Kelistrikan & syaraf kel 7

8,698 views

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
8,698
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
138
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Kelistrikan & syaraf kel 7

  1. 1. Fisika Dasar <ul><li>Agung Prakoso Trisa (1111102000078) </li></ul><ul><li>Astri Dwi Zahrina (1111102000073) </li></ul><ul><li>Ayu Diah Gunardi (1111102000081) </li></ul><ul><li>Dana Yusshiammanti (11111020000) </li></ul><ul><li>Fifi Zuliyanti (1111102000066) </li></ul><ul><li>Jemia (1111102000009) </li></ul><ul><li>Rianisa Karunia Dewi (1111102000064) </li></ul>
  2. 2. <ul><li>Biolistrik </li></ul><ul><li>Sejarah Biolistrik </li></ul><ul><li>Pada tahun 1856 Caldani menunjukan kelistrikan pada otot katak yang telah mati. Luigi Galvani (1780) mempelajari kelistrikan pada tubuh hewan, kemudian pada tahun 1786 ia memberikan laporan hasil eksperimennya bahwa kedua kaki katak terangkat ketika diberi aliran listrik lewat suatu konduktor. Arons (1892) merasakan ada aliran frekuensi tinggi melelui dirinya sendiri bersama asistennya. </li></ul>
  3. 3. <ul><li>Tahun 1899 Van Saynek melaporkan terjadinya panas pada jaringan yang disebabkan oleh aliran frekuensi tinggi, Schliephake (1928) melaporkan tentang pengobatan penderita dengan menggunakan “short wave” . </li></ul>
  4. 4. <ul><li>Hukum Biolistrik </li></ul><ul><li>Hukum Ohm : perbedaan potensial antara ujung konduktor berbanding langsung dengan arus yang dilewati, berbanding terbalik dengan tahanan dari konduktor. </li></ul><ul><li>R = V / I </li></ul><ul><li>keterangan Rumus </li></ul><ul><li>R = dalam Ohm (Ω) </li></ul><ul><li>I = amper (A) </li></ul><ul><li>V = tegangan (volt) </li></ul>
  5. 5. <ul><li>Hukum Joule </li></ul><ul><li>Bila sebatang logam dialiri arus listrik, maka tumbukan oleh pembawa muatan dalam logam mendapat energi sehingga menjadi panas dan atom-atom akan bergerak semakin kuat. Daya hilang yang diubah menjadi getaran atom dalam logam, dengan kata lain hilang sebagai kalor. Ini dapat dipahami bahwa muatan dq yang bergerak akan mendapat tambahan energi sebesar dU = (dq) V. Karena arus dan kecepatan tetap, maka energi yang hilang persatuan waktu (daya), adalah: </li></ul>
  6. 7. <ul><li>Persamaan diatas dikenal sebagai Hukum Joule yang menyatakan daya yang hilang (daya disipasi) pada konduktor dengan hambatan R dan di aliri arus i. Sedangkan besar kalor disipasi (kalor Joule) dalam waktu dt adalah: </li></ul><ul><li>Kalor ini disebut kalor Joule dimana 1 kalori = 4,2 Joule. </li></ul><ul><li>Atau juga 1 Joule = 0,239 Kal. </li></ul>
  7. 8. <ul><li>Macam-Macam Gelombang Arus Listrik </li></ul><ul><li>Gelombang arus listrik berkaitan erat dalam penggunaan untuk merangsang syaraf motoris atau syaraf sensoris. Gelombang-Gelombang yang dimaksud seperti di bawah ini. </li></ul>
  8. 12. SISTEM SARAF <ul><li>a. Sistem Saraf Pusat </li></ul><ul><li>Terdiri dari otak, medulla spinalis dan saraf perifer. </li></ul><ul><li>Saraf perifer : </li></ul><ul><li>- Saraf Afferen : mengirim informasi ke otak / medula spinalis </li></ul><ul><li>- Saraf Eferen : dari otak atau medula spinalis ke otot dan kelenjar </li></ul><ul><li>b. Sistem Saraf Otonom </li></ul><ul><li>Mengatur organ dalam tubuh seperti jantung, usus dan kelenjar secara tidak sadar. </li></ul>
  9. 13. KONSENTRASI ION DI DALAM DAN DILUAR SEL. membran Di luar sel Di dalam sel Cl - A - Na + K + Kons ion (+) Kons ion (-)
  10. 14. KELISTRIKAN SARAF <ul><li>Kecepatan impuls serat syaraf : serat syarat berdiameter besar kemampuan menghantarkan impuls lebih cepat dari yang berdiameter kecil </li></ul><ul><li>Serat syarat ada 2 type : </li></ul><ul><li>1. Bermyelin : </li></ul><ul><li>B anyak terd a p a t p a d a manusia. S uatu i so lator yang baik kemampuan mengaliri listrik sangat rendah. Aliran sinyal dapat meloncat dari satu simpul ke simpul yang lain. </li></ul><ul><li>2. Tanpa myelin : </li></ul><ul><li> - Akson tanpa myelin diameter 1 mm kecepetan 20 -50 m/s. </li></ul><ul><li> - Akson bermyelin diameter 1 μ m kecepatan 100 m/s. </li></ul>
  11. 15. <ul><li>Telah diketahui bahwa sel mempunyai lapisan yang disebut membran sel, di dalam sel ini terdapat ion Na,K,Cl dan protein A-. Sel mempunyai kemampuan memindahkan ion dari satu sisi ke sisi yang lain, kemamuan sel ini disebut aktifitas kelistrikan sel . </li></ul><ul><li>Dalam keadaan normal : Na + diluar sel > Na + di dalam sel </li></ul><ul><li> </li></ul><ul><li> Potensial Negatif </li></ul>
  12. 16. <ul><li>Jika konsentrasi Na+ terdapat banyak dalam sel daripada luar sel, perbedaan potensial listrik didalam sel lebih positif daripada diluar sel, keadaan ini disebut potensial membran positif . </li></ul><ul><li>Perbedaan potensial diukur dengan galvonometer akan mencapai -90 mVolt. Membran sel ini disebut dalam keadaan polarisasi dengan suatu potensial membran istirahat -90 mVolt. </li></ul>
  13. 17. <ul><li>Bagaimana agar ion Na + tersebut masuk ?? </li></ul><ul><li>Ada rangsangan listrik, mekanik atau kimia </li></ul>+ + + + + + + + + + + + - - - - - - - - - - - - - - - - - Membran sel Na +
  14. 18. <ul><li>Perambatan Potensial Listrik </li></ul><ul><li>Potensial aksi sendiri mempunyai kemampuan untuk merangsang daerah sekitar sel membran untuk mencapai nilai ambang. </li></ul><ul><li>Potensial aksi -> Segala jurusan sel membran (Proses ini adalah Perambatan Potensial Aksi atau Gelombang Depolarisasi) </li></ul>
  15. 19. Proses kelistrikan syaraf. mV +40 -90 rangsangan Nilai ambang Depolarisasi (potensial aksi ) Repolarisasi A B <ul><ul><li>A : Periode refrakter Absolut </li></ul></ul><ul><ul><li>B : Periode refrakter relatif </li></ul></ul>0
  16. 20. <ul><li>Setelah timbul potensial aksi, sel membran akan mengalami repolarisasi . Proses repolarisasi sel membran disebut suatu tingkat refrakter. Tingkat refraktor ada dua fase yaitu periode refraktor absolut dan periode refraktor relatif . </li></ul>
  17. 21. <ul><li>Periode Refrakter Absolut </li></ul><ul><li>Selama periode ini tidak ada rangsangan, tidak ada unsur kekuatan untuk mengasilkan potensial aksi yang lain. </li></ul><ul><li>Periode Refrakter Relatif </li></ul><ul><li>Setelah sel membran mendekati repolarisasi seluruhnya maka dari periode refraktor absolut akan menjadi periode refraktor relatif, dan apabila ada stimulus atau rangsangan yang kuat secara normal akan menghasilkan potensial aksi yang baru. </li></ul>
  18. 22. KELISTRIKAN PADA SINAPSIS DAN NEUROMYAL JUNCTION. <ul><li>Sinapsis : Hubungan antara 2 buah syaraf. </li></ul><ul><li>Neuromyal Junction : Berakhirnya saraf pada sel otot. </li></ul><ul><li>Memiliki kemampuan meneruskan gelombang depolarisasi dengan cara lompat dari satu sel ke sel yang lain. </li></ul><ul><li>Pada saat depolarisasi, zat kimia pada otot B ergetar/trigger  Kontraksi otot </li></ul><ul><li>R epolarisasi  Relaksasi otot </li></ul>
  19. 23. Daftar Pustaka <ul><li>Giancoli, Douglas C. 2001. Fisika, edisi kelima . Jakarta : Erlangga. </li></ul><ul><li>Cameron, John R. 2006. Fisika Tubuh Manusia, edisi kedua . Jakarta : Buku Kedokteran EGC. </li></ul><ul><li>Gabriel, J.F. 1996. Fisika Kedokteran . Jakarta : Buku Kedokteran EGC. </li></ul>
  20. 24. Pertanyaan <ul><li>Apa yang dimaksud dengan polarisasi dan depolarisasi? </li></ul><ul><li>Polarisasi adalah proses dimana setelah potensial aksi mencapai puncak mekanisme pengangkutan di dalam sel membran dengan cepat mengembalikan ion Na+ ke luar sel sehingga mencapai potensial membran istirahat (-90 mV). </li></ul>
  21. 25. <ul><li>Depolarisasi adalah keadaan membran dimana di dalam sel menjadi kurang negatif daripada di luar sel dan potensial membran akan meningkat. </li></ul>
  22. 26. <ul><li>Apa yang dimaksud dengan potensial aksi? </li></ul><ul><li>Potensial Aksi adalah metode utama transmisi sinyal di dalam tubuh. Stimulasi ini dapat disebabkan oleh rangsangan secara fisik dan berbagai reaksi kimia seperti panas, dingin, cahaya, suara, dan bau </li></ul>
  23. 27. <ul><li>Sistem Kerja Sistem Syaraf? </li></ul><ul><li>Pada sistem saraf ada bagian-bagian yang disebut : a. Reseptor : alat untuk menerima rangsang biasanya berupa alat indra b. Efektor : alat untuk menanggapi rangsang berupa otot dan kelenjar c. Sel Saraf Sensorik : serabut saraf yang membawa rangsang ke otak d . Sel saraf Motorik : serabut saraf yang membawa rangsang dari otak </li></ul>
  24. 28. <ul><li>e. Sel Saraf Konektor : sel saraf motorik atau sel saraf satu dengan sel saraf lain. </li></ul><ul><li>Jadi,  Informasi yang diterima oleh  Indra  akan diteruskan oleh saraf dalam bentuk impuls. Impuls tersebut berupa tegangan listrik. </li></ul>
  25. 29. <ul><li>Impuls akan menempuh jalur sepanjang  akson  suatu neuron sebelum dihantarkan ke neuron lain melalui  sinapsis  dan akan seperti itu terus hingga mencapai  otak , dimana impuls itu akan diproses. Kemudian otak mengirimkan impuls menuju organ atau indra yang dituju untuk menghasilkan efek yang diinginkan melalui mekanisme pengiriman impuls yang sama </li></ul>
  26. 30. <ul><li>Skema terjadinya gerak sadar? </li></ul><ul><li>Impuls -> Reseptor/ Indera -> Saraf Sensorik -> Sumsum Tulang Belakang -> Saraf Motorik -> Efektor/ Otot </li></ul>
  27. 31. <ul><li>Apa perbedaan antara gelombang faradik dan sentakan faradik? </li></ul><ul><li>(arum) </li></ul><ul><li>Gelombang Faradik adalah arus bolak-balik frekuensi rendah tidak beraturan. Frekuensi yang lebih rendah mengakibatkan kontraksi terpisah.  </li></ul><ul><li>Gelombang Sentakan Faradik adalah arus bolak-balik frekuensi rendah tidak beraturan, dengan terjadinya sentakan dan jarak antara arus lebih panjang. </li></ul>
  28. 32. <ul><li>Apakah penyebab terjadinya bermacam-macam gelombang arus listrik? (maharani) </li></ul><ul><li>Gelombang arus listrik berkaitan erat dalam penggunaan untuk merangsang syaraf motoris atau syaraf sensoris. Jadi, dalam setiap merangsang syaraf motoris dan syaraf sensoris memiliki arus gelombang yang berbeda, seperti arus bolak –balik, arus searah murni, dll. </li></ul>
  29. 33. <ul><li>Mengapa pada syaraf yang bermyelin aliran sinyal dapat meloncat dari satu simpul ke simpul lain?(mida) </li></ul><ul><li>Di dalam sel ini terdapat ion Na,K,Cl dan protein A-. Sel mempunyai kemampuan memindahkan ion dari satu sisi ke sisi yang lain </li></ul><ul><li>  </li></ul>

×