SlideShare a Scribd company logo
1 of 16
Download to read offline
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Menjadi guru merupakan tugas yang mulia. Tugas ini bisa dikatakan mulia
tentu saja bila dikerjakan dengan ikhlas. Aktivitas ini juga mulia bila yang
bersangkutan mendidik anak didiknya dengan pendidikan yang berdasarkan pada
ajaran dan syariah Islam yang baik dan benar.
Guru merupakan suatu pekerjaan profesional, yang memerlukan suatu
keahlian khusus. Karena keahliannya bersifat khusus, guru memiliki peranan yang
sangat penting dan strategis dalam kegiatan pembelajaran, yang akan menentukan
mutu pendidikan di suatu satuan pendidikan. Oleh karena itu, dalam sistem
pendidikan dan pembelajaran dewasa ini kedudukan guru dalam proses
pembelajaran di sekolah belum dapat digantikan oleh alat atau mesin secanggih
apapun. Keahlian khusus itu pula yang membedakan profesi guru dengan profesi
yang lainnya. Menurut Suherman (2010 : 58) “perbedaan pokok antara profesi
guru dengan profesi yang lainnya terletak dalam tugas dan tanggung jawabnya.
Tugas dan tanggung jawab tersebut erat kaitannya dengan kemampuan-
kemampuan yang disyaratkan untuk memangku profesi tersebut. Kemampuan
dasar tersebut tidak lain adalah kompetensi guru”.
Kompetensi dalam profesi guru, pada awalnya dipersiapkan atau diperoleh
melalui lembaga pendidikan formal keguruan, sebelum seseorang memangku
jabatan (tugas dan tanggung jawab) sebagai guru. Tetapi untuk menuju ke arah
pelaksanaan tugas dan tanggungjawab secara profesional, tidaklah cukup dengan
berbekal dengan kemampuan yang diperoleh melalui jalur pendidikan formal
tersebut. preventif Islam untuk menangkal penyakit ini adalah dengan meletakkan
hukuman-hukuman atas pelakunya di dunia dan di akhirat.Dengan demikian,
untuk dapat disebut sebagai profesional, setiap guru harus melakukan
pengembangan kompetensinya secara berkesinambungan.
Tuntutan terhadap peningkatan kompetensi secara berkesinambungan
disebabkan karena substansi kajian dan konteks pembelajaran selalu berkambang
2
dan berubah. Di samping itu, keharusan bagi setiap guru untuk mengembangkan
kompetensinya secara terus-menerus dalam rangka pelaksanaan tugas dan
tanggung jawab secara profesional, didorong juga oleh perkembangan dalam
kehidupan bermasyarakat, perkembangan pemerintahan dan perubahan kurikulum
pendidikan.
Melihat permasalahan tersebut, maka dalam makalah ini penulis akan
memaparkan tentang apa itu upaya pengembangan kompetensi, apa
saja kompetensi guru dan bagaimana upaya-upaya untuk
mengembangkan kompetensi guru.
B. Perumusan Masalah
Dalam penulisan Makalah ini akan dirumuskan beberapa masalah antara
lain adalah sebagai berikut :
1. Apa upaya pengembangan kompetensi guru ?
2. Apasaja kompetensi guru itu ?
3. Bagaimana upaya pengembangan kompetensi guru itu ?
C. Tujuan Penulisan
Adapun yang menjadi tujuan penulisan makalah ini adalah untuk
mengetahui :
1. Upaya pengembangan kompetensi guru
2. Kompetensi guru.
3. Bagaimana upaya pengembangan kompetensi guru.
3
BAB II
PENMBAHASAN
A. Pengertian Upaya Pengembangan Kompetensi
Upaya adalah langkah-langkah yang dilakukan oleh seseorang untuk
mencapai sesuatu yang di inginkanya atau untuk mencapai tujuan yang
diharapkan (Sukanto, 2011 : 69).
Pengembangan adalah suatu perbuatan yang terdorong dengan teknik-
teknik,metode,dan pendekatan yang dapat mengembangkan tingkah laku kognitif
dan teori-teori yang konstruktif terhadap sesuatu.Ada juga yang mendefinisikan
pengembangan yaitu suatu sistem yang bertujuan agar kegiatan yang telah
direncanakan berjalan dengan efektif dan efisien (Sagala, 2009 : 24)
Sedangkan pengertian kompetensi yaitu dijelaskan oleh para ahli sebagai
berikut:
1. Menurut Broke and Stone
Kompetensi adalah gambaran hakikat kualitatif dari perilaku guru yang
tampak sangat berarti.
2. Menurut Louise Moqvist
Kompetensi adalah perilaku rasional yang untuk mencapai tujuan yang
dipersyaratkan sesuai dengan kondisi yang diharapkan.
3. Menurut Mc Leod
Kompetensi adalah Keadaan berwewenang atau memenuhi syarat menuntut
ketentuan hukum.
Setelah melihat definisi-definisi tersebut,maka bisa disimpulkan bahwa
Upaya Pengembangan kompetensi guru adalah kemampuan seseorang guru dalam
melaksanakan kewajiban-kewajiban secara bertanggung jawab dan layak untuk
mencapai hasil pembelajaran yang efektif dan efisien.
4
B. Kompetensi-kompetensi Guru
Kompetensi-kompetensi yang harus dimiliki Guru adalah sebagai berikut:
1. Kompetensi Paedagogik
Menurut Mulyasa (2005 : 68) kompetensi pedagogik yaitu kemampuan guru
yang berkaitan dengan Ilmu Didaktik / Ilmu mengajar. Kompetensi
Paedagogik meliputi pemahaman guru terhadap peserta didik, perancangan dan
pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar dan pengembangan peserta didik
untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.
Dalam Kompetensi ini guru harus memiliki 10 kemampuan, yaitu
sebagai berikut:
a. Kemampuan menguasai bahan pelajaran yang disajikan
b. Kemampuan mengelola program belajar mengajar
c. Kemampuan mengelola kelas
d. Kemampuan menggunakan media/sumber belajar
e. Kemampuan menguasai landasan-landasan pendidikan
f. Kemampuan mengelola interaksi belajar mengajar
g. Kemampuan menilai prestasi peserta didik untuk kependidikan pengajaran
h. Kemampuan mengenal fungsi dan program pelayanan bimbingan dan
penyuluhan
i. Kemampuan mengenal dan menyelenggarakan administrasi sekolah
j. Kemampuan memahami prinsip-prinsip dan menafsirkan hasil-hasil penelitian
pendidikan guna keperluan pengajaran
2. Kompetensi Kepribadian
Mulyasa (2005 : 68) menjelaskan bahwa kompetensi kepribadian
adalah kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil,
dewasa, arif, dan berwibawa dan menjadi teladan bagi peserta didik serta
berakhlak mulia.
Dilihat dari aspek psikologi kompetensi pendidik guru menunjukkan
kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian:
5
a) Mantap dan stabil, yaitu memiliki konsistensi dalam bertindak sesuai norma
hukum, norma sosial, dan etika yang berlaku;
b) Dewasa yang berarti mempunyai kemandirian untuk bertindak sebagai
pendidik dan memiliki etos kerja sebagai guru;
c) Arif dan bijaksana yaitu tampilannya bermanfaat bagi peserta didik, sekolah
dan masyarakat dengan menunjukkan keterbukaan dalam berfikir dan
bertindak;
d) Berwibawa, yaitu prilaku guru yang disegani sehingga berpengaruh positif
terhadap peserta didik; dan
e) Memiliki akhlak mulia dan memiliki prilaku yang dapat diteladani oleh
peserta didik, bertindak sesuai norma religius, jujur, ikhlas dan suka
menolong. Nilai kompetensi kepribadian dapat digunakan sebagai sumber
kekuatan, imspirasi, motivasi dan inovasi bagi peserta didiknya.
3. Kompetensi Sosial
Kompetensi Sosial yaitu kemampuan guru untuk berkomunikasi dan
bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga pendidikan,
orang tua/wali peserta didik dan masyarakat sekitar.
Kompetensi sosial terkait dengan kemampuan guru sebagai makluk
sosial dalam berinteraksi dengan orang lain. Sebagai makhluk sosial guru
berprilaku santun, mampu berkomunikasi dan berinteraksi dengan lingkungan
secara efektif dan menarik mempunyai rasa empati terhadap orang lain.
Kemampuan guru berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan menarik
peserta didik, sesama pendidik dan tenaga pendidikan, orang tua dan wali peserta
didik, masyarakat sekitar sekolah dan sekitar dimana pendidik itu tinggal, dan
dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan sekolah. Kondidi objektif ini
menggambarkan bahwa kemampuan sosial guru tampak ketika bergaul dan
melakukan interaksi sebagai profesi maupun sebagai masyarakat, dan kemampuan
mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari (Uzer, 2011 : 32).
4. Kompetensi Profesional
6
Menurut Sukanto (2011 : 58) menjelaskan bahwa kompetensi profesional
yaitu kompetensi penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam
yang mencakup penguasaan materi kurikulum mata pelajaran di sekolah dan
substansi keilmuan yang menaungi materinya. Kompetensi ini juga disebut
dengan penguasaan sumber bahan ajar atau sering disebut dengan bidang studi
keahlian.
Kompetensi Profesional memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a. Memahami mata pelajaran yang telah dipersiapkan untuk mengajar
b. Memahami standar kompetensi dan standar isi mata pelajaran
c. Memahami struktur, konsep, dan metode keilmuan yang menaungi materi ajar
d. Memahami hubungan konsep antar matapelajaran terkait
e. Menerapkan konsep-konsep keilmuan dalam kehidupan sehari-hari
C. Upaya Pengembangan Kompetensi Guru
Pengembangan profesi guru secara berkesinambungan, “dimaksudkan
untuk merangsang, memelihara, dan meningkatkan kompetensi guru dalam
memecahkan masalah-masalah pendidikan dan pembelajaran yang berdampak
pada peningkatan mutu hasil belajar siswa”. Oleh karena itu, peningkatan
kompetensi guru untuk dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara
profesional di satuan pendidikan, menjadi kebutuhan yang amat mendesak dan
tidak dapat ditunda-tunda. Hal ini mengingat perkembangan atau kenyataan yang
ada saat ini maupun di masa depan (Suherman, 2010 : 60).
Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya yang
semakin maju dan pesat, menuntut setiap guru untuk dapat menguasai dan
memanfaatkannya dalam rangka memperluas atau memperdalam materi
pembelajaran, dan untuk mendukung pelekasanaan pembelajaran, seperti
penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
Perkembangan yang semakin maju tersebut, mendorong perubahan
kebutuhan peserta didik dan masyarakat. Kebutuhan yang makin meningkat itu,
memicu semakin banyaknya tuntutan peserta didik yang harus dipenuhi untuk
dapat memenangkan persaingan di masyarakat. Lebih-lebih dewasa ini, peserta
7
didik dan masyarakat dihadapkan pada kenyataan diberlakukannya pasar bebas,
yang akan berdampak pada semakin ketatnya persaingan baik saat ini maupun di
masa depan.
Peningkatan kompetensi keguruan, semakin dibutuhkan mengingat
terjadinya perkembangan dalam pemerintahan, dari sistem sentralisasi menjadi
desentralisasi. Pemberlakukan sistem otonomi daerah itu, juga diikuti oleh
perubahan sistem pengelolaan pendidikan dengan menganut pola desentralisasi.
“Pengelolaan pendidikan secara terdesenralisasi akan semakin mendekatkan
pendidikan kepadastakeholders pendidikan di daerah dan karena itu maka guru
semakin dituntut untuk menjabarkan keinginan dan kebutuhan-kebutuhan
masyarakat terhadap pendidikan melalui kompetensi yang dimilikinya”.
Adapun Upaya-upaya untuk mengembangkan kompetensi guru dipaparkan
oleh para ahli yaitu sebagai berikut:
1. Menurut Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen
Pendidikan Nasional dalam Suherman (2010 : 64), sebagai berikut:
a. Program peningkatan kualifikasi pendidikan guru
b. Program penyetaraan dan sertifikasi
c. Program pelatihan terintegrasi berbasis kompetensi
d. Program supervisi pendidikan
e. Program pemberdayaan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran)
f. Simposium guru
g. Program pelatihan tradisional lainnya
h. Membaca dan menulis jurnal atau karya ilmiah
i. Berpartisipasi dalam pertemuan ilmiah
j. Melakukan penelitian (khususnya Penelitian Tindakan Kelas)
k. Magang
l. Mengikuti berita aktual dari media pemberitaan
m. Berpartisipasi dan aktif dalam organisasi profesi
n. Menggalang kerjasama dengan teman sejawat
8
2. Menurut Depdiknas upaya untuk meningkatkan pengembangan kompetensi
guru adalah sebagai berikut:
a. Program Sertifikasi
Sertifikasi guru adalah proses perolehan sertifikat pendidik bagi guru.
Sertifikat pendidik bagi guru berlaku sepanjang yang bersangkutan menjalankan
tugas sebagai guru sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Serifikat
pendidik ditandai dengan satu nomor registrasi guru yang dikeluarkan oleh
Departemen Pendidikan Nasional.
Menurut Sahartien (1994 : 26) menjelaskan bahwa tujuan diadakanya
sertifikasi guru adalah sebagai bnerikut:
1) Menentukan kelayakan guru dalam melaksanakan tugas sebagai agen
pembelajaran dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional
2) Meningkatkan proses dan mutu hasil pendidikan
3) Meningkatkan martabat guru
4) Meningkatkan Profesionalisme Guru
Sedangkan manfaat diadakanya Sertifikasi Guru adalah sebagai berikut:
1) Melindungi Profesi Guru dari praktek-praktek yang tidak kompeten,yang
dapat merusak citra profesi guru
2) Masyarakat dari praktek-praktek pendidikan yang tidak berkualitas dan tidak
profesional
3) Meningkatkan kesejahtraan guru
Sertifikasi diperoleh melalui pendidikan profesi yang diakhiri dengan uji
kompetensi. Dalam program sertifikasi telah ditentukan kualifikasi pendidikan
bagi semua guru di semua tingkatan, yaitu minimal sarjana atau Diploma IV.
Dengan kualifikasi itu, diharapkan guru akan memiliki kompetensi yang memadai
(Sahartien, 1994 : 28).
Sertifikasi guru diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang memiliki
program pengadaan tenaga kependidikan yang terakreditasi atau ditunjuk
pemerintah. Setelah disertifikasi guru akan memperoleh sertifikat pendidik, yaitu
bukti formal sebagai pengakuan yang diberikan kepada guru sebagai tenaga
profesional. Dengan memiliki sertifikat pendidik, guru akan memperoleh
9
penghasilan di atas kebutuhan minimum, meliputi: gaji pokok, tunjangan yang
melekat pada gaji, serta penghasilan lain berupa tunjangan profesi, tunjangan
fungsional, tunjangan khusus, dan maslahat tambahan yang terkait dengan
tugasnya sebagai guru yang ditetapkan dengan prinsip penghargaan atas dasar
prestasi. Guru yang diangkat oleh satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh
Pemerintah atau Pemerintah Daerah diberi gaji sesuai dengan peraturan
perundang-undangan, sementara guru yang diangkat oleh satuan pendidikan yang
diselenggarakan oleh masyarakat diberi gaji berdasarkan perjanjian kerja atau
kesepakatan kerja bersama.
Untuk memperoleh sertifikat pendidik tidak semudah membalikkan telapan
tangan, dan memerlukan kerja keras para guru. Sertifikat pendidik akan dapat
diperoleh guru apabila mereka benar-benar memiliki kompetensi dan
profesionalisme. Bagi para guru yang memiliki kompetensi dan profesionalisme,
hal ini mungkin bukan merupakan persoalan yang pelik, melainkan tinggal
menunggu waktu. Sebaliknya, para guru yang kurang memiliki kompetensi dan
profesionalisme, hal ini dapat menjadi persoalan yang pelik ketika giliran untuk
disertifikasi telah tiba. Sehubungan dengan hal itu, sesuatu yang pasti adalah guru
harus mempersiapkan diri sedini mungkin untuk disertifikasi, agar kesempatan
yang baik itu tidak hilang begitu saja karena tidak adanya persiapan yang
memadai. Guru harus siap mental, keilmuan, dan finansial. Dalam kaitan dengan
persiapan dalam hal keilmuan, guru perlu meningkatkan kompetensi dan
profesionalismenya.
b. Peningkatan Kompetensi dan Profesionalisme Guru
Untuk kepentingan sertifikasi dan menjamin mutu pendidikan perlu
dilakukan peningkatan kompetensi dan profesionalisme seorang guru. Hal ini
perlu dipahami karena dengan adanya pasca sertifikasi guru harus tetap
meningkatkan kemampuan dan profesionalismenya agar mutu pendidikan tetap
terjamin. Menurut Sagala (2009 : 42) menjelaskan bahwa peningkatan kompetensi
dan profesionalisme guru dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain
sebagai berikut ini:
10
1). Studi Lanjut Program Strata 2
Studi lanjut program Strata 2 atau Magister merupakan cara pertama yang
dapat ditempuh oleh para guru dalam meningkatkan kompetensi dan
profesionalismenya. Ada dua jenis program magister yang dapat diikuti, yaitu
program magister yang menyelenggarakan program pendidikan ilmu murni dan
ilmu pendidikan. Ada kecenderungan para guru lebih suka untuk mengikuti
program ilmu pendidikan untuk meningkatkan kompetensi dan
profesionalismenya.
2). Kursus dan Pelatihan
Keikutsertaan dalam kursus dan pelatihan tentang kependidikan merupakan
cara kedua yang dapat ditempuh oleh guru untuk meningkatkan kompetensi dan
profesionalismenya. Walaupun tugas utama seorang guru adalah mengajar, namun
tidak ada salahnya dalam rangka peningkatan kompetensi dan profesionalismenya
juga perlu dilengkapi dengan kemampuan meneliti dan menulis artikel/ buku.
3). Pemanfaatan Jurnal
Jurnal yang diterbitkan oleh masyarakat profesi atau perguruan tinggi
dapat dimanfaatkan untuk peningkatan kompetensi dan profesionalisme. Artikel-
artikel di dalam jurnal biasanya berisi tentang perkembangan terkini suatu disiplin
tertentu. Dengan demikian, jurnal dapat dipergunakan untuk memutakhirkan
pengetahuan yang dimiliki oleh seorang guru. Dengan memiliki bekal ilmu
pengetahuan yang memadai, seorang guru bisa mengembangkan kompetensi dan
profesionalismenya seorang guru dalam mentransfer ilmu kepada peserta didik.
Selain itu, jurnal-jurnal itu dapat dijadikan media untuk mengomunikasikan
tulisan hasil pemikiran dan penelitian guru yang dapat digunakan untuk
mendapatkan angka kredit yang dibutuhkan pada saat sertifikasi dan kenaikan
pangkat.
4). Seminar
Keikutsertaan dalam seminar merupakan alternatif keempat yang dapat
ditempuh untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme seorang guru.
Tampaknya hal ini merupakan cara yang paling diminati dan sedang
menjadi trend para guru dalam era sertifikasi, karena dapat menjadi sarana untuk
11
mendapatkan angka kredit. Melalui seminar guru mendapatkan informasi-
informasi baru. Forum seminar yang diselengarakan oleh dan untuk guru dapat
menjadi wahana yang baik untuk mengomunikasikan berbagai hal yang
menyangkut bidang ilmu dan profesinya sebagai guru.
3. Menurut Sunaryo dalam Sukanto (2011 : 37) bahwa upaya pengembangan
kompetensi guru untuk menjadi seorang guru professional adalah sebagai
berikut:
a. Pre service education
Pre service education dapat dilakukan dengan cara peningkatan kualitas
masukan (input) calon guru.
b. In service education
In service education dapat dilakukan dengan memotivasi para guru yang
sudah mengajar agar dapat memperoleh pendidikan yang lebih tinggi,
misalnya perlu lebih dimantapkan agar semua guru dapat kesempatan yang
sama dan diberikan kemudahan-kemudahan untuk mengikuti pendidikan
yang lebih tinggi.
c. In service training
In service training harus dilakukan dengan memperbanyak
penyelenggaraan, pelatihan, penataran dan seminar-seminar. Materi latihan
juga perlu dipertajam ke arah yang lebih teknis operasional. Salah satu tugas
guru dalam melakukan pengembangan profesi adalah penulisan karya ilmiah
dan karya tulis di bidangnya. Untuk ini perlu ada pelatihan tentang hal
tersebut. Ada kalanya para guru dalam mengajar sering menemui
permasalahan.
d. On service training
On service training yaitu kegiatan yang dapat dilakukan dengan
mengadakan pertemuan berkala dan rutin di antara para guru yang
mempunyai bagian yang sama sehingga terjadi tukar pikiran di antara para
guru itu dalam mencari alternatif pemecahannya.
12
4. Menurut Muhammad Yusuf dalam Depdiknas (2007 : 66) bahwa upaya
untuk mengembangkan Kompetensi profesional guru adalah sebagai berikut:
a. Melaksanakan pembinaan professional guru
Kepala sekolah bisa menyusun program penyetaraan bagi guru-guru
yang memiliki kualifikasi D III agar mengikuti penyetaraan S1/Akta IV,
sehingga mereka dapat menambah wawasan keilmuan dan pengetahuan yang
menunjang tugasnya
b. Untuk meningkatkan prefossional guru yang sifatnya khusus, bisa
dilakukan kepala sekolah dengan mengikutsertakan guru melalui seminar
dan pelatihan yang diadakan Diknas maupun di luar Diknas
Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan kinerja guru dalam
membenahi dan metodologi pembelajaran.
c. Peningkatan prefessionalisme guru melalui PKG (Pemantapan kerja guru)
Melalui wadah inilah para guruh diarahkan untuk mencari berbagai
pengalaman mengenai metodologi pembelajaran dan bahan ajar yang dapat
diterapkan di dalam kelas
d. Meningkatkan kesejahteraan guru
Kesejahteraan guru tidak dapat diabaikan, karena merupakan salah satu
faktor penentu dalam peningkatan kinerja, yang secara langsung terhadap
mutu pendidikan.
5. Menurut Sahertian (1994 : 48) bahwa upaya pengembangan Kompetensi guru
bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut:
a. Mengikuti Penataran Guru
Penataran Guru adalah Segala sesuatu yang berhubungan dengan
kegiatan-kegiatan pada sebagian personalia yang bekerja akan meningkatkan
pertumbuhan dan kualifikasi mereka.
b. Mengikuti Musyawarah Guru Bidang Studi
Musyawarah Guru Bidang Studi ini bertujuan untuk menyatukan
terhadap kekurangan konsep makna dan fungsi pendidikan serta
pemecahanya terhadap kekurangan yang ada.Disamping itu juga untuk
13
mendorong guru melakukan tugas dengan baik,sehingga mampu membawa
mereka kearah peningkatan kompetensinya.
c. Mengikuti Kursus
Mengikuti kursus merupakan suatu kegiatan untuk membantu guru
dalam mengembangkan pengetahuan sesuai dengan keahlianya masing-
masing. Dalam mengikuti kursus,guru diarahkan kepada penyegaran dan
upaya peningkatan pengetahuan,keterampilan,dan mengubah sikap tertentu
d. Menambah pengetahuan melalui Media Masa atau Elektronik
Salah satu media yang cukup membantu dalam meningkatkan
profesionalisme guru dalam proses belajar mengajar adalah media cetak dan
media elektronik.Hal ini akan membawa pemikiran-pemikiran baru dan
wawasan-wawasan baru bagi seorang guru dalam pengajaran.
e. Peningkatan Profesi melalui belajar sendiri
Cara lain yang baik untuk meningkatkan profesi guru adalah
berusaha mengikuti perkembangan dengan cara belajar sendiri,dan belajar
sendiri dapat dilakukan perorangan dengan mengajarkan kepada guru untuk
membaca dan memilih topic yang sesuai dengan kebutuhan di sekolah.
14
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Upaya Pengembangan Kompetensi adalah kemampuan seseorang guru dalam
melaksanakan kewajiban-kewajiban secara bertanggung jawab dan layak
untuk mencapai hasil pembelajaran yang efektif dan efisien.
2. Kompetensi-kompetensi Guru adalah sebagai berikut:
a. Kompetensi Paedagogik
Kompetensi Paedagogik merupakan pemahaman guru terhadap peserta
didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar dan
pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang
dimilikinya.
b. Kompetensi Kepribadian
Kompetensi Kepribadian adalah kemampuan personal yang
mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa
dan menjadi teladan bagi peserta didik serta berakhlak mulia.
c. Kompetensi Sosial
Kompetensi Sosial merupakan kemampuan guru untuk berkomunikasi
dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga
pendidikan, orang tua/wali peserta didik dan masyarakat sekitar.
d. Kompetensi Profesional
Kompetensi Profesional kompetensi penguasaan materi pembelajaran
secara luas dan mendalam yang mencakup penguasaan materi kurikulum
mata pelajaran di sekolah dan substansi keilmuan yang menaungi materinya
3. Upaya Pengembangan Kompetensi Guru adalah sebagai berikut:
a. Program Sertifikasi
b. Peningkatan Kompetensi dan Profesionalisme Guru
c. Mengikuti Penataran Guru
d. Mengikuti Musyawarah Guru Bidang Studi
e. Mengikuti Kursus
15
f. Menambah pengetahuan melalui Media Masa atau Media Elektronik
B. Saran
Adapun saran yang dapat penulis sampaikan setelah membahas makalah
tersebut adalah sebagai berikut:
1. Kepada Pemerintah agar selalu mengadakan pelatihan-pelatihan khusus bagi
guru supaya para guru mendapatkan pengalaman dari pelatihan tersebut.
2. Kepada seluruh Guru hendaklah menjalankan hak dan kewajibanya sesuai
dengan kode etik keguruan.
16
DAFTAR PUSTAKA
Depdiknas. 2007. Mekanisme Pengendalian Mutu Penyelenggaraan Pendidikan
dan Pelatihan. Direktur Pembinaan Pendidikan dan Pelatihan. Jakarta.
Mulyasa. 2005. Menjadi Kepala Sekolah Profesional. Bandung : Remaja
Rosdakarya.
Mustofa, Ahmad. 2009. Upaya Pengembangan Profesionalisme Guru di
Indonesia. Bandung : Alfabeta.
Sagala,Syaiful. 2009. Kemampuan Profesional Guru Dan Tenaga Pendidikan.
Jakarta : Pustaka Jaya.
Suherman, Aris,. 2010. Etika Profesi Keguruan, Bandung : Reflika Aditama.
Sukanto, Muhammad. 2011. Pengembangan Kompetensi Guru. Bandung : Ikapi.
Uzer, Usman, Mochammad, 2011. Menjadi guru profesional, Bandung : Remaja
Rosdakarya.
Piet, Sahertian,. 1994. Profil Pendidikan Profesional.Yogyakarta : Andi Offset.

More Related Content

What's hot

Standar kompetensi guru new
Standar kompetensi guru newStandar kompetensi guru new
Standar kompetensi guru newMayz Khumay
 
Kompetensi dasar guru dan standar kompetensi guru menurut ppt 111
Kompetensi dasar guru dan standar kompetensi guru menurut ppt 111Kompetensi dasar guru dan standar kompetensi guru menurut ppt 111
Kompetensi dasar guru dan standar kompetensi guru menurut ppt 111clarisaamelia
 
Kompetensi profesional guru (pp)
Kompetensi profesional guru (pp)Kompetensi profesional guru (pp)
Kompetensi profesional guru (pp)081374747439
 
HAKIKAT GURU DAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
HAKIKAT GURU DAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAMHAKIKAT GURU DAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
HAKIKAT GURU DAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAMGalih Nurhavis
 
standar kualifikasi dan kompetensi guru BK
standar kualifikasi dan kompetensi guru BKstandar kualifikasi dan kompetensi guru BK
standar kualifikasi dan kompetensi guru BKDina Haya Sufya
 
M2 pengembangan profesi guru
M2 pengembangan profesi guruM2 pengembangan profesi guru
M2 pengembangan profesi guruCak Yon
 
4 kompetensi yang wajib dikuasai guru
4 kompetensi yang wajib dikuasai guru4 kompetensi yang wajib dikuasai guru
4 kompetensi yang wajib dikuasai guruMira Mira
 
11. pendidik professional
11. pendidik professional11. pendidik professional
11. pendidik professionalFAS DC
 
Peranan guru sekolah rendah
Peranan guru sekolah rendahPeranan guru sekolah rendah
Peranan guru sekolah rendahaflah jamaluddin
 
Power Point.KK C Pedagogik SD.Kelas Tinggi
Power Point.KK C Pedagogik  SD.Kelas TinggiPower Point.KK C Pedagogik  SD.Kelas Tinggi
Power Point.KK C Pedagogik SD.Kelas TinggiHeru Supanji
 
Buku 3 (Wariki)
Buku 3 (Wariki)Buku 3 (Wariki)
Buku 3 (Wariki)WARIKI
 
Bakat, Kemahiran & Kreativiti Guru
Bakat, Kemahiran & Kreativiti GuruBakat, Kemahiran & Kreativiti Guru
Bakat, Kemahiran & Kreativiti GuruDr22s
 

What's hot (19)

Standar kompetensi guru new
Standar kompetensi guru newStandar kompetensi guru new
Standar kompetensi guru new
 
03. kompetensi guru
03. kompetensi guru03. kompetensi guru
03. kompetensi guru
 
Kompetensi Guru
Kompetensi GuruKompetensi Guru
Kompetensi Guru
 
Kompetensi dasar guru dan standar kompetensi guru menurut ppt 111
Kompetensi dasar guru dan standar kompetensi guru menurut ppt 111Kompetensi dasar guru dan standar kompetensi guru menurut ppt 111
Kompetensi dasar guru dan standar kompetensi guru menurut ppt 111
 
Kompetensi profesional guru (pp)
Kompetensi profesional guru (pp)Kompetensi profesional guru (pp)
Kompetensi profesional guru (pp)
 
Menjadi guru profesional
Menjadi guru profesionalMenjadi guru profesional
Menjadi guru profesional
 
HAKIKAT GURU DAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
HAKIKAT GURU DAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAMHAKIKAT GURU DAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
HAKIKAT GURU DAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
 
standar kualifikasi dan kompetensi guru BK
standar kualifikasi dan kompetensi guru BKstandar kualifikasi dan kompetensi guru BK
standar kualifikasi dan kompetensi guru BK
 
M2 pengembangan profesi guru
M2 pengembangan profesi guruM2 pengembangan profesi guru
M2 pengembangan profesi guru
 
4 kompetensi yang wajib dikuasai guru
4 kompetensi yang wajib dikuasai guru4 kompetensi yang wajib dikuasai guru
4 kompetensi yang wajib dikuasai guru
 
11. pendidik professional
11. pendidik professional11. pendidik professional
11. pendidik professional
 
Peranan guru sekolah rendah
Peranan guru sekolah rendahPeranan guru sekolah rendah
Peranan guru sekolah rendah
 
Guru dan Kemahiran Profesional
Guru dan Kemahiran ProfesionalGuru dan Kemahiran Profesional
Guru dan Kemahiran Profesional
 
Power Point.KK C Pedagogik SD.Kelas Tinggi
Power Point.KK C Pedagogik  SD.Kelas TinggiPower Point.KK C Pedagogik  SD.Kelas Tinggi
Power Point.KK C Pedagogik SD.Kelas Tinggi
 
Guru berkesan
Guru berkesanGuru berkesan
Guru berkesan
 
Buku 3 (Wariki)
Buku 3 (Wariki)Buku 3 (Wariki)
Buku 3 (Wariki)
 
Falsafah pendidikan guru (kemahiran)
Falsafah pendidikan guru (kemahiran)Falsafah pendidikan guru (kemahiran)
Falsafah pendidikan guru (kemahiran)
 
Bakat, Kemahiran & Kreativiti Guru
Bakat, Kemahiran & Kreativiti GuruBakat, Kemahiran & Kreativiti Guru
Bakat, Kemahiran & Kreativiti Guru
 
Teknologi pendidikan
Teknologi pendidikanTeknologi pendidikan
Teknologi pendidikan
 

Viewers also liked

Operasi pada Himpunan untuk SIswa SMP kelas VII
Operasi pada Himpunan untuk SIswa SMP kelas VII Operasi pada Himpunan untuk SIswa SMP kelas VII
Operasi pada Himpunan untuk SIswa SMP kelas VII Fitriani Hermansyah
 
Media pembelajaran Himpunan
Media pembelajaran HimpunanMedia pembelajaran Himpunan
Media pembelajaran HimpunanResty Anggre
 
Ppt himpunan kelompok 7 [tanpa latihan soal]
Ppt himpunan kelompok 7 [tanpa latihan soal]Ppt himpunan kelompok 7 [tanpa latihan soal]
Ppt himpunan kelompok 7 [tanpa latihan soal]Diyah Sri Hariyanti
 
Ruang lingkup kepengawasan
Ruang lingkup kepengawasanRuang lingkup kepengawasan
Ruang lingkup kepengawasanFajar Daulay
 
Kompetensi instruktur dan pendidik
Kompetensi instruktur dan pendidikKompetensi instruktur dan pendidik
Kompetensi instruktur dan pendidikFahmi R. Kubra
 
Mullticultural education powerpoint
Mullticultural education powerpointMullticultural education powerpoint
Mullticultural education powerpointayuyu1993
 
Operasi Himpunan
Operasi HimpunanOperasi Himpunan
Operasi Himpunanfitra03dian
 
Makalah kompetensi guru
Makalah kompetensi guruMakalah kompetensi guru
Makalah kompetensi guruWarnet Raha
 
28526777 makalah-kompetensi-guru-dalam-meningkatkan-profesionalisme-guru
28526777 makalah-kompetensi-guru-dalam-meningkatkan-profesionalisme-guru28526777 makalah-kompetensi-guru-dalam-meningkatkan-profesionalisme-guru
28526777 makalah-kompetensi-guru-dalam-meningkatkan-profesionalisme-guruRatih Ginarti
 
Makalah kompetensi profesional guru
Makalah kompetensi profesional guruMakalah kompetensi profesional guru
Makalah kompetensi profesional guruIkhwan Mutaqin
 
Ppt. media pembelajaran dua garis sejajar
Ppt. media pembelajaran dua garis sejajarPpt. media pembelajaran dua garis sejajar
Ppt. media pembelajaran dua garis sejajardinakudus
 

Viewers also liked (20)

Himpunan
HimpunanHimpunan
Himpunan
 
Operasi pada Himpunan untuk SIswa SMP kelas VII
Operasi pada Himpunan untuk SIswa SMP kelas VII Operasi pada Himpunan untuk SIswa SMP kelas VII
Operasi pada Himpunan untuk SIswa SMP kelas VII
 
Media pembelajaran Himpunan
Media pembelajaran HimpunanMedia pembelajaran Himpunan
Media pembelajaran Himpunan
 
Ppt himpunan kelompok 7 [tanpa latihan soal]
Ppt himpunan kelompok 7 [tanpa latihan soal]Ppt himpunan kelompok 7 [tanpa latihan soal]
Ppt himpunan kelompok 7 [tanpa latihan soal]
 
Ruang lingkup kepengawasan
Ruang lingkup kepengawasanRuang lingkup kepengawasan
Ruang lingkup kepengawasan
 
MATERI INSERT
MATERI INSERTMATERI INSERT
MATERI INSERT
 
Silabus mp3
Silabus mp3Silabus mp3
Silabus mp3
 
Kompetensi instruktur dan pendidik
Kompetensi instruktur dan pendidikKompetensi instruktur dan pendidik
Kompetensi instruktur dan pendidik
 
Mullticultural education powerpoint
Mullticultural education powerpointMullticultural education powerpoint
Mullticultural education powerpoint
 
Operasi Himpunan
Operasi HimpunanOperasi Himpunan
Operasi Himpunan
 
Makalah kompetensi guru
Makalah kompetensi guruMakalah kompetensi guru
Makalah kompetensi guru
 
Makalah kompetensi guru
Makalah kompetensi guruMakalah kompetensi guru
Makalah kompetensi guru
 
Operasi himpunan
Operasi himpunanOperasi himpunan
Operasi himpunan
 
28526777 makalah-kompetensi-guru-dalam-meningkatkan-profesionalisme-guru
28526777 makalah-kompetensi-guru-dalam-meningkatkan-profesionalisme-guru28526777 makalah-kompetensi-guru-dalam-meningkatkan-profesionalisme-guru
28526777 makalah-kompetensi-guru-dalam-meningkatkan-profesionalisme-guru
 
Operasi himpunan
Operasi himpunanOperasi himpunan
Operasi himpunan
 
Diagram venn
Diagram vennDiagram venn
Diagram venn
 
Rangkuman himpunan
Rangkuman himpunanRangkuman himpunan
Rangkuman himpunan
 
Makalah kompetensi profesional guru
Makalah kompetensi profesional guruMakalah kompetensi profesional guru
Makalah kompetensi profesional guru
 
PPT tentang Himpunan
PPT tentang HimpunanPPT tentang Himpunan
PPT tentang Himpunan
 
Ppt. media pembelajaran dua garis sejajar
Ppt. media pembelajaran dua garis sejajarPpt. media pembelajaran dua garis sejajar
Ppt. media pembelajaran dua garis sejajar
 

Similar to Kompetensi Guru (20)

Ba' siti
Ba' sitiBa' siti
Ba' siti
 
Makalah profesi keguruan 2
Makalah profesi keguruan 2Makalah profesi keguruan 2
Makalah profesi keguruan 2
 
Makalah profesi keguruan 2
Makalah profesi keguruan 2Makalah profesi keguruan 2
Makalah profesi keguruan 2
 
Uas mata kuliah perbandingan pendidikan share okt 2013
Uas mata kuliah perbandingan pendidikan share okt 2013Uas mata kuliah perbandingan pendidikan share okt 2013
Uas mata kuliah perbandingan pendidikan share okt 2013
 
Pembahasan Profesi Pendidikan
Pembahasan Profesi PendidikanPembahasan Profesi Pendidikan
Pembahasan Profesi Pendidikan
 
Kompetensi guru
Kompetensi guruKompetensi guru
Kompetensi guru
 
REVITALISASI_PENGEMBANGAN_KURIKULUM.doc
REVITALISASI_PENGEMBANGAN_KURIKULUM.docREVITALISASI_PENGEMBANGAN_KURIKULUM.doc
REVITALISASI_PENGEMBANGAN_KURIKULUM.doc
 
Bab i
Bab iBab i
Bab i
 
Mulyati ojl 3 (RTK Cakep Bab 3)
Mulyati ojl 3  (RTK Cakep Bab 3)Mulyati ojl 3  (RTK Cakep Bab 3)
Mulyati ojl 3 (RTK Cakep Bab 3)
 
Artikel ilmiah1
Artikel ilmiah1Artikel ilmiah1
Artikel ilmiah1
 
Kompetensi mengajar
Kompetensi mengajarKompetensi mengajar
Kompetensi mengajar
 
Guru profesional
Guru profesionalGuru profesional
Guru profesional
 
PROFESI PENDIDIKAN
PROFESI PENDIDIKANPROFESI PENDIDIKAN
PROFESI PENDIDIKAN
 
Bab I_Tesis
Bab I_TesisBab I_Tesis
Bab I_Tesis
 
Upaya meningkatkan kualitas guru
Upaya meningkatkan kualitas guruUpaya meningkatkan kualitas guru
Upaya meningkatkan kualitas guru
 
Makalah kompetensi keguruan
Makalah kompetensi keguruanMakalah kompetensi keguruan
Makalah kompetensi keguruan
 
Pemikiran-pemikiran Baru dalam Manajemen Kelas
Pemikiran-pemikiran Baru dalam Manajemen KelasPemikiran-pemikiran Baru dalam Manajemen Kelas
Pemikiran-pemikiran Baru dalam Manajemen Kelas
 
Pemikiran-pemikiran Baru Manajemen Kelas
Pemikiran-pemikiran Baru Manajemen KelasPemikiran-pemikiran Baru Manajemen Kelas
Pemikiran-pemikiran Baru Manajemen Kelas
 
Ciri ciri guru-efektif
Ciri ciri guru-efektifCiri ciri guru-efektif
Ciri ciri guru-efektif
 
Muzakarah profesi
Muzakarah profesiMuzakarah profesi
Muzakarah profesi
 

Recently uploaded

Gandum & Lalang (Matius......13_24-30).pptx
Gandum & Lalang (Matius......13_24-30).pptxGandum & Lalang (Matius......13_24-30).pptx
Gandum & Lalang (Matius......13_24-30).pptxHansTobing
 
Teknologi Ekstraksi Bahan Alam: Fundamental dan Metode-metode Ekstraksi Bahan...
Teknologi Ekstraksi Bahan Alam: Fundamental dan Metode-metode Ekstraksi Bahan...Teknologi Ekstraksi Bahan Alam: Fundamental dan Metode-metode Ekstraksi Bahan...
Teknologi Ekstraksi Bahan Alam: Fundamental dan Metode-metode Ekstraksi Bahan...Apothecary Indonesia Persada
 
Estetika Humanisme Ringkasan Pertemuan 1.pdf
Estetika Humanisme Ringkasan Pertemuan 1.pdfEstetika Humanisme Ringkasan Pertemuan 1.pdf
Estetika Humanisme Ringkasan Pertemuan 1.pdfHendroGunawan8
 
Info ... Buku _"Effective INVENTORY and WAREHOUSING MANAGEMENT" & Bagaimana M...
Info ... Buku _"Effective INVENTORY and WAREHOUSING MANAGEMENT" & Bagaimana M...Info ... Buku _"Effective INVENTORY and WAREHOUSING MANAGEMENT" & Bagaimana M...
Info ... Buku _"Effective INVENTORY and WAREHOUSING MANAGEMENT" & Bagaimana M...Kanaidi ken
 
“Mohon Maaf Lahir & Batin” ... Minal Aidin Wal Faizin
“Mohon Maaf Lahir & Batin” ... Minal Aidin Wal  Faizin“Mohon Maaf Lahir & Batin” ... Minal Aidin Wal  Faizin
“Mohon Maaf Lahir & Batin” ... Minal Aidin Wal FaizinKanaidi ken
 
AKSI NYATA IKLIM SEKOLAH AMAN PERUNDUNGAN oleh Agus Buntara, SD NEGERI WANGK...
AKSI NYATA IKLIM SEKOLAH AMAN  PERUNDUNGAN oleh Agus Buntara, SD NEGERI WANGK...AKSI NYATA IKLIM SEKOLAH AMAN  PERUNDUNGAN oleh Agus Buntara, SD NEGERI WANGK...
AKSI NYATA IKLIM SEKOLAH AMAN PERUNDUNGAN oleh Agus Buntara, SD NEGERI WANGK...AgusBuntara1
 
Jaringan VOIP Ringkasan PTT Pertemuan Ke-1.pdf
Jaringan VOIP Ringkasan PTT Pertemuan Ke-1.pdfJaringan VOIP Ringkasan PTT Pertemuan Ke-1.pdf
Jaringan VOIP Ringkasan PTT Pertemuan Ke-1.pdfHendroGunawan8
 
02.17. Menentukan Temperatre Wind-Chill Menggunakan Bahasa Pemrograman C++
02.17. Menentukan Temperatre Wind-Chill Menggunakan Bahasa Pemrograman C++02.17. Menentukan Temperatre Wind-Chill Menggunakan Bahasa Pemrograman C++
02.17. Menentukan Temperatre Wind-Chill Menggunakan Bahasa Pemrograman C++BayuYudhaSaputra
 
Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3
Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3
Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3SatriaPamungkas18
 
Ringkasan Isi & Pokok Bahasan_ Buku_ "Teknik Perhitungan & Verifikasi TKDN da...
Ringkasan Isi & Pokok Bahasan_ Buku_ "Teknik Perhitungan & Verifikasi TKDN da...Ringkasan Isi & Pokok Bahasan_ Buku_ "Teknik Perhitungan & Verifikasi TKDN da...
Ringkasan Isi & Pokok Bahasan_ Buku_ "Teknik Perhitungan & Verifikasi TKDN da...Kanaidi ken
 
Perbedaan CARA PANDANG _Training "Effective MARKETING and PERSONAL SELLING".
Perbedaan CARA PANDANG _Training "Effective MARKETING and PERSONAL SELLING".Perbedaan CARA PANDANG _Training "Effective MARKETING and PERSONAL SELLING".
Perbedaan CARA PANDANG _Training "Effective MARKETING and PERSONAL SELLING".Kanaidi ken
 
POKOK BAHASAN DEMOKRASI MATAKULIA PKN - DJOKO AW
POKOK BAHASAN DEMOKRASI MATAKULIA PKN - DJOKO AWPOKOK BAHASAN DEMOKRASI MATAKULIA PKN - DJOKO AW
POKOK BAHASAN DEMOKRASI MATAKULIA PKN - DJOKO AWKafe Buku Pak Aw
 
Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...
Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...
Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...Kanaidi ken
 
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdf
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdfAminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdf
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdfAminullah Assagaf
 
Elemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptx
Elemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptxElemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptx
Elemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptxGyaCahyaPratiwi
 
MATERI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA.KELOMPOK 5.pptx
MATERI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA.KELOMPOK 5.pptxMATERI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA.KELOMPOK 5.pptx
MATERI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA.KELOMPOK 5.pptxwulandaritirsa
 
The Wolf, The Buffalo and The Shepherd ~ A Kids' Story with Life Lessons (En...
The Wolf, The Buffalo and The Shepherd ~ A Kids' Story  with Life Lessons (En...The Wolf, The Buffalo and The Shepherd ~ A Kids' Story  with Life Lessons (En...
The Wolf, The Buffalo and The Shepherd ~ A Kids' Story with Life Lessons (En...OH TEIK BIN
 
Materi Kuliah Ramadhan WARISAN SYAWAL 1444.pptx
Materi Kuliah Ramadhan WARISAN SYAWAL 1444.pptxMateri Kuliah Ramadhan WARISAN SYAWAL 1444.pptx
Materi Kuliah Ramadhan WARISAN SYAWAL 1444.pptxc9fhbm7gzj
 
Materi B.indo (Penyusunan Paragraf).pptx
Materi B.indo (Penyusunan Paragraf).pptxMateri B.indo (Penyusunan Paragraf).pptx
Materi B.indo (Penyusunan Paragraf).pptxafkarzidan98
 
bahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptx
bahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptxbahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptx
bahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptxvincentptk17
 

Recently uploaded (20)

Gandum & Lalang (Matius......13_24-30).pptx
Gandum & Lalang (Matius......13_24-30).pptxGandum & Lalang (Matius......13_24-30).pptx
Gandum & Lalang (Matius......13_24-30).pptx
 
Teknologi Ekstraksi Bahan Alam: Fundamental dan Metode-metode Ekstraksi Bahan...
Teknologi Ekstraksi Bahan Alam: Fundamental dan Metode-metode Ekstraksi Bahan...Teknologi Ekstraksi Bahan Alam: Fundamental dan Metode-metode Ekstraksi Bahan...
Teknologi Ekstraksi Bahan Alam: Fundamental dan Metode-metode Ekstraksi Bahan...
 
Estetika Humanisme Ringkasan Pertemuan 1.pdf
Estetika Humanisme Ringkasan Pertemuan 1.pdfEstetika Humanisme Ringkasan Pertemuan 1.pdf
Estetika Humanisme Ringkasan Pertemuan 1.pdf
 
Info ... Buku _"Effective INVENTORY and WAREHOUSING MANAGEMENT" & Bagaimana M...
Info ... Buku _"Effective INVENTORY and WAREHOUSING MANAGEMENT" & Bagaimana M...Info ... Buku _"Effective INVENTORY and WAREHOUSING MANAGEMENT" & Bagaimana M...
Info ... Buku _"Effective INVENTORY and WAREHOUSING MANAGEMENT" & Bagaimana M...
 
“Mohon Maaf Lahir & Batin” ... Minal Aidin Wal Faizin
“Mohon Maaf Lahir & Batin” ... Minal Aidin Wal  Faizin“Mohon Maaf Lahir & Batin” ... Minal Aidin Wal  Faizin
“Mohon Maaf Lahir & Batin” ... Minal Aidin Wal Faizin
 
AKSI NYATA IKLIM SEKOLAH AMAN PERUNDUNGAN oleh Agus Buntara, SD NEGERI WANGK...
AKSI NYATA IKLIM SEKOLAH AMAN  PERUNDUNGAN oleh Agus Buntara, SD NEGERI WANGK...AKSI NYATA IKLIM SEKOLAH AMAN  PERUNDUNGAN oleh Agus Buntara, SD NEGERI WANGK...
AKSI NYATA IKLIM SEKOLAH AMAN PERUNDUNGAN oleh Agus Buntara, SD NEGERI WANGK...
 
Jaringan VOIP Ringkasan PTT Pertemuan Ke-1.pdf
Jaringan VOIP Ringkasan PTT Pertemuan Ke-1.pdfJaringan VOIP Ringkasan PTT Pertemuan Ke-1.pdf
Jaringan VOIP Ringkasan PTT Pertemuan Ke-1.pdf
 
02.17. Menentukan Temperatre Wind-Chill Menggunakan Bahasa Pemrograman C++
02.17. Menentukan Temperatre Wind-Chill Menggunakan Bahasa Pemrograman C++02.17. Menentukan Temperatre Wind-Chill Menggunakan Bahasa Pemrograman C++
02.17. Menentukan Temperatre Wind-Chill Menggunakan Bahasa Pemrograman C++
 
Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3
Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3
Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3
 
Ringkasan Isi & Pokok Bahasan_ Buku_ "Teknik Perhitungan & Verifikasi TKDN da...
Ringkasan Isi & Pokok Bahasan_ Buku_ "Teknik Perhitungan & Verifikasi TKDN da...Ringkasan Isi & Pokok Bahasan_ Buku_ "Teknik Perhitungan & Verifikasi TKDN da...
Ringkasan Isi & Pokok Bahasan_ Buku_ "Teknik Perhitungan & Verifikasi TKDN da...
 
Perbedaan CARA PANDANG _Training "Effective MARKETING and PERSONAL SELLING".
Perbedaan CARA PANDANG _Training "Effective MARKETING and PERSONAL SELLING".Perbedaan CARA PANDANG _Training "Effective MARKETING and PERSONAL SELLING".
Perbedaan CARA PANDANG _Training "Effective MARKETING and PERSONAL SELLING".
 
POKOK BAHASAN DEMOKRASI MATAKULIA PKN - DJOKO AW
POKOK BAHASAN DEMOKRASI MATAKULIA PKN - DJOKO AWPOKOK BAHASAN DEMOKRASI MATAKULIA PKN - DJOKO AW
POKOK BAHASAN DEMOKRASI MATAKULIA PKN - DJOKO AW
 
Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...
Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...
Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...
 
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdf
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdfAminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdf
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdf
 
Elemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptx
Elemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptxElemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptx
Elemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptx
 
MATERI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA.KELOMPOK 5.pptx
MATERI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA.KELOMPOK 5.pptxMATERI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA.KELOMPOK 5.pptx
MATERI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA.KELOMPOK 5.pptx
 
The Wolf, The Buffalo and The Shepherd ~ A Kids' Story with Life Lessons (En...
The Wolf, The Buffalo and The Shepherd ~ A Kids' Story  with Life Lessons (En...The Wolf, The Buffalo and The Shepherd ~ A Kids' Story  with Life Lessons (En...
The Wolf, The Buffalo and The Shepherd ~ A Kids' Story with Life Lessons (En...
 
Materi Kuliah Ramadhan WARISAN SYAWAL 1444.pptx
Materi Kuliah Ramadhan WARISAN SYAWAL 1444.pptxMateri Kuliah Ramadhan WARISAN SYAWAL 1444.pptx
Materi Kuliah Ramadhan WARISAN SYAWAL 1444.pptx
 
Materi B.indo (Penyusunan Paragraf).pptx
Materi B.indo (Penyusunan Paragraf).pptxMateri B.indo (Penyusunan Paragraf).pptx
Materi B.indo (Penyusunan Paragraf).pptx
 
bahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptx
bahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptxbahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptx
bahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptx
 

Kompetensi Guru

  • 1. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Menjadi guru merupakan tugas yang mulia. Tugas ini bisa dikatakan mulia tentu saja bila dikerjakan dengan ikhlas. Aktivitas ini juga mulia bila yang bersangkutan mendidik anak didiknya dengan pendidikan yang berdasarkan pada ajaran dan syariah Islam yang baik dan benar. Guru merupakan suatu pekerjaan profesional, yang memerlukan suatu keahlian khusus. Karena keahliannya bersifat khusus, guru memiliki peranan yang sangat penting dan strategis dalam kegiatan pembelajaran, yang akan menentukan mutu pendidikan di suatu satuan pendidikan. Oleh karena itu, dalam sistem pendidikan dan pembelajaran dewasa ini kedudukan guru dalam proses pembelajaran di sekolah belum dapat digantikan oleh alat atau mesin secanggih apapun. Keahlian khusus itu pula yang membedakan profesi guru dengan profesi yang lainnya. Menurut Suherman (2010 : 58) “perbedaan pokok antara profesi guru dengan profesi yang lainnya terletak dalam tugas dan tanggung jawabnya. Tugas dan tanggung jawab tersebut erat kaitannya dengan kemampuan- kemampuan yang disyaratkan untuk memangku profesi tersebut. Kemampuan dasar tersebut tidak lain adalah kompetensi guru”. Kompetensi dalam profesi guru, pada awalnya dipersiapkan atau diperoleh melalui lembaga pendidikan formal keguruan, sebelum seseorang memangku jabatan (tugas dan tanggung jawab) sebagai guru. Tetapi untuk menuju ke arah pelaksanaan tugas dan tanggungjawab secara profesional, tidaklah cukup dengan berbekal dengan kemampuan yang diperoleh melalui jalur pendidikan formal tersebut. preventif Islam untuk menangkal penyakit ini adalah dengan meletakkan hukuman-hukuman atas pelakunya di dunia dan di akhirat.Dengan demikian, untuk dapat disebut sebagai profesional, setiap guru harus melakukan pengembangan kompetensinya secara berkesinambungan. Tuntutan terhadap peningkatan kompetensi secara berkesinambungan disebabkan karena substansi kajian dan konteks pembelajaran selalu berkambang
  • 2. 2 dan berubah. Di samping itu, keharusan bagi setiap guru untuk mengembangkan kompetensinya secara terus-menerus dalam rangka pelaksanaan tugas dan tanggung jawab secara profesional, didorong juga oleh perkembangan dalam kehidupan bermasyarakat, perkembangan pemerintahan dan perubahan kurikulum pendidikan. Melihat permasalahan tersebut, maka dalam makalah ini penulis akan memaparkan tentang apa itu upaya pengembangan kompetensi, apa saja kompetensi guru dan bagaimana upaya-upaya untuk mengembangkan kompetensi guru. B. Perumusan Masalah Dalam penulisan Makalah ini akan dirumuskan beberapa masalah antara lain adalah sebagai berikut : 1. Apa upaya pengembangan kompetensi guru ? 2. Apasaja kompetensi guru itu ? 3. Bagaimana upaya pengembangan kompetensi guru itu ? C. Tujuan Penulisan Adapun yang menjadi tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui : 1. Upaya pengembangan kompetensi guru 2. Kompetensi guru. 3. Bagaimana upaya pengembangan kompetensi guru.
  • 3. 3 BAB II PENMBAHASAN A. Pengertian Upaya Pengembangan Kompetensi Upaya adalah langkah-langkah yang dilakukan oleh seseorang untuk mencapai sesuatu yang di inginkanya atau untuk mencapai tujuan yang diharapkan (Sukanto, 2011 : 69). Pengembangan adalah suatu perbuatan yang terdorong dengan teknik- teknik,metode,dan pendekatan yang dapat mengembangkan tingkah laku kognitif dan teori-teori yang konstruktif terhadap sesuatu.Ada juga yang mendefinisikan pengembangan yaitu suatu sistem yang bertujuan agar kegiatan yang telah direncanakan berjalan dengan efektif dan efisien (Sagala, 2009 : 24) Sedangkan pengertian kompetensi yaitu dijelaskan oleh para ahli sebagai berikut: 1. Menurut Broke and Stone Kompetensi adalah gambaran hakikat kualitatif dari perilaku guru yang tampak sangat berarti. 2. Menurut Louise Moqvist Kompetensi adalah perilaku rasional yang untuk mencapai tujuan yang dipersyaratkan sesuai dengan kondisi yang diharapkan. 3. Menurut Mc Leod Kompetensi adalah Keadaan berwewenang atau memenuhi syarat menuntut ketentuan hukum. Setelah melihat definisi-definisi tersebut,maka bisa disimpulkan bahwa Upaya Pengembangan kompetensi guru adalah kemampuan seseorang guru dalam melaksanakan kewajiban-kewajiban secara bertanggung jawab dan layak untuk mencapai hasil pembelajaran yang efektif dan efisien.
  • 4. 4 B. Kompetensi-kompetensi Guru Kompetensi-kompetensi yang harus dimiliki Guru adalah sebagai berikut: 1. Kompetensi Paedagogik Menurut Mulyasa (2005 : 68) kompetensi pedagogik yaitu kemampuan guru yang berkaitan dengan Ilmu Didaktik / Ilmu mengajar. Kompetensi Paedagogik meliputi pemahaman guru terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Dalam Kompetensi ini guru harus memiliki 10 kemampuan, yaitu sebagai berikut: a. Kemampuan menguasai bahan pelajaran yang disajikan b. Kemampuan mengelola program belajar mengajar c. Kemampuan mengelola kelas d. Kemampuan menggunakan media/sumber belajar e. Kemampuan menguasai landasan-landasan pendidikan f. Kemampuan mengelola interaksi belajar mengajar g. Kemampuan menilai prestasi peserta didik untuk kependidikan pengajaran h. Kemampuan mengenal fungsi dan program pelayanan bimbingan dan penyuluhan i. Kemampuan mengenal dan menyelenggarakan administrasi sekolah j. Kemampuan memahami prinsip-prinsip dan menafsirkan hasil-hasil penelitian pendidikan guna keperluan pengajaran 2. Kompetensi Kepribadian Mulyasa (2005 : 68) menjelaskan bahwa kompetensi kepribadian adalah kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa dan menjadi teladan bagi peserta didik serta berakhlak mulia. Dilihat dari aspek psikologi kompetensi pendidik guru menunjukkan kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian:
  • 5. 5 a) Mantap dan stabil, yaitu memiliki konsistensi dalam bertindak sesuai norma hukum, norma sosial, dan etika yang berlaku; b) Dewasa yang berarti mempunyai kemandirian untuk bertindak sebagai pendidik dan memiliki etos kerja sebagai guru; c) Arif dan bijaksana yaitu tampilannya bermanfaat bagi peserta didik, sekolah dan masyarakat dengan menunjukkan keterbukaan dalam berfikir dan bertindak; d) Berwibawa, yaitu prilaku guru yang disegani sehingga berpengaruh positif terhadap peserta didik; dan e) Memiliki akhlak mulia dan memiliki prilaku yang dapat diteladani oleh peserta didik, bertindak sesuai norma religius, jujur, ikhlas dan suka menolong. Nilai kompetensi kepribadian dapat digunakan sebagai sumber kekuatan, imspirasi, motivasi dan inovasi bagi peserta didiknya. 3. Kompetensi Sosial Kompetensi Sosial yaitu kemampuan guru untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga pendidikan, orang tua/wali peserta didik dan masyarakat sekitar. Kompetensi sosial terkait dengan kemampuan guru sebagai makluk sosial dalam berinteraksi dengan orang lain. Sebagai makhluk sosial guru berprilaku santun, mampu berkomunikasi dan berinteraksi dengan lingkungan secara efektif dan menarik mempunyai rasa empati terhadap orang lain. Kemampuan guru berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan menarik peserta didik, sesama pendidik dan tenaga pendidikan, orang tua dan wali peserta didik, masyarakat sekitar sekolah dan sekitar dimana pendidik itu tinggal, dan dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan sekolah. Kondidi objektif ini menggambarkan bahwa kemampuan sosial guru tampak ketika bergaul dan melakukan interaksi sebagai profesi maupun sebagai masyarakat, dan kemampuan mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari (Uzer, 2011 : 32). 4. Kompetensi Profesional
  • 6. 6 Menurut Sukanto (2011 : 58) menjelaskan bahwa kompetensi profesional yaitu kompetensi penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang mencakup penguasaan materi kurikulum mata pelajaran di sekolah dan substansi keilmuan yang menaungi materinya. Kompetensi ini juga disebut dengan penguasaan sumber bahan ajar atau sering disebut dengan bidang studi keahlian. Kompetensi Profesional memiliki ciri-ciri sebagai berikut: a. Memahami mata pelajaran yang telah dipersiapkan untuk mengajar b. Memahami standar kompetensi dan standar isi mata pelajaran c. Memahami struktur, konsep, dan metode keilmuan yang menaungi materi ajar d. Memahami hubungan konsep antar matapelajaran terkait e. Menerapkan konsep-konsep keilmuan dalam kehidupan sehari-hari C. Upaya Pengembangan Kompetensi Guru Pengembangan profesi guru secara berkesinambungan, “dimaksudkan untuk merangsang, memelihara, dan meningkatkan kompetensi guru dalam memecahkan masalah-masalah pendidikan dan pembelajaran yang berdampak pada peningkatan mutu hasil belajar siswa”. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi guru untuk dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara profesional di satuan pendidikan, menjadi kebutuhan yang amat mendesak dan tidak dapat ditunda-tunda. Hal ini mengingat perkembangan atau kenyataan yang ada saat ini maupun di masa depan (Suherman, 2010 : 60). Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya yang semakin maju dan pesat, menuntut setiap guru untuk dapat menguasai dan memanfaatkannya dalam rangka memperluas atau memperdalam materi pembelajaran, dan untuk mendukung pelekasanaan pembelajaran, seperti penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Perkembangan yang semakin maju tersebut, mendorong perubahan kebutuhan peserta didik dan masyarakat. Kebutuhan yang makin meningkat itu, memicu semakin banyaknya tuntutan peserta didik yang harus dipenuhi untuk dapat memenangkan persaingan di masyarakat. Lebih-lebih dewasa ini, peserta
  • 7. 7 didik dan masyarakat dihadapkan pada kenyataan diberlakukannya pasar bebas, yang akan berdampak pada semakin ketatnya persaingan baik saat ini maupun di masa depan. Peningkatan kompetensi keguruan, semakin dibutuhkan mengingat terjadinya perkembangan dalam pemerintahan, dari sistem sentralisasi menjadi desentralisasi. Pemberlakukan sistem otonomi daerah itu, juga diikuti oleh perubahan sistem pengelolaan pendidikan dengan menganut pola desentralisasi. “Pengelolaan pendidikan secara terdesenralisasi akan semakin mendekatkan pendidikan kepadastakeholders pendidikan di daerah dan karena itu maka guru semakin dituntut untuk menjabarkan keinginan dan kebutuhan-kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan melalui kompetensi yang dimilikinya”. Adapun Upaya-upaya untuk mengembangkan kompetensi guru dipaparkan oleh para ahli yaitu sebagai berikut: 1. Menurut Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional dalam Suherman (2010 : 64), sebagai berikut: a. Program peningkatan kualifikasi pendidikan guru b. Program penyetaraan dan sertifikasi c. Program pelatihan terintegrasi berbasis kompetensi d. Program supervisi pendidikan e. Program pemberdayaan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) f. Simposium guru g. Program pelatihan tradisional lainnya h. Membaca dan menulis jurnal atau karya ilmiah i. Berpartisipasi dalam pertemuan ilmiah j. Melakukan penelitian (khususnya Penelitian Tindakan Kelas) k. Magang l. Mengikuti berita aktual dari media pemberitaan m. Berpartisipasi dan aktif dalam organisasi profesi n. Menggalang kerjasama dengan teman sejawat
  • 8. 8 2. Menurut Depdiknas upaya untuk meningkatkan pengembangan kompetensi guru adalah sebagai berikut: a. Program Sertifikasi Sertifikasi guru adalah proses perolehan sertifikat pendidik bagi guru. Sertifikat pendidik bagi guru berlaku sepanjang yang bersangkutan menjalankan tugas sebagai guru sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Serifikat pendidik ditandai dengan satu nomor registrasi guru yang dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan Nasional. Menurut Sahartien (1994 : 26) menjelaskan bahwa tujuan diadakanya sertifikasi guru adalah sebagai bnerikut: 1) Menentukan kelayakan guru dalam melaksanakan tugas sebagai agen pembelajaran dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional 2) Meningkatkan proses dan mutu hasil pendidikan 3) Meningkatkan martabat guru 4) Meningkatkan Profesionalisme Guru Sedangkan manfaat diadakanya Sertifikasi Guru adalah sebagai berikut: 1) Melindungi Profesi Guru dari praktek-praktek yang tidak kompeten,yang dapat merusak citra profesi guru 2) Masyarakat dari praktek-praktek pendidikan yang tidak berkualitas dan tidak profesional 3) Meningkatkan kesejahtraan guru Sertifikasi diperoleh melalui pendidikan profesi yang diakhiri dengan uji kompetensi. Dalam program sertifikasi telah ditentukan kualifikasi pendidikan bagi semua guru di semua tingkatan, yaitu minimal sarjana atau Diploma IV. Dengan kualifikasi itu, diharapkan guru akan memiliki kompetensi yang memadai (Sahartien, 1994 : 28). Sertifikasi guru diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang memiliki program pengadaan tenaga kependidikan yang terakreditasi atau ditunjuk pemerintah. Setelah disertifikasi guru akan memperoleh sertifikat pendidik, yaitu bukti formal sebagai pengakuan yang diberikan kepada guru sebagai tenaga profesional. Dengan memiliki sertifikat pendidik, guru akan memperoleh
  • 9. 9 penghasilan di atas kebutuhan minimum, meliputi: gaji pokok, tunjangan yang melekat pada gaji, serta penghasilan lain berupa tunjangan profesi, tunjangan fungsional, tunjangan khusus, dan maslahat tambahan yang terkait dengan tugasnya sebagai guru yang ditetapkan dengan prinsip penghargaan atas dasar prestasi. Guru yang diangkat oleh satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah diberi gaji sesuai dengan peraturan perundang-undangan, sementara guru yang diangkat oleh satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat diberi gaji berdasarkan perjanjian kerja atau kesepakatan kerja bersama. Untuk memperoleh sertifikat pendidik tidak semudah membalikkan telapan tangan, dan memerlukan kerja keras para guru. Sertifikat pendidik akan dapat diperoleh guru apabila mereka benar-benar memiliki kompetensi dan profesionalisme. Bagi para guru yang memiliki kompetensi dan profesionalisme, hal ini mungkin bukan merupakan persoalan yang pelik, melainkan tinggal menunggu waktu. Sebaliknya, para guru yang kurang memiliki kompetensi dan profesionalisme, hal ini dapat menjadi persoalan yang pelik ketika giliran untuk disertifikasi telah tiba. Sehubungan dengan hal itu, sesuatu yang pasti adalah guru harus mempersiapkan diri sedini mungkin untuk disertifikasi, agar kesempatan yang baik itu tidak hilang begitu saja karena tidak adanya persiapan yang memadai. Guru harus siap mental, keilmuan, dan finansial. Dalam kaitan dengan persiapan dalam hal keilmuan, guru perlu meningkatkan kompetensi dan profesionalismenya. b. Peningkatan Kompetensi dan Profesionalisme Guru Untuk kepentingan sertifikasi dan menjamin mutu pendidikan perlu dilakukan peningkatan kompetensi dan profesionalisme seorang guru. Hal ini perlu dipahami karena dengan adanya pasca sertifikasi guru harus tetap meningkatkan kemampuan dan profesionalismenya agar mutu pendidikan tetap terjamin. Menurut Sagala (2009 : 42) menjelaskan bahwa peningkatan kompetensi dan profesionalisme guru dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain sebagai berikut ini:
  • 10. 10 1). Studi Lanjut Program Strata 2 Studi lanjut program Strata 2 atau Magister merupakan cara pertama yang dapat ditempuh oleh para guru dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalismenya. Ada dua jenis program magister yang dapat diikuti, yaitu program magister yang menyelenggarakan program pendidikan ilmu murni dan ilmu pendidikan. Ada kecenderungan para guru lebih suka untuk mengikuti program ilmu pendidikan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalismenya. 2). Kursus dan Pelatihan Keikutsertaan dalam kursus dan pelatihan tentang kependidikan merupakan cara kedua yang dapat ditempuh oleh guru untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalismenya. Walaupun tugas utama seorang guru adalah mengajar, namun tidak ada salahnya dalam rangka peningkatan kompetensi dan profesionalismenya juga perlu dilengkapi dengan kemampuan meneliti dan menulis artikel/ buku. 3). Pemanfaatan Jurnal Jurnal yang diterbitkan oleh masyarakat profesi atau perguruan tinggi dapat dimanfaatkan untuk peningkatan kompetensi dan profesionalisme. Artikel- artikel di dalam jurnal biasanya berisi tentang perkembangan terkini suatu disiplin tertentu. Dengan demikian, jurnal dapat dipergunakan untuk memutakhirkan pengetahuan yang dimiliki oleh seorang guru. Dengan memiliki bekal ilmu pengetahuan yang memadai, seorang guru bisa mengembangkan kompetensi dan profesionalismenya seorang guru dalam mentransfer ilmu kepada peserta didik. Selain itu, jurnal-jurnal itu dapat dijadikan media untuk mengomunikasikan tulisan hasil pemikiran dan penelitian guru yang dapat digunakan untuk mendapatkan angka kredit yang dibutuhkan pada saat sertifikasi dan kenaikan pangkat. 4). Seminar Keikutsertaan dalam seminar merupakan alternatif keempat yang dapat ditempuh untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme seorang guru. Tampaknya hal ini merupakan cara yang paling diminati dan sedang menjadi trend para guru dalam era sertifikasi, karena dapat menjadi sarana untuk
  • 11. 11 mendapatkan angka kredit. Melalui seminar guru mendapatkan informasi- informasi baru. Forum seminar yang diselengarakan oleh dan untuk guru dapat menjadi wahana yang baik untuk mengomunikasikan berbagai hal yang menyangkut bidang ilmu dan profesinya sebagai guru. 3. Menurut Sunaryo dalam Sukanto (2011 : 37) bahwa upaya pengembangan kompetensi guru untuk menjadi seorang guru professional adalah sebagai berikut: a. Pre service education Pre service education dapat dilakukan dengan cara peningkatan kualitas masukan (input) calon guru. b. In service education In service education dapat dilakukan dengan memotivasi para guru yang sudah mengajar agar dapat memperoleh pendidikan yang lebih tinggi, misalnya perlu lebih dimantapkan agar semua guru dapat kesempatan yang sama dan diberikan kemudahan-kemudahan untuk mengikuti pendidikan yang lebih tinggi. c. In service training In service training harus dilakukan dengan memperbanyak penyelenggaraan, pelatihan, penataran dan seminar-seminar. Materi latihan juga perlu dipertajam ke arah yang lebih teknis operasional. Salah satu tugas guru dalam melakukan pengembangan profesi adalah penulisan karya ilmiah dan karya tulis di bidangnya. Untuk ini perlu ada pelatihan tentang hal tersebut. Ada kalanya para guru dalam mengajar sering menemui permasalahan. d. On service training On service training yaitu kegiatan yang dapat dilakukan dengan mengadakan pertemuan berkala dan rutin di antara para guru yang mempunyai bagian yang sama sehingga terjadi tukar pikiran di antara para guru itu dalam mencari alternatif pemecahannya.
  • 12. 12 4. Menurut Muhammad Yusuf dalam Depdiknas (2007 : 66) bahwa upaya untuk mengembangkan Kompetensi profesional guru adalah sebagai berikut: a. Melaksanakan pembinaan professional guru Kepala sekolah bisa menyusun program penyetaraan bagi guru-guru yang memiliki kualifikasi D III agar mengikuti penyetaraan S1/Akta IV, sehingga mereka dapat menambah wawasan keilmuan dan pengetahuan yang menunjang tugasnya b. Untuk meningkatkan prefossional guru yang sifatnya khusus, bisa dilakukan kepala sekolah dengan mengikutsertakan guru melalui seminar dan pelatihan yang diadakan Diknas maupun di luar Diknas Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan kinerja guru dalam membenahi dan metodologi pembelajaran. c. Peningkatan prefessionalisme guru melalui PKG (Pemantapan kerja guru) Melalui wadah inilah para guruh diarahkan untuk mencari berbagai pengalaman mengenai metodologi pembelajaran dan bahan ajar yang dapat diterapkan di dalam kelas d. Meningkatkan kesejahteraan guru Kesejahteraan guru tidak dapat diabaikan, karena merupakan salah satu faktor penentu dalam peningkatan kinerja, yang secara langsung terhadap mutu pendidikan. 5. Menurut Sahertian (1994 : 48) bahwa upaya pengembangan Kompetensi guru bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut: a. Mengikuti Penataran Guru Penataran Guru adalah Segala sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan-kegiatan pada sebagian personalia yang bekerja akan meningkatkan pertumbuhan dan kualifikasi mereka. b. Mengikuti Musyawarah Guru Bidang Studi Musyawarah Guru Bidang Studi ini bertujuan untuk menyatukan terhadap kekurangan konsep makna dan fungsi pendidikan serta pemecahanya terhadap kekurangan yang ada.Disamping itu juga untuk
  • 13. 13 mendorong guru melakukan tugas dengan baik,sehingga mampu membawa mereka kearah peningkatan kompetensinya. c. Mengikuti Kursus Mengikuti kursus merupakan suatu kegiatan untuk membantu guru dalam mengembangkan pengetahuan sesuai dengan keahlianya masing- masing. Dalam mengikuti kursus,guru diarahkan kepada penyegaran dan upaya peningkatan pengetahuan,keterampilan,dan mengubah sikap tertentu d. Menambah pengetahuan melalui Media Masa atau Elektronik Salah satu media yang cukup membantu dalam meningkatkan profesionalisme guru dalam proses belajar mengajar adalah media cetak dan media elektronik.Hal ini akan membawa pemikiran-pemikiran baru dan wawasan-wawasan baru bagi seorang guru dalam pengajaran. e. Peningkatan Profesi melalui belajar sendiri Cara lain yang baik untuk meningkatkan profesi guru adalah berusaha mengikuti perkembangan dengan cara belajar sendiri,dan belajar sendiri dapat dilakukan perorangan dengan mengajarkan kepada guru untuk membaca dan memilih topic yang sesuai dengan kebutuhan di sekolah.
  • 14. 14 BAB III PENUTUP A. Kesimpulan 1. Upaya Pengembangan Kompetensi adalah kemampuan seseorang guru dalam melaksanakan kewajiban-kewajiban secara bertanggung jawab dan layak untuk mencapai hasil pembelajaran yang efektif dan efisien. 2. Kompetensi-kompetensi Guru adalah sebagai berikut: a. Kompetensi Paedagogik Kompetensi Paedagogik merupakan pemahaman guru terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. b. Kompetensi Kepribadian Kompetensi Kepribadian adalah kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa dan menjadi teladan bagi peserta didik serta berakhlak mulia. c. Kompetensi Sosial Kompetensi Sosial merupakan kemampuan guru untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga pendidikan, orang tua/wali peserta didik dan masyarakat sekitar. d. Kompetensi Profesional Kompetensi Profesional kompetensi penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang mencakup penguasaan materi kurikulum mata pelajaran di sekolah dan substansi keilmuan yang menaungi materinya 3. Upaya Pengembangan Kompetensi Guru adalah sebagai berikut: a. Program Sertifikasi b. Peningkatan Kompetensi dan Profesionalisme Guru c. Mengikuti Penataran Guru d. Mengikuti Musyawarah Guru Bidang Studi e. Mengikuti Kursus
  • 15. 15 f. Menambah pengetahuan melalui Media Masa atau Media Elektronik B. Saran Adapun saran yang dapat penulis sampaikan setelah membahas makalah tersebut adalah sebagai berikut: 1. Kepada Pemerintah agar selalu mengadakan pelatihan-pelatihan khusus bagi guru supaya para guru mendapatkan pengalaman dari pelatihan tersebut. 2. Kepada seluruh Guru hendaklah menjalankan hak dan kewajibanya sesuai dengan kode etik keguruan.
  • 16. 16 DAFTAR PUSTAKA Depdiknas. 2007. Mekanisme Pengendalian Mutu Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. Direktur Pembinaan Pendidikan dan Pelatihan. Jakarta. Mulyasa. 2005. Menjadi Kepala Sekolah Profesional. Bandung : Remaja Rosdakarya. Mustofa, Ahmad. 2009. Upaya Pengembangan Profesionalisme Guru di Indonesia. Bandung : Alfabeta. Sagala,Syaiful. 2009. Kemampuan Profesional Guru Dan Tenaga Pendidikan. Jakarta : Pustaka Jaya. Suherman, Aris,. 2010. Etika Profesi Keguruan, Bandung : Reflika Aditama. Sukanto, Muhammad. 2011. Pengembangan Kompetensi Guru. Bandung : Ikapi. Uzer, Usman, Mochammad, 2011. Menjadi guru profesional, Bandung : Remaja Rosdakarya. Piet, Sahertian,. 1994. Profil Pendidikan Profesional.Yogyakarta : Andi Offset.