organik pupuk tradisional - pupuk kandang – kotoran ternak - ‘night soil’ – kotoran manusia - pupuk hijau – kompos 2. Pupuk anorganik pupuk buatan 3. Makanan tambahan . Co: limbah Agro-industri Dari Ekosistem ‘kolam’ alamiah dapat diturunkan 3 sistem akuakultur: 1. Sistem I Yakni sistem akuakultur dengan vegetasi sebagai input. Karena input utamanya adalah vegetasi (Aquatic macrophyte), maka dalam sistem ini harus ada ikan herbivora. Ikan ini, terutama ikan “grass carp” (Ctenopharyngodon idella) yg sgt efektif dlm konsumsi vegetasi mampu mengkonsumsi vegetasi sebesar 100 – 174% dari berat badannya/hari dg konversi berkisar antara 30-200 (berat basah) Oleh karena itu, ekresi yg dikeluarkan cukup banyak dan mampu memupuk kolam karenanya disebut “living manuring machine”.
  5. 5. Maheno Sri Widodo dan Rinda Puspasari - FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN 5 Dasar-dasar budidaya/Jaringan Makanan dalan Kolam Ikan 2012Brawijaya University Sistem ini dikenal dengan juga “TRADITIONAL CHINESE CARP POLYCULTURE SYSTEM” Yang kemudian di adopsi (diluar China) dan dimodifikasi disesuaikan dengan kondisi dan spesies setempat. Sedangkan tradisi di China: “Taking care of themselves” Ikan-ikan herbivora lain yg berpotensi untuk digunakan dlm sistem ini: • Ikan Gurami: makanannya: daun-daunan, mis: keladi, ketela pohon, genjer & hmpr semua aquatic macrophyte. • Ik. Tawes (Puntius javanicus): makanannya: submersed aquatic macrophytes misal: hydrilla, najas, ceratophyllum, lemna, wolfia, dll. • Tilapia rendalli, dll. 2. Sistem II Adalah sistem akuakultur dg pemupukan sebagai input Pemupukan organik & anorganik (manuring) Secara umum pemupukan ditujukan utk peningkatan produksi pakan alami (produksi primer = fitoplankton) Potensi produksi ikan yg berdasar pd ‘RANTAI MAKANAN FITOPLANKTON’ bergantung pada: a) Laju produktifitas fitoplankton b) Efisiensi menyaring fitoplankton & efisiensi konversinya (menjadi daging ikan) Produktifitas produksi primer dibatasi o/ cahaya (penetrasi – self shading effect) & ”filter feeding fish” yg mampu mambil fitopl di lapisan permukaan kolom air shg dpt mningkatkan penetrasi cahaya utk menstimulir peningkatan “NET PRIMARY PRODUCTIVITY” & “FISH GROWTH” Sistem II ini dibatasi oleh: Jenis pupuk: Kolam dg pupuk anorganik ‘yield’ nya jarang melampaui 10kg/ha/hari (Schroeder, 1977&1978) Penetrasi cahaya: cahaya membatasi yield/hasil Pemecahannya: Dg menstimulir produktifitas produksi primer melalui pemupukan dg pupuk organik/manuring pupuk kandang Bakteri, protozoa & fungi yg tumbuh di permukaan padatan dpt mjd makann bg ikan Degradasi bahan organik o/bakteri melepaskan CO2 utk pertumbhn fitopl. “carbon manuring method” Dg manuring yg intensif yield dpt meningkat Dlm sistem ini secara simultan dibangun : a. AUTOTROPHIC FEEDING PATHWAY b. HETEROTROPHIC FEEDING PATHWAY Ikan-ikan filter feeder yg mampu ‘menyaring’ fitoplankton & memanfaatkan scr efisien Silver carp Hypophthalmichtys molitrix (ikan mola) Mempunyai ‘gill rakers’ yang rapat 20-40 m, bisa menyaring plankton ukuran > 20 m Big head carp Aristichthys nobilis Mempunyai gill rakers yg jarang > 60 m, bs mnyaring partikel/zooplankton ukuran > 60 m. Tilapia
  6. 6. Maheno Sri Widodo dan Rinda Puspasari - FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN 6 Dasar-dasar budidaya/Jaringan Makanan dalan Kolam Ikan 2012Brawijaya University Mensekresi mucus dari sel dalam “bucco pharyngeal cavity” sehingga mampu menjebak organisme renik menjadi gumpalan yang terselimuti oleh mucus tersebut. Ikan-ikan planktonivorous lainnya yang mekanisme (cara) makannya belum dapat diungkapkan dengan jelas adalah: misalnya: Ikan tambakan (kissing gourami) yang hidup pada lapisan permukaan dan kolom air dan pemakan plankton. Ikan Nilem pemakan fitoplankton dan zooplankton Ikan Sepat Siam (Trichogaster pectoralis) pemakan fito dan zooplankton, detritus. Sehingga dapat disimpulkan bhw kedua sistem budidaya tersebut secara polikultur Ada 2 hal penting dalam kedua sistem akuakultur tsb, yakni: 1. AUTOTROPHIC (FOOD CHAIN) SYSTEM Fitoplankton mengambil nutrien anorganik yg berasal dari dekomposisi bahan organik oleh bakteri & pupuk anorganik. Untuk fotosintesa proses ini memerlukan cahaya yang kemudian menghasilkan “blooming fitoplankton” dimakan oleh ikan-ikan “filter feeder” 2. HETEROTROPHIC (FOOD CHAIN) SYSTEM Bakteri mendekomposisi bahan organik (proses ini memerlukan O2) & melepaskan nutrien anorganik (termasuk carbon) yg kamu diambil oleh fitoplankton. Zooplankton memakan fitoplankton dan bakteri, kemudian dimakan oleh ikan. 3. Sistem III Makanan buatan atau “ikan rucah” sebagai input Sistem ini budidaya monokultur & kontribusi ‘makanan alami‘ dianggap/hampir tidak ada a. Monokultur “semi intensif” Dalam kolam air tergenang
  7. 7. Maheno Sri Widodo dan Rinda Puspasari - FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN 7 Dasar-dasar budidaya/Jaringan Makanan dalan Kolam Ikan 2012Brawijaya University Dengan pemupukan Jarang ada pnggantian air Tanpa sirkulasi Tanpa aerasi (hanya jika dianggap perlu) Dengan makanan tambahan/buatan Density sedang s/d relatif tinggi b. Monokultur intensif Jika dipupuk hanya u/ menstimulir pertumbhn fitopl O2 Ganti air scr teratur/ trs menerus mis: kolam air deras Dg sirkulasi & aerasi Mknan berupa pellet dg komposisi nutrisi lengkap Stocking density tinggi s/d sangat tinggi c. Monokultur dengan ikan rucah sebagai input ikan karnivora Ikan gabus Ikan kakap Ikan kerapu REFERENSI • Boyd, C.E.1971. “Water quality in warm water fish pond”. Hal: 127-157. • Boyd, C.E. “Water quality management for Pond Fishculture”. Hal 163-171. • Huet, M. 1970. TEXTBOOK OF FISH CULTURE. • Hepher, B & Pruginin, Y. 1981. COMMERCIAL FISH FARMING. • Lannan et al (Eds). 1983. PRINCIPLES & PRACTICES OF POND AQUACULTURE. • NEEDHAM AND NEEDHAM, 1962. “A GUIDE TO THE STUDY OF FRESHWATER BIOLOGY ”. • Stickney, R. 1979. PRINCIPLES OF WARMWATER AQUACULTURE. • Spliethoff, P.C. 1988. INTEGRATED FISH FARMING IN TROPICAL COUNTRIES. • Waynorovich, E. 1975. “ELEMENTARY GUIDE TO FISH CULTURE IN NEPAL” PROPAGASI 1. Latihan Jelaskan pengertian pupuk dan pemupukan didalam akuakultur serta jelaskan perbedaan pupuk organik dan anorganik. 2. Pertanyaan a) Mengapa didalam akuakultur, memelihara ikan karnivora dianggap tidak efisien? b) Mengapa sistem rantai makanan autotropic dan heterotropic dianggap penting didalam akuakultur. 3. Tugas Pakan alami yang dapat dibudidayakan dan banyak terdapat dialam dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu phytoplankton, zooplankton dan benthos. Berdasarkan literatur yang ada, beri contoh masing-masing 2 spesies, jelaskan mengenai aspek biologi beserta siklus hidupnya. (Buatlah makalah).
  8. 8. Maheno Sri Widodo dan Rinda Puspasari - FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN 8 Dasar-dasar budidaya/Jaringan Makanan dalan Kolam Ikan 2012Brawijaya University Powerpoint presentasi
  9. 9. Maheno Sri Widodo dan Rinda Puspasari - FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN 9 Dasar-dasar budidaya/Jaringan Makanan dalan Kolam Ikan 2012Brawijaya University

×