SlideShare a Scribd company logo
1 of 18
Download to read offline
MAKALAH
RUANG LINGKUP PENGAWASAN PENDIDIKAN
Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Pengawas dan Kepengawasan
Oleh :
FAJAR EFENDI DAULAY 8156132066
HENDRI PUTRA 8156132069
KELAS AW 2 – AP KEPENGAWASAN
ADMINISTRASI PENDIDIKAN KEPENGAWASAN
PROGRAM PASCA SARJANA
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2015
1
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah
melimpahkan rahmat-Nya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan makalah
mengenai Metologi Kepengawasan Pendidikan ini.
Tidak lupa juga penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen
pembimbing matakuliah Pengawasan Pendidikan yang telah membimbing penulis
dalam pembuatan makalah ini. Yang terhormat: Bapak. Dr. Arif Rahman, M.Pd.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam pembuatan makalah ini
masih kurang sempurna, baik isi maupun penulisannya. Untuk itu penulis
menerima kritik dan saran yang bersifat konstruktif demi sempurnanya makalah
ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.
Medan, November 2015
Hormat Saya
Penulis
2
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL ...................................................................................... i
KATA PENGANTAR ....................................................................................... ii
DAFTAR ISI ...................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN .................................................................................. 1
A. Latar Belakang...................................................................................... 3
B. Identifikasi Masalah.............................................................................. 4
C. Tujuan Penulisan .................................................................................. 4
D. Manfaat Penulisan................................................................................. 5
BAB II PEMBAHASAN.......................................................................................... 3
A. Hakekat Pengawas................................................................................ 3
B. Sistem Rekrutment Pengawas Sekolah ................................................ 4
C. Kompetensi Pengawas Sekolah ........................................................... 4
D. Regulasi yang Mengatur Pengawas Sekolah........................................ 5
E. Mengikuti Model Pembelajaran ........................................................... 7
BAB III PENUTUP ........................................................................................... 25
DAFTAR RUJUKAN
3
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Dalam proses pendidikan, pengawasan atau supervisi merupakan bagian
tidak terpisahkan dalam upaya peningkatan prestasi belajar dan mutu sekolah.
Sahertian (2000:19) menegaskan bahwa pengawasan atau supervisi pendidikan
tidak lain dari usaha memberikan layanan kepada stakeholder pendidikan,
terutama kepada guru-guru, baik secara individu maupun secara kelompok dalam
usaha memperbaiki kualitas proses dan hasil pembelajaran. Burhanuddin
(1990:284) memperjelas hakikat pengawasan pendidikan pada hakikat
substansinya. Substansi hakikat pengawasan yang dimaksud menunjuk pada
segenap upaya bantuan supervisor kepada stakeholder pendidikan terutama guru
yang ditujukan pada perbaikan-perbaikan dan pembinaan aspek pembelajaran.
Bantuan yang diberikan kepada guru harus berdasarkan penelitian atau
pengamatan yang cermat dan penilaian yang objektif serta mendalam dengan
acuan perencanan program pembelajaran yang telah dibuat. Proses bantuan yang
diorientasikan pada upaya peningkatan kualitas proses dan hasil belajar itu
penting, sehingga bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran. Jadi bantuan
yang diberikan itu harus mampu memperbaiki dan mengembangkan situasi belajar
mengajar.
Dengan menyadari pentingnya upaya peningkatan mutu dan efektifitas
sekolah dapat (dan memang tepat) dilakukan melalui pengawasan. Atas dasar itu
maka kegiatan pengawasan harus difokuskan pada perilaku dan perkembangan
siswa sebagai bagian penting dari: kurikulum/mata pelajaran, organisasi sekolah,
kualitas belajar mengajar, penilaian/evaluasi, sistem pencatatan, kebutuhan
khusus, administrasi dan manajemen, bimbingan dan konseling, peran dan
tanggung jawab orang tua dan masyarakat (Law dan Glover 2000). Lebih lanjut
Ofsted (2005) menyatakan bahwa fokus pengawasan sekolah meliputi: (1)
standard dan prestasi yang diraih siswa, (2) kualitas layanan siswa di sekolah
(efektifitas belajar mengajar, kualitas program kegiatan sekolah dalam memenuhi
4
kebutuhan dan minat siswa, kualitas bimbingan siswa), serta (3) kepemimpinan
dan manajemen sekolah.
Oleh karena itu, profesi pengawas memegang peranan penting agar
terciptanya sekolah yang unggul. Selama ini profesi Pengawas Sekolah kurang
mendapatkan perhatian secara serius dan hanya dianggap sebagai tenaga
kependidikan yang sama kedudukannya dengan tenaga kependidikan lainnya,
sehingga relatif kurang mendapatkan perhatian dalam pengembangannya. Bahkan
nyaris tidak tersentuh pembaharuan-pembaharuan pendidikan, meskipun ia
memiliki peran yang sangat vital dalam menyukseskan pembaharuan pendidikan
dan peningkatan mutu pendidikan di sekolah. Namun pengawas sekolah dianggap
sebagai jabatan non job, diisi orang-orang tua, memperpanjang usia pensiun, diisi
para suami/isteri pejabat.
Berdasarkan permasalahan di atas, maka penulis tertarik untuk membahas
tentang Ruang Lingkup Pengawas Pendidikan sehingga dapat sebagai tolak ukur
dan acuan untuk membentuk karakter pengawas sekolah yang professional dan
akuntabel.
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan permasalahan di atas, yang menjadi identifikasi masalah
adalah kurangnya pemahaman pengawas tentang :
1. Hakekat pengawas sekolah
2. Sistem rekrutment pengawas sekolah
3. Kompetensi pengawas sekolah
4. Regulasi yang mengatur pengawas sekolah
C. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui hakekat pengawas sekolah
2. Untuk mengetahui sistem rekrutment pengawas sekolah
3. Untuk mengetahui kompetensi pengawas sekolah
4. Untuk mengetahui regulasi yang mengatur pengawas sekolah
5
D. Manfaat Penulisan
Manfaat penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Menambah wawasan dan pemahaman tentang pengawas sekolah.
2. Sebagai referensi bagi pengawas sekolah
6
BAB II
PEMBAHASAN
A. Hakekat Pengawas Sekolah
Pengawasan dapat diartikan sebagai proses kegiatan monitoring untuk
meyakinkan bahwa semua kegiatan organisasi terlaksana seperti yang
direncanakan dan sekaligus juga merupakan kegiatan untuk mengoreksi dan
memperbaiki bila ditemukan adanya penyimpangan yang akan mengganggu
pencapaian tujuan (Robbins dalam Sudjana (2006:5).
Selanjutnya Burhanuddin (2004:284) mengartikan pengawasan atau
supervisi pendidikan tidak lain dari usaha memberikan layanan kepada
stakeholder pendidikan, terutama kepada guru-guru, baik secara individu maupun
secara kelompok dalam usaha memperbaiki kualitas proses dan hasil
pembelajaran.
Pengawasan identik dengan supervisi, menurut Good Carter dalam
Suhertian (2000:18) mengartikan bahwa supervisi adalah usaha dari petugas-
petugas sekolah dalam memimpin dan membimbing guru-guru dan petugas-
petugas lainnya, dalam memperbaiki pengajaran, termasuk menstimulir,
menyeleksi pertumbuhan jabatan-jabatan perkembangan guru-guru dan merevisi
tujuan pendidikan, bahan-bahan pengajaran dan metode mengajar dan evaluasi
pengajaran.
Selanjutnya Syaiful ( 2010:90 ) dalam bukunya supervisi pembelajaran
mengartikan supervisi mempunyai arti khusus yaitu “membantu dan turut serta
dalam usaha-usaha perbaikan dan meningkatkan mutu baik personel maupun
lembaga. Dalam dunia pendidikan memandang guru sebagai bagian penting dari
manajemen yang diharapkan melaksanakan tugas sesuai fungsi-fungsi manajemen
dengan baik dan terukur”.
Dari beberapa pengertian yang penulis sebutkan diatas dapat diambil suatu
kesimpulan bahwa pengawasan atau supervisi erat kaitanya dengan kegiatan
membimbing, membina, memonitoring dan member pelayanan dalam membantu
7
guru terhadap kegiatan proses pembelajaran agar tetap berjalan seperti yang
diharapkan.
B. Sistem Rekrutment Pengawas Sekolah
1. Kualifikasi Pengawas Sekolah
(1) Kriteria umum calon pengawas satuan pendidikan :
a. Pangkat minimal Penata, golongan / ruang III/c;
b. Usia maksimal 50 tahun.;
c. Pernah menyandang predikat kepala sekolah atau guru berprestasi
minimal ditingkat kecamatan (jenjang TK/RA/SD/MI) dan ditingkat
satuan pendidikan (jenjang SMP/MTs/SMA/MA/SMK) berdasarkan
pedoman panduan guru dan kepala sekolah berprestasi;
d. Lulus seleksi pengawas satuan pendidikan;
e. Nilai rata-rata DP3 dalam dua tahun terakhir minimal baik.
(2) Kriteria khusus calon pengawas satuan pendidikan
a. Pengawas satuan pendidikan TK/RA :
1. Berlatar belakang pendidikan minimal S1 kependidikan /
Akta IV, dengan keahlian pendidikan ke-TK/RA-an;
2. Guru TK/RA bersertifikat profesi dengan pengalaman kerja
minimal 8 tahun;
3. Kepala TK/RA bersertifikat profesi dengan pengalaman
kerja minimal 4 tahun.
b. Pengawas satuan pendidikan SD/MI :
1. Berlatar belakang pendidikan minimal S1 kependidikan /
Akta IV , dengan keahlian pendidikan ke-SD/MI-an;
2. Guru SD/MI bersertifikat profesi dengan pengalaman kerja
minimal 8 tahun, atau;
3. Kepala SD/MI bersertifikat profesi dengan pengalaman kerja
minimal 4 tahun.
c. Pengawas satuan pendidikan SMP/MTs :
8
1. Berlatar belakang pendidikan minimal S2
kependidikan dengan berbasis S1 kependidikan, atau S1 non
kependidikan plus Akta IV dalam rumpun mata pelajaran MIPA, IPS,
Bahasa, Olah Raga Kesehatan, rumpun seni budaya, agama dan
Bimbingan Konseling;
2. Guru SMP/MTs bersertifikat profesi dengan
pengalaman kerja minimal 8 tahun;
3. Kepala SMP/MTs bersertifikat profesi
dengan pengalaman kerja minimal 4 tahun.
d. Pengawas satuan pendidikan SMA/MA :
1. Berlatar belakang pendidikan minimal
S2 kependidikan dengan berbasis S1 kependidikan, atau S1 non
kependidikan plus Akta IV dalam rumpun mata pelajaran MIPA, IPS,
Bahasa, Olah Raga Kesehatan, rumpun seni budaya, agama, dan
Bimbingan Konseling;
2. Guru SMA/MA bersertifikat profesi
dengan pengalaman kerja minimal 8 tahun;
3. Kepala SMA/MA bersertifikat profesi
dengan pengalaman kerja minimal 4 tahun.
e. Pengawas satuan pendidikan SMK/MAK :
1. Berlatar belakang pendidikan minimal S2
kependidikan dengan berbasis S1 kependidikan, atau S1 non kependidikan
plus Akta IV dalam rumpun pertanian dan kehutanan, teknologi dan industri,
bisnis dan menejemen, kesejahteraan masyarakat, pariwisata dan rumpun seni
dan kerajinan, Agama Bimbingan Konseling maan, dan;
2. Guru SMK/MAK bersertifikat profesi
dengan pengalaman kerja minimal 8 tahun;
3. Kepala SMK/MAK bersertifikat profesi
dengan pengalaman kerja minimal 4 tahun.
4. Seleksi calon pengawas satuan
pendidikan di lingkungan Dinas Pendidikan dilakukan oleh Tim Seleksi
9
Calon Pengawas Satuan Pendidikan yang ditetapkan dengan Surat
Keputusan Bupati. Sedangkan seleksi calon pengawas di lingkungan
Departemen Agama dilakukan oleh Kantor Departemen Agama.
5. Anggota Tim Seleksi Calon Pengawas Satuan Pendidikan untuk Dinas
Pendidikan diusulkan oleh Kepala Dinas Pendidikan kepada Bupati,
sedangkan Tim Seleksi Calon Pengawas Satuan Pendidikan di lingkungan
Departemen Agama ditetapkan oleh Kepala Kantor Departemen Agama.
2. Seleksi Pengawas Sekolah
(1) Seleksi calon pengawas satuan pendidikan melalui dua tahap yaitu:
a. Tahap I : Seleksi kelengkapan administrasi meliputi:
1. Ijasah;
2. Surat Keputusan pengangkatan pertama;
3. Surat Keputusan kenaikan pangkat terakhir;
4. DP3 2 tahun terakhir;
5. Surat Keputusan pengangkatan kepala sekolah (bagi yang memiliki);
6. Surat keterangan/piagam sebagai guru/kepala sekolah berprestasi;
7. Surat keterangan sehat dari dokter;
8. Makalah kepengawasan;
b. Tahap II: Seleksi Kemampuan terdiri atas tes tertulis, tes performance, dan
tes portofolio
(2) Tes tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b meliputi:
a. Tes kemampuan akademik dan kecerdasan emosional;
b. Tes penguasaan kepengawasan satuan pendidikan;
c. Tes kreativitas dan motivasi.
(3) Tes Portofolio sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b meliputi:
a. Penilaian terhadap karya tulis ilmiah yang dihasilkan oleh calon pengawas
satuan pendidikan;
b. Bukti fisik keikutsertaan calon pengawas satuan pendidikan dalam kegiatan
ilmiah seperti seminar, workshop, pelatihan dan penelitian di bidang
pendidikan.
10
(4) Tes performance sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b meliputi:
a. Presentasi makalah kepengawasan;
b. Wawancara berkaitan dengan kepengawasan.
(5) Penentuan kelulusan dilaksanakan sebagai berikut:
a. Jika tahap I tidak lulus, maka calon pengawas satuan pendidikan tidak dapat
mengikuti seleksi tahap II;
b. Penentuan kelulusan berdasarkan nilai seleksi tahap I dan tahap II;
c. Kriteria kelulusan seleksi tahap I dan II ditentukan oleh Tim Seleksi Calon
Pengawas Satuan Pendidikan.
(1) Koordinasi pengawas dilingkungan Dinas Pendidikan adalah sebagai berikut:
a. Pengawas Satuan Pendidikan di lingkungan Dinas Pendidikan dikoordinir
oleh seorang Koordinator Pengawas (Koorwas);
b. Koorwas dipilih secara demokratis oleh seluruh pengawas satuan
pendidikan;
c.Surat Keputusan Korwas ditetapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan.
(2) Koordinasi pengawas di lingkungan Departemen Agama adalah sebagai
berikut:
a. Pengawas Satuan Pendidikan di lingkungan Depag terhimpun dalam
kelompok kerja pengawas (Pokjawas);
b. Pokjawas dikoordinir oleh koordinator Pokjawas;
c. Koordinator Pokjawas dipilih secara demokrasi oleh pengawas satuan
pendidikan dan ditetapkan oleh Kepala Kantor Departemen Agama.
(3) Dalam melaksanakan tugas pokoknya Koorwas/Koorpokjawas dibantu oleh
seorang sekretaris yang diplih oleh Koorwas/koorpokjawas;
(4) Masa penugasan Koordinator Pengawas/koorpokjawas adalah 4 (empat)
tahun, dan yang bersangkutan dapat dipilih kembali untuk satu kali masa
penugasan berikutnya;
(5) Setelah tenggang waktu sekurang-kurangnya satu kali masa tugas, yang
bersangkutan dapat dipilih kembali.
C. Kompetensi Pengawas Sekolah
11
Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No 12 tahun 2007 tentang
Standar Pengawas Sekolah/Madrasah disebutkan beberapa kompetensi yang harus
dikuasai oleh pengawas sekolah khususnya kompetensi supervisi sebagai berikut :
a. Kompetensi Supervisi Managerial
1) Menguasai metode, teknik dan prinsip-prinsip supervisi dalam rangka
meningkatkan mutu pendidikan di sekolah menengah yang sejenis.
2) Menyusun program kepengawasan berdasarkan visi-misi tujuan dan
program pendidikan sekolah menengah yang sejenis.
3) Menyusun metode kerja dan instrumen yang diperlukan untuk
melaksanakan tugas pokok dan fungsi pengawasan di sekolah menengah
yang sejenis.
4) Menyusun laporan hasil-hasil pengawasan dan menindaklanjutinya
untuk perbaikan program pengawasan berikutnya di sekolah menengah
yang sejenis.
5) Membina kepala sekolah dalam pengelolaan dan administrasi satuan
pendidikan berdasarkan manajemen peningkatan mutu pendidikan di
sekolah menengah yang sejenis.
6) Membina kepala sekolah dan guru dalam melaksanakan bimbingan
konseling di sekolah menengah yang sejenis.
7) Mendorong guru dan kepala sekolah dalam merefleksikan hasil-hasil
yang dicapainya untuk menemukan kelebihan dan kekurangan dalam
melaksanakan tugas pokoknya di sekolah menengah yang sejenis.
8) Memantau pelaksanaan standar nasional pendidikan dan memanfaatkan
hasil-hasilnya untuk membantu kepala sekolah dalam mempersiapkan
akreditasi sekolah menengah yang sejenis.
b. Kompetensi Supervisi Akademik
1) Memahami konsep, prinsip, teori dasar, karakteristik, dan kecenderungan
perkembangan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang
relevan di sekolah menengah yang sejenis.
12
2) Memahami konsep, prinsip, teori/teknologi, karakteristik, dan
kecenderungan perkembangan proses pembelajaran /bimbingan tiap mata
pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah
yang sejenis.
3) Membimbing guru dalam menyusun silabus tiap mata pelajaran dalam
rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah yang sejenis
berlandaskan standar isi, standar kompetensi dan kompetensi dasar, dan
prinsip- prinsip pengembangan KTSP.
4) Membimbing guru dalam memilih dan menggunakan strategi / metode /
teknik pembelajaran / bimbingan yang dapat mengembangkan berbagai
potensi siswa melalui mata- mata pelajaran dalam rumpun mata
pelajaran yang relevan di sekolah menengah yang sejenis.
5) Membimbing guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran
(RPP) untuk tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang
relevan di sekolah menengah yang sejenis.
6) Membimbing guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran
/bimbingan (di kelas, laboratorium, dan atau di lapangan) untuk tiap mata
pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah
yang sejenis.
7) Membimbing guru dalam mengelola, merawat, mengembangkan dan
menggunakan media pendidikan dan fasilitas pembelajaran/bimbingan tiap
mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah
menengah yang sejenis.
8) Memotivasi guru untuk memanfaatkan teknologi informasi dalam
pembelajaran/ bimbingan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaan
yang relevan di sekolah menengah yang sejenis.
Berkaitan dengan kompetensi sebagai pengawas, seorang pengawas juga
mempunnyai tugas pokok. Mengacu pada SK Menpan nomor 118 tahun 1996
tentang jabatan fungsional pengawas dan angka kreditnya, Keputusan bersama
Mendikbud nomor 03420/O/1996 dan Kepala Badan Administrasi Kepegawaian
Negara nomor 38 tahun 1996 tentang petunjuk pelaksanaan jabatan fungsional
13
pengawas serta Keputusan Mendikbud nomor 020/U/1998 tentang petunjuk teknis
pelaksanaan jabatan fungsional pengawas sekolah dan angka kreditnya, dapat
dikemukakan tentang tugas pokok dan tanggung jawab pengawas sekolah yang
meliputi:
1. Melaksanakan pengawasan penyelenggaraan pendidikan di sekolah sesuai
dengan penugasannya pada TK, SD, SLB, SLTP dan SLTA.
2. Meningkatkan kualitas proses belajar-mengajar/bimbingan dan hasil prestasi
belajar/bimbingan siswa dalam rangka mencapai tujuan pendidikan.
Tugas pokok yang pertama merujuk pada supervisi atau pengawasan
manajerial sedangkan tugas pokok yang kedua merujuk pada supervisi atau
pengawasan akademik.
Tabel 1. Matrik Tugas Pokok Pengawas
Rincia
n
Tugas
PengawasanAkademik
(Teknis Pendidikan/
Pembelajaran)
Pengawasan Manajerial
(Administrasi dan Manajemen
Sekolah)
Inspecting/Pengawasa
n
 Pelaksanaan kurikulum mata
pelajaran
 Proses pembelajaran/
praktikum/ studi lapangan
 Kegiatan ekstra kurikuler
 Penggunaan media, alat bantu
dan sumber belajar
 Kemajuan belajar siswa
 Lingkungan belajar
 Pelaksanaan kurikulum
sekolah Penyelenggaraan
dministrasi sekolah
 Kinerja kepala sekolah dan
staf sekolah
 Kemajuan pelaksanaan
pendidikan di sekolah
 Kerjasama sekolah dengan
masyarakat
14
Advisng/
Menasehati
 Menasehati guru dalam
pembelajaran/bimbingan yang
efektif
 Guru dalam meningkatkan
kompetensi professional
 Guru dalam melaksanakan
penilaian proses dan hasil
belajar
 Guru dalam melaksanakan
penelitian tindakan kelas
 Guru dalam meningkatkan
kompetensi pribadi, sosial dan
pedagogic
 Kepala sekolah di dalam
mengelola pendidikan
 Kepala sekolah dalam
melaksanakan inovasi
pendidikan
 Kepala sekolah dalam
peningkatan kemamapuan
professional kepala sekolah
 Menasehati staf sekolah
dalam melaksanakan tugas
administrasi sekolah
 Kepala sekolah dan staf
dalam kesejahteraan sekolah
Monitoring/
Memantau
 Ketahanan pembelajaran
 Pelaksanaan ujian mata
pelajaran
 Standar mutu hasil belajar
siswa
 Pengembangan profesi guru
 Pengadaan dan pemanfaatan
sumber-sumber belajar
 Penyelenggaraan kurikulum
 Administrasi sekolah
 Manajemen sekolah
 Kemajuan sekolah
 Pengembangan SDM
sekolah
 Penyelenggaraan ujian
sekolah
 Penyelenggaraan penerimaan
siswa baru
Coordinating/
mengkoordinir
 Pelaksanaan inovasi
pembelajaran
 Pengadaan sumber-sumber
belajar
 Kegiatan peningkatan
kemampuan profesi guru
 Mengkoordinir peningkatan
mutu SDMsekolah
 Penyelenggaraan inovasi di
sekolah
 Mengkoordinir akreditasi
sekolah
 Mengkoordinir kegiatan
sumber daya pendidikan
Reporting
 Kinerja guru dalam
melaksanakan pembelajaran
 Kemajuan belajar siswa
 Pelaksanaan tugas
kepengawasan akademik
 Kinerja kepala sekolah
 Kinerja staf sekolah
 Standar mutu pendidikan
 Inovasi pendidikan
15
( Tambah 6 kompetensi pengawas sekolah)
D. Regulasi yang Mengatur Pengawas Sekolah
1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok
Kepegawaian sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-Undang
Nomor 43 Tahun 1999.
2. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional.
3. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.
4. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian PNS
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun
1994.
5. Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang Disiplin PNS;
6. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 1992 tentang Tenaga
Kependidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah
Nomor 39 Tahun 2000.
7. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional
PNS.
8. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun
2002.
9. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang Kewenangan
Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian PNS.
10.Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan
Fungsional PNS.
11.Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2006 tentang Tunjangan Tenaga
Kependidikan.
12.Keputusan MENPAN Nomor 118/1996 tanggal 30 Oktober 1996 tentang
Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya.
13.Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Kepala
Badan Kepegawaian Negara Nomor 0322/O/1996 dan Nomor 38 Tahun
16
1996 tanggal 30 Oktober 1996 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan
Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya.
BAB II
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Pengawasan atau supervisi erat kaitanya dengan kegiatan membimbing,
membina, memonitoring dan member pelayanan dalam membantu guru
terhadap kegiatan proses pembelajaran agar tetap berjalan seperti yang
diharapkan.
2. Kompetensi pengawas meliputi kompetensi supervisi akademik dan
kompetensi supervisi manajerial.
3. Sistem rekrutment dan pembinaan yang baik akan menghasilkan pengawas
yang baik.
B. Saran
1. Seorang pengawas harus memahami dan
menerapkan kompetensinya dalam melakukan suvervisi sekolah.
2. Pengawas, kepala sekolah dan guru beserta
tenaga kependidikan lainnya membina kerjasama yang baik dalam
meningkatkan mutu pendidikan di sekolah
17
DAFTAR PUSTAKA
BSNP. (2007). Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No 12
tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah /Madrasah
Burhanudin.2004. Analisis Administrasi Manajemen Dan Kepemimpinan
Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Sahertian, P.A. (2000). Konsep Dasar & Teknik Supervisi Pendidikan. Jakarta:
Bineka Cipta.
Nana Sudjana ,2006. Standar Mutu Pengawas, Jakarta: Depdiknas
Syaiful Segala. 2010. Supervisi Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.
18

More Related Content

What's hot

Pengaruh perhatian orang tua stain salatiga
Pengaruh perhatian orang tua   stain salatigaPengaruh perhatian orang tua   stain salatiga
Pengaruh perhatian orang tua stain salatigatia rosita
 
PROFESI PENDIDIKAN - REFORMASI PENDIDIKAN
PROFESI PENDIDIKAN - REFORMASI PENDIDIKANPROFESI PENDIDIKAN - REFORMASI PENDIDIKAN
PROFESI PENDIDIKAN - REFORMASI PENDIDIKANpuji_utami
 
PPT manajemen kurikulum.pptx
PPT manajemen kurikulum.pptxPPT manajemen kurikulum.pptx
PPT manajemen kurikulum.pptxShezaYolanda1
 
7. peran personil sekolah dalam layanan bk
7. peran personil sekolah dalam layanan bk7. peran personil sekolah dalam layanan bk
7. peran personil sekolah dalam layanan bkkomisariatimmbpp
 
Tugas mata kuliah perkembangan peserta didik
Tugas mata kuliah perkembangan peserta didikTugas mata kuliah perkembangan peserta didik
Tugas mata kuliah perkembangan peserta didikAdriana Dwi Ismita
 
Model pengembangan dan organisasi kurikulum
Model pengembangan dan organisasi kurikulumModel pengembangan dan organisasi kurikulum
Model pengembangan dan organisasi kurikulumOpie Noviyanti
 
Laporan wawancara dede lesmana
Laporan wawancara dede lesmana Laporan wawancara dede lesmana
Laporan wawancara dede lesmana Dede Lesmana
 
Psikotes 1 ungkapan_makna_intan_gula_kri
Psikotes 1 ungkapan_makna_intan_gula_kriPsikotes 1 ungkapan_makna_intan_gula_kri
Psikotes 1 ungkapan_makna_intan_gula_kriBaskoro Mahendra
 
Skenario pembelajaran
Skenario pembelajaranSkenario pembelajaran
Skenario pembelajaranMaximus Tigo
 
Keterampilan Belajar
Keterampilan BelajarKeterampilan Belajar
Keterampilan BelajarAdri Hermawan
 
Topik 2 Menyebarkan Pemahaman Mengapa Kurikulum Perlu Berubah_compressed (1).pdf
Topik 2 Menyebarkan Pemahaman Mengapa Kurikulum Perlu Berubah_compressed (1).pdfTopik 2 Menyebarkan Pemahaman Mengapa Kurikulum Perlu Berubah_compressed (1).pdf
Topik 2 Menyebarkan Pemahaman Mengapa Kurikulum Perlu Berubah_compressed (1).pdfMahmudahMahmudah23
 
pendidikan karakter di sekolah
pendidikan karakter di sekolahpendidikan karakter di sekolah
pendidikan karakter di sekolahemri ardi
 
Prinsip dan asas belajar dan pembelajran
Prinsip dan asas belajar dan pembelajranPrinsip dan asas belajar dan pembelajran
Prinsip dan asas belajar dan pembelajranMha AMha Aathifah
 

What's hot (20)

Pengaruh perhatian orang tua stain salatiga
Pengaruh perhatian orang tua   stain salatigaPengaruh perhatian orang tua   stain salatiga
Pengaruh perhatian orang tua stain salatiga
 
Instrumen penelitian IPA siklus 2
Instrumen penelitian IPA siklus 2Instrumen penelitian IPA siklus 2
Instrumen penelitian IPA siklus 2
 
PROFESI PENDIDIKAN - REFORMASI PENDIDIKAN
PROFESI PENDIDIKAN - REFORMASI PENDIDIKANPROFESI PENDIDIKAN - REFORMASI PENDIDIKAN
PROFESI PENDIDIKAN - REFORMASI PENDIDIKAN
 
PPT manajemen kurikulum.pptx
PPT manajemen kurikulum.pptxPPT manajemen kurikulum.pptx
PPT manajemen kurikulum.pptx
 
Tugas pbk
Tugas pbkTugas pbk
Tugas pbk
 
Teori belajar konstruktivisme
Teori belajar konstruktivismeTeori belajar konstruktivisme
Teori belajar konstruktivisme
 
7. peran personil sekolah dalam layanan bk
7. peran personil sekolah dalam layanan bk7. peran personil sekolah dalam layanan bk
7. peran personil sekolah dalam layanan bk
 
Tugas mata kuliah perkembangan peserta didik
Tugas mata kuliah perkembangan peserta didikTugas mata kuliah perkembangan peserta didik
Tugas mata kuliah perkembangan peserta didik
 
Model pengembangan dan organisasi kurikulum
Model pengembangan dan organisasi kurikulumModel pengembangan dan organisasi kurikulum
Model pengembangan dan organisasi kurikulum
 
PPT IPAS KELAS IV.pptx
PPT IPAS KELAS IV.pptxPPT IPAS KELAS IV.pptx
PPT IPAS KELAS IV.pptx
 
Hak dan kewajiban guru
Hak dan kewajiban guruHak dan kewajiban guru
Hak dan kewajiban guru
 
Laporan wawancara dede lesmana
Laporan wawancara dede lesmana Laporan wawancara dede lesmana
Laporan wawancara dede lesmana
 
Psikotes 1 ungkapan_makna_intan_gula_kri
Psikotes 1 ungkapan_makna_intan_gula_kriPsikotes 1 ungkapan_makna_intan_gula_kri
Psikotes 1 ungkapan_makna_intan_gula_kri
 
PPT 1.pdf
PPT 1.pdfPPT 1.pdf
PPT 1.pdf
 
Skenario pembelajaran
Skenario pembelajaranSkenario pembelajaran
Skenario pembelajaran
 
Keterampilan Belajar
Keterampilan BelajarKeterampilan Belajar
Keterampilan Belajar
 
Topik 2 Menyebarkan Pemahaman Mengapa Kurikulum Perlu Berubah_compressed (1).pdf
Topik 2 Menyebarkan Pemahaman Mengapa Kurikulum Perlu Berubah_compressed (1).pdfTopik 2 Menyebarkan Pemahaman Mengapa Kurikulum Perlu Berubah_compressed (1).pdf
Topik 2 Menyebarkan Pemahaman Mengapa Kurikulum Perlu Berubah_compressed (1).pdf
 
pendidikan karakter di sekolah
pendidikan karakter di sekolahpendidikan karakter di sekolah
pendidikan karakter di sekolah
 
Surat keterangan kesediaan sebagai supervisor
Surat keterangan kesediaan sebagai supervisorSurat keterangan kesediaan sebagai supervisor
Surat keterangan kesediaan sebagai supervisor
 
Prinsip dan asas belajar dan pembelajran
Prinsip dan asas belajar dan pembelajranPrinsip dan asas belajar dan pembelajran
Prinsip dan asas belajar dan pembelajran
 

Similar to Ruang lingkup kepengawasan

Lap supervisi bsc sman 2 smg
Lap supervisi bsc sman 2 smg Lap supervisi bsc sman 2 smg
Lap supervisi bsc sman 2 smg Muhammad Rozi
 
Makalah Penilaian berbasis kelas
Makalah Penilaian berbasis kelasMakalah Penilaian berbasis kelas
Makalah Penilaian berbasis kelasImam181993
 
Laporan ptk upaya peningkatan kompetensi guru
Laporan ptk upaya peningkatan kompetensi guruLaporan ptk upaya peningkatan kompetensi guru
Laporan ptk upaya peningkatan kompetensi guruAnwar Sari
 
Program_Tindak_Lanjut_Supervisi_KS.docx
Program_Tindak_Lanjut_Supervisi_KS.docxProgram_Tindak_Lanjut_Supervisi_KS.docx
Program_Tindak_Lanjut_Supervisi_KS.docxYUNIMULYANTO1
 
Lely%20Halimah%20(FIP)%20Hiber
Lely%20Halimah%20(FIP)%20HiberLely%20Halimah%20(FIP)%20Hiber
Lely%20Halimah%20(FIP)%20Hibersherina munaf
 
Evaluasi KTSP
Evaluasi KTSPEvaluasi KTSP
Evaluasi KTSPAnan Nur
 
PPT MODUL 11 12Perspektif.pptx
PPT MODUL 11 12Perspektif.pptxPPT MODUL 11 12Perspektif.pptx
PPT MODUL 11 12Perspektif.pptxTiyaSugiyanti1
 
6. PKG, Charisatuniswah.pptx
6. PKG, Charisatuniswah.pptx6. PKG, Charisatuniswah.pptx
6. PKG, Charisatuniswah.pptxYogaPrastowoMukti
 
2. laporan pelaksanaan pemantauan 8 snp . pendidikangratis
2. laporan pelaksanaan pemantauan 8 snp . pendidikangratis2. laporan pelaksanaan pemantauan 8 snp . pendidikangratis
2. laporan pelaksanaan pemantauan 8 snp . pendidikangratisMaryam Halid
 
Modul penilaian pembelajaran
Modul penilaian pembelajaranModul penilaian pembelajaran
Modul penilaian pembelajaranRAHMANULJA
 
Panduan penggunaan
Panduan penggunaanPanduan penggunaan
Panduan penggunaansastrop
 
9. konsep, prinsip, dan pendekatan penilaian dalam pembelajaran bhs indo.
9. konsep, prinsip, dan pendekatan penilaian dalam pembelajaran bhs indo.9. konsep, prinsip, dan pendekatan penilaian dalam pembelajaran bhs indo.
9. konsep, prinsip, dan pendekatan penilaian dalam pembelajaran bhs indo.Faris Rusli
 
Bahan Bacaan 3 Supervisi Guru dan Tendik.pdf
Bahan Bacaan 3 Supervisi Guru dan Tendik.pdfBahan Bacaan 3 Supervisi Guru dan Tendik.pdf
Bahan Bacaan 3 Supervisi Guru dan Tendik.pdfsantopetrusjunjung
 
5. mulyati ojl supervisii
5. mulyati ojl supervisii5. mulyati ojl supervisii
5. mulyati ojl supervisiiMulyati Rahman
 
Makalah pengembangan sistem evaluasi pai 2
Makalah pengembangan sistem evaluasi pai 2Makalah pengembangan sistem evaluasi pai 2
Makalah pengembangan sistem evaluasi pai 2Warnet Raha
 

Similar to Ruang lingkup kepengawasan (20)

Lap supervisi bsc sman 2 smg
Lap supervisi bsc sman 2 smg Lap supervisi bsc sman 2 smg
Lap supervisi bsc sman 2 smg
 
Supervisi 2
Supervisi 2Supervisi 2
Supervisi 2
 
Makalah Penilaian berbasis kelas
Makalah Penilaian berbasis kelasMakalah Penilaian berbasis kelas
Makalah Penilaian berbasis kelas
 
Laporan ptk upaya peningkatan kompetensi guru
Laporan ptk upaya peningkatan kompetensi guruLaporan ptk upaya peningkatan kompetensi guru
Laporan ptk upaya peningkatan kompetensi guru
 
Program_Tindak_Lanjut_Supervisi_KS.docx
Program_Tindak_Lanjut_Supervisi_KS.docxProgram_Tindak_Lanjut_Supervisi_KS.docx
Program_Tindak_Lanjut_Supervisi_KS.docx
 
Orps farid nurhidayat
Orps farid nurhidayatOrps farid nurhidayat
Orps farid nurhidayat
 
Lely%20Halimah%20(FIP)%20Hiber
Lely%20Halimah%20(FIP)%20HiberLely%20Halimah%20(FIP)%20Hiber
Lely%20Halimah%20(FIP)%20Hiber
 
Evaluasi KTSP
Evaluasi KTSPEvaluasi KTSP
Evaluasi KTSP
 
PPT MODUL 11 12Perspektif.pptx
PPT MODUL 11 12Perspektif.pptxPPT MODUL 11 12Perspektif.pptx
PPT MODUL 11 12Perspektif.pptx
 
6. PKG, Charisatuniswah.pptx
6. PKG, Charisatuniswah.pptx6. PKG, Charisatuniswah.pptx
6. PKG, Charisatuniswah.pptx
 
2. laporan pelaksanaan pemantauan 8 snp . pendidikangratis
2. laporan pelaksanaan pemantauan 8 snp . pendidikangratis2. laporan pelaksanaan pemantauan 8 snp . pendidikangratis
2. laporan pelaksanaan pemantauan 8 snp . pendidikangratis
 
Evaluasi Kurikulum
Evaluasi KurikulumEvaluasi Kurikulum
Evaluasi Kurikulum
 
PROGRAM SUPERVISI.doc
PROGRAM SUPERVISI.docPROGRAM SUPERVISI.doc
PROGRAM SUPERVISI.doc
 
Modul penilaian pembelajaran
Modul penilaian pembelajaranModul penilaian pembelajaran
Modul penilaian pembelajaran
 
Panduan penggunaan
Panduan penggunaanPanduan penggunaan
Panduan penggunaan
 
9. konsep, prinsip, dan pendekatan penilaian dalam pembelajaran bhs indo.
9. konsep, prinsip, dan pendekatan penilaian dalam pembelajaran bhs indo.9. konsep, prinsip, dan pendekatan penilaian dalam pembelajaran bhs indo.
9. konsep, prinsip, dan pendekatan penilaian dalam pembelajaran bhs indo.
 
Program supervisi isi 2019
Program supervisi isi 2019Program supervisi isi 2019
Program supervisi isi 2019
 
Bahan Bacaan 3 Supervisi Guru dan Tendik.pdf
Bahan Bacaan 3 Supervisi Guru dan Tendik.pdfBahan Bacaan 3 Supervisi Guru dan Tendik.pdf
Bahan Bacaan 3 Supervisi Guru dan Tendik.pdf
 
5. mulyati ojl supervisii
5. mulyati ojl supervisii5. mulyati ojl supervisii
5. mulyati ojl supervisii
 
Makalah pengembangan sistem evaluasi pai 2
Makalah pengembangan sistem evaluasi pai 2Makalah pengembangan sistem evaluasi pai 2
Makalah pengembangan sistem evaluasi pai 2
 

Recently uploaded

Info ... Buku _"Effective INVENTORY and WAREHOUSING MANAGEMENT" & Bagaimana M...
Info ... Buku _"Effective INVENTORY and WAREHOUSING MANAGEMENT" & Bagaimana M...Info ... Buku _"Effective INVENTORY and WAREHOUSING MANAGEMENT" & Bagaimana M...
Info ... Buku _"Effective INVENTORY and WAREHOUSING MANAGEMENT" & Bagaimana M...Kanaidi ken
 
Konsultasi Manajemen Web - Media Sosial - Creative Space
Konsultasi Manajemen Web - Media Sosial - Creative SpaceKonsultasi Manajemen Web - Media Sosial - Creative Space
Konsultasi Manajemen Web - Media Sosial - Creative SpaceAdePutraTunggali
 
MATERI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA.KELOMPOK 5.pptx
MATERI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA.KELOMPOK 5.pptxMATERI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA.KELOMPOK 5.pptx
MATERI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA.KELOMPOK 5.pptxwulandaritirsa
 
LAWYER PRENEURSHIP by patar mangimbur permahadi
LAWYER PRENEURSHIP by patar mangimbur permahadiLAWYER PRENEURSHIP by patar mangimbur permahadi
LAWYER PRENEURSHIP by patar mangimbur permahadiPatarMahadyThangShiH
 
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdf
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdfAminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdf
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdfAminullah Assagaf
 
Materi B.indo (Penyusunan Paragraf).pptx
Materi B.indo (Penyusunan Paragraf).pptxMateri B.indo (Penyusunan Paragraf).pptx
Materi B.indo (Penyusunan Paragraf).pptxafkarzidan98
 
“Mohon Maaf Lahir & Batin” ... Minal Aidin Wal Faizin
“Mohon Maaf Lahir & Batin” ... Minal Aidin Wal  Faizin“Mohon Maaf Lahir & Batin” ... Minal Aidin Wal  Faizin
“Mohon Maaf Lahir & Batin” ... Minal Aidin Wal FaizinKanaidi ken
 
modul matematika kurikulum merdeka tahun ajaran 2023/2024
modul matematika kurikulum merdeka tahun ajaran 2023/2024modul matematika kurikulum merdeka tahun ajaran 2023/2024
modul matematika kurikulum merdeka tahun ajaran 2023/2024EDIKURNIAWAN150005
 
Teknologi Ekstraksi Bahan Alam: Fundamental dan Metode-metode Ekstraksi Bahan...
Teknologi Ekstraksi Bahan Alam: Fundamental dan Metode-metode Ekstraksi Bahan...Teknologi Ekstraksi Bahan Alam: Fundamental dan Metode-metode Ekstraksi Bahan...
Teknologi Ekstraksi Bahan Alam: Fundamental dan Metode-metode Ekstraksi Bahan...Apothecary Indonesia Persada
 
Konsul - Chikita Fauzia ismardi_ 2210901013.pdf
Konsul - Chikita Fauzia ismardi_ 2210901013.pdfKonsul - Chikita Fauzia ismardi_ 2210901013.pdf
Konsul - Chikita Fauzia ismardi_ 2210901013.pdfAdePutraTunggali
 
bahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptx
bahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptxbahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptx
bahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptxvincentptk17
 
POKOK BAHASAN DEMOKRASI MATAKULIA PKN - DJOKO AW
POKOK BAHASAN DEMOKRASI MATAKULIA PKN - DJOKO AWPOKOK BAHASAN DEMOKRASI MATAKULIA PKN - DJOKO AW
POKOK BAHASAN DEMOKRASI MATAKULIA PKN - DJOKO AWKafe Buku Pak Aw
 
Konsultasi - Nestle Indonesia_Najwa Azzuro
Konsultasi - Nestle Indonesia_Najwa AzzuroKonsultasi - Nestle Indonesia_Najwa Azzuro
Konsultasi - Nestle Indonesia_Najwa AzzuroAdePutraTunggali
 
Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...
Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...
Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...Kanaidi ken
 
Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3
Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3
Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3SatriaPamungkas18
 
3.3.a.9. Aksi Nyata - Modul 3.3 Fix .pdf
3.3.a.9. Aksi Nyata - Modul 3.3 Fix .pdf3.3.a.9. Aksi Nyata - Modul 3.3 Fix .pdf
3.3.a.9. Aksi Nyata - Modul 3.3 Fix .pdfAhmadHadiMashuri1
 
HIKMAH PUASA Di Bulan Ramadhan ataupun di bulan yang lain..ppt
HIKMAH PUASA Di Bulan Ramadhan ataupun di bulan yang lain..pptHIKMAH PUASA Di Bulan Ramadhan ataupun di bulan yang lain..ppt
HIKMAH PUASA Di Bulan Ramadhan ataupun di bulan yang lain..pptPermanaDewangga
 
Eiger x Eiger Adventure Club - Konsultasi Tahap 1
Eiger x Eiger Adventure Club - Konsultasi Tahap 1Eiger x Eiger Adventure Club - Konsultasi Tahap 1
Eiger x Eiger Adventure Club - Konsultasi Tahap 1AdePutraTunggali
 
The Wolf, The Buffalo and The Shepherd ~ A Kids' Story with Life Lessons (En...
The Wolf, The Buffalo and The Shepherd ~ A Kids' Story  with Life Lessons (En...The Wolf, The Buffalo and The Shepherd ~ A Kids' Story  with Life Lessons (En...
The Wolf, The Buffalo and The Shepherd ~ A Kids' Story with Life Lessons (En...OH TEIK BIN
 
pure beauty comunity-vilza- Konsultasi Manajemen Web dan media Sosial
pure beauty comunity-vilza- Konsultasi Manajemen Web dan media Sosialpure beauty comunity-vilza- Konsultasi Manajemen Web dan media Sosial
pure beauty comunity-vilza- Konsultasi Manajemen Web dan media SosialAdePutraTunggali
 

Recently uploaded (20)

Info ... Buku _"Effective INVENTORY and WAREHOUSING MANAGEMENT" & Bagaimana M...
Info ... Buku _"Effective INVENTORY and WAREHOUSING MANAGEMENT" & Bagaimana M...Info ... Buku _"Effective INVENTORY and WAREHOUSING MANAGEMENT" & Bagaimana M...
Info ... Buku _"Effective INVENTORY and WAREHOUSING MANAGEMENT" & Bagaimana M...
 
Konsultasi Manajemen Web - Media Sosial - Creative Space
Konsultasi Manajemen Web - Media Sosial - Creative SpaceKonsultasi Manajemen Web - Media Sosial - Creative Space
Konsultasi Manajemen Web - Media Sosial - Creative Space
 
MATERI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA.KELOMPOK 5.pptx
MATERI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA.KELOMPOK 5.pptxMATERI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA.KELOMPOK 5.pptx
MATERI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA.KELOMPOK 5.pptx
 
LAWYER PRENEURSHIP by patar mangimbur permahadi
LAWYER PRENEURSHIP by patar mangimbur permahadiLAWYER PRENEURSHIP by patar mangimbur permahadi
LAWYER PRENEURSHIP by patar mangimbur permahadi
 
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdf
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdfAminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdf
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdf
 
Materi B.indo (Penyusunan Paragraf).pptx
Materi B.indo (Penyusunan Paragraf).pptxMateri B.indo (Penyusunan Paragraf).pptx
Materi B.indo (Penyusunan Paragraf).pptx
 
“Mohon Maaf Lahir & Batin” ... Minal Aidin Wal Faizin
“Mohon Maaf Lahir & Batin” ... Minal Aidin Wal  Faizin“Mohon Maaf Lahir & Batin” ... Minal Aidin Wal  Faizin
“Mohon Maaf Lahir & Batin” ... Minal Aidin Wal Faizin
 
modul matematika kurikulum merdeka tahun ajaran 2023/2024
modul matematika kurikulum merdeka tahun ajaran 2023/2024modul matematika kurikulum merdeka tahun ajaran 2023/2024
modul matematika kurikulum merdeka tahun ajaran 2023/2024
 
Teknologi Ekstraksi Bahan Alam: Fundamental dan Metode-metode Ekstraksi Bahan...
Teknologi Ekstraksi Bahan Alam: Fundamental dan Metode-metode Ekstraksi Bahan...Teknologi Ekstraksi Bahan Alam: Fundamental dan Metode-metode Ekstraksi Bahan...
Teknologi Ekstraksi Bahan Alam: Fundamental dan Metode-metode Ekstraksi Bahan...
 
Konsul - Chikita Fauzia ismardi_ 2210901013.pdf
Konsul - Chikita Fauzia ismardi_ 2210901013.pdfKonsul - Chikita Fauzia ismardi_ 2210901013.pdf
Konsul - Chikita Fauzia ismardi_ 2210901013.pdf
 
bahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptx
bahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptxbahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptx
bahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptx
 
POKOK BAHASAN DEMOKRASI MATAKULIA PKN - DJOKO AW
POKOK BAHASAN DEMOKRASI MATAKULIA PKN - DJOKO AWPOKOK BAHASAN DEMOKRASI MATAKULIA PKN - DJOKO AW
POKOK BAHASAN DEMOKRASI MATAKULIA PKN - DJOKO AW
 
Konsultasi - Nestle Indonesia_Najwa Azzuro
Konsultasi - Nestle Indonesia_Najwa AzzuroKonsultasi - Nestle Indonesia_Najwa Azzuro
Konsultasi - Nestle Indonesia_Najwa Azzuro
 
Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...
Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...
Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...
 
Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3
Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3
Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3
 
3.3.a.9. Aksi Nyata - Modul 3.3 Fix .pdf
3.3.a.9. Aksi Nyata - Modul 3.3 Fix .pdf3.3.a.9. Aksi Nyata - Modul 3.3 Fix .pdf
3.3.a.9. Aksi Nyata - Modul 3.3 Fix .pdf
 
HIKMAH PUASA Di Bulan Ramadhan ataupun di bulan yang lain..ppt
HIKMAH PUASA Di Bulan Ramadhan ataupun di bulan yang lain..pptHIKMAH PUASA Di Bulan Ramadhan ataupun di bulan yang lain..ppt
HIKMAH PUASA Di Bulan Ramadhan ataupun di bulan yang lain..ppt
 
Eiger x Eiger Adventure Club - Konsultasi Tahap 1
Eiger x Eiger Adventure Club - Konsultasi Tahap 1Eiger x Eiger Adventure Club - Konsultasi Tahap 1
Eiger x Eiger Adventure Club - Konsultasi Tahap 1
 
The Wolf, The Buffalo and The Shepherd ~ A Kids' Story with Life Lessons (En...
The Wolf, The Buffalo and The Shepherd ~ A Kids' Story  with Life Lessons (En...The Wolf, The Buffalo and The Shepherd ~ A Kids' Story  with Life Lessons (En...
The Wolf, The Buffalo and The Shepherd ~ A Kids' Story with Life Lessons (En...
 
pure beauty comunity-vilza- Konsultasi Manajemen Web dan media Sosial
pure beauty comunity-vilza- Konsultasi Manajemen Web dan media Sosialpure beauty comunity-vilza- Konsultasi Manajemen Web dan media Sosial
pure beauty comunity-vilza- Konsultasi Manajemen Web dan media Sosial
 

Ruang lingkup kepengawasan

  • 1. MAKALAH RUANG LINGKUP PENGAWASAN PENDIDIKAN Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pengawas dan Kepengawasan Oleh : FAJAR EFENDI DAULAY 8156132066 HENDRI PUTRA 8156132069 KELAS AW 2 – AP KEPENGAWASAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN KEPENGAWASAN PROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS NEGERI MEDAN 2015 1
  • 2. KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat-Nya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan makalah mengenai Metologi Kepengawasan Pendidikan ini. Tidak lupa juga penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing matakuliah Pengawasan Pendidikan yang telah membimbing penulis dalam pembuatan makalah ini. Yang terhormat: Bapak. Dr. Arif Rahman, M.Pd. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam pembuatan makalah ini masih kurang sempurna, baik isi maupun penulisannya. Untuk itu penulis menerima kritik dan saran yang bersifat konstruktif demi sempurnanya makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca. Medan, November 2015 Hormat Saya Penulis 2
  • 3. DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL ...................................................................................... i KATA PENGANTAR ....................................................................................... ii DAFTAR ISI ...................................................................................................... iii BAB I PENDAHULUAN .................................................................................. 1 A. Latar Belakang...................................................................................... 3 B. Identifikasi Masalah.............................................................................. 4 C. Tujuan Penulisan .................................................................................. 4 D. Manfaat Penulisan................................................................................. 5 BAB II PEMBAHASAN.......................................................................................... 3 A. Hakekat Pengawas................................................................................ 3 B. Sistem Rekrutment Pengawas Sekolah ................................................ 4 C. Kompetensi Pengawas Sekolah ........................................................... 4 D. Regulasi yang Mengatur Pengawas Sekolah........................................ 5 E. Mengikuti Model Pembelajaran ........................................................... 7 BAB III PENUTUP ........................................................................................... 25 DAFTAR RUJUKAN 3
  • 4. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam proses pendidikan, pengawasan atau supervisi merupakan bagian tidak terpisahkan dalam upaya peningkatan prestasi belajar dan mutu sekolah. Sahertian (2000:19) menegaskan bahwa pengawasan atau supervisi pendidikan tidak lain dari usaha memberikan layanan kepada stakeholder pendidikan, terutama kepada guru-guru, baik secara individu maupun secara kelompok dalam usaha memperbaiki kualitas proses dan hasil pembelajaran. Burhanuddin (1990:284) memperjelas hakikat pengawasan pendidikan pada hakikat substansinya. Substansi hakikat pengawasan yang dimaksud menunjuk pada segenap upaya bantuan supervisor kepada stakeholder pendidikan terutama guru yang ditujukan pada perbaikan-perbaikan dan pembinaan aspek pembelajaran. Bantuan yang diberikan kepada guru harus berdasarkan penelitian atau pengamatan yang cermat dan penilaian yang objektif serta mendalam dengan acuan perencanan program pembelajaran yang telah dibuat. Proses bantuan yang diorientasikan pada upaya peningkatan kualitas proses dan hasil belajar itu penting, sehingga bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran. Jadi bantuan yang diberikan itu harus mampu memperbaiki dan mengembangkan situasi belajar mengajar. Dengan menyadari pentingnya upaya peningkatan mutu dan efektifitas sekolah dapat (dan memang tepat) dilakukan melalui pengawasan. Atas dasar itu maka kegiatan pengawasan harus difokuskan pada perilaku dan perkembangan siswa sebagai bagian penting dari: kurikulum/mata pelajaran, organisasi sekolah, kualitas belajar mengajar, penilaian/evaluasi, sistem pencatatan, kebutuhan khusus, administrasi dan manajemen, bimbingan dan konseling, peran dan tanggung jawab orang tua dan masyarakat (Law dan Glover 2000). Lebih lanjut Ofsted (2005) menyatakan bahwa fokus pengawasan sekolah meliputi: (1) standard dan prestasi yang diraih siswa, (2) kualitas layanan siswa di sekolah (efektifitas belajar mengajar, kualitas program kegiatan sekolah dalam memenuhi 4
  • 5. kebutuhan dan minat siswa, kualitas bimbingan siswa), serta (3) kepemimpinan dan manajemen sekolah. Oleh karena itu, profesi pengawas memegang peranan penting agar terciptanya sekolah yang unggul. Selama ini profesi Pengawas Sekolah kurang mendapatkan perhatian secara serius dan hanya dianggap sebagai tenaga kependidikan yang sama kedudukannya dengan tenaga kependidikan lainnya, sehingga relatif kurang mendapatkan perhatian dalam pengembangannya. Bahkan nyaris tidak tersentuh pembaharuan-pembaharuan pendidikan, meskipun ia memiliki peran yang sangat vital dalam menyukseskan pembaharuan pendidikan dan peningkatan mutu pendidikan di sekolah. Namun pengawas sekolah dianggap sebagai jabatan non job, diisi orang-orang tua, memperpanjang usia pensiun, diisi para suami/isteri pejabat. Berdasarkan permasalahan di atas, maka penulis tertarik untuk membahas tentang Ruang Lingkup Pengawas Pendidikan sehingga dapat sebagai tolak ukur dan acuan untuk membentuk karakter pengawas sekolah yang professional dan akuntabel. B. Identifikasi Masalah Berdasarkan permasalahan di atas, yang menjadi identifikasi masalah adalah kurangnya pemahaman pengawas tentang : 1. Hakekat pengawas sekolah 2. Sistem rekrutment pengawas sekolah 3. Kompetensi pengawas sekolah 4. Regulasi yang mengatur pengawas sekolah C. Tujuan Penulisan Tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut : 1. Untuk mengetahui hakekat pengawas sekolah 2. Untuk mengetahui sistem rekrutment pengawas sekolah 3. Untuk mengetahui kompetensi pengawas sekolah 4. Untuk mengetahui regulasi yang mengatur pengawas sekolah 5
  • 6. D. Manfaat Penulisan Manfaat penulisan makalah ini adalah sebagai berikut : 1. Menambah wawasan dan pemahaman tentang pengawas sekolah. 2. Sebagai referensi bagi pengawas sekolah 6
  • 7. BAB II PEMBAHASAN A. Hakekat Pengawas Sekolah Pengawasan dapat diartikan sebagai proses kegiatan monitoring untuk meyakinkan bahwa semua kegiatan organisasi terlaksana seperti yang direncanakan dan sekaligus juga merupakan kegiatan untuk mengoreksi dan memperbaiki bila ditemukan adanya penyimpangan yang akan mengganggu pencapaian tujuan (Robbins dalam Sudjana (2006:5). Selanjutnya Burhanuddin (2004:284) mengartikan pengawasan atau supervisi pendidikan tidak lain dari usaha memberikan layanan kepada stakeholder pendidikan, terutama kepada guru-guru, baik secara individu maupun secara kelompok dalam usaha memperbaiki kualitas proses dan hasil pembelajaran. Pengawasan identik dengan supervisi, menurut Good Carter dalam Suhertian (2000:18) mengartikan bahwa supervisi adalah usaha dari petugas- petugas sekolah dalam memimpin dan membimbing guru-guru dan petugas- petugas lainnya, dalam memperbaiki pengajaran, termasuk menstimulir, menyeleksi pertumbuhan jabatan-jabatan perkembangan guru-guru dan merevisi tujuan pendidikan, bahan-bahan pengajaran dan metode mengajar dan evaluasi pengajaran. Selanjutnya Syaiful ( 2010:90 ) dalam bukunya supervisi pembelajaran mengartikan supervisi mempunyai arti khusus yaitu “membantu dan turut serta dalam usaha-usaha perbaikan dan meningkatkan mutu baik personel maupun lembaga. Dalam dunia pendidikan memandang guru sebagai bagian penting dari manajemen yang diharapkan melaksanakan tugas sesuai fungsi-fungsi manajemen dengan baik dan terukur”. Dari beberapa pengertian yang penulis sebutkan diatas dapat diambil suatu kesimpulan bahwa pengawasan atau supervisi erat kaitanya dengan kegiatan membimbing, membina, memonitoring dan member pelayanan dalam membantu 7
  • 8. guru terhadap kegiatan proses pembelajaran agar tetap berjalan seperti yang diharapkan. B. Sistem Rekrutment Pengawas Sekolah 1. Kualifikasi Pengawas Sekolah (1) Kriteria umum calon pengawas satuan pendidikan : a. Pangkat minimal Penata, golongan / ruang III/c; b. Usia maksimal 50 tahun.; c. Pernah menyandang predikat kepala sekolah atau guru berprestasi minimal ditingkat kecamatan (jenjang TK/RA/SD/MI) dan ditingkat satuan pendidikan (jenjang SMP/MTs/SMA/MA/SMK) berdasarkan pedoman panduan guru dan kepala sekolah berprestasi; d. Lulus seleksi pengawas satuan pendidikan; e. Nilai rata-rata DP3 dalam dua tahun terakhir minimal baik. (2) Kriteria khusus calon pengawas satuan pendidikan a. Pengawas satuan pendidikan TK/RA : 1. Berlatar belakang pendidikan minimal S1 kependidikan / Akta IV, dengan keahlian pendidikan ke-TK/RA-an; 2. Guru TK/RA bersertifikat profesi dengan pengalaman kerja minimal 8 tahun; 3. Kepala TK/RA bersertifikat profesi dengan pengalaman kerja minimal 4 tahun. b. Pengawas satuan pendidikan SD/MI : 1. Berlatar belakang pendidikan minimal S1 kependidikan / Akta IV , dengan keahlian pendidikan ke-SD/MI-an; 2. Guru SD/MI bersertifikat profesi dengan pengalaman kerja minimal 8 tahun, atau; 3. Kepala SD/MI bersertifikat profesi dengan pengalaman kerja minimal 4 tahun. c. Pengawas satuan pendidikan SMP/MTs : 8
  • 9. 1. Berlatar belakang pendidikan minimal S2 kependidikan dengan berbasis S1 kependidikan, atau S1 non kependidikan plus Akta IV dalam rumpun mata pelajaran MIPA, IPS, Bahasa, Olah Raga Kesehatan, rumpun seni budaya, agama dan Bimbingan Konseling; 2. Guru SMP/MTs bersertifikat profesi dengan pengalaman kerja minimal 8 tahun; 3. Kepala SMP/MTs bersertifikat profesi dengan pengalaman kerja minimal 4 tahun. d. Pengawas satuan pendidikan SMA/MA : 1. Berlatar belakang pendidikan minimal S2 kependidikan dengan berbasis S1 kependidikan, atau S1 non kependidikan plus Akta IV dalam rumpun mata pelajaran MIPA, IPS, Bahasa, Olah Raga Kesehatan, rumpun seni budaya, agama, dan Bimbingan Konseling; 2. Guru SMA/MA bersertifikat profesi dengan pengalaman kerja minimal 8 tahun; 3. Kepala SMA/MA bersertifikat profesi dengan pengalaman kerja minimal 4 tahun. e. Pengawas satuan pendidikan SMK/MAK : 1. Berlatar belakang pendidikan minimal S2 kependidikan dengan berbasis S1 kependidikan, atau S1 non kependidikan plus Akta IV dalam rumpun pertanian dan kehutanan, teknologi dan industri, bisnis dan menejemen, kesejahteraan masyarakat, pariwisata dan rumpun seni dan kerajinan, Agama Bimbingan Konseling maan, dan; 2. Guru SMK/MAK bersertifikat profesi dengan pengalaman kerja minimal 8 tahun; 3. Kepala SMK/MAK bersertifikat profesi dengan pengalaman kerja minimal 4 tahun. 4. Seleksi calon pengawas satuan pendidikan di lingkungan Dinas Pendidikan dilakukan oleh Tim Seleksi 9
  • 10. Calon Pengawas Satuan Pendidikan yang ditetapkan dengan Surat Keputusan Bupati. Sedangkan seleksi calon pengawas di lingkungan Departemen Agama dilakukan oleh Kantor Departemen Agama. 5. Anggota Tim Seleksi Calon Pengawas Satuan Pendidikan untuk Dinas Pendidikan diusulkan oleh Kepala Dinas Pendidikan kepada Bupati, sedangkan Tim Seleksi Calon Pengawas Satuan Pendidikan di lingkungan Departemen Agama ditetapkan oleh Kepala Kantor Departemen Agama. 2. Seleksi Pengawas Sekolah (1) Seleksi calon pengawas satuan pendidikan melalui dua tahap yaitu: a. Tahap I : Seleksi kelengkapan administrasi meliputi: 1. Ijasah; 2. Surat Keputusan pengangkatan pertama; 3. Surat Keputusan kenaikan pangkat terakhir; 4. DP3 2 tahun terakhir; 5. Surat Keputusan pengangkatan kepala sekolah (bagi yang memiliki); 6. Surat keterangan/piagam sebagai guru/kepala sekolah berprestasi; 7. Surat keterangan sehat dari dokter; 8. Makalah kepengawasan; b. Tahap II: Seleksi Kemampuan terdiri atas tes tertulis, tes performance, dan tes portofolio (2) Tes tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b meliputi: a. Tes kemampuan akademik dan kecerdasan emosional; b. Tes penguasaan kepengawasan satuan pendidikan; c. Tes kreativitas dan motivasi. (3) Tes Portofolio sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b meliputi: a. Penilaian terhadap karya tulis ilmiah yang dihasilkan oleh calon pengawas satuan pendidikan; b. Bukti fisik keikutsertaan calon pengawas satuan pendidikan dalam kegiatan ilmiah seperti seminar, workshop, pelatihan dan penelitian di bidang pendidikan. 10
  • 11. (4) Tes performance sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b meliputi: a. Presentasi makalah kepengawasan; b. Wawancara berkaitan dengan kepengawasan. (5) Penentuan kelulusan dilaksanakan sebagai berikut: a. Jika tahap I tidak lulus, maka calon pengawas satuan pendidikan tidak dapat mengikuti seleksi tahap II; b. Penentuan kelulusan berdasarkan nilai seleksi tahap I dan tahap II; c. Kriteria kelulusan seleksi tahap I dan II ditentukan oleh Tim Seleksi Calon Pengawas Satuan Pendidikan. (1) Koordinasi pengawas dilingkungan Dinas Pendidikan adalah sebagai berikut: a. Pengawas Satuan Pendidikan di lingkungan Dinas Pendidikan dikoordinir oleh seorang Koordinator Pengawas (Koorwas); b. Koorwas dipilih secara demokratis oleh seluruh pengawas satuan pendidikan; c.Surat Keputusan Korwas ditetapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan. (2) Koordinasi pengawas di lingkungan Departemen Agama adalah sebagai berikut: a. Pengawas Satuan Pendidikan di lingkungan Depag terhimpun dalam kelompok kerja pengawas (Pokjawas); b. Pokjawas dikoordinir oleh koordinator Pokjawas; c. Koordinator Pokjawas dipilih secara demokrasi oleh pengawas satuan pendidikan dan ditetapkan oleh Kepala Kantor Departemen Agama. (3) Dalam melaksanakan tugas pokoknya Koorwas/Koorpokjawas dibantu oleh seorang sekretaris yang diplih oleh Koorwas/koorpokjawas; (4) Masa penugasan Koordinator Pengawas/koorpokjawas adalah 4 (empat) tahun, dan yang bersangkutan dapat dipilih kembali untuk satu kali masa penugasan berikutnya; (5) Setelah tenggang waktu sekurang-kurangnya satu kali masa tugas, yang bersangkutan dapat dipilih kembali. C. Kompetensi Pengawas Sekolah 11
  • 12. Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No 12 tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah disebutkan beberapa kompetensi yang harus dikuasai oleh pengawas sekolah khususnya kompetensi supervisi sebagai berikut : a. Kompetensi Supervisi Managerial 1) Menguasai metode, teknik dan prinsip-prinsip supervisi dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di sekolah menengah yang sejenis. 2) Menyusun program kepengawasan berdasarkan visi-misi tujuan dan program pendidikan sekolah menengah yang sejenis. 3) Menyusun metode kerja dan instrumen yang diperlukan untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi pengawasan di sekolah menengah yang sejenis. 4) Menyusun laporan hasil-hasil pengawasan dan menindaklanjutinya untuk perbaikan program pengawasan berikutnya di sekolah menengah yang sejenis. 5) Membina kepala sekolah dalam pengelolaan dan administrasi satuan pendidikan berdasarkan manajemen peningkatan mutu pendidikan di sekolah menengah yang sejenis. 6) Membina kepala sekolah dan guru dalam melaksanakan bimbingan konseling di sekolah menengah yang sejenis. 7) Mendorong guru dan kepala sekolah dalam merefleksikan hasil-hasil yang dicapainya untuk menemukan kelebihan dan kekurangan dalam melaksanakan tugas pokoknya di sekolah menengah yang sejenis. 8) Memantau pelaksanaan standar nasional pendidikan dan memanfaatkan hasil-hasilnya untuk membantu kepala sekolah dalam mempersiapkan akreditasi sekolah menengah yang sejenis. b. Kompetensi Supervisi Akademik 1) Memahami konsep, prinsip, teori dasar, karakteristik, dan kecenderungan perkembangan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah yang sejenis. 12
  • 13. 2) Memahami konsep, prinsip, teori/teknologi, karakteristik, dan kecenderungan perkembangan proses pembelajaran /bimbingan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah yang sejenis. 3) Membimbing guru dalam menyusun silabus tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah yang sejenis berlandaskan standar isi, standar kompetensi dan kompetensi dasar, dan prinsip- prinsip pengembangan KTSP. 4) Membimbing guru dalam memilih dan menggunakan strategi / metode / teknik pembelajaran / bimbingan yang dapat mengembangkan berbagai potensi siswa melalui mata- mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah yang sejenis. 5) Membimbing guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) untuk tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah yang sejenis. 6) Membimbing guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran /bimbingan (di kelas, laboratorium, dan atau di lapangan) untuk tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah yang sejenis. 7) Membimbing guru dalam mengelola, merawat, mengembangkan dan menggunakan media pendidikan dan fasilitas pembelajaran/bimbingan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah yang sejenis. 8) Memotivasi guru untuk memanfaatkan teknologi informasi dalam pembelajaran/ bimbingan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaan yang relevan di sekolah menengah yang sejenis. Berkaitan dengan kompetensi sebagai pengawas, seorang pengawas juga mempunnyai tugas pokok. Mengacu pada SK Menpan nomor 118 tahun 1996 tentang jabatan fungsional pengawas dan angka kreditnya, Keputusan bersama Mendikbud nomor 03420/O/1996 dan Kepala Badan Administrasi Kepegawaian Negara nomor 38 tahun 1996 tentang petunjuk pelaksanaan jabatan fungsional 13
  • 14. pengawas serta Keputusan Mendikbud nomor 020/U/1998 tentang petunjuk teknis pelaksanaan jabatan fungsional pengawas sekolah dan angka kreditnya, dapat dikemukakan tentang tugas pokok dan tanggung jawab pengawas sekolah yang meliputi: 1. Melaksanakan pengawasan penyelenggaraan pendidikan di sekolah sesuai dengan penugasannya pada TK, SD, SLB, SLTP dan SLTA. 2. Meningkatkan kualitas proses belajar-mengajar/bimbingan dan hasil prestasi belajar/bimbingan siswa dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. Tugas pokok yang pertama merujuk pada supervisi atau pengawasan manajerial sedangkan tugas pokok yang kedua merujuk pada supervisi atau pengawasan akademik. Tabel 1. Matrik Tugas Pokok Pengawas Rincia n Tugas PengawasanAkademik (Teknis Pendidikan/ Pembelajaran) Pengawasan Manajerial (Administrasi dan Manajemen Sekolah) Inspecting/Pengawasa n  Pelaksanaan kurikulum mata pelajaran  Proses pembelajaran/ praktikum/ studi lapangan  Kegiatan ekstra kurikuler  Penggunaan media, alat bantu dan sumber belajar  Kemajuan belajar siswa  Lingkungan belajar  Pelaksanaan kurikulum sekolah Penyelenggaraan dministrasi sekolah  Kinerja kepala sekolah dan staf sekolah  Kemajuan pelaksanaan pendidikan di sekolah  Kerjasama sekolah dengan masyarakat 14
  • 15. Advisng/ Menasehati  Menasehati guru dalam pembelajaran/bimbingan yang efektif  Guru dalam meningkatkan kompetensi professional  Guru dalam melaksanakan penilaian proses dan hasil belajar  Guru dalam melaksanakan penelitian tindakan kelas  Guru dalam meningkatkan kompetensi pribadi, sosial dan pedagogic  Kepala sekolah di dalam mengelola pendidikan  Kepala sekolah dalam melaksanakan inovasi pendidikan  Kepala sekolah dalam peningkatan kemamapuan professional kepala sekolah  Menasehati staf sekolah dalam melaksanakan tugas administrasi sekolah  Kepala sekolah dan staf dalam kesejahteraan sekolah Monitoring/ Memantau  Ketahanan pembelajaran  Pelaksanaan ujian mata pelajaran  Standar mutu hasil belajar siswa  Pengembangan profesi guru  Pengadaan dan pemanfaatan sumber-sumber belajar  Penyelenggaraan kurikulum  Administrasi sekolah  Manajemen sekolah  Kemajuan sekolah  Pengembangan SDM sekolah  Penyelenggaraan ujian sekolah  Penyelenggaraan penerimaan siswa baru Coordinating/ mengkoordinir  Pelaksanaan inovasi pembelajaran  Pengadaan sumber-sumber belajar  Kegiatan peningkatan kemampuan profesi guru  Mengkoordinir peningkatan mutu SDMsekolah  Penyelenggaraan inovasi di sekolah  Mengkoordinir akreditasi sekolah  Mengkoordinir kegiatan sumber daya pendidikan Reporting  Kinerja guru dalam melaksanakan pembelajaran  Kemajuan belajar siswa  Pelaksanaan tugas kepengawasan akademik  Kinerja kepala sekolah  Kinerja staf sekolah  Standar mutu pendidikan  Inovasi pendidikan 15
  • 16. ( Tambah 6 kompetensi pengawas sekolah) D. Regulasi yang Mengatur Pengawas Sekolah 1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999. 2. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 3. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian PNS sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 1994. 5. Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang Disiplin PNS; 6. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 1992 tentang Tenaga Kependidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2000. 7. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional PNS. 8. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002. 9. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang Kewenangan Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian PNS. 10.Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional PNS. 11.Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2006 tentang Tunjangan Tenaga Kependidikan. 12.Keputusan MENPAN Nomor 118/1996 tanggal 30 Oktober 1996 tentang Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya. 13.Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 0322/O/1996 dan Nomor 38 Tahun 16
  • 17. 1996 tanggal 30 Oktober 1996 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya. BAB II PENUTUP A. Kesimpulan 1. Pengawasan atau supervisi erat kaitanya dengan kegiatan membimbing, membina, memonitoring dan member pelayanan dalam membantu guru terhadap kegiatan proses pembelajaran agar tetap berjalan seperti yang diharapkan. 2. Kompetensi pengawas meliputi kompetensi supervisi akademik dan kompetensi supervisi manajerial. 3. Sistem rekrutment dan pembinaan yang baik akan menghasilkan pengawas yang baik. B. Saran 1. Seorang pengawas harus memahami dan menerapkan kompetensinya dalam melakukan suvervisi sekolah. 2. Pengawas, kepala sekolah dan guru beserta tenaga kependidikan lainnya membina kerjasama yang baik dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah 17
  • 18. DAFTAR PUSTAKA BSNP. (2007). Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No 12 tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah /Madrasah Burhanudin.2004. Analisis Administrasi Manajemen Dan Kepemimpinan Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Sahertian, P.A. (2000). Konsep Dasar & Teknik Supervisi Pendidikan. Jakarta: Bineka Cipta. Nana Sudjana ,2006. Standar Mutu Pengawas, Jakarta: Depdiknas Syaiful Segala. 2010. Supervisi Pembelajaran. Bandung: Alfabeta. 18