Wakaf, Hibah, Sedekah dan Hadiah

22,276 views

Published on

tugas matapelajaran Fikih kelas X semester genap Madrasah Aliyah

Published in: Education
0 Comments
4 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
22,276
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
4
Actions
Shares
0
Downloads
342
Comments
0
Likes
4
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Wakaf, Hibah, Sedekah dan Hadiah

  1. 1. BAB 8 . Mendalami Hukum Islam tentang Tata Cara Pelepasan dan Perubahan Harta
  2. 2. Praktik Wakaf dalam Ajaran Islam dan Perundang-Undangannya Praktik Hibah dan Sedekah dalam Ajaran Islam Praktik Hadiah dalam Ajaran Islan
  3. 3. Pengertian Wakaf • Menurut bahasa : menahan • Menurut istilah : memindahkan hak milik pribadi menjadi hak milik suatu badan yang memberikan manfaat bagi masyarakat, dengan tujuan untuk mendapatkan kebaikan dan rida Allah swt.
  4. 4. Dasar Hukum Wakaf Wakaf hukumnya sunah. Barang yang sudah diwakafkan harus dimanfaatkan sesuai dengan akad wakafnya. Sedang pahala wakaf akan selalu mengalir karena termasuk amal jariah
  5. 5. Rukun dan Syaratsyarat Wakaf     orang yang memberikan wakaf (waqif) orang yang menerima wakaf (mauquf lahu) barang yang diwakafkan (mauquf) ikrar penyerahan wakaf (sigah waqaf)
  6. 6. Barang yang Diwakafkan dan Menggantikannya Adapun sebab-sebab penggantian yang diperbolehkan : a. Penggantian karena telah rusak, sehingga telah berkurang atau malah telah hilang manfaatnya. b. Penggantian karena ada kepentiangan yang lebih besar. c. Penggantian karena kebutuhan.
  7. 7. Pedoman Melaksanakan Wakaf di Indonesia A. Ladasan dasar 1. PP No.28 th. 1997 tentang Perwakafan Tanah Milik 2. Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 6 th. 1997 tentang Tata Pendaftaran Tanah Mengenai Perwakafan Tanah Milik 3. Peraturan Menteri Agama No. 1 th.1978 tentang Peraturan Pelaksanaan PP No. 28/1997 tentang Perwakafan Tanah Milik 4. Instruksi bersama Menteri Agama dan Departement Dalam Negeri No.1 th. 1978 tentang pelaksanaan PP No. 28/1997 5. Instruksi Bersama menteri Agama dan Kepala Badan Pertahanan Nasional No.4 th.1990/ 25 th.1990, tentang Sertifikat Tanah Milik 6. SK Dirjen Bimas Islam dan Urusan Haji No. 15/ 1990 tentang Penyempurnaan Formulir dan Pedoman Pelaksanaan Pelaksanaan PP tentang Perwakafan Tanah 7. Fatwa MUI tentang Wakaf Uang
  8. 8. Pedoman Melaksanakan Wakaf di Indonesia B. tata cara perwakafan tanah milik 1. pemilik tanah harus datang di PPAIW untuk melaksanakan ikrar wakaf. untuk mewakafkan tanahnya, pemilik tanah harus mengikrarkan secara lisan, jelas, dan tegas kepada nadir yang telah disahkan dihadapan PPAIW yang mewilayahi tanah wakaf dan dihadiri saksi-saksi dan menuangkan dalam bentuk tertulis atau dengan syarat. 2. apabila pemilik tanah tidak dapat datang maka ia wajb membuat ikrar secara tertulis dengan persetujuan Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten/Kota madya yang mewilayahi tanah wakaf dan dibacakan kepada nazir dihadapan PPAIW dan saksi. 3. tanah yang diwakafkan merupakan tanah milik dan bebas dari ikatan jaminan, sitaan, dan sengketa. 4. sanksi ikrar wakaf sekurang-kurangnya dua orang yang telah dewasa dan sehat akalnya.
  9. 9. Tata Cara Pewakafan Tanah Milik 1. pemilik tanah harus datang di PPAIW untuk melaksanakan ikrar wakaf. 2. untuk mewakafkan tanahnya, pemilik tanah harus mengikrarkan secara lisan, jelas, dan tegas kepada nadir yang telah disahkan dihadapan PPAIW yang mewilayahi tanah wakaf dan dihadiri saksisaksi dan menuangkan dalam bentuk tertulis atau dengan syarat. 3. apabila pemilik tanah tidak dapat datang maka ia wajb membuat ikrar secara tertulis dengan persetujuan Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten/Kota madya yang mewilayahi tanah wakaf dan dibacakan kepada nazir dihadapan PPAIW dan saksi. 4. tanah yang diwakafkan merupakan tanah milik dan bebas dari ikatan jaminan, sitaan, dan sengketa. 5. sanksi ikrar wakaf sekurang-kurangnya dua orang yang telah dewasa dan sehat akalnya.
  10. 10. • 6. Setelah ikrar maka langkah selanjutnya adalah membuat Akta Ikrar Wakaf tanah. Surah-surah yang harus dibawa dan diserahkan kepada PPAIW adalah : a. b. c. d. Sertifikat hak milik / sertifikat sementara pemilikan tanah Surah Ket kepala desa yang diperkuat oleh camat setempat Surah Ket pendaftaran tanah Izin dari Bupati atau walikota
  11. 11. C. Hak dan Kewajiban Nadir Nadir adalah kelompok orang / badan hukum Indonesia yang diserahi tugas pemeliharaan dan pengurusan benda wakaf. • Hak nadir : 1. menerima penghasilan dari tanah wakaf yang biasanya ditentukan oleh kepala Kantor Kementrian Agama Kab/ Kota Madya dengan ketentuan tidak melebihi 10% dari hasil tanah wakaf. 2. menggunakan fasilitas yang jenis dan jumlahnya telah ditentukan dalam menunaikan tugasnya.
  12. 12. • Kewajiban nadir : 1. Mengurus dan mengawasi harta kekayaan wakaf dan hasilnya. Antara lain 1. menyimpan dengan baik lembar kedua salinan Akte Ikrar Wakaf 2. memelihara dan memanfaatkan tanah wakaf serta berusaha meningkatkan hasilnya 3. menggunakan hasil wakaf sesuai ikrar wakaf
  13. 13. Hikmah Wakaf  untuk menghimpun dana bagi pengembangan dan kelangsungan agama Islam di suatu daerah.  memberi kesempatan kepada umat Islam untuk berlomba-lomba menanamkan investasi akhirat.  mendidik umat Islam agar selalu memperhatikan kepentingan umum.  meringankan beban masyarakat. • dll.
  14. 14. Praktik Hibah dan Sedekah Hibah bersal dari bahasa arab yang berarti pemberian suatu barang oleh seeorang kepada orang lain, untuk dijadikan hak miliknya tanpa pembayaran, tanpa sesuatu sebab, dan tanpa maksud tertentu. contoh:pemberian hibah seorang ayah kepada anaknya untuk mengembangkan usaha guna menopang kehidupannya sehari-hari. Sedekah berasal dari bahasa arab “sadaqah” yang berarti pemberian seorang muslim kepada orang lain secara spontan dan sukarela tanpa terikat oleh waktu dan jumlah tertentu, semata- mata hanya untuk mengharap pahala dan rida dari Allah swt. Didalam Al-qur’an kata sadaqah sering dinamakan dengan infak sehingga sadaqah dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk.
  15. 15. Hukum Hibah, Sedekah , dan Tata Caranya Hukum hibah adalah mubah(jaiz),yakni boleh memeberi boleh juga tidak memberi. Dari hukum asal mubah tersebut, hukum hibah dapat menjadi haram,wajib,dan makhruh. Tata caranya:harta yang diberikan lewat hibah langsung beralih kepemilikan dari pemberi hibah kepada pihak kedua yang menerimanya.Namun dalam hibah masih ada peluang untuk menarik kembali, yakni hibah yang diberikan oleh seorang ayah kepada anaknya. Hukum sedekah adalah sunah atau sangat dianjurkan. Tata caranya:bersedekah dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, bahkan menahan diri tidak berbuat keburukan kepada orang lain pun termasuk sedekah ataupun hanya dengan menyambut kedatangan temanmu dengan wajah (senyum)  yang manis termasuk sedekah.
  16. 16. Rukun dan Syaratsyarat Hibah a. Orang yang memberikan hibah (wahib) . Syaratnya yaitu sudah baligh, berakal, tidak terlarang menggunakan hartanya, sebagai pemilik barang itu dan atas kemauannya sendiri. b. Orang yang diberi hibah (mauhub lahu) . Orang yang menerima hibah dengan syarat berhak memiliki sesuatu yang dihibahkan. c. Barang yang dihibahkan . Barang yang dihibahkan doleh diperjualbelikan atau mempunyai nilai dan benar-benar menjadi milik orang yang menghibahkan. d. Akad (ijab-kabul) . Memberikan pemahaman sebagai serah terima pemberian
  17. 17. Hibah Marãdil Maut Orang yang sakit dan diperkirakan mendekati kematiannya, maka pemberiannya diperlakukan seperti wasiat, yakni tidak boleh melebihi sepertiga dari jumlah hartanya, dan yang diberi bukanlah ahli warisnya.
  18. 18. Pencabutan Hibah o Kebanyakan ulama berpendapat bahwa menarik kembali pemberian itu hukumnya haram , kecuali pemberian yang dilakukan oleh orang tua kepada anaknya . o Pencabutan hibah tersebut dapat dibenarkan bila berdasarkan pertimbangan :  Dirasakan ada unsur ketidakadilan di antara anak-anak mereka yang telah menerima hibah.  Apabila telah menimbulkan iri hati dan fitnah .
  19. 19. Pengertian dan Dasar Hukum Hadiah o Pengertian dan Dasar Hukum Hadiah • Hadiah adalah pemberian sesuatu barang oleh seseorang kepada orang lain sebagai penghormatan atau penghargaan bagi orang yang diberinya. o Hukum memberikan hadian ialah:  “sunnah” . Dalam ajaran Islam kita disuruh untuk slaing memebrikan hadiah,bahkan memberi hadiah kepada orang yang tidak beragama islam diperbolehkan . Sebab dengan saling memberi hadiah akan memupuk tumbuh suburnya kasih sayang .
  20. 20. Hukum Hadiah  Ada hadiah yang berupa “risywah” (suap) , dilarang oleh agama Islam. Dalam hal ini , khalifah Umar bin Abdul Aziz pernah menolak hadiah dari bawahannya. Kemudian bawahannya itu berkata, “Rasulullah saw.pernah menerima hadiah.”lalu Khalifah Umar menjawab ,”Apa yang diterima nasbi itu benar-benar hadiah , tetapi yang kamu berikan ini adalah suap.”
  21. 21. Rukun dan Syaratsyarat Hadiah a. Pemberi . Syaratnya, berakal sehat dan tidak dalam perwalian orang lain. b. Penerima, Dia bukan orang yang memintanya, sebab apabila orang itu meminta bukan lagi disebut hadiah. c. Barang atau sesuatu yang diberikan. Syaratnya, barang itu bermanfaat atau bernilai bagi penerimanya. d. Ijab kabul (serah terima)
  22. 22. Hikmah Hibah, Sedekah & Hadiah dapat mempererat jalinan persaudaraan dan kasih sayang. Dapat mencegah terjadinya malaprtaka, baik bagi orang yang memberi maupun bagi orang yang diberi, bagi pemberi akan selamu mendapat pertolongan orang lain, sedangkan bagi yang diberi misalnya, dapat terhindar dari kelaparan, tindakan mencuri, dan lain sebagainya. Mendidik jiwa menyayangi orang lain, ataupun menghargai orang lain. Dapat memacu prestasi, baik bekerja, belajar, atau berkarya, dan lain sebagainya.
  23. 23. Sesi Pertanyaan I   1) Ria : bagaimana hukum penarikan hibah bila anak bukan anak kandung orangtuanya. 2) Lailatul : nadir sama nazir, bedanya apa? 3) Jamila: maridil maut, harta yang di hibahkan tidak boleh melebihi sepertiga, kenapa? 4) Zahra: Penyebab hukum-hukum hibah . 5) Suhendra : perbedaan hadiah, waqaf, hibah dalam segi apa?
  24. 24. Sesi Pertanyaan II   1) Fasya ; warisan kpda anak yang digunakan untuk maksiat,hukumnya bagaimana?boleh di cabut atau tidak? 2) Belinda : hasil riswah yang diberikan kepada orang lain,bagaimana hkum nya? 3) MARTAK : apakah kuburan dapat diwaqafkan?

×