Successfully reported this slideshow.
KELOMPOK 2
PAKU (Pteridophyta)
• Anggota :
1. Asti Nur Wijayanti
2. Devi Ayu Ramanadi
3. Enrico Abi
4. Frisalia Briliantik...
Ciri – Ciri Umum Pteridophyta
• Tumbuhan paku mempunyai akar, batang, dan daun yang
sebenarnya/sejati sehingga disebut tum...
•

•

•
•

•

Ada pteridophyta yang tidak menghasilkan
spora yang disebut tropofil/daun steril.
Tropofil berfungsi untuk f...
Cara Hidup dan Habitat Pteridophyta
Tumbuhan paku merupakan organisme fotoautotrof, artinya dapat membuat
makanan sendiri ...
Marilea sp.

Platycerium bifurcatum

Salvinia natans

Petris sp.

Adiantum cuneatum
Bentuk dan Ukuran Tubuh Pteridophyta
Tumbuhan
paku
termasuk
Cormophyta, berbentuk seperti tumbuhan tingkat
tinggi. Ada yan...
Struktur dan Fungsi Tubuh
Pteridophyta Berbentuk Sporofit
Tumbuhan paku pada umumnya berdaun, dan
daunnya memiliki urat ur...
Berdasarkan ukuran dan bentuk daunnya, tumbuhan
paku dibedakan menjadi 2 macam, yaitu :
1. Paku Heterofil, memiliki dua ma...
Daun dewasa dapat dibedakan berdasarkan
fungsinya, yaitu
1. Tropofil, adalah daun yang berfungsi khusus
untuk fotosintesis...
Berdasarkan jenis spora yang dihasilkan,
tumbuhan paku dibedakan menjadi :
• Paku homospora, menghasilkan satu jenis
spora...
Struktur dan Fungsi Tubuh Pteridophyta
Bentuk Gametofit
Gamteofit berupa talus, berbentuk lembaran seperti
hati atau daun ...
Gametofit akan membentuk alat kelamin
jantan (anteridium) dan alat kelamin betina
(arkegonium).
Anteridium
menghasilkan
sp...
Reproduksi Pteridophyta
• Metagenesis Tumbuhan Paku merupakan
serangkaian proses pergiliran keturunan
yang dialami oleh tu...
Ada 3 macam jenis-jenis reproduksi
pteridophyta
1. Metagenesis pada tumbuhan paku
homospora
2. Metagenesis pada tumbuhan p...
• Spora berkromosom haploid (n) bila jatuh di
habitat yang cocok akan berkecambah, selselnya membelah secara mitosis dan t...
• Zigot (2n) mengalami pembelahan secara mitosis
dan tumbuh menjadi tumbuhan paku (saprofit)
yang diploid (2n). Tumbuhan p...
KLASIFIKASI PTERIDOPHYTA
1. Psilopsida (Paku Purba)
2. Lycopsida (Paku Kawat)
3. Shenopsida atau Equisetopsida (Paku Ekor
...
1. Psilopsida (Paku Purba)
• Ciri-cirinya :
1. Hidup pada zaman purba.
2. Tingginya 30 cm – 1 m.
3. Tidak memiliki akar, b...
• Namun ada beberapa pengecualian terhadap pakupaku purba yang telah memiliki daun.
• Ciri-cirinya sebagai berikut :
• 1. ...
CONTOH PSILOPSIDA (PAKU PURBA )

1. Rhynia (merupakan paku yang tidak
berdaun)
2. Tmesipteris.(merupakan paku purba yang
m...
Tmesipteris

Rhynia

Psilotum.
Lycopsida (Paku Kawat)
• Lycopsida atau paku kawat sering juga disebut
sebagai club moss (paku ganda) dan ground pine
(pin...
5. Paku kawat yang berukuran kecil masih bisa
bertahan hidup sampai sekarang dan hidup
di hutan-hutan tropis, di tanah ata...
Contoh Lycopsida (Paku Kawat)
1. Lycopidium sp., menghasilkan satu jenis spora.
2. Selaginella sp,. Menghasilkan satu alat...
Shenopsida atau Equisetopsida (Paku
Ekor Kuda)
• Ciri-ciri :
1. Memiliki percabangan batang yang khas
berbentuk ulir atau ...
4. Batang berongga dan beruas-ruas
5. Menghasilkan spora demean bentuk dan ukuran
yang sama, tetapi jenusnya berbeda.
6. G...
Contoh Shenopsida
• Equisetum ramosissimum ( Masih hidup
sampai sekarang)
• Equisetum arvense ( Masih hidup sampai
sekaran...
Pteropsida (Paku Sejati)
• Pteropsida juga sering disebut sebagai pakis.
Ciri-ciri paku sejati :
1. Sudah memiliki akar, b...
5. Tulang daun bercabang-cabang.
6. Daun muda menggulung.
7. Mamiliki sporofil dan tropofil.
8. Gametofitnya memiliki klor...
Contoh Pteropsida
A. Adiantum fimbriatum

B. Aspleninum nidus
• Marsilea crenata
Peranan Pteridophyta
Pteridophyta atau tumbuhan paku memiliki manfaat
yang menguntungkan maupun merugugikan. Tumbuhan paku...
Bahan makanan (sayuran), misalnya Marsilea crenata
(semanggi) dan Pteridium aquilinum (paku garuda)
Pupuk hijau, misalny...
Gambar pteridophyta yang
mempunyai manfaaat
menguntungkan
Adiantum sp.

Equisetum

Selaginella plana

Platycerium sp.

Asp...
Marsilea crenata

Azolla pinnata

Pteridium aquilinum

Lycopodium sp.

Alsophila glauca
Pteridophyta atau tumbuhan paku yang merugikan antara

lain:
 Salvinia molesta (kayambung) yang merupakan gulma tanaman p...
Gambar Pteridophyta yang Dapat Membuat
Dampak Negatif Bagi Manusia Maupun
Lingkungan Sekitar

Salvinia molesta

Diplazium ...
Pteridophyta (Tumbuhan Paku)
Pteridophyta (Tumbuhan Paku)
Pteridophyta (Tumbuhan Paku)
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Pteridophyta (Tumbuhan Paku)

29,210 views

Published on

Materi Biologi Kelas X Semester 2 : Plantae

Published in: Education
  • Be the first to comment

Pteridophyta (Tumbuhan Paku)

  1. 1. KELOMPOK 2 PAKU (Pteridophyta) • Anggota : 1. Asti Nur Wijayanti 2. Devi Ayu Ramanadi 3. Enrico Abi 4. Frisalia Briliantika Dini 5. Nabilla Ersya Audina / X MIPA 1/ 3 / X MIPA 1/ 7 / X MIPA 1/ 9 / X MIPA 1/ 13 / X MIPA 1/ 21
  2. 2. Ciri – Ciri Umum Pteridophyta • Tumbuhan paku mempunyai akar, batang, dan daun yang sebenarnya/sejati sehingga disebut tumbuhan berkromus. • akar dan batangnya (rizoma) terdapat di bawah tanah, daun-daunnya tumbuh ke atas dari rizoma. Tetapi, ada yang batangnya muncul di atas tanah, misalnya Cyathea, Psilotum, dan Alsophyla. • Ciri khas daun pteridophyta muda adalah menggulung, dan daunnya ada yang kecil (mikrofil), ada pula yang besar (makrofil).  Mikrofil berbentuk rambut atau sisik, tidak bertangkai, dan tidak bertulang kecuali pada paku kawat dan paku ekor kuda.  Makrofil sudah bertangkai, bertulang daun, dan memiliki daging daun (mesofil) yang terdapat stomata, jaringan tiang, dan bunga karang.
  3. 3. • • • • • Ada pteridophyta yang tidak menghasilkan spora yang disebut tropofil/daun steril. Tropofil berfungsi untuk fotosintesis. Tetapi ada yang menghasilkan spora yang disebut sporofil /daun fertil. Spora terdapat di dalam sporangium, ada sel penutupnya yang berdinding tebal dan membentuk cincin yang disebut annulus. Sporangium terkumpul dalam sorus. Sorus terletak di helaian daun bagian bawah. Sorus muda terlindungi oleh indusium. Apabila dalam keadaan kekeringan, maka annulus mengerut dan sporangium akan pecah. Spora tersebut akan tersebar, bila lingkungannya cocok akan tumbuh menjadi individu baru. Bila ada embun yang membeku, maka daundaunnya akan mati tetapi akar dan batangnya masih hidup, jadi ada kemungkinan untuk hidup kembali. (A) Sorus, (B) indusium, dan (C) sporangium
  4. 4. Cara Hidup dan Habitat Pteridophyta Tumbuhan paku merupakan organisme fotoautotrof, artinya dapat membuat makanan sendiri dengan cara berfotosintesis. Habitat : 1. Di tempat lembab (higrofit) 2. Di air (hidrofit) Contoh : Azolla pinnata dan Salvinia natans 3. Permukaan batu Contoh : Petris sp. 4. Tanah contoh : Adiantum cuneatum (suplir), Alsophila glauca (paku tiang) 5. Tanah berair contoh : Marsilea sp. 6. Menempel (epifit) di kulit pohon contoh : Platycerium bifurcatum (paku tanduk rusa) dan Aspelnium nidus (paku sarang burung). Tumbuhan paku melimpah dan tumbuh subur di daerah hutan hujan tropis.
  5. 5. Marilea sp. Platycerium bifurcatum Salvinia natans Petris sp. Adiantum cuneatum
  6. 6. Bentuk dan Ukuran Tubuh Pteridophyta Tumbuhan paku termasuk Cormophyta, berbentuk seperti tumbuhan tingkat tinggi. Ada yang berukuran hanya beberapa sentimeter, misalnya paku air Azolla caroliniana. Ada pula yang seperti pohon dengan tinggi sekitar 5m, misalnya paku tiang Alsophila glauca. Tumbuhan paku mengalami pergantian bentuk gametofit dan sporofit. Sporofit mudah dibedakan karena berukuran lebih besar dan bentuk yang lebih kompleks daripada gametofit.
  7. 7. Struktur dan Fungsi Tubuh Pteridophyta Berbentuk Sporofit Tumbuhan paku pada umumnya berdaun, dan daunnya memiliki urat urat daun. Daun ini ada yang berukuran besar(makrofil) dan kecil(mikrofil). Tumbuhan paku yang tidak berdaun disebut paku telanjang, misalnya Psilotum. Daun tumbuhan paku yang muda dan menggulung disebut fiddlehead. Gulungan ini nantinya akan terbuka ketika daun tubuh menjadi dewasa.
  8. 8. Berdasarkan ukuran dan bentuk daunnya, tumbuhan paku dibedakan menjadi 2 macam, yaitu : 1. Paku Heterofil, memiliki dua macam daun yang berbeda ukuran dan bentuknya. Contohnya paku sisik naga, yang memiliki sporofil dengan ukuran yang lebih panjang dari tropofil. 2. Paku homofil, memiliki daun dengan ukuran dan bentuk yang sama. Contohnya suplir.
  9. 9. Daun dewasa dapat dibedakan berdasarkan fungsinya, yaitu 1. Tropofil, adalah daun yang berfungsi khusus untuk fotosintesis dan tidak mengandung spora. 2. Sporofil, adalah daun yang menghasilkan spora.
  10. 10. Berdasarkan jenis spora yang dihasilkan, tumbuhan paku dibedakan menjadi : • Paku homospora, menghasilkan satu jenis spora dengan bentuk dan ukuran sama. • Paku heterospora, menghasilkan dua jenis spora dengan ukuran berbeda. • Paku peralihan, menghasilkan spora yang berukuran sama, tapi jenisnya berbeda.
  11. 11. Struktur dan Fungsi Tubuh Pteridophyta Bentuk Gametofit Gamteofit berupa talus, berbentuk lembaran seperti hati atau daun waru yang disebut protalium (protalus). Gametofit melekat pada substrat dengan menggunakan rizoid. Gametofit yang berukuran kecil misalnya Equisetum dan Lycopodium. Gametofit berukuran besar misalnya Platycerium bifurcatum (paku tanduk rusa). Biasanya gametofit mengandung klorofil. Tetapi pada pteridophyta tertentu, misalnya yang bersimbiosis dengan jamur, zat organic diperoleh dari jamur simbion karena tidak memiliki klorofil.
  12. 12. Gametofit akan membentuk alat kelamin jantan (anteridium) dan alat kelamin betina (arkegonium). Anteridium menghasilkan spermatozoid berflagel, arkegonium menghasilkan ovum. Pteridophyta berumah satu memiliki gametofit biseksual (membentuk 2 macam alat kelamin), misalnya paku homospora. Pteridophyta berumah dua memiliki gamtofit uniseksual, misalnya paku heterspora dan paku peralihan.
  13. 13. Reproduksi Pteridophyta • Metagenesis Tumbuhan Paku merupakan serangkaian proses pergiliran keturunan yang dialami oleh tumbuhan paku (pteridophyta). • Dalam siklus hidup tumbuhan paku ini, fase sporofit lebih dominan dibandingkan dengan fase gametofitnya. • Gametofit tumbuhan paku berupa protalium, sedangkan sporofitnya berupa tumbuhan
  14. 14. Ada 3 macam jenis-jenis reproduksi pteridophyta 1. Metagenesis pada tumbuhan paku homospora 2. Metagenesis pada tumbuhan paku heterospora 3. Metagenesis pada tumbuhan paku peralihan (gabungan antara paku homospora dan paku heterospora)
  15. 15. • Spora berkromosom haploid (n) bila jatuh di habitat yang cocok akan berkecambah, selselnya membelah secara mitosis dan tumbuh menjadi protalium (gametofit) yang berhaploid (n) • Protalium membentuk alat kelamin jantan (anteridium) dan alat kelamin betina (arkegonium) yang berhaploid (n) • Anteridium menghasilkan spermatozoid berflagel (n) dan arkegonim menghasilkan ovum (n) • Spermatozoid membuahi ovum (n) di dalam arkegonium dan menghasilkan zigot diploid (2n)
  16. 16. • Zigot (2n) mengalami pembelahan secara mitosis dan tumbuh menjadi tumbuhan paku (saprofit) yang diploid (2n). Tumbuhan paku tersebut tumbuh keluar dari arkegonium induknya • Saprofit (tumbuhan paku) dewasa menghasilkan saprofil diploid (2n) atau daun penghasil spora • Sporofil (2n) memiliki sporangium (2n). Di dalam sporangium terdapat sel induk spora berkromosom diploid (2n). Sel induk spora (2n) mengalami pembelahan meiosis dan menghasilkan spora yang berhaploid (n)
  17. 17. KLASIFIKASI PTERIDOPHYTA 1. Psilopsida (Paku Purba) 2. Lycopsida (Paku Kawat) 3. Shenopsida atau Equisetopsida (Paku Ekor Kuda) 4. Pteropsida (Paku Sejati)
  18. 18. 1. Psilopsida (Paku Purba) • Ciri-cirinya : 1. Hidup pada zaman purba. 2. Tingginya 30 cm – 1 m. 3. Tidak memiliki akar, batang, dan daun sejati. 4. Memiliki rizom yang dikelilingi rizoid.
  19. 19. • Namun ada beberapa pengecualian terhadap pakupaku purba yang telah memiliki daun. • Ciri-cirinya sebagai berikut : • 1. daunnya berukuran kecil dan seperti sisik. • 2. batangnya bercabang, berklorofil, dan sudah memiliki pembuluh pengangkut untuk mengangkut air dan garam mineral. • 3. sporangium dibentuk di ketiak ruas batang. • 4. gametofit tersusun dari sel-sel yang tidak berklorofil.
  20. 20. CONTOH PSILOPSIDA (PAKU PURBA ) 1. Rhynia (merupakan paku yang tidak berdaun) 2. Tmesipteris.(merupakan paku purba yang masih hidup sampai sekarang dan ditemukan di kepulauan Pasifik) 3. Psilotum. (paku purba yang tumbuh di daerah tropis dan sub tropis)
  21. 21. Tmesipteris Rhynia Psilotum.
  22. 22. Lycopsida (Paku Kawat) • Lycopsida atau paku kawat sering juga disebut sebagai club moss (paku ganda) dan ground pine (pinus tanah). • Ciri-ciri paku kawat : 1. Hidup pada zaman purba. 2. Paku kawat saat ini sudah menjadi fosil atau endapan batubara. 3. Saat zaman purba, paku kawat rata-rata berukuran 3 m dan hidup di rawa-rawa. 4. Paku kawat punah saat rawa-rawa tersebut kering.
  23. 23. 5. Paku kawat yang berukuran kecil masih bisa bertahan hidup sampai sekarang dan hidup di hutan-hutan tropis, di tanah atau epifit di kulit pohon, tetapi tidak bersifat parasit. 6. Sporofit tersusun dari sel-sel yang mengandung klorofil dan memiliki daun seperti rambut atau sisik. 7. Batang berbentuk seperti kawat. 8. Gametofit berukuran kecil dan tidak berklorofil. 9. Makanan diperoleh dari hasil bersimbiosis dengan jamur.
  24. 24. Contoh Lycopsida (Paku Kawat) 1. Lycopidium sp., menghasilkan satu jenis spora. 2. Selaginella sp,. Menghasilkan satu alat kelamin. Selaginella sp Lycopidium sp
  25. 25. Shenopsida atau Equisetopsida (Paku Ekor Kuda) • Ciri-ciri : 1. Memiliki percabangan batang yang khas berbentuk ulir atau lingkaran sehingga menyerupai ekor kuda. 2. Tumbuh di tempat berpasir. 3. Sporoitnya berdaun kecil atau berbentuk sisik warnanya transparan dan tersusun melingkar pada batang.
  26. 26. 4. Batang berongga dan beruas-ruas 5. Menghasilkan spora demean bentuk dan ukuran yang sama, tetapi jenusnya berbeda. 6. Gametofitnya berukuran kecil dan mengandung klorofil. 7. Berasal dari genus Equisetum. 8. Pada saat zaman purba, tinggi sphenopsida tingginya mencapai 15 m. Namun ada beberapa diantara Shenopsida yang masih bisa hidup sampai sekarang.
  27. 27. Contoh Shenopsida • Equisetum ramosissimum ( Masih hidup sampai sekarang) • Equisetum arvense ( Masih hidup sampai sekarang) • Calamites (sudah punah)
  28. 28. Pteropsida (Paku Sejati) • Pteropsida juga sering disebut sebagai pakis. Ciri-ciri paku sejati : 1. Sudah memiliki akar, batang, dan daun. 2. Batangnya ada yang berukuran kecil ada juga yang berukuran besar. 3. Batangnya berada di permukaan tanah. 4. Daunnya berbentuk lembaran dan berukuran besar.
  29. 29. 5. Tulang daun bercabang-cabang. 6. Daun muda menggulung. 7. Mamiliki sporofil dan tropofil. 8. Gametofitnya memiliki klorofil dan ukurannya bervariasi.
  30. 30. Contoh Pteropsida A. Adiantum fimbriatum B. Aspleninum nidus
  31. 31. • Marsilea crenata
  32. 32. Peranan Pteridophyta Pteridophyta atau tumbuhan paku memiliki manfaat yang menguntungkan maupun merugugikan. Tumbuhan paku yang memiliki manfaat yang menguntungkan antara lain sebagai berikut:  Tanaman hias, misalnya Adiantum (suplir), Platycerium sp. (paku tanduk rusa) , Asplenium nidus (paku sarang burung).  Bahan obat-obatan, antara lain Selaginella plana (obat luka), Equisetum sp. (paku ekor kuda) yang memiliki fungsi diuretik (melancarkan pengeluaran urine).
  33. 33. Bahan makanan (sayuran), misalnya Marsilea crenata (semanggi) dan Pteridium aquilinum (paku garuda) Pupuk hijau, misalnya Azolla pinnata bersimbiosis dengan ganggang biru Anabaena azollae yang mampu mengikat gas nitrogen bebas.  Pembuatan petasan (pyrotechnics), dengan menggunakan spora Lycopodium sp.  Tiang bangunan, misalnya Alsophila glauca. Bahan penggosok (ampelas), misalnya Eqisetum sp.
  34. 34. Gambar pteridophyta yang mempunyai manfaaat menguntungkan Adiantum sp. Equisetum Selaginella plana Platycerium sp. Asplenium nidus
  35. 35. Marsilea crenata Azolla pinnata Pteridium aquilinum Lycopodium sp. Alsophila glauca
  36. 36. Pteridophyta atau tumbuhan paku yang merugikan antara lain:  Salvinia molesta (kayambung) yang merupakan gulma tanaman padi.  Diplazium esculentum di Asia Tenggara dan kepulauan di Samudera Pasifik dijadikan sebagai sayuran. Pemanfaatannya biasanya dijadikan lalap setelah direbus terlebih dahulu. Konsumsi mentah tidak dianjurkan karena mengandung asam siklamat yang mengganggu pencernaan manusia.  Asplenium nidus termasuk tumbuhan yang dilindungi, namun apabila tumbuhan ini produksinya banyak dan tumbuh dimana-mana terlihat seperti rumput liar yang tumbuh pada umumnya.
  37. 37. Gambar Pteridophyta yang Dapat Membuat Dampak Negatif Bagi Manusia Maupun Lingkungan Sekitar Salvinia molesta Diplazium esculentum

×