Ekologi dan Ilmu Lingkungan

8,622 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
8,622
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
231
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Ekologi dan Ilmu Lingkungan

  1. 1. Ekologi dan Ilmu Lingkungan Oleh: Gilang Gegono
  2. 2. Ekologi <ul><li>  Ilmu yang mempelajari interaksi antara organisme dengan lingkungannya dan yang lainnya. </li></ul><ul><li>Berasal dari kata Yunani oikos (&quot;habitat&quot;) dan  logos (&quot;ilmu&quot;). </li></ul><ul><li>Dari kata tersebut, ekologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik interaksi antar makhluk hidup maupun interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya. </li></ul><ul><li>Dalam ekologi, makhluk hidup dipelajari sebagai kesatuan atau sistem dengan lingkungannya. </li></ul>
  3. 3. <ul><li>Ekologi merupakan cabang ilmu yang masih relatif baru, yang baru muncul pada tahun 70-an. Akan tetapi, ekologi mempunyai pengaruh yang besar terhadap cabang biologinya. Ekologi mempelajari bagaimana makhluk hidupn dapat mempertahankan kehidupannya dengan mengadakan hubungan antar makhluk hidup dan dengan benda tak hidup di dalam tempat hidupnya atau lingkungannya. Ekologi, biologi, dan ilmu kehidupan lainnya saling melengkapi dengan zoologi dan botani yang menggambarkan hal bahwa ekologi mencoba memperkirakan, dan ekonomi energi yang menggambarkan kebanyakan rantai makanan manusia dan tingkat tropik. </li></ul>
  4. 4. Ilmu Lingkungan <ul><li>Ilmu yang mempelajari tentang lingkungan hidup, yang merupakan perpaduan konsep dan asas berbagai ilmu, terutama ekologi, yang bertujuan untuk mempelajari dan memcahkan masalah yang menyangkut hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungan. </li></ul>
  5. 5. <ul><li>Ilmu lingkunan juga tidak terlepas dari perilaku manusia itu sendiri sebagai suatu komponen lingkungan yang paling dominan. Sebab, manusia senantiasa mengolah, mengambil dan mengembangkan sesuatu yang ada di alam itu sendiri. Untuk mencapai keseimbangan lingkunan, otomatis diperlukan kesadaran dari manusia agar merasa memiliki dan menciptakan segenap makhluk hidup dan alam lingkungannya sebagai tempat hidupnya. </li></ul>
  6. 6. Perbedaan Ekologi dan Ilmu Lingkungan <ul><li>Perbedaan utama ilmu lingkungan dan ekologi adalah dengan adanya misi untuk mencari pengetahuan yang arif, tepat (valid), baru, dan menyeluruh tentang alam sekitar, dan dampak perlakuan manusia terhadap alam. Misi tersebut adalah untuk menimbulkan kesadaran, penghargaan, tanggung jawab, dan keberpihakan terhadap manusia dan lingkungan hidup secara menyeluruh. </li></ul>
  7. 7. Asas-Asas Pengetahuan Lingkungan <ul><li>Asas 1 </li></ul><ul><li>Semua energi yang memasuki sebuah organisme, popoulasi, atau ekosistem dapat dianggap sebagai energi yang tersimpan atau terlepaskan. Energi dapat diubah ddari satu bentuk ke bentuk lain, tetapi tidak dapat hilang, dihancurkan, atau diciptakan. </li></ul><ul><li>Asas 2 </li></ul><ul><li>Tidak ada sistem perubahan energi yang betul-betul efisien. </li></ul><ul><li>Asas 3 </li></ul><ul><li>Materi, energi, ruang, waktu, dan keanekaragaman, semuanya termasuk kategori sumber daya alam. </li></ul><ul><li>Asas 4 </li></ul><ul><li>Kalau pengadaan semua kategori sumber daya alam sudah mencapai optimum, pengaruh kenaikan berikutnya justru akan menurunkan pertumbuhan suatu populasi organisme. Kenaikan yang melampaui batas maksimum, bahkan akan menumbulkan kesan merusak atau meracuni. </li></ul>
  8. 8. Asas-Asas Pengetahuan Lingkungan <ul><li>Asas 5 </li></ul><ul><li>Ada dua jenis sumbe alam, yaitu sumber alam yang pengadaannya dapat merangsang penggunaan seterusnya, dan yang tidak mempunyai daya rangsang penggunaan lebih lanjut. </li></ul><ul><li>Asas 6 </li></ul><ul><li>Individu dan spesies yang mempunyai lebih banhyak keturunan daripada saingannya, ccenderung berhasil mengalahkan saingannya itu. </li></ul><ul><li>Asas 7 </li></ul><ul><li>Kemantapan keanekaragaman suatu komunitas lebih tinggi di alam lingkunganyang “mudah diramal”. </li></ul><ul><li>Asas 8 </li></ul><ul><li>Sebuah habitat dapat jenuh atau tidak oleh keanekaragaman takson, bergantung kepada bagaimana nicia dalam lingkungan hidup itu dapat memisahkan takson tersebut. </li></ul>
  9. 9. Asas-Asas Pengetahuan Lingkungan <ul><li>Asas 9 </li></ul><ul><li>Keanekaragaman komunitas apa saja sebanding dengan biomasa dibagi produktivitasnya. </li></ul><ul><li>Asas 10 </li></ul><ul><li>Pada lingkungan yang stabil perbandingan antara biomasa dengan porduktivitas (B/P) dalam perjalanan waktu naik mencapai sebuah asimtot. </li></ul><ul><li>Asas 11 </li></ul><ul><li>Sistem yang sudah mantap (dewasa) mengeksploitasi sistem yang belum mantap (belum dewasa). </li></ul><ul><li>Asas 12 </li></ul><ul><li>Kesempurnaan adaptasi suat sifat atau tabiat bergantung kepada kepentingan relatifnya di dalam keadaan suatu lingkungan. </li></ul><ul><li>Asas 13 </li></ul><ul><li>Lingkungan yang secara fisik mantap memungkinkan terjadinya penimbunan keanekaragaman biologi dalam ekosistem yang mantap (dewasa), yang kemudian dapat menggalakkan kemantapan populasi. </li></ul><ul><li>Asas 14 </li></ul><ul><li>Derajat pola keterauran naik-turunnya populasi bergantung kepada jumlah keturunan dalam sejarah populasi sebelumnya yang nanti akan mempengaruhi populasi itu. </li></ul>

×