SlideShare a Scribd company logo
1 of 4
Download to read offline
Komplikasi Efusi Pleura
Komplikasi
• Kollaps paru : hal ini terjadi jika paru-paru dikelilingi kumpulan cairan dalam waktu yang lama.
• Empyema : bila cairan pleura terinfeksi menjadi abses, yang akan membutuhkan drainase yang lama.
• Pneumothoraks, dapat merupakan komplikasi dari torakosentesis.
• Gagal nafas
Pengobatan Efusi Pleura
Efusi pleura yang terinfeksi perlu segera dikeluarkan dengan menggunakan pipa intubasi melalui sela iga. Bila cairan pusnya
kental sehingga sulit dikeluarkan atau bila empiemanya multilokular, perlu tindakan operatif. Mungkin sebelumnya dapat dibantu
dengan irigasi cairan garam fisiologis atau larutan antiseptic (betadin). Pengobatan secara sistemik hendaknya segera diberikan,
tetapi ini tidak berarti bila tidak diiringi pengeluaran cairan yang adekuat.
Untuk mencegah terjadinya lagi efusi pleura setelah aspirasi (pada efusi pleura maligna), dapat dilakukan pleurodesis yakni
melengketnya pleura viseralis dan pleura parietalis. Zat – zat yang dipakai adalah tetrasiklin (terbanyak dipakai) bleomisin,
korinebakterium parvum, Tio-tepa, 5- fluorourasil.
Antibiotic (mis. untuk efusi parapneumonik) dan diuretic (mis. untuk efusi karena CHF) umumnya digunakan pada manajemen
inisial efusi pleura. Pemilihan obat pada tiap golongan tergantung pada penyebab efusi dan gejala klinis. Perhatian serius perlu
diberikan untuk kemungkinan terjadinya interaksi obat,dan efek samping.
Antibiotik yang digunakan bisa kombinasi, seperti sefalosporin generasi ketiga (ceftriaxone) dan makrolida, ataupun monoterapi
dengan fluoroquinolone antipneumokokus generasi baru. Bila pasien dengan penurunan daya tahan tubuh atau dengan kerusakan
struktur paru (seperti bronkiektasis), sefalosporin seperti ceftazidime direkomendasikan.
Diuretik menurunkan volume plasma dan edema dengan cara diuresis,diuretik yang digunakan seperti furosemid dan
spironolakton. Furosemid meningkatkan ekskresi cairan, menghambat reabsorbsi natrium dan klorida pada lengkung Henle
asendens dan tubulus distal renalis. Spironolakton berkompetensi dengan aldosteron, meningkatkan ekskresi air dengan menahan
ion hydrogen dan kalium (Kalium sparring effect).
Diagnosa Banding Efusi Pleura
-Abdominal Trauma, Blunt
-Pneumonia, Empyema and Abscess
-Abdominal Trauma, Penetrating
-Pneumonia, Immunocompromised
-Acute Respiratory Distress
Syndrome Pneumonia, Mycoplasma
-Arthritis, Rheumatoid
-Pulmonary Embolism
-CBRNE - Q Fever
-Renal Failure, Chronic and Dialysis
Complications
-Congestive Heart Failure and
Pulmonary Edema
-Sjogren Syndrome
-Diaphragmatic Injuries
-Superior Vena Cava Syndrome
-Esophageal Perforation, Rupture
and Tears
-Systemic Lupus Erythematosus
-Hypothyroidism and Myxedema
Coma
-Transplants, Liver
-Neoplasms, Lung
-Transplants, Lung
-Pancreatitis
-Trauma, Upper Genitourinary
-Pediatrics, Pneumonia
-Tuberculosis
-Pneumonia, Aspiration
-Pneumonia, Bacterial
Diposkan oleh doc-alfarisi di 03.43 Tidak ada komentar:
Diagnosis Pemeriksaan Penunjang Foto Thoraks Efusi (Rontgen Dada) Pleura
Pemeriksaan Penunjang
Foto thoraks
Permukaan cairan yang terdapat dalam rongga pleura akan membentuk bayangan seperti kurva, dengan permukaan daerah lateral
lebih tinggi daripada bagian medial. Bila permukaannya horizontal dari lateral ke medial, pasti terdapat udara dalam rongga
tersebut yang dapat berasal dari luar atau dalam paru-paru sendiri. Kadang – kadang sulit membedakan antara bayangan cairan
bebas dalam pleura dengan adhesi karena radang (pleuritis). Perlu pemeriksaan foto dada dengan posisi lateral dekubitus. Cairan
bebas akan mengikuti posisi gravitasi.
Cairan dalam pleura bisa juga tidak membentuk kurva, karena terperangkap atau terlokalisasi. Keadaan ini sering terdapat pada
daerah bawah paru-paru yang berbatasan dengan permukaan atas diafragma. Cairan ini dinamakan juga sebagai efusi
subpulmonik. Gambarannya pada sinar tembus sering terlihat sebagai diafragma yang terangkat. Jika terdapat bayangan dengan
udara dalam lambung, ini cenderung menunjukkan efusi subpulmonik. Begitu juga dengan bagian kanan dimana efusi
subpulmonik sering terlihat sebagai bayangan garis tipis (fisura) yang berdekatan dengan diafragma kanan. Untuk jelasnya bisa
dilihat dengan foto lateral dekubitus. Sehingga gambaran perubahan efusi tersebut menjadi nyata.
Cairan dalam pleura kadang-kadang menumpuk mengelilingi lobus paru, biasanya lobus bawah dan terlihat dalam foto sebagai
bayangan konsolidasi parenkim lobus, bisa juga mengumpul di daerah paramediastinal dan terlihat dalam foto sebagai fisura
interlobaris, bisa juga terdapat secara paralel dengan sisi jantung, sehingga terlihat sebagai kardiomegali.
Cairan seperti empiema dapat juga terlokalisasi. Gambaran yang terlihat adalah sebagai bayangan dengan densitas keras di atas
diafragma, keadaan ini sulit dibedakan dengan tumor paru.
Hal lain yang dapat terlihat dari foto dada pada efusi pleura adalah terdorongnya mediastinum pada sisi yang berlawanan dengan
cairan. Di samping itu gambaran foto dada dapat juga menerangkan asal mula terjadinya efusi pleura yakni bila terdapat jantung
yang membesar, tumor, adanya densitas parenkim yang lebih keras pada pneumonia atau abses paru.
Gambaran efusi pleura pada radiografi toraks posisi tegak sebagaimana yang lazim diketahui adalah:
1) penumpulan sinus kostofrenikus bila cairan >500 ml pada Foto PA, dan >200 ml pada foto lateral
2) meniscus sign
3) serta perselubungan luas yang mungkin disertai pendorongan jantung dan medistinum.
Hal yang agak berbeda dijumpai pada posisi supine dengan ditemukannya tanda-tanda radiologik berupa:
1) peningkatan densitas hemitoraks yang terkena,
2) meniscus sign
3) hilangnya bayanganatau batas hemidiafragma
4) berkurangnya ketajaman gambaran vaskuler di daerah basal paru
5) apical capping
6) penebalan fisura minor.
Hal tersebut tentu saja tidak terlepas dari sifat cairan yang bergerak menyesuaikan dengan perubahan posisi penderita.
Karena berbagai kondisi, terpaksa dilakukan posisi foto supine seperti pada penderita dengan kondisi kritis atau kesadaran
menurun, pasien tidak dapat dimobilisasi, bayi dan anak-anak dengan penyakit yang dapat menyebabkan efusi pleura.
Gambaran efusi pleura pada foto torak posisi supine berbeda dengan gambaran pada posisi tegak dan lateral dekubitus yang sudah
lazim diketahui , sehingga diperlukan kecermatan untuk mencegah salah diagnosis. Sementara itu, USG adalah sarana diagnostik
radiologis yang sangat tinggi akurasinya ( bisa mencapai 100% ) untuk mencitrakan efusi pleura dengan adanya gambaran
anechoic pada kavum pleura. Hasil pemeriksaan USG sebagai standar baku emas.
Dua tanda radiologis yang sering luput dicermati sebagai tanda adanya efusi pleura adalah penebalan fisura minor dan apical
capping. Jumlah efusi menentukan terdeteksi tidaknya pada radiografi torak. Pada posisi tegak, biasanya gambaran efusi mulai
terdeteksi ketika jumlah cairan mencapai 175 cc, sedangkan pada posisi supine biasanya setelah mencapai 300 cc.
Diposkan oleh doc-alfarisi di 03.40 Tidak ada komentar:
Diagnosis Pemeriksaan Fisik Efusi Pleura
Pemeriksaan fisik yang ditemukan bervariasi tergantung dari volume efusi pleura. Secara umum, tidak dapat ditemukan jika
volumenya < 300 ml. Jika > 300 ml pemeriksaan fisik yang dapat ditemukan diantaranya:
• Suara pekak atau menurunnya resonansi pada perkusi
• Suara pernafasan berkurang atau menghilang
• Stem fremitus melemah
• Egofoni
• Suara gesekan pleura
• Pengembangan rongga torak yang asimetris sehingga sisi yang mengalami efusi terjadi ketinggalan bernafas (Hoover sign)
• Pergeseran mediastinum
- hanya terlihat pada efusi yang masif (>1000 mL)
- pada gambaran radiologi dijumpai adanya pergesaran trakea dan mediastinum ke arah kontra lateral lesi efusi.
• Beberapa pemeriksaan penting yang menjadi petunjuk adanya efusi pleura:
- anasarka
- perubahan pada kulit pada penyakit hati kronis
- distensi vena jugularis
- S3 gallop
- clubbing finger
- massa intra abdomen atau nodul pada payudara
Diposkan oleh doc-alfarisi di 03.36 Tidak ada komentar:
Diagnosis Anamnesa Gejala Efusi Pleura
Dari ananmnese didapatkan manifestasi klinis dari efusi pleura bervariasi dan sering dihubungkan dengan proses penyakit yang
mendasarinya. Gejala yang secara umum dikaitkan adalah dispnu yang progresif, batuk (nonproduktif), dan nyeri dada pleuritik.
• Dispnu
Merupakan gejala klinis yang paling sering. Mengindikasikan suatu efusi yang luas ( biasanya >500mL). Sebanyak 50% terjadi
pada efusi pleura maligna. Dispnu dapat juga disebabkan oleh faktor lain, seperti penyakit paru yang mendasari, disfungsi kardia,
anemia.
• Nyeri dada
Nyeri dada dapat ringan atau berat secara spesifik digambarkan dengan nyeri yang tajam atau menusuk, memberat dengan
inspirasi dalam, dan bersifat pleuritik. Nyeri dapat berlokasi di dinding dada atau menjalar ke bahu ipsilateral atau abdomen atas
(biasanya terlihat dengan mesotelioma maligna), biasanya disebabkan oleh keterlibatan diafragma. Intensitas nyeri dada berkurang
dengan peningkatan luasnya efusi pleura. Nyeri dada dapat menunjukkan suatu iritasi pleura, dimana dapat membantu diagnosis
penyebab efusi, karena efusi transudatif tidak menyebabkan iritasi pleura secara langsung.
• Tanda dan gejala lain yang muncul dengan efusi pleura dihubungkan dengan proses penyakit yang mendasarinya.
- Pada gagal jantung kongestif: terjadi edema tungkai, ortopnu, dan paroksismal nokturnal dispnu.
- Pada TB paru: keringat malam, demam, hemoptisis, dan penurunan berat badan.
- Pada pneumonia bakterial aerobik: episode febril akut, produksi sputum purulent, dan nyeri dada pleuritik.
• Napas pendek
• Batuk
• Hiccups
• Pernapasan cepat
Apakah Pleura itu?
Pleura adalah membran tipis terdiri dari dua lapisan yaitu pleura viseralis dan pleura parietalis. Kedua lapisan ini bersatu di daerah
hilus arteri dan mengadakan penetrasi dengan cabang utama bronkus, arteri dan vena bronkialis, serabut saraf dan pembuluh
limfe. Secara histologist, kedua lapisan ini terdiri dari sel mesotelial, jaringan ikat, pembuluh darah kapiler dan pembuluh getah
bening.
Pleura sering kali mengalami patogenesis seperti terjadinya efusi cairan, misalnya hidrotorak dan pleuritis eksudativa karena
infeksi, hemotorak bila rongga pleura berisi darah, kilotorak (cairan limfe), piotorak atau empiema toracis bila berisi nanah,
pneumotorak bila berisi udara.
Penyebab dari kelainan patologi pada rongga pleura bermacam-macam, terutama karenan infeksi tuberkulosis atau non
tuberkulosis, keganasan, trauma dan lain-lain.
Diposkan oleh doc-alfarisi di 03.29 Tidak ada komentar:
Senin, 02 Mei 2011
Patofisiologi dan Mekanisme terjadinya Efusi Pleura
Patofisiologi
Efusi pleura adalah indikator dari proses patologi yang mungkin berasal dari proses primer di paru atau berhubungan dengan
sistem organ yang lain atau juga karena penyakit sistemik, dapat terjadi secara akut maupun kronis dan tidak merupakan diagnosis
tersendiri.
Cairan pleura yang normal memiliki ciri-ciri :
•
Jernih
•Ph 7.60-7,64
•Kandungan proteinnya < 2 % (1-2 g/dl)
•Kandungan eritrositnya <1000 /mm3
•Kandungan glukosanya mirip dengan plasma
•Kadar Laktat dehidrogenase (LDH) <50 % plasma
•Konsentrasi Na,K, dan Ca mirip dengan cairan interstitial
Mekanisme yang berperan dalam pembentukan efusi pleura adalah :
•Perubahan permeabilitas membran pleura (misal: proses inflamasi, penyakit keganasan, emboli paru )
•Penurunan tekanan onkotik intravaskular (misal : hipoalbuminemia, sirosis hepatis )
•Meningkatnya permeabilitas kapiler atau kerusakan vaskular ( misal: trauma, penyakit neoplasma, proses inflamasi, infeksi,
infark paru, hipersensitivitas obat, uremia,pankreatitis )
•Meningkatnya tekanan hidrostatik kapiler sistemik atau sirkulasi paru (misal: CHF, Sindroma vena cava superior )
•Berkurangnya tekanan pada rongga pleura sehingga paru tidak dapat mengembang (misal : atelektasis, mesotelioma )
•Ketidakmampuan paru untuk mengembang
•Penurunan atau blokade aliran limfatik, termasuk sumbatan duktus torasikus ataupun ruptur (misal : keganasan , trauma )
•Meningkatnya cairan pada rongga peritonium sehingga cairan tersebut berpindah ke rongga diafragma melalui kelenjar limf
(misal: sirosis hepatis, peritonial dialisis)
•Perpindahan cairan dari edema paru ke pleura viseralis
•Peningkatan tekanan onkotik cairan pleura yang menetap akibat dari efusi pleura menyebabkan penumpukan cairan yang lebih
banyak
•Penyebab iatrogenik
Diposkan oleh doc-alfarisi di 00.55 2 komentar:
Penyebab Terjadinya Efusi Pleura
Penyebab efusi pleura transudat, antara lain:
•Gagal jantung kongestif
Penyakit ini merupakan penyebab timbulnya efusi pleura pada 40% pasien dan sering muncul pada kedua sisi. Gagal jantung
merupakan penyebab tersering pada efusi bilateral paru, dan jika hanya satu sisi yang terkena biasanya di sebelah kanan ( karena
biasanya pasien berbaring ke kanan)
•Perikarditis
•Kelebihan cairan di jaringan tubuh menyebabkan cairan masuk ke rongga pleura, keadaan ini terlihat pada penyakit ginjal, pada
pasien dengan penyakit saluran cerna dengan gangguan absorbsi, dan pemberian cairan intravena yang berlebihan.
•Penyakit hati
Sekitar 5% pasien dengan sirosis hati berkembang menjadi efusi pleura.
•Meig’s Sindrom
•Dialisis Peritoneal
•Efusi pleura maligna/paramaligna: karena atelektasis pada obstruksi bronkial, atau stadium awal obstruksi limfatik.
Penyebab efusi pleura eksudatif :
•
Tumor pleura
•Tuberkulosis
•Pneumonia
•Keganasan: metastasis (karsinoma paru, kanker mammae,
limfoma, ovarium dan lain-lain), mesothelioma
•Emboli paru
•Infeksi virus, jamur, atau parasit yang melibatkan paru
mungkin akan menyebabkan efusi pleura
•Penyakit jaringan ikat, meliputi rheumatoid arthritis, lupus,
sjogren sindrom
•Penyakit abdomen: penyakit pankreas, abses
intraabdominal, hernia diafragmatika
•Penyakit hati
•Trauma
•Penyakit pleura diinduksi obat: amiodaron, bromokriptin
•Dan lain-lain
Diposkan oleh doc-alfarisi di 00.52 Tidak ada komentar:
Definisi dan Klasifikasi Efusi Pleura
Definisi
Efusi pleura adalah terdapatnya cairan yang berlebihan atau penimbunan cairan dalam kavum pleura baik berupa cairan bebas,
lokal maupun dalam kapsul. Penyebab efusi pleura bervariasi misalnya akibat dari gagal jantung, tbc paru, pneumonia bakteri,
keganasan, emboli paru, sirosis hati dengan ascites dan pankreatitis Di Indonesia, tbc paru adalah penyebab utama.
Tipe Efusi Pleura
Secara umum, efusi pleura dikategorikan sebagai efusi transudat dan eksudat. Efusi transudat terjadi karena perubahan faktor
sistemik yang mempengaruhi pembentukan dan absorbsi cairan pleura, sedangkan efusi eksudatif tarjadi karena perubahan faktor
lokal.

More Related Content

What's hot

Pembedahan pada mata
Pembedahan pada mataPembedahan pada mata
Pembedahan pada mataRizal_mz
 
Status Dermatologikus
Status DermatologikusStatus Dermatologikus
Status Dermatologikuspeternugraha
 
Laporan Kasus BPH
Laporan Kasus BPHLaporan Kasus BPH
Laporan Kasus BPHKharima SD
 
Pem fisik sist.kardiovaskuler
Pem fisik sist.kardiovaskulerPem fisik sist.kardiovaskuler
Pem fisik sist.kardiovaskulerJafar Nyan
 
ppt_Penatalaksanaan Syok (Adam_FIK UI)
ppt_Penatalaksanaan Syok (Adam_FIK UI)ppt_Penatalaksanaan Syok (Adam_FIK UI)
ppt_Penatalaksanaan Syok (Adam_FIK UI)Adam Muhammad
 
Vulvitis & servisitis
Vulvitis & servisitisVulvitis & servisitis
Vulvitis & servisitisPradasary
 
232593414 atelektasis-radiologi-ppt
232593414 atelektasis-radiologi-ppt232593414 atelektasis-radiologi-ppt
232593414 atelektasis-radiologi-pptdini dimas
 
Pemeriksaan fisik thorax, pulmonalis, jantung
Pemeriksaan fisik thorax, pulmonalis, jantungPemeriksaan fisik thorax, pulmonalis, jantung
Pemeriksaan fisik thorax, pulmonalis, jantungVerar Oka
 
Ppt hipertiroidisme
Ppt hipertiroidismePpt hipertiroidisme
Ppt hipertiroidismeKANDA IZUL
 
Otitis media akut
Otitis media akutOtitis media akut
Otitis media akutPhil Adit R
 
Impetigo Bullosa
Impetigo BullosaImpetigo Bullosa
Impetigo BullosaPhil Adit R
 
Askep infeksi jantung (perikarditis, endokarditis dan miokarditis)
Askep infeksi jantung (perikarditis, endokarditis dan miokarditis)Askep infeksi jantung (perikarditis, endokarditis dan miokarditis)
Askep infeksi jantung (perikarditis, endokarditis dan miokarditis)Operator Warnet Vast Raha
 

What's hot (20)

Pembedahan pada mata
Pembedahan pada mataPembedahan pada mata
Pembedahan pada mata
 
Corpulmonale
CorpulmonaleCorpulmonale
Corpulmonale
 
Dermatitis seboroik
Dermatitis seboroikDermatitis seboroik
Dermatitis seboroik
 
Ulkus kornea
Ulkus korneaUlkus kornea
Ulkus kornea
 
Status Dermatologikus
Status DermatologikusStatus Dermatologikus
Status Dermatologikus
 
Laporan Kasus BPH
Laporan Kasus BPHLaporan Kasus BPH
Laporan Kasus BPH
 
Lp efusi pleura
Lp efusi pleura Lp efusi pleura
Lp efusi pleura
 
Pem fisik sist.kardiovaskuler
Pem fisik sist.kardiovaskulerPem fisik sist.kardiovaskuler
Pem fisik sist.kardiovaskuler
 
ppt_Penatalaksanaan Syok (Adam_FIK UI)
ppt_Penatalaksanaan Syok (Adam_FIK UI)ppt_Penatalaksanaan Syok (Adam_FIK UI)
ppt_Penatalaksanaan Syok (Adam_FIK UI)
 
Vulvitis & servisitis
Vulvitis & servisitisVulvitis & servisitis
Vulvitis & servisitis
 
Konjungtivitis
KonjungtivitisKonjungtivitis
Konjungtivitis
 
232593414 atelektasis-radiologi-ppt
232593414 atelektasis-radiologi-ppt232593414 atelektasis-radiologi-ppt
232593414 atelektasis-radiologi-ppt
 
Pemeriksaan fisik thorax, pulmonalis, jantung
Pemeriksaan fisik thorax, pulmonalis, jantungPemeriksaan fisik thorax, pulmonalis, jantung
Pemeriksaan fisik thorax, pulmonalis, jantung
 
Askep ards
Askep ardsAskep ards
Askep ards
 
Ppt hipertiroidisme
Ppt hipertiroidismePpt hipertiroidisme
Ppt hipertiroidisme
 
Otitis media akut
Otitis media akutOtitis media akut
Otitis media akut
 
konstipasi anak
konstipasi anakkonstipasi anak
konstipasi anak
 
Impetigo Bullosa
Impetigo BullosaImpetigo Bullosa
Impetigo Bullosa
 
Hipertiroid ppt
Hipertiroid pptHipertiroid ppt
Hipertiroid ppt
 
Askep infeksi jantung (perikarditis, endokarditis dan miokarditis)
Askep infeksi jantung (perikarditis, endokarditis dan miokarditis)Askep infeksi jantung (perikarditis, endokarditis dan miokarditis)
Askep infeksi jantung (perikarditis, endokarditis dan miokarditis)
 

Similar to KOMPLIKASI EFUSI PLEURA

ASUHAN KEPERAWATAN EFUSI PLEURA.pptx
ASUHAN KEPERAWATAN EFUSI PLEURA.pptxASUHAN KEPERAWATAN EFUSI PLEURA.pptx
ASUHAN KEPERAWATAN EFUSI PLEURA.pptxIcuCovid1
 
Referrat efusi pleura
Referrat efusi pleuraReferrat efusi pleura
Referrat efusi pleuraunikindarwati
 
Penyakit pada selaput paru paru
Penyakit pada selaput paru paruPenyakit pada selaput paru paru
Penyakit pada selaput paru paruZul Coy
 
Tutorial rts i (pneumonia) b9 st.2017
Tutorial rts i (pneumonia) b9 st.2017Tutorial rts i (pneumonia) b9 st.2017
Tutorial rts i (pneumonia) b9 st.2017HerwantoYusa
 
Laporan Kasus - Pneumothorax.pptx
Laporan Kasus - Pneumothorax.pptxLaporan Kasus - Pneumothorax.pptx
Laporan Kasus - Pneumothorax.pptxssusere849b2
 
laporankasus-pneumothorax-231114120217-3822fc5b.pdf
laporankasus-pneumothorax-231114120217-3822fc5b.pdflaporankasus-pneumothorax-231114120217-3822fc5b.pdf
laporankasus-pneumothorax-231114120217-3822fc5b.pdfPanduAkbar6
 
PLEURAL EFFUSION - A PICTORIAL ESSAY.pptx
PLEURAL EFFUSION - A PICTORIAL ESSAY.pptxPLEURAL EFFUSION - A PICTORIAL ESSAY.pptx
PLEURAL EFFUSION - A PICTORIAL ESSAY.pptxdennyandrea1
 
CRS Hidropneumotoraks.pptx
CRS Hidropneumotoraks.pptxCRS Hidropneumotoraks.pptx
CRS Hidropneumotoraks.pptxulfahulkarimah21
 
351383036-HEMATOTHORAX-ppt.pptx
351383036-HEMATOTHORAX-ppt.pptx351383036-HEMATOTHORAX-ppt.pptx
351383036-HEMATOTHORAX-ppt.pptxRifqiRamdhani10
 
Abses paru by dr.Yanuarman
Abses paru by dr.Yanuarman Abses paru by dr.Yanuarman
Abses paru by dr.Yanuarman Ajo Yayan
 

Similar to KOMPLIKASI EFUSI PLEURA (20)

efusi pleura.pptx
efusi pleura.pptxefusi pleura.pptx
efusi pleura.pptx
 
Askepefusipleura
AskepefusipleuraAskepefusipleura
Askepefusipleura
 
ASUHAN KEPERAWATAN EFUSI PLEURA.pptx
ASUHAN KEPERAWATAN EFUSI PLEURA.pptxASUHAN KEPERAWATAN EFUSI PLEURA.pptx
ASUHAN KEPERAWATAN EFUSI PLEURA.pptx
 
PPT Efusi Pleura
PPT Efusi Pleura PPT Efusi Pleura
PPT Efusi Pleura
 
Efusi pleura AKPER PEMDA MUNA
Efusi pleura AKPER PEMDA MUNA Efusi pleura AKPER PEMDA MUNA
Efusi pleura AKPER PEMDA MUNA
 
Efusi pleura AKPER PEMKAB MUNA
Efusi pleura AKPER PEMKAB MUNAEfusi pleura AKPER PEMKAB MUNA
Efusi pleura AKPER PEMKAB MUNA
 
Referrat efusi pleura
Referrat efusi pleuraReferrat efusi pleura
Referrat efusi pleura
 
Penyakit pada selaput paru paru
Penyakit pada selaput paru paruPenyakit pada selaput paru paru
Penyakit pada selaput paru paru
 
Tutorial rts i (pneumonia) b9 st.2017
Tutorial rts i (pneumonia) b9 st.2017Tutorial rts i (pneumonia) b9 st.2017
Tutorial rts i (pneumonia) b9 st.2017
 
Laporan Kasus - Pneumothorax.pptx
Laporan Kasus - Pneumothorax.pptxLaporan Kasus - Pneumothorax.pptx
Laporan Kasus - Pneumothorax.pptx
 
laporankasus-pneumothorax-231114120217-3822fc5b.pdf
laporankasus-pneumothorax-231114120217-3822fc5b.pdflaporankasus-pneumothorax-231114120217-3822fc5b.pdf
laporankasus-pneumothorax-231114120217-3822fc5b.pdf
 
Askep pernapasan efusi pleura
Askep pernapasan efusi pleuraAskep pernapasan efusi pleura
Askep pernapasan efusi pleura
 
Asuhan keperawatan pada klien efusi plura
Asuhan keperawatan pada klien efusi pluraAsuhan keperawatan pada klien efusi plura
Asuhan keperawatan pada klien efusi plura
 
Asuhan keperawatan pada klien dengan efusi
Asuhan keperawatan pada klien dengan efusiAsuhan keperawatan pada klien dengan efusi
Asuhan keperawatan pada klien dengan efusi
 
Efusi pleura makalah
Efusi pleura makalahEfusi pleura makalah
Efusi pleura makalah
 
PLEURAL EFFUSION - A PICTORIAL ESSAY.pptx
PLEURAL EFFUSION - A PICTORIAL ESSAY.pptxPLEURAL EFFUSION - A PICTORIAL ESSAY.pptx
PLEURAL EFFUSION - A PICTORIAL ESSAY.pptx
 
CRS Hidropneumotoraks.pptx
CRS Hidropneumotoraks.pptxCRS Hidropneumotoraks.pptx
CRS Hidropneumotoraks.pptx
 
351383036-HEMATOTHORAX-ppt.pptx
351383036-HEMATOTHORAX-ppt.pptx351383036-HEMATOTHORAX-ppt.pptx
351383036-HEMATOTHORAX-ppt.pptx
 
EFUSI PLEURA GE.docx
EFUSI PLEURA GE.docxEFUSI PLEURA GE.docx
EFUSI PLEURA GE.docx
 
Abses paru by dr.Yanuarman
Abses paru by dr.Yanuarman Abses paru by dr.Yanuarman
Abses paru by dr.Yanuarman
 

KOMPLIKASI EFUSI PLEURA

  • 1. Komplikasi Efusi Pleura Komplikasi • Kollaps paru : hal ini terjadi jika paru-paru dikelilingi kumpulan cairan dalam waktu yang lama. • Empyema : bila cairan pleura terinfeksi menjadi abses, yang akan membutuhkan drainase yang lama. • Pneumothoraks, dapat merupakan komplikasi dari torakosentesis. • Gagal nafas Pengobatan Efusi Pleura Efusi pleura yang terinfeksi perlu segera dikeluarkan dengan menggunakan pipa intubasi melalui sela iga. Bila cairan pusnya kental sehingga sulit dikeluarkan atau bila empiemanya multilokular, perlu tindakan operatif. Mungkin sebelumnya dapat dibantu dengan irigasi cairan garam fisiologis atau larutan antiseptic (betadin). Pengobatan secara sistemik hendaknya segera diberikan, tetapi ini tidak berarti bila tidak diiringi pengeluaran cairan yang adekuat. Untuk mencegah terjadinya lagi efusi pleura setelah aspirasi (pada efusi pleura maligna), dapat dilakukan pleurodesis yakni melengketnya pleura viseralis dan pleura parietalis. Zat – zat yang dipakai adalah tetrasiklin (terbanyak dipakai) bleomisin, korinebakterium parvum, Tio-tepa, 5- fluorourasil. Antibiotic (mis. untuk efusi parapneumonik) dan diuretic (mis. untuk efusi karena CHF) umumnya digunakan pada manajemen inisial efusi pleura. Pemilihan obat pada tiap golongan tergantung pada penyebab efusi dan gejala klinis. Perhatian serius perlu diberikan untuk kemungkinan terjadinya interaksi obat,dan efek samping. Antibiotik yang digunakan bisa kombinasi, seperti sefalosporin generasi ketiga (ceftriaxone) dan makrolida, ataupun monoterapi dengan fluoroquinolone antipneumokokus generasi baru. Bila pasien dengan penurunan daya tahan tubuh atau dengan kerusakan struktur paru (seperti bronkiektasis), sefalosporin seperti ceftazidime direkomendasikan. Diuretik menurunkan volume plasma dan edema dengan cara diuresis,diuretik yang digunakan seperti furosemid dan spironolakton. Furosemid meningkatkan ekskresi cairan, menghambat reabsorbsi natrium dan klorida pada lengkung Henle asendens dan tubulus distal renalis. Spironolakton berkompetensi dengan aldosteron, meningkatkan ekskresi air dengan menahan ion hydrogen dan kalium (Kalium sparring effect). Diagnosa Banding Efusi Pleura -Abdominal Trauma, Blunt -Pneumonia, Empyema and Abscess -Abdominal Trauma, Penetrating -Pneumonia, Immunocompromised -Acute Respiratory Distress Syndrome Pneumonia, Mycoplasma -Arthritis, Rheumatoid -Pulmonary Embolism -CBRNE - Q Fever -Renal Failure, Chronic and Dialysis Complications -Congestive Heart Failure and Pulmonary Edema -Sjogren Syndrome -Diaphragmatic Injuries -Superior Vena Cava Syndrome -Esophageal Perforation, Rupture and Tears -Systemic Lupus Erythematosus -Hypothyroidism and Myxedema Coma -Transplants, Liver -Neoplasms, Lung -Transplants, Lung -Pancreatitis -Trauma, Upper Genitourinary -Pediatrics, Pneumonia -Tuberculosis -Pneumonia, Aspiration -Pneumonia, Bacterial Diposkan oleh doc-alfarisi di 03.43 Tidak ada komentar: Diagnosis Pemeriksaan Penunjang Foto Thoraks Efusi (Rontgen Dada) Pleura Pemeriksaan Penunjang Foto thoraks Permukaan cairan yang terdapat dalam rongga pleura akan membentuk bayangan seperti kurva, dengan permukaan daerah lateral lebih tinggi daripada bagian medial. Bila permukaannya horizontal dari lateral ke medial, pasti terdapat udara dalam rongga tersebut yang dapat berasal dari luar atau dalam paru-paru sendiri. Kadang – kadang sulit membedakan antara bayangan cairan bebas dalam pleura dengan adhesi karena radang (pleuritis). Perlu pemeriksaan foto dada dengan posisi lateral dekubitus. Cairan bebas akan mengikuti posisi gravitasi. Cairan dalam pleura bisa juga tidak membentuk kurva, karena terperangkap atau terlokalisasi. Keadaan ini sering terdapat pada daerah bawah paru-paru yang berbatasan dengan permukaan atas diafragma. Cairan ini dinamakan juga sebagai efusi subpulmonik. Gambarannya pada sinar tembus sering terlihat sebagai diafragma yang terangkat. Jika terdapat bayangan dengan udara dalam lambung, ini cenderung menunjukkan efusi subpulmonik. Begitu juga dengan bagian kanan dimana efusi subpulmonik sering terlihat sebagai bayangan garis tipis (fisura) yang berdekatan dengan diafragma kanan. Untuk jelasnya bisa dilihat dengan foto lateral dekubitus. Sehingga gambaran perubahan efusi tersebut menjadi nyata.
  • 2. Cairan dalam pleura kadang-kadang menumpuk mengelilingi lobus paru, biasanya lobus bawah dan terlihat dalam foto sebagai bayangan konsolidasi parenkim lobus, bisa juga mengumpul di daerah paramediastinal dan terlihat dalam foto sebagai fisura interlobaris, bisa juga terdapat secara paralel dengan sisi jantung, sehingga terlihat sebagai kardiomegali. Cairan seperti empiema dapat juga terlokalisasi. Gambaran yang terlihat adalah sebagai bayangan dengan densitas keras di atas diafragma, keadaan ini sulit dibedakan dengan tumor paru. Hal lain yang dapat terlihat dari foto dada pada efusi pleura adalah terdorongnya mediastinum pada sisi yang berlawanan dengan cairan. Di samping itu gambaran foto dada dapat juga menerangkan asal mula terjadinya efusi pleura yakni bila terdapat jantung yang membesar, tumor, adanya densitas parenkim yang lebih keras pada pneumonia atau abses paru. Gambaran efusi pleura pada radiografi toraks posisi tegak sebagaimana yang lazim diketahui adalah: 1) penumpulan sinus kostofrenikus bila cairan >500 ml pada Foto PA, dan >200 ml pada foto lateral 2) meniscus sign 3) serta perselubungan luas yang mungkin disertai pendorongan jantung dan medistinum. Hal yang agak berbeda dijumpai pada posisi supine dengan ditemukannya tanda-tanda radiologik berupa: 1) peningkatan densitas hemitoraks yang terkena, 2) meniscus sign 3) hilangnya bayanganatau batas hemidiafragma 4) berkurangnya ketajaman gambaran vaskuler di daerah basal paru 5) apical capping 6) penebalan fisura minor. Hal tersebut tentu saja tidak terlepas dari sifat cairan yang bergerak menyesuaikan dengan perubahan posisi penderita. Karena berbagai kondisi, terpaksa dilakukan posisi foto supine seperti pada penderita dengan kondisi kritis atau kesadaran menurun, pasien tidak dapat dimobilisasi, bayi dan anak-anak dengan penyakit yang dapat menyebabkan efusi pleura. Gambaran efusi pleura pada foto torak posisi supine berbeda dengan gambaran pada posisi tegak dan lateral dekubitus yang sudah lazim diketahui , sehingga diperlukan kecermatan untuk mencegah salah diagnosis. Sementara itu, USG adalah sarana diagnostik radiologis yang sangat tinggi akurasinya ( bisa mencapai 100% ) untuk mencitrakan efusi pleura dengan adanya gambaran anechoic pada kavum pleura. Hasil pemeriksaan USG sebagai standar baku emas. Dua tanda radiologis yang sering luput dicermati sebagai tanda adanya efusi pleura adalah penebalan fisura minor dan apical capping. Jumlah efusi menentukan terdeteksi tidaknya pada radiografi torak. Pada posisi tegak, biasanya gambaran efusi mulai terdeteksi ketika jumlah cairan mencapai 175 cc, sedangkan pada posisi supine biasanya setelah mencapai 300 cc. Diposkan oleh doc-alfarisi di 03.40 Tidak ada komentar: Diagnosis Pemeriksaan Fisik Efusi Pleura Pemeriksaan fisik yang ditemukan bervariasi tergantung dari volume efusi pleura. Secara umum, tidak dapat ditemukan jika volumenya < 300 ml. Jika > 300 ml pemeriksaan fisik yang dapat ditemukan diantaranya: • Suara pekak atau menurunnya resonansi pada perkusi • Suara pernafasan berkurang atau menghilang • Stem fremitus melemah • Egofoni • Suara gesekan pleura • Pengembangan rongga torak yang asimetris sehingga sisi yang mengalami efusi terjadi ketinggalan bernafas (Hoover sign) • Pergeseran mediastinum - hanya terlihat pada efusi yang masif (>1000 mL) - pada gambaran radiologi dijumpai adanya pergesaran trakea dan mediastinum ke arah kontra lateral lesi efusi. • Beberapa pemeriksaan penting yang menjadi petunjuk adanya efusi pleura: - anasarka - perubahan pada kulit pada penyakit hati kronis - distensi vena jugularis - S3 gallop
  • 3. - clubbing finger - massa intra abdomen atau nodul pada payudara Diposkan oleh doc-alfarisi di 03.36 Tidak ada komentar: Diagnosis Anamnesa Gejala Efusi Pleura Dari ananmnese didapatkan manifestasi klinis dari efusi pleura bervariasi dan sering dihubungkan dengan proses penyakit yang mendasarinya. Gejala yang secara umum dikaitkan adalah dispnu yang progresif, batuk (nonproduktif), dan nyeri dada pleuritik. • Dispnu Merupakan gejala klinis yang paling sering. Mengindikasikan suatu efusi yang luas ( biasanya >500mL). Sebanyak 50% terjadi pada efusi pleura maligna. Dispnu dapat juga disebabkan oleh faktor lain, seperti penyakit paru yang mendasari, disfungsi kardia, anemia. • Nyeri dada Nyeri dada dapat ringan atau berat secara spesifik digambarkan dengan nyeri yang tajam atau menusuk, memberat dengan inspirasi dalam, dan bersifat pleuritik. Nyeri dapat berlokasi di dinding dada atau menjalar ke bahu ipsilateral atau abdomen atas (biasanya terlihat dengan mesotelioma maligna), biasanya disebabkan oleh keterlibatan diafragma. Intensitas nyeri dada berkurang dengan peningkatan luasnya efusi pleura. Nyeri dada dapat menunjukkan suatu iritasi pleura, dimana dapat membantu diagnosis penyebab efusi, karena efusi transudatif tidak menyebabkan iritasi pleura secara langsung. • Tanda dan gejala lain yang muncul dengan efusi pleura dihubungkan dengan proses penyakit yang mendasarinya. - Pada gagal jantung kongestif: terjadi edema tungkai, ortopnu, dan paroksismal nokturnal dispnu. - Pada TB paru: keringat malam, demam, hemoptisis, dan penurunan berat badan. - Pada pneumonia bakterial aerobik: episode febril akut, produksi sputum purulent, dan nyeri dada pleuritik. • Napas pendek • Batuk • Hiccups • Pernapasan cepat Apakah Pleura itu? Pleura adalah membran tipis terdiri dari dua lapisan yaitu pleura viseralis dan pleura parietalis. Kedua lapisan ini bersatu di daerah hilus arteri dan mengadakan penetrasi dengan cabang utama bronkus, arteri dan vena bronkialis, serabut saraf dan pembuluh limfe. Secara histologist, kedua lapisan ini terdiri dari sel mesotelial, jaringan ikat, pembuluh darah kapiler dan pembuluh getah bening. Pleura sering kali mengalami patogenesis seperti terjadinya efusi cairan, misalnya hidrotorak dan pleuritis eksudativa karena infeksi, hemotorak bila rongga pleura berisi darah, kilotorak (cairan limfe), piotorak atau empiema toracis bila berisi nanah, pneumotorak bila berisi udara. Penyebab dari kelainan patologi pada rongga pleura bermacam-macam, terutama karenan infeksi tuberkulosis atau non tuberkulosis, keganasan, trauma dan lain-lain. Diposkan oleh doc-alfarisi di 03.29 Tidak ada komentar: Senin, 02 Mei 2011 Patofisiologi dan Mekanisme terjadinya Efusi Pleura Patofisiologi Efusi pleura adalah indikator dari proses patologi yang mungkin berasal dari proses primer di paru atau berhubungan dengan sistem organ yang lain atau juga karena penyakit sistemik, dapat terjadi secara akut maupun kronis dan tidak merupakan diagnosis tersendiri. Cairan pleura yang normal memiliki ciri-ciri : • Jernih •Ph 7.60-7,64 •Kandungan proteinnya < 2 % (1-2 g/dl) •Kandungan eritrositnya <1000 /mm3 •Kandungan glukosanya mirip dengan plasma •Kadar Laktat dehidrogenase (LDH) <50 % plasma •Konsentrasi Na,K, dan Ca mirip dengan cairan interstitial Mekanisme yang berperan dalam pembentukan efusi pleura adalah : •Perubahan permeabilitas membran pleura (misal: proses inflamasi, penyakit keganasan, emboli paru ) •Penurunan tekanan onkotik intravaskular (misal : hipoalbuminemia, sirosis hepatis ) •Meningkatnya permeabilitas kapiler atau kerusakan vaskular ( misal: trauma, penyakit neoplasma, proses inflamasi, infeksi, infark paru, hipersensitivitas obat, uremia,pankreatitis ) •Meningkatnya tekanan hidrostatik kapiler sistemik atau sirkulasi paru (misal: CHF, Sindroma vena cava superior ) •Berkurangnya tekanan pada rongga pleura sehingga paru tidak dapat mengembang (misal : atelektasis, mesotelioma )
  • 4. •Ketidakmampuan paru untuk mengembang •Penurunan atau blokade aliran limfatik, termasuk sumbatan duktus torasikus ataupun ruptur (misal : keganasan , trauma ) •Meningkatnya cairan pada rongga peritonium sehingga cairan tersebut berpindah ke rongga diafragma melalui kelenjar limf (misal: sirosis hepatis, peritonial dialisis) •Perpindahan cairan dari edema paru ke pleura viseralis •Peningkatan tekanan onkotik cairan pleura yang menetap akibat dari efusi pleura menyebabkan penumpukan cairan yang lebih banyak •Penyebab iatrogenik Diposkan oleh doc-alfarisi di 00.55 2 komentar: Penyebab Terjadinya Efusi Pleura Penyebab efusi pleura transudat, antara lain: •Gagal jantung kongestif Penyakit ini merupakan penyebab timbulnya efusi pleura pada 40% pasien dan sering muncul pada kedua sisi. Gagal jantung merupakan penyebab tersering pada efusi bilateral paru, dan jika hanya satu sisi yang terkena biasanya di sebelah kanan ( karena biasanya pasien berbaring ke kanan) •Perikarditis •Kelebihan cairan di jaringan tubuh menyebabkan cairan masuk ke rongga pleura, keadaan ini terlihat pada penyakit ginjal, pada pasien dengan penyakit saluran cerna dengan gangguan absorbsi, dan pemberian cairan intravena yang berlebihan. •Penyakit hati Sekitar 5% pasien dengan sirosis hati berkembang menjadi efusi pleura. •Meig’s Sindrom •Dialisis Peritoneal •Efusi pleura maligna/paramaligna: karena atelektasis pada obstruksi bronkial, atau stadium awal obstruksi limfatik. Penyebab efusi pleura eksudatif : • Tumor pleura •Tuberkulosis •Pneumonia •Keganasan: metastasis (karsinoma paru, kanker mammae, limfoma, ovarium dan lain-lain), mesothelioma •Emboli paru •Infeksi virus, jamur, atau parasit yang melibatkan paru mungkin akan menyebabkan efusi pleura •Penyakit jaringan ikat, meliputi rheumatoid arthritis, lupus, sjogren sindrom •Penyakit abdomen: penyakit pankreas, abses intraabdominal, hernia diafragmatika •Penyakit hati •Trauma •Penyakit pleura diinduksi obat: amiodaron, bromokriptin •Dan lain-lain Diposkan oleh doc-alfarisi di 00.52 Tidak ada komentar: Definisi dan Klasifikasi Efusi Pleura Definisi Efusi pleura adalah terdapatnya cairan yang berlebihan atau penimbunan cairan dalam kavum pleura baik berupa cairan bebas, lokal maupun dalam kapsul. Penyebab efusi pleura bervariasi misalnya akibat dari gagal jantung, tbc paru, pneumonia bakteri, keganasan, emboli paru, sirosis hati dengan ascites dan pankreatitis Di Indonesia, tbc paru adalah penyebab utama. Tipe Efusi Pleura Secara umum, efusi pleura dikategorikan sebagai efusi transudat dan eksudat. Efusi transudat terjadi karena perubahan faktor sistemik yang mempengaruhi pembentukan dan absorbsi cairan pleura, sedangkan efusi eksudatif tarjadi karena perubahan faktor lokal.