Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
PENGUKURAN KONDUKTIVITAS TERMALA.    TUJUAN      1. Mengukur konduktivitas termal beberapa material yang berbeda      2. M...
Keterangan dari material yang digunakan:1. Masonite      Masonite adalah jenis hardboard ditemukan oleh William H. Mason. ...
3. Wood   Kepadatan kayu terkait erat dengan berat jenis kayu (perbandingan berat dan volume   kayu dalam keadaan udara ke...
C. TEORI DASAR    Konduksi termal adalah suatu fenomena transport di mana perbedaan temperaturmenyebabkan transfer energi ...
= kA     Dalam penampang         = energi panas total yang dikonduksikan , A= luas dimanakonduksi mengambil tempat,      =...
Marmar                         2.08-2.94 Batu pasir                     1.83 Kaca, jendela                  0.78 Kayu, map...
K=       Dalam teknik pengukuran konduktivitas termal, suatu plat material yang akan diujidi jepitkan di antara satu ruang...
Gambar 2. Susunan peralatan untuk konduktivitas termal4. Mengukur diameter dari bloke s dan nilai ini dilambangkan dengan ...
E. DATA PENGAMATAN  Jenis sampel : Masonite h=0,73 cm Mt=53,7 gr No d1 (cm)         d2 (cm)   ta(menit)   Ma (gr)   tau   ...
4           -          3,9           -          -      3 menit   11,0      Sesudah 5                                      ...
= 5,63 cm         Sheet Rock         dAVE =               =               = 4,70 cm         Lexan         dAVE =          ...
= (3,14)(2,67 cm)2            = 3,14 x 7,13 cm2            =173 cm2          Lexan          dAVE = 6,98cm          r =3,49...
= 0,10 gr/sMau = 15,8 gr R=  =   =0,0.09 gr/ sSheet RockMa =16,4 grRa =     =     = 0,09 gr/sMau = 11,1 grR=  =   =0,06gr/...
=          =0,09 gr/ s4. Menghitung laju pada es yang melebur sesuai dengan temperatur differensial   untuk setiap materia...
6. Nilai konduktivitas termal dari setiap material sampel           Masonite           Ro = 0,01 gr/s           h = 0,73 c...
Lexan           Ro = 0,01gr/s           h = 0,6 cm           A = 38,0 cm2           ΔT = 100           K=           =     ...
PEMBAHASAN     A. Referensi Teori     Koefisien konduktivitas termal (k) merupakan formulasi laju panas pada suatu bendade...
Sedangkan untuk bahan isolator memiliki sifat-sifat bahan sebagai berikut :1) Sifat Kelistrikan   Bahan penyekat mempunyai...
B. Analisis Hasil Praktikum       Berdasarkan eksperimen yang dilakukan didapat bahwa luas permukaan materialsampel <A> un...
Wood        = isolator                      Sheet rock = isolator                      Lexan       = isolatorPENUTUP      ...
Daftar Pustakahttp://en.wikipedia.org/wikiMikrajuddin Abdullah.2005.Fisika SMA Kelas X Semester 2.Jakarta;ErlanggaTim Eksp...
MAKALAH PRAKTIKUM EKSPERIMEN FISIKA      Pengukuran konduktivitas termal                                                  ...
Makalah konduktifitas termal
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Makalah konduktifitas termal

21,732 views

Published on

  • Be the first to comment

Makalah konduktifitas termal

  1. 1. PENGUKURAN KONDUKTIVITAS TERMALA. TUJUAN 1. Mengukur konduktivitas termal beberapa material yang berbeda 2. Menentukan tipe material sampel yang digunakan apakah konduktor atau isolatorB. ALAT DAN BAHAN Peralatan yang digunakan dalam kegiatan pengukuran dapat diperhatikan padagambar 1. Gambar 1. Peralatan yang dibutuhkan pada percobaan NO NAMA PERALATAN KETERANGAN JUMLAH 1 Stand with insulating pad Tempat material es 1 2 Generator uap Penghasil uap 1 3 Tabung 1 Mengumpulkan es yang melebur 1 4 Tabung 2 Mengumpulkan uap yang 1 terkondensasi 5 Material berbeda Masonite,wood,lexan,sheetrock 1 set 6 Termometer Pengukuran suhu 1 7 Jangka sorong Mengukur diameter es 1 8 Stopwatch Pencatat waktu 1
  2. 2. Keterangan dari material yang digunakan:1. Masonite Masonite adalah jenis hardboard ditemukan oleh William H. Mason. Produksi massal dimulai pada tahun 1929. Hal ini dibentuk dengan menggunakan metode Mason, menggunakan kayu chip, peledakan mereka ke dalam serat panjang dengan uap dan kemudian membentuk mereka ke papan. Papan tersebut kemudian ditekan dan dipanaskan untuk membentuk papan selesai. Tidak ada lem lain materi atau ditambahkan. Serat lama memberikan Masonite tinggi lentur kekuatan, kekuatan tarik , kepadatan dan stabilitas. Tidak seperti panel kayu komposit yang diproduksi menggunakan formalin berbasis resin- untuk serat mengikat, Masonite dibuat dengan menggunakan bahan alami saja, yang membuat produk ramah lingkungan. Masonite membengkak dan membusuk dari waktu ke waktu bila terkena elemen. Koefisien Konduktivitas termal 0,2 W / m ° K. (http://en.wikipedia.org/wiki)2. Lexan Lexan adalah nama merek untuk lembar polikarbonat resin termoplastik . Bahan polikarbonat utama dihasilkan oleh reaksi bisphenol A dan fosgen (COCl 2). Polycarbonate adalah bahan yang sangat tahan lama. Meskipun memiliki ketahanan yang berdampak tinggi, memiliki ketahanan yang rendah gores. polimer ini sangat transparan untuk cahaya tampak dan memiliki karakteristik transmisi cahaya lebih baik daripada berbagai jenis kaca. Tidak seperti kebanyakan termoplastik, polikarbonat dapat mengalami deformasi plastik besar tanpa retak atau pecah. Sebagai hasilnya, dapat diolah dan dibentuk pada suhu kamar. Lexan mempunyai sifat yang tahan terhadap suhu. Koefisien Konduktivitas termal: 0,19-0,22 W / (m ° K).( http://en.wikipedia.org/wiki)
  3. 3. 3. Wood Kepadatan kayu terkait erat dengan berat jenis kayu (perbandingan berat dan volume kayu dalam keadaan udara kering dengan kadar air sekitar 15%) dan kekuatan kayu. Koefisien Konduktivitas termal : 0,04-0,4 W / (m ° K).( http://en.wikipedia.org/wiki)4. Sheet Rock Sheetrock atau drywall dikenal juga sebagai eternit atau papan gypsum, adalah sebuah panel terbuat dari gypsum plaster ditekan antara dua lembar kertas tebal. Sebuah panel papan dinding terbuat dari kertas liner membungkus suatu inti dibuat terutama dari gypsum plaster, semi- hydrous bentuk kalsium sulfat (CaSO 4 · ½ H 2 O). gipsum baku, CaSO 4 ·2H 2 O, (ditambang atau diperoleh dari desulfurisasi gas buang ( FGD )) harus dikalsinasi sebelum digunakan. plester ini dicampur dengan serat (biasanya kertas dan / atau fiberglass ), plasticizer , berbusa agen , digiling halus kristal gipsum sebagai akselerator, pati atau chelate sebagai retarder, berbagai aditif yang dapat meningkatkan jamur dan / atau tahan api ( fiberglass atau vermikulit ), lilin emulsi atau silane untuk penyerapan air rendah dan air. Ini kemudian dibentuk oleh mengapit inti dari gips yang basah antara dua lembar kertas tebal atau tikar fiberglass. Ketika inti set dan dikeringkan di ruang pengeringan besar, sehingga menjadi cukup kaku dan kuat. SheetRock memiliki sifat elastic termo yang sangat baik. Hal ini memungkinkan SheetRock untuk berhasil menahan berbagai variasi suhu. Koefisien Konduktivitas termal : 0,17 W / (m ° K).( http://en.wikipedia.org/wiki)
  4. 4. C. TEORI DASAR Konduksi termal adalah suatu fenomena transport di mana perbedaan temperaturmenyebabkan transfer energi termal dari satu daerah benda panas ke daerah yang lain daribenda yang sama pada temperatur yang lebih rendah. (Tim Eksperiment fisika, 2009). Panas yang ditransfer dari suatu titik ke titik yang lain melalui salah satu dari tigametoda yaitu:1. Konduksi adalah Bila panas yang di transfer tidak diikuti dengan perpindahan massa dari benda. Konduksi diakibatkan oleh tumbukan antar molekul penyusun zat. Ujung benda yang panas mengandung molekul yang bergetar lebih cepat. Ketika molekul yang bergetar cepat tadi menumbuk molekul di sekitarnya yang lebih lambat, maka terjadi transfer energi ke molekul disebelahnya sehingga getaran molekul yang semula lambat menjadi lebih cepat. Molekul ini kemudian menumbuk molekul lambat di sebelahnya dengan disertai transfer energi. Demikian seterusnya sehingga pada akhirnya energi sampai pada ujung benda yang lainnya.2. Konveksi terjadi karena gerakan massa molekul dari satu tempat ke tempat lain. Konveksi terjadi perpindahan molekul dalam jarak yang jauh.3. Radiasi adalah perpindahan panas tanpa memerlukan medium. (Mikrajuddin Abdullah. 2005; 56-59) Penyelidikan terhadap konduktivitas termal adalah untuk menyelidiki laju dari konduksitermal melalui beberapa material. Jumlah panas yang dikonduksikan melalui materialpersatuan waktu dilukiskan oleh persamaan: = kA Dalam kasus perubahan temperatur sebagai akibat perubahan posisi yang sangat kecildi mana Δx 0, maka berlaku: = Bila garis dari aliran panas adalah parallel , maka gradien temperature (kuantitas fisikyang menggambarkan ke arah mana dan berapa tingkat suhu perubahan yang paling cepatdi seluruh lokasi tertentu) pada setiap penampang adalah sama. Untuk kondisi ini jumlahpanas yang dikonduksikan persatuan waktu dapat dituliskan dalam bentuk :
  5. 5. = kA Dalam penampang = energi panas total yang dikonduksikan , A= luas dimanakonduksi mengambil tempat, = perbedaan temperatur dua sisi dari material, = waktuselama konduksi terjadi , h= ketebalan dari material dan k= konduktivitas termal darimaterial.(Tim Eksperiment fisika, 2009) Koefisien konduktivitas termal k didefinisikan sebagai laju panas pada suatu bendadengan suatu gradien temperatur . Dengan kata lain konduktivitas termal menyatakankemampuan bahan menghantarkan kalor.(Hasra, Amran:2008). Nilai konduktivitas termalpenting untuk menentukan jenis dari penghantar yaitu konduksi panas yang baik (goodconductor) untuk nilai koefisien konduktivitas termal yang besar dan penghantar panasyang tidak baik(good insulator) untuk nilai koefisien panas yang kecil. (Tim Eksperimentfisika, 2009)Konduktivitas termal berbagai bahan pada 0 : BAHAN Konduktivitas termal(k) W/M Logam Perak(murni) 410 Tembaga(murni) 385 Alumunium (murni) 202 Nikel(murni) 93 Besi(murni) 73 Baja karbon,1% 43 Timbal (murni) 35 Baja krom - 16.3 nikel(18%Cr,8%Ni) Bukan logam Kuarsa(sejajar sumbu) 41.6 Magnesit 4.15
  6. 6. Marmar 2.08-2.94 Batu pasir 1.83 Kaca, jendela 0.78 Kayu, maple atau ek 0.17 Serbuk gergaji 0.059 Wol kaca 0.038Sumber (j.P. Holman,1993:6-10) Energi termal dihantarkan dalam zat padat menurut salah satu dari dua modusberikut : melalui getaran kisi (lattice vibration) atau dengan angkutan melalui elektronbebas. Dalam konduktor listrik yang baik, diman terdapat elektron bebas yang bergerak didalam stuktur kisi bahan –bahan , maka elektron di samping dapat mengangkut muatanmuatan listrik, dapat pula membawa energy termal dari daerah bersuhu tinggi ke daerahbersuhu rendah, sebagaimana halnya dalam gas. Bahkan elektron ini sering di sebut gaselektron (electron gas). Energi dapat pula berpindah sebagai energi getaran dalam stukturkisi bahan. Namun , pada umumnya perpindahan energi melalui gataran ini tidaklahsebanyak dengan cara angkutan elektron. Karena itu, penghantar listrik yang baik selalumerupakan penghantar kalor yang baik pula, seperti halnay tembaga, alumunium danperak. Sebaliknya isolator listrik yang baik merupakan isolator kalor pula. Konduktivitastermal beberapa zat padat tertentu. Konduktivitas termal berbagai bahan isolator juga diberikan dalam table.Sebagaicontoh, nilai untuk wol kaca(glass wol) ialah 0.038W/m dan untuk kaca jendela 0.78W/m . Pada suhu tinggi , perpindahan energy pada bahan isolator berlangsung dalambeberapa cara:konduksi melalui bahan berongga atau padat, konduksi melalui udara yangterkurung dalam rongga –rongga dan jika suhu cukup tinggi melalui radiasi.(j.P.Holman,1993:6-10). Karena itu nilai dari konduktivitas termal menjadi penting untukdibahas. Nilai konduktivitas termal suatu material dapat ditentukan melalui pengukuran taklangsung. Dengan melakukan pengukuran secara langsung terhadap beberapa besaran lain,maka nilai konduktivitas termal secara umum dapat ditentukan melalui persamaan:
  7. 7. K= Dalam teknik pengukuran konduktivitas termal, suatu plat material yang akan diujidi jepitkan di antara satu ruang uap (stem chamber) dengan mempertahankan temperaturkonstan sekitar 100 dan satu blok es yang di pertahankan pada temperatur Konstan 0 . Berarti perbedaan temperatur di antara dua permukaan dari materialadalah 100 . Panas yang di transfer diukur dengan mengumpulkan air yang berasal daries yang melebur . Es melebur pada suatu laju 1 gram per 80 kalori dari aliran panas (panaslaten untuk peleburan es). Karena itu konduktivitas termal dari suatu material dapatditentukan menggunakan persamaan: K= Dalam system CGS kalor lebur es adalah 80 kal/gram(Tim eksperimenfisika,2009). D. PROSEDUR KERJA 1. Mengisi benjana es dengan air lalu bekukan dalam freezer . Pekerjaan ini dilakukan sebelum pelaksanaan kegiatan pratikum. 2. Mengukur ketebalan dari setiap material sampel yang digunakan dalam pratikum(h). 3. Memasang material sampel pada tabung ruang uap seperti yang ditunjukan pada gambar 2
  8. 8. Gambar 2. Susunan peralatan untuk konduktivitas termal4. Mengukur diameter dari bloke s dan nilai ini dilambangkan dengan d1. Tempatkan es tersebut di atas sampel.5. Membiarkan es berada di atas sampel selama beberapa menit sehingga es mulai melebur dan terjadi kontak penuh antara es dengan permukaan material sampel.6. Mentukan massa dari tabung kecil yang digunakan untuk menampung es yang melebur(Mt).7. Mengumpulkan es yang melebur dalam tabung untuk suatu waktu pengukuran ta Misalnya sekitar 3 menit, lakukan untuk 3 kali pengukuran.8. Menentukan massa dari tabung yang berisi es yang melebur tadi(Mta)9. Menentukan massa es yang melebur (Ma) dengan cara mengurangi Mta dengan Mt10. Mengalirkan uap ke dalam ruang uap .biarkan uap mengalir untuk beberapa menit sampai temperature mencapai stabil sehingga aliran panas dalam keadaan mantap (steady), artinya temperature pada beberapa titik tidak berubah terhadap waktu.11. Mengosongkan tabung yang digunakan untuk mengmpulkan es yang melebur. Ulangi langkah 6 sampai 9 tetapi pada waktu ini dengan uap dialirkan ke dalam ruang uap dalam suatu waktu tertentu tau(missal sekitar 3 menit). Ukurlah massa es yang melebur (Mau). Lakukan lah untuk 3 kali pengukuran.12. Melakukanlah pengukuran ulang diameter bloke s yang dinyatakan dengan d2.13. Melakukanlah kegiatan yang sama untuk sampel material yang lainnya.
  9. 9. E. DATA PENGAMATAN Jenis sampel : Masonite h=0,73 cm Mt=53,7 gr No d1 (cm) d2 (cm) ta(menit) Ma (gr) tau Mau(gr) Ket (menit) 1 9,45 - 3 menit 22,2 - - Sebelum 2 19,9 dialiri 3 26,0 uap 4 - 6,6 - - 3 menit 21,0 Sesudah 5 20,4 dialiri 6 20,0 uap Jenis sampel : Wood h=0,95 cm Mt=53,7 gr No d1 (cm) d2 (cm) ta(menit) Ma (gr) tau Mau(gr) Ket (menit) 1 7,75 - 3 menit 18,0 - - Sebelum 2 20,4 dialiri 3 19,0 uap 4 - 4,5 - - 3 menit 15,8 Sesudah 5 16,0 dialiri 6 16,0 uap Jenis sampel : Sheet Rock h=0,65 cm Mt=53,7 gr No d1 (cm) d2 (cm) ta(menit) Ma (gr) tau Mau(gr) Ket (menit) 1 6,75 - 3 menit 16,4 - - Sebelum 2 18,5 dialiri 3 15,4 uap
  10. 10. 4 - 3,9 - - 3 menit 11,0 Sesudah 5 11,9 dialiri 6 11,0 uap Jenis sampel : Lexan h=0,6 cm Mt=53,7 gr No d1 (cm) d2 (cm) ta(menit) Ma (gr) tau Mau(gr) Ket (menit) 1 8,70 - 3 menit 17,9 - - Sebelum 2 22,0 dialiri 3 20,7 uap 4 - 5,25 - - 3 menit 16,4 Sesudah 5 20,0 dialiri 6 20,9 uapF. PENGOLAHAN DATA 1. Menghitung diameter rata-rata dari es selama eksperimen(dave) dari d1 dan d2 Masonite dAVE = = = 7,23 cm Wood dAVE = =
  11. 11. = 5,63 cm Sheet Rock dAVE = = = 4,70 cm Lexan dAVE = = = 6,31 cm2. Menghitung luas diatas aliran panas antara es yang berkontak dengan permukaan material sampel (A) dengan diameter dAVE Masonite dAVE = 8,03 cm r = 4,015 cm A= r2 = (3,14)(4,015 cm)2 = 3,14 x 16,120 cm2 =506 cm2 Wood dAVE = 6,13 cm r =3,07 cm A= r2 = (3,14)(3,07 cm)2 = 3,14 x 9,39cm2 =295 cm2 Sheet Rock dAVE =5,34 cm r =2,67 cm A= r2
  12. 12. = (3,14)(2,67 cm)2 = 3,14 x 7,13 cm2 =173 cm2 Lexan dAVE = 6,98cm r =3,49 cm A= r2 = (3,14)(3,49 cm)2 = 3,14 x 12,18 cm2 =312 cm23. Menghitung laju es yang melebur sebelum dialirkan uap(Ra) dan laju setelah dialirkan uap (R) untuk setiap material sampel Mesonite Ma = 22,2 gr Ra = = = 0,12 gr/s Mau = 21 gr R= = =0,11 gr/ s Wood Ma = 18 gr Ra = =
  13. 13. = 0,10 gr/sMau = 15,8 gr R= = =0,0.09 gr/ sSheet RockMa =16,4 grRa = = = 0,09 gr/sMau = 11,1 grR= = =0,06gr/ sLexanMa = 17,9 grRa = = = 0,10 gr/sMau = 16,4 grR=
  14. 14. = =0,09 gr/ s4. Menghitung laju pada es yang melebur sesuai dengan temperatur differensial untuk setiap material sampel Masonite R O = Ra – R = (0,12 – 0,11) gr/s = 0,01 gr/s Wood R O = Ra – R = (0,11 – 0,09) gr/s = 0,02 gr/s Sheet Rock R O = Ra – R = (0,09 – 0,006) gr/s = 0,03 gr/s Lexan R O = Ra – R = (0,09 – 0,08) gr/s = 0,01 gr/s5. Memasukan data hasil perhitungan pada poin sebelumnya pada sebuah tabel Tabel data hasil perhitungan diameter rata-rata , luas dan laju peleburan NO SAMPEL dAVE A(cm2) Ra(g/s) R(g/s) Ro(g/s) (cm) 1 Masonite 8,03 50,6 012 011 0,01 2 Wood 6,98 29,5 O,011 0,09 0,02 3 Sheet Rock 5,34 22,4 0,09 0,06 0,03 4 Lexan 6,98 38,0 0,09 0,08 0,01
  15. 15. 6. Nilai konduktivitas termal dari setiap material sampel Masonite Ro = 0,01 gr/s h = 0,73 cm A = 50,6 cm2 ΔT = 100 K= = = 0,012 x 10-5 kal/cm s Wood Ro = 0,02 gr/s h = 0,95 cm A = 29,5 cm2 ΔT = 100 K= = = 0,049 x 10-5 kal/cm s Sheet rock Ro = 0,03 gr/s h = 0,65 cm A = 22,4 cm2 ΔT = 100 K= = = 0,069 x 10-5 kal/cm s
  16. 16. Lexan Ro = 0,01gr/s h = 0,6 cm A = 38,0 cm2 ΔT = 100 K= = = 0,013 x 10-5 kal/cm s7. Menentukan jenis material sampel berdasarkan nilai konduktivitas termal Masonite = isolator Wood = isolator Sheet rock = isolator Lexan = isolator8. Nilai konduktivitas untuk setiap material sampel berdasarkan praktikum yang didapat: Masonite = 0,012 x 10-5 kal/cm s Wood = 0,049 x 10-5 kal/cm s Sheet rock = 0,069 x 10-5 kal/cm s Lexan = 0,013 x 10-5 kal/cm s Masonite<lexan<wood<Seet Rock
  17. 17. PEMBAHASAN A. Referensi Teori Koefisien konduktivitas termal (k) merupakan formulasi laju panas pada suatu bendadengan suatu gradien temperature. Nilai konduktivitas termal sangat berperan pentinguntuk menentukan jenis dari penghantar yaitu konduksi yang baik atau buruk. Suatu bahandikatakan konduktor (penghantar panas yang baik) bila bahan tersebut mempunyai nilai kyang besar yaitu > 4.15 W/mºC, biasanya bahan tersebut terbuat dari logam. Sedangkanuntuk isolator (penghantar panas yang buruk) mempunyai nilai k < 4.01 W/mºC, biasanyabahan tersebut terbuat dari bahan bukan logam. ( J.P.Holman, 1993 : 6-7 ) Berdasarkan formulanya, konduktivitas termal suatu bahan ditentukan oleh tingkatan nilai suhu benda, yang juga menunjukkan laju perpindahan energi benda tersebut. Dari struktur atau komposisi material juga dapat menentukan nilai konduktivitas termal bahan. Adapun kategori bahan dapat dikelompokkan bersifat konduktor adalah : 1) Konduktifitasnya cukup baik. Konduktivitas yang dimaksud adalah konduktivitas bahan dan pengaruhnya terhadap perubahan suhu (termal). Suatu konduktivitas dikatakan baik jika nilai k nya melebihi batas standar bahan konduktor yaitu > 4.2 W/m°C 2) Kekuatan mekanisnya (kekuatan tarik) cukup tinggi. Kekuatan mekanis disini adalah kekuatan struktur bahan, artinya bahan tersebut tidak mudah rusak secara struktur. 3) Koefisien muai panjangnya kecil. 4) Modulus kenyalnya (modulus elastisitas) cukup besar. Bahan-bahan yang biasa digunakan sebagai konduktor, antara lain: 1) Logam biasa, seperti: tembaga, aluminium, besi, dan sebagainya. 2) Logam campuran (alloy), yaitu sebuah logam dari tembaga atau aluminium yang diberi campuran dalam jumlah tertentu dari logam jenis lain, yang gunanya untuk menaikkan kekuatan mekanisnya. 3) Logam paduan (composite), yaitu dua jenis logam atau lebih yang dipadukan dengan cara kompresi, peleburan (smelting) atau pengelasan (welding).
  18. 18. Sedangkan untuk bahan isolator memiliki sifat-sifat bahan sebagai berikut :1) Sifat Kelistrikan Bahan penyekat mempunyai tahanan listrik yang besar. Penyekat listrik ditujukan untuk mencegah terjadinya kebocoran arus listrik antara kedua penghantar yang berbeda potensial.2) Sifat Mekanis Mengingat luasnya pemakaiannya pemakaian bahan penyekat, maka dipertimbangkan kekuatan struktur bahannya. Dengan demikian, dapat dibatasi hal-hal penyebab kerusakan dikarenakan kesalahan pemakaiannya. Misal diperlukan bahan yang tahan tarikan, maka kita harus menggunakan bahan dari kain daripada kertas. Bahan kain lebih kuat terhadap tarikan daripada bahan kertas.3) Sifat Termis Panas yang ditimbulkan dari dalam oleh arus listrik atau oleh arus gaya magnet, berpengaruh terhadap kekuatan konduktivitas bahan sampel. Demikian panas yang berasal dari luar (alam sekitar).4) Sifat Kimia Panas yang tinggi yang diterima oleh bahan penyekat dapat mengakibatkan perubahan susunan kimia bahan. Demikian juga pengaruh adanya kelembaban udara, basah yang ada di sekitar bahan sampel.Adapun bahan yang tergolong kedalam bahan isolator adalah :1) Bahan tambang (batu pualam, asbes, mika, dan sebagainya)2) Bahan berserat (benang, kain, kertas, prespon, kayu, dan sebagainya)3) Gelas dan keramik4) Plastik5) Karet, bakelit, ebonit, dan sebagainya6) Bahan yang dipadatkan.
  19. 19. B. Analisis Hasil Praktikum Berdasarkan eksperimen yang dilakukan didapat bahwa luas permukaan materialsampel <A> untuk setiap sampel didapatkan bahwa luas diatas aliran panas antara es yangberkontak dengan permukaan sampel dengan diameter dave di dapat: Sheet Rock <Wood<Lexan< Masonite Dari hasil pengolahan data hasil eksperimen yang telah kami lakukan diperolehhargakoefisien konduktivitas termal masing-masing bahan sebagai berikut: Masonite = 0,012 x 10-5 kal/cm s ( 0,054 x 10-3 W/mºC ) Wood = 0,049 x 10-5 kal/cm s ( 0,205 x 10-3 W/mºC ) Sheet rock = 0,069 x 10-5 kal/cm s ( 0,289x 10-3 W/mºC ) Lexan = 0,013 x 10-5 kal/cm s ( 0,0549 x 10-3 W/mºC ) Dalam hal ini dapat kita ketahui bahwasanya nilai konduktivitas terbesar adalahjenis bahan Sheet Rock dibandingkan ketiga jenis bahan lainnya. Namun disini, keempatjenis bahan di atas dikategorikan pada bahan isolator karena kita ketahui bahwasannyasuatu bahan dikategorikan dalam konduktor apabila nilai koefisien konduktivitasnya > 4,2W/m . Dan suatu bahan dikategorikan dalam jenis isolator apabila nilai koefisienkonduktivitasnya < 4,2 W/m . Hal ini tidak sesuai dengan referensi yang kami jadikan rujukan, karena seharusnyakonduktivitas Masonite lebih besar dari wood, Sheet Rock dan lexan,tetapi praktikmendapatkan hal yang sebaliknya, hal ini dikarenakan pada waktu praktikum, praktikankurang teliti pada waktu pembacaan alat ukur yang kami gunakan. Dalam menentukankonduktivitas termal juga di pengaruhi oleh luas diatas aliran panas antara es denganpermukaan sampel. Semakin tinggi nilai A maka konduktivitas termal semakin kecil.Menentukan jenis material sampel berdasarkan nilai konduktivitas termal Masonite = isolator
  20. 20. Wood = isolator Sheet rock = isolator Lexan = isolatorPENUTUP Kesimpulan praktikum yang telah dilakukan, maka didapatkan nilai konduktivitas termal untukmasing-masing bahan material, yaitu : Masonite = 0,012 x 10-5 kal/cm s Wood = 0,049 x 10-5 kal/cm s Sheet rock = 0,069 x 10-5 kal/cm s Lexan = 0,013 x 10-5 kal/cm s Nilai konduktivitas termal secara langsung dapat menentukan sifat penghantardari sampel yang digunakan, dimana keseluruhan nilai k dari sampel material menunjukkannilai < 1 kal/cm s ºC. Disamping itu, kategori bahan yang digunakan berdasarkan sifat-sifatkonduktor dan isolator bahan juga akan menentukan sifat penghantar bahan. Dari hasilkonduktivitas yang didapat dalam praktikum bahwa semua bahan termasuk isolator. Dalam praktikum dan referensi sumber dari buku didapat nilai konduktivitastermal tidak sesuai, hal ini dikarenakan adanya kesalahan – kesalahan yang dilakukanselama praktikum, seperti, pada waktu pembacaan alat yang kurang teliti, dan selamapraktikum kurang berhati-hati
  21. 21. Daftar Pustakahttp://en.wikipedia.org/wikiMikrajuddin Abdullah.2005.Fisika SMA Kelas X Semester 2.Jakarta;ErlanggaTim Eksperimen Fisika.2009.Petunjuk Praktikum Eksperimen Fisika.Padang;FakultasMatematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,Universitas Negeri Padang.
  22. 22. MAKALAH PRAKTIKUM EKSPERIMEN FISIKA Pengukuran konduktivitas termal OLEH estuhono (01938/2008) deri utami alfitri (019 /2008) dwi fadhilah (019 /2008) Dosen Pembimbing Dra. Syakbaniah,M.Si Drs. Amran Hasrah Dra. Nailil Husnah,M.Si JURUSAN FISIKAFAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2010

×