Perkembangan e learning di malaysia

1,222 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,222
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
25
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Perkembangan e learning di malaysia

  1. 1. Perkembangan e-learning di Malaysia Erwan Nur Arief E-learning di Malaysia masih terbilang baru jika dibandingkan dengan negara-negara barat dan Singapura. Di Malaysia, e-learning hanya terarah pada pembelajaran jarak jauh dan pembelajaran berbasis online yang rata-rata hanya berada di tingkat universitas dan sekolah swasta yang mempunyai kerja sama dengan universitas luar negeri dan biasanya iurannya yang tergolong tinggi dan mahal. Perbedaan antara pembelajaran tradisional dan e-learning, di dalam kelas tradisional, pembelajaran berpusat pada guru. Guru dianggap sebagai orang yang mengetahui segala hal dalam menyalurkan ilmu pengetahuan kepada siswa. Sedangkan dalam pembelajaran modul hanya bergantung pada teks dalam buku dan pengetahuan siswa terbatas hanya pada isi dari kandungan buku saja. Selain itu, apabila pelajar tidak paham dalam materi pembelajaran di dalam kelas, kemudian anak tersebut malu untuk bertanya maka siswa tersebut akan tetap tidak memahami isi pelajaran yang diajarkan. Seorang guru tidak dapat memberikan perhatiannya kepada setiap individu karena banyaknya siswa di dalam kelas. Penyampaian isi materi pelajaran bergantung pada kemampuan guru untuk menciptakan suasana belajar yang menarik dan menyenangkan. Pembelajaran hanya dilakukan secara formal di balik empat dinding kelas saja. Sedangkan di dalam e-learning yang menjadi fokus utamanya adalah siswa. Di dalam pembelajaran e-learning secara tidak langsung akan memaksa pelajar menjadi mandiri dan lebih aktif dalam pembelajarannya karena perencanaan pembelajaran dilakukan oleh siswa itu sendiri. Siswa membuat rencana dan mencari materi dengan usaha dan inisiatif sendiri. Dalam pencarian materi pelajaran tidak terbatas dan materi pelajaran boleh dipilih sesuai dengan keinginan siswa asalkan sesuai dengan materi yang akan dipelajari. Siswa tidak akan merasa malu untuk mengulang materi pelajaran yang belum tercapai untuk dapat lebih memantapkan pemahaman materi sebelum berlanjut ke materi baru. Selain itu dalam segi waktu lebih fleksibel dan tidak terasa dikejar oleh waktu karena pembelajaran bisa dilakukan kapan saja dan Diana saja asalkan terdapat komputer dan internet. Materi pembelajaran dirancang dan disediakan secara profesional. Menggunakan alat multimedia dalam penyampaian materi pelajaran supaya berkesan dan menarik. Dalam proses tanya jawab lebih teratur dengan menggunakan teknologi yang tersedia. E-learning yang dikelola dengan baik dapat menghasilkan pembelajaran yang berkesan dan sistematik untuk pelajar, guru, mentor, dan fasilitator. Segelintir pelajar-pelajar sekolah di Malaysia sudah mula menggunakan internet sebagai sumber maklumat yang penting. Mereka juga sudah didedahkan kepada bahan e-learning yang ada di pasaran tempatan. Ada juga pelajar yang sudah mula mencari penyelesaian kepada masalah yang dihadapi oleh mereka melalui rakan sebaya di dalam chatgroup atau buletin Board. (Alam Pendidikan Bulletin Board, 2001 : Tan,)
  2. 2. Penggunaan sumber ICT Yang terancang, menarik dan isi materi yang berkesan akan menghasilkan siswa yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut : 1. Siswa yang bertanggung jawab atas statusnya sebagai pelajar 2. Siswa dapat menentukan segala keperluan untuk proses belajarnya 3. Siswa dapat memilih materi pelajaran sesuai dengan kebutuhannya 4. Siswa mendapatkan pengetahuan baru berdasarkan komunikasi dua arah atau pencarian sendiri. Terdapat empat model pembelajaran yang mendukung pelaksanaan e-learning di sekolah-sekolah Malaysia. Setiap model pembelajaran memiliki kelebihan dan kekurangan. Pemilihan model pembelajaran bergantung pada tersedianya infrastruktur telekomunikasi dan peralatan yang tersedia di sekolah. Model-modelnya sebagai berikut: 1. Model Selective Digunakan bila jumlah komputer memadai, dan bahan e-learning berkualitas, maka dapat ditunjukkan kepada siswa sebagai bahan demonstrasi saja. Jika jumlah komputer tidak memadai, siswa diberi peluang untuk mendapat pengalamannya dengan bergantian. 2. Model Sequential Digunakan jika jumlah komputer tidak memadai, pelajar dibagi dalam kelompok kecil dari satu sumber ke sumber pelajaran lain. Bahan e-learning digunakan sebagai bahan rujukan. 3. Model StaticStation Digunakan jika jumlah komputer tidak memadai, guru mempunyai beberapa sumber materi yang berbeda untuk mencapai objektif pelajaran yang sama. E-learnng digunakan oleh kelompok siswa ketika siswa lain menggunakan sumber belajar lain untuk mencapai objektif pelajaran yang sama. 4. Model Laboratory Digunakan jika jumlah komputer memadai untuk semua siswa, dan materi e-learning dapat digunakan oleh semua siswa sebagai pembelajaran mandiri. Model ini digunakan bila sekolah memiliki komputer yang dilengkapi dengan fasilitas internet.
  3. 3. Sekolah Pintar Proyek rintis Sekolah Pintar sebelumnya telah dilaksanakan oleh Telekom Smart SchoolSdnBhd (TSS). TSS dibentuk pada Juni 1999 untuk melaksanakan Proyek Sekolah Bestari Koridor Raya Multimedia, MSC. Dua aspek penting harus terdapat pada sekolah yang akan menjadi Sekolah Pintar adalah kemudahan dalam infrastruktur IT dan latihan guru. Sehingga pada 31 Januari 2003, terdapat 7.498 sekolah dasar dan 1.881 sekolah menengah di negara Malaysia, dan jumlah seluruh sekolah di Malaysia terdapat 9.279 sekolah. Dari jumlah tersebut, terdapat Sekolah Pintar sebanyak 387 sekolah, yaitu 87 yang sudah menjadi Sekolah Pintar dan 300 sekolah lagi segera akan menjadi Sekolah Pintar. Terdapat sebanyak 100 Sekolah Pintar pada 2004 dan 200 Sekolah Pintar pada 2005. (Utusan Pendidikan, 11 November 2003). sekolah Bestari baru yang bakal diwujudkan menjelang tahun 2005 dijangka akan menampilkan ciri-ciri pendidikan bestari terbaik, lebih dan terkini...tidak semestinya kita akan menggunakan konsep Sekolah Bestari yang sama seperti yang digunakan sebelum ini...(Utusan Pendidikan, 22 November 2003, ChangFoong Mae) ...perancangan yang lebih terancang dan sistematik dibuat untuk mencapai sasaran satu komputer bagi setiap 10 orang pelajar di sekolah rendah dan menengah di seluruh negara menjelang pertengahan tempo pembangunan ini dan seterusnya dipertingkatkan lagi selepas itu kepada satu komputer setiap lima pelajar... Kutipan perkataan YB Tan Sri Musa bin Mohamad, Menteri Pendidikan dalam Seminar pembangunan Pendidikan 2001-2010. Strategi yang digunakan dalam Sekolah Pintar adalah : 1. Menghasilkan tenaga kerja yang berpemikiran literasi teknologi 2. Melahirkan siswa yang berpikir kreatif dan kritis 3. Mendukung pembangunan individu secara menyeluruh 4. Menyediakan peluang untuk meningkatkan potensi dan kecakapan setiap individu 5. Pendidikan bersifat demokrasi Isu Dan Permasalahan Dalam Pelaksanaan E-Learning 1. Akses/biaya pengendalian Akses pada ICT merupakan masalah utama di Malaysia. 83% masyarakat di kawasan luar bandar dan 60% di kawasan bandar untuk dapat mengakses ICT tergolong mahal. Dari 1,5 juta rakyat Malaysia yang menggunakan internet, 50% berada di kawasan
  4. 4. Selangordan Wilayah Persekutuan. Ini mewujudkan jurang digital yang ketara di dalam masyarakat Malaysia (EducaionQuarterly:35 :2001). Ketiadaan akses internet merupakan masalah utama yang dirasakan oleh sekolah-sekolah tertentu. Begitu juga sekolah yang tidak memiliki komputer atau listrik memberikan cambukan yang hebat dalam pelaksanaan e-learning. 2. Kekurangan Bahan Pengajaran dan Pembelajaran Kekurangan bahan pengajaran dan pembelajaran Bahasa Melayu juga membuat resah. Bahasa Inggris digunakan hampir 80% pada halaman web (Media Asia: 176, 1999). 3. Biaya peralatan/infrastruktur Melibatkan biaya yang tinggi untuk mendapatkan infrastruktur telekomunikasi, peralatan dan software. Biaya perawatan komputer pun harus dipertimbangkan. Software pun sebaiknya membeli yang asli bukan bajakan. Tentu saja hal ini membutuhkan biaya yang sangat tinggi karena satu software hanya untuk satu komputer.

×