Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
 Aulia Nurul Hikmah      (1111031016) Ayu Dwini Octary        (1111031017) Azvareza Tiarani        (1111031019) Feni T...
8
7
6
4
3
Istilah dapat berupa (1) bentuk dasar, (2) bentuk berafiks, (3) bentuk ulang, (4) bentuk majemuk, (5) bentuk analogi, (6) ...
 Nomina:   kaidah – rule   busur - bow   cahaya - light Verba:   keluar - out   Uji - test   Tekan – press Adjekt...
I.2 Istilah Bentuk Berafiks Istilah bentuk berafiks disusun dari bentuk dasar dengan penambahan prefiks, infiks, sufiks, d...
 I.2.1 Paradigma Bentuk Berafiks ber-   ber-tani bertani petani pertanian   bel-ajar belajar pelajar pelajaran   ber-u...
I.2.2 Paradigma Bentuk Berafiks meng-   men-tulis menulis penulis penulisan    tulisan   meng-ubah mengubah pengubah    ...
Istilah berafiks penulis, pengubah,pembesar, pengajar, yang mengacukepada pelaku atau alat, dan penulisan,pngubahan, penga...
 mem-berdayakan       memberdayakan       pemberdaya  pemberdayaan mem-berhentikan     memberhentikan      pemberhenti  ...
 mem-persatukan persatuan  mempersatukan pemersatu pemersatuanIstilah berafiks pemersatu, pemeroleh,pemelajar yang mengac...
I.2.3 Paradigma Bentuk Berkonfiks ke—an  ke—an saksi kesaksian  ke—an bermakna kebermaknaan  ke—an terpuruk keterpuruka...
Sabut - serabut  Tunjuk - telunjuk   Kelut - kemelut   Kerja - kinerja     gigi - gerigigembung - gelembung   getar - geme...
Istilah berinfiks –er-, -el-, -em-, -in-seperti serabut, gerigi, telunjuk,gelembung, kemelut, gemetar, kinerja,sinambung y...
I.3 Istilah Bentuk Ulang         Istilah bentuk         ulang     dapat         berupa ulangan         bentuk    dasar    ...
I.3.1 Bentuk Ulang UtuhIstilah bentuk ulang utuh yag mengacu kekemiripan dapat dilihat pada contoh berikut  Ubur-ubur  p...
I.3.2 Bentuk Ulang Suku AwalIstilah bentuk ulang suku awal (dwipurwa)yang       dibentuk    melalui    pengulangankonsonan...
I.3.3 Bentuk Ulang BerafiksIstilah bentuk ulang dengan afiksasi dibentukmelalui paradigma berikut: Daun - dedaunan Pohon...
I.3.4 Bentuk Ulang Salin SuaraIstilah bentuk ulang salin suara dibentuk melaluipengulangan dengan perubahan bunyi.Perhatik...
I.4 Istilah Bentuk MajemukIstilah      bentuk     majemuk    ataukompositum          merupakan      hasilpenggabungan     ...
 I.4.1.1 Gabungan Bentuk Dasar Istilah majemuk gabungan bentuk dasar merupakan penggabungan dua bentuk dasar atau lebih. ...
I.4.2 Gabungan Bentuk Bebas dengan Bentuk Terikat  Istilah majemuk bentuk gabungan ini merupakan  penggabungan dua bentuk,...
I.4.3 GabunganBentuk TerikatIstilah       majemukbentuk gabungan inimerupakanpenggabungan bentukterikat, dan bentukterikat...
I.5 Istilah Bentuk AnalogiIstilah bentuk analogi bertolak dari pola bentukistilah yang sudah ada, seperti berdasarkan pola...
Istilah majemuk bentuk bebas merupakanpenggabungan dua unsur atau lebih, yangunsurunsurnya dapat berdiri sendiri sebagaibe...
I.7 Istilah Bentuk Singkatan   Istilah bentuk singkatan ialah bentuk yang   penulisannya dipendekkan menurut tiga cara   b...
2.        Istilah yang bentuk tulisannya terdiri atas     satu huruf atau lebih yang lazim dilisankan     huruf demi huruf...
3.Istilah yang sebagian unsurnya ditanggalkan.  Misalnya:    Ekspres yang berasal dari kereta api ekpres    Kawat yang b...
 I.8 Istilah Bentuk Akronim Istilah bentuk akronim ialah istilah pemendekan bentuk majemuk yang berupa gabungan huruf awa...
I.9 Lambang HurufLambang huruf ialah satu huruf atau lebih yangmelambangkan konsep dasar ilmiah seperti kuantitasdan nama ...
II.1 Pemberian Makna BaruIstilah baru dapat dibentuk lewatpenyempitan dan peluasan makna katayang lazim dan yang tidak laz...
II.1.1 Penyempitan MaknaKata gaya yang mempunyai makna kekuatandipersempit maknanya menjadi dorongan atautarikan yang akan...
II.1.2 Perluasan MaknaKata garam yang semula bermakna garam dapur(NaCl) diperluas maknanya sehingga mencakupisemua jenis s...
II.2 Istilah SinonimDua istilah atau lebih yang maknanya sama ataumirip, tetapi bentuknya berlainan, disebutsinonim. Di an...
II.3 Istilah HomonimIstilah homonim berupa dua istilah, atau lebih, yangsama ejaan dan lafalnya, tetapi maknanya berbeda,k...
II.3.2 HomofonIstilah homofon ialahistilah     yang    samalafalnya, tetapi berbedaejaannya. Misalnya:  bank dengan bang ...
II.4 Istilah PolisemIstilah polisem ialah bentuk yang memilikimakna ganda yang bertalian. Misalnya, katakepala (orang) bag...
II.5 Istilah Hiponim         Istilah hiponim ialah bentuk yang maknanya   terangkum dalam hiperonim, atau subordinatnya, a...
II.6 Istilah TaksonimIstilah taksonim ialah hiponim dalam sistemklasifikasi konsep bawahan dan konsep atasanyang bertingka...
Tata Bahasa Peristilahan dan Aspek semantik yangbaik dan benar adalah tata bahasa peristilahan sesuaidengan EYD yang telah...
 Suyanto,Edi.2011.Bahasa Indonesia Secara  Benar.Yogyakarta:Ardana Media. Anggota IKAPI.2009.Pedoman Umum Ejaan Bahasa  ...
Powerpoint b.indo
Powerpoint b.indo
Powerpoint b.indo
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Powerpoint b.indo

5,381 views

Published on

  • Be the first to like this

Powerpoint b.indo

  1. 1.  Aulia Nurul Hikmah (1111031016) Ayu Dwini Octary (1111031017) Azvareza Tiarani (1111031019) Feni Triminarni (1111031044) Lutfita Ayu Diarta (1111031065) Leely Marce margareta (1111031062) Lisna Wati Dewi (1111031064) Ima Novi Triana (1111031053) Santi Septian (1111031101)
  2. 2. 8
  3. 3. 7
  4. 4. 6
  5. 5. 4
  6. 6. 3
  7. 7. Istilah dapat berupa (1) bentuk dasar, (2) bentuk berafiks, (3) bentuk ulang, (4) bentuk majemuk, (5) bentuk analogi, (6) hasil metanalisis, (7) singkatan, (8) akronim. I.1 Istilah Bentuk Dasar Istilah bentuk dasar dipilih di antara kelas kata utama, seperti nomina, verba, adjektiva, dan numeralia. Misalnya :
  8. 8.  Nomina:  kaidah – rule  busur - bow  cahaya - light Verba:  keluar - out  Uji - test  Tekan – press Adjektiva:  kenyal - elastic  Acak - random  Cemas - anxious Numeralia:  gaya empat - four force  (pukulan) satu-dua - one-two  (bus) dua tingkat - double decker
  9. 9. I.2 Istilah Bentuk Berafiks Istilah bentuk berafiks disusun dari bentuk dasar dengan penambahan prefiks, infiks, sufiks, dan konfiks seturut kaidah pementukan kata bahasa Indonesia, misalnya dari bentuk pirsa menjadi pemirsa, bukan pirsawan ; dari hantar menjadi keterhantaran, bukan kehantaran. Istilah bentuk berafiks menunjukkan pertalian yang teratur antara bentuk dan maknanya. Istilah bentuk berafiks tersebut mengikuti paradigm berikut, yang unsur-unsurnya demi kejelasan dimasukkan dalam berbagai kotak.
  10. 10.  I.2.1 Paradigma Bentuk Berafiks ber-  ber-tani bertani petani pertanian  bel-ajar belajar pelajar pelajaran  ber-ubah berubah peubah perubahan Istilah berafiks petani, pelajar, peubah yang mengacu kepada pelaku atau alat, dan pertanian, pelajaran, perubahan yang mengacu ke hal, keadaan, atau tempat dibentuk dari verba bertani, belajar, berubah yang berasal dari bentuk dasar tani, ajar, dan ubah.
  11. 11. I.2.2 Paradigma Bentuk Berafiks meng-  men-tulis menulis penulis penulisan tulisan  meng-ubah mengubah pengubah pengubahan ubahan  mem-besarkan membesarkan pembesar pembesaran besaran  meng-ajari mengajari pengajar pengajaran ajaran
  12. 12. Istilah berafiks penulis, pengubah,pembesar, pengajar, yang mengacukepada pelaku atau alat, dan penulisan,pngubahan, pengajaran yang mengacuke proses atau perbuatan serta tulisan,ubahan, besaran, ajaran yang mengacuke hasil dijabarkan dari verba menulis,mengubah, membesarkan, mengajaryang berasal dari bentuk dasar tulis,ubah, besar, dan ajar.
  13. 13.  mem-berdayakan memberdayakan pemberdaya pemberdayaan mem-berhentikan memberhentikan pemberhenti pemberhentian mem-belajarkan membelajarkan pembelajar pembelajaran Istilah berafikspemberdaya, pemberhenti, pembelajar yang mengacukepada pelaku danpemberdayaan, pemberhentian, pembelajaran yangmengacu ke perbuatan dibentuk dari verbamemberdayakan, memberhentikan, membelajarkanyang dibentuk dari berdaya, berhenti, belajar yangberasal dari bentuk dasar daya, henti, dan ajar.
  14. 14.  mem-persatukan persatuan mempersatukan pemersatu pemersatuanIstilah berafiks pemersatu, pemeroleh,pemelajar yang mengacu kepada pelaku danpemersatuan, pemerolehan, pemelajaranyang mengacu ke perbuatan atau proses sertapersatuan, perolehan, pelajaran yangmengacu ke hasil dibentuk dari verbamempersatukan, memperoleh, mempelajariyang dibentuk dari bersatu, beroleh, belajaryang berasal dari bentuk dasar satu, oleh, ajar.
  15. 15. I.2.3 Paradigma Bentuk Berkonfiks ke—an  ke—an saksi kesaksian  ke—an bermakna kebermaknaan  ke—an terpuruk keterpurukan  ke—an seragam keseragamanIstilah berkonfiks ke—an yang mengacu ke halatau keadaan dibentuk dari pangkal yangberupa bentuk dasar atau bentuk yangberprefiks ber-, ter-, se-, sepertisaksi, bermakna, terpuruk,dan seragam.
  16. 16. Sabut - serabut Tunjuk - telunjuk Kelut - kemelut Kerja - kinerja gigi - gerigigembung - gelembung getar - gemetarsambung - sinambung
  17. 17. Istilah berinfiks –er-, -el-, -em-, -in-seperti serabut, gerigi, telunjuk,gelembung, kemelut, gemetar, kinerja,sinambung yang mengacu ke jumlah,kemiripan, atau hasil dibentuk daridasar sabut, gigi, tunjuk, gembung,kelut, getar, kerja dan sambung.
  18. 18. I.3 Istilah Bentuk Ulang Istilah bentuk ulang dapat berupa ulangan bentuk dasar seutuhnya atau sebagiannya dengan atau tanpa pengimbuhan dan pengubahan bunyi.
  19. 19. I.3.1 Bentuk Ulang UtuhIstilah bentuk ulang utuh yag mengacu kekemiripan dapat dilihat pada contoh berikut  Ubur-ubur  paru-paru  anal-anal  kunang-kunang  Undur-undur  kanak-kanak  langit-langit  kuda-kuda
  20. 20. I.3.2 Bentuk Ulang Suku AwalIstilah bentuk ulang suku awal (dwipurwa)yang dibentuk melalui pengulangankonsonan awal dengan penambahan ‘pepet’dapat dilihat pada contoh berikut: Laki - lelaki Tangga - tetangga Jaring - jejaring buku - bebuku rata - merata tikus - tetikus
  21. 21. I.3.3 Bentuk Ulang BerafiksIstilah bentuk ulang dengan afiksasi dibentukmelalui paradigma berikut: Daun - dedaunan Pohon - pepohonan Rumput – rerumputanIstilah bentuk ulang dedaunan, pepohonan,rerumputan yang mengacu ke berbagai macam,keanekaan dibentuk dari dasar daun, pohon, danrumput yang mengalami perulangan.
  22. 22. I.3.4 Bentuk Ulang Salin SuaraIstilah bentuk ulang salin suara dibentuk melaluipengulangan dengan perubahan bunyi.Perhatikan contoh berikut. Sayur - sayur-mayur Beras - beras-petas Serta - serta-mertaDari segi makna, perulangan dengan cara itumengandung makna ‘bermacam-macam’.
  23. 23. I.4 Istilah Bentuk MajemukIstilah bentuk majemuk ataukompositum merupakan hasilpenggabungan dua bentuk ataulebih, yang menjadi satuan leksikalbaru. Gabungan kata itu berupa (1)gabungan bentuk bebas dengan bentukbebas, (2) bentuk bebas dengan bentukterikat, atau (3) bentuk terikat denganbentuk terikat.
  24. 24.  I.4.1.1 Gabungan Bentuk Dasar Istilah majemuk gabungan bentuk dasar merupakan penggabungan dua bentuk dasar atau lebih.  Garis lintang  Masa depan I.4.1.2 Gabungan Bentuk Dasar dan Bentuk Berafiks Istilah majemuk bentuk gabungan ini merupakan penggabungan bentuk berafiks dan bentuk berafiks atau sebaliknya.  Proses berdaur  Sistem pencernaan I.4.1.3 Gabungan Bentuk Berafiks dan Bentuk Berafiks Istilah majemuk bentuk gabungan ini merupakan penggabungan bentuk berafiks dan bentuk berafiks. Misalnya:  Kesehatan lingkungan  Perawatan kecelakaan
  25. 25. I.4.2 Gabungan Bentuk Bebas dengan Bentuk Terikat Istilah majemuk bentuk gabungan ini merupakan penggabungan dua bentuk, atau lebih, yang salah satu unsurnya tidak dapat berdiri sendiri. Ada sejumlah bentuk terikat yang dapat digunakan dalam pembentukan istilah yang berasal dari bahasa Jawa Kuno dan Melayu. Misalnya:  adi-  adikarya – masterpiece  aneka-  anekabahasa - multilingual  antar-  kota – intercity  awa-  awaair - dewater  catur-  caturwulan - quarter
  26. 26. I.4.3 GabunganBentuk TerikatIstilah majemukbentuk gabungan inimerupakanpenggabungan bentukterikat, dan bentukterikat unsur ituditulis serangkai, tidakdiberi tanda hubung.Misalnya:  Dasawarsa - decade
  27. 27. I.5 Istilah Bentuk AnalogiIstilah bentuk analogi bertolak dari pola bentukistilah yang sudah ada, seperti berdasarkan polabentuk pegulat, tata bahasa, jurutulis, pramugari, dengan pola analogi pada istilahtersebut dibentuk berbagai istilah lain. Misalnya: Pegolf (golfer) Tata graha (housekeeping I.6 Istilah Hasil MetanalisisIstilah hasil metanalisis terbentuk melalui analisisunsur yang keliru. Misalnya: Kata mupakat (mufakat) diuraikan menjadi mu + pakat; lalu ada kata sepakat. Kata dasar perinci disangka terdiri atas pe + rinci sehingga muncul istilah rinci dan rincian
  28. 28. Istilah majemuk bentuk bebas merupakanpenggabungan dua unsur atau lebih, yangunsurunsurnya dapat berdiri sendiri sebagaibentuk bebas. Gabungan bentuk bebas meliputigabungan (a) bentuk dasar dengan bentuk dasar,(b) bentuk dasar dengan bentuk berafiks atausebaliknya, dan (c) bentuk berafiks denganbentuk berafiks.
  29. 29. I.7 Istilah Bentuk Singkatan Istilah bentuk singkatan ialah bentuk yang penulisannya dipendekkan menurut tiga cara berikut.1. Istilah yang bentuk tulisannya terdiri atas satu huruf atau lebih yang dilisankan sesuai dengan bentuk istilah lengkapnya. Misalnya:  cm yang dilisankan sentimeter  l yang dilisankan liter  sin yang dilisankan sinus  tg yang dilisankan tangen
  30. 30. 2. Istilah yang bentuk tulisannya terdiri atas satu huruf atau lebih yang lazim dilisankan huruf demi huruf. Misalnya:  DDT (diklorodifeniltrikloroetana) yang dilisankan de-de-te  KVA(kilovolt-ampere) yang dilisankan ka- ve-a  TL (tube luminescent) yang dilisankan te-el
  31. 31. 3.Istilah yang sebagian unsurnya ditanggalkan. Misalnya:  Ekspres yang berasal dari kereta api ekpres  Kawat yang berasal dari surat kawat  Harian yang berasal dari surat kabar harian  Lab yang berasal dari laboratorium  Info yang berasal dari informasi  Demo yang berasal dari demonstrasi  Promo yang berasal dari promosi
  32. 32.  I.8 Istilah Bentuk Akronim Istilah bentuk akronim ialah istilah pemendekan bentuk majemuk yang berupa gabungan huruf awal suku kata, gabungan suku kata, ataupun gabungan huruf awal dan suku kata dari deret kata yang diperlakukan sebagai kata. Misalnya:  Air susu ibu - asi  Bukti pelanggaran - tilang  Pengawasan melekat - waskat
  33. 33. I.9 Lambang HurufLambang huruf ialah satu huruf atau lebih yangmelambangkan konsep dasar ilmiah seperti kuantitasdan nama unsur. Lambang huruf tidak diikuti tandatitik. Misalnya:  F - gaya  N - nitrogen  Hg - raksa (kimia)  m - meter  Rp - rupiah  $ - dolar I.10 Gambar LambangGambar lambang ialah gambar atau tanda lain yangmelambangkan konsep ilmiah menurut konvensibidang ilmu yang bersangkutan.
  34. 34. II.1 Pemberian Makna BaruIstilah baru dapat dibentuk lewatpenyempitan dan peluasan makna katayang lazim dan yang tidak lazim.Artinya, kata itu dikurangi atauditambah jangkauan maknanyasehingga penerapannya menjadi lebihsempit atau lebih luas.
  35. 35. II.1.1 Penyempitan MaknaKata gaya yang mempunyai makna kekuatandipersempit maknanya menjadi dorongan atautarikan yang akan menggerakkan benda bebas(tak terikat) dan menjadi istilah baru untukpadanan istilah inggris force. Kata kendala yangmempunyai makna penghalang, perintangdipersempit maknanya menjadi pembataskeleluasaan gerak, yang tidak perlu menghalangiatau merintangi, untuk dijadikan istilah barubidang fisika sebagai padanan istilah Inggrisconstraint.
  36. 36. II.1.2 Perluasan MaknaKata garam yang semula bermakna garam dapur(NaCl) diperluas maknanya sehingga mencakupisemua jenis senyawaan dalam bidang kimia. Katacanggih yang semula bermakna banyakcakap, bawel, ceretwet diperluas maknanyauntukdipakai di bidang teknik, yang berarti kehilangankesedarhanaan asli (seperti sangat rumit, ruwet, atauterkembang). Kata pesawat yang semula bermaknaalat, perkakas, mesin diperluas maknanya di bidangteknik menjadi kapal terbang. Kata luah yangberasal dari bahasa Minang, dengan makna (1) rasamual; (2) tumpah atau limpah (tentang barangcair), mengalami perluasan makna menjadi volumezat cair yang mengalir melalui permukaan per tahunwaktu.
  37. 37. II.2 Istilah SinonimDua istilah atau lebih yang maknanya sama ataumirip, tetapi bentuknya berlainan, disebutsinonim. Di antara istilah sinonim itu salahsatunya ditentukan sebagai istilah baku atau yangdiutamakan. Misalnya: gulma sebagai padanan weed lebih baik daripada tumbuhan pengganggu hutan bakau sebagai padanan mangrove forest lebih baik daripada hutan payau mikro- sebagai padanan micro- dalam hal tertentu lebih baik daripada renik
  38. 38. II.3 Istilah HomonimIstilah homonim berupa dua istilah, atau lebih, yangsama ejaan dan lafalnya, tetapi maknanya berbeda,karena asalnya berlainan. Istilah homonim dapatdibedakan menjadi homograf dan homofon. II.3.1 HomografIstilah homograf ialah istilah yang sama ejaannya,tetapi berbeda lafalnya. Misalnya: pedologi ← paedo - ilmu tentang hidup dan perkembangan anak pedologi ← pedon - ilmu tentang tanah teras - inti
  39. 39. II.3.2 HomofonIstilah homofon ialahistilah yang samalafalnya, tetapi berbedaejaannya. Misalnya:  bank dengan bang  massa dengan masa
  40. 40. II.4 Istilah PolisemIstilah polisem ialah bentuk yang memilikimakna ganda yang bertalian. Misalnya, katakepala (orang) bagian teratas dipakai dalamkepala (jawatan), kepala (sarung). Bentuk asingyang sifatnya polisem diterjemahkan sesuaidengan arti dalam konteksnya. Karena medanmakna yang berbeda, suatu istilah asing tidakselalu berpadanan dengan kata Indonesia yangsama. Misalnya : (cushion) head - topi (tiang pancang) head (gate) - (pintu air) atas
  41. 41. II.5 Istilah Hiponim Istilah hiponim ialah bentuk yang maknanya terangkum dalam hiperonim, atau subordinatnya, atau superordinatnya, yang mempunyai makna yang lebih luas. Kata mawar, melati, cempaka, misalnya, masing-masing disebut hiponim terhadap kata bunga yang menjadi hiperonim atau superordinatnya. Di dalam terjemahan, hiperonim atau superordinat pada umumnya tidak disalin dengan salah satu hiponimnya, kecuali jika dalam bahasa Indonesia tidak terdapat istilah superordinatnya. Kata poultry, misalnya diterjemahkan dengan unggas, dan tidak dengan ayam atau bebek. Jika tidak ada pasangan istilah hiperonimnya dalam bahasa Indonesia, konteks situasi atau ikatan kalimat suatu superordinat asing akan menentukan hiponim Indonesia mana yang harus dipilih. Kata rice, misalnya, dapat diterjemahkan dengan padi, gabah, beras, atau nasi, bergantung pada konteksnya.
  42. 42. II.6 Istilah TaksonimIstilah taksonim ialah hiponim dalam sistemklasifikasi konsep bawahan dan konsep atasanyang bertingkat-tingkat. Kumpulan taksonimmembangun taksonimi sebagaimana taksonmembangun taksonomi. Berikut ini adalah bagantaksonomi makhluk. II.7 Istilah MeronimIstilah Meronim ialah istilah yang maujud(entity) yang ditunjuknya merupakan bagian darimaujud lain yang menyeluruh. Istilah yangmenyeluruh itu disebut holonim.
  43. 43. Tata Bahasa Peristilahan dan Aspek semantik yangbaik dan benar adalah tata bahasa peristilahan sesuaidengan EYD yang telah disempurnakan.Penulisan tanda baca yang meliputi;bentukdasar, bentuk berafiks, bentuk ulang, bentukmajemuk, bentuk analogi, hasil metanalisis, singkatandan akronim. Selain yang kami sebutkan adapunmengenai lambang, huruf, gambar lambang, satuandasar sistem Internasional, kelipatan dan fraksi satuandasar, sistem bilangan besar, tanda desimal, dimanaada perbedaan di dalam penggunaan sistem bilanganbesar di Amerika Serikat, Rusia dan Perancis sertasesuai dengan EYD yang telah disempurnakan.
  44. 44.  Suyanto,Edi.2011.Bahasa Indonesia Secara Benar.Yogyakarta:Ardana Media. Anggota IKAPI.2009.Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah. Jakarta: Yrama Widya. Anonim.1992. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah.Bandung:CV Pustaka Setia.

×