Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
STABILITAS OBAT
FARMASI FISIKA 2

1
Pendahuluan
• Faktor-faktor yang mempengaruhi kestabilan
suatu zat antara lain:
–
–
–
–
–
–
–

panas,
cahaya ,
kelembaban,...
Pendahuluan
• Sebagai contoh, senyawa-senyawa ester dan
amida seperti amil nitrat dan kloramfenikol
merupakan zat yang mud...
Penentuan Kestabilan Zat
• Pada umumnya penentuan kestabilan suatu
zat dapat dilakukan melalui perhitungan
kinetika kimia....
Penentuan Kestabilan Zat
• Hal-hal yang penting diperhatikan dalam
penentuan kestabilan suatu zat secara kinetika
kimia ad...
Aplikasi
• Kestabilan suatu zat merupakan faktor yang harus
dipehatikan dalam membuat formulasi suatu sediaan
farmasi.
• H...
Tujuan Praktikum
• Menerangkan faktor-faktor yang
mempengaruhi kestabilan suatu zat
• Menentukan energi aktivasi dari reak...
Prosedur Kerja
No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7
8
9
10
11
12
13
14
15

Alat
Timbangan
Labu takar 100 ml
Labu takar 50 ml
Labu takar...
A. Penyiapan Larutan Uji
• Larutkan 250 mg parasetamol dalam 100 ml
NaOH 0,1 M kemudian ditambahkan air
hingga 250 ml (100...
B. Penentuan panjang gelombang
maksimal
• Tentukan panjang gelombang maksimum
paracetamol dengan menggunakan larutan
paras...
Panjang gelombang (nm) Absorban (A)
200
210
220
230
240
250
260
270
280
290
300
11
C. Pembuatan kurva baku
• Ukur serapan yang terbentuk pada larutan
parasetamol konsentrasi 20, 40, 60, 80 dan
100 ppm. Reg...
Konsentrasi (ppm) Absorban
(x)
(y)
20
40
60
80
100

13
D. Penentuan umur simpan sirup
parasetamol
• Sirup paracetamol dimasukkan kedalam 21
vial masing-masing sebanyak 5 ml,
• k...
E. Penetapan kadar sirup parasetamol
• Sirup parasetamol sebanyak 1 ml ditambahkan
larutan natrium hidroksida o,1 N, hingg...
Tentukan serapan parasetamol
Absorban (A)
Menit keSuhu 40o C Suhu 50o C Suhu 60o C
0
30
60
90
120
150
180
16
Hitung kadar parasetamol
Menit ke-

Konsentrasi (ppm)
Suhu 40o C Suhu 50o C Suhu 60o C

0
30
60
90
120
150
180

x
x

y

a
...
Penentuan orde Reaksi penguraian
parasetamol
Cara grafik
Dengan membuat kurva hubungan antara konsentrasi
obat sisa terhad...
Persamaan tingkat reaksi
• Reaksi tingkat nol:
a
2k

t1 / 2

• Reaksi tingkat satu:
t1 / 2

0,693
k

• Reaksi tingkat dua:...
Contohnya Suhu 40o C
Menit Konsentrasi
ke(C)
0
30
60
90
120
150
180

Log C

1/C

20
Orde

Koefisien korelasi (r)

Suhu 40 Suhu 50 Suhu 60

0
1
2

Nilai r yang paling mendekati 1 berarti laju
penguraian para...
Tentukan laju reaksi penguraian parasetamol
sesuai dengan orde reaksi yang telah
ditentukan diatas
SUHU
40
50
60

b

K

22
Tentukan persamaan garis lurus antara 1/T dan
Log k untuk mendapatkan K parasetamol pada
suhu 25o C.
SUHU (T) SUHU (oK) T ...
Setelah diperoleh nilai K untuk suhu 25 o C tentukan waktu
paruh dan daluarsa parasetamol jika t (90%) dengan
menggunakan ...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

05 stabilitas obat

3,621 views

Published on

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

05 stabilitas obat

  1. 1. STABILITAS OBAT FARMASI FISIKA 2 1
  2. 2. Pendahuluan • Faktor-faktor yang mempengaruhi kestabilan suatu zat antara lain: – – – – – – – panas, cahaya , kelembaban, oksigen, pH, mikroorganisme dan bahan-bahan tambahan yang dipergunakan dalam formula sediaan obat 2
  3. 3. Pendahuluan • Sebagai contoh, senyawa-senyawa ester dan amida seperti amil nitrat dan kloramfenikol merupakan zat yang mudah terhidrolisis dengan adanya lembab • sedangkan vitamin C sangat mudah sekali mengalami oksidasi 3
  4. 4. Penentuan Kestabilan Zat • Pada umumnya penentuan kestabilan suatu zat dapat dilakukan melalui perhitungan kinetika kimia. • Cara ini tidak memerlukan waktu lama sehingga cukup praktis digunakan dalam bidang farmasi. 4
  5. 5. Penentuan Kestabilan Zat • Hal-hal yang penting diperhatikan dalam penentuan kestabilan suatu zat secara kinetika kimia adalah : – Kecepatan reaksi – Faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan reaksi – Tingkat reaksi dan cara penentuan 5
  6. 6. Aplikasi • Kestabilan suatu zat merupakan faktor yang harus dipehatikan dalam membuat formulasi suatu sediaan farmasi. • Hal ini penting mengingat suatu sediaan biasanya diproduksi dalam jumlah yang besar dan memerlukan waktu yang lama dapat mengalami penguraian dan mengakibatkan dosis yang diterima pasien berkurang. • Adakalanya hasil urai tersebut bersifat toksik sehingga dapat membahayakan jiwa pasien. • Oleh karena itu, perlu diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi kestabilan suatu zat sehingga dapat dipilih kondisi pembuatan sediaan yang tepat sehingga kestabilan obat terjaga. 6
  7. 7. Tujuan Praktikum • Menerangkan faktor-faktor yang mempengaruhi kestabilan suatu zat • Menentukan energi aktivasi dari reaksi penguraian suatu zat • Menentukan usia simpan suatu zat 7
  8. 8. Prosedur Kerja No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Alat Timbangan Labu takar 100 ml Labu takar 50 ml Labu takar 10 ml Spektrofotometer Kuvet Gelas kimia 100 ml Batang pengaduk Sendok tanduk Gelas ukur 10 ml Vial Oven Spoit 1 ml Stopwatch Botol semprot Bahan Parasetamol Sirup parasetamol Air Larutan NaOH 0,1 N Kertas timbang 8
  9. 9. A. Penyiapan Larutan Uji • Larutkan 250 mg parasetamol dalam 100 ml NaOH 0,1 M kemudian ditambahkan air hingga 250 ml (1000 ppm) • Dari larutan 1000 ppm dipipet masing-masing 1, 2, 3, 4, dan 5 ml ke dalam masing-masing labu takar 50 ml, kemudian dicukupkan volumenya dengan air sehingga diperoleh konsentrasi 20, 40, 60, 80 dan 100 ppm. 9
  10. 10. B. Penentuan panjang gelombang maksimal • Tentukan panjang gelombang maksimum paracetamol dengan menggunakan larutan parasetamol 40 ppm pada panjang gelombang antara 200-300 nm 10
  11. 11. Panjang gelombang (nm) Absorban (A) 200 210 220 230 240 250 260 270 280 290 300 11
  12. 12. C. Pembuatan kurva baku • Ukur serapan yang terbentuk pada larutan parasetamol konsentrasi 20, 40, 60, 80 dan 100 ppm. Regresikan agar diperoleh persamaan garis lurusnya. 12
  13. 13. Konsentrasi (ppm) Absorban (x) (y) 20 40 60 80 100 13
  14. 14. D. Penentuan umur simpan sirup parasetamol • Sirup paracetamol dimasukkan kedalam 21 vial masing-masing sebanyak 5 ml, • kemudian vial-vial tersebut dimasukkan kedalam oven dengan suhu 40oC, 50oC, dan 60oC, pada hari ke 0, 1, 2, 3 dan 4 diambil 1 vial dan diukur kadar paracetamol 14
  15. 15. E. Penetapan kadar sirup parasetamol • Sirup parasetamol sebanyak 1 ml ditambahkan larutan natrium hidroksida o,1 N, hingga 10 ml kemudian dipipet sebayak 1 ml ditambahkan air hingga 50 ml. • ukur serapannya. Hitung bobot zat dalam mg dalam sirup dengan rumus sebagai berikut: x x y a b y a b xf p x50x10 15
  16. 16. Tentukan serapan parasetamol Absorban (A) Menit keSuhu 40o C Suhu 50o C Suhu 60o C 0 30 60 90 120 150 180 16
  17. 17. Hitung kadar parasetamol Menit ke- Konsentrasi (ppm) Suhu 40o C Suhu 50o C Suhu 60o C 0 30 60 90 120 150 180 x x y a b y a b xf p x50x10 17
  18. 18. Penentuan orde Reaksi penguraian parasetamol Cara grafik Dengan membuat kurva hubungan antara konsentrasi obat sisa terhadap waktu. Dengan regresi linier dicari harga r yang paling mendekati 1 Cara grafik Dimana: -Orde 0  sumbu x = waktu; sumbu y = konsentrasi -Orde 1  sumbu x = waktu; sumbu y = log konsentrasi -Orde 2  sumbu x = waktu; sumbu y = 1/ konsentrasi 18
  19. 19. Persamaan tingkat reaksi • Reaksi tingkat nol: a 2k t1 / 2 • Reaksi tingkat satu: t1 / 2 0,693 k • Reaksi tingkat dua: t1 / 2 copyright by mira 1 ak 19
  20. 20. Contohnya Suhu 40o C Menit Konsentrasi ke(C) 0 30 60 90 120 150 180 Log C 1/C 20
  21. 21. Orde Koefisien korelasi (r) Suhu 40 Suhu 50 Suhu 60 0 1 2 Nilai r yang paling mendekati 1 berarti laju penguraian parasetamol mengikuti orde tersebut 21
  22. 22. Tentukan laju reaksi penguraian parasetamol sesuai dengan orde reaksi yang telah ditentukan diatas SUHU 40 50 60 b K 22
  23. 23. Tentukan persamaan garis lurus antara 1/T dan Log k untuk mendapatkan K parasetamol pada suhu 25o C. SUHU (T) SUHU (oK) T 1/T (X) K LOG K 40 50 60 log k log A Ea 1 2,303 RT 23
  24. 24. Setelah diperoleh nilai K untuk suhu 25 o C tentukan waktu paruh dan daluarsa parasetamol jika t (90%) dengan menggunakan rumus sesuai orde reaksi penguraiannya : Jika orde 0 t1 / 2 t 90 Jika orde 1 t1 / 2 t 90 Jika orde 2 t1 / 2 t 90 1 2 1 10 Co K Co K 0,693 k 0,105 k 1 Cok 1 9kCo 24

×