Geohidrologi

3,667 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
3,667
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
4
Actions
Shares
0
Downloads
151
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Geohidrologi

  1. 1. KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS HASANUDDIN FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK GEOLOGI PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI GEOHIDROLOGI TUGAS OLEH : MINFADLIANSAH SUJANAH PUTRA NIM : D611 09 001 MAKASSAR 2012
  2. 2. 1. Siklus hidrologi dan Proses-proses yang terjadi :  Siklus Hidrologi  Proses-proses yang Terjadi a. Evaporasi (Penguapan) Ketika air dipanaskan oleh sinar matahari, permukaan molekul- molekul air memiliki cukup energi untuk melepaskan ikatan molekul air tersebut dan kemudian terlepas dan mengembang sebagai uap air yang tidak terlihat di atmosfir. Sekitar 95.000 mil kubik air menguap ke angkasa setiap tahunnya. Hampir 80.000 mil kubik menguapnya dari lautan. Hanya 15.000 mil kubik berasal dari daratan, danau, sungai, dan lahan yang basah, dan yang paling penting juga berasal dari tranpirasi oleh daun tanaman yang hidup. Proses semuanya itu disebut Evapotranspirasi.
  3. 3. b. Transpirasi (penguapan dari tanaman) Uap air juga dikeluarkan dari daun-daun tanaman melalui sebuah proses yang dinamakan transpirasi. Setiap hari tanaman yang tumbuh secara aktif melepaskan uap air 5 sampai 10 kali sebanyak air yang dapat ditahan.c. Kondensasi (pengembunan) Ketika uap air mengembang, mendingin dan kemudian berkondensasi, biasanya pada partikel-partikel debu kecil di udara. Ketika kondensasi terjadi dapat berubah menjadi cair kembali atau langsung berubah menjadi padat (es, salju, hujan batu (hail)). Partikel-partikel air ini kemudian berkumpul dan membentuk awan.d. Presipitasi Presipitasi pada pembentukan hujan, salju dan hujan batu (hail) yang berasal dari kumpulan awan. Awan-awan tersebut bergerak mengelilingi dunia, yang diatur oleh arus udara. Sebagai contoh, ketika awan-awan tersebut bergerak menuju pegunungan, awan-awan tersebut menjadi dingin, dan kemudian segera menjadi jenuh air yang kemudian air tersebut jatuh sebagai hujan, salju, dan hujan batu (hail), tergantung pada suhu udara sekitarnya.e. Perkolasi / Infiltrasi Beberapa presipitasi dan salju cair bergerak ke lapisan bawah tanah, mengalir secara infiltrasi atau perkolasi melalui celah-celah dan pori-
  4. 4. pori tanah dan batuan sehingga mencapai muka air tanah (water table) yang kemudian menjadi air bawah tanah.2. Faktor yang berpengaruh terhadap besar Run off dan air tanah yang masuk kedalam tanah : a. Besar presipitasi. b. Besar evapotranspirasi. c. Faktor DAS d. Kemiringan Lereng e. Strike dan Dip f. Litologi3. Tipe Lapisan Akuifer Berdasarkan litologinya, akuifer dapat dibedakan menjadi 4 macam, yaitu: a. Akuifer bebas atau akuifer tidak tertekan (Unconfined Aquifer ) Akuifer bebas atau akuifer tak tertekan adalah air tanah dalam akuifer tertutup lapisan impermeable, dan merupakan akuifer yang mempunyai mukaair tanah. Unconfined Aquifer adalah akuifer jenuh air ( satured ). Lapisan pembatasnya yang merupakan aquitard, hanya pada bagian bawahnya dantidak ada pembatas aquitard di lapisan atasnya, batas di lapisan atas berupamuka air tanah. Permukaan air tanah di sumur dan air tanah bebas adalah permukaan air bebas, jadi permukaan air tanah bebas adalah batas antara zoneyang jenuh dengan air tanah dan zone yang aerosi (tak jenuh) di atas zoneyang jenuh. Akuifer jenuh disebut juga sebagai phriatic aquifer, non artesianaquifer atau free aquifer (Wuryantoro, 2007).
  5. 5. Air tanah ini banyak dimanfaatkan oleh penduduk untukberbagaikeperluan dengan kedalaman sumur umumnya antara 1 – 25meter. Air tanah bebas masih merupakan sumber utama air bersih bagisebagian besar penduduk dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.Pemanfaatannya dilakukandengan cara pembuatan sumur gali dan sumurpantek pada kedalaman kurangdari 20 meter di bawah permukaan,umumnya terdapat pada lapisan pasir, pasir kerikilan, tufa pasiran danpasir lanauan. Air tanah bebas di dataranaluvial terdapat dalam lapisanpasir, pasir lempungan, pasir kerikilan dan pasir lempungan.Mutu air tanahbebas bervariasi dari baik hingga jelek, asin rasa airnyahingga tawar,berwarna keruh hingga jernih. Kesadahannya berkisar antara 8,5 – 16,7,pH sekitar 6,7 – 11,2, sisa kering 353 – 580, sisa pijar 252 – 420, kadarkandungan ion klorida berkisar 25,5 – 6.685 mg/l, SO4 antara 40,5 –246,9mg/l. Khususnya untuk keperluan rumah tangga sehari-hari,kandungan air tanah bebas di dataran aluvial terkecuali daerah-daerahsekitar pantai, pemanfaatannya masih dapat dikembangkan. Sedangkanuntuk daerah-daerahyang terletak sekitar 1 – 3 km dari garis pantai,penggunaan air tanah bebasnya sangat terbatas sekali disebabkan asinhingga payau rasa airnya. (Anonim 3, 2008).
  6. 6. Gambar Akuifer bebas atau akuifer tidak tertekan ( Unconfined Aquifer )b. Akuifer tertekan (Confined Aquifer ) Akuifer tertekan adalah suatu akuifer dimana air tanah terletak di bawahlapisan kedap air ( impermeable ) dan mempunyai tekanan lebih besar daripadatekanan atmosfer. Air yang mengalir ( no flux ) pada lapisan pembatasnya, karena confined aquifer merupakan akuifer yang jenuh air yang dibatasi olehlapisan atas dan bawahnya. Gambar Akuifer tertekan (Confined Aquifer)
  7. 7. c. Akuifer bocor ( Leakage Aquifer ) Akuifer bocor dapat didefinisikan suatu akuifer dimana air tanah terkekang di bawah lapisan yang setengah kedap air sehingga akuifer di sini terletak antaraakuifer bebas dan akuifer terkekang. Gambar Akuifer bocor ( Leakage Aquifer )d. Akuifer melayang ( Perched Aquifer ) Akuifer disebut akuifer melayang jika di dalam zone aerosi terbentuk sebuahakuifer yang terbentuk di atas lapisan impermeable. Akuifer melayang initidak dapat dijadikan sebagai suatu usaha pengembangan air tanah, karenamempunyai variasi permukaan air dan volumenya yang besar.
  8. 8. Gambar Akuifer melayang ( Perched Aquifer ) Sedangkan menurut Kruseman dan deRieder, 1994. Berdasarkan sifatfisik dan kedudukannya dalam kerak bumi, akifer dapat dibedakan menjadiempat jenis,yaitu :a. Akifer bebas, yaitu akifer tak tertekan ( unconfined aquifer ) dan merupakanairtanah dangkal (umumnya <20 m), umum dijumpai pada daerah endapanaluvial. Airtanah dangkal adalah airtanah yang paling umum dipergunakansebagai sumber airbersih oleh penduduk di sekitarnya.b. Akifer setengah tertekan, disebut juga akifer bocor ( leaky aquifer ), merupakan akifer yang ditutupi oleh lapisan akitard (lapisan setengah kedap) di bagian atasnya, dapat dijumpai pada daerah volkanik (daerah batuan tuf).c. Akifer tertekan ( confined aquifer ), yaitu akifer yang terletak di antara lapisankedap air (akuiklud), umumnya merupakan airtanah dalam (umumnya > 40 m)dan terletak di bawah akifer bebas. Airtanah dalam adalah airtanah yang kualitasdan kuantitasnya lebih baik daripada
  9. 9. airtanah dangkal, oleh karenanya umumdipergunakan oleh kalanganindustri termasuk di dalamnya kawasan pertambangan ( Iskandarsyah,2008 ). Gambar Ilustrasi dari tiga jenis akifer menurut Kruseman dan deRieder, 1994
  10. 10. DAFTAR PUSTAKAwww.anneahira.com/siklus-hidrologi.htmhttp://repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/123456789/51984/BAB%20II %20Tinjauan%20Pustaka.pdf?sequence=4http://www.scribd.com/doc/39992350/Macam-macam-Akuifer-Dan-Analisis- Kondisi-Hirogeologi-Kota-Banjarbaru-m-sadiqul-Iman-h1e108059

×