Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Mencari Becks

78 views

Published on

Buku, ebook, cerita, video, dan halaman mewarnai gratis untuk anak-anak - www.freekidstories.org

Published in: Education
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Mencari Becks

  1. 1. Mencari Becks “Becks hilang. Tidak ada yang melihat dia sepanjang hari,” Tuft si Burung Hantu berkata. “Bisakah kamu mencarinya?” “Tentu saja,” jawab Guth. “Kami akan melapor padamu jika sudah menemukannya.” “Terima kasih. Aku tahu aku bisa mengandalkan kalian,” Tuft berkata sambil terbang melanjutkan pencariannya. Becks adalah seekor berang-berang. Cara berbicaranya sedikit lucu, dan kadang-kadang binatang-binatang yang lain mengolok-olok dia. Oleh karena itu, dia tidak banyak bicara, dan seringkali sepanjang hari tidak ada yang melihat dia. Becks biasanya menyendiri sebalik daripada bermain atau bercakap-cakap dengan binatang yang lain, oleh karena itu, tidak banyak yang tahu mengenainya. Becks gemar mengunjungi Tuft si Burung Hantu. Tuft tidak pernah tertawa ketika Becks berbicara, dan dia selalu mengatakan bahwa Becks adalah ciptaan yang luar biasa. Tuft mengatakan bahwa pada suatu hari nanti ketika Becks sudah lebih tua, dia akan membuat bendungan di sungai, dan akan membangun rumahnya sendiri. Sahabat di Hutan
  2. 2. “Di mana kita harus mencari Becks?” Eger bertanya. “Saya tidak pernah berbicara dengan Becks. Dia selalu diam saja.” “Nah, mungkin itu tandanya,” kata Guth. “Kita bisa mencari di tempat-tempat yang gemar didatangi binatang apabila mereka ingin berada sendirian.” “Ide yang bagus.” Satu jam setelah Tuft meminta kedua bersaudara itu untuk mencari Becks, mereka mulai berpikir bahwa mereka tidak akan pernah menemukan Becks. Mereka sudah menyusuri tepian sungai. “Shhh,” kata Eger. “Sepertinya aku mendengar sesuatu di semak-semak.” “Becks, kamukah itu?” Guth memanggil. Suara gemerisik berhenti. Tidak ada jawaban.
  3. 3. “Becks, kalau itu kamu, kami sudah mencari-cari kamu ke mana-mana,” Eger menjelaskan. Sepasang mata menatap dari celah di semak- semak. “Mengapa kalian mencari aku?” Becks bertanya dengan suara melengkingnya. “Tuft kuatir karena ia tidak melihat kamu seharian, dan dia meminta kami untuk membantu mencarimu,” kata Guth. “Nah sekarang kalian sudah tahu di mana aku, kalian bisa menyampaikannya kepada Tuft,” kata Becks, berbalik pergi. “Tunggu, Becks,” kata Eger. “Mari kita bercakap- cakap.” “Supaya kalian bisa mengolok-olok aku?” “Tidak. Supaya kami bisa mengenal kamu,” jawab Guth. Becks menatap ke kura-kura kemudian ke tupai. “Kalian mau mengenal aku?”
  4. 4. “Ya,” jawab Guth. “Begini, ketika kami mulai mencari, kami sadar kami tidak tahu apa-apa mengenai kamu. Jadi kami memutuskan setelah menemukan kamu, kami ingin menjadi temanmu. Lalu bukan lagi hanya aku dan Eger, tetapi akan ada kami bertiga, dan kita akan bisa lebih bersenang-senang.” “Sungguh?” Becks bertanya, agak terkejut. “Ya!” Eger dan Guth menjawab bersama. “Aku senang berteman,” kat Becks. “Sebaiknya kami memberitahukan Tuft kamu sudah ditemukan,” Eger berkata. “Dan tahukah kamu, Becks, saya rasa suaramu bagus. Aku senang mendengarnya.” “Kamu bergurau ya?” Becks asked. “Tidak, sama sekali tidak.” Ketiga teman baru itu tersenyum dan bercakap- cakap dengan riangnya sambil beranjak untuk menemukan Tuft. Sebuah persahabatan telah dimulai. Authored by Chandra Rees. Illustrated by Nozomi Matsuoka. Designed by Roy Evans. Published by My Wonder Studio. Copyright © 2018 by The Family International

×