Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Kisah tentang dua kelompok

137 views

Published on

Cerita, video dan halaman mewarnai untuk anak-anak - www.freekidstories.org

Published in: Education
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Kisah tentang dua kelompok

  1. 1. Teman saya bilang bahwa ketika dia masih muda, keadilan selalu merupakan persoalan. Dia bilang bahwa ketika ibunya membawa pulang kue atau es krim untuk hidangan penutup, dia dan kakaknya bertengkar memperebutkan siapa yang dapat bagian lebih besar. Perselisihan tentang porsi makanan penutup begitu membuat ibunya stres sehingga ia menempatkan timbangan di dekat meja makan dan secara harafiah menimbang setiap hidangan pencuci mulut untuk memastikan sama besarnya. Itulah kebijakan keluarga mereka selama bertahun -tahun. Namun demikian, ada kecenderungan untuk menjadi penganut kelangkaan atau kelimpahan. Ini membuat saya berpikir tentang betapa mudahnya memandang kehidupan dari paradigma “kuenya cuma ada segitu”. Jika kakak Anda memperoleh potongan kue yang besar, tentunya perolehan Anda berkurang bukan? Tentu saja, dalam hal kue ini memang benar, tetapi sebagian besar dalam hidup kasusnya tidak demikian
  2. 2. Jika Anda berada dalam Kelompok Kelangkaan, Anda menganut paham bahwa hal-hal seperti kasih, gagasan, peluang, imajinasi, dan sumber daya terbatas. Hal-hal tersebut ibaratnya kue yang dipotong- potong, dan setiap kali seseorang memperoleh sepotong, maka bagian untuk Anda berkurang. Dapat dibayangkan, hanya sedikit itikad baik dalam Kelompok Kelangkaan. Orang menjaga dirinya sendiri. Orang berani menyambar potongan kue orang lain, karena jika Anda tidak berjuang untuk memperoleh potongan Anda, kemungkinannya Anda tidak akan memperoleh apa-apa. Jika Anda cukup beruntung untuk merobek sepotong, Anda bahkan tidak punya waktu untuk menikmatinya. Anda harus menelannya sebab mungkin ada orang yang licik dan berniat untuk merebutnya. Sangat menyedihkan berada di Kelompok Kelangkaan!
  3. 3. Dalam Kelompok Kelimpahan, setiap orang menganut paham bahwa kasih, gagasan, peluang, imajinasi dan sumber daya tidak ada batasnya. Dalam kelompok ini, ada banyak perayaan. Orang menikmati kue di mana-mana. Apabila ada yang menemukan toko yang menjual kue yang enak, ia merekomendasikan kepada setiap orang sebalik daripada menutup- nutupinya. Resep dibagi-bagi, diperbaiki, dan disesuaikan. Satu hal yang pasti ialah dalam Kelompok Kelimpahan: tidak ada seorang pun yang akan kehabisan kue! Sebenarnya, kebanyakan orang berbagi pemahaman bahwa kue yang paling enak masih akan dibuat, masih akan dinikmati, dan masih akan dibagikan.
  4. 4. Anehnya, di Kelompok Kelangkaan, sebenarnya memang kuenya semakin berkurang. Setiap orang berkuatir tentang hari di mana kue yang terakhir dimakan. Tetapi di Kelompok Kelimpahan, tidak ada orang yang takut kehabisan kue. Tidak ada yang berkuatir bahwa suatu hari nanti kuenya habis.
  5. 5. Setiap dari kita memiliki kuasa untuk memutuskan dalam kelompok mana kita ingin hidup. Apakah Anda mau bergabung dengan kelompok di mana Anda selalu berada di dekat kelaparan, dengan kasih, gagasan, keuangan, sumber daya, dan peluang yang terus berkurang? Atau kelompok di mana ada peluang besar, gagasan yang hebat, sumber daya yang berlimpah, dan kasih sayang yang mendalam yang masih akan datang, yang berkecukupan untuk setiap orang?Ada orang suka memberi, tapi bertambah kaya, ada yang suka menghemat, tapi bertambah miskin papa. Orang yang banyak memberi akan berkelimpahan, orang yang suka menolong akan ditolong juga. Adapted from a presentation by My Wonder Studio. Text courtesy of Activated magazine. Featured on www.freekidstories.org

×