BIRO PERENCANAAN DAN KLNKEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM                             1
KOORDINASI PENGELOLAAN DAK                                             KEMEN    KEMEN   KEMENNO               PROSES      ...
Berdasarkan PP No. 55 Tahun 2005, peran KementerianPU mencakup: Mengusulkan kegiatan khusus yang akan didanai oleh DAK Bi...
HARAPAN TERHADAP PERAN BAPPEDA            ■ KONFIRMASI KESESUAIAN ANTARA BAPPEDA      RKA DENGAN PETUNJUK TEKNIS KAB/KOTA ...
5
JUMLAH PENERIMA DAN ALOKASI DAK                                                                    (dalam Rp. milyar)     ...
RUJUKAN DAK INFRASTRUKTUR      PERMEN PU No. 15/PRT/M/2010, tentangPetunjuk Teknis Penggunaan  DAK Bidang Infrastruktur   ...
 Merupakan pedoman bagi Kementerian, Pemerintah Provinsi, dan  Pemerintah Kabupaten/Kota dalam pemanfaatan, pelaksanaan, ...
 Menjamin tertib pemanfaatan, pelaksanaan dan pengelolaan DAK Bidang  Infrastruktur yang dilaksanakan oleh Pemerintah Pro...
   Kementerian melalui Unit Kerja Eselon-1 terkait untuk masing-    masing subbidang membantu proses perencanaan kegiatan...
   Berdasarkan      penetapan      alokasi     DAK      dari    Menteri    Keuangan, Gubernur/Bupati/Walikota penerima DA...
   Dalam rangka mensinergikan dan mensinkronisasikan program-program Bidang    Infrastruktur, pemerintah daerah harus men...
Arahan Penyusunan             Rencana Jangka Menengah Bidang PU                                            • SPW = Strateg...
   Subbidang Jalan meningkatkan integrasi fungsi jaringan jalan, meningkatkan    akses-akses ke daerah potensial, membuka...
Arah Kebijakan   dan Ruang LingkupDAK Infrastruktur TA-2012                            15
Arah KebijakanMempertahankan dan meningkatkan kualitas tingkat layanan irigasi padadaerah irigasi yang menjadi wewenang da...
Arah KebijakanMembiayai kebutuhan fisik sarana dan prasarana dasar yang menjadikewenangan daerah namun merupakan program p...
Arah KebijakanMeningkatkan cakupan pelayanan air minum untuk meningkatkan kualitaskesehatan masyarakat dan memenuhi standa...
Arah KebijakanMeningkatkan cakupan dan kehandalan pelayanan sanitasi(air limbah, persampahan dan drainase) untuk meningkat...
Koordinasi   danPelaporan
Mekanisme Koordinasi dan Pelaporan                                         MENTERI PU              Tim Koordinasi Penyelen...
 Dibentuk oleh Menteri Terdiri dari unsur Sekjen, Itjen, dan Eselon-1 terkait. Tugas dan tanggung jawab meliputi:    • ...
    Dibentuk oleh Direktur Jenderal terkait.    Tugas dan tanggung jawab meliputi:    ◦ Membantu pelaksanaan sosialisasi...
    Dibentuk oleh Gubernur    Terdiri dari unsur Bappeda Provinsi, Dinas teknis terkait, dan Balai/Satuan Kerja     Pusa...
   Dibentuk oleh Bupati/Walikota   Terdiri dari unsur Bappeda kabupaten/kota dan dinas teknis terkait.   Tugas dan tang...
Mekanisme Koordinasia. SKPD DAK tingkat Kabupaten/Kota sebagai anggota Tim  Koordinasi Kabupaten/Kota melakukan koordinasi...
SEB Kepala Bappenas, Menkeu dan Mendagri No.            0239/M.PPN/11/2008         tanggal 21 November 2008  perihal Petun...
Pelaporana. Laporan disampaikan secara berkala triwulanan:      Triwulan I pada minggu ke dua bulan April      Triwulan ...
a.   Persiapan        Usulan sampai dengan Rencana Kegiatan (RK)        Kesesuaian RK dengan Program Prioritas Nasionalb...
   Sesuai Pasal 5, Pasal 9 dan Pasal 10 UU No. 45 Tahun 2008 tentang APBN TA 2008    DAK disampaikan dalam bentuk belanja...
Gambaran KondisiPENYELENGGARAAN DAK       SAAT INI                      31
Kondisi Penyelenggaraan DAKPerencanaan■   Sebagian daerah belum siap dengan sistem data base untuk proses    perencanaan y...
Kondisi Penyelenggaraan DAKPelaksanaan■   Masih terdapat kegiatan yang tidak sesuai dengan petunjuk teknis,■   Penggunaan ...
Usulan Perbaikan■   Perlu dilakukan mapping dan update database yang lebih baik mengenai kebutuhan    daerah sehingga kegi...
• Konsisten pada tujuan : mendorong percepatan pembangunan  daerah dan pencapaian sasaran prioritas nasional;• Tingkatkan ...
36
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Sos dak 2012 infrastruktur

3,005 views

Published on

Published in: Business, Technology
1 Comment
1 Like
Statistics
Notes
  • Moga bisa jadi acuan perbaikan penyelenggaraan DAK di daerah
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
No Downloads
Views
Total views
3,005
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
66
Actions
Shares
0
Downloads
135
Comments
1
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Sos dak 2012 infrastruktur

  1. 1. BIRO PERENCANAAN DAN KLNKEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM 1
  2. 2. KOORDINASI PENGELOLAAN DAK KEMEN KEMEN KEMENNO PROSES BAPPENAS TEKNIS DAGRI KEU1 Perencanaan V2 Penyedia Data Fiskal V3 Penyedia Data Teknis V4 Koordinasi Petunjuk Teknis V5 Penyusunan Petunjuk Teknis V7 Penetapan Alokasi V8 Penyaluran Dana V9 Monev V V V V10 Audit 2
  3. 3. Berdasarkan PP No. 55 Tahun 2005, peran KementerianPU mencakup: Mengusulkan kegiatan khusus yang akan didanai oleh DAK Bidang Infrastruktur. Kegiatan Khusus bidang infrastruktur adalah prasarana Jalan, prasarana Irigasi, dan prasarana dan sarana Air Minum dan Sanitasi. Menyusun dan menyampaikan kriteria teknis untuk pengalokasian dan penggunaan dana DAK Bidang Infrastruktur. Menyusun dan menetapkan Petunjuk Teknis Penggunaan DAK sebagai pedoman bagi Daerah dalam menyusun Rencana Kegiatan. Melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pemanfaatan dan teknis pelaksanaan kegiatan yang didanai dari DAK. Menteri Teknis menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan DAK. 3
  4. 4. HARAPAN TERHADAP PERAN BAPPEDA ■ KONFIRMASI KESESUAIAN ANTARA BAPPEDA RKA DENGAN PETUNJUK TEKNIS KAB/KOTA MASING-MASING BIDANG ■ KONFIRMASI KETERSEDIAAN DANA PENDAMPING 10% BERUPA FISIK ■ KONFIRMASI KESESUAIAN ANTARA RKA DENGAN PETUNJUK TEKNIS BIDANG JALAN DAN IRIGASI PROV BAPPEDA PROVINSI ■ KONFIRMASI KETERSEDIAAN DANA PENDAMPING 10% BERUPA FISIK ■ MENCERMATI PENGANGGARAN KEGIATAN DAK PADA SAAT EVALUASI RAPBN KAB/KOTA
  5. 5. 5
  6. 6. JUMLAH PENERIMA DAN ALOKASI DAK (dalam Rp. milyar) 2010 2011 2012No Uraian Jml Alokasi Jml Alokasi Jml Alokasi 1 Jalan Provinsi 31 421 32 585 32 602 2 Jalan Kab/Kota 458 2.388 428 3.315 448 3.410 3 Irigasi Provinsi 31 290 30 393 29 404 4 Irigasi Kab/Kota 387 677 378 918 389 944 5 Air Minum Kab/Kota 452 357 433 419 445 502 6 Sanitasi Kab/Kota 449 357 428 419 449 463 TOTAL 4.493 6.051 6.327 6
  7. 7. RUJUKAN DAK INFRASTRUKTUR PERMEN PU No. 15/PRT/M/2010, tentangPetunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Infrastruktur 7
  8. 8.  Merupakan pedoman bagi Kementerian, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten/Kota dalam pemanfaatan, pelaksanaan, pemantauan, dan pembinaan dari segi teknis terhadap kegiatan yang dibiayai melalui DAK Bidang Infrastruktur; Ruang lingkupnya meliputi perencanaan dan pemrograman, koordinasi penyelenggaraan, pelaksanaan, tugas dan tanggung jawab pelaksanaan kegiatan, pemantauan, monitoring dan evaluasi, pengendalian, pelaporan kegiatan fisik dan keuangan, serta penilaian kinerja. 8
  9. 9.  Menjamin tertib pemanfaatan, pelaksanaan dan pengelolaan DAK Bidang Infrastruktur yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten atau Pemerintah Kota; Menjamin terlaksananya koordinasi antara Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian terkait, dinas teknis di provinsi, dan dinas teknis di kabupaten/kota dalam pelaksanaan, pengelolaan, dan pemantauan teknis kegiatan yang dibiayai dengan DAK Bidang Infrastruktur; Meningkatkan efektivitas dan efisiensi pemanfaatan DAK Bidang Infrastruktur, serta mensinergikan kegiatan yang dibiayai dengan DAK Bidang Infrastruktur dengan kegiatan prioritas nasional; Meningkatkan kinerja prasarana dan sarana bidang infrastruktur seperti kinerja jalan provinsi/kabupaten/kota, kinerja pelayanan jaringan irigasi (termasuk jaringan reklamasi rawa) yang merupakan kewenangan provinsi/kabupaten/kota, meningkatkan cakupan pelayanan air minum, dan cakupan pelayanan sanitasi untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di kabupaten/kota. 9
  10. 10.  Kementerian melalui Unit Kerja Eselon-1 terkait untuk masing- masing subbidang membantu proses perencanaan kegiatan yang dibiayai DAK Bidang Infrastruktur dalam hal:  Merumuskan kriteria teknis pemanfaatan DAK Bidang Infrastruktur;  Pembinaan teknis dalam proses penyusunan Rencana Kegiatan (RK) dalam bentuk pendampingan dan konsultasi;  Melakukan evaluasi dan sinkronisasi atas usulan RK dan perubahannya, terkait kesesuaiannya dengan prioritas nasional. 10
  11. 11.  Berdasarkan penetapan alokasi DAK dari Menteri Keuangan, Gubernur/Bupati/Walikota penerima DAK Bidang Infrastruktur membuat Rencana Kegiatan (RK) secara partisipatif berdasarkan konsultasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Kegiatan-kegiatan tersebut diharuskan memenuhi kriteria prioritas nasional. Penyusunan RK harus memperhatikan tahapan penyusunan program, penyaringan, dan penentuan lokasi kegiatan yang akan ditangani, penyusunan pembiayaan, serta metoda pelaksanaan yang berpedoman pada standar, peraturan, dan ketentuan yang berlaku. Rencana Kegiatan (RK) dan usulan perubahannya terlebih dahulu dikonsultasikan ke Unit Kerja Eselon-1 dan/atau Dinas Provinsi terkait tentang kesesuaian dengan prioritas nasional. 11
  12. 12.  Dalam rangka mensinergikan dan mensinkronisasikan program-program Bidang Infrastruktur, pemerintah daerah harus menyusun Rencana dan Program Investasi Jangka Menengah (RPIJM) Bidang Infrastruktur. RPIJM adalah rencana dan program pembangunan infrastruktur tahunan dalam periode tiga hingga lima tahun, baik yang dilaksanakan Pemerintah, pemerintah daerah, maupun oleh masyarakat/swasta, yang harus mengacu pada rencana tata ruang, untuk menjamin keberlangsungan kehidupan masyarakat secara berkualitas dan mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan dilaksanakan secara terpadu Pemerintah provinsi harus menyusun RPIJM Bidang Infrastruktur khususnya untuk Subbidang Jalan dan Subbidang Irigasi. Pemerintah Kabupaten/Kota harus menyusun RPIJM Bidang Infrastruktur khususnya untuk Subbidang Jalan, Subbidang Irigasi, Subbidang Air Minum, dan Subbidang Sanitasi. Rencana Kegiatan dan Usulan Perubahannya harus mengacu pada RPIJM yang telah disepakati. 12
  13. 13. Arahan Penyusunan Rencana Jangka Menengah Bidang PU • SPW = Strategi Pengembangan Wilayah; • RIS = Rencana Induk Strategis RPJMN / RTRWRENSTRA PU PROV.KAB/KOTA SPW – P/K RIS-PU RPJMD RPIJM-PU 11
  14. 14.  Subbidang Jalan meningkatkan integrasi fungsi jaringan jalan, meningkatkan akses-akses ke daerah potensial, membuka daerah terisolasi dan terpencil, mendukung pengembangan kawasan perbatasan, dan pariwisata; Subbidang Irigasi, mempertahankan tingkat pelayanan jaringan irigasi (termasuk jaringan reklamasi rawa) di provinsi dan kabupaten/kota guna mendukung program ketahanan pangan; Subbidang Air Minum memberikan akses pelayanan sistem penyediaan air minum kepada masyarakat berpenghasilan rendah di kawasan kumuh perkotaan dan di perdesaan termasuk daerah pesisir dan permukiman nelayan; Subbidang Sanitasi memberikan akses pelayanan sanitasi (air limbah, persampahan, dan drainase) yang layak skala kawasan kepada masyarakat berpenghasilan rendah di perkotaan yang diselenggarakan melalui proses pemberdayaan masyarakat.
  15. 15. Arah Kebijakan dan Ruang LingkupDAK Infrastruktur TA-2012 15
  16. 16. Arah KebijakanMempertahankan dan meningkatkan kualitas tingkat layanan irigasi padadaerah irigasi yang menjadi wewenang dan tanggung jawab pemerintahprovinsi/kab/kota sehingga dapat sejalan dan mendukung upayaPemerintah dalam rangka pemenuhan target “Surplus Beras Minimal 10juta ton dalam jangka waktu 5-10 tahun”.Ruang Lingkupa. REHABILITASI jaringan irigasi pada daerah irigasi yang rusak agar kualitas layanan irigasi dapat segera kembali seperti sedia kala.b. PENINGKATAN jaringan irigasi sebagai perwujudan kontribusi daerah terhadap pemenuhan target nasional „surplus 10 juta ton‟.c. Sementara untuk kegiatan operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi, dialokasikan melalui APBD sesuai dengan pembagian wewenang dan tanggung jawabnya.
  17. 17. Arah KebijakanMembiayai kebutuhan fisik sarana dan prasarana dasar yang menjadikewenangan daerah namun merupakan program prioritas nasional yangterintegrasi di bidang jalan.Ruang Lingkupa. Pemeliharaan berkala jalan dan jembatan provinsi/kabupaten/kotab. Peningkatan kapasitas jalan dan jembatan provinsi/kabupaten/kotac. Pembangunan jalan dan jembatan provinsi/kabupaten/kota, hanya untuk daerah pemekaran.
  18. 18. Arah KebijakanMeningkatkan cakupan pelayanan air minum untuk meningkatkan kualitaskesehatan masyarakat dan memenuhi standar pelayanan minimal (SPM)penyediaan air minum.Ruang Lingkupa. Peningkatan sambungan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di perkotaan.b. Peningkatan pelayanan air minum di kawasan nelayan.
  19. 19. Arah KebijakanMeningkatkan cakupan dan kehandalan pelayanan sanitasi(air limbah, persampahan dan drainase) untuk meningkatkankualitas kesehatan masyarakat dan memenuhi StandarPelayanan Minimal (SPM) penyediaan sanitasi.Ruang Lingkupa. Sub-bidang air limbah: pengembangan prasarana dan sarana air limbah komunal dan Sambungan Rumah (SR);b. Sub-bidang persampahan: pengembangan fasilitasi pengurangan sampah dengan pola 3R (Reduce, Reuse dan Recycle) dan alat transportasi secara selektif;c. Sub-bidang drainase: pengembangan prasarana dan sarana drainase mandiri yang berwawasan lingkungan, ecodrainage, drainase skala kawasan.
  20. 20. Koordinasi danPelaporan
  21. 21. Mekanisme Koordinasi dan Pelaporan MENTERI PU Tim Koordinasi Penyelenggaraan DAK Bidang Infrastruktur Kementerian PUGUBERNUR Tim Teknis Sub Tim Teknis Sub Tim Teknis Sub Tim Teknis Sub Bidang Irigasi Bidang Jalan Bidang Air Minum Bidang Sanitasi Tim Koordinasi Penyelenggaraan DAK Infrastruktur Provinsi Balai/Satker Satker Satker PSDA P2JJ PKPAM dan PPLPBUPATI / WK Tim Koordinasi Penyelenggaraan DAK Bidang Infrastruktur Kabupaten/Kota SKPD DAK Kabupaten/Kota 21
  22. 22.  Dibentuk oleh Menteri Terdiri dari unsur Sekjen, Itjen, dan Eselon-1 terkait. Tugas dan tanggung jawab meliputi: • Menyusun petunjuk teknis penggunaan DAK Infrastruktur; • Memfasilitasi pelaksanaan sosialisasi dan diseminasi, serta pembinaan pelaksanaan; • Memfasilitasi pelaksanaan pemantauan dan evaluasi DAK Infrastruktur; • Memberikan saran, masukan, maupun rekomendasi kepada Menteri PU; • Menyiapkan laporan tahunan Kementerian kepada Menteri Keuangan. 22
  23. 23.  Dibentuk oleh Direktur Jenderal terkait. Tugas dan tanggung jawab meliputi: ◦ Membantu pelaksanaan sosialisasi, diseminasi, dan pembinaan pelaksanaan kepada daerah-daerah; ◦ Melaksanakan pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan DAK; ◦ Menyiapkan laporan tahunan subbidangnya, untuk disampaikan kepada Tim Koordinasi Kementerian. 23
  24. 24.  Dibentuk oleh Gubernur Terdiri dari unsur Bappeda Provinsi, Dinas teknis terkait, dan Balai/Satuan Kerja Pusat yang ada di daerah terkait. Tugas dan tanggung jawab meliputi: ◦ Memberikan masukan penyusunan petunjuk teknis, ◦ Membantu pelaksanaan sosialisasi, diseminasi, dan pembinaan, ◦ Melaksanakan pemantauan dan evaluasi, ◦ Memberikan saran dan masukan atas RK yang disusun Pemerintah Kabupaten/Kota, ◦ Menyiapkan laporan triwulanan, semesteran, dan tahunan. Operasional Tim dibantu oleh Satker Pusat terkait: ◦ Subbidang Jalan oleh SNVT P2JJ, ◦ Subbidang Irigasi oleh Balai Wilayah Sungai atau Satker PSDA. ◦ Subbidang Air Minum dan Sanitasi oleh Satker Pengembangan PAM, dan Satker PPPLP. 24
  25. 25.  Dibentuk oleh Bupati/Walikota Terdiri dari unsur Bappeda kabupaten/kota dan dinas teknis terkait. Tugas dan tanggung jawab meliputi: ◦ Memberi masukan penyusunan petunjuk teknis; ◦ Membantu pelaksanaan sosialisasi, diseminasi, dan pembinaan pelaksanaan; ◦ Melaksanakan pemantauan dan evaluasi; ◦ Menyiapkan laporan triwulanan, semesteran, dan tahunan. Pelaksanaan kegiatan operasional Tim Koordinasi didukung oleh SKPD DAK di kabupaten/kota yang bersangkutan. 25
  26. 26. Mekanisme Koordinasia. SKPD DAK tingkat Kabupaten/Kota sebagai anggota Tim Koordinasi Kabupaten/Kota melakukan koordinasi dengan instansi terkait dalam menyusun laporan DAK Daerah Kabupaten/Kota;b. Satuan Kerja/Balai kementerian sebagai anggota Tim Koordinasi Provinsi melakukan koordinasi dengan instansi terkait dalam menyusun laporan DAK Provinsi;c. Tim Teknis Sub Bidang sebagai anggota Tim Koordinasi Pusat melakukan koordinasi dalam menyusun laporan Pemanfaatan DAK Bidang Infrastruktur ; 26
  27. 27. SEB Kepala Bappenas, Menkeu dan Mendagri No. 0239/M.PPN/11/2008 tanggal 21 November 2008 perihal Petunjuk Pelaksanaan Pemantauan Teknis Pelaksanaan dan Evaluasi Pemanfaatan DAK. 27
  28. 28. Pelaporana. Laporan disampaikan secara berkala triwulanan:  Triwulan I pada minggu ke dua bulan April  Triwulan ke II pada minggu ke dua bulan Juli  Triwulan ke III pada minggu ke dua bulan Oktober  Triwulan ke IV pada minggu ke dua bulan Januari tahun berikutnyab. Substansi Laporan:  Data Umum (1 Kali kecuali berubah)  Data Dasar (1 Kali kecuali berubah)  Data Kesesuaian Program (1 Kali setahun)  Data Pelaksanaan Pekerjaan (Triwulanan)  Data Kemajuan Pelaksanaan Pekerjaan (Triwulanan)  Masalah dan Upaya Pemecahan (Triwulanan)c. Penyampaian Laporan Triwulanan:  SKPD kepada Bupati/Walikota tembusan Tim Koordinasi Provinsi  Bupati/Walikota kepada Gubernur  Tim Koordinasi Provinsi kepada Tim Teknis Eselon I terkait  Gubernur kepada Menteri cq. Sekretaris Jenderal 28
  29. 29. a. Persiapan  Usulan sampai dengan Rencana Kegiatan (RK)  Kesesuaian RK dengan Program Prioritas Nasionalb. Pelaksanaan  Kesesuaian Pekerjaan dengan RK  Kesesuaian hasil dengan NSPM  Pencapaian Sasaranc. Pelaporan  Tingkat Kepatuhan  Substansi Laporan sesuai Format dalam Juknisd. Evaluasi  Evaluasi Dampak dan Manfaat  Evaluasi Kinerja 29
  30. 30.  Sesuai Pasal 5, Pasal 9 dan Pasal 10 UU No. 45 Tahun 2008 tentang APBN TA 2008 DAK disampaikan dalam bentuk belanja transfer Pencairan anggaran DAK dapat dilakukan secara langsung oleh Daerah (Provinsi/Kabupaten/Kota) karena telah disampaikan ke Kas Daerah dalam bentuk belanja transfer Tidak ada keharusan mempunyai acuan berupa Rencana Kegiatan (RK) dalam pemanfaatannya Pemantauan agak sulit dilakukan mengingat tidak terdapat acuan dalam pemanfaatannya Kurangnya kerjasama Daerah dalam penyusunan rencana pemanfaatannya mengingat tidak ada keharusan mempunyai RD/RK SKPD lebih fokus untuk melaporkan laporan penyerapan keuangan DAK ke Kemen Keuangan saja dibandingkan laporan triwulanan ke Kementerian Teknis. Implementasi PP 55/2005 pasal 63 (3) tidak berjalan sebagaimana yang diamanatkan, berakibat tidak seluruh Daerah penerima DAK melaporkan laporan triwulan secara disiplin; 30
  31. 31. Gambaran KondisiPENYELENGGARAAN DAK SAAT INI 31
  32. 32. Kondisi Penyelenggaraan DAKPerencanaan■ Sebagian daerah belum siap dengan sistem data base untuk proses perencanaan yang optimal,■ Sebagian kegiatan masih belum mengikuti kaidah-kaidah perencanaan yang baik dan benar,■ Keterbatasan SDM, terutama untuk daerah-daerah pemekaran,■ Adanya perbedaan prioritas antara para pemangku kepentingan,■ Penentuan program (paket, lokasi, dan besaran biaya), belum melalui justifikasi teknis dan ekonomis yang semestinya,■ Sangat bervariasinya kondisi dan kebutuhan daerah,■ Masih ada kegiatan yang kurang efektif (tidak segera fungsional). 32
  33. 33. Kondisi Penyelenggaraan DAKPelaksanaan■ Masih terdapat kegiatan yang tidak sesuai dengan petunjuk teknis,■ Penggunaan DAK dirasakan masih belum optimal,■ Masih ada daerah yang kesulitan menyediakan dana pendamping,■ Jenis pekerjaan kurang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lapangan,■ Masih terdapat kegiatan yang tidak selesai pada waktunya,■ Kualitas pekerjaan masih substandar,■ Kualitas dan substansi pelaporan kurang memadai,■ Waktu pelaporan terlambat terlalu jauh dari yang semestinya, sehingga sulit dievaluasi,■ Monev masih sulit dilakukan (kemampuan pusat terbatas sedang jumlah daerah terlalu banyak),■ Peran provinsi dalam koordinasi dan monev kurang optimal. 33
  34. 34. Usulan Perbaikan■ Perlu dilakukan mapping dan update database yang lebih baik mengenai kebutuhan daerah sehingga kegiatan yang didanai dari DAK sesuai dg kondisi dan kebutuhan,■ Menyempurnakan petunjuk teknis yang lebih lengkap, sederhana, dan mudah diimplementasikan,■ Mengintensifkan sosialisasi dan desiminasi Petunjuk Teknis dan proses perencanaan,■ Mengintensifkan pembinaan teknis terhadap SDM-SDM di daerah untuk meningkatkan kapasitasnya,■ Diatur lebih lanjut mengenai :  Mekanisme penentuan program/kegiatan, agar penggunaan DAK lebih optimal,  Mekanisme pemantauan, monitoring, dan evaluasi,  Peningkatan peran Pemerintah Provinsi,  Mekanisme Audit yang lebih optimal,  Mekanisme pemberian insentif dan disinsentif bagi daerah;■ Mengoptimalkan institusi fungsional pengawas/pemeriksa dalam pelaksanaan DAK,■ Penyederhanaan format pelaporan, dan Memanfaatkan teknologi informasi seperti e-monitoring, sehingga pelaporan lebih mudah, cepat, dan murah. 34
  35. 35. • Konsisten pada tujuan : mendorong percepatan pembangunan daerah dan pencapaian sasaran prioritas nasional;• Tingkatkan efektifitas, efisiensi, & akuntabilitas penggunaan DAK;• Tetapkan IKU bersama sesuai dengan tujuan tersebut, terutama dalam kinerja outcomes,• Bappenas agar berperan lebih besar, sebagai penjuru penyelenggaraan DAK;• Perbesar peran, wewenang, dan tanggung jawab K/L dan Pemerintah Provinsi dalam koordinasi, pembinaan, dan pengendalian penyelenggaraan DAK;• Sesuaikan peraturan perundangan untuk mencapainya, atau perlu ada format baru penyelenggaraan DAK. 35
  36. 36. 36

×