Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Di tepi sungai

267 views

Published on

Cerita dan buku gratis untuk anak-anak - www.freekidstories.org

Published in: Spiritual
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Di tepi sungai

  1. 1. DiTepiSungai Ketika bangsa Israel bersiap-siap untuk menyeberangi Sungai Yordan, Yosua mengirim tabut perjanjian lebih dahulu. Dia memerintahkan orang-orang itu: “Segera sesudah kamu melihat tabut perjanjian TUHAN, Allahmu, yang diangkat para imam, yang memang suku Lewi, maka kamu harus juga berangkat dari tempatmu dan mengikutinya. … Maksudnya supaya kamu mengetahui jalan yang harus kamu tempuh, sebab jalan itu belum pernah kamu lalui dahulu.” “Jalan itu belum pernah kamu lalui dahulu”— seringkali saya merasa seperti itu! Saya berhadapan dengan suatu situasi atau dilema yang sama sekali baru bagi saya, dan saya tidak tahu bagaimana cara menanganinya. Sebaiknya saya pergi atau tetap di situ? Sebaiknya saya terima tawaran ini atau menolaknya? Beberapa keputusan mudah diambil. Terkadang jalur di hadapan kita nampaknya lurus-lurus saja, bahkan jika Anda belum pernah melaluinya sebelumnya. Di lain waktu, serasa ada potensi berbahaya dan perangkap di sekitarnya.
  2. 2. Bangsa Israel tidak tahu bagaimana keadaannya nantinya bagi mereka. Mereka tahu ada negeri yang dijanjikan, tetapi juga ada Sungai Yordan yang menghalangi jalan mereka. Bangsa Israel belum pernah melewati jalan itu sebelumnya. Itulah sebabnya mengapa mereka harus mengikuti tabut perjanjian itu, yang mewakili kehadiran Tuhan dan janji- janji-Nya. Dengan mengikuti tabut perjanjian—dengan mengikuti Tuhan— mereka dapat berjalan dengan pasti, karena tahu bahwa mereka menuju ke arah yang benar.
  3. 3. Terkadang, cara Tuhan membimbing nampaknya tidak masuk akal. Terkadang dapat terlihat gila-gilaan, seperti ketika Dia memerintahkan Yosua untuk menyampaikan kepada imam itu agar mengangkat tabut perjanjian “setelah kamu sampai ke tepi air sungai Yordan, haruslah kamu tetap berdiri di sungai Yordan itu.” Saya membayangkan beberapa orang merasa agak cemas ketika mereka mendekati tepian sungai yang tinggi airnya. Tetapi kita diberitahukan bahwa “Segera sesudah para pengangkat tabut itu sampai ke sungai Yordan, dan para imam pengangkat tabut itu mencelupkan kakinya ke dalam air di tepi sungai itu … maka berhentilah air itu mengalir. Air yang turun dari hulu melonjak menjadi bendungan, jauh sekali.” Imam- imam itu berdiri di tengah-tengah dasar sungai yang kering sementara bangsa Israel dengan aman menyeberangi sungai. Saya rasa kisah ini memberi formula yang luar biasa tentang mengambil keputusan. Apabila Anda berhadapan dengan pilihan yang sukar, apabila “jalan itu belum pernah kamu lalui dahulu” dan Anda berurusan dengan tantangan yang baru atau apa yang nampaknya mustahil, tujukanlah mata Anda pada Allah. Hanya Allah yang tahu apa yang terbentang di muka, jadi adalah ide yang baik untuk mengikuti bimbingan- Nya.
  4. 4. Tuhan peduli akan persoalan, keprihatinan dan dilema Anda sama seperti Dia peduli tentang umat-Nya yang terhenti di tepi Sungai Yordan. Alkitab menjanjikan, “Tentulah Tuhan akan mengasihani engkau, … pada saat Ia mendengar teriakmu, Ia akan menjawab. "… Dan telingamu akan mendengar perkataan ini dari belakangmu: ‘Inilah jalan, berjalanlah mengikutinya’” Firman Tuhan mengandung janji-janji yang pasti yang di atasnya Anda dapat berdiri dan mengklaimnya di dalam doa kapan saja Anda sangat menginginkan jawaban dan pengarahan-Nya dalam hidup Anda. Kemudian ketika Anda menujukan mata kepada Tuhan dan mengikuti bimbingan-Nya, Anda dapat dengan yakin berderap maju ke masa depan yang telah dipersiapkan oleh Allah bagi Anda. Adapted from My Wonder Studio. Featured on www.freekidstories.org. Text courtesy of Activated magazine.

×